Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

VOLUME MOLAR GAS










OLEH :
PUTU YULIANTARI
1108105040
KELOMPOK 20






JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2011

I. Tujuan
Menentukan volume relatif dari zat dalam wujud yang berbeda

II. Dasar Teori
Kemolaran merupakan salah satuan kosentrasi, kemolaran menyatakan jumlah mol
zat terlarut dalam tiap liter larutan. Kemolaran dapat dinyatakan dalam M dan satuan
mol L
-1
.



Dimana, M= kemolaran larutan (mol L
-1
)
n = jumlah zat terlarut (mol)
V = volume larutan (L)
Salah satu keuntungan jika konsentrasi larutan dinyatakan dengan kemolaran,
yaitu dapat menentukan jumlah mol zat terlarut hanya dengan mengukur volum
larutan.

Pengenceran dilakukan untuk memperkecil kosentrasi larutan dengan jalan
menambahkan sejumlah tertentu perlarut. Pengenceran menyebabkan volume dan
kemolaran larutan berubah, tetapi jumlah zat terlarut tidaklah berubah. Oleh karena
pengenceran tidak mengubah jumlah mol zat terlarut, maka n
1
= n
2
atau V
1
. M
1
= V
2
.
M
2
.
V
1
. M
1
= V
2
. M
2
keterangan:
V
1
= volume sebelum pengenceran
M
1
= molaritas sebelum pengenceran
V
2
= volume sesudah pengenceran
M
2
= molaritas sesudah pengenceran

Benda-benda di alam raya ini dapat digolongkan menjadi tiga golongan,
diantaranya:
a.Zat padat
b.Zat cair
c.gas
Gas dapat dimampatkan dalam tempat tertutup, tetapi kalau dia dimasukkan kedalam
tempat yang lebih besar dari volume semula, dia dapat mengisi temapt itu secra
merata. Dimana gas mempunyai sifat-sifat khusus antaralain:
a. Peka terhadap perubahan temperature
b. Peka terhadap perubahan tekanan
Zat cair dan zat padat mempunyai sifat yang berlainan dengan gas dimana zat cair dan
zat padat tidak peka terhadap perubahan tekanan dan sedikit sekali mempunyai
kemampuan untuk mengisi temapt secara merata.

Gas melakukan tekanan pada permukaan apapun ketika saling bersentuhan,
karena molekul molekul gas senantiasa dalam keadaan bergerak. Atmosfer yang
mengelilingi bumi adalah campuran dari berbagai gas. Tekanan atmosfer
(atmospheric preasure) adalah tekanan yang diberikan oleh atmosfer bumi. Nilai
sesungguhnya dari tekanan atmosfer tergantung pada letak, suhu, dan reaksi cuaca.
Barometer merupakan alat yang paling lazim digunakan untuk mengukur
tekanan atmosfer. Definisi mula mula dari standar atmosfer sama dengan tekanan
yang dilakukan kolom air raksa setinggi 760 mmHg pada permukaan air laut dan pada
temperature 0C. 1 atm = 760 mmHg.
Satuan Internasional (SI) tekanan adalah Pascal (Pa) didefinisikan 1 newton
(satuan Internasional untuk gaya)permeter persegi.

1Pa=1N/m2

Definisi standar dalam istilah Pascal 1 atm = 101,325 Pa = 101,329 kPa

Robert Boyle menyelidiki perubahan volume suatu gas pada temparatur tetap
dengan tekanan yang berubah-ubah. Dari hasil penyelidikan didapatkan bahwa pada
temperature tetap, volume gas akan berubah kalau tekanannya diubah. Dari ketentuan
diatas maka dapat dijabarkan dalam persamaan berikut:

atau V
1
. P
1
= V
2
. P
2
= K (konstan)


Berlainan dengan Boyle maka Charles menyelidiki sifat-sifat gas pada tekanan
tetap. Dari hasil-hasil penyelidikannya didapatkan bahwa perbandingan volume gas
sesuai dengan perbandingan temperature absolutnya.
Gas selalu mengisi ruangan secra homogen. Konsentrasi atau kerapatan gas
dapat dinyatakan dengan kemolaran, yaitu sama dengan jumlah mol gas dibagi
dengan volume ruangan yang ditepatinya.


Dengan, C = konsentrasi gas (mol L
-1
)
n = jumlah gas (mol)
V = volume ruangan (L)
Massa Molar
Telah diketahui bahwa satu mol adalah jumlah zat yang mengandung partikel
(atom, molekul, ion) sebanyak atom yang terdapat dalam 12 gram karbon dengan
nomor massa 12 (karbon-12, C-12). Sehingga terlihat bahwa massa 1 mol C-12 adalah
12 gram. Massa 1 mol zat disebut massa molar. Massa molar sama dengan massa
molekul relatif (Mr) atau massa atom relatif (Ar) suatu zat yang dinyatakan dalam
gram.
Massa molar = Mr atau Ar suatu zat (gram)
Contoh:

Massa dan Jumlah Mol Atom/Molekul
Hubungan mol dan massa dengan massa molekul relatif (Mr) atau massa atom relatif
(Ar) suatu zat dapat dicari dengan
Gram = mol x Mr atau Ar
Contoh soal:
Berapa mol besi seberat 20 gram jika diketahui Ar Fe = 56 g/mol
Jawab :
Besi tersusun oleh atom-atom besi, maka jumlah mol besi


Contoh soal :
Berapa gram propana C
3
H
8
dalam 0,21 mol jika diketahui Ar C = 12 dan H = 1
Jawab:
Mr Propana = (3 x 12) + (8 x 1) = 33 g/mol, sehingga,
gram propana = mol x Mr = 0,21 mol x 33 g/mol = 9,23 gram

Avogadro mendapatkan hasil dari percobaannya bahwa pada suhu 0C (273
K) dan tekanan 1 atmosfir (76cmHg) didapatkan tepat 1 liter oksigen dengan massa
1,3286 gram. Maka,



Karena volume gas oksigen (O
2
) = 1 liter,



Pengukuran dengan kondisi 0C (273 K) dan tekanan 1 atmosfir (76cmHg)
disebut juga keadaan STP(Standard Temperature and Pressure). Pada keadaan STP, 1
mol gas oksigen sama dengan 22,3 liter.
Avogadro yang menyata-kan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas
yang bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama. Apabila jumlah
molekul sama maka jumlah molnya akan sma. Sehingga, pada suhu dan tekanan yang
sama, apabila jumlah mol gas sama maka volumenyapun akan sama. Keadaan standar
pada suhu dan tekanan yang sma (STP) maka volume 1 mol gas apasaja/sembarang
berharga sama yaitu 22,3 liter. Volume 1 mol gas disebut sebagai volume molar gas
(STP) yaitu 22,3 liter/mol.
Persamaan gas ideal dinyatakan dengan: PV=nRT

keterangan:
P; tekanan gas (atm)
V; volume gas (liter)
N; jumlah mol gas
R; tetapan gas ideal (0,082 liter atm/mol K) T; temperatur mutlak (Kelvin)

Gas Pada Suhu dan Tekanan Sama
Avogadro melalui percobaannya menyatakan bahwa pada suhu dan tekanan
yang sama, gas-gas yang bervolume sama mengandung jumlah molekul yang
sama. Apabila jumlah molekulnya sama maka jumlah molnya sama. Jadi pada suhu
dan tekanan yang sama perbandingan mol gas sama dengan perbandingan volume gas.
Maka,




III. Alat dan Bahan
A. Alat :
- Gelas Ukur
- Ember
- Neraca nalitik
- Termometer
- Barometer

B. Bahan :
- Air
- Butana cair (korek gas yang bahan bakarnya dari Butana)

IV. Cara kerja :
Korek api yang bahan bakarnya butana yang dindingnya tembus cahaya
disiapkan. Korek api tersebut ditimbang dan volume dari cairan butana dalam
korek api diperkirakan. Gelas ukur yang terisi penuh air diletakan terbalik diatas
ember yang terisi air. Gelas ukur ini nanrinya akan berfungsi sebagai alat
penampungan gas. Gelas ukur disiapkan sedikitnya 2 yang terisi penuh air.
Klep dari korek api dibuka dan diikatkan dengan karet agar klep terbuka terus.
Letakan dengan cepat lorek api tersebut dibawah alat penampung gas agar gas
yang dibebaskan tetampung. Bila alat penampung yang telah penuh tandai dan
catat, kemudian digantikan dengan alat penampung yang lain. Lanjutan
percobaan tersebut sehingga gas yang dibebaskan dapat dikumpulkan dampai
korek api tersebut hampir kosong. Catatlah semua gas butana yang terkumpul.
Klep korek api tersebut ditutup dan ditimbang kembali dan perkirakan volume
dari cairan butana yang berubah menjadi gas. Perbandingan volume gas butana
dengan volume cairan butana yang massanya sama dihitung.

V. Hasil Percobaan
- Massa awal korek api (m
1
) = 14 gr
- Perkiraan volume awal dalam korek api (V
1
) = 5 ml
- Massa akhir korek api (m
2
) = 12 gr
- Perkiraan volume akhir butana dalam korek api (V
2
) = 0 ml
- Volume gas butana (V.gas) = 975 ml
- Volume cairan butana (V
1
- V
2
) = 5-0 = 5
- Massa butana yang digunakan (m
1
- m
2
) = 14-12 =2 gr


VI. Pembahasan

Massa atom relatife pada percobaan ini :
Diketahiu :
V = 945 mL = 0,945 L
m = 2 gram
T = 27 = 27 + 273 = 300 K
P = 1 atm
R = 0,082 l.atm/k.mol
Ditanya : Mr ?
Jawab :











Dari percobaan diatas, maka tidak sesuai dengan teori Massa relatife atom
gas butana, Dimana menurut teori massa atom relatife senyawa butana adalah :



() ()

Adanya perbedaan nilai Mr yang diperoleh antara teori dengan Mr hasil
perhitungan, kemungkinan dikarenakan :
a. Perkiraan volume gas yang kurang mendekati dengan percobaan.
b. Neraca analitik yang digunakan untuk mengukur massa kuarang berfungsi
dengan baik.
c. Saat penimbangan kembali, masih terdapat air dalam korek api.
d. Klep dari korek gas tidak diikat dengan pipa karet, sehingga kadang
kadang tertutup sebentar karena tangan praktikan kelelehan memegang
klep korek gas
Jawaban pertanyaan :
Diketahui : V = 1,30 L
Massa = 2,9 gr
Suhu = 27C = 300C
P = 72cm Hg = 720 mm Hg x

= 0,95 atm
Ditanyai : Mr = .....???
Jawaban :
P.V = nRT
P.V =

Mr =

Mr =

Mr = 57,765 gram/mol




T R
Mr
m

V P
T R m


L atm
K mol K atm l gram
30 , 1 95 , 0
300 . / . 082 , 0 9 , 2


VII. Kesimpulan :
1. Hukum Boyle menyatakan pada suhu yang tekanan konstan volume gas
berbanding terbalik dengan tekanan.
2. Hukum Charles menyatakan pada tekanan yang tetap volume gas
berbanding lurus dengan suhu mutlaknya.
3. Hukum Gay Lussac menyatakan pada volume yang tetap tekanan
berbanding lurus dengan suhunya.
4. Hukum Avogadro menyatakan pada suhu dan tekanan yang tetap, gas yang
bervolume sama mengandung jumlah mol yang sama.
5. Rumus persamaan gas ideal :
P . V = n. R . T
6. Volume molar gas dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur.
7. Menentukan massa molar suatu zat dapat menggunakan rumus :
Mr =











DAFTAR PUSTAKA

Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Edisi Ketiga jilid pertama. : Jakarta.
Purba Michael. 2006. Kimia 2A untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Ratna dkk. 2009. Konsep mol. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-
smk/kelas_x/konsep-mol-2/
Tim Laboratorium Kimia Dasar. 2010. Penuntun Praktikum Kimia Dasar I. Jurusan
Kimia, F.MIPA, UNUD : Bukit Jimbaran.