Anda di halaman 1dari 3

PETIDIN

Petidin ( meperidin, demerol) adalah zat sintetik yang formulanya sangat berbeda dengan
morfin,tetapi mempunyai efek klinik dan efek samping yang mendekati sama. Secara kimia petidin
adalahetil-1metil-fenilpiperidin-4-karboksilat.
Farmakodinamik
1)Susunan Saraf Pusat
Menimbulkan efek seperti morfin berupa analgesia, sedasi, euforia, depresi nafas danefek sentral lain.
Analgesia
Efek mulai timbul setelah 15 menit pemberian oral dan mencapai puncaknya selama2 jam. Efek
analgesi lebih cepat jika diberikan secara subkutan atau IM. Karena bioavailabilitas oral 40-60%,
maka efektivitas sebagai analgesik per oralsetengahnya daripada jika diberikan secara
parenteral.
Sedasi, euforia dan eksitasi
Saluran nafasDalam dosis ekuianalgesik menimbulkan depresi nafas sama kuat dengan morfin
danmencapai puncaknya dalam 1 jam setelah suntikan IM. Selain itu menurunkankepekaan
pusat nafas terhadap CO2 dan mempengaruhi pusat yang mengatur iramanafas dalam pons.
Petidin menurunkan volume tidal tapi frekuensi nafas kurangdipengaruhi. Depresi napas dapat
diatasi dengan nalokson atau antagonis opioidlainnya.
Efek neural lainnyaMenimbulkan mual, muntah dan pusing karena merangsang CTZ
2)Sistem Kardiovaskular
Pada pasien yang berbaring tidak mempengeruhi CVS, tidak menghambat miokard dantidak merubah
gambaran EKG
3)Otot Polos
Efek spasmogenik yang ditimbulakan terhadap lambung dan usus halus lebih ringandibandingkan
dengan morfir. Dapat menimbulkan spasme saluran empedu, mengurangi peristaltik ureter, dll.
Meperidin (petidin) secara farmakologik bekerja sebagai agonis reseptor m (mu). Seperti
halnyamorfin, meperidin (petidin) menimbulkan efek analgesia, sedasi, euforia, depresi nafas dan efek
sentral lainnya. Waktu paruh petidin adalah 5 jam. Efektivitasnya lebih rendah dibanding morfin,tetapi
lebih tinggi dari kodein. Durasi analgesinya pada penggunaan klinis 3-5 jam. Dibandingkandengan
morfin, meperidin lebih efektif terhadap nyeri neuropatik.
Perbedaan antara petidin (meperidin) dengan morfin sebagai berikut :
1.Petidin lebih larut dalam lemak dibandingkan dengan morfin yang larut dalam air.
2. Metabolisme oleh hepar lebih cepat dan menghasilkan normeperidin, asam meperidinat danasam
normeperidinat. Normeperidin adalah metabolit yang masih aktif memiliki sifat konvulsidua kali lipat
petidin, tetapi efek analgesinya sudah berkurang 50%. Kurang dari 10% petidin bentuk asli ditemukan
dalam urin.
.3. Petidin bersifat atropin menyebabkan kekeringan mulut, kekaburan pandangan dantakikardia.
4. Seperti morpin ia menyebabkan konstipasi, tetapi efek terhadap sfingter oddi lebih ringan.
5. Petidin cukup efektif untuk menghilangkan gemetaran pasca bedah yang tidak adahubungannya
dengan hipiotermi dengan dosis 20-25 mg i.v pada dewasa. Morfin tidak.
6. Lama kerja petidin lebih pendek dibandingkan morfin.

Farmakokinetik
Absorbsi meperidin setelah cara pemberian apapun berlangsung baik. Akan tetapi
kecepatanabsorbsi mungkin tidak teratur setelah suntikan IM. Kadar puncak dalam plasma biasanya
dicapaidalam 45 menit dan kadar yang dicapai antar individu sangat bervariasi. Setelah
pemberianmeperidin IV, kadarnya dalam plasma menurun secara cepat dalam 1-2 jam pertama,
kemudian penurunan berlangsung lebih lambat. Kurang lebih 60% meperidin dalam plasma terikat
protein.Metabolisme meperidin terutama dalam hati. Pada manusia meperidin mengalami
hidrolisismenjadi asam meperidinat yang kemudian sebagian mengalami konyugasi. Meperidin dalam
bentuk utuh sangat sedikit ditemukan dalam urin. Sebanyak 1/3 dari satu dosis meperidinditemukan
dalam urin dalam bentuk derivat N-demitilasi.
Absorpsi :
Baik, namun pada pemberian secara IM kecepatan absorpsi tidak teratur.
Distribusi :
melewati plasenta, air susu ibu dan di CSS. Ikatan dengan protein plasma sebesar 60-80%.
Metabolisme :
Sebagian besar melalui hati dengan cara dihidrolisis menjadi asam petidin atau asam norpetidin dan
demetilasi menjadi norpetidin.
Ekskresi :
melalui urine namun jarang sekali ditemukan dalam bentuk utuh

Indikasi
Meperidin hanya digunakan untuk menimbulkan analgesia. Pada beberapa keadaan
klinis,meperidin diindikasikan atas dasar masa kerjanya yang lebih pendek daripada morfin. Meperidin
digunakan juga untuk menimbulkan analgesia obstetrik dan sebagai obat preanestetik, untuk
menimbulkan analgesia obstetrik dibandingkan dengan morfin, meperidin kurang karenamenyebabkan
depresi nafas pada janin
Dosis dan sediaanSediaan yang tersedia adalah tablet 50 dan 100 mg ; suntikan 10 mg/ml, 25
mg/ml, 50 mg/ml, 75mg/ml, 100 mg/ml. ; larutan oral 50 mg/ml. Sebagian besar pasien tertolong
dengan dosis parenteral 100 mg. Dosis untuk bayi dan anak ; 1-1,8 mg/kg BB.4,
Efek samping
Pusing, berkeringat, euforia, mulut kering, mual, muntah, perasaan lemah, gangguan
penglihatan, palpitasi, disforia, sinkop atau sedasi.
Kontra indikasi
Pasien dengan gangguan hati, ginjal dan orang tua dosisnya harus dikurangi karena adanya
perubahan disposisi obat.
Intoksikasi
Jika kelebihan dosis (overdosage) menimbulkan gejala berupa depresi nafas, midriasis, bradikardia,
edema pulmonal, tremor kronik, eksitasi SSP dan kejang.
Special precautions
long-term liver or kidney problems.
heart problems.
had epileptic fits.
lung disorder such as asthma or bronchitis.
thyroid disorder.
prostate problems.
taking other medications.
Dosis
IM : 1-2 mg/kgBB yang diulang tiap 3-4 jam
IV : 0,2-0,5 mg/kgBB
SC : Petidin SC tidak dianjurkan karena menimbulkan iritasi.
Spinal: 1-2 mg/kgBB