Anda di halaman 1dari 9

Klasifikasi Massa Batuan

Klasifikasi massa batuan menguntungkan pada tahap studi kelayakan dan desain awal dimana
sangat sedikit informasi yang tersedia mengenai massa batuan, tegangan, dan hidrogeologi.
Secara sederhana, klasifikasi massa batuan digunakan sebagai sebuah check-list untuk
meyakinkan bahwa semua informasi penting telah dipertimbangkan.
Satu atau lebih sistem klasifikasi dapat digunakan untuk memperkirakan:
komposisi dan karakteristik massa batuan
perkiraan awal kebutuhan penyangga
Perkiraan kekuatan dan sifat deformasi massa batuan

Harus diingat bahwa klasifikasi massa batuan tidak dimaksudkan untuk menggantikan pekeraan
desain rinci. !etapi, pekeraan desain ini memerlukan informasi mengenai tegangan in situ, sifat
massa batuan, dan tahapan penggalian.
Semua data ini mungkin tidak tersedia pada tahap awal proyek. "ika data ini telah tersedia,
klasifikasi massa batuan dapat diubah dan disesuaikan dengan kondisi spesifik lapangan.
Sudah dikembangkan lebih dari #$$ tahun lalu, seak %itter &#'()* mencoba melakukan
pendekatan empiris untuk perancangan terowongan, khususnya penentuan kebutuhan penyangga.
+etode klasifikasi akan cocok ika digunakan dalam kondisi yang sama dengan kondisi pada
saat metode tersebut dikembangkan. +eskipun demikian, tetap diperlukan kehatihatian untuk
menerapkannya pada persoalan mekanika batuan yang lain.
Klasifikasi Massa Batuan Terzaghi (1946)
%eferensi paling awal mengenai penggunaan klasifikasi massa batuan untuk perancangan
terowongan. ,eban batuan yang harus ditahan oleh steel setsdiperkirakan berdasarkan deskripsi
kualitatif massa batuan. -ontoh yang bagus mengenai enis informasi geologi teknik yang sangat
berguna untuk perancangan rekayasa.
Klasifikasi Stand-Up Time
.auffer &#)/'* mengusulkan bahwa stand-up timeuntuk spantidak disangga berhubungan dengan
kualitas massa batuan, Klasifikasi .auffer telah dimodifikasi oleh banyak pihak, yang terpenting
adalah modifikasi yang dilakukan oleh Pacher et al. &#)(0*.
Klasifikasi Pacher et al. ini sekarang menadi bagian dari 1ew 2ustrian !unnelling +ethod
&12!+*. Semakin besar spanterowongan, semakin singkat waktu yang harus digunakan untuk
pemasangan penyangga. Sebagai contoh, pilot tunnelkecil mungkin saa dikonstruksi dengan
penyangga minimal, sedangkan terowongan dengan span yang lebih besar pada massa batuan
yang sama mungkin tidak mantap ika penyangga tidak seketika dipasang.
!"k Stru"ture ating# S ($i"kham et al%& 19'()
3ikembangkan dari terowongan-terowongan kecil yang disangga dengan steel sets.
Sistem pertama yang merekomendasikan pemakaian shotcrete.
+emperkenalkan konsep rating dari setiap komponen
%S% 4 2 5 , 5 -
!"k Mass ating(M) S)stem (Bienia*ski& 19'6& 19+9)
,ieniawski &#)(6* mempublikasikan sebuah klasifikasi massa batuan yang disebut
7eomechanics -lassificationatau %ock +ass %ating &%+%* system. Selama bertahun-tahun,
sistem ini telah diperbaiki dengan semakin banyaknya studi kasus yang dikumpulkan.
,ieniawski melakukan perubahan signifikan untuk ratingsbagi parameter-parameternya.
!indakan-tindakan pengamanan diambil di setiap tahapan pengangkutan dan penyimpan batu
bara untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan hidup
!"k Mass ating(M) S)stem
8nam parameter yang digunakan untuk mengklasifikasikan massa batuan menggunakan %+%
system:
#* kuat tekan uniaksial contoh batuan,
9* %ock :uality 3esignation & %:3*,
;* spasi bidang diskontinu,
0* kondisi bidang diskontinu,
/* kondisi air tanah,
6* orientasi bidang diskontinu.
3alam menerapkan sistem ini, massa batuan dibagi menadi seksi-seksi menurut struktur geologi
dan masing-masing seksi diklasifikasikan secara terpisah.
,atas-batas seksi umumnya struktur geologi mayor seperti patahan atau perubahan enis batuan.
Perubahan signifikan dalam spasi atau karakteristik bidang diskontinu mungkin menyebabkan
enis massa batuan yang sama dibagi uga menadi seksi-seksi.
!"k Mass ating(M) S)stem, Tinggi dan Be-an Batuan
ht 4 , < &#$$-%+%*=#$$
, 4 lebar terowongan
P 4 > < ht
> 4 berat satuan batuan
!"k Tunnelling .ualit) /nde0 (Bart!n et al& 19'4)
,erdasarkan seumlah besar kasus penggalian bawah tanah, ,arton et al. &#)(0* dari 1orwegian
7eotechnical ?nstitute mengusulkan !unnelling :uality ?nde< &:* untuk penentuan karakteristik
massa batuan dan kebutuhan penyangga.
1ilai numerik indeks : ber@ariasi secara logaritmik dari $.$$# sampai #$$$.
!"k Tunnelling .ualit) /nde0, .123n
+enunukkan struktur massa batuan. Perkiraan kasar ukuran blok atau partikel. 3ua nilai ekstrim
&#$$=$./ and#$=9$* berbeda sampai 0$$ kali. "ika diinterpretasi dengan satuan cm, ukuran
partikel adalah 9$$ sampai to $./ cm >> kasar tapi cukup realistik. ,lok terbesar mungkin
beberapa kali ukuran ini dan partikel terkecil kurang dari setengah kali nilai minimum di atas
&partikel lempung tentu saa tidak termasuk*.
!"k Tunnelling .ualit) /nde0, 3r23a
+enunukkan kekasaran dan karakteristik geser dinding kekar atau material pengisi.
Pembobotan didasarkan pada kekar kasar dan tak teralterasi pada kontak langsung.
Permukaan demikian akan mendekati kekuatan puncak yang akan sangat berubah ika
mengalami penggeseran. "ika kekar terisi mineral lempung, kekuatan akan sangat berkurang
!"k Tunnelling .ualit) /nde0, 3*2S4
S%A merupakan ukuran:
pengurangan beban pada penggalian melalui Bona geseran dan lempung,
tegangan batuan pada batuan keras,
beban sCueeBing pada batuan plastik lemah.

S%A dapat dianggap sebagai parameter tegangan total. "w merupakan ukuran tekanan air yang
dapat memberikan pengaruh merugikan pada kekuatan geser kekar karena pengurangan tegangan
normal efektif. Selain itu, air dapat melemahkan dan mungkin menghilangkan material pengisi
pada kekar yang terisi lempung. +erupakan faktor empiris yang rumit untuk menggambarkan
Dtegangan aktifE.
+assa batuan F susunan blok-blok material batuan yang dipisahkan oleh berbagai tipe ketidak
menerusan geologi.
3eskriptif kuantitatif memiliki prospek dimasa mendatang F seluruh karakter material batuan
dan ketidak menerusan geologi akan dinyatakan dalam bentuk bobot &nilai* sehingga dapat
mudah dihitung.
!uuan klasifikasi massa batuan :
#. +engelompokkan enis massa batuan berdasar perilakunya
9. 3asar untuk pahami karakter tiap-tiap kelas
;. +emberikan data kuantitatif untuk rancangan rekayasa batuan
0. Sebagai dasar komunikasi diantara para perancang dan ahli rekayasa batuan
+etode rancangan untuk rekayasa batuan :
#. 2nalitik F terapkan prinsip analisis tegangan dan deformasi disekitar penggalian
terowongan
9. Gbser@asional F rancangan berdasarkan pemantauan aktual terhadap perpindahan batuan
selama penggalian &melihat ketidak stabilan terukur , analisis batuan-penyangga*
;. 8mpirik F mengui berdasarkan analisis statistika. &klasifikasi massa batuan*
Sistem klasifikasi pertama diusulkan oleh !erBaghi &#)06* untuk penyangga batuan pada
terowongan.
Klasifikasi dimanfaatkan untuk:
#. !erowongan
9. Penyanggaan pada terowongan
;. .ereng batuan
0. 3asar pembuatan pondasi
+acam klasifikasi :
#. %ock load &!erBaghi, #)06* F untuk terowngan dan penyangga baa
9. Stand up time &.auffer, #)/'* F terowongan
;. 1ew 2ustrian !unneling +ethode & Pacher, #)60* F terowongan
0. %ock Cuality designation &3eere, #)6(* F -ore loging dan terowongan
/. %ock struktur rating &wickhman, #)(9* Fterowongan
6. %ock mass rating system &,ieniawski, #)(;* F terowongan, tambang, lereng, fondasi
(. :-system &,arton, #)(0* Fterowongan, ruang bawah tanah
'. %ock mass inde< &Palmstrom, #))/* F rock engireering, e@aluasi penyangga
Parameter masukan :
#. -ore loging
9. Kuat tekan batuan
;. Spasi diskontinuitas
0. Kondisi diskontinuitas
/. Grientasi diskontinuitas
6. Kondisi air tanah
%+% System
Parameter 2
Paramater ,, pengaruh orientasi strike=dip
Parametr -, orientasi kekar
Parameter 3, kelas massa batuan dari pembobotan !otal
2rti dari kelas batuan
TUGAS
TEKNIK TEROWONGAN
Rock mass rating
5678,
9:M: , :ngga Setia*an
9/M , (;1( 6< ;(1
=5>:M STU1/ S1 T7K9/K =7T:MB:9>:9
3UUS:9 T7K9/K
4:KU6T:S M:T7M:T/K: 1:9 /6MU =79>7T:8U:9 :6:M
U9/?7S/T:S 97>7/ =:=U:
M:95K$:/
(;14