Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucap kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat kehendak-Nya kami
diberikan kemudahan dan kelancaran sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Kepemimpinan Dalam Perilaku Organisasi ini tepat pada waktunya. Adapun
tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas kelompok pada
mata kuliah Perilaku Organisasi.
ami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini jauh dari kesempurnaan!
untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran perbaikan dari semua pihak yang
terkait. "ehingga kekurangan yang ada dapat diperbaiki dan disempurnakan.
#alam penyusunan makalah ini! kami berharap semoga makalah ini dapat berguna
dan berman$aat sebagaimana mestinya! khususnya bagi kami dan rekan-rekan mahasiswa
lainnya. Terima asih.
%andung! Maret &'()

Tim Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
. La!ar Belakang
#alam perilaku keorganisasian! kepemimpinan merupaka salah satu hal penting untuk dipelajari dan
dipahami. epemimpinan bagaikan kepala dalam suatu organisasi! sehingga apabila kepemimpinan
dalam suatu organisasi tidak berlangsung dengan baik akan berpengaruh terhadap kerja badan
organisasi itu sendiri. epemimpinan merupakan kemampuan seseorang atau suatu bentuk
kekuasaan yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan indi*idu! kelompok ataupun
organisasi.
epemimpinan seringkali diartikan sebagai pelaksanaan otoritas dan pembuatan keputusan.
Pada akhirnya nanti kepemimpinan seseorang akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan
orang tersebut. "eperti telah diketahui pada bahasan makalah sebelumnya bahwa pengambilan
keputusan adalah suatu proses untuk menentukan satu pilihan dari beberapa hal untuk menentukan
satu pilihan dari beberapa alternati$ sebagai upaya untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi!
yang tentunya memiliki risiko.Pengambilan keputusan seseorang dengan orang lain nya akan
berbeda tergantung bagaimana cara ia memimpin.
#engan memahami sedikit pendahuluan di atas mengenai kepemimpinan! +yang
selanjutnya akan dibahas lebih lengkap pada %ab ,,-! maka kita dapat mengukur seberapa
pentingnya memahami hal tersebut. "etiap anggota organisasi sebagai indi*idu pada awalnya
memiliki $ilsa$at! nilai-nilai! prinsip-prinsip! latar belakang pendidikan dan pengalaman! moti*asi!
tujuan! harapan dan sebagainya yang berbeda-beda dalam bekerja.
"ehingga memiliki pilihan keputusan akan menjadi pemimpin atau yang dipimpin. embali
kepada kapasitas indi*idu masing-masing. Namun sudah seharusnya setiap orang perlu mengetahui
usaha-usaha apa saja yang perlu dilakukan agar seorang indi*idu dapat membentuk suatu perilaku
kepemimpinan dalam suatu organisasi sesuai dengan yang diharapkan.
." Rumusan #asala$
(. Apa pengertian dari epemimpinan.
&. Apa saja $ungsi dan teori dari kepemimpinan.
/. %agaimana tipe-tipe dan keterampilan dari kepemimpinan.
). %agaimana peran kepemimpinan dalam pengambilan keputusan.
.% Tu&uan 'an #an(aa! Penulisan
Adapun tujuan penulis dalam pembuatan makalah ini adalah selain untuk memenuhi salah satu
tugas pada mata kuliah 0Perilaku 1rganisasi0. Ada juga tujuan lain diantaranya yaitu 2
a. Pembaca memahami pengertian kepemimpinan
b. Pembaca memahami $ungsi-$ungsi dan teori-teori dari kepemimpinan
c. Pembaca memahami tipe-tipe dan keterampilan dari kepemimpinan
d. Pembaca memahami peran kepemimpinan dalam pengambilan keputusan
BAB II
I)I
". Penger!ian Kepemimpinan
#alam suatu organisasi kepemimpinan merupakan $aktor yang sangat penting dalam menentukan
pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. epemimpinan merupakan titik sentral dan
penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. epemimpinan adalah
akti*itas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk
mencapai tujuan tertentu +Thoha! (34/2(&/-. "edangkan menurut 5obbins +&''&2(6/-
epemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan.
"edangkan menurut Ngalim Purwanto +(33(2&6- epemimpinan adalah sekumpulan dari
serangkaian kemampuan dan si$at-si$at kepribadian! termasuk didalamnya kewibawaan untuk
dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat
melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela! penuh semangat! ada
kegembiraan batin! serta merasa tidak terpaksa.#ari pengertian diatas kepemimpinan mengandung
beberapa unsur pokok antara lain2
(- epemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat
pemimpin dan anggotanya berinteraksi
&- #i dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan
oleh pemimpin
/- Adanya tujuan bersama yang harus dicapai.
#ari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk
mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada
situasi tertentu.%eberapa pendapat ahli mengenai epemimipinan 2
(. Menurut 7ohn Pi$$ner! epemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan
mengarahkan indi*idu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki+8. Abu
Ahmadi! (3332(&)-(&9-
&. epemimpinan adalah pengaruh antar pribadi! dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses
komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu+Tannebaum! :eschler and Nassarik!
(36(! &)-.
/. epemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti +penuh arti epemimpinan- pada
kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan+7acobs ;
7ac<ues! (33'! &4(-
). epemimpinan merupakan suatu kemampuan! proses! atau $ungsi pada umumnya untuk
mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu.+"lamet!
&''&2 &3-
9. epemimpinan adalah sikap pribadi! yang memimpin pelaksanaan akti*itas untuk mencapai
tujuan yang diinginkan.+"hared =oal! 8emhiel ; >oons! (39?! ?-6. epemimpinan adalah suatu
proses yang mempengaruhi akti$itas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar
pribadi! dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau
beberapa tujuan tertentu+Tannebaum! :eschler and Nassarik! (36(! &3-
?. epemimpinan adalah akti*itas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka
mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu +Thoha! (34/2(&/-.
4. epemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan si$at-si$at kepribadian!
termasuk didalamnya kewibawaan! untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang
dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
dengan rela! penuh semangat! ada kegembiraan batin! serta merasa tidak terpaksa.+ Ngalim
Purwanto !(33(2&6-#ari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah
kemampuan untuk mempengaruhi perilaku "eseorang atau sekelompok orang untuk meneapai
tujuan tertentu pada situasi tertentu. epemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya
terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan
bersama! baik dengan cara mempenga$uhi! membujuk! memoti*asi dan mengkoordinasi. #ari sini
dapat dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak
hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja! tetapi lebih dari
itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya! anggotanya atau
masyarakatnya untuk ikut berperan akti$ sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang
poseti$ dalam usaha mencapai tujuan.
"." Te*ri Kemun+ulan Pemimpin
Teori kemunculan pemimpin membicarakan bagaimana seseorang menjadi pemimpin atau
bagaimana timbulnya seorang pemimpin. Ada beberapa teori tentang munculnya kepemimpinan! di
antaranya ialah 2
1. Teori Genetie
,nti dari teori ini adalah pernyataan bahwa @leaders are born and not made@. Penganut teori ini
mengatakan bahwa bakat kepemimpinan seseorang telah dibawa sejak ia lahir. #alam keadaan
bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia
dilahirkan untuk itu. ata lain dari teori ini adalah teori keturunan atau teori bawaan. eturunan
yang dimaksudkan di sini adalah $aktor genetis! bukan keturunan berdasarkan status strata sosial!
ningrat! atau keturunan raja. Teori ini berasumsi bahwa si$at-si$at kepemimpinan seseorang adalah
$aktor bawaan sejak lahir! di mana menjadi pemimpin atau tidaknya seseorang karena takdir semata.
Pendirian pokok teori ini adalah hanya orang- orang yang telah membawa bakat kepemimpinanlah
yang mampu menjadi pemimpin dikemudian hari. #imensi pribadi! $isik! intelektual! dan nasib-
baik! serta dimensi lainnya telah dimiliki sejak lahir. #ia ditakdirkan untuk menjadi pimpinan!
bahkan sampai dengan keturunan-keturunannya.
Teori ini berpandangan bahwa secara $iloso$ig manusia itu memiliki kemampuan yang luar biasa!
baik $isik maupun otaknya. Akan tetapi kemampuan dimaksud tidak sama pada masing-masing
orang. Artinya! kemampuan itu dapat saja hanya dimiliki oleh subjek tertentu! dan tidak dimiliki
oleh yang lainnya. emampuan itu dilukiskan sebagai kelebihan menonjol yang ada dalam diri
seseorang. Manusia seperti ini memiliki $aktor internal +internal factor) berupa kekuatan khusus!
yaitu kekuatan untuk menjadi pimpinan dan kekuatan itu dibawa sejak lahir.
&. Teori Sosial
7ika teori genetis mengatakan bahwa @leaders are born and not made@! maka
penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu 2 @Aeaders are made ad not born@.
Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila
diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
Manusia memiliki potensi psikologi yang dapat dibentuk melalui proses interaksi dengan
lingkungan! terutama interaksi yang disengaja atau dibuat secara khusus untuk itu. ata lain dari
teori ini adalah teori kejiwaan. Teori ini berasumsi bahwa si$at kepemimpinan seseorang dapat
dibentuk sesuai dengan jiwanya. Pemimpin
itu dapat diciptakan misalnya! melalui pendidikan dan pelatihan. Manusia! sesuai dengan
perkembangan jiwanya dapat mempelajari subjek berupa ilmu pengetahuan atau pengalaman atau
hal-hal lain di luar dirinya +lingkungan-! demikian juga ilmu kepemimpinan.
onsep dasar teori kejiwaan ini adalah bahwa kapasitas seseorang dapat dibentuk! dimanipulasi!
didongkrak kematangannya! dan karenanya bakat yang dibawa sejak lahir ke muka bumi ini bisa
diabaikan. Manusia belajar dari pengalaman dan pengalaman menaikkan tingkat kematangan
seseorang! sejalan dengan kematangan psikologisnya menurut usia kronologis. Artinya! lingkungan
adalah bagian penting dari kehidupan seseorang. Manusia sukses! antara lain ditandai oleh
kemampuannya menyesuaikan diri dengan lingkungan dan meman$aatkan lingkungan itu menurut
kebutuhan nyata.
/. Teori Ekologis
Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial.
Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang
baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan! bakat mana kemudian
dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang
memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya
itu.
Teori ini menggabungkan segi-segi positi$ dari kedua teori genetis dan teori sosial dan dapat
dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan. Namun demikian penyelidikan yang
jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa $aktor-$aktor
yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.
".% ,ungsi Kepemimpinan
(. Pemimpin sebagai eksekuti$ + eBecuti*e Aeader-
"ering kali disebut sebagai administrator atau manajer. Cungsinya adalah menerjemahkan
kebijaksanaan menjadi suatu kegiatan! dia memimpin dan mengawasi tindakan orang-orang yang
menjadi bawahannya. #an membuat keputusan-keputusan yang kemudian memerintahkannya untuk
dilaksanakan. epemimpinan ini banyak ditemukan didalam masyarakat dan biasanya bersi$at
kepemerintahan! mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah memerlukkan $ungsi tersebut.
&. Pemimpin sebagai penengah
#alam masyarakat modern! tanggung jawab keadilan terletak di tangan pemimpin
dengan keahliaanya yang khas dan ditunjuk secara khusus. ,ni dikenal dengan pengadilan. #an
bidang lainnya! umpamanya dalam bidang olahraga! terdapat wasit yang mempunyai tugas sebagai
wasit.
/. Pemimpin sebagai penganjur
"ebagai propagandis! sebagai juru bicara! atau sebagai pengarah opini merupakkan orang-orang
penting dalam masyarakat. Mereka bergerak dalam bidang komunikasi dan publistik yang
menguasai ilmu komunikasi.
Penganjur adalah sejenis pemimpin yang memberi inspirasi kepada orang lain. "eringkali ia
merupakkan orang yang pandai bergaul dan $asih berbicara.
). Pemimpin sebagai ahli
Pemimpin sebagai ahli dapat dianalogikan sebagai instruktur atau seorang juru penerang! berada
dalam posisi yang khusus dalam hubungannya dengan unit sosial dimana dia bekerja.
epemimpinannya hanya berdasarkan $akta dan hanya pada bidang dimana terdapat $akta.
Termasuk dalam kategori ini adalah guru! petugas sosial! dosen! dokter! ahli hukum! dan sebagainya
yang mencapai dan memelihara pengaruhnya karena mereka mempunyai pengetahuan untuk
diberikkan kepada orang lain
9. Pemimpin diskusi
Tipe pemimpin yang seperti ini dapat dijumpai dalam lingkungan kepemimpinan yang demokratis
dimana komunikasi memegang peranan yang sangat penting. "eseorang yang secara lengkap
memenuhi kriteria kepemimpinan demokratis ialah orang yang menerima peranannya sebagai
pemimpin diskusi.
".- Te*ri. !e*ri Kepemimpinan
a. TEORI / 'an TEORI 0 DAUGLA) #1 GREGOR
Teori #ouglas Mc =regor! sering disebut Teori D dan Teori Y #ouglas Mc =regor. #ouglas Mc
=regor mengemukakan dua pandangan yang saling bertentangan tentang kodrat manusia! yang dia
sebutkan sebagai Teori D dan Teori Y ancangan tradisional.Pro$essor #ouglas Mc =regor dari
Massachussettss ,nstitute o$ Technology! mengadakan suatu pembahasan mengenai $actor moti*asi
yang s$ekti$. ,a menyatakan bahwa ada dua pendekatan atau $ilsa$at manajemen yang mungkin
diterapkan dalam perusahaan. Masing-masing pendekatan itu mendasarkan diri pada serangkaian
asumsi mengenai si$at manusia yang dinamainya Teori D dan Teori Y.
(. Asumsi Teori D mengenai manusia 2
- Pada umumnya manusia tidak senang bekerja
- Pada umumnya manusia tidak senang berambisi! tidak ingin tanggung jawab dan lebih
suka diarahkan
- Pada umumnya manusia harus diawasi dengan ketat dan sering harus dipaksa untuk
memperoleh tujuan-tujuan organisasi
- Moti*asi hanya berlaku sampai tingkat lower order needs +physiological and sa$ety le*el-
&. Asumsi Teori Y mengenai manusia 2
- %ekerja adalah kodrat manusia! jika kondisi menyenangkan
- Pengawasan diri sendiri tidak terpisahkan untuk mencapai tujuan organisasi
- Manusia dapat mengawasi diri sendiri dan memberi presentasi pada pekerjaan yang diberi
moti*asi dengan baik +pada pekerjaan yang dimoti*er dengan baik-.
- Moti*asi tidak saja mengenailower needs tetapi pula sampai higher-order- needs.
#ouglas Mc =regor! menginginkan agar para manager menerapkan teori Y dalam perusahaan. %ila
para manager menerapkan teori Y didalam perusahaan maka orang-orang didalam organisasi akan
didorong untuk berkembang dan orang-orang dapat menggunakan pengetahuan! keterampilan!
kemampuan! dan imajinasi mereka. Mc =regor berasumsi bahwa 0manusia! pada dasarnya tidak
senang bekerja dan tidak bertanggung jawab dan harus dipaksa bekerjaE. Teori Y ancangan modern!
adalah didasarkan kepada asumsi bahwa 0 manusia! pada dasarnya suka bekerja sama! tekun
bekerja! dan bertanggung jawabE. Teori D dan Y melukiskan dua $ilsa$at dasar mengenai si$at
manusia.#ari ancangan Teori D! manusia adalah satu diantara unsure-unsur produksi selain
produksi uang! material serta peralatan yang ke semuanya harus dikendalikan oleh manajemen.
Manusia adalah sejenis makhluk hedomistik dan cenderung kepada kesenangan! tidak senang
bekerja dan akan menghindari kerja jika dapat.
Teori Y Mc =regor! seperti Teori D! dimulai dengan asumsi bahwa manajemen bertanggung jawab
atas pengorganisasian unsure-unsur produksi! yaitu uang! bahan-bahan! peralatan dan karyawan
tetapi kesamaan itu berakhir disini. Teori Y mengemukakan! moti*asi! potensi untuk berkembang!
kapasitas untuk memikul tanggung jawab dan kesediaan untuk mengarahkan perilaku kearah
perwujudan tujuan-tujuan organisasi! ke semuanya terdapat didalam diri indi*idu! tetapi menjadi
tanggung jawab manajemen didalam pengembangannya.
2. TEORI ,OUR )0)TE# 3 REN)I)T LIKERT
Aikert +(36?-mengungkapkan ada 4 *ariable managerialyaitu 2
epimpinan! Moti*asi! omunikasi! ,nteraksi! Pengambilan eputusan! Penentuan Tujuan!
Pengendalian! dan inerja
Aikert membagi gaya managerial tersebut sebagai berikut 2
(. Penguasa mutlak +eBploitati*e-authoritati*e-
- gaya berdasarkan asumsi teori D Mc=regor
- manager memberi bimbingan sepenuhnyadan pengawasan ketat pada pegawai dengan rasa
takut! ancaman dan hukuman
- interaksi bawahan dan atasan sedikit! semua keputusan berasal dari atas dan komunikasi ke
bawah semata mata berisi instruksi dan perintah
&. Penguasa semi mutlak +bene*olent-authoritati*e-
- si$atnya otoritarian
- mendorong komunikasi ke atas untuk berpendapat atau mengemukakan keluhan interaksi
antara tingkatan dilakukan melalui jalur $ormal
/. Penasihat +consultati*e-
- melibatkan interaksi yang cukup sering pada tingkat pribadi sampai tingkat moderat antara
atasan dan bawahan
- in$ormasi berjalan baik ke atas atau ke bawah! tetapi dengan sedikit penekanan pada
gagasan gagasan yang berasal dari atas.- Manager menaruh kepercayaan besar meskipun tidak
mutlak
). Pengajak serta +participati*e-
- gaya ini amat sporti$! dengan tujuan agar berjalan baik melalui partisipasi nyata pegawai
in$ormasi berjalan ke segala arah dan pengendalian dijalankan disetiap tingkatan. 1rang
berkomunikasi dengan bebas! terbuka! dan berterusterang! hampir tanpa rasa takut. =aya ini mirip
dengan gaya team dari kisi %lake dan Mouton.
+. TEORI KONTINU# 3 TANNENBAU# DAN )1H#IDT
Tannenbaun dan "chmidt dalam 8ersey dan %lanchard +(33)- berpendapat bahwa pemimpin
mempengaruhi pengikutnya melalui beberapa cara! yaitu dari cara yang menonjolkan sisi ekstrim
yang disebut dengan perilaku otokratis sampai dengan cara yang menonjolkan sisi ekstrim lainnya
yang disebut dengan perilaku demokratis. Perilaku otokratis! pada umumnya dinilai bersi$at negati$!
di mana sumber kuasa atau wewenang berasal dari adanya pengaruh pimpinan. 7adi otoritas berada
di tangan pemimpin! karena pemusatan kekuatan dan pengambilan keputusan ada pada dirinya serta
memegang tanggung jawab penuh! sedangkan bawahannya dipengaruhi melalui ancaman dan
hukuman. "elain bersi$at negati$! gaya kepemimpinan ini mempunyai man$aat antara lain!
pengambilan keputusan cepat! dapat memberikan kepuasan pada pimpinan serta memberikan rasa
aman dan keteraturan bagi bawahan.
"elain itu! orientasi utama dari perilaku otokratis ini adalah pada tugas.Perilaku demokratisF
perilaku kepemimpinan ini memperoleh sumber kuasa atau wewenang yang berawal dari bawahan.
8al ini terjadi jika bawahan dimoti*asi dengan tepat dan pimpinan dalam melaksanakan
kepemimpinannya berusaha mengutamakan kerjasama dan team work untuk mencapai tujuan! di
mana si pemimpin senang menerima saran! pendapat dan bahkan kritik dari bawahannya. ebijakan
di sini terbuka bagi diskusi dan keputusan kelompok.Namun! kenyataannya perilaku kepemimpinan
ini tidak mengacu pada dua model perilaku kepemimpinan yang ekstrim di atas! melainkan
memiliki kecenderungan yang terdapat di antara dua sisi ekstrim tersebut. Tannenbaun dan "chmidt
dalam 8ersey dan %lanchard +(33)- mengelompokkannya menjadi tujuh kecenderungan perilaku
kepemimpinan. etujuh perilaku inipun tidak mutlak melainkan akan memiliki kecenderungan
perilaku kepemimpinan mengikuti suatu garis kontinum dari sisi otokratis yang berorientasi pada
tugas sampai dengan sisi demokratis yang berorientasi pada hubungan.
Ada tujuh butir perilaku bahwa para manager2
(. Membuat keputusan dan mengumumkannya
&. Membuat keputusan dan menawarkannya
/. Mengemukakan keputusannya dan memberi kesempatan untuk mempertanyakannya
). Manager mengemukakan keputusan sementarayang masih dapat diubah
9. Menentukan beberapa batasan dan meminta bawahan untuk membuat keputusan
6. MengiGinkan bawahan membuat keputusan.
'. PATH GOAL THEOR0
Teori path-goal adalah suatu model kepemimpinan yang dikembangkan oleh 5obert 8ouse! yang
menyaring elemen-elemen dari penelitian 1hio "tate tentang kepemimpinan pada inisiating
structure dan consideration serta teori pengharapan moti*asi.#asar dari teori ini adalah bahwa
merupakan tugas pemimpin untuk membantu anggotanya dalam mencapai tujuan mereka dan untuk
memberi arah dan dukungan atau keduanya yang dibutuhkan untuk menjamin tujuan mereka sesuai
dengan tujuan kelompok atau organisasi secara keseluruhan. ,stilah path-goal ini datang dari
keyakinan bahwa pemimpin yang e$ekti$ memperjelas jalur untuk membantu anggotanya dari awal
sampai ke pencapaian tujuan mereka! dan menciptakan penelusuran disepanjang jalur yang lebih
mudah dengan mengurangi hambatan
Menurut teori path-goal! suatu perilaku pemimpin dapat diterima oleh bawahan pada tingkatan yang
ditinjau oleh mereka sebagai sebuah sumber kepuasan saat itu atau masa mendatang. Perilaku
pemimpin akan memberikan moti*asi sepanjang2
(. membuat bawahan merasa butuh kepuasan dalam pencapaian kinerja yang e$ekti$! dan
&. menyediakan ajaran! arahan! dukungan dan penghargaan yang diperlukan dalam kinerja e$ekti$.
Hntuk pengujian pernyataan ini! 5obert 8ouse mengenali empat perilaku pemimpin. Pemimpin
yang berkarakter directi*e-leader! supporti*e leader! participati*e leader dan achie*ement-oriented
leader. %erlawanan dengan pandangan Ciedler tentang perilaku pemimpin! 8ouse berasumsi bahwa
pemimpin itu bersi$at $leksibel. Teori path-goal mengimplikasikan bahwa pemimpin yang sama
mampu menjalankan beberapa atau keseluruhan perilaku yang bergantung pada situasi."ecara
mendasar! model ini menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh seorang pimpinan untuk
mempengaruhi persepsi bawahan tentang pekerjaan dan tujuan pribadi mereka dan juga
menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin untuk memoti*asi dan memberikan
kepuasan kepada bawahannya.
Model path-goal menganjurkan bahwa kepemimpinan terdiri dari dua $ungsi dasar2
(. Cungsi PertamaF adalah memberi kejelasan alur. Maksudnya! seorang pemimpin harus mampu
membantu bawahannya dalam memahami bagaimana cara kerja yang diperlukan di dalam
menyelesaikan tugasnya.
&. Cungsi eduaF adalah meningkatkan jumlah hasil +reward- bawahannya dengan memberi
dukungan dan perhatian terhadap kebutuhan pribadi mereka.
e. TEORI NOR#ATI4E 4ROO# 5 0ETTON
Teori kepemimpinan Iroom;Yetton disebut juga Teori Normati$ +Normati*e Theory-! karena
mengarah kepada pemberian suatu rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yang sebaiknya
digunakan dalam situasi tertentu. Yaitu ber$okus pada tingkat partisipasi yang diperbolehkan oleh
pemimpin dalam pengambilan keputusan dan seleksi pendekatan yang akan memaksimalkan
man$aat yang akan didapat kelompok dan pada waktu yang bersamaan! meminimalisasi gangguan
pencapaian tujuan kelompok. Model yang menjelaskan bagaimana seorang pemimpin harus
memimpin dalam berbagai situasi. Model ini menunjukan bahwa tidak ada corak kepemimpinan
tunggal yg dapat diterapkan pada semua situasi.
9 tipe kunci metode kepemimpinan yang teridenti$ikasi +Iroom ; Yetton! (3?/-2
(. Autocratic ,2 membuat keputusan dengan menggunakan in$ormasi yang saat ini terdapat
pada pemimpin.
&. Autocratic ,,2 membuat keputusan dengan menggunakan in$ormasi yang terdapat pada
seluruh anggota kelompok tanpa terlebih dahulu mengin$ormasikan tujuan dari
penyampaian in$ormasi yang mereka berikan.
/. >onsultati*e ,2 berbagi akan masalah yang ada dengan indi*idu yang rele*an! mengetahui
ide-ide dan saran mereka tanpa melibatkan mereka ke dalam kelompokF lalu membuat
keputusan.
). >onsultati*e ,,2 berbagi masalah dengan kelompok! mendapatkan ide-ide dan saran mereka
saat diskusi kelompok berlangsung! dan kemudian membuat keputusan.
9. =roup ,,2 berbagi masalah yang ada dengan kelompok! mengepalai diskusi kelompok! serta
menerima dan menerapkan keputusan apapun yang dibuat oleh kelompok.
".6 Tipe.!ipe Kepemimpinan
"etiap indi*idu memiliki tipe kepribadian mereka masing-masing. epribadian ini akan
terbawa pada saat kita menjadi seorang pemimpin didalam sebuah lingkungan. #engan adanya
beberapa tipe kepribadian ini maka kepemimpinan terbagi menjadi beberapa tipe pula. Menurut
"hinta +&''&- tipe kepemimpinan terbagi atas beberapa bagian.
(. Tipe epemimpinan harismatik
Tipe kepemimpinan kharismatik memiliki kekuatan energi! daya tarik! dan pembawaan yang
luar biasa untuk mempengaruhi orang lain sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar
jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya.. epemimpinan yang kharismatik
memiliki inspirasi! keberanian! dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas
kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.
&. Tipe epemimpinan PaternalistisJMaternalistik
epemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan
si$at-si$at sebagai berikut2
Mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak atau belum dewasa! atau anak
sendiri yang perlu dikembangkan!
mereka bersikap terlalu melindungi!
mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan
sendiri!
mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiati$!
mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau
bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreati*itas mereka sendiri!
selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
"edangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan
paternalistik! yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-
protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih
lebihan.
/. Tipe epemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun
si$at-si$at dari tipe kepemimpinan militeristik adalah2
Aebih banyak menggunakan sistem perintah atau komando! keras dan sangat otoriter!
kaku dan seringkali kurang bijaksana!
menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan!
sangat menyenangi $ormalitas! upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran
yang berlebihan!
menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya!
tidak menghendaki saran! usul! sugesti! dan kritikan-kritikan dari bawahannya!
komunikasi hanya berlangsung searah.
). Tipe epemimpinan 1tokratis
epemimpinan otokratis merupakan tipe kepemimpinan yang memiliki ciri-ciri antara lain2
Mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi!
pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal!
berambisi untuk merajai situasi!
setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri!
bawahan tidak pernah diberi in$ormasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan
yang akan dilakukan!
semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan
pribadi!
adanya sikap eksklusi*isme!
selalu ingin berkuasa secara absolut!
sikap dan prinsipnya sangat konser*ati$! kuno! ketat dan kaku!
pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
9. Tipe epemimpinan AaisseG Caire
Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin! dia membiarkan kelompoknya
dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam
kegiatan kelompoknya. "emua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya
sendiri. Pemimpin hanya ber$ungsi sebagai simbol! tidak memiliki keterampilan teknis! tidak
mempunyai wibawa! tidak bisa mengontrol anak buah! tidak mampu melaksanakan koordinasi
kerja! tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperati$. edudukan sebagai pemimpin
biasanya diperoleh dengan cara penyogokan! suapan atau karena sistem nepotisme. 1leh karena itu
organisasi yang dipimpinnya biasanya morat-marit dan kacau balau. "eorang pemimpin yang
bertipe AaisseG Caire memiliki ciri sebagai berikut2
#alam memimpin organisasi biasanya mempunyai sikap yang permisi$! dalam arti
bahwa para anggota organisasi boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan hati
nurani! asal kepentingan bersama tetap terjaga dan tujuan organisai tetap tercapai.
1rganisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri
dari orang- orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan
organisasi! sasaran yang dicapai! dan tugas yang harus dilaksanakan oleh masing-
masing anggota.
"eorang pemimpin yang tidak terlalu sering melakukan inter*ensi dalam kehidupan
organisasional.
"eorang pemimpin yang memiliki peranan pasi$ dan membiarkan organisasi berjalan
dengan sendirinya
6. Tipe epemimpinan Populistis
epemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal! tidak
mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. epemimpinan jenis ini
mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.
?. Tipe epemimpinan Administrati$JEksekuti$
epemimpinan tipe administrati$ ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-
tugas administrasi secara e$ekti$. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan
administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan.
1leh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang e$isien dalam pemerintahan.
Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi! indutri!
manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.
4. Tipe epemimpinan #emokratis
epemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang e$isien
kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan! dengan penekanan
pada rasa tanggung jawab internal +pada diri sendiri- dan kerjasama yang baik. kekuatan
kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi
akti$ dari setiap warga kelompok.
epemimpinan demokratis menghargai potensi setiap indi*idu! mau mendengarkan nasehat dan
sugesti bawahan. %ersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing.
Mampu meman$aatkan kapasitas setiap anggota see$ekti$ mungkin pada saat-saat dan kondisi yang
tepat. %eberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut2
#alam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia
itu adalah mahluk yang termulia di dunia.
"elalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan
organisasi.
"enang menerima saran! pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya.
Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan
agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreati*itas! inisyati$ dan
prakarsa dari bawahan.
Aebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
"elalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
%erusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
".7 Ke!erampilan Kepemimpinan
Menjadi seorang pemimpin yang baik dibutuhkan keterampilan yang mendukung. %erikut
keterampilan manajemen yang harus dimiliki oleh seorang pimpinan atau manajer.
(. eterampilan onseptual! yaitu membuat konsep! ide! dan gagasan demi kemajuan
organisasi. =agasan atau ide tersebut dijabarkan menjadi rencana kegiatan yang disebut
proses perencanaan J rencana kerja. Termasuk juga memiliki *isi yang jauh kedepan! misi
yang jelas! program kerja yang real! strategi! dan terus menjaga nilai competiti*e ad*antage
sebuah organisasi.
&. eterampilan omunikasi! yaitu keterampilan berinteraksi secara baik dengan banyak
orang. #isebut juga keterampilan kemanusiaan. epada bawahan bersi$at mengayomi!
persuasi$! dan bersahabat. epada rekan kerja saling menghormati. epada customer dan
atasan bersi$at melayani. Manajer berkomunikasi dengan baik kepada semua orang!
menshare *isinya! dan membuat semua orang menjadi tim sukses *isi tersebut.
/. eterampilan Teknis! merupakan bekal agar lebih matang pada bidang yang ditangani.
Hmumnya diperlukan untuk manajer tingkat rendah. Misalnya menggunakan program
komputer! membuat code program! dsb. Tentu saja ada keunggulan tersendiri dibanding
manajer yang hanya mengerti konsep! akan tercipta e$ekti$itas dan e$isiensi yang ideal.
). eterampilan Manajemen :aktu. "eorang manajer digaji besar! setiap menit begitu
berharga untuk perusahaan. #ia harus bisa mengalokasi waktu agar mendapat hasil yang
optimal. Akan teruji dalam penyusunan waktu yang digunakan dalam melakukan sebuah
project. Termasuk juga keterampilan untuk membuat skala prioritas.
9. eterampilan membuat keputusan! termasuk juga kemampuan untuk mengidenti$ikasi
masalah! memandangnya secara keseluruhan dan komprehensi$ +helicopter *iew-! dan
menentukan solusi terbaik untuk memecahkannya. eputusan yang baik adalah yang tidak
terburu&! namun adakalanya keputusan diperlukan dalam waktu yang singkat. "eiring
dengan waktu dan pengalaman! manajer akan terbiasa menghadapi kondisi seperti ini.
6. eterampilan epemimpinan. Program kerja! eksekusi! dan e*aluasi diperlukan komitmen!
ketegasan! dan keberanian. arenanya manajer betul-betul harus menjadi pemimpin! dan
tidak terlalu terpengaruh terhadap hal-hal yang tidak perlu. Manajer yang kuat akan
menciptkan trust kepada lingkungannya! dan menumbuhkan teamwork yang solid.
".8 Peran Pemimpin Dalam Pengam2ilan Kepu!usan
Peran kepemimpinan diartikan sebagai seperangkat perilaku yg diharapkan dilakukan oleh
seseorang sesuai dengan kedudukannya sebagai pemimpin. Peran pemimpin sangat besar dalam
pengambilan keputusan dan mengambil tanggungjawab terhadap hasilnya. Menurut 5obbins
seorang pemimpin dituntut untuk memiliki keterampilan!yaitu keterampilan teknis meliputi
keterampilan dalam menerapkan pengetahuan dan keahlian yang dimiliki! keterampilan manusiawi
meliputi kemampuan kerjasama!memahami dan memoti*asi orang lain dan kerampilan konseptual
berkaitan dengan kemampuan dalam pengambilan keputusan.
Menurut Timpe menjelaskan bahwa terdapat tiga gaya kepemimpinan. Pertama! gaya otokratis yaitu
kepemimpinan yang membuat keputusan sendiri karena kekuasaan terpusatkan dalan diri satu
orang. ,a memilkul tanggunjawab dan wewenang penuh!pengawasan bersi$at ketat!keputusan
dipaksakan. e dua! gaya demokratis yaitu kepemimpinan yang berkonsultasi dengan kelompok
mengenai masalah yang menarik perhatian!komunikasi berjalan dengan lancar!saran dibuat dua arah
dan memperkenakan bawahan untuk menetapkan sasaran yang menantang. e tiga !gaya kendali
bebas yaitu kepemimpinan yang memberi kekuasaan kepada bawahan!kelompok dapat
mengembangkan sasarannya sendiri dan memecahkan masalahnya sendiri.
Pengambilan keputusan terjadi sebagai reaksi terhadap masalah yang terjadi dalam
organisasi.eputusan harus dibuat oleh pimpinan agar anggota dapat melaksanakan berbagai
kegiatan dalam rangka mewujudkkan dan mengembangkan eksistensi organisasi.
Menurut 8enry MintGberg! ada tiga peran utama seorang pemimpin!yaitu2
a. Peran yang bersi$at interpersonal
b. Peran yang yang bersi$at in$ormasional
c. Peran yang bersi$at pengambil keputusan.
Peran yang bersi$at interpersonal artinya seorang pemimpin harus tampil dalam berbagai upacara
resmi!harus mampu memberi bimbingan dan harus mengembangkan hubungan kerjasama dengan
bawahan.
Peran yang bersi$at in$ormasional! serorang pemimpin harus mengikuti dan memperoleh in$ormasi
seluruh kegiatan! harus selalu memberi in$ormasi kepada bawahan dan menjadi juru bicara
organisasi.
Peran yang bersi$at pengambil keputusan! artinya seorang pemimpin harus berusaha memperbaiki
dan mengembangkan satuan kerja yang dipimpinnya! harus mampu mengatasi segala hambatan
yang dihadapi! mengatur segala sumber daya +manusia! sarana! biaya dan lain-lain- dan berperan
mewakili setiap hubungan kerja dengan satuan kerja lainnya +juru bicara- .
Peran pimpinan dalam pengambilan keputusan biasanya secara bersama-sama dengan bawahan
melakukan pemilihan dari beberapa alternati$ yang ada untuk menentukan tujuan yang ingin
dicapai. #alam proses pengambilan keputusan harus mempertimbangkan segala aspek dan mampu
mencari alternati$ pemecahan masalah! menganalisis setiap alternati$ yg rasional dan sesuai
kebutuhan. ,n$ormasi yang cukup dan baik! maka keputusan yang dibuat terjamin tingkat
keakuratannya.
Ada beberapa proses pengambilan keputusan sebagai beikurt2
a. Persepsi seseorang tentang situasi lingkungan sangat penting dan peka terhadap situasi yang
mungkin menjadi penyebab timbulnya masalah.
b. %erusaha memahami sesungguhnya yang sedang terjadi dalam situasi masalah tertentu.
c. Mende$inisikan masalah yang dihadapi untuk dipecahkan.
d. Menentukan alternati$ dari pada metode dan cara pemecahan
e. Pelaksanaan alternati$ terpilih berdasarkan analisis yang! mendalam yg pada gilirannya berubah
wujud menjadi keyakinan! ketepatan pilihan dan e$ekti$.
#alam proses pengambilan keputusan memerlukan keberanian! karena setiap keputusan pasti
memiliki resiko. Cungsi pengambilan keputusan sebagai strategi kepemimpinan sangat penting
peranannya. eberanian mengambil keputusan! bagi organisasi berarti pemimpinnya mengetahui
cara mencapai tujuan organisasi yang akan memberikan man$aat pada semua anggota organisasi.
"eorang pemimpin harus mampu mengkomunikasikan keputusan yang telah ditetapkannya pada
anggota organisasi untuk dilaksanakan.
ekuasaan yang lebih besar yang dimiliki oleh pemimpin dalam pengambilan keputusan perlu
dilaksanakan dengan demokratis antara lain dengan2(. Melibatkan semua pihak! membentuk tim-
tim khusus yang diberi wewenang untuk mengambil keputusan yang rele*an dan menjalin
kerjasama dengan lembaga-lembaga lain.
#ari uraian diatas menunjukkan bahwa pemimpin harus mampu mengambil keputusan dalan
berbagai situasi! dengan memilih alternati$ terbaik di antara sejumlah alternati$ keputusan yang
dihadapinya. Alternati$ harus dipilih yang resiko negati$nya paling kecil agar tidak merugikan
organisasi. "elanjutnya pemimpin harus mampu menjelaskan alasan-alasan memilih salah satu
alternati$ keputusan dengan cara yang paling mudah dipahami!agar mendapat dukungan dalam
pelaksanaannya.
BAB III
PENUTUP
%. Kesimpulan
%erdasarkan pemaparan mengenai kepemimpinan di atas! maka kita telah mempelajari hal tersebut.
epemimpinan sangat berhubungan dengan keberlangsungan suatu organisasi. epemimpinan
adalah
Da(!ar Pus!aka
http2JJ$ile.upi.eduJ#irektoriJC,PJ7H5.KP",1A1=,J(39''3'((34('/&-
5A8AYHK=,N,NTA"A",Jkepemimpinan.pd$
#rs. Manullanh Marihot! M.M.! M."c! &'')! Manajemen Personalia! Yogyakarta! =ajah Mada
Hni*ersity Press
Pandji Anoraga! "E.! MM. (339! Psikologi ,ndustri dan "osial! "emarang! Pustaka 7aya.
#ra. Ninik :idiyanti! (33'! Psikologi #alam Perusahaan! 7akarta! 5ineka >ipta. %ob :aworuntu!
&''/! #eterminan epemimpinan! #epartemen ,lmu Administrasi! Cakultas ,lmu "osial #an ,lmu
Politik! Hni*ersitas ,ndonesia! #epok.
Purwanto! M. Ngalim. (33(. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. %andung2 5emaja
5osdakarya.
5obbins! "tephen P. &''&. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. 7akarta2
Erlangga.Thoha! Mi$tah. (34/. Kepemimpinan dalam ana!emen. 7akarta2 5ajawali Pers.
5i*ai!IeithGal!&''/ Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi! 7akarta!PT 5aja =ra$indo Persada
5obbins! "tephen P. Organi"ational #e$avior! New 7ersey2 Pearson Education!,nc!&''/