Anda di halaman 1dari 8

Kelompok 5

1. Anggun Lundiani ( 10112083 )


2. Denta Haidar ( 10112055 )
3. Elisa Galuh Setyorini ( 10112087 )
4. Indah Pitriani ( 10112060 )
5. Luluk Hikmah ( 10112025 )
FAKULTAS FARMASI
INSTITUT ILMU KESEHATAN
BHAKTI WIYATA KEDIRI
2014
ANALISA FISIKO KIMIA
Spektroskopi AFS
( Atomic Fluorescence Spectroscopy )
ABSTRAK

Spektrofotometri adalah metode analisis yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar yang
berasal dari intensitas cahaya yang ditangkap. Cara kerja percobaan ini adalah cahaya
monokromatik dilewatkan pada sampel yang berada dalam kuvet, cahaya tersebut diteruskan
kemudian ditampilkan pada multimeter dalam bentuk tegangan. Jenis spektroskopi
elektromagnetik yang menganalisis fluoresensi dari sampel.
Fluoresensi adalah lepasnya energi dalam bentuk radiasi dengan energi yang lebih rendah atau
panjang gelombang yang lebih tinggi berupa cahaya tampak . Alat yang digunakan adalah
Spektrofotometri Flouresensi Atom ( AFS )

PENDAHULUAN



















Spektroskopi merupakan cabang ilmu yang berhubungan dengan gelombang
elektromagnetik yang diterjemahkan ke dalam komponen-komponen panjang
gelombang untuk menghasilkan spektra, merupakan plot beberapa fungsi dari
intensitas radian versus panjang gelombang atau frekuensi.
Peran Spektrofotometri
Membedakan struktur molekular.
Indentifikasi molekul yang tidak diketahui
Mendeteksi molekul yang sudah diketahui
Mengukur konsentrasi
Spektroskopi molekuler
Spektroskopi molekular adalah teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi
senyawa organik dan anorganik dalam spesi molekular . Spektroskopi molekuler
berdasarkan atas radiasi ultraviolet, sinar tampak, dan infrared. Banyak digunakan
untuk identifikasi dari banyak spesies organik, anorganik, maupun biokimia.

Spektroskopi Atomik
Spektroskopi molekular adalah teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi unsur
organik dan anorganik dalam spesi atom. Spektroskopi atomik digunakan untuk
penentuan kualitatif dan kuantitatif dari sekitar 70 elemen. Ciri khas S. Atomik adalah
bahwa dalam s. atomik, sampel harus diatomkan terlebih dahulu.

Perbedaan S.Atomik dan S.Molekuler
SPEKTROSKOPI MOLEKULER SPEKTROSKOPI ATOMIK
Spesi: molekul
Metode: Spektroskopi UV/visible
dan Spektroskopi inframerah.

Suhu rendah


Fase padat, gas, cair
Spesi: atom
Metode: flame AAS, flame AFS, flame
AES, elektrotermal AAS, elektrotermal
AFS, dll.
Suhu tinggi karena diperlukan untuk
proses atomasi (pelepasan ikatan
kimia)
Fase gas

Aplikasi Spektroskopi Atomik
Dalam Dunia Industri
Spektroskopi Atomik sering digunakan untuk identifikasi kandungan unsur tertentu.
Terutama dalam industri farmasi
Contoh: untuk mengetahui kandungan mineral tertentu dalam bahan makanan atau
obat-obatan. Seperti selenium yang berpotensi sebagai obat kanker
Untuk Lingkungan
Teknik Spektroskopi Atomik banyak digunakan untuk menentukan konsentrasi
pencemar logam berat dalam lingkungan.
Contohnya untuk mengukur kadar pencemaran logam berat pada suatu ekosistem

Metode Spektroskopi Atomik
Flame Atomizer
Flame Atomizer merupakan perangkat Spektroskopi Atomik yang proses
pengatomannya dilakukan melalui pemanasan media api.
Flame atomizer dapat digunakan untuk AES, AFS, dan AAS
Bentuk umumnya dari Atomizer flame adalah sebuah pipa konsentrik, dimana
sampel larutan dihisap ke dalam pipa kapilernya Aspiration




PEMBAHASAN
Spektroskopi AFS
( Atomic Fluorescence Spectroscopy )


DEFINISI
Atomic Fluoresence Spectroscopy (AFS) adalah salah satu jenis spektroskopi
elektromagnetik yang menganalisis fluorescence dari atom sampel. Didalamnya
meliputi penggunaan sorotan sinar, biasanya sinar ultraviolet, yang mengeksitasi
elektron dalam atom dan menyebabkannya memancarkan sinar. Alat untuk
mengukur fluorescence disebut fluorometers atau fluorimeter.
Fluoresensi spektroskopi alias atau metode spektrofluorometri, merupakan
jenis spektroskopi elektromagnetik yang menganalisis fluoresensi dari sampel seperti
definisi diatas. Ini melibatkan menggunakan berkas cahaya, biasanya sinar ultraviolet,
bahwa eksitasi elektron pada molekul senyawa tertentu dan menyebabkan mereka
memancarkan cahaya dari energi yang
lebih rendah biasanya, tetapi tidak
harus, cahaya tampak. Molekul
memiliki berbagai bentuk disebut
sebagai tingkat energi. Fluoresensi
spektroskopi terutama yang
bersangkutan dengan elektronik dan
bentuk getaran. Secara umum, spesies
yang diperiksa akan memiliki bentuk
energi rendah.
Energi yang tersimpan di dalam atom dapat dilepaskan dengan berbagai cara.
Ketika energi dilepaskan sebagai cahaya, maka dikenal sebagai fluorescent (cahaya
yang berpendar). Atomic fluorescent spectroscopy ini mengukur cahaya yang
teremisi ini.
Fluorescent umumnya diukur pada sudut dari sumber eksitasi untuk
meminimalisasi berkumpulnya cahaya yang tersebar dari sumbereksitasi dan biasanya
menggunakan rotasi pada prisma Pellin-Broca pada meja kemudi yang juga dapat
memisahkan cahaya menjadi spektrum-spektrumnya untuk anilisi yang lebih
jelas.Panjang gelombang akan memberitahu kita tentang komposisi atomnya. Untuk
penyerapanyang sedikit (konsentrasi yang sedikit pula), intensitas dari cahaya yang
terserap sebandingdengan konsentrasi atom. Umumnya atomic fluorescent lebih
sensitif (dapat mendeteksikonsentrasi yang rendah) daripada atomic absorption.

FUNGSI
Spektroskopi fluoresensi digunakan dalam, biokimia, kedokteran, dan bidang
penelitian kimia untuk menganalisis senyawa organik


METODOLOGI

A. ALAT YANG DIGUNAKAN
Dalam metode spektroskopi Fluoresensi ini, alat yang digunakan disebut
dengan Spektrofotometer Fluoresensi. Komponen-komponen yang penting dari
suatu instrumen untuk pengukuran flourosensi ditunjukan dalam gambar di bawah
ini, perhatikan bahwa komponen (sumber, monokromator, dan sebagainya) yang
sama terdapat juga dalam spektrofotometer.
Dasar set-up untuk sebuah alat untuk mengukur kondisi mapan fluoresense
ditampilkan. Terdiri dari sumber cahaya (biasanya xenon atau lampu merkuri), sebuah
monokromator / atau filter untuk memilih panjang gelombang eksitasi; tempat
sampel; detektor, yang mengubah cahaya yang dipancarkan ke listrik sinyal, dan unit
untuk pembacaan data dan analisis.























B. PRINSIP KERJA
Prinsip-prinsip umum dapat diilustrasikan dengan diagram Jablonski (Veberg,
2006),seperti yang ditunjukkan pada gambar.
Menurut diagram Jablonski, energi emisi lebih rendah dibandingkan dengan
eksitasi. Ini berarti bahwa emisi fluoresensi yang lebih tinggi terjadi pada panjang
gelombang dari penyerapan (eksitasi). Perbedaan antara eksitasi dan panjang
gelombang emisi dikenal sebagai pergeseran Stoke.













C. CARA KERJA

Analisa dari larutan atau solidmembutuhkan atom sampel yang menguap
atauteratomisasi pada temperature yang relativerendah dalam pipa panas, flame
atau graphitefurnace. Sebuah lampu HCL atau Lasermenghasilkan eksitasi untuk
membawa atom keenergy yang lebih tinggi. Atomic fluorescent akanterdispersi dan
dideteksi oleh monokromator dan photomultiplier tube yang mirip dengan alat AAS.











Cahaya dari sumber eksitasi melewati filter atau monokromator, dan
pemogokan sampel. Sebagian cahaya insiden diserap oleh sampel, dan beberapa
molekul dalam sampel berpendar. Lampu neon yang dipancarkan ke segala arah.
Beberapa lampu neon ini melewati filter kedua atau monokromator dan mencapai
detektor, yang biasanya diletakkan pada suhu 90. Untuk insiden sinar untuk
meminimalkan risiko memantulkan cahaya yang ditransmisikan atau kejadian
mencapai detektor.













Spektroflourometer mempergunakan sebuah monokhomator, biasanya
sebuah kisi untuk memilih panjang gelombang yang diinginkan. Radiasi eksitasi
kemudian masuk kedalam larutan contoh yang ditempatkan dalam sebuah sel
daripada gelas atau kuarsa. Radiasi flourosen dipancarkan dalam segala arah dan
harus dipisahkan dari radiasi jatuh untuk pengukuran. Ini telah dilakukan paling
Sumber Gbr 3 : directindustry.de serasi dengan mengukur flourosens pada sudut siku-
siku terhadap sinar jatuh. Spektroflourometer mengandung sebuah monokhomator
ke dua yang memungkinkan pemilihan panjang gelombang dengan pemancaran
maksimum.
Radiasi flourosens kemudian mencapai sebuah detektor. Karena isyarat
flourosens berintensitas rendah, maka harus diperkuat. Biasanya sebuah tabung
fotomultiplikator digunakan, dan hasil keluarnya selanjutnya diperkuat dengan
sebuah penguat elektronik- luar. Akhirnya beberapa peralatan untuk pembacaan
dipergunakan, biasanya sebuah voltmeter atau pun sebuah pencatat pena dan tinta.













D. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN AFS

Keuntungan Fluoroscence:
Mempunyai sensitivitas yang tinggi
Spesifikasi tinggi
Large linear dynamic system

Kerugian Fluoroscence:
Senyawa fluororesce yang lain harus dihilangkan jika terjadi overlape spectra
Senyawa dengan konsentrasi tinggi akan mempengaruhi sensitivitas
Adanya reaksi fotokimia
DAFTAR PUSTAKA


http://www.scribd.com/doc/98603321/Makalah-Spektroskopi-Fluoresensi
http://www.scribd.com/doc/177295892/Spektroskopi-Moleculer
http://www.scribd.com/doc/139449129/Kel-05-Spektrometriatomik