Anda di halaman 1dari 37

BAB 1

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Masalah
Peningkatan pelayanan di bidang kesehatan telah meningkatkan usia
harapan hidup. Usia harapan hidup di Indonesia tahun 2000 mencapai 67 tahun

.
Pada tahun 2000 jumlah penduduk usia lanjut mencapai 7,28. !umlah ini akan
terus meningkat dan pada tahun 2020 diproyeksikan jumlah lansia akan mencapai
"",#$ . %enurut perkiraan pada tahun 2020 usia harapan hidup di Indonesia
akan mencapai 7" tahun dan jumlah penduduk lansia diperkirakan sebanyak 28
juta ji&a. 'ansia adalah dimulai setelah pensiun, biasanya antara usia 6( dan 7(
tahun. !umlah kelompok usia ini meningkat drastik dan ahli demogra)i
memperhitungkan peningkatan populasi lansia sehat terus meningkat sampai abad
selanjutnya *Potter + Perry, 200(,. 'ansia adalah )ase menurunnya kemampuan
akal dan )isik, yang di mulai dengan adanya beberapa perubahan dalam hidup.
-ebagai mana diketahui, ketika manusia mencapai usia de&asa, mempunyai
kemampuan reproduksi dan melahirkan anak. .etika kondisi hidup berubah,
seseorang akan kehilangan tugas dan )ungsi ini, dan memasuki selanjutnya yaitu
usia lanjut, kemudian mati. /agi manusia yang normal, siapa orangnya tentu siap
menerima keadaan baru dalam setiap )ase hidupnya dan mencoba menyesuaikan
diri dengan kondisi lingkungannya *0armojo, 200$,.
'ansia adalah seorang yang karena usianya mengalami perubahan
biologis, )isik, keji&aan dan sosial *UU 1o.2# 2ahun "332 tentang kesehatan,.
Pengertian dan penggolongan lansia menurut UU 4epublik Indonesia 1omor "#
2ahun "338 tentang lansia sebagai berikut lansia adalah seseorang yang telah
mencapai usia 60 tahun keatas dan ada dua kategori yaitu lansia usia potensial
adalah lansia masih mampu melakukan pekerjaan dan kegiatan yang dapat
menghasilkan barang atau jasa, lansia tak potensial adalah lansia yang tidak
berdaya mencari na)kah sehingga hidupnya tergantung pada orang lain.
%enurut 567 batasan lansia meliputi 8
". Usia pertengahan adalah usia antara $(9(3 tahun
2. Usia lanjut adalah usia antara 6097$ tahun
#. Usia lanjut tua adalah usia 7(930 tahun
$. Usia sangat tua adalah usia 30 tahun keatas
Pre:elensi lansia di Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang berusia 60
tahun ke atas sekitar 7,"8. !umlah penduduk lansia di Indonesia pada tahun
2006 sebesar kurang lebih dari "3 juta, dengan usia harapan hidup 66 tahun. Pada
tahun 20"0 jumlah lansia sebanyak "$.$#3.367 ji&a *7,"8, dan pada tahun 20"0
mengalami peningkatan menjadi 2#.332.((# ji&a *3,77, sementara pada tahun
20"" jumlah lansia sebesar 20 juta ji&a *3,(",, dengan usia harapan hidup 67
tahun dan pada tahun 2020 diperkirakan sebesar 28,8 juta *"",#$,, dengan usia
harapan hidup 7" tahun *0epkes, 20"2,. /erdasarkan data U1;-<=P tahun 20"",
jumlah penduduk di ka&asan =sia mencapai sebanyak $,22 miliar ji&a atau 60
dari penduduk dunia. -trok termasuk penyakit serebro:askular yang terjadi karena
berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak, penyebab terjadinya stroke karena
sumbatan penyempitan dan pecahnya pembuluh darah. -troke pada lansia di
Indonesia menurut 567 *20"", telah menempati peringkat ke 37 dunia untuk
jumlah penderita stroke terbanyak dengan jumlah kematian "#8.268 orang atau
3,70 dari total kematian yang terjadi pada tahun 20"". -troke merupakan
penyebab kematian ketiga terbanyak di =merika -erikat. %engacu pada laporan
American Heart Association, sekitar 73(.000 orang di =merika serikat terserang
stroke setiap tahunnya. 0ari jumlah ini, 6"0.00 diantaranya merupakan serangan
stroke pertama, sedangkan "8(.000 merupakan stroke yang berulang. -aat ini ada
$ juta orang di =merika -erikat yang hidup dalam keterbatasan )isik akibat stroke
dan "(9#0 di antaranya menderita cacat menetap *Centers for Disease Control
and Prevention, 2003,. -troke merupakan masalah utama kesehatan di
negara maju, stroke merupakan penyebab kematian kedua terbanyak dan
penyebab utama kecacatan pada orang de&asa.
0i =merika serikat ada (00.000 populasi yang terserang stroke baru dan
200.000 serangan stroke ulang pertahun.
#
%enurut data 4iskesdas 0epkes 4I,
2007 dalam laporan nasionalnya mendapatkan bah&a penyebab kematian utama
untuk semua usia adalah stroke *"(,$,, 2/ *7,(,, hipertensi *6,8,. -troke
iskemik memiliki persentase paling besar yaitu sebesar 80 , terbagi atas
subtipe stroke trombotik dan embolik yang dapat mengurangi sirkulasi atau
kebutuhan darah diotak atau mengakibatkan kematian neuron yang diperlukan
otak. 0ata 567 menunjukkan bah&a kematian akibat penyakit pembuluh dara
lebih banyak dibanding penyakit lain, yaitu sekitar "( juta tiap tahun atau
sekitar #0 dari kematian total pertahunnnya dan sekitar $,( juta diantaranya
disebabkan oleh stroke. 0ari seluruh kematian di negara9negara industri, "0
9 "2 disebabkan oleh stroke dan sekitar 88 kematian akibat stroke terjadi
pada usia diatas 6( tahun.
Penyakit serebro:askuler dapat menyebabkan kemunduran kogniti).
Penyakit serebro:askuler )okal dapat terjadi akibat trombosis atau emboli
:askuler serta perdarahan otak.

>rekuensi gangguan kogniti) pasca stroke
iskemi berkisar antara 209#0,

dan makin meningkat risikonya, bahkan sampai
2 tahun pasca stroke.

?angguan kogniti) pasca stroke termasuk dalam suatu
kelompok gangguan kogniti) yang disebut dengan vascular cognitive impairment
*@<I, yang meliputi gangguan kogniti) ringan dan tidak mengganggu akti:itas
sehari9hari sampai yang paling berat berupa demensia :askuler. ?angguan
kogniti) dapat mengenai satu atau lebih domain kogniti) seperti atensi,
bahasa, memori, :isuospasial dan )ungsi eksekuti). Penelitian I:an dkk
didapatkan adanya penurunan kogniti) pada pasien pasca stroke yaitu "3,#
kasus, sedangkan kontrol "" kasus.

/allard dkk dalam penelitiannya
mendapatkan penurunan kogniti) # bulan pasca stroke adalah (0 dan dengan
bertambahnya usia, penurunan kogniti) meningkat secara signi)ikan sebanyak
3, terutama untuk kategori kogniti) secara umum, memori dan atensi. %artini -
mendeteksi gangguan kogniti) pasca stroke dan mendapatkan (7," mengalami
gangguan kogniti).

-etyopranoto, 'amsudin dan 0ahlan dalam penelitiannya membuktikan
bah&a pada pasien pasca stroke terjadi penurunan nilai %%-; atau dapat
dikatakan terjadi penurunan nilai kogniti) bila dibandingkan dengan kelompok
kontrol *bukan stroke,.
<hristopher dkk dalam penelitiannya mendapatkan bah&a diabetes mellitus
*0%, berhubungan dengan penurunan )ungsi kogniti). 0iabetes mellitus
berhubungan dengan penurunan kecepatan psikomotorik, )ungsi lobus
)rontalisAeksekuti), memori :erbal, kecepatan proses, )ungsi motorik kompleks,
memori kerja, ingatan segera, ingatan tunda, kelancaran :erbal, retensi :isual,
dan atensi. 2es :alidasi %o<= telah dilakukan di Indonesia, dari hasil penelitian
ini didapatkan nilai .appa total antara 2 orang dokter adalah 0,820 .
0idapatkan kesimpulan bah&a tes %o<= :ersi Indonesia *%o<= Ina, telah
:alid menurut kaidah :alidasi transkultural sehingga dapat digunakan baik oleh
dokter ahli sara) maupun dokter umum.
2. Tujuan.
". %engetahui de)inisi gangguan neurologis *stroke,
2. %engetahui etiologi stroke.
#. %engetahui mani)estasi klinis stroke
$. %engetahui pato)isiologi cystic )ibrosis
(. %engetahui penatalaksanaan )armakologi dan non )armakologi stroke
6. %engetahui asuhan kepera&atan stroke.
7. %engetahui ;:idence based nursing tentang stroke
/=/ II
2I1!=U=1 PU-2=.=
". Pengertian
%enurut 567 stroke adalah adanya tanda9tanda klinik yang berkembang
cepat akibat gangguan )ungsi otak )okal *atau global, dengan gejala9gejala
yang berlangsung selama 2$ jam atau lebih yang menyebabkan kematian
tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain :askuler. *6endro -usilo,
2000,
-troke hemoragik adalah dis)ungsi neurologi )okal yang akut dan
disebabkan oleh perdarahan primer substansi otak yang terjadi secara
spontan bukan oleh karena trauma kapitis, disebabkan oleh karena pecahnya
pembuluh arteri, :ena dan kapiler. *0joenaidi 5idjaja et. al, "33$,
2. ;tiologi stroke
2.". >actor penyebab neurologis
a. >aktor resiko medis, antara lain 6ipertensi *penyakit tekanan darah
tinggi,, .olesterol, =terosklerosis *pengerasan pembuluh darah,,
?angguan jantung, diabetes, 4i&ayat stroke dalam keluarga,
b. >aktor resiko perilaku, antara lain %erokok *akti) + pasi),, %akanan tidak
sehat *junk )ood, )ast )ood,, =lkohol, .urang olahraga, %endengkur,
.ontrasepsi oral, 1arkoba, 7besitas.
c. 80 pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis, %enurut
statistik. 3# pengidap penyakit trombosis ada hubungannya dengan
penyakit tekanan darah tinggi.
d. Pemicu stroke pada dasarnya adalah, suasana hati yang tidak nyaman
*marah9marah,, terlalu banyak minum alkohol, merokok dan senang
mengkonsumsi makanan yang berlemak.
2.2 >aktor resiko gangguan neurologis stroke
a. Usia
-ebagai 1ational Institute o) 1eurological ?angguan dan -troke
menyatakan, usia merupakan )aktor risiko untuk penyakit Parkinson jelas.
4ata9rata, pemogokan Parkinson orang pada usia 60 tahun. -emakin tua
=nda, semakin besar kemungkinan =nda untuk mengembangkan penyakit.
-ekitar ( persen sampai "0 persen kasus Parkinson, bagaimanapun,
didiagnosis sebelum usia (0.
b. Jenis kelamin
%enurut 1ational Institute o) 1eurological ?angguan dan -troke,
penyakit Parkinson mempengaruhi laki9laki sekitar (0 persen lebih dari
&anita. Para peneliti saat ini tidak dapat menjelaskan perbedaan ini.
. !ejarah "eluarga
-ebagai 1ational Institute o) 1eurological ?angguan dan -troke
menjelaskan,para peneliti telah mengidenti)ikasi beberapa mutasi genetik
yang berkaitan dengan risiko penyakit Parkinson. %enurut Bayasan
%ichael !. >oC untuk 4iset Parkinson, para ilmu&an telah menentukan
bah&a, dalam kasus yang jarang Parkinson disebabkan oleh mutasi
genetik tunggal yang diturunkan melalui keluarga, menyebabkan sejumlah
besar kasus penyakit Parkinson pada beberapa generasi. 0alam
kebanyakan kasus, bagaimanapun, para ilmu&an percaya bah&a )aktor
genetik berinteraksi dengan )aktor lingkungan untuk produksi Parkinson.
6al ini menjelaskan mengapa, sebagai 1ational Institute o) 1eurological
?angguan dan titik &aktu, yang &alaupun memiliki kerabat dekat
Parkinson meningkatkan risiko Parkinson, kemungkinan tertular penyakit
ini masih hanya sekitar 2 persen sampai ( persen kecuali ada mutasi
genetik yang dikenal dalam keluarga =nda.
#. $aun lingkungan
%enurut 1ational Institute o) 1eurological ?angguan dan -troke, paparan
racun lingkungan juga diyakini menjadi )aktor risiko penyakit Parkinson.
%P2P, misalnya, racun yang ditemukan di beberapa jenis heroin sintetis,
diketahui menyebabkan gejala Parkinson. Pestisida telah dikaitkan dengan
peningkatan risiko untuk penyakit Parkinson, menurut %ichael !. >oC
Bayasan Penelitian Parkinson.
e. Penelitian lebih lanjut #i%erlukan
-ebagai Bayasan %ichael !. >oC untuk 4iset Parkinson mengatakan,
penelitian signi)ikan lebih diperlukan menyamar dan menjelaskan )aktor
risiko penyakit Parkinson. Penelitian semacam ini dapat membantu
mencegah timbulnya penyakit lebih lanjut serta membantu para ilmu&an
mengembangkan lebih pengobatan yang e)ekti) untuk orang yang sudah
menderita penyakit Parkinson.
#. %ani)estasi
%ani)estasi klinis dari stroke perdarahan ditinjau berdasarkan jenisnya
sebagai berikut.
". Perdarahan intraserebral
Perdarahan intraserebral ditemukan pada "0 dari seluruh kasus
stroke, terdiri dari 80 di hemis)er otak dan sisanya di batang otak
dan serebelum.
?ejala klinisnya sebagai berikut.
7nset perdarahan bersi)at mendadak, terutama se&aktu
melakukan akti:itas dan dapat didahului oleh gejala
prodromal berupa peningkatan tekanan darah yaitu nyeri
kepala, mual, muntah, gangguan memori, bingung,
perdarahan retina, dan epistaksis.
Penurunan kesadaran yang berat sampai koma disertai
hemiplegiaAhemiparese dan dapat disertai kejang )okal A
umum.
2anda9tanda penekanan batang otak, gejala pupil unilateral,
re)leks pergerakan bola mata menghilang dan deserebrasi
0apat dijumpai tanda9tanda tekanan tinggi intrakranial
*22I.,, misalnya papiledema dan perdarahan subhialoid.
2. Perdarahan subarakhnoid
Perdarahan subarakhnoid adalah suatu keadaan dimana terjadi
perdarahan di ruang subarakhnoid yang timbul secara primer.
?ejala klinisnya adalah sebagai berikut.
7nset penyakit berupa nyeri kepala mendadak seperti
meledak, dramatis, berlangsung dalam " D 2 detik sampai "
menit.
@ertigo, mual, muntah, banyak keringat, mengigil, mudah
terangsang, gelisah dan kejang.
0apat ditemukan penurunan kesadaran dan kemudian sadar
dalam beberapa menit sampai beberapa jam.
0ijumpai gejala9gejala rangsang meningen
Perdarahan retina berupa perdarahan subhialid merupakan
gejala karakteristik perdarahan subarakhnoid.
?angguan )ungsi otonom berupa bradikardi atau takikardi,
hipotensi atau hipertensi, banyak keringat, suhu badan
meningkat, atau gangguan perna)asan
$. Pato)isiologi stroke

Perdarahan intraserebral ke dalam jaringan otak *parenkim, paling
sering terjadi akibat cedera :ascular yang dipicu oleh hipertensi dan rupture
salah satu dari banyak arteri kecil yang menembus jauh ke dalam jaringan
otak. -troke yang disebabkan oleh perdarahan intraserebral paling sering
terjadi pada saat pasien terjaga dan akti), sehingga kejadiannya sering
disaksikan oleh orang lain. .arena lokasinya berdekatan dengan arteri9arteri
dalam, basal ganglia dan kapsula interna sering menerima beban terbesar
tekanan dan iskemia yang disebabkan oleh stroke tipe ini.
0engan mengingat bah&a ganglia basal memodulasi )ungsi motorik
:olunter dan bah&a semua sara) a)eren dan e)eren di separuh korteks
mengalami pemadatan untuk masuk dan keluar dari kapsula interna, maka
dapat dilihat bah&a stroke di salah satu bagian ini diperkirakan
menimbulkan de)isit yang sangat merugikan. /iasanya perdarahan di bagian
dalam jaringan otak menyebabkan de)isit neurologik )okal yang cepat dan
memburuk secara progresi) dalam beberapa menit sampai kurang dari 2 jam.
6emiparesis di sisi yang berla&anan dari letak perdarahan merupakan tanda
khas pertama pada keterlibatan kapsula interna. In)ark serebrum setelah
embolus di suatu arteri otak mungkin terjadi sebagai akibat perdarahan
bukan sumbatan oleh embolus itu sendiri. =lasannya adalah bah&a, apabila
embolus lenyap atau dibersihkan dari arteri, dinding pembuluh setelah
tempat oklusi mengalami perlemahan selama beberapa hari pertama setelah
oklusi. 0engan demikian, selama &aktu ini dapat terjadi kebocoran atau
perdarahan dari dinding pembuluh yang melemah ini. .arena itu, hipertensi
perlu dikendalikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada minggu9
minggu pertama setelah stroke embolik. Perdarahan yang terjadi di ruang
supratentorium *di atas tentorium serebeli, memiliki prognosis baik apabila
:olume darah sedikit. 1amun perdarahan ke dalam ruang in)ratentorium di
daerah pons atau serebelum memiliki prognosis yang jauh lebih buruk
karena cepatnya timbul tekanan pada struktur9struktur :ital di batang otak.
Perdarahan subarachnoid *P-=, terjadi akibat pembuluh darah
disekitar permukaan otak pecah, sehingga terjadi ekstra:asasi darah ke
ruang subarachnoid lapisan meningen dapat berlangsung cepat, maka
kematian sangat tinggi9sekitar (0 pada bulan pertama setelah perdarahan.
Penyebab tingginya angka kematian ini adalah bah&a empat penyulit utama
dapat menyebabkan iskemia otak serta morbiditas dan mortalitas Etipe
lambatF yang dapat terjadi lama setelah perdarahan terkendali. Penyulit9
penyulit tersebut adalah 8
". :asospasme reakti) disertai in)ark,
2. ruptur ulang,
#. hiponatremia, dan
$. hidrose)alus
(. Penatalaksanaan )armakologi dan non )armakologi stroke
Untuk mengobati keadaan akut perlu diperhatikan )aktor9)aktor kritis
sebagai berikut8
". /erusaha menstabilkan tanda9tanda :ital dengan
a, %empertahankan saluran na)as yang paten yaitu lakukan
pengisapan lendiryang sering, oksigenasi, kalau perlu
lakukan trakeostomi, membantu perna)asan.
b, %engontrol tekanan darah berdasarkan kondisi pasien,
termasuk usaha memperbaiki hipotensi dan hipertensi.
2. /erusaha menemukan dan memperbaiki aritmia jantung.
#. %era&at kandung kemih, sedapat mungkin jangan memakai kateter.
$. %enempatkan pasien dalam posisi yang tepat, harus dilakukan
secepat mungkin pasien harus dirubah posisi tiap 2 jam dan
dilakukan latihan9latihan gerak pasi).
PEN&'BATAN "'N!E$(AT)*
". @asodilator meningkatkan aliran darah serebral * =0- , secara
percobaan, tetapi maknanya 8pada tubuh manusia belum dapat
dibuktikan.
2. 0apat diberikan histamin, aminophilin, asetaGolamid, papa:erin
intra arterial.
#. =nti agregasi thrombosis seperti aspirin digunakan untuk
menghambat reaksi pelepasan agregasi thrombosis yang terjadi
sesudah ulserasi alteroma.
PEN&'BATAN PEMBEDAHAN
2ujuan utama adalah memperbaiki aliran darah serebral 8
". ;ndosterektomi karotis membentuk kembali arteri karotis , yaitu
dengan membuka arteri karotis di leher.
2. 4e:askularisasi terutama merupakan tindakan pembedahan dan
man)aatnya paling dirasakan oleh pasien 2I=.
#. ;:aluasi bekuan darah dilakukan pada stroke akut
$. Ugasi arteri karotis komunis di leher khususnya pada aneurisma.
+. ",m%likasi
-etelah mengalami stroke pasien mungkin akan mengalami komplikasi ,
komplikasi ini dapat dikelompokan berdasarkan8
". /erhubungan dengan immobilisasi H in)eksi perna)asan, nyeri pada
daerah tertekan, konstipasi dan thrombo)lebitis.
2. /erhubungan dengan paralisis8 nyeri pada daerah punggung,
dislokasi sendi, de)ormitas dan terjatuh
#. /erhubungan dengan kerusakan otak 8 epilepsi dansakit kepala.
$. 6idrocephalus
-. Asuhan ke%era.atan str,ke
=nalisis pengkajian
2anggak pengkajian 8 22 oktober 20"#
/iodata klien
1ama 8 Pak ikh&an
=lamat 8 2amanrirto
22' 8 Bogyakrta ( juni "3(#
Pekerjaan 8 Pensiunan depak * 0epertemant =gama ,
!enis kelamin 8 'aki9laki
-tatus 8 .epala rumah tangga
=gama 8 Islam
.asus
.lien sudah mengalami stroke selama 2 tahun dan selama 2 tahun
pak Iik&an menggunkan alat bantu jalan untuk membantu pak Ik&an
dalam bergerak. .lien mengatakan penyakit tersebut kemungkinan
diakibatkan karena jarang berolahraga,kurang berakti)itas sehingga sering
lelah, selain itu bapak Ikh&an sering mengonsumsi maka9 makanan yang
kurang sehat seperti suka makan tongseng kambing,gulai kambing dan
lain9lainya. -ebelumnya klien juga pernah mengalami :ertigo. -etelah
diobati selama beberapa bulan,akhirnya penyakit :ertigonya sembuh.
-elain itu klien juga pernah memiliki ri&ayat hipetensi. 6al ini
ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan oleh
tenaga kesehatan yang berkisar "80A"00 mmhg , 64 8 66 kaliAmenit, suhu8
#7,(Ic, 44 8 2$ kaliAmenit,// 8 70 kg dan riya&at keluarga dari pihat ibu
pak ik&an yang rata9rata mengalami penyakit stroke. -ebelumnya juga
klien pernah mengalami operasi atau pengangkatan empedu ( tahun yang
lalu, setelah menjalani operasi pengangkatan empedu pak Ik&an pola
makan pak Ik&an tidak terkontrol karena pak Ik&an mengatakan bah&a
setelah operasi empu tersebut beliau merasakan tidak ada keluhan dalam
dirinya. 6ali ini yang menyebabkan pak Ik&an semakin mengonsumsi
makanan yang tinggi akan kolesterol dan makanan yang memacu
peningkatan tekanan darah. 1amun setelah pak Ik&an menderita penyekit
stroke ini pola makan pak Ik&an lebih terkontrol dengan baik karena
dukungan keluarga pak Ik&an yang mera&at beliau namun, kerena
kesibukan keluarga khususnya ibu 1ining yang mencari na)kah karena
pak Ikh&an sudah tidak bisa mencari na)kah lagi sehingga ibu 1ining
kurang memperhatikan dan mengatur pola makan pak Ik&an yang
menderita stroke ini dan keluarga dirumah yang memiliki resiko
hipertensi.
1amun untuk kebutuhan personal hyaegen, sholat dan sebagainya
dibantu oleh keluarga hanya sebagian namun untuk berjalan pak Ikh&an
memerlukan bantuan sepenuhnya dari istri dan keluarganya. %enurut ibu
1ining bapak Ik&an rutin melakukan cek up di4- !I6 Bogyakarta 2
minggu sekali dengan bermodalkan askes dalam memenuhi biaya
pengobatan selain itu bapak Ik&an juga kadang9kadang mendapat bantuan
dana dari sanak sodara dalam memenuhi kebutuhan hidup hal ini
dikarenakan bapak ik&an memiliki ( orang anak yang masih bersekolah.
-edangkan ibu nining bekerja sebagai penjahit dirumahnya. -elain usaha
menjahit yang digeluti ibu 1ining, ibu nining juga mengelola kost putra
untuk pemenuhan biaya kebutuhan hidup mereka.
=nalisis data
0iagnosa
17 0ata etiologi Problem
" 07 8
". 20 8 "80A"00 mm6g
2. 64 8 60 CAmenit
#. -uhu 8 #7,(Ic
$. 44 8 2$ CAmenit
0- 8
". /apak Ik&an mengatakan
sudah 2 tahun menderita
stroke.
2. /apak Ik&an mengatakan
setiap 2 minggu cek up 4-
!I6 Bpogyakarta.
#. /apak Ik&an mengatakan
biaya pengobatannya berasal
dari askes pensiunan dan
biaya dari saudara9
saudaranya.
$. /apak Ik&an mengatakan
.etidak cukupan
sumber daya *dana,
.etidale)ekti)an
pemeliharaan
kesehatan
bah&a keluarga bapak
ik&an masih kurang
mengontrol pola makan
beliau karena kesibukan
istrinya dalam mencari
na)kah
2 07 8
". 2erlihat istri dari bapak
ik&an membuka jahitan
dirumahnya.
2. 2erlihat bapak ik&an tiidak
bekerja lagi karena
kelumpuhan yang diderita
bapak ik&an.
0- 8
". /apak Ik&an mengatakan
sudah 2 tahun tidak bekerja
lagi
2. /aak ik&an mengatakan
biaya pemenuhan hidup
ditanggung oleh istriinya
dan bantuan dari saudara9
saudaranya.
Penyakit )isik .etidake)ekti)an
per)orma peran
# 07 8
". // 8 70 kg
2. 20 8 "80A"00 mmhg
#. 64 8 60 CAmenit
$. -uhu 8 #7,(Ic
(. 44 8 2$ CAmenit
0- 8
". /apak Ik&an mengatakan
saat ini dirinya menjalani
diet rendah garam,.
2. /apak Ik&an mengatakan
>akktor biologis 4esiko
ketidakseimbngan
nutrisi kurang dar
kebutuhan tubuh
terkadang dirinya bosan
dengan makanan9makanan
yang rendah garam sehingga
terkadang masih tidak
mematuhinya.
#. /apak ik&an mengatakan
diri selalu makanan yang
berserat9serat saja.
$ 07 8
". /apak ik&an terlihat
menggunakan alat bantu
jalan.
2. /apak ik&an terlihat
kesulitan untuk
menggerakan badannya
dikarenakan kelumpuhan
badan sebelah kiri akibat
strokenya.
0- 8
". /apak Ik&an mengatakan
sudah 2 tahun menggunkan
alat bantu jalan
2. /apak ik&an mengatakan
dirinya dibantu oleh
keluarganya dalam
berakti)itas.
#. /apak ik&an mengatakan
tubuhnya tidak bisa
menahan keseimbangan
tubuhnya.
?angguan
neurologis
6ambatan mobilisasi
)isik
( 07 8
#. /apak ik&an terlihat
menggunakan alat bantu
jalan.
?angguan
neurologis
6ambatan
kemampuan berjalan
$. /apak ik&an terlihat
kesulitan untuk
menggerakan badannya
dikarenakan kelumpuhan
badan sebelah kiri akibat
strokenya.
0- 8
$. /apak Ik&an mengatakan
sudah 2 tahun menggunkan
alat bantu jalan
(. /apak ik&an mengatakan
dirinya dibantu oleh
keluarganya dalam
berakti)itas.
/apak ik&an mengatakan tubuhnya
tidak bisa menahan keseimbangan
tubuhnya.
6 07 8
". 2erliahat keluarga masih
sering dan senang
mengonsumsi makanan
yang bersantan.
2. 2erlihat keluarga bapak
ik&an memiliki body mass
indeC diatas normal.
0- 8
". Ibu 1ining mengatakan
bah&a kesibukan
menyebabkan dirinya
senang membeli makanan
diluar.
2. /apak Ik&an mengatakan
.urang minat dalam
belajar
0e)isiet penegtahuan
7 07 8
". /apak ik&an terlihat
.etunadayaan )isik
kronis
1yeri kronik
menggunkan alat bantu
jalan.
0- 8
". /apak ik&an mengatakan
terkadang kaki dan
tangannya terasa nyeri bila
digerakan.
Perencanaan
17 0iagnosa 17< 1I< 4asional
" .etidale)ekti)an
pemeliharaan
kesehatan b.d
.etidak cukupan
sumber daya *dana,
d.d 07 8
". 20 8 "80A"00
mm6g
2. 64 8 60 CAmenit
#. -uhu 8 #7,(Ic
$. 44 8 2$ CAmenit
0- 8
". /apak Ik&an
mengatakan
sudah 2 tahun
menderita stroke.
2. /apak Ik&an
mengatakan
setiap 2 minggu
cek up 4- !I6
Bpogyakarta.
#. /apak Ik&an
-etelah dilakukan
tindakan kepera&atan
selama 2C2$ jam pada
keluarga bapak Ik&an
pengetahuan tentang
menagement
hypertensi meningkat
dengan kriteri hasil 8
1. kisaran normal
untuk tekanan
darah sistolik8
#
2. .isaran
normal untuk
tekanan darah
diastolik8 #
3. %etode untuk
mengukur
tekanan darah8
#
4. .omplikasi
potensial
hipertensi8 2
6ealth education
78
mengidenti)ikasi
karakteristik
populasi.
78
mengidenti)ikasi
)aktor internal atau
eksternal yang
dapat
meningkatkan atau
mengurangi
moti:asi untuk
perilaku hidup
sehat.
untuk
mempermudah
inter:ensi
seharusnya kita
mengenali
karakteristik
populasi yang
akan kita teliti.
.arena dari
kasus dapat kita
lihat bah&a
tekanan darah
bapak ikh&an
sangat tinggi
sehingga perlu
untuk di kaji
)aktor )aktor
yang
mengatakan
biaya
pengobatannya
berasal dari askes
pensiunan dan
biaya dari
saudara9
saudaranya.
/apak Ik&an
mengatakan
bah&a keluarga
bapak ik&an
masih kurang
mengontrol pola
makan
(. 0irekomendasi
kan modi)ikasi
diet8 #
18 menggunakan
presentasi
kelompok untuk
memberikan
dukungan dan
mengurangi
ancaman terhadap
peserta didik yang
mengalami
masalah serupa
untuk memberikan
tindakan yang
tepat.
18 menggunakan
diskusi kelompok
dan bermain untuk
mempengaruhi
keyakinan
kesehatan, sikap,
dan nilai.
;8 mengajarkan
yang strategis yang
mempengaruhin
ya
.arena )aktor
eksternal sangat
berpengaruh
terhadap pola
hidup sehat
sehingga dapat
dilakukan
metode
kelompok untuk
melakkukan
pendidikan
terhadap bapak
ikh&an dan
keluarganya.
.arena )aktor
eksternal sangat
berpengaruh
terhadap pola
hidup sehat
sehingga dapat
dilakukan
metode
kelompok untuk
melakkukan
pendidikan
terhadap bapak
ikh&an dan
keluarganya.
%engajarkan
secara indi:idu
dapat digunakan
menolak perilaku
yang tidak sehat
atau mengambil
resiko daripada
memberikan saran
untuk menghindari
atau mengubah
perilaku

< 8 9
juga sekiranya
sangat perlu
untuk dilakukan
pendidikan
kesehatan secara
indi:idu kepada
klien.
2 .etidake)ekti)an
per)orma peran b.d
Penyakit )isik d.d
07 8
#. 2erlihat istri
dari bapak
ik&an
membuka
jahitan
dirumahnya.
$. 2erlihat
bapak ik&an
tiidak bekerja
-etelah dilakukan
tindakan kepera&atan
selama 2C2$ jam pada
keluarga bapak Ik&an
pemahan tentang role
per)ormance
meningkat dengan
kriteri hasil 8
1. 0eskripsi
perubahan rore
dengan illnes
atau cacat
4ole enhancement
7 8 %embantu
pasien untuk
mengidenti)ikasi
berbagai peran
dalam kehidupan.
.arena selama
menderita stroke
peran klien
mengalami
perubahan
sehingga sangat
perlu untuk
mengidenti)ikasi
perubahan peran
tersebut
lagi karena
kelumpuhan
yang diderita
bapak ik&an.
0- 8
#. /apak Ik&an
mengatakan
sudah 2
tahun tidak
bekerja lagi
$. /aak ik&an
mengatakan
biaya
pemenuhan
hidup
ditanggung
oleh istriinya
dan bantuan
dari saudara9
saudaranya.
2. 0eskripsi
peran cahnge
dengan
tanggungan
orang tua
3. .inerja
perilaku peran
keluarga
4. kenyamanan
dilaporkan
dengan
perubahan
peran.
78 membantu
pasien untuk
mengidenti)ikasi
peran keluarga
biasa untuk
mengkompensasi
keluarga
18 mem)asilitasi
diskusi adaptasi
peran keluarga
untuk semua
perubahan peran
anggota.
;8 mengajarkan
perilaku baru yang
dibutuhkan oleh
patients A keluarga
untuk memenuhi
peran.
< 8 9
.arena pasien
sangat perlu
ntuk
memahamai
)ungsi keluarga
secara
menyeluruh.
Pera&at harus
mem)asilitasi
keluarga dengan
klien dalam
mendiskusikan
perubahan peran
yang terjadi.
.arena selama
stroke klien
mengalami
perubahan
dalam
berakti)itas
sehingga sangat
perlu untuk
dilakukan
pengajaran
perilaku yang
baru.
# 07 8
6. // 8 70 kg
7. 20 8 "80A"00
mmhg
8. 64 8 60
CAmenit
3. -uhu 8 #7,(Ic
-etelah dilakukan
tindakan kepera&atan
selama 2C2$ jam pada
bapak Ik&an status
nutrisi klien
meningkat dengan
kriteria hasil8
1utrition status
78 pemantauan
asupan direkam
untuk cantent giGi
dan kalori.
.arena giGi
pasien harus di
pantau agar
penyakitnya
"0. 44 8 2$
CAmenit
0- 8
$. /apak Ik&an
mengatakan
saat ini
dirinya
menjalani
diet rendah
garam,.
(. /apak Ik&an
mengatakan
terkadang
dirinya bosan
dengan
makanan9
makanan
yang rendah
garam
sehingga
terkadang
masih tidak
mematuhinya
.
6. /apak ik&an
mengatakan
diri selalu
makanan
yang
berserat9serat
saja.
1. =supan giGi8 $
2. =supan
makanan8 #
#. =supan
cairan8 #
4. ;nergi8 $
5. 2onus otot8 #
6. 6idrasi8 #
18 menyediakan
makanan pilihan.
18 menentukan
kemampuan pasien
untuk memenuhi
kebutuhan giGi.
;8 mengajarkan
pasien bagaimana
cara untuk menjaga
diarly makanan
atau makanan yang
dibutuhkan.
<8 kolaborasi
dengan =hli giGi
tidak semakin
parah.
.arena penyakit
pasien
mempunyai
pantangan dalam
mengkonsumsi
berbagai
makanan.
.arena diit
makanan klien
harus dijaga
untuk
menghindari
komplikasi yang
berat.
.arena harus
ada pengetahuan
yang lain dalam
pemberian
makanan yang
di butuhkan
klien.
$ 6ambatan mobilisasi
)isik b.d ?angguan
neurologis d.d 07 8
-etelah dilakukan
tindakan kepera&atan
kepada bapak Ik&an,
;Cercice therapy 8
ambulation
7 8 Pemantauan
pasien
(. /apak ik&an
terlihat
menggunaka
n alat bantu
jalan.
6. /apak ik&an
terlihat
kesulitan
untuk
menggerakan
badannya
dikarenakan
kelumpuhan
badan
sebelah kiri
akibat
strokenya.
0- 8
6. /apak Ik&an
mengatakan
sudah 2
tahun
menggunkan
alat bantu
jalan
7. /apak ik&an
mengatakan
dirinya
dibantu oleh
keluarganya
dalam
berakti)itas.
/apak ik&an
mengatakan
tubuhnya tidak bisa
ambulasi atau
pemiindahan pada
pasien dapat
meningkat dengan
kriteria hasil 8
1. /erjalan
dengan kiprah
yang e)ekti)
2. /erjalan pada
kecepatan
lambat
3. /erjalan
sampai
langkah
4. /erjalan
menyusuri
langkah
5. /erjalan pada
kecepatan
pendek J"
blok
6. /erjalan pada
kecepatan
moderatK " 9
J( blok
7. /erjalan
dengan
kecepatan
cepatK ( blok
atau lebih
8. /erjalan di
sekitar ruangan
menggunakan kruk
atau alat bantu
berjalan lainnya
%embantu pasien
untuk
menggunakan alas
kaki yang
mem)asilitasi
berjalan dan
mencegah cedera
1 8 2erapkan atau
menyediakan alat
bantu *&alker atau
kursi juga, untuk
ambulation dalam
pasien goyah
; 8 =njurkan
pasien bagaimana
posisi diri melalui
bah&a prosesnya
trans)er kami
Instruksikan
ketersediaan alat9
alat bantu yang
sesuai
=njurkan pasien A
pengasuh tentang
trans)er sate dan
teknik ambulasi
.onsultasikan
terapi )isik tentang
rencana ambulasi
sesuai kebutuhan
.arena kondisi
klien saat ini
beresiko untuk
terjadinya
cidera.
.arena kondisi
klien saat ini
beresiko untuk
terjadinya
cidera.
.arena pasien
mengalami
kelemahan di
bagian kaki kiri.
.arena bagiann
kiri klien
mengalami
kelemahan
sehingga harus
di lakukan
pengaturan
posisi setiap dua
jam.
.aren terdapat
kelemahan pada
tubuh bagian
kiri pasien.
menahan
keseimbangan
tubuhnya.
( 6ambatan
kemampuan berjalan
b.d ?angguan
neurologis d.d 07 8
7. /apak ik&an
terlihat
menggunaka
n alat bantu
jalan.
8. /apak ik&an
terlihat
kesulitan
untuk
menggerakan
badannya
dikarenakan
kelumpuhan
badan
sebelah kiri
akibat
strokenya.
0- 8
8. /apak Ik&an
mengatakan
sudah 2
tahun
menggunkan
alat bantu
jalan
3. /apak ik&an
mengatakan
dirinya
-etealah dilakukan
tindakan kepera&atan
selama 2C2$ jam
kepada bapak Ik&an
status neurologis
mengalami
peningkatan dengan
kriteria hasil 8
1. .eseimbngan 8
2.
2. Pemeliharaan
postur8 #
3. 4e)leks
in)antial8 2
4. 4e)leks
tendon dalam8
2
5. ?erakan tujuan
pada
commmand8 #
1eurologi
monitoring
7 8 monitoring
batuk dan re)leks
muntah.
78 pemantauan
kekuatan
Pegangan.
7 8 pemantauan
tremor
7 memantau tanda
:ital
18 hindari kegiatan
yang menguras
tekanan
intrakranial
/eritahu dokter
dari perubahan
kondisi pasien
.arena klien
mengatakan
akan muntah
apabila
melakukan
akti)itas yang
padat.
.arena klien
kekuatanyya
sudah mulai
menurun.
.arena pasien
suhu tubuhnha
srring ,engalami
perubahan yang
signikan.
.arena dapat
mengakibaatkan
cidera kepala
pada klien.
dibantu oleh
keluarganya
dalam
berakti)itas.
/apak ik&an
mengatakan
tubuhnya tidak bisa
menahan
keseimbangan
tubuhnya.
;8 9
<8 konsultasikan
dengan rekan kerja
untuk
mengkon)irmasi
data yang sesuai
.arena untuk
mem:alidasi
kondisi klien.
6 0e)isiet penegtahuan
b.d .urang minat
dalam belajar d.d
07 8
#. 2erliahat
keluarga
masih sering
dan senang
mengonsums
i makanan
yang
bersantan.
$. 2erlihat
keluarga
bapak ik&an
memiliki
body mass
indeC diatas
normal.
0- 8
#. Ibu 1ining
mengatakan
bah&a
kesibukan
menyebabka
-etelah dilakukan
tindakan kepera&atan
selama 2C2$ jam pada
keluarga bapak Ik&an
pengetahuan tentang
menagement
hypertensi meningkat
dengan kriteri hasil 8
1. kisaran normal
untuk tekanan
darah sistolik8
#
2. .isaran
normal untuk
tekanan darah
diastolik8 #
3. %etode untuk
mengukur
tekanan darah8
#
4. .omplikasi
potensial
hipertensi82
5. 0irekomendasi
6ealth education
78
mengidenti)ikasi
karakteristik
populasi.
78
mengidenti)ikasi
)aktor internal atau
eksternal yang
dapat
meningkatkan atau
mengurangi
moti:asi untuk
perilaku hidup
sehat.
18 menggunakan
.arena sebelum
malakukan
penkes kita
harus
mengidenti)ikasi
karakteristik
klien untuk
memudahkan
komunikasi.
.arena untuk
meningkatan
koping keluarga
kita harus
mengetahui
kekuatan
internal dan
eksternal
keluarga
.arena keluarga
n dirinya
senang
membeli
makanan
diluar.
/apak Ik&an
mengatakan
kan modi)ikasi
diet8 #
presentasi
kelompok untuk
memberikan
dukungan dan
mengurangi
ancaman terhadap
peserta didik yang
mengalami
masalah serupa
untuk memberikan
tindakan yang
tepat.
18 menggunakan
diskusi kelompok
dan bermain untuk
mempengaruhi
keyakinan
kesehatan, sikap,
dan nilai.
;8 mengajarkan
yang strategis yang
dapat digunakan
menolak perilaku
yang tidak sehat
atau mengambil
resiko daripada
memberikan saran
untuk menghindari
atau mengubah
perilaku

perlu untuk
saling
mendiskusikan
masalah dan
penelesainanya
secara bersama
D sma
.arena klien
saat ini merasa
stress den)an
keadaanya
sehingga harus
menggunakn
tehnik ang
menghibur.
.arena saat ini
kondisi klien
harus di jaga
untuk
mengurangi
komplikasi.
< 8 9
7 1yeri kronik b.d
.etunadayaan )isik
kronis d.d
07 8
". /apak ik&an
terlihat
menggunkan
alat bantu
jalan.
0- 8
/apak ik&an
mengatakan
terkadang kaki dan
tangannya terasa
nyeri bila digerakan.
-etelah dilakukan
timdakan kepera&atan
kepada bapak Ik&an
nyeri dapat berkurang
dengan kriteria hasil 8
.ontrol nyeri *#,
%elapotkan onset
nyeri *#,
%enjelaskan )aktor
penyebab nyeri *#,
%enggunakan non
analgesik untuk
mereduk nyeri *#,
%elaporkan tanda dan
gejala nyeri *#,
Pain management
7 8 0iamati untuk
isyarat :erbal dan
non :erbal dari
ketidaknyamanan,
khususnya mereka
yang tidak mampu
berkomunikasi
secara e)ekti)
1 8?unakan
langkah9langkah
pengendalian nyeri
sebelum nyeri
menjadi parah
; 8 =jarkan
prinsip9prinsip
manajemen nyeri
< 8 /erkolaborasi
dengan pasien,
%aknanya lainnya
dan pro)esional
kesehatan lainnya
untuk memilih dan
menerapkan
langkah9langkah
bantuan non nyeri
)armakologis yang
sesuai
.arena psien
harus
ditingkatkann
kualita
shidupnya.
.arena klien
merasa nyeri
pada bagian
pinggang.
.arena klien
merasa resah
dengan
nyerinya.
.arena diit
pasien sangat
penting untuk
mengurangi
nyerinya
6. ;:idence based nursing
Au%unture /,r /unti,nal re,0er1 a/ter str,ke2
a s1stemati re0ie. ,/ sham3,ntr,lle# ran#,mi4e#
linial trials
!ae <heol .ong 7%0 Ph0, %yeong -oo 'ee Ph0, /yung9<heul -hin 7%0 Ph0,
Bung9-un -ong 7%0 Ph0, ;dGard ;rnst %0 Ph0
0epartment o) 7riental 4ehabilitation %edicine *.ong, -ong,, <ollege o) 7riental
%edicine, 5onk&ang Uni:ersity, Iksan, -outh .oreaH the 4esearch and 0e:elopment
Policy 2eam *'ee,, Policy 0i:ision, .orea Institute o) 7riental %edicine, 0aejeon, -outh
.oreaH the 0i:ision o) <linical %edicine *-hin,, -chool o) .orean %edicine, Pusan
1ational Uni:ersity, Bangsan, -outh .oreaH <omplementary %edicine *;rnst,, Peninsula
<ollege o) %edicine and 0entistry, Uni:ersity o) ;Ceter, ;Ceter, U.
Published8 17@;%/;4 3, 20"0
". /ackground
=kupunktur sering digunakan sebagai tambahan untuk rehabilitasi post
stroke. =kupuntur adalah kegiatan penusukan sebuah jarum akupunktur ke dalam
kulit di titik9titik tertentu dari tubuh . 2ekhnik ini dianggap e)ekti) untuk
menyembuhkan beberapa penyakit , seperti sakit , gangguan muskuloskeletal ,
dan beberapa penyakit lainnya. <ontohnya untuk pengobatan terapi neurologis,
mekanismenya adalah stimulasi proli)erasi sel sara) , mem)asilitasi plastisitas
sara), pengurangan reaksi in)lamasi post iskemik dan pencegahan apoptosis
neuronal. /eberapa penelitian menyebutkan e)ek dari akupunktur untuk stroke
telah ada
1amun tidak termasuk pada negara9negara =sia yang banyak
menggunakan inter:ensi selain akupunktur dan tradisional. Peneliti melakukan
kajian sistematis untuk menge:aluasi random shamz contolled trial untuk
meneliti e)ek akupunktur sebagai tambahan terapi rehabilitasi stroke.
2. %etode
Peneliti mencari 2( database dan "2 jurnal .ora terbaik tentang obat
tradisional dari a&al mereka sampai 7ktober 2003. Penelitian tersebut termasuk
percobaan acak terkontrol dengan semua bahasa yang membandingkan e)ek
akupunktur * dengan atau tanpa stimulasi listrik , dengan akupunktur sham .
.emudian peneliti menilai kualitas metodologik dari percobaan menggunakan
Cochrane risk of Bias kriteria dan P;047 *>isioterapi /ukti 0atabase, skala.
0ua dari peneliti yaitu !<. dan /<- secara independen melakukan studi klinis
prospekti) jarum akupunktur * dengan atau tanpa stimulasi listrik , sebagai
pengobatan tambahan untuk pemulihan )ungsional setelah stroke. Uji klinis acak
yang melibatkan pasien setiap usia atau jenis kelamin dengan stroke iskemik atau
hemoragik dalam akut , subakut atau tahap kronis yang memenuhi syarat .
-troke harus telah didiagnosa dengan cara computed tomography atau
magnetic resonance imaging , atau secara klinis sesuai dengan 7rganisasi
.esehatan 0unia. Inter:ensi .ontrol akupunktur sham * akupunktur dengan atau
tanpa penetrasi jarum pada titik9titik akupunktur atau non titik9titik akupunktur ,
atau akupunktur subliminal *electrostimulation menggunakan elektroda menempel
pada kulit ,. 6asil yang diharapkan peneliti adalah peningkatan de)isit neurologis,
akti:itas hidup sehari9hari dengan menggunakan /arthel Indeks atau >ugl 9 %eyer
=ssessment, , pemulihan motorik dan kualitas hidup . -elain itu, peneliti juga
mencatat e)ek samping dari ekstraksi data , kualitas dan :aliditas assessment.
Peneliti membandingkan perubahan antara kelompok inter:ensi dan kontrol .
tertimbang rata9rata perbedaan atau perbedaan rata9rata standar dan kepercayaan
3( inter:al *<I,. Perbedaan dibandingkan dengan kontrol sham dianggap
rele:an. @arian dari perubahan itu disimpulkan menggunakan )aktor korelasi
0.(."2 L 9test <ochrane dan I2 digunakan untuk menilai heterogenitas .
6eterogenitas diasumsikan jika p :alue kurang dari 0,"0 dalam tes M2 dan nilai I2
adalah di atas 7( .
3. 6asil
-epuluh dari 66$ studi yang berpotensi rele:an dari criteria inklusi yaitu
tahap akut dan subakut setelah stroke. -ebuah meta9analisis dari lima studi yang
dinilai tidak menunjukkan perbedaan yang signi)ikan dalam mendukung
akupunktur, dengan heterogenitas yang tinggi. -ebuah posting9hoc analisis
sensiti:itas dari tiga percobaan dengan risiko rendah bias tidak menunjukkan e)ek
menguntungkan dari akupunktur pada kegiatan sehari9hari hidup pada akhir
periode inter:ensi *n N 2$$H standar perbedaan rata9rata 0,07, 3( con)idence
inter:al O<IP 90."8 to 0,#2H I2 N 0, atau setelah tindak lanjut *n N 2$$H standar
perbedaan rata9rata 0,"0, 3( <I 90,"( sampai 0,#(, I2 N 0,. Untuk kronis
panggung setelah stroke, tiga percobaan diuji e)ek akupunktur pada )ungsi
menurut -kala =sh&orth %odi)iedH semua gagal untuk menunjukkan e)ek yang
menguntungkan.
$. .esimpulan
0ari penelitian meta9analisis data dari sham controlled trial tidak
menunjukkan e)ek positi) dari akupunktur sebagai pengobatan untuk
pemulihan )ungsional setelah stroke.
P,st3str,ke in/eti,n2 A s1stemati re0ie. an# meta3anal1sis
5illeke > 5estendorp, Paul ! 1ederkoorn", !an90irk @ermeij, %arcel ? 0ijkgraa) and
0iederik :an de /eek
0epartment o) 1eurology, =cademic %edical <enter, =msterdam, 1etherlands
Published8 20""
". /ackground
-troke adalah penyebab utama kecacatan di negara9negara maju , dan
merupakan penyebab kematian nomor dua di seluruh dunia. Pasien dengan stroke
akut beresiko terkena in)eksi. In)eksi merupakan komplikasi yang sering terjadi
pada )ase akut setelah stroke. Pre:alensi in)eksi setelah stroke (96(. In)eksi
yang paling banyak yaitu pneumonia. Pneumonia adalah in)eksi pasca stroke yang
paling sering diderita dan merupakan risiko untuk mortalitas yang sudah
dibuktikan alam sebuah penelitian terhadap "$.23# pasien dengan stroke. -aat ini
ada strategi pengobatan baru, yaitu dengan menggunakan antibiotik, nsmun untuk
msn)sstnys belum dibuktikan secara ilmiah. 0alam hal ini re:ie& sistematis dan
meta9analisis, peneliti akan menghitung tingkat in)eksi pasca9stroke, kemudian
dikumpulkan, diidenti)ikasi, menentukan karakteristik populasi yang terkait
dengan in)eksi, dan memperkirakan dampak pneumonia pada hasil setelah stroke.
2. %etode
Penelitian ini menggunakan metode kohort dan dengan random sampling
sample terhadap pasien stroke iskemik atau hemoragik dengan tingkat in)eksi )ase
akut yang nantinya akan dimasukkan pada criteria inklusi dan kriteria eksklusinya
adalah pasien dengan dis)agia untuk meminimalkan bias seleksi .
Untuk setiap penelitian, peneliti menghitung proporsi keseluruhan in)eksi,
yaitu pneumonia dan in)eksi saluran kemih. .emudian hasilnya dikumpulkan
dengan menggunakan 4e:ie& %anager untuk mendapatkan satu perkiraan untuk
setiap in)eksi . %odel random sampling dipilih setelah tes dilakukan heterogenitas
*heterogenitas dide)inisikan dengan p9:alueJ0,0(,. Untuk analis data dilakukan
pada Intensi:e <are Unit *I<U, :s non9I<U. -elanjutnya, kami dilakukan
uni:ariate analisis guna menyelidiki hubungan antara populasi, karakteristik dan
proporsi.
0ikumpulkan dari studi in)eksi , pneumonia dan in)eksi saluran kemih.
.orelasi -pearman, 292est, %ann95hitney U 2est atau "9&ay =17@=
digunakan dan nilainya p J 0,"0 yang termasuk dalam analisis regresi multi:ariat.
Untuk mengubah proporsi pneumonia dan in)eksi saluran kemih menggunakan
:ariabel yang disebar menggunakan arc sin9sQuare root and sQuare root
trans)ormations, 4e:ie& %anager ( and -P-- *:ersion "6.0, yang digunakan
untuk analisis statistik .
#. 6asil
Penelitian menggunakan sample sebanyak "#7.8"7 pasien. 8 penelitian
dibatasi untuk pasien yang dira&at di unit pera&atan intensi) *I<U,. =da
heterogenitas yang signi)ikan antara studi *P J0,00", I2 N 37,. .eseluruhan
tingkat in)eksi dikumpulkan adalah #0 *2$9#6,, tingkat pneumonia dan in)eksi
saluran kemih adalah "0 *3( con)idence inter:al O<IP 39"0, dan "0 *3(
<I 39"2,. Untuk studi I<U, angka ini jauh lebih tinggi dengan $( *3( <I
#89(2,, 28 *3( <I "89#8, dan 20 *3( <I 09$0,. 2ingkat pneumonia
lebih tinggi dalam studi yang secara khusus in)eksi die:aluasi dan dalam studi
berturut9turut. -tudi termasuk pasien yang lebih tua atau lebih perempuan yang
dilaporkan lebih tinggi tingkat in)eksi saluran kemih. Pneumonia secara
bermakna dikaitkan dengan kematian *rasio odds #,62 *3( <I 2,809$,68,
$. .esimpulan
0ari hasil penelitian meta 9 analisis menunjukkan in)eksi tingkat pada )ase
akut stroke sebesar #0 . 2ingkat pneumonia dan in)eksi saluran kemih berdua "0
.
.arakteristik penyebab in)eksi post stroke studi adalah karena )aktor usia, jenis
kelamin , tingkat keparahan stroke , tingkat kesadaran dan pasien yang ada di I<U
. Pneumonia merupakan )aktor risiko terbesar dan kematian setelah stroke . 0ata
menekankan perlunya inter:ensi untuk mencegah in)eksi pada pasien dengan
stroke.
/=/ III
.;-I%PU'=1
%enurut 567 stroke adalah adanya tanda9tanda klinik yang berkembang cepat
akibat gangguan )ungsi otak )okal *atau global, dengan gejala9gejala yang berlangsung
selama 2$ jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang
jelas selain :askuler. *6endro -usilo, 2000,. 6ypertensi juga merupakan penyakit
keturunan yang bisa diturunkan kepada keluarganya, selain itu hyypertens juga dapat
disebabkan karena )aktor internal seperti,keturunan dan,usia jenis kelamin dan ekternal
li)e style.
6ypertensi memeliki resiko menyebakan komplikasi pada penderitanya salah
satunya yaitu kelumpuhan, oleh sebab itu sebaiknya penderita hypertensi melakukan
tindakan pengobatan yang sesuai, tepat dan segera untuk menghindari komplikasi.
/=/ I@
0=>2=4 PU-2=.=
=ri) muttaQin, 2008. =suahan kepera&atan klien dengan gangguan sistem persyara)an.
!akarta8-alemba medika.
!ae cheol kong, 20"0. =cupuncture )or )unctional reco:ery a)ter stroke8 a systematic
re:ie& o) sham9controlled randomiGed clinical trials. .orea selatan.
2allley, nicholas !."33$. pemeriksaan klinis8 pedoman diagnosis )isik. !akarta8 binarupa
=ksara.
5ahit iQbal mubarak, 20"2. Ilmu kepera&atan komunitas konsep dan aplikasi edisi 2.
!akarta 8 -alemba medika.
0okumentas
0okumentasi