Anda di halaman 1dari 2

CARA MENGUKUR TEKANAN DARAH

Perlengkapan
1. Stetoskop atau DUS
2. Manset tekanan darah dengan ukuran yang sesuai (bayi baru lahir, bayi, anak, dewasa
bertubuh kecil, dewasa, dewasa bertubuh besar, paha). Manset tekanan darah terdiri dari
kantung karet yang dapat di pompa dengan udara yang disebut bladder , biasanya di
bungkus kain dan terhubung dengan dua slang. Satu slang terhubung dengan pompa karet
yang memompa bladder. Dlang lainnya terhubung ke sfigmonmanometer. Manset tekanan
darah lebarnya harus 40% dari lingkar ekstremitas, atau 20% lebih lebar dari diameter titik
tengah ekstremitas yang akan di gunakan. Panjang bladder mempengaruhi keakuratan
pengukuran, setidaknya panjang bladder 2/3 menutupi lingkar ekstremitas yang digunakan.
3. Sfigmomanometer, untuk menunjukkan tekanan udara dalam bladder. Ada dua jenis
sigmomanometer :
Sfigmomanometer aneroid adalah cakra angka yang dikalibrasi dengan jarum yang
menunjukkan hasil kalibrasi.
Sfigmomanometer air raksa/merkuri adalah silinder berisi air raksa yang dikalibrasi,
Pada beberapa sfigmomanometer elektronik, saat tekanan pada manset dikurangi, sinar
menyala menunjukan tekanan sistolik dan distolik.
Persiapan
1. Pastikan peralatan lengkap dan berfungsi dengan baik. Periksa kebocoran pada slang karet
sfigmomanofer.
2. Pastikan klien tidak merokok atau mengkonsumsi kafein selama 30 menit sebelum
pengukuran.
Pelaksanaan
1. Jelaskan pada klien apa yang akan dilakukan, mengapa dilakukan dan bagaimana klien
dapat bekerja sama. Diskusikan bagaimana hasil pemeriksaanyang akan digunakan dalam
merencanakan perawatan dan terapi selanjutnya.
2. Cuci tangan dan observasi prosedur pengendalian infeksi yang sesuai.
3. Beri privasi ada klien.
4. Tentukan ukuran manset yang tepat.
Lebar manset harus mencapai 40% dari lingkar titik tengah lengan dimana manset
digunakan.Ukuran manset yang tepat perlu sehingga jumlah tekanan yang benar
diterapkan di atas arteri. Manset yang terlalu sempit, terlalu lebar / tidak tepat dalam
pemakaian menyebabkan pembacaan tinggi rendah yang salah.
5. Beri klien posisi yang tepat.
Klien dewasa harus duduk kecuali ditetapkan lain (kondisi tertentu). Kedua kaki
datar di lantai karena kaki yang bersilang akan meningkatkan tekanan darah sistolik
dan diastolik.
Siku harus sedikit fleksi dengan telapak tangan menghadap ke atas dan lengan bawah
di letakkan sejajar jantung. Tekanan darah meningkat saat lengan berada pada di
bawah posisi jantungdan menurun ketikan di atas posisi jantung.
Buka lengan atas.

6. Tentukan sisi terbaik untuk penempatan manset.
Hindari ekstremitas dengan jalur IV, adanya trauma, paralisis / paresis setelah
CVA.Pemasangan tekanan dari manset yang dikembangkan dapat mengganggu
aliran darah secara sementara dan mempengaruhi sirkulasi.

7. Lilitkan manset yang kempis mengelilingi lengan atas dengan rata. Tentukan arteri brakialis.
Letakkan bagian lengan bladder tepat di atas arteri (agar hasil akurat).
Pada orang dewasa letakkan, letakkan tepi bawah tepi bawah manset kira-kira 2,5
cm (1 inci) diatas ruang antekubital.
8. Jika merupakan pemeriksaan awal klien, lakukan pemeriksaan pendahuluan untuk
menentukan tekanan sistolik dengan metode palpasi,
Palpasi arteri brankialis
Tutup katup pada pompa dengan memutar tombol searah jarum jam.
Pompa manset hingga tidak teraba lagi denyut nadi brankialis.
Lepaskan seluruh tekanan dalam manset dan tunggu 1-2 menit sebelum melakukan
pengukuran selanjutnya.
9. Letakkan stetoskop pada posisi yang benar.
Bersihkan earpiece dengan alkohol atau disinfektan yang direkomendasikan.
Masukkan ganggang stetoskop ke dalam telinga sehingga sedikit miring ke depan.
Pastikan stetoskop bergantung bebas dari telinga ke diafragma.
Letakkan bel amplifier stetoskop di atas nadi brakialis.