Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

EDISI 17 | MARET 2014 | www.feb.ugm.ac.id/ebnews
ISSN: 2087-5967

STUDENT’S CORNER
Elisabeth Sherly
Kurniawan
Dari Kungfu ke
Taekwondo

ALUMNI CORNER
Suryo Suwignjo
Energi Perubahan
bagi IBM Indonesia

EB News MARET 2014

1

PREFACE
Tahun Baru, Semangat Baru!
Tahun 2014 menjadi tahun yang penting bagi perjalanan Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM). Pada
bulan Maret, FEB UGM mendapatkan kunjungan Peer Review Team
dari lembaga akreditasi internasional AACSB sebagai salah satu proses
akreditasi prestisius ini. Serangkaian persiapan dilakukan oleh sivitas
akademika dan alumni untuk hasil yang terbaik bagi fakultas tercinta
ini.
Atmosfer AACSB sangat terasa di sekeliling fakultas. Mahasiswa,
dosen dan karyawan saling bekerja sama untuk menyelenggarakan
lokakarya, seminar, dan kuliah umum terkait dengan AACSB. Acaraacara apik tersebut diselenggarakan untuk membuat civitas akademika
siap menghadapi kunjungan akreditasi bertaraf internasional ini.
Menyelaraskan langkah dan tujuan merupakan inti dari acara-acara
tersebut.
Selain kabar inti terkait AACSB, kabar terbaru kerjasama FEB UGM
dengan Kyoto Graduate School of Economics serta Osnabruck
Universiteit diulas dalam rubrik partnership. Demikian pula dengan
ulasan perjalanan kesuksesan Suryo Suwignjo, Direktur IBM, pada
rubrik Alumni Corner. News from Abroad yang tak kalah inspiratif
dan menarik kali ini berlatar belakang negeri kangguru, Australia.
Penuturan kesan dari mahasiswa asing yang telah melakukan
pertukaran mahasiswa atau gelar ganda di FEB UGM dapat di lihat
dirubrik Students’ Comments.
Akhirnya, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas
dukungannya bagi Fakultas tercinta ini dalam memajukan pendidikan
dan penelitian untuk kemajuan masyarakat secara luas.

Diterbitkan oleh

Maret 2014

Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora
Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: + 62 274 548 510 (hunting)
F: + 62 274 563 212
E: dekan@feb.ugm.ac.id

Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D
Dekan

W: http://www.feb.ugm.ac.id

Penanggung Jawab

Pengarah

Tim Liputan

Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D
(Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian
Kepada Masyarakat, Alumni dan Kerjasama)

Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D
(Dekan)

Aina Vidya Tama
Farida Fathoniah
Hestining Kurniastuti
Ikhsan Brilianto
Nadia Fitriani
Poppy Laksita
Siti Afiah Hesti Triani

B.M. Purwanto, MBA., Ph.D
(Wakil dekan Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan)
Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A., Akt.
(Wakil Dekan Bidang Keuangan Administrasi
dan Sumber Daya Manusia)
Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D
(Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan
Teknologi Informasi)

I

Artistik
Alkhapila Nahri Z
Royyan Wicaksono

CONTENTS
What’s Up FEB

BEM FEB UGM 2013:
Harmoni-Berkarya

3

Organisasi Mahasiswa FEB UGM:
Tiada Henti Berkarya

4

Eddy Junarsin, Ph.D.

Akreditasi Internasional AACSB:
Buah Manis Sebuah Perjuangan

S1

6

MAGISTER MANAJEMEN

9

MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN

13

MAGISTER SAINS DAN DOKTOR

16

PROGRAM PROFESI AKUNTANSI

19

MAGISTER AKUNTANSI

22

33 Lecturer’s Article

Heni Wahyuni, Ph.D.

Special Report
AACSB - FEB UGM

25

Good Day, Mate! Keindahan
Sydney di Setiap Sudut Kota

37 News From Abroad

Suryo Suwignjo

Energi Perubahan bagi IBM
Indonesia

41 Alumni Corner

Partnership

31

Scholarship and Recruitment

32

Around Bulaksumur

43

Advertorial

44

Facilities

47

Who’s Who

48

FEB in Pictures

49

Unit News

51

Elisabeth Sherly Kurniawan

Dari Kungfu ke Taekwondo

45 Student Corner

EB News MARET 2014

II

WHAT’S UP FEB
S1
Magister Akuntansi
Magister Ekonomi Pembangunan

1

Magister Sains dan Doktor
Magister Manajemen
PPAk

S1 WHAT’S UP FEB

STUDENT’S WEEK

M

alam kreativitas mahasiswa yang
dikemas dalam bauran budaya
lokal dan internasional.

EB News MARET 2014

2

WHAT’S UP FEB S1

BEM FEB UGM 2013:
Harmoni-Berkarya

Tahun 2013 adalah momen krusial menuju
agenda besar yang menentukan masa
depan anak muda dan bangsa Indonesia.

S

atu tahun menjelang Pemilu
untuk memilih pemimpin dan
pembuat kebijakan, ditambah
dua tahun menuju ASEAN Economic
Community (AEC), pasar bebas ASEAN
yang menjadi tantangan untuk setiap
negara meningkatkan daya saing
sumber daya manusia dan komoditas
perdagangannya. Berbagai langkah
persiapan, mulai dari kajian isu hingga
langkah konkrit dilakukan generasi
muda dan berbagai lapisan masyarakat
Indonesia untuk menjawab tantangan
tersebut. Kuncinya adalah bagaimana
kita bisa membangun harmoni dalam
keberagaman bangsa untuk bekerja
keras menghasilkan suatu karya yang
bermanfaat bagi negeri ini.
Atas dasar itu, BEM (Badan
Eksekutif Mahasiswa) FEB UGM
mengangkat Harmoni-Berkarya
sebagai tagline kepengurusan tahun
2013. Tetap menjadikan “Fight Against
Poverty”sebagai nafas gerak, tujuan
mulia dari BEM FEB UGM, berbagai
kegiatan telah diselenggarakan
untuk mewujudkan semangat
Harmoni-Berkarya dan terus melawan
kemiskinan. Student Week 2013
dimeriahkan dengan ekspo BEM-HMJ-LK3

mahasiswa asing, stand kewirausahaan,
FEB Award, dan Cultural Event sebagai
puncak kegiatan yang menampilkan
pertunjukan dari mahasiswa. Student
Week 2013 menunjukkan harmonisasi
warga FEB, mahasiswa baru, asing,
komunitas, BEM, HMJ, LK, dengan
mengunggulkan keunikan dalam
rangkaian orientasi mahasiswa. Student
Week 2013 juga menjadi wadah untuk
mengapresiasi BEM-HMJ LK yang terbaik
dalam mengelola sekretariat dan
memberikan apresiasi bagi mahasiswa
dengan prestasi baik dalam akademik
perkuliahan, prestasi luar kuliah,
maupun kecakapan untuk menjadi duta
FEB dalam putra-putri FEB.
BEM FEB UGM juga peduli pada
jiwa sportivitas dan kompetisi civitas
akademika FEB UGM. EB-Olympiad
dilaksanakan sebagai kompetisi
olahraga antar jurusan, dosen, dan
karyawan FEB UGM. Tidak hanya di
lingkup internal, event olahraga juga
diselenggarakan dalam ranah nasional,
GME Econolympics diselenggarkan
BEM FEB UGM, sebagai ajang kompetisi
berbagai cabang olahraga bagi
mahasiswa dan pelajar se-Indonesia.
Semangat menebar ilmu juga

ditularkan dalam Kajian Intelektual
Bersatu (KIB), EBK (Ekonomi Bebas
Korupsi) 2013. Kegiatan ini didukung
penuh oleh intansi penting di Indonesia
seperti KPK.
Satu kegiatan lain yang menjadi
perubahan di BEM FEB UGM 2013
adalah mengubah Desa Binaan BEM
menjadi Desa Mitra sebagai media wujud
kepedulian sosial BEM dan HMJ-LK FEB.
Desa Mitra ini berlokasi di Desa Klumprit,
Wukirharjo Sleman. Sebelumnya BEM
FEB UGM telah mengadakan kegiatan
pengabdian masyarakat selama 3 tahun
di Desa Tancep, Gunung Kidul. Desa
ini dicanangkan akan menjadi pusat
kegiatan sosial BEM-HMJ-LK sesuai
dengan kompetensi dan arah gerak
masing-masing lembaga. Tahun 2013
menjadi sarana penjajakan dengan
berbagai kegiatan sosial seperti bazar
murah, pengobatan gratis, serta
pembagian sembako. Melalui Desa Mitra
ini, BEM FEB UGM berupaya mengajak
seluruh warga FEB mewujudkan
kepedulian sosial, bersatu melawan
kemiskinan dengan cara yang mereka
bisa lakukan.

S1 WHAT’S UP FEB

Organisasi Mahasiswa FEB UGM:
Tiada Henti Berkarya

BEM FEB UGM
Harmoni dalam
Keragaman

HIMIESPA
Membangun Ekonom
Masa Depan

IMAGAMA
Meningkatkan Kualitas
Mahasiswa Akuntansi

Tahun ini BEM FEB UGM mengusung
tagline Harmoni-Berkarya dalam
kepengurusannya. Harmoni-Berkarya
berarti membangun harmoni dalam
keberagaman untuk bekerja keras
menghasilkan suatu karya yang
bermanfaat bagi bangsa. Student Week
2013 yang bertemakan “Harmony in
Diversity” menunjukkan bagaimana
harmoni yang terjalin antar warga FEB
UGM. Berbagai agenda besar pun telah
terselenggara dalam semangat yang
sama, seperti EB-Olympiad, Kajian
Intelektual Bersatu (KIB), Ekonomi
Bebas Korupsi (EBK) 2013 dan GME
Econolympics.

Satu tahun kepengurusan bukanlah
waktu yang lama namun juga bukan
berarti sebentar. Banyak sekali cerita
yang tertulis dalam masa bakti
Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi
(Himiespa) 2013-2014. Forum Studi dan
Diskusi Ekonomi (FSDE) 2013 menjadi
puncak program kerja Himiespa pada
tahun ini. FSDE merupakan forum yang
membahas isu-isu ekonomi terkini di
Indonesia yang bertemakan “Combating
Inequality Towards Sustainable
Economy”. Acara tersebut terdiri atas
tiga rangkaian acara, yakni Kompetisi
Ekonomi Nasional (KEN), International
Challenge on Economics Ideas (ICEI)
dan FSDE International Seminar (FIS).
Himiespa berupaya untuk menjadi
wadah pengembangan diri serta
keilmuan para mahasiswa Ilmu Ekonomi,
sesuai dengan tagline yang diusung,
Developing Future Economists.

Keseluruhan program Ikatan
Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada
(Imagama) menekankan pada
peningkatan softskill dan hardskill
semua pihak yang terlibat, terutama
mahasiswa akuntansi. Secara rinci,
program kepengurusan terdiri atas
banyak program yang dikerjakan oleh 6
departemen. Sebagai program terbesar,
Gadjah Mada Accounting Days telah
diselenggarakan dengan sukses pada
4 Mei dan 15 – 18 Mei 2013 dengan
mengusung tema besar “Exploring
Capabilities Through Accounting”.
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 200
mahasiswa seluruh Indonesia sebagai
peserta dalam lima subkegiatan
yakni National Seminar, International
Accounting Student Conference,
National Accounting Olimpiad, Jogja
Amazing Race, dan ditutup dengan
Gathering Night.

mahasiswa jurusan bersifat keilmuan,
IKAMMA juga terus produktif dalam
menghasilkan output baik berupa event
maupun prestasi. Pada kepengurusan
tahun 2013, IKAMMA berusaha tetap
fokus dalam menjalankan program
berkelanjutan yang memfasilitasi
mahasiswa jurusan manajemen
dalam hal nonperkuliahan. Namun,

IKAMMA juga berusaha untuk membuat
terobosan-terobosan program kerja
baru yang terkini dan tetap memberikan
nilai positif. Beberapa program kerja
tersebut diantaranya adalah Entre
Race, Yong Entrepreneur Show, Career
Development Program, dan lain
sebagainya.

IKAMMA
Inovasi Berkelanjutan
Dari tahun ke tahun, Ikatan Mahasiswa
Manajemen (IKAMMA) telah mengalami
perkembangan dari segi internal
maupun eksternal organisasi yang cukup
signifikan. Selain sebagai himpunan

EB News MARET 2014

4

WHAT’S UP FEB S1

BPPM EQUILIBRIUM
Bergerak Menebar
Edukasi

SEF UGM
Menebar Manfaat
dengan Kontribusi

PALMAE
Pencarian Sampai Batas

Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa
(BPPM) EQUILIBRIUM selalu berusaha
untuk menjadi sumber informasi dan
referensi bagi civitas akademika FEB
UGM, maupun masyarakat luas melalui
berbagai produknya. EQUILIBRIUM
Annual Activity (Equality) 2013, acara
tahunan yang diselenggarakan oleh
BPPM EQUILIBRIUM merupakan salah
satu media penyampaian edukasi
dalam bentuk yang lain. Dengan tajuk
Equality Talks: Everyone has a right to
speak, Equality 2013 hadir dalam dua
rangkaian acara, yakni Lomba fotografi
dan talkshow interaktif.

Melalui Sharia Economics Acts in
Innovation (SENSATION), Shariah
Economics Forum (SEF) UGM
berusaha menjembatani inovatorinovator ekonomi Islam dalam
mencari peluang dari tantangan
perekonomian dunia. Bertemakan
“The Miracle Of Islamic Economics:
Improving global risilience toward
balanced growth and development
”, acara ini hadir dalam berbagai
rangkaian, mulai dari Sharia Glossy
Bazaar, National Sharia Economics
Championship (NaSEC), Sharia Paper
Competition (Shapec), Gathering Night
dan ditutup dengan International
Seminar of Sharia Economics. SEF
UGM berusaha memberikan kontribusi
bagi perkembangan ekonomi islam
di Indonesia dan turur andil dalam
perkembangannya.

In search for the limit, adalah moto
yang selalu dihayati dalam setiap
kegiatan PALMAE FEB UGM. Pada umur
yang ke-33 ini, PALMAE mulai melangkah
kembali dari istirahatnya yang begitu
lama. Bersama kepengurusan PALMAE
tahun 2013, kegiatan-kegiatan yang
menarik serta memberikan pengalaman
baru telah dilalui bersama, mulai dari
mencoba kegiatan baru yang bahkan
masih cukup asing untuk dikenal yaitu
canyoning dengan menuruni air terjun
yang cukup tinggi, sampai pendakian
massal, dan penanaman 1000 pohon
mangrove. Suatu pencapaian dengan
memulai berkegiatan alam untuk
mewujudkan cinta alam. Penghijauan
mangrove di Baros-Bantul ini menjadi
wujud nyata pengabdian masyarakat.

JMME
Kuatkan Semangat
Dakwah
Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi
(JMME) FEB UGM merupakan salaha satu
unit kegiatan mahasiswa yang bergerak
di bidang kerohanian Islam. Organisasi
ini ada untuk memberikan inspirasi dan
menyebarkan nilai-nilai Islam kepada
seluruh civitas akademika FEB UGM.
Setahun kepengurusan yang lalu, banyak
sekali hal yang telah dilakukan, terutama
5

dalam hal belajar dan berdakwah.
Dengan tagline ”Semangat Meneber
Manfaat” JMME berusaha berkontribusi
demi mewujudkan FEB yang lebih
baik. JMME telah melakukan berbagai
agenda, diantaranya JMME Fair, Nuansa
Ramadhan di Ekonomi (NURANI), dan
Moslem Economics Care (MOCCA).

S1 WHAT’S UP FEB
KMK
Keeratan Persaudaraan
Pada tahun 2013 lalu, Keluarga
Mahasiswa Katolik (KMK) FEB UGM telah
mengadakan serangkaian kegiatan yang
masuk dalam kalender program kerja
tahunan maupun rutin, KMK melakukan
serangkaian inovasi seperti Catholic and
Christian Econolympic (CEO) 2013, acara
tahunan terbesar yang diselenggarakan.
Pada tahun ini terdapat tambahan
cabang perlombaan, sehingga menjadi
futsal putra, futsal putri, basket putra,
basket putri, vocal group, cerdas cermat
Alkitab, Advertising, dan Gathering
Night. Melalui kegiatan ini, KMK FEB UGM
mencoba memberikan kontribusi nyata
terhadap kegiatan kerohanian maupun
olahraga yang dapat meningkatkan
rasa persaudaraan dan keakraban
antara KMK dan PMK seluruh Fakultas di
Universitas Gadjah Mada. (Nadia)

PMK
Bersatu dalam Cinta
Kasih
Sesuai dengan visinya, “Menciptakan
pribadi yang menjunjung tinggi
iman Kristen di kampus, masyarakat
dan setelah lulus di dunia kerja”,
Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK)
FEB UGM berusaha bergerak selaras.
Untuk mendukung hal tersebut PMK
memiliki beberapa kegiatan tahunan
seperti Penerimaan Mahasiswa Baru
(PMB), Paskah, Retreat, dan Natal.
PMB merupakan kegiatan untuk
merangkul mahasiswa Kristen FEB UGM
sebagai keluarga. PMK hadir sebagai
persekutuan, bukan sekadar komunitas
mahasiswa yang sama-sama memeluk
agama Kristen.

Energy Policy Corner FEB UGM Resmi Dibuka

F

akultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
bersama dengan SKKMIGAS dan
16 Perusahaan Kontraktor Kontrak
Kerja Sama(K3S) meresmikan Energy
Policy Corner (22/3). Peresemian dan
serah terima Energy Policy Corner
dilaksanakan di Pertamina Tower Lantai
5 FEB UGM. Pelaksana Tugas Kepala
SKK Migas, Johanes Widjonarko hadir
bersama Sekretaris SKKMIGAS, para
kepala Divisi SKKMIGAS dan jajarannya.
Hadir pula dalam peresmian tersebut,
vice president dari 16 perusahaan K3S
yang terdiri dari; Mobil Cepu Ltd., Petro
China International Companies, Conoco
Phillips Indonesia Inc. Ltd, Pertamina EP,
BP Indonesia, VICO Indonesia, Total E&P
Indonesia, Medco E&P Indonesia, CNOOC
SES ltd., Chevron Indonesia Company,
Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ, PHE
WMO, EMP Malaca Strait, dan Star Energy
(Kakap) Ltd. Dr. Didi Achjari, M.Com
hadir sebagai perwakilan dari UGM,

sedangkan FEB UGM diwakili dekan
Prof. WihanaKirana Jaya, M.Soc.Sc.,
Ph.D., dan Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi
Prof. Tri Widodo, M.Ec.Dev., Ph.D. serta
para dosen dan staff FEB UGM

Energy Policy Corner yang dikelola
oleh Jurusan Ilmu Ekonomi FEB
UGM merupakansuatu fasilitas yang
menyajikan basis data dankajian energy
market outlook kepada mahasiswa,
peneliti, dan mitra serta member
dukungan terhadap kajian kebijakan
energy tidak terbarukan maupun
terbarukan. Tim Energy Policy Corner
yang dipimpin oleh Prof. Tri Widodo,
M.Ec.Dev., Ph.D telah melaksanakan
“Studi Kontribusi Pengelolaan Industri
Hulu Migas dalam Pembangunan
Ekonomi Nasional” yang menjadi
masukan bagi SKK MIGAS dan sistem
pengelolaan minyak dan gas di
Indonesia. [da]

EB News MARET 2014

6

WHAT’S UP FEB S1
sementara dua tim yang lain sudah
pernah memenangkan kompetisi ini
tahun sebelumnya,” ungkap Mada yang
merupakan ketua Tim. Namun mereka
tetap berusaha untuk menuliskan yang
terbaik dengan menjabarkan analisis
umum, analisis spesifik, contoh kasus,
dan landasan teori yang kuat. Paper
Tim Mojopahit berhasil menjadi yang
terbaik dan maju ke tahapan final untuk
dipresentasikan di hadapan petinggi
CIMB Niaga se-Asia Tenggara, Bursa
Efek Indonesia, dan Bank Indonesia.
Sebuah pengalaman yang menegangkan
sekaligus menyenangkan dapat
memaparkan hasil karya mereka di
hadapan pakar pasar modal.

Buah Kerja Keras dan Kerja
Sama

G

aung prestasi FEB UGM
kembali terdengar di kancah
internasional. Mojopahit yang
merupakan tim kompetisi trading
saham sukses memboyong piala juara
pertama pada final CIMB ASEAN Stock
Challenge 2013. Tidak hanya gelar
juara yang didapatkan, tim mahasiswa
FEB UGM ini juga melenggang pulang
ke Yogyakarta mengantongi hadiah
utama sebesar USD 12,000. Seperti
filosofi Kerajaan Majapahit, Tim
Mojopahit sukses membawa Indonesia
khususnya FEB UGM untuk menguasai
kompetisi saham se-Asia Tenggara ini.
Tim Mojopahit dibentuk atas inisiasi
dari Zaken Salomo yang kemudian
mengajak ketiga rekannya yaitu Mada
Satria Putra, Fadhilah Rahmatina, dan
Mochammad Rahadiyan. Keempatnya
adalah mahasiswa jurusan Manajemen
FEB UGM.

7

Berbekal semangat nothing to lose
tim ini melangkah mulus pada tiap
tahapan kompetisi. Tahapan pertama
adalah simulasi trading saham secara
online di tingkat regional. Setiap
tim diberikan uang virtual untuk
melakukan jual beli saham dan
berlomba mendapatkan capital gain
terbanyak. Sejak tahapan pertama Tim
Mojopahit sudah menunjukkan kerja
keras dan kerja sama yang baik dengan
rutin melakukan analisis saham dan
berkomunikasi intensif dalam setiap
aktivitas jual beli saham yang dilakukan.
Tim Mojopahit pun menduduki posisi
ketiga se-Indonesia untuk tahapan
simulasi trading dan harus menuliskan
analisis trading mereka ke dalam sebuah
paper. Paper tersebut akan dilombakan
dengan dua universitas Indonesia
lain yang menduduki posisi pertama
dan kedua. “Awalnya kami sempat
tidak pede karena kami posisi ketiga

Tim Mojopahit mengaku kesuksesan
ini berkat bantuan dari seluruh pihak
di FEB UGM. Mereka dibimbing intensif
oleh pakar manajemen keuangan FEB
UGM yaitu Prof. Eduardus Tandelilin,
Ph.D., Eddy Junarsin, Ph.D., dan I Wayan
Nuka Lantara, Ph.D. Selain dosen-dosen
manajemen keuangan, Tim Mojopahit
juga meminta bimbingan kepada dosen
komunikasi bisnis Sudiyanti, M.Sc. dan
Widya Paramita M,Sc. untuk memberikan
masukan metode presentasi yang baik
dan menarik. Financial Market Update
Corner di Pertamina Tower juga menjadi
markas tim ini dalam setiap tahapan
persiapan lomba. “Kami selalu meminta
masukan dari dosen baik dari materi
maupun penampilan presentasi, kami
juga melakukan latihan presentasi
berpuluh-puluh kali di hadapan temanteman mahasiswa, awalnya banyak yang
dievaluasi namun kami terus belajar
dan memperbaiki untuk jadi lebih baik,”
ungkap mereka.
Setelah sukses memenangkan
kompetisi bergengsi ini, Tim Mojopahit
tidak ingin berhenti begitu saja. Mereka
berencana ingin menularkan tradisi
juara ini kepada teman-teman dan adik
angkatan yang lain. Tim ini berharap
mereka bisa berbagi ilmu dan inspirasi
bahwa dengan usaha yang keras dan
kerja sama yang baik maka kompetisi
sesulit apapun dapat dimenangkan.
Ketika ditanya mengenai besarnya
nominal hadiah yang diterima mereka
mengungkapkan bahwa itu bukanlah
hal utama yang dikejar, namun tetap
harus disyukuri. Hadiah tersebut
sebagian akan mereka gunakan untuk
kegiatan sosial dan syukuran dengan
pihak yang telah membantu mereka
dalam kompetisi ini. “Sisanya ada yang
akan digunakan untuk investasi saham,
berbisnis, dan keperluan pribadi,”
ungkap mereka dengan bahagia. (Poppy)

S1 WHAT’S UP FEB

IBM Tingkatkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa

F

EB UGM kembali menunjukkan
pentingnya jiwa wirausaha bagi
anak muda Indonesia. Bekerja
sama dengan program IBM Corporate
Service Corps yang telah dirilis sejak
tahun 2008, FEB UGM menyelenggarakan
serangkaian aktivitas baik di dalam
kelas maupun di luar kelas terkait
kewirusahaan dan pengembangan
softskills mahasiswa. Kegiatan yang
telah dilaksanakan antara lain seminar
road show to AACSB “Pursuing a
Brighter Future in Globalization Era”
(22/2). Selama empat minggu tim IBM
yang terdiri dari Alberto, Claudia, dan
Jibu bersama dengan dosen FEB UGM
merumuskan langkah-langkah yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan
semangat wirausaha mahasiswa FEB
UGM. Selama ini FEB UGM telah memiliki
banyak aktivitas untuk mendukung
kegiatan kewirausahaan mahasiswa
seperti kelas kewirausahaan yang
wajib diikuti oleh mahasiswa jurusan

manajemen, kegiatan bazar tahunan,
dan UMKM corner yang mendukung
kegiatan bisnis mahasiswa.
Menilik kehidupan kewirausahaan FEB
UGM selama kurang lebih satu bulan
memberikan kesan yang baik bagi Tim
IBM. Mereka mengungkapkan bahwa
berbagai aktivitas kewirausahaan di
kampus merupakan bukti bahwa FEB
UGM telah berpikir secara global untuk
menciptakan wirausaha baru. Beragam
kegiatan dikelola dengan sangat baik
dan memiliki tujuan yang spesifik.
Bersinergi dengan bidang keilmuan lain
diharapkan dapat semakin memperkaya
kesempatan dan keunggulan mahasiswa
FEB UGM dalam berwirausaha.
Namun tidak sebatas kemampuan
berwirausaha saja yang penting. Lebih
dari itu softskills mahasiswa juga
harus terus diasah supaya mahasiswa
unggul dalam berkompetisi baik dalam
bisnis maupun dalam hal lainnya.
Integritas, kemampuan memecahkan

masalah, komunikasi, dan bekerjasama
merupakan contoh nilai-nilai softskills
yang perlu ditanamkan dalam diri
mahasiswa agar mampu unggul dalam
kompetisi global dan sukses dalam
mengembangkan bisnis.
Tim IBM mengungkapkan bahwa
penting bagi mahasiswa untuk keluar
dari sangkarnya, bergaul dengan
kehidupan sosial di belahan dunia
lain, dan mengenal berbagai macam
kebudayaan. Jika selalu berada di
comfort zone maka mahasiswa tidak
akan tahu besarnya tantangan dan
peluang yang ada di luar sana. Ke
depannya FEB UGM akan terus menjalin
kerjasama baik ini dengan IBM Corporate
Service Corps. Kerjasama ini diharapkan
mampu mengembangkan berbagai
macam program untuk memastikan para
lulusan FEB UGM mampu bersaing baik
secara regional maupun global. (Poppy)

EB News MARET 2014

8

WHAT’S UP FEB MAGISTER MANAJEMEN

LOKAKARYA: PENULISAN
KASUS MANAJEMEN
BISNIS INDONESIA II
Demi meningkatkan kompetensi mahasiswa, MM UGM kembali menggelar
lokakarya yang kali ini bertajuk Penulisan Kasus Manajemen Bisnis
Indonesia.

A

cara yang dihelat di ruang
Faculty Meeting Gedung MM
UGM Kampus Yogyakarta (18/06)
ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan
Call for Book Chapter II untuk kasuskasus manajemen bisnis di Indonesia.
Lokakarya dibuka oleh Hani
Handoko, Ph.D., selaku narasumber
yang menelaah 10 proposal kasus
yang memenuhi syarat untuk didanai
penelitiannya. Selain para penulis
9

proposal yang lolos seleksi, hadir dalam
lokakarya ini antara lain Prof. Gudono,
Dr. Harsono, Bayu Sutikno, Ph.D., Dr.
I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Rangga
Almahendra, Ph.D., Risa Virgosita, M.Si.,
dan Nurul Indarti, Ph.D.
Kasus-kasus bisnis yang ditulis antara
lain mengenai pemasaran, manajemen,
sumberdaya manusia, operasional
organisasi maupun keuangan.
Sedangkan isu-isu yang dipaparkan

antara lain seputar tatakelola organisasi,
manajemen inovasi, penerapan etika
dan tanggungjawab sosial perusahaan,
serta sustainable business development.
Kasus-kasus tersebut akan diterbitkan
dalam sebuah buku untuk melengkapi
materi pembelajaran di MM FEB UGM
dan diharapkan mampu mempertajam
kemampuan material maupun analitis
pembacanya.

MAGISTER MANAJEMEN WHAT’S UP FEB

EB News MARET 2014

10

WHAT’S UP FEB MAGISTER MANAJEMEN

Berkeringat dan Bersahabat dalam
Kejuaraan Futsal MM Internal Cup

K

egiatan di MM UGM tidak melulu
soal akademik. Tengok saja
kejuaraan futsal MM Internal
Cup (8/11) yang bertempat di Sport
Venue UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Futsal Sport Club bekerjasama dengan
mahasiswa MM UGM Angkatan 62 dan
didukung sepenuhnya oleh Program MM
FEB UGM sukses menghelat kegiatan
adu raga dan sportivitas ini. Kejuaran
futsal dengan sistem setengah kompetisi
diikuti sebanyak 6 tim yaitu tim
mahasiswa MM UGM angkatan 59, 60, 61,
62, 63, dan tim karyawan MM UGM.
Pada kesempatan ini dilangsungkan
pula pertandingan persahabatan
futsal putri antara tim gabungan
mahasiswi MM UGM angkatan 60 dan
61 melawan tim gabungan mahasiswi
MM UGM angkatan 62 dan 63. Hasil
akhir pertandingan persahabatan ini
11

babak penyisihan tim mahasiswa MM
UGM angkatan 62 bertemu dengan
tim Karyawan MM UGM di babak final.
Dengan sisa energi yang masih tersisa
setelah bertanding tiga kali di babak
penyisihan, dan masih bertanding
dengan sengit di babak final, akhirnya
tim mahasiswa MM UGM Angkatan
62 harus mengakui keunggulan tim
karyawan MM UGM dengan skor 2-1.

dimenangkan oleh tim putri angkatan
62 dan 63 dengan skor 1-0. Pada
cabang futsal putra, setelah melewati

Kejuaraan futsal MM Internal Cup
dengan seremoni penyerahan piala
bergilir kepada Tim Karyawan. Panitia
juga menyerahkan piala Top Scorer
kepada Muhammad Qoes Atieq dari tim
mahasiswa MM UGM Angkatan 62 dan
Eko Sukajiyanto dari Tim Karyawan.
Keduanya berhasil menjadi pemain yang
paling banyak menjebol gawang tim
lawan selama pertandingan.

MAGISTER MANAJEMEN WHAT’S UP FEB

ENTREPRENEURSHIP CLUB:
MENTORING BISNIS “HOW
TO START BUSINESS
BRILLIANTLY”

S

tudent Lounge Gedung MM
FEB UGM Kampus Yogyakarta
ramai oleh mahasiswa yang asik
mengikuti pengajian dan mentoring
bisnis bertajuk “How to Start Business
Briliantly” (7/10). Acara yang digelar
Forum bersama Entrepreneur Club dan
Forum Komunikasi Intelektual Islam
(FORKIIS) ini mengundang ustad yang
juga seorang pengusaha dan presiden

IIBF – Indonesian Islamic Business
Forum, Farid Triwidodo, sebagai
pembicara.
Acara dibuka oleh Rujito, Kepala
Seksi Karir dan Kemahasiswaan, yang
mewakili Pengelola MM FEB UGM yang
berhalangan hadir. Acara yang dikemas
bernuansa santai ini diawali dengan
cerita singkat Mufti dan Santo, rekan
Farid, mengenai pengalaman berbisnis

mereka beserta hambatan yang mereka
temui. Selanjutnya Farid berbagi
pengalaman, pengetahuan, tips, dan
tidak lupa memotivasi para mahasiswa
yang hadir siang hari itu. Di penghujung
acara, Farid menekankan pentingnya
belajar berbisnis sedari muda dan
pengusaha harus jeli melihat peluang
bisnis.

EB News MARET 2014

12

WHAT’S UP FEB MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN

Kunjungan MIE Universitas Cenderawasih

P

rogram Magister Ekonomi
Pembangunan (MEP) FEB UGM
menerima kunjungan studi
mahasiswa S2 Magister Ilmu Ekonomi
(MIE) FE Universitas Cenderawasih
(UNCEN) dalam rangka menambah
wawasan keilmuan mahasiswa. Melalui
kunjungan ini, diharapkan terjadi
peningkatan dalam pengembangan
wawasan pembangunan, dan
pendalaman matakuliah metodologi
penelitian. Selama tiga hari, mahasiswa
mendapatkan pengetahuan dan
keilmuan baik melalui sesi teori, praktek
di laboratorium komputer, maupun studi
literatur di perpustakaan.
Sebanyak 76 mahasiswa S2 MIE
13

UNCEN tiba di Kampus MEP (3/12)
dan diterima langsung oleh Ketua
Program Studi MEP Prof. Lincolin
Arsyad, Ph.D, Akhmad Makhfatih, Dr.,
M.A. selaku Sekretaris Bidang Akademik
& Kemahasiswaan dan Bayu Sutikno,
M.S.M, Ph.D. selaku Sekretaris Bidang
Administrasi Umum dan Keuangan.
Ketua Program MIE FE UGM UNCEN Prof.
Dr. H. Hasan Basri Umar, M.Si memimpin
langsung rombongan yang didampingi
pula oleh 6 orang dosen yaitu Drs. P.N.
Patinggi, M.Si., Dr. Mesak Iek, M.Si.,
Trasna Putra Urip, SE, M.Si., Dr. Meinarni
Asnawi, M.Si., Agustina Sanggarbano,
M.Sc. dan Elisabeth M.L. Sanggenafa, SE.,
M.Sc.

Prof. Lincolin Arsyad mengatakan
bahwa kegiatan ini sudah berjalan sejak
tahun 2009 dan sudah diikuti lebih
dari 500 mahasiswa S2 MIE UNCEN.
“Diharapkan mahasiswa banyak
menimba ilmu di MEP, agar setelah
pulang membawa bekal ilmu untuk
persiapan penyusunan tesis,” ujarnya.
Hal ini bisa dapat dimungkinkan karena
MEP menyediakan banyak literatur
dan jurnal sebagai dasar teori tesis.
“Pengalaman dari mahasiswa angkatan
sebelumnya, mahasiswa menjadi lebih
cepat selesai studinya karena mengikuti
kegiatan tersebut,” kata Prof. Hasan
dalam sambutannya. [Prast, Nadia]

MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN WHAT’S UP FEB

WORKSHOP RENSTRA, RENOP
DAN RKAT PROGRAM MEP FEB
UGM

D

alam rangka mengintegrasikan
rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan sepanjang tahun
2014, Program Magister Ekonomi
Pembangunan (MEP) FEB UGM
menyelenggarakan workshop RENSTRA,
RENOP, dan RKAT yang dihadiri oleh
Pengelola dan Karyawan Program MEP
FEB UGM di Ruang Langenbaswara,
Hotel Jogjakarta Plaza. Acara dibuka
oleh Prof Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D,
selaku Ketua Pengelola Program MEP
FEB UGM dan dipandu oleh Bayu
Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., sebagai
Sekprodi Bidang Administrasi dan
Keuangan. “Small but beautiful and
healthy”, ujar Prof. Lincolin Arsyad.
dalam paparan yang disampaikan.
“Ini akan jadi tagline kita,” tegasnya.
Prof. Lincolin menambahkan bahwa
walaupun organisasi ini kecil karena
hanya terdiri atas 28 karyawan,
akan tetapi organisasi dapat tetap
‘cantik’ yang tercermin dalam
kesuksesan kegiatan-kegiatan yang
diselenggarakan. Selain itu, sistem
keuangan organisasi pun dapat dibilang
sehat.
Program MEP FEB UGM mempunyai
visi menjadi program studi Pascasarjana
terkemuka di Asia Tenggara yang
memberikan kontribusi intelektual

melalui kegiatan pengajaran dan
penelitian di bidang ekonomika terapan
untuk kesejahteraan masyarakat.
Prof. Lincolin menyampaikan bahwa
visi adalah mimpi untuk menjadikan
lembaga seperti apa. “Ini adalah mimpi
indah tetapi affordable (bisa dicapai
dengan berusaha),” ujarnya. Visi bisa
dicapai dengan misi yang telah dibuat.
Misi Program MEP FEB UGM adalah
mendidik mahasiswa agar menjadi
lulusan pascasarjana yang unggul
dan berkarakter di bidang ekonomika
terapan, melakukan advanced policy
research, dan menyelenggarakan
kegiatan pengabdian masyarakat
melalui pendidikan dan penelitian
yang terintegrasi di bidang ekonomika
terapan untuk kesejahteraan
masyarakat.
Sementara itu, pada 2014 ini,
MEP memiliki target utama, yakni
pada bidang akademik dan bidang
non-akademik. Bidang akademik
meliputi peningkatan kulitas proses
pembelajaran dan peningkatan sarana
penunjang proses pembelajaran.
Sedangkan peningkatan pada bidang
non-akademik dapat dilakukan
melalui peningkatan kualitas
pelayanan terhadap seluruh pemangku
kepentingan (stakeholders) dan

peningkatan kesejahteraan karyawan
melalui pemberian insentif, baik yang
tangible maupun yang intangible.
“Everyone is a customer. Jadi semua
harus dilayani, baik antar bagian
maupun lintas bagian,” ujar Prof.
Lincolin.
Sementara itu, Dr. Bayu menuturkan,
“Tata uang, tata orang, dan tata barang
adalah tiga hal yang saya urusi. Slogan
PASTI akan menjadi panduan dalam tata
orang”. PASTI merupakan kepanjangan
Profesional, Akuntabel, Sederhana,
Transparan, dan Inovatif. Selain itu, Bayu
juga memaparkan target dan rencana
yang akan dilaksanakan sepanjang
tahun 2014.
Presentasi per bagian juga
dilaksanakan oleh masing-masing
Kepala Bagian. Dimulai oleh Dwi
Rining Suprapti; Kepala Bagian Admisi,
Alumni, Kerjasama, dan Hubungan
Masyarakat; Tri Agung Nugroho; Kepala
Bagian Akademik dan Sistem Informasi;
dan yang terakhir Agus Kartono
Widodo; Kepala Bagian Administrasi,
Keuangan, SDM, dan Umum. Tiap
bagian mengidentifikasi permasalahan,
langkah terobosan sebagai solusi yang
akan ditempuh dan indikator kunci
yang harus dicapai di 2014. Sepanjang
presentasi juga diwarnai dengan diskusi
berkaitan dengan program kerja yang
direncanakan. Semoga semua rencana
kegiatan yang diagendakan juga akan
berbuah kesuksesan. [prast, nadia]
EB News MARET 2014

14

WHAT’S UP FEB MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN

WISUDA MEP
FEB UGM

P

rogram Magister Ekonomi Pembangunan (MEP) MEP UGM menyelenggarakan
acara resepsi pelepasan wisudawan di University Club UGM (23/1). Acara yang
bertajuk Resepsi Wisuda MEP UGM ini dihadiri oleh dosen-dosen pengajar,
keluarga wisudawan, dan keluarga besar MEP UGM. Dalam sambutannya, Prof.
Lincolin Arsyad, M.Sc, Ph.D selaku ketua program mengatakan bahwa periode Januari
2014 program MEP FEB UGM meluluskan 40 wisudawan. Jumlah wisudawan yang
berpredikat cumlaude berjumlah 7 orang, yaitu:

Rank

Nama

Kelas

IPK

1

Anisa Nurpita

Reg 48 MAPP

Vokasi UGM

3,92

2

GemaIriyanti Kore

Kelas Papua I

Prov. Papua

3,81

3

Dwi Hari Prasetiyo

Paruh Waktu YK 9

Fujitsu Indonesia

3,80

Sri Nathasya Br Sitepu

Reg 48 MAPP

PT. Saimen Bakery
Jambi

3,79

Amanda Indriasari

Kampus Jkt 6

KJPP Sarwono,
Indrastuti & Rekan

3,79

6

Yos Hendra

Reg 48 MAPP

FK UGM

3,77

7

Anis Suryani

Kelas BPKP

BPKP

3,75

4
5

Berdasarkan rician dan sebaran
konsentrasinya, penggolongan
wisudawan dapat dilakukan sebagai
15

Instansi/Asal

berikut, Ekonomika Terapan berjumlah 4
orang, Perencanaan Pembangunan dan
Keuangan Daerah 7 orang, Perencanaan

Pembangunan Daerah 6 orang, serta
Manajemen Aset dan Penilaian Properti
sebanyak 23 orang. Di samping itu, pada
periode kali ini, wisudawan termuda ,
disandang oleh Muhammad Hafidh Ali
Shofi yang berumur 24 tahun 7 bulan.
Sementara itu, Adrial Karami dari
Pemerintah Kota Tangerang berhasil
menjadi wisudawan yang menyelesaikan
masa studi paling cepat, yakni 14 bulan
18 hari. IPK rata-rata pada periode ini
sebesar 3.55 dengan rata-rata lama studi
20 bulan 8 hari.
Muhammad Edhie Purnawan, Ph.D.
selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian,
Pengabdian kepada Masyarakat,
Kerjasama dan Alumni, mewakili Dekan
FEB UGM berpesan kepada wisudawan
bahwa ilmu yang diperoleh diupayakan
agar dapat bermanfaat bagi diri sendiri,
keluarga dan masyarakat di lingkungan
sekitar. “Nilai anak manusia adalah
seberapa besar dia bisa menyelesaikan
persoalan-persoalan kehidupan yang
digunakan untuk sesamanya,” ujarnya.
[prast, nadia]

MAGISTER SAINS DAN DOKTOR WHAT’S UP FEB

The 6th Annual Doctorate
Colloquium and
Conference

P

rogram MSi-Doktor dibantu
oleh Forum Mahasiswa dan
Alumni Doktor FEB UGM
(FORMADEGAMA) menyelenggarakan
”The 6th Annual Doctorate Colloquium
and Conference,” dengan tema “Ethically
Sustainable Business Practice and
Green Economy” pada tanggal 27-28
November 2013. Tema ini dipilih karnea
civitas akademika ingin mendiseminasi
sustainability business dan green
economy dalam perekonomian
Indonesia.

Pembicara dalam kolokuium dan
konferensi ini adalah Ir.Bambang
Prijambodo, MA (Bappenas), Prof. Dr.
Muhadjir Darwin, MPA. (Fisipol UGM) ,
Erwin Maryoto (Vice President for Public
and Government Affairs Exxon Mobil
Oil Indonesia Inc.), Idris F. Sulaiman,
Ph.D (Australian National University),
Darmawan Prasodjo, Ph.D (President
Commisioner Ametis Energi Nusantara),
Bambang Riyanto, Prof., MBA., Ph.D
(FEB UGM), Prof. Lizar Alfansi, MBA, Ph.D
(Universitas Bengkulu). Kolokuium dan

konferensi yang diselenggarakan rutin
setiap tahun ini didesain adalah untuk
memberi kesempatan bagi mahasiswa
S3 dan S2, akademisi, dan praktisi untuk
berpartisipasi dalam diseminasi ilmu
pengetahuan. Kolokuim dan konferensi
ini merupakan upaya program untuk
menjadi anchor dalam pengembangan
pengetahuan ekonomika, manajemen,
dan akuntansi di Asia Tenggara.

EB News MARET 2014

16

17

MAGISTER SAINS DAN DOKTOR WHAT’S UP FEB

The Graduates
of 6 Millions USD
P

rogram MSi dalam wisuda
periode 23 Januari 2014
meluluskan 28 wisudawan (21
dari Program Studi Ilmu Ekonomi dan
7 dari Program Studi Manajemen).
Nova Mardianti berhasil meraih
prestasi sebagai lulusan terbaik kelas
internasional dengan IPK sempurna
4,00. Selain memperoleh gelar MSc,
Nova juga memperoleh gelar MA in
Economics dari Georgia State University
(GSU). Lulusan terbaik untuk kelas
reguler diraih oleh Adi Arta Kelana Putra
dari Ilmu Ekonomi dengan IPK 3.78.
Dari 21 wisudawan program studi
Ilmu Ekonomi tersebut, 18 diantaranya

adalah mahasiswa kelas internasional
yang diselenggarakan Program MSi
dengan Badan Kebijakan Fiskal di
GSU, Amerika Serikat dan di Australia
National University (ANU). Kerjasama
kelas internasional dual degree program
antara Program Magister Sains FEB
UGM- BKF Kemenkeu RI ini diinisiasi
tahun 2010 oleh Dr. Anggito Abimanyu
yang pada saat itu menjabat sebagai
Kepala BKF. Kelas kerjasama ini berjalan
sampai dengan batch IV dengan jumlah
mahasiswa 72 orang dan 49 diantaranya
telah lulus. Saat ini, 23 mahasiswa
sedang menyelesaikan studi tahun
keduanya di Georgia State University,
Tulane University, dan Australia National

University. Lulusan kelas dual degree
ini diharapkan menjadi agent of change
dan menjadi pengambil kebijakan yang
handal dan analitis di bidang fiskal di
Indonesia di masa depan. Besarnya
jumlah peserta diharapkan untuk dapat
memberikan multiplier effect dalam
mensignifikankan nilai tambah dari
pendidikan yang mengintegrasikan
aspek mikro dan makro dalam public
finance ini. Program dual degree ini di
tahun pertama di MSi dibiayai dengan
dana APBN sedangkan di tahun kedua
di GSU, Tulane, dan ANU dibiayai oleh
USAID dan AusAID dengan dana sebesar
sekitar 6 juta USD.

Kelas Kerjasama MSi FEB UGMPemprov Sumatera Utara

P

ada bulan Januari 2014,
limabelas orang mahasiswa
kelas internasional Program MSi
berangkat ke Jepang untuk melanjutkan
studi tahun keduanya di International
Development Program, International
University of Japan (IUJ). Kelima belas
mahasiswa ini adalah peserta tugas
belajar Batch I kelas kerjasama Program
MSi dengan Pemerintah Provinsi
Sumatera Utara.
Kelas kerjasama ini disusun
dengan kurikulum tailor-made yang
mengintegrasikan aspek mikro dengan
aspek makro dalam public finance.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara
tertarik dan ingin meng-copy-cat
program dual masters degree yang
diselenggarakan oleh Program MSi
dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF)
Kemenkeu yang diinisiasi oleh Dr.
Anggito Abimanyu yang waktu itu
menjabat sebagai Kepala BKF. Program
MSi kemudian memodifikasi kurikulum

kelas kerjasama BKF supaya lebih sesuai
dengan kebutuhan Pemerintah Provinsi
Sumatera Utara.
Pada tanggal 21 Juni 2013,
Pandapotan, SH (Kepala Badan
Kepegawaian Daerah Provinsi Sumatera
Utara) melakukan kunjungan dalam
rangka monitoring mahasiswa dan
pertemuan dengan Pengelola Program.
Beliau menyampaikan kepada Prof.
Bambang Riyanto LS., MBA., Ph.D.(Ketua
Pengelola Program Magister Sains dan
Doktor FEB UGM) bahwa Pemerintah
Provinsi Sumatera Utara merasa
puas dan senang dengan proses
pembelajaran dual degree program yang
diselenggarakan oleh Program MSi dan
mengalokasikan anggarannya untuk
melanjutkan kerjasama Batch II di tahun
2014/2015. Program ini sepenuhnya
dibiayai oleh Pemerintah Provinsi
Sumatera Utara dari dana APBDnya.

EB News MARET 2014

18

WHAT’S UP FEB PROGRAM PROFESI AKUNTANSI

Company Visit-Mahasiswa PPAK

P

endidikan Profesi Akuntansi
(PPAK) FEB UGM kembali
mengadakan Company
Visit (Kunjungan Perusahaaan) bagi
mahasiswa PPAK ke Surabaya dan
Bali (23/1-26/1). Seperti halnya tahun
sebelumnya, kunjungan perusahaan
ditujukan untuk menambah dan
memperluas wawasan mahasiswa.
Mahasiswa yang telah kenyang dengan
banyak teori yang didapatkan di kelas
diajak untuk mempraktikan teori
menjawab masalah praktis melalui
company visit ini.

Company Visit tahun 2014, diikuti
oleh 86 orang mahasiswa. Destinasi
kunjungan pertama adalah Kantor
Pemerintah Kota Surabaya. Bersyukur
rombongan company visit diterima
langsung oleh Walikota Surabaya Tri
Rismaharini yang kini menjadi icon
Surabaya sebagai walikota yang telah
banyak mengubah “wajah” kota
Surabaya baik dari tata kota maupun
birokrasi pemerintahannya. Dalam
kesempatan tersebut Walikota Risma
menjelaskan tata kelola pemerintahan
Kota Surabaya. Mahasiswa pun sangat
antusias mengikuti acara tersebut,
mahasiswa aktif menanyakan banyak hal
kepada Walikota Surabaya tersebut.
Kemudian, kunjungan dilanjutkan
ke Bank Indonesia Surabaya. Pada
kesempatan ini, mahasiswa Profesi

19

Akuntansi FEB UGM diterima oleh
Wakil Pimpinan BI Surabaya, Bapak
Budi Widhihartanto yang secara
hangat menyambut rombongan dan
menjelaskan secara detil tentang peran
Bank Indonesia sebagai regulator
dan pengawal nilai rupiah. Dalam
kesempatan tersebut , juga dijelaskan
mengenai cara-cara mengenal uang
palsu.
Setelah puas menjejakki Kota
Surabaya, rombongan menuju Bali.
Kali ini rombongan siap mengulik
rancangan pembangungan Bali di Badan
Perencanaan dan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Bali. Ketua Bappeda Bali yang
menyambut kedatangan rombongan,
sekaligus juga memaparkan mengenai
pembangunan di Bali. Selanjutnya,
Joger Bali menjadi destinasi terakhir
company visit. Kedatangan rombongan
diterima dengan hangat oleh pimpinan
Joger, Theodorus Wulianadi. Peserta
sangat antusias dalam sesi tanya jawab
mengenai usaha bisnis Joger. Banyak
wawasan mengenai entrepreneurship
dari Joger yang bisa dipelajari. Hari
berikutnya dilanjutkan dengan
kunjungan beberapa obyek di Bali.
Rombongan tiba kembali di Yogya
dengan selamat pada hari Minggu,
tanggal 26 Januari 2014.

PROGRAM PROFESI AKUNTANSI WHAT’S UP FEB

EB News MARET 2014

20

WHAT’S UP FEB PROGRAM PROFESI AKUNTANSI

Angkatan 27 Siap Terjun di Dunia kerja

D

emi mewujudkan komitmen
Program Profesi Akuntasi (PPAK)
FEB UGM untuk melahirkan
lulusan yang siap bersaing di dunia
kerja, maka PPAK pada bulan Maret
mengadakan Praktik Pemagangan
Profesi Akuntansi. Kegiatan ini
merupakan kurikuler wajib yang harus
diikuti oleh seluruh mahasiswa PPAK.
Pemagangan yang bernilai 3 SKS ini
juga menjadi prasyarat lulus profesi.
Sementara itu, waktu pelaksanaan
pemagangan adalah satu sampai tiga
bulan selama masa studi di Profesi
Akuntansi.
Secara rinci pihak penyelenggara
menetapkan beberapa tujuan
khusus dari kegiatan ini, yaitu
21

memberikan latihan dan bimbingan
terhadap mahasiswa, sehingga dapat
menghasilkan lulusan yang memiliki
pengetahuan, ketrampilan, sikap dan
nilai-nilai sebagai profesional di bidang
akuntansi; menghasilkan calon-calon
praktisi yang lebih peka terhadap
sejumlah permasalahan yang muncul
di lapangan; dan mendekatkan peranan
dan fungsi Program Pendidikan Profesi
Akuntansi FEB UGM dengan dunia
industri yang relevan.
Dalam kegiatan ini peserta terjun
langsung ke beberapa instansi untuk
mempraktikkan ilmu yang telah
didapatkan di bangku kuliah baik praktik
akuntansi maupun pengauditan. Tempat
pemagangan mahasiswa tersebut,

yaitu Kantor Akuntan Publik Hadori,
KAP Henry Sugeng, KAP Kumalahadi,
KAP Inaresjz ,Rumah Sakit Akademik
Universitas Gadjah Mada, Bank Mandiri
Jakarta, BNI Securities, PT. Muncul
Sukses Abadi, dan lain-lain.
Kemudian, setelah melaksanakan
pemaganan ini mahasiswa diwajibkan
membuat laporan magang. Untuk
menghasilkan laporan magang
yang baik mahasiswa mendapatkan
bimbingan secara intensif dari dosen
pembimbingan magang. Sehingga,
harapannya peserta mendapatkan
pengalaman yang komprehensif dan
nyata sebagai bekal untuk bersaing di
dunia kerja.

MAGISTER AKUNTANSI WHAT’S UP FEB

Pelepasan Wisuda Program Magister
Akuntansi FEB UGM

P

rogram Magister Akuntansi
melaksanakan pelepasan wisuda
(23/1) bagi 18 wisudawan.
Dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang
Perencanaan dan Sistem Informasi
Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM,

Dr. Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D., Pengelola
Program Magister Akuntansi, Dr. Ahmad
Jamli, MA, Dr. Rusdi Akbar, M.Sc., CMA,
para karyawan Program Magister
Akuntansi, dan para wisudawan beserta
pendamping wisuda.
Delapan belas mahasiswa berhasil
lulus dalam wisuda kali ini, yaitu 8
mahasiswa pria dan 10 mahasiswa
wanita. Mahasiswa yang lulus dengan
predikat cumlaude diraih oleh Eko
Prasetyo Agustian (IPK 3.82), Laras Indah
Fatmawati (IPK 3,82), Moch. Fahrudin
(IPK 3,82), Woro Dwi Suryani (IPK 3,80),
dan Deasy (IPK 3,75).
Pada kesempatan ini Program
Magister Akuntansi juga menyampaikan
harapan kepada alumni untuk tetap
menjaga nama baik almamater dan
tetap menjalin komunikasi dengan pihak
Program Magister Akuntansi. Acara
pelepasan wisuda ini diakhiri dengan
makan siang dan foto bersama.

EB News MARET 2014

22

Rapat Kerja Program Magister
Akuntansi FEB UGM

K

aryawan dan pengelola Program
Magister Akuntansi FEB UGM
melakukan rapat kerja tahunan
(30/11/13 - 1/12/13). Kegiatan ini
berlangsung selama dua hari tiga malam
bertempat di Grand Artos Aerowisata,
Magelang, Jawa Tengah.
Tujuan dari rapat kerja ini adalah
mempererat tali silaturahmi antar
karyawan. Dalam kegiatan ini dibahas
mengenai laporan kinerja, rencana
kerja untuk tahun depan, dan rencana
kerja program untuk tahun 2014 pada
masing-masing divisi kerja di Program
Magister Akuntansi. Selain itu, diselipkan
pula agenda berwisata di hari terakhir.
Objek wisata Ketep Pass dan Taman
Kyai Langgeng, Magelang, Jawa Tengah
menjadi destinasi para karyawan dan
pengelolan program kali ini.

23

MAGISTER AKUNTANSI WHAT’S UP FEB

Workshop Penataan Arsitektur
dan Kinerja RKA KL Berbasis Logic
Model

P

rogram Magister Akuntansi
Angkatan VII bekerjasama
dengan Direktorat Jenderal
Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan
RI menyelenggarakan workshop (24/226/2) dengan topik tentang Penataan
Arsitektur dan Kinerja Rencana Kerja dan
Anggaran-Kementerian dan Lembaga
(RKAKL) Berbasis Logic Model (LM).
Secara khusus workshop ini membahas
topik yang mengintegrasikan konsep dan
prinsip LM ke dalam sistem manajemen
kinerja untuk memperjelas hubungan
antara outcome, output dan input dari
suatu program workshop berlangsung
interaktif

Pada pelatihan ini DJA mengirimkan
peserta dari berbagai kementerian/
lembaga di lingkungan DJA, yaitu tiga
puluh orang peserta dan dua orang
pendamping. Workshop ini dipandu oleh
Prof. Dr. Gudono, MBA., CMA., dan Dr.
Rusdi Akbar, M.Sc., CMA., serta dukungan
dari pengelola dan pegawai Program
Magister Akuntansi FEB UGM. Acara ini
merupakan kelanjutan dari workshopworkshop yang sudah terlaksanan sejak
tahun 2013 yang lalu.

EB News MARET 2014

24

AACSB - FEB UGM
SPECIAL REPORT

25

EB News MARET 2014

26

AACSB - FEB UGM
SPECIAL REPORT

PRT (Peer Review Team) Visit di FEB
UGM
Jumat petang (28/02), Prof. Fernando Antonio D’ Alessio dan Prof. Gonzalo Garland
tiba di Hotel Sheraton, Jakarta. Keduanya, bersama Prof. Kwei Tang, merupakan Peer
Review Team dari Association to Advance Collegiate Schools of Business (AASCB) yang
akan melakukan review penyelenggaraan kegiatan akademik di FEB dalam rangka
mendapatkan akreditasi dari AACSB.

27

K

eesokan harinya, Sabtu
(01/03), Prof. Gonzalo Garland
mengunjungi Kampus Magister
Manajemen UGM (MM UGM) yang
berlokasi di Jakarta untuk berdiskusi
mengenai aktifitas pembelajaran disana.
Setelah coffee break usai pada pukul
10.15 WIB, diskusi dilanjutkan dengan
tema fasilitas dan sistem pendukung
pembelajaran di kampus. Sementara
Prof. Fernando D’ Alessio berdiskusi

dengan para mahasiswa dan alumni
MM UGM. Kegiatan yang diakhiri dengan
makan siang bersama itu dilanjutkan
dengan perjalanan menuju Bandara
Internasional Soekarno-Hatta untuk
melakukan penerbangan menuju
Yogyakarta bersama Prof. Kwei Tang.

UGM. Usai bertemu rektor, kegiatan
dilanjutkan dengan berdiskusi di Ruang
Kertanegara FEB UGM yang dimulai
dengan pengenalan fakultas dan diskusi
mengenai perencanaan strategi dan
strategi keuangan FEB bersama Business
School Leadership Team FEB UGM.

Tiba di Yogyakarta pukul 17.20
WIB, Peer Review Team beristirahat di
Hyatt Regency Hotel sebelum kembali
melakukan visitasi ke kampus FEB
UGM membahas strategic planning,
curriculum management, assurance of
learning, dan faculty management and
support esok lusa. Senin (03/03), Prof. Dr.
Pratikno, selaku Rektor UGM menyambut
kedatangan ketiga peer review team
sekaligus mengenalkan universitas
secara keseluruhan di Gedung Rektorat

Pukul 11.15, rombongan bergerak
menuju Gedung Pascasarjana
M.Sc. dan Doktoral untuk kembali
berdiskusi mengenai manajemen
kurikulum program sarjana (S1) dan
pascasarjana (S2 & S3). Menjelang
tengah hari, rombongan berada di
Gedung Pascasarjana MM UGM Kampus
Yogyakarta untuk makan siang bersama
beberapa mahasiswa program S1,
S2, dan S3. Usai istirahat dan makan
siang, diadakan sesi paralel mengenai

student admissions and support services
staff dan careers advisor on student
enrichment opportunities or activities.
Masih di gedung yang sama, usai sesi
parallel peer review team kembali
berdiskusi membahas Quality Assurance
Office dan Assurance of Learning
Task Force on Assurance of Learning
Process bersama tim dari fakultas yang
membidangi.
Usai rehat sore, sesi paralel kembali
digelar. Kali ini berisi pertemuan dengan
junior and senior faculty members dan
dilanjutkan dengan pertemuan bersama
International Office and Key Staff on
Internalization bersama jajaran dekanat
dan Manager of International Office FEB
UGM, Dr. Rangga Almahendra, S.T.,M.M.
Lelah dengan aneka kegiatan review,
peer review team dijamu dengan cocktail
hour dan makan malam bersama faculty
advisory board, industry partners, dan
perwakilan dari alumni di Balairung
UGM.
Selasa, (04/03) peer review team
menyaksikan presentasi mengenai
engaging with industry for student
learning outcomes sekaligus pertemuan
dengan perikatan alumni di Ruang
Sidang Kertanegara FEB UGM. Acara
hari itu dilanjutkan dengan pertemuan
dengan Komite Riset FEB UGM serta
pertemuan lain yang membahas
mengenai resources and administration
di Gedung Pertamina Tower FEB UGM.
Keesokan harinya, kegiatan peer
review team adalah melakukan debrief
dengan jajaran dekanat di kantor
dekanat yang dilanjutkan dengan exit
interview dengan jajaran rektorat di
gedung rektorat UGM. Siang hari, Prof.
Gonzalo Garland dan Prof. Fernando
Antonio D’Alessio bertolak ke Bandara
Adisucipto karena rangkaian review
akreditasi telah selesai diselenggarakan.
Lain dengan kedua rekannya, Prof. Kwei
Tang yang juga kepala tim review baru
meninggalkan Yogyakarta pada Kamis
(06/03).

EB News MARET 2014

28

AACSB - FEB UGM
SPECIAL REPORT

Sambutan Dekan pada acara Gala Dinner AACSB Peer Review
Team di Balairung

Prof. Fernando D’ Alessio
berjabat tangan dengan
Faculty Advisory Board (FAB)
FEB UGM

29

FAB FEB UGM dalam sesi Engaging with Industry

Sesi Resources and Administration dipresentasikan oleh Prof. Wihana Kirana
Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D, Prof. Dr. Slamet Sugiri, MBA., Ak. dan Eko Suwardi, M.Sc,
Ph.D

EB News MARET 2014

30

PARTNERSHIP

Inisiasi Kerjasama dengan Enam Bank
Syariah Terbesar di Indonesia

syariah, penyelenggaraan kuliah tamu
perbankan syariah.

F

akultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (FEB
UGM) berkomitmen untuk turut
berperan dalam pengembangan ilmu
perbankan syariah. FEB UGM berencana
akan bekerja sama dengan Bank Syariah
Mandiri, Bank Negara Indonesia Syariah,
Bank Muamalat, Bank Rakyat Indonesia
Syariah, Bank Mega Syariah dan Bank
DKI Syariah untuk penyelenggaraan

tujuh aktivitas akademik yang terkait
dengan pengembangan ilmu perbankan
syariah. Ketujuh program tersebut
antara lain: penyelenggaraan magang
bagi mahasiswa, pemberian beasiswa,
penyelenggaraan pelatihan terkait
perbankan syariah, penyelenggaraan
CEO Talk The Walk, penyelenggaraan
seleksi dan rekruitmen pegawai,
pengkajian regulasi perbankan

Jum’at (21/3) Direksi dan jajaran
manajemen dari kelima Bank yang akan
bekerja sama, Bank Syariah Mandiri,
Bank Negara Indonesia Syariah, Bank
Muamalat, Bank Rakyat Indonesia
Syariah dan Bank DKI Syariah, hadir
di FEB UGM untuk mendiskusikan
kerangka kerja sama tersebut. Selain
perwakilan dari manajemen Bank-bank
Syariah, hadir pula pada acara diskusi
rencana dan pelaksanaan kerja sama
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah
(PHU), Anggito Abimanyu, M.Sc, Ph.D.
Kunjungan dan diskusi diterima oleh
Dekan FEB UGM, Prof. Wihana Kirana
Jaya, M.Soc.Sc, Ph,D, Wakil Dekan
Bidang Penelitian, Kerjasama, Alumni
dan Pengabdian kepada Masyarakat,
Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D,
dan dua dosen FEB UGM yaitu Fuad
Rakhman, M.Sc, Ph.D dan Akhmad Akbar
Susamto, M.Phil, Ph.D (Cand). Kemitraan
ini nantinya akan fokus pengembangan
ilmu Perbankan Syariah dengan target
utama sivitas akademika FEB UGM yang
diharapkan akan memberikan manfaat
secara luas bagi masyarakat. [hk]

Perluas Peluang Double Degree di
Jerman

F

akultas Ekonomika dan Bisnis
menambah point kerjasama
baru dari Hochschule Osnabrück,
University of Applied Sciences, Faculty
of Business Management and Social
Sciences (Faculty of BMSS), Jerman.
Sebelumnya, FEB dan BMSS pernah
menandatangani kerjasama dimana
kedua belah pihak dapat mengirimkan
mahasiswanya untuk mengikuti program
student exchange dan juga research
joint program. Februari 2014 ini, FEB
kembali melakukan penandatanganan
Memorandum of Understanding (MoU)
dengan BMSS dengan memperbaharui
isi kerjasama untuk undegraduate
level dan juga master level, sehingga
kedua belah pihak dapat mengirimkan

31

mahasiswanya untuk mengikuti program
double degree. Pendandatanganan
MoU dilaksanakan di tempat terpisah
oleh Prof. Dr. Marie-Luise Rehn selaku
Vice President and Dean of the Faculty
of Business Management and Social
Sciences dan Prof. Wihana Kirana Jaya,
M.Soc.Sc., Ph.D selaku Dekan Fakultas
Ekonomika dan Bisnis UGM. Tentu saja
kerjasama ini memberikan kesempatan
bagi mahasiswa S1 International
Undergraduate Program (IUP) FEB UGM
untuk memiliki gelar Bachelor of Art
(B.A) International Management dari
BMSS, begitu pula dengan mahasiswa
Hochschule Osnabrück, University of
Applied Sciences, Faculty of Business
Management and Social Sciences

(Faculty of BMSS) untuk memiliki gelar
Sarjana Ekonomi (S.E.) dari UGM.
Sedang mahasiswa S2 dapat memiliki
gelar Master of Business Administration
(M.B.A) dari FEB UGM dan Master of
Arts (M.A) International Managemen
dari BMSS. Melalui kerjasama ini FEB
dan BMSS sepakat untuk membatasi
jumlah mahasiswa yang dikirim yaitu
lima mahasiswa di setiap tahunnya
untuk level S1, sedangkan untuk level
S2 hanya dibatasi untuk tiga mahasiswa
saja. Pintu untuk menuntut ilmu di
luar negeri semakin terbuka lebar, kini
saatnya mahasiswa untuk mengambil
kesempatan.

Jalin Kemitraaan di Negeri Sakura

D

i awal tahun 2014, FEB UGM
menjalin kerjasama dengan
salah satu universitas asal
negeri sakura, yaitu Graduate School of
Economics, Kyoto University. Universitas
ini merupakan universitas tertua kedua
di Jepang dan termasuk universitas
terbaik disana.

MoU kerjasama ini ditandatangani
secara terpisah oleh Prof. Dr. Kazuhiro
Ueta selaku Dekan dari Graduate
School of Economics, Kyoto University
pada tanggal 17 Desember 2013, dan
oleh Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.
Sc., Ph.D. selaku Dekan FEB UGM
pada tanggal 2 Januari 2014. Program
kerjasama yang menguntungkan
kedua belah pihak ini memberikan
kesempatan kepada Dosen FEB UGM

untuk melakukan joint research dan
guest lecture disana. Sedangkan bagi
mahasiswa FEB UGM, kerjasama ini
memfasilitasi mereka untuk mengikuti
program pertukaran di jenjang S1 dan
S2. Melalui kerjasama ini, diharapkan
menjadi peluang baru bagi civitas
akademika FEB UGM untuk memperluas
wawasan di negeri matahari terbit
tersebut.

SCHOLARSHIP AND RECRUITMENT

Peluang Karir di PT Unilever Indonesia
PT Unilever Indonesia merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi
produk rumah tangga berupa makanan, minuman, kosmetik, dan produk ternama
lainnya. Unilever Indonesia berdiri sejak 5 Desember 1933 dan selama itulah
produk-produk Unilever telah dikenal oleh masyarakat luas. Saat ini PT Unilever
Indonesia membuka peluang bagi Alumni FEB UGM yang berkriteria seperti memiliki
pengalaman dalam bidang akuntansi selama 2-3 tahun, fasih berbahasa Inggris, serta
memiliki kemampuan analisis yang kuat untuk bergabung dalam posisi:
Posisi

Pendidikan

Assistance Finance
Manager – Indonesia

Telah lulus S1
Akuntansi dengan
IPK > 3,00

Kode

Batas akhir

AFM

17 Maret 2014

Informasi lebih lanjut : https://unilever.taleo.net/careersection/external/jobdetail.ftl

Australia Awards Scholarship 2014/2015
Tahun 2014 Pemerintah Australia kembali memberikan kesempatan kepada
masyarakat Indonesia untuk mendapatkan beasiswa full time untuk bersekolah di
negeri koala tersebut. Australia Awards Scholarship merupakan beasiswa bergengsi
yang diselenggarakan oleh Pemerintah Australia setiap tahunnya. Pemerintah
Australia menyelenggarakan beasiswa ini dikarenakan mereka memahami
bahwa pendidikan memiliki andil besar untuk mengembangkan kemampuan dan
pengetahuan, membentuk pribadi, negara, dan jaringan professional yang enduring,
serta mampu memperngaruhi perubahan ke arah yang positif.
Beasiswa
Australia Awards Scholarship
2014/2015

Pendidikan
Sarjana Ekonomi

Batas akhir
18 July 2014

Informasi lebih lanjut : http://www.australiaawardsindo.or.id/

EB News MARET 2014

32

LECTURER’S ARTICLE
1

Eddy Junarsin, Ph.D.

Akreditasi Internasional
AACSB:
Buah Manis Sebuah
Perjuangan
Angin musim semi terasa segar
Bulan musim semi terang kemilau
Daun berguguran, awanpun buyar
Hati rindu bertemu, tak sabar lewati waktu

P

uisi di atas merefleksikan
perasaan sukacita Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) di sepanjang
bulan Maret tahun ini. Bulan Maret senantiasa dinantikan karena merupakan
permulaan musim semi yang indah dan
bergairah. Di bulan yang sama ini, FEB
UGM baru saja menerima official visit
tiga orang asesor dari badan akreditasi
internasional Association to Advance
Collegiate Schools of Business (AACSB), yaitu Prof. Gonzalo Garland, Prof.
Fernando d’Alessio, dan Prof. Kwei Tang.
Impresi ciamik dan komentar konstruktif
yang diberikan ketiga reviewers tersebut
membangkitkan optimisme yang luar
biasa bagi segenap civitas akademika
FEB UGM. Bila tidak ada aral melintang,
keputusan final yang akan diumumkan
pada bulan Mei 2014 niscaya akan menjadi klimaks perjuangan FEB UGM sejak
2005 untuk meraih akreditasi internasional bergengsi ini; sebuah perjalanan
panjang yang melewati empat periode
dekanat yaitu Prof. Ainun Na’im, Prof.
Marwan Asri, Prof. Lincolin Arsyad, dan
Prof. Wihana Kirana Jaya.
Makna Sebuah Perjuangan Panjang
Berbagai pihak, khususnya di awal
proses akreditasi, bertanya-tanya
mengenai manfaat konkret yang akan
dinikmati oleh mahasiswa dan dosen
FEB UGM setelah terakreditasi oleh AACSB. Sebenarnya ini bukan hal yang unik
untuk FEB UGM saja. Pada tahun 2007,
ketika saya memperoleh kesempatan
menjadi visiting professor di Hochschule
Pforzheim, seorang profesor senior yang
33

juga Ketua Jurusan Controlling mempertanyakan hal serupa dan bahkan
melancarkan covert complaints kepada
Dekan. Beberapa tahun kemudian,
sekolah tersebut akhirnya terakreditasi,
tentunya setelah melewati proses panjang konsolidasi internal dan perbaikan
eksternal.
Ketika kita menjumpai pertanyaan
mengenai makna dan manfaat akreditasi
internasional AACSB, berbagai respons
dapat diberikan, antara lain:
1. Memperbaiki kualitas belajarmengajar secara berkesinambungan.
Dengan terakreditasi AACSB, FEB UGM
harus terus mengikuti semua standar
kualitas yang digariskan agar dapat
mempertahankan akreditasi tersebut.
2. Meningkatkan kuantitas dan
kualitas riset civitas akademika FEB
UGM.
Lambat laun, FEB UGM harus
menyesuaikan diri dan memberi
perhatian lebih pada penelitian.
Bagaimanapun juga, penelitian yang
banyak dan berkualitas baik merupakan pilar pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu negara,
apalagi negara berkembang seperti
Indonesia.
3. Memperluas jaringan dan akses
internasional.
Setelah terakreditasi, FEB UGM
akan semakin diminati oleh berbagai
universitas partner di luar negeri, baik
untuk dual degree programs, pertukaran mahasiswa, maupun pertukaran
dosen.
4. Mewujudkan visi FEB UGM untuk
menjadi sekolah bisnis terbaik di

Indonesia dan terhormat di Asia
Tenggara.
FEB UGM akan menjadi sekolah
bisnis pertama di Indonesia yang
menerima akreditasi internasional
AACSB, yang secara tidak langsung
mengonfirmasi posisi sentral FEB
UGM di Indonesia dan Asia Tenggara.
5. Membubuhi logo AACSB di
ijazah lulusan FEB UGM.
Ini barangkali adalah alasan yang
paling tidak ilmiah, namun bisa
jadi merupakan alasan yang paling
praktis atau pragmatis karena
dapat meningkatkan nilai jual
alumni.
Tentunya masih banyak alasan dan
argumen lain yang dapat diberikan.
Dari semua respons di atas dan
berbagai argumen lain, saya ingin
memfokuskan diskusi pada satu point
of interest, yaitu sinyal. Sebuah paper
legendaris yang ditulis Akerlof (1970)
memberikan inspirasi yang luar biasa
bagi saya dalam menyusun artikel
ini. Paper berjudul “the Market for
Lemons” tersebut memaparkan tema
sentral mengenai ketidakpastian
kualitas.
Di dunia ini, semua orang dan
organisasi selalu menghadapi asymmetric information. Yang berbeda
hanyalah level asymmetric information yang dihadapi, ada yang cukup
kecil namun ada yang besar. Kualitas pendidikan dan lulusan negara
berkembang seperti Indonesia seringkali digeneralisasi dan dipersepsikan

LECTURER’S ARTICLE
sebagai lemon, alias berkualitas kurang
baik. Meskipun FEB UGM sudah memiliki kerangka dan operating procedures
yang relevan untuk menjadi center of
excellence di Indonesia, masalah lemon
tadi menyebabkan sulitnya industri dan
partner untuk memilah-milah asymmetric information akibat terlalu banyaknya
institusi pendidikan lemon di negara
berkembang.
Oleh karena itu, akreditasi internasional AACSB yang diraih oleh FEB UGM
akan memberikan sinyal yang sangat
positif, signifikan, dan relevan kepada
masyarakat Indonesia, Asia, dan dunia.
Dengan kata lain, akreditasi ini dapat
menjadi bukti autentik bahwa FEB UGM
bukan lemon meskipun berlokasi di sebuah negara berkembang. Tentu saja kita
tidak mengklaim bahwa FEB UGM sudah
menyamai high-caliber universities di
dunia dalam hal pengajaran maupun
penelitian, namun setidaknya akreditasi
internasional AACSB memberi konfirmasi
bahwa FEB UGM sudah memiliki quality
control dan akan mengimplementasikan
continuous quality improvements seperti
yang ditentukan dalam standar-standar
AACSB. Apalagi AACSB dianggap sebagai
standar akreditasi tertinggi, yang berada
di atas EQUIS, AMBA, dan ABEST21.
Implikasi Terhadap Fakultas, Mahasiswa, dan Dosen
Tidak dapat dipungkiri bahwa semenjak menjadi anggota AACSB (bahkan
sebelum terakreditasi), FEB UGM dan
civitas akademika di dalamnya mengalami euforia lonjakan peminat untuk
melakukan kerjasama, baik dari industri
maupun universitas partner mancanegara. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan
baik untuk meningkatkan citra atau
publisitas, dan memperluas akses bagi
civitas akademika FEB UGM untuk semakin terlibat dan kompetitif dalam industri
bisnis maupun policy-making entities.

Selain itu, mahasiswa dan dosen juga
memiliki kesempatan yang semakin
luas untuk menikmati eksposur internasional melalui berbagai program
akademik dan nonakademik. Hal ini
terbukti dengan semakin banyaknya
undangan bagi mahasiswa untuk
berpartisipasi dalam berbagai program
internasional, termasuk kompetisi
bergengsi. Misalnya, baru-baru ini Tim
FEB UGM mampu meraih juara pertama
CIMB ASEAN Stock Challenge 2013 di
Jakarta, dan juga juara pertama SolBridge Business Case Competition 2014
di Korea Selatan. Selain internasionalisasi dan orientasi prestasi, mahasiswa juga menikmati hasil akreditasi
di mana Fakutas senantiasa dituntut
untuk meningkatkan kualitas sarana-prasarana dan proses belajar-mengajar. Sementara itu, bagi dosen,
internasionalisasi juga semakin terasa
dengan semakin terbukanya peluang
mengikuti trainings dan juga menjadi
dosen tamu di berbagai universitas
partner di luar negeri.

What’s Next?
Lalu apa yang akan dilakukan FEB
UGM pascaakreditasi? Ini adalah
pertanyaan besar yang memerlukan
keseriusan pejabat Fakultas maupun
seluruh civitas akademika untuk
melakukan tindak lanjut. Akreditasi
internasional AACSB dapat diibaratkan
sebagai pemolesan dari luar, sedangkan pembangunan sebuah rumah yang
baik seyogyanya dimulai dari pondasi
yang kuat dan interior yang sehat. Dengan kata lain, meskipun telah memperoleh polesan eksternal yang indah, FEB
UGM harus terus berupaya memperbaiki kondisi internal agar semakin sehat
dan kuat secara organik.
Kita dapat memulai proses ini dari
hal-hal mendasar, seperti perbaikan
laboratorium komputer (penyediaan

perangkat komputer mutakhir dan
bebas virus); pengecekan rutin proyektor, komputer, lampu, dan sarana
pembelajaran di kelas; perbaikan sistem
informasi teknologi dan komunikasi di
kampus; penyediaan software penting
secara masif di kampus; pembelian databases vital (misalnya CRSP, Compustat, ExecuComp, SDC, WRDS, dll.) untuk
menunjang penelitian; penyediaan alat
pengecek plagiarisme (misalnya Turn It
In atau D2L); restrukturisasi kompensasi
dan insentif yang tepat untuk merangsang dosen melakukan riset, mempresentasikan paper dalam konferensi
internasional, dan memublikasikan
papernya dalam jurnal internasional
yang semakin berkualitas; dan lain-lain.
Meraih akreditasi merupakan prestasi
yang membanggakan, namun mempertahankan akreditasi memerlukan upaya
dan kerja keras yang tidak sedikit. Oleh
karena itu, segenap civitas akademika
FEB UGM dapat memulai quality improvements dari dirinya sendiri melalui
hal-hal mendasar. Tentunya lebih baik
lagi apabila terjadi quantum leaps dalam segala aspek di Fakultas tercinta.
Sebagai penutup, jalinan cinta antara
FEB UGM dan akreditasi internasional
AACSB dapat dideskripsikan oleh lirik
lagu berikut:

“Yes I may dream a million dreams,
but how can they come true...
...if there will never ever be another
you?” (Warren and Gordon 1942)
AACSB memang the only one dan on
the top in today’s standard. Selamat,
FEB UGM!
1

Penulis adalah Editor-in-Chief of the
Journal of Indonesian Economy and
Business

UPCOMING EVENT

Economics Jazz Live XIX

E

conomics Jazz Live XIX kembali
menghadirkan musisi tersohor
dunia. Kali ini, Lee Ritenour dan
Phil Perry akan memuaskan penikmat
musik jazz di Yogyakarta pada 17 Mei
2014. Gedung Grha Sabha Permana
Universitas Gadjah Mada dipilih
untuk menjadi venue yang apik untuk
pagelaran Economics Jazz Live XIX.
Selain musisi kelas dunia, beberapa
musisi tanah air juga akan memeriahkan

pagelaran musik jazz yang rutin
dilaksanakan setiap tahun ini. Penyanyi
muda berbakat Monita Tahalea dan
grup musik RAN membawakan lagulagu favorit para pecinta jazz. Dengan
beraneka ragam pilihan harga tiket
masuk yang dibanderol mulai Rp75.000,hingga Rp400.000,-, Economics Jazz
Live XIX menjadi konser music jazz yang
affordable bagi semua kalangan. Enjoy
the show!
EB News MARET 2014

34

S

udah banyak prestasi baik
nasional maupun internasional
yang dicetak oleh dosen maupun
akademisi FEB UGM. Akan tetapi, torehan prestasi bagi dosen yang baru saja
menyelesaikan studi doktor dan harus
berbagi waktu sebagai ibu rumah tangga
nampaknya masih belum banyak.
Namun pengecualian bagi Zuni Barokah,
S.E., M.Com., Ph.D., dosen FEB UGM,
yang baru saja meraih prestasi prestisius
di ajang internasional.
Dosen yang mengajar di program sarjana, magister akuntansi, dan magister
manajemen FEB UGM tersebut berhasil
meraih penghargaan the best reviewer
dalam 20th Annual Midyear Meeting
International Accounting Section,
American Accounting Association yang
diselenggarakan 20–22 Februari 2014
di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.
Event yang menjadi ajang diskusi intelektual internasional diikuti lebih dari
45 universitas ternama di dunia yang
sebagian besar berasal dari Amerika
Serikat, Eropa, Australia, dan Asia.
Zuni, yang baru saja pulang dari studi
doktornya di Queensland University
of Technology, Australia, tahun 2013
berhasil menyisihkan peserta lain yang
merupakan profesor-profesor terkenal di universitas ternama. Meskipun
kesempatan menghadiri konferensi AAA
baru kali pertama, tetapi ketika studi di
Australia ia sudah sering berpartisipasi
dalam acara diskusi intelektual yang
diadakan universitas, seperti halnya
menjadi discussant maupun penyaji,
serta pernah juga berpartisipasi dalam
doctoral symposium and conference
yang diselenggarakan oleh Accounting
and Finance Australia and New Zealand
(AFAANZ) di Christchurch.
35

Berbekal Pengalaman
Studi, Zuni Torehkan
Prestasi Internasional
UGM pun patut berbangga karena
menjadi satu-satunya universitas di
Indonesia yang berhasil lolos dalam
ajang tersebut. Koleganya sebagai
dosen di FEB, Singgih Wijayana, S.E.,
M.Si., Ph.D, juga lolos dalam ajang ini.
“Saya optimis UGM akan semakin sejajar dengan Monash University, National
University of Singapore, dan universitas
terkenal lainnya” tukas optimis Zuni.
Awalnya, Zuni tidak terpikir akan
menjadi researcher. Ketika studi di program sarjana FEB UGM beliau konsen
menjadi auditor. Akan tetapi, takdir
mengantarkan Zuni menjadi dosen
dan berkecimpung di dunia penelitian.
Beliau melanjutkan studi magister dan
doktor masing-masing di The University of New South Wales, Australia (lulus
tahun 2004) dan Queensland University
of Technology, Australia (lulus tahun
2013).
Dalam konferensi ini Zuni melalui
paper dengan judul Corporate Related-Party Disclosure: Empirical Evidence
from the Asia-Pacific Region mencoba
menguak faktor lain dalam mendukung
keandalan laporan perusahaan. Paper
ini disusun selama kurang lebih tiga
tahun dengan jangkauan penelitian
Asia-Pasifik. Supervisor dalam penelitian ini adalah dosen pembimbing S3
yang dikenalnya sejak menempuh studi
S2 di UNSW Australia.
Sebenarnya, ia tidak terpikir untuk
menjadi reviewer dalam ajang ini.
Namun, ketika panita menawarkan
kepada beliau untuk menjadi voluntary
reviewer, tantangan itu pun diambil
berbekal pengalaman yang didapatkan
ketika studi di Australia. Dan akhirnya
justru dapat meraih penghargaan.

Zuni mengakui menemui banyak
kendala dalam menyusun penelitian ini. Selain harus berbagi waktu
sebagai ibu rumah tangga dengan
dua putrinya yang masih kecil, akses
informasi perusahaan-perusahaan
di beberapa negara di Asia, termasuk
Indonesia masih sangat susah. Proses
penyusunan penelitian pun harus
beliau lakukan lebih keras. Sehingga, ketika sharing dengan peserta
dari universitas lain, beliau merasa
Indonesia dan UGM harus segera
berbenah.
“Tentu akan saya praktikkan
pengalaman dari konferensi ini untuk
membimbing mahasiswa. Mereka punya banyak potensi untuk berprestasi” ungkap dosen yang “asli” Boyolali
ini. Selain peserta konferensi bertukar
ide dalam perkembangan keilmiahan, peserta juga berkesempatan
mengikuti workshop tentang metode
pengajaran International Financial
Reporting Standard (IFRS) kepada
mahasiswa.
Prestasi ini tidak membuat Zuni
puas. Kedepannya, Beliau memiliki target-target prestasi yang
ingin dicapai. Salah satunya adalah
memperbaiki paper ini agar dapat
dipublikasikan di jurnal internasional. Jika Zuni adalah peraih the best
reviewer, maka the best paper diraih
Herita Akamah dari Oklahoma University dengan judul Income Shifting
and Geographic Disclosure Quality.
Akhirnya, apresiasi terimakasih pun
disampaikan kepada UGM dan FEB
yang telah memberikan dukungan
maksimal terhadap keikutsertaannya
dalam konferensi tersebut. (Ibe)

Taste
the coffee
and enjoy
the view
of Yogyakarta
Enak Banget!

8th floor Pertamina Tower FEB UGM
@enakbanget_EB
EB News MARET 2014

36

NEWS FROM ABROAD

Heni Wahyuni, Ph.D.

Good Day, Mate!
Keindahan Sydney di
Setiap Sudut Kota

D

i tengah kesibukan persiapan
menyelesaikan studi, senang
sekali redaksi EB NEWS
menghubungi saya untuk sedikit
berbagi cerita studi di Sydney,
Australia. Hal ini memberikan
semangat untuk saya semakin
mempercepat penyelesaian studi saya
dan kembali ke Indonesia.
Sydney adalah ibukota Negara
bagian New South Wales, Australia.
Sebelum kedatangan orang-orang

37

Eropa, New South Wales telah dihuni
oleh bangsa Aborigin selama beriburibu tahun lamanya. Orang-orang
Eropa tinggal di Sydney setelah kota
ini dipilih sebagai tempat untuk
para tahanan Inggris. Dua dekade
berikutnya, Gubernur Lachlan Macquarie
menetapkan New South Wales, negara
bagian pertama di Australia, sebagai
tempat tinggal bebas bagi warga. Sejak
saat inilah, perekonomian di Sydney
berkembang pesat dan menjadi salah
satu kota multikultur terbesar di dunia

yang ditinggali lebih dari 180 bangsa.
Sydney merupakan salah satu kota
tujuan wisata utama dunia dan kota
yang sangat nyaman untuk tinggal.
Tidak hanya terkenal dengan Opera
House dan Darling Harbour, tetapi kota
ini memiliki museum-museum dan galeri
seni dan budaya yang sangat beragam.
Sydney mempunyai banyak event seni
dan budaya baik indoor dan outdoor
seperti Sydney Festival. Pesta kembang
api tahun baru di Sydney adalah salah

satu yang paling spektakuler di dunia.
Yang pasti Sydney juga terkenal sebagai
kota tujuan utama studi di Australia.
Kota ini merepresentasikan kota
multikultur karena pelajar yang datang
untuk belajar di sini berasal dari hampir
seluruh penjuru dunia.

EB News MARET 2014

38

NEWS FROM ABROAD

Memilih Studi di Sydney
Sydney merupakan kota dengan
fasilitas yang lengkap dan menarik
banyak pelajar dari berbagai daerah
baik dari dalam dan luar Australia. Entah
apakah karena keunggulan tersebut,
Sydney menjadi salah satu kota di dunia
dengan biaya hidup yang sangat tinggi.
Sebagai pelajar yang datang dengan
beasiswa dan membawa keluarga, hal ini
merupakan salah satu tantangan besar
buat saya. Mahasiswa yang membawa
keluarga umumnya tinggal cukup jauh
dengan tempat studi. Namun demikian,
fasilitas transportasi umum di sini sangat
baik, meskipun biaya transportasi juga
tidak murah.
Sydney mempunyai banyak
universitas-universitas kelas dunia.
Namun mungkin akan banyak yang
bertanya ketika saya mengatakan bahwa
saya mengambil program doktor di
University of Technology, Sydney dan
menanyakan kualitas pendidikan di
universitas yang memang baru berumur
25 tahun ini. Namun, memilih studi S3
menurut saya yang terpenting adalah
mempunyai pembimbing yang aktif,
profesional, ahli di bidangnya, dan berkelas internasional, serta di dukung oleh
fasilitas universitas yang menunjang
riset kita. Di universitas inilah, tepatnya

di Centre for Health Economics
Research and Evaluation (CHERE), saya
mendapat excellent support untuk
bidang studi yang saya tekuni sekarang
ini, yaitu Health Economics (Ekonomika
Kesehatan). CHERE merupakan salah
satu centre of excellent terbesar di dunia
di bidang Ekonomika Kesehatan, di
bawah UTS Business School yang telah
lama mendapatkan akreditasi AACSB.
Terlibat dalam salah satu pusat riset
yang besar sangat saya syukuri karena
hal ini merupakan kesempatan yang
langka.
Selain itu saya juga mendapat
kesempatan belajar banyak bersama
pembimbing yang berkelas internasional
dan berpengalaman di bidangnya,
yaitu Profesor Jane Hall dan Profesor

Rosalie Viney. Profesor Jane Hall
pernah menjabat sebagai Presiden
iHEA (International Health Economics
Association), organisasi Health
Economists internasional, dan sangat
aktif menulis di jurnal internasional
seperti Journal of Health Economics
dan Health Economics. Sedangkan
Profesor Rosalie Viney adalah Direktur
CHERE dan Direktur Australia Health
Economics Association (AHES). Selain
itu, selama studi di Sydney, saya juga
mendapatkan kesempatan kuliah di
University of Sydney dan University
of New South Wales, dua universitas
yang tidak diragukan lagi kualitasnya,
ditambah dengan kesempatan untuk
mempresentasikan hasil riset S3 saya di
berbagai seminar internasional.

Program Doctoral di
University of Technology, Sydney (UTS)
Program doktor di UTS memiliki
proses yang pada umumnya sama
dengan di universitas-universitas lain
di Australia, yaitu melakukan riset
menyeluruh dari awal hingga akhir
studi. Di UTS sendiri, terdapat beberapa
tahapan yang harus dilalui. Pertama,
mempersiapkan proposal riset, yang
pada umumnya dilakukan di tahun
pertama studi. Setelah proposal siap,
maka mahasiswa akan mengikuti
ujian proposal yang disebut Doctoral
Assessment dengan mempresentasikan
secara singkat proposal riset kita di
depan panel supervisor dan examiners
dari faculty/ school. Presentasi ini
bersifat terbuka, sehingga mahasiswa
yang lain dapat mengikutinya. Tahap
kedua adalah melakukan riset sesuai
dengan proposal yang telah diujikan
39

dalam Doctoral Assessment. Dalam
melakukan riset, mahasiswa juga
diperkenankan untuk mengikuti kuliah
(sit in) di mata kuliah yang berkaitan
dengan riset. Dalam kesempatan ini,
saya memperoleh kesempatan untuk
mengikuti mata kuliah ekonometrika
dan health economics di University
of New South Wales dan University

of Sydney. Supervisors menyarankan
saya untuk tidak sekedar sit in, tetapi
mengikuti seluruh proses perkuliahan
sampai dengan mendapatkan nilai akhir
mata kuliah. Tentu saja ini merupakan
kesempatan yang baik sekaligus
tantangan buat saya karena pada saat
itu saya juga harus mempersiapkan
proposal Doctoral Assessment. Setelah

lulus ujian proposal, tahap selanjutnya
adalah mengolah data, menganalisis,
dan menulis thesis. Selama tahap ini,
saya mempunyai kesempatan untuk
mempresentasikan hasil riset di seminar
nasional dan internasional di bidang
health economics, antara lain AHES dan
iHEA conferences.

mempunyai banyak program untuk
anak-anak selama school holiday.
Belum lagi keindahan pantai-pantainya
yang tersebar cukup banyak di Sydney
dan sekitarnya, tempat bermain yang
cukup aman bagi anak-anak. Untuk
mengobati rasa rindu dengan Indonesia,
saya mengikuti beberapa kegiatan
perkumpulan pelajar dan masyarakat
Indonesia di Sydney. Singkat kata, studi
di Sydney dengan membawa keluarga
menjadi hal yang sangat menyenangkan.

Negeri Kangguru ini. Pemerintah negara
ini sangat menjamin kesejahteraan
hidup masyarakatnya. Fasilitas publik
seperti pendidikan, transportasi, dan
kesehatan sangatlah diutamakan.
Anak-anak mendapatkan kesempatan
pendidikan gratis di sekolah, jaminan
kesehatan yang baik, dan lingkungan
yang bersih dan sehat. Selain itu, hidup
bertetangga dengan orang yang berasal
dari berbagai bangsa, telah memperkaya
pengalaman saya dan anak-anak selama
tinggal di Sydney. Meskipun saat ini saya
telah menyelesaikan thesis saya dan
kembali ke Indonesia, namun kerinduan
kami tentang Sydney sangat besar.
Mudah-mudahan pengalaman selama
studi saya di Sydney ini tidak hanya
bermanfaat bagi saya dan keluarga,
tetapi juga sharing pengalaman ini juga
dapat bermanfaat bagi teman-teman
yang tertarik untuk studi di Sydney, yang
mempunyai keindahan di setiap sudut
kotanya.

Lika-liku Studi dan
Tinggal di Sydney
Mulai tahun kedua studi, saya
membawa kedua anak saya bersama
saya tinggal di Sydney. Ketika itu,
anak pertama berumur 9,5 tahun dan
yang kedua 5,5 tahun. Pengalaman ini
mungkin juga dialami oleh teman-teman
akademisi wanita yang lain, studi sambil
momong anak. Di awal kedatangan,
banyak sekali tantangan yang kami
hadapi. Mulai dengan persoalan bahasa
sampai dengan masalah penyesuaian
dengan cuaca. Selain itu, perjuangan
mengatur waktu antara riset dengan
mengurus anak merupakan tantangan
lain yang cukup besar. Namun demikian,
Alhamdulillah saya menemukan ternyata
dukungan teman-teman yang tinggal di
Sydney sangat luar biasa, mereka sudah
seperti saudara bagi keluarga kami. Dan
tentu saja kerjasama dan pengertian
anak-anak sangat penting untuk
kelancaran studi.
Dukungan yang lain adalah, tidak
sulit menemukan makanan bercita
rasa Indonesia dan Asia di Sydney,
toko dan restoran Indonesia dan Asia
banyak tersebar di Sydney. Yang paling
mengasyikkan soal makanan bagi kami
adalah kami bisa mencoba berbagai
macam buah dengan harga yang relatif
murah. Keuntungan yang lain studi
di Sydney adalah bisa belajar sambil
jalan-jalan. Terdapat banyak sekali
tujuan wisata di Sydney dan hampir
semuanya terjangkau dengan alat
transportasi umum. Tidak hanya itu saja,
Sydney adalah surga bagi anak-anak
untuk bermain dan beraktifitas. Taman
bermain untuk anak banyak tersebar
di setiap suburban di Sydney dengan
fasilitas permainan anak dan tempat
yang luas, juga banyak diantaranya
dilengkapi dengan fasilitas barbeque.
Perpustakaan juga ada di setiap
suburban dengan koleksi buku yang
cukup lengkap dan dapat diakses
dengan tanpa biaya. Perpustakaan juga

Catatan Akhir
Selama empat tahun belajar
di Sydney, telah meninggalkan
pengalaman yang berharga buat
saya. Di negeri ini, saya tidak hanya
belajar mengenai segala sesuatu yang
berhubungan dengan riset semata.
Namun saya juga banyak belajar tentang
masyarakat dan kehidupan bernegara di

EB News MARET 2014

40

ALUMNI CORNER

CAREER
PATH

1990

IBM Marketing Trainee

1994 – 1997

IBM Manufacturing and
Process Industry Manager

1998 – 2000

IBM Personal System
Group Country Manager

2001 – 2006

IBM Systems and
Technology Group and
Business Partner Country
Manager

SURYO
SUWIGNJO

IBM ASEAN Business Unit
Executive for System di
Singapura

Energi Perubahan
bagi IBM Indonesia

2008 – Maret
2014

Tumbuh dan berkembang selama 77 tahun di Indonesia, IBM
Indonesia berhasil dalam menjaga keberlangsungannya sebagai
salah satu perusahaan terkemuka penyedia teknologi informasi
(TI) terkini, dan solusi-solusi bisnis bagi konsumennya.

2006

Direktur Utama IBM

APRIL 2014
Presiden Direktur Philips
Indonesia
41

*Wawancara dilakukan pada awal Februari 2014. Pada April 2014 Suryo
Suwignjo mulai efektif menjabat sebagai Presiden Direktur Philips
Indonesia

“Semoga kedepannya FEB UGM
akan terus meraih sukses dan dapat
berkontribusi bagi bangsa dan
negara, bagi rekan-rekan mahasiswa,
kesuksesan adalah wujud dari
”kebiasaan” yang dibentuk sedini
mungkin, untuk itu mulailah bersiap
untuk meraih sukses dari bangku
kuliah”. (Suryo Suwignjo, Direktur
Utama IBM Indonesia)

T

idak hanya pada
keberhasilannya dalam lini
bisnis saja, IBM juga aktif dalam
memajukan masyarakat Indonesia
dalam peningkatan kelestarian
lingkungan, struktur ekonomi, dan
sosial. Upaya ini dilakukan melalui
kegiatan tanggung jawab sosial
perusahaan bagi masyarakat, seperti
kontribusi yang telah dilakukan IBM
pada korban bencana alam yang
terjadi di Indonesia. Bagi negeri ini,
IBM berkontribusi dalam mendorong
berdirinya lini-lini bisnis baru dan
membangun infrastruktur TI untuk
mendukung tercapainya negara yang
kompetitif di tingkat global.
Menyelisik lebih dalam terkait
perusahaan ini, siapakah Direktur
Utama saat ini dibalik kesuksesan
IBM Indonesia? Suryo Suwignjo, pria
kelahiran Semarang ini mulai menjabat
sebagai Direktur Utama IBM Indonesia
sejak Januari 2008 silam. Ia berkarir di
IBM Indonesia dari nol sebagai Marketing
Trainee di bulan Januari 1990. Karirnya
terus berkembang dimana ia memegang
beberapa posisi kunci sebelum akhirnya
menjabat sebagai Direktur Utama.
Minimnya pengetahuan tentang
teknologi informasi menjadi tantangan
Suryo di awal karirnya di perusahaan
ini. Ia dapat menjawab tantangan itu
dengan mudah dalam waktu singkat

dengan kerja keras, ketekunan, dan
keinginan untuk terus maju. Keberanian
untuk menerima tantangan baru dan
senantiasa berkiblat pada kemajuan
memicunya untuk dapat menapaki
jenjang karirnya hingga mencapai posisi
teratas di perusahaan.
Patut berbangga Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
(FEB UGM) memiliki alumni yang handal
dan mumpuni di bidang yang ia tekuni
seperti Suryo Suwignjo ini. Selepas lulus
dari SMAN 1 (Teladan) Yogyakarta, ia
memutuskan untuk mengambil jurusan
Akuntansi di FE UGM (FEB UGM saat itured) dengan alasan karena kesukaannya
pada dinamika bisnis dan keinginannya
yang besar untuk belajar tentang dunia
bisnis pada tingkat lanjut. “Selain
itu, pertimbangan saya saat itu UGM
merupakan salah satu pilihan universitas
terbaik,” tambahnya.
Suryo menikmati masa-masa
kuliah di FE UGM, ia merasakan lebih
banyak suka daripada duka. Ia sangat
terkesan dengan gedung perkuliahan
yang bertempat di gedung pusat,
”gedungnya sudah tua tapi sangat indah
dan bergengsi”. Selain itu, temanteman kuliahnya juga sangat baik dan
bersahabat. Hal lain yang berkesan
bagi pria dengan hobi olah raga ini
adalah profesionalitas para dosen

yang dijunjung tinggi dengan sikap
yang bersahaja. Pelajaran yang sangat
berharga masih diingatnya ketika
bertemu dengan dosen yang dianggap
killer yang memperkenalkan kerasnya
kehidupan setelah kuliah. Sejalan
dengan bergantinya waktu justru dosen
tersebut yang sangat berkesan.
Berbicara mengenai kunci sukses,
Suryo mengungkapkan bahwa tidak ada
resep khusus untuk meraih kesuksekan.
“Menurut saya apapun kiat yang
digunakan untuk meraih kesuksesan
yang paling penting adalah bagaimana
cara menerapkan kiat tersebut dalam
kehidupan berkarir kita”, ungkapnya.
Bagi Suryo eksekusi dan pelaksanaan
adalah satu hal yang utama dalam
meraih kesuksesan, “When the Rubber
Meets the Road”. Pesan khusus dari
ayah dua putra bagi kebanggaannya
sebagai alumni, “semoga kedepannya
FEB UGM akan terus meraih sukses
dan dapat berkontribusi bagi bangsa
dan negara, bagi rekan-rekan
mahasiswa, kesuksesan adalah wujud
dari ”kebiasaan” yang dibentuk
sedini mungkin, untuk itu mulailah
bersiap untuk meraih sukses dari
bangku kuliah”. Suryo percaya bahwa
keberuntungan akan berpihak bagi
orang yang berani bertindak dan
mengambil resiko, “Fortune Favors the
Bold ”. (hk)
EB News MARET 2014

42

AROUND BULAKSUMUR

Wujud Nyata UGM
menjadi Educopolis

L

ingkungan dan manusia bagaikan
kepingan koin yang tidak dapat
dipisahkan. Interaksi antara
keduanya saling mempengaruhi.
Ketika manusia telah egois melalaikan
lingkungannya, seperti memberi
banyak polusi, membuang sampah
sembarangan, dan tidak sadar akan
lingkungan, maka lingkungan pun
enggan bersahabat dengan manusia.
Alhasil, lingkungan tidak memberikan
kenyamanan bagi manusia. Udara yang
semakin sesak dan bencana sering
melanda dimana-mana.
Educopolis adalah sebuah kata
yang belakangan ini sering mencuat
terkait pengembangan fisik yang
berkonsentrasi terhadap lingkungan di
wilayah UGM. Kata ini menjadi brand
dari arah pengembangan fisik UGM
yang tertuang dalam Rencana Induk
Pengembangan Kampus 2005-2015. Kata
yang mengadaptasi bahasa Yunani ini
berarti UGM berkomitmen mendukung
terciptanya suatu lingkungan yang
kondusif untuk proses pembelajaran
dalam konteks pengembangan
kolaborasi multidisiplin dan tanggap
terhadap isu ekologi demi mencapai
visi universitas. 2015 sudah semakin
dekat, pembangunan pun sudah mulai
terlihat dalam upaya mewujudkan
kampus Educopolis. Hal ini dilakukan
dengan meminimalkan polusi
udara, memaksimalkan lahan hijau,
memperbanyak ruang terbuka hijau,
dan pembangunan gedung dilakukan
secara vertikal/bertingkat. Wujud nyata
pembangunan tersebut salah satunya
43

Asrama Bulak Sumur Residence (BSR).
Kemudian, jika kita mencermati di
samping jalan menuju lembah UGM
tampak terdapat pengerjaan proyek
Wishdom Park. “Wishdom Park adalah
istilah yang berarti kebijakan kearifan
untuk memfungsikan kembali taman
sebagaimana seharusnya ungkap
Muhammad Yusuf, S.T., MPA, Kepala
Sub-direktorat Program Pengembangan
dan Kinerja Pengolahan Sumberdaya
UGM. Proyek tersebut didanai dari
hibah dari Balai Besar Wilayah Sungai
(BBWS) Serayu Opak Direktorat
Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA)
Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Yusuf, mengungkapkan proyek Wishdom
Park ini mengembalikan Kali Belik
yang tidak tertata untuk bisa berfungsi
sebagaimana aslinya.
Memang, saat ini UGM sedang
menggalakkan zero-run-off, yaitu
meminimalkan air yang mengalir
dengan memaksimalkan peresapan
ke tanah. Kali Belik yang ada di
Lembah UGM adalah salah satu sumber
banjir bagi wilayah-wilayah yang
dilintasi kali tersebut, seperti Klitren,
Gondokusuman, dan sebagian wilayah
Umbulharjo. Selain sering dijadikan
tempat pembuangan sampah, di wilayah
tersebut terdapat bangunan yang
menyalahi aturan sempadan, termasuk
Badan Penerbitan Fakultas Ekonomi
(BPFE). Sempadan adalah garis batas
bebas bangunan di samping kanan
dan kiri sungai. Di wilayah sungai belik
hingga kali mambu dalam jarak lima
meter seharusnya steril dari bangunan

warga. Sehingga, dengan proyek
Wishdom Park ini diharapkan UGM dapat
menjadi pionir bagi masyarakat tentang
sempadan ini yang selama ini diabaikan.
Yusuf berkata, “Ini lho bangunan
UGM yang tidak memenuhi kriteria
sempadan saja dirobohkan. Bangunan
BPFE ini menyalahi aturan sempadan
ketika dibangun dahulu. Dan karena
UGM lalai, UGM bertindak tegas untuk
menghancurkannya”. Artinya beliau
berharap bahwa masyarakat sadar
bahwa sempadan di sekitar sungai itu
harus dipatuhi. Jika aturan ini tidak
diindahkan, maka banjir yang sering
terjadi di Jakarta karena melupakan
aturan ini bukan tidak mustahil akan
terjadi di Yogyakarta.
Secara khusus, dalam proyek
Wishdom Park akan dibangun kolam
tampungan air hujan (embung), jogging
track, taman, dan lahan konservasi
maupun tumbuh-tumbuhan. Nantinya
penghuni BSR, mahasiswa UGM, dan
masyarakat luas dapat memanfaatkan
fasilitas tersebut. Pengerjaan proyek ini
terus berjalan. Progres yang paling baru
adalah terselesaikannya pembuatan
embung pada tahun 2013 kemarin.
Tinggal nantinya dilengkapi dengan
fasilitas-fasilitas di ruang terbuka hijau
tersebut. Marilah kita berpartisipasi
mendukung komitmen kampus
Educopolis ini. (ibe)

ADVERTORIAL

Bram menyadari bahwa hal tersebut
adalah keunggulan dari PPI dan dapat
dimanfaatkan untuk mengembangkan
organisasi dan anggotanya. Berbekal
semangat tersebut Bram pun
mencalonkan diri menjadi kandidat
Ketua PPI Rotterdam hanya dalam waktu
dua bulan setibanya ia di Rotterdam
untuk pertama kalinya. Berbekal visimisi yang nyata dan ketulusan untuk
membuat organisasi menjadi lebih
baik, Bram mengungguli perolehan
vote dari kandidat lainnya. “Aku hanya
mencoba membuktikan bahwa aku
akan memberikan yang terbaik dan
menghormati setiap orang disana,”
ungkap Bram menanggapi prestasinya
terpilih sebagai ketua PPI Rotterdam
selama satu periode.

Ketua PPI yang Hobi
Berdiskusi

T

elah banyak mahasiswa FEB
UGM yang menuntut ilmu
ke luar negeri. Baik melalui
program pertukaran pelajar, summer
course, hingga double degree. Tidak
sedikit pula yang kembali ke tanah air
dengan prestasi yang mengagumkan.
Tinggal selama beberapa bulan di negeri
orang yang masih asing ternyata tidak
menjadi hambatan bagi mahasiswa
FEB UGM untuk menunjukkan bakat
dan kemampuan mereka. Salah
satunya adalah mahasiswa IUP FEB
UGM angkatan 2010, Bramantya Adi
Nugraha, yang baru saja kembali dari
menyelesaikan program double degree
di Erasmus School of Economics di

Rotterdam, Belanda.
Bram, begitu teman-teman akrab
menyapanya, menempuh program
double degree dengan konsentrasi
ilmu ekonomi sejak Agustus 2012.
Ia menyelesaikan studinya selama
satu tahun yang dipenuhi dengan
berbagai pengalaman dan kenangan
manis tentang Rotterdam. Tidak
hanya aktif sebagai mahasiswa di
lingkungan kampus, Bram juga aktif
dalam organisasi Perhimpunan
Pelajar Indonesia (PPI) di Rotterdam.
Ketertarikannya dalam berdiskusi
dan berbagi pengetahuan sangat
cocok dengan PPI yang merupakan
himpunan pelajar dari multidisiplin ilmu.

Berbagai kegiatan dijalankan dengan
baik oleh Bram dan teman-teman
PPI Rotterdam. Selama mengemban
amanah sebagai ketua, Bram
menghidupkan kembali jiwa diskusi
dan tukar pikiran antar anggota PPI
Rotterdam. Setiap anggota mampu
mendapatkan insight ilmu dan
pengalaman baru dari berbagai disiplin
ilmu dan tingkat pendidikan. Namun,
tidak hanya bidang keilmuan saja
yang menjadi fokus Bram. Kegiatan
sosial, olahraga, dan seni juga tidak
kalah penting untuk tetap dilakukan.
Kejuaraan olahraga, kegiatan sosial di
taman bunga tulip, dan malam akustik
merupakan beberapa acara yang
dikoordinir Bram untuk menciptakan
suasanya santai dan menyenangkan bagi
pelajar Indonesia di Rotterdam. Bram
mengakui tidak sulit untuk menjabat
sebagai ketua PPI dibarengi dengan
beban akademiknya menyelesaikan
program double degree. “Aku selalu go
happy saja, kalau ada masalah atau
sesuatu yang membuat sedih akan
aku ceritakan ke orang lain sehingga
bebannya semakin ringan dan dapat
solusinya,” ungkap Bram optimis.
Setelah kembali ke Indonesia, Bram
mengaku masih ingin mengeksplorasi
ilmu dari belahan dunia lain. Ia ingin
melanjutkan sekolah master di luar
negeri dan kalau bisa kembali ke
Rotterdam lagi ia tidak akan menyianyiakan kesempatan tersebut. “Aku
ingin kembali lagi ke Rotterdam jika ada
kesempatan,” curhat Bram. Apakah Bram
akan kembali ke Rotterdam dan menjadi
ketua PPI untuk kedua kalinya? Semoga
saja, Bram. (Poppy)

EB News MARET 2014

44

STUDENT’S CORNER

Elisabeth Sherly Kurniawan:
dari Kungfu ke Taekwondo
Kesan feminin muncul ketika pertama kali berkenalan dengan Elisabeth Sherly
Kurniawan. Dengan senyum tersipu, tutur kata yang halus dan rambut panjang
tergerai, cukup sulit membayangkan ia seorang atlet taekwondo.

“Aku atlet di cabang Poomsae (cabang
seni taekwondo yang berisi rangkaian
teknik gerakan dasar serangan dan
pertahanan diri, yang dilakukan
melawan lawan yang imajiner, dengan
mengikuti diagram tertentu) jadi
memang tidak pukul-pukulan,” jelasnya
ramah. Meskipun begitu, Sherly tidak
serta merta melakoni cabang seni bela
diri ketika pertama kali bergabung
dengan taekwondo. Berawal dari
keinginannya belajar kungfu, Ayah Sherly
memilih mendaftarkannya di sebuah
dojang (sanggar berlatih taekwondo)
karena kungfu dirasa terlalu berat
untuk Sherly kecil. Ya, saat itu Sherly
bersekolah di SDN Tukangan 1 dan
masih mengikuti les menari, kegiatan
yang dilakoninya sedari TK.
Setelah menekuni taekwondo, Sherly
merasa bahwa ia telah menemukan
bidang yang sesuai dengan passion¬nya. Melihat keseriusannya, Sherly
pun mulai diikutkan di beberapa
kejuaraan dalam kelas kyoruki (cabang
pertarungan).“Tujuh pertandingan
pertama itu aku sering kalah. Soalnya
dulu mentalnya belum terbangun, jadi
lihat lawan yang dirasa kemampuannya
lebih, aku udah minder duluan. Itu
45

yang bikin aku kalah tapi nggak
masalah karena akhirnya aku terbiasa
bertanding dan mentalku lebih kuat,”
ungkapnya. Hal ini dibuktikan ketika
mengikuti kejuaraan untuk seleksi
masuk Klub Satria Bangsa, disitu
Sherly mendapatkan medali emas
yang sekaligus medali pertama yang
diraihnya.
Di Satria Bangsa, Sherly digembleng
untuk menjadi atlet sesungguhnya
hingga ia sering mendapatkan medali
dari banyak kejuaraan yang diikutinya.
Lima tahun di cabang kyoruki, Sherly
mulai melirik cabang Poomsae. Saat
ini, Sherly berlatih di ES-1, klub atlet
di bawah binaan ESTA (Eagle Spirit
Taekwondo Academy) dan terus
menelurkan beragam prestasi dari
Poomsae. “Prestasiku di cabang ini
selama dua tahun bahkan lebih banyak
dibandingkan dengan prestasiku di
cabang kyoruki selama lima tahun.
Latihan setiap hari, tapi ngga masalah
karena tujuanku memang untuk
nyenengin orang tua, terutama mama,
yang selalu dukung aku, jadi bawaannya
senang”.
Perjalanannya ke Korea berawal
dari pengurus Universal Taekwondo

Indonesia Profesional (UTI Pro, wadah
olahraga taekwondo profesional
resmi) yang tertarik mengajaknya
mengikuti kejuaraan internasional di
Korea Selatan dalam Poomsae kelas
beregu setelah melihat rekam jejak
Sherly yang gemilang. Bagaimana
tidak, dalam kurun waktu kurang dari
dua tahun, sudah banyak prestasi yang
dicatat Sherly. Diantaranya medali
emas dari kejuaraan tingkat nasional
yang digelar UTI Pro pada pertengahan
2012 di Jakarta dan medali perak dari
kejuaraan tingkat internasional yang
digelar di Yogyakarta pada 2013. Atas
kesediannya, ia harus cuti kuliah selama
sebulan untuk mengikuti karantina di
Jakarta. Dari kejuaraan yang digelar
pada November 2013 itu, Sherly berhasil
memboyong medali emas. “Menurutku,
kalau kita ingin sukses, ya diniatkan
untuk sukses. Jika ada orang yang lebih
dulu sukses, usaha kita harus lebih
daripada mereka agar kita bisa lebih
sukses dari mereka,” pungkas Sherly
mengakhiri pembicaraan. Semangat
yang ditebarkan Sherly memang patut
dicontoh oleh siapapun agar memiliki
jurus yang hebat dalam mengukir
prestasi. (Hesti)

EXCHANGE STUDENTS’ COMMENTS

EXCHANGE STUDENTS’ COMMENTS

Studying at UGM FEB was a very interesting and
useful period. For me it was leaving a western
culture, and getting the full experience of an Asian
culture. The University is always there to help you
and the class discussions were vibrant. Yogyakarta
is a great place to live. It is the cultural centre of Java
and the food is amazing. When you have free time
you can explore Indonesia, and Indonesia will not
disappoint you!
Greetings from Rotterdam!

RUBEN KOSTER
Rotterdam School of Management, Erasmus Universiteit, the Netherland

The reason why I study here is that I wanted to
experience something new on the other side of the
world. I’m pretty happy with my decision and I will
definitely come back to Indonesia one day!

SUSANNE HAGER
Johannes Kepler University , Linz, Austria

EB News MARET 2014

46

FACILITIES

Galeri Investasi Kita

J

ika kita menyambangi Pertamina
Tower lantai empat, maka akan
kita temui pemandangan baru.
Sekarang, telah berdiri sebuah corner
baru di Pertamina Tower yang dikenal
dengan Investment Gallery. Tentu isinya
bukanlah galeri lukisan, melainkan
fasilitas lengkap untuk menyelami dunia
Pasar Modal.
Empat LCD TV berlayar besar
yang menampilkan informasi realtime tentang dunia pasar modal
internasional, delapan perangkat
komputer dengan akses internet
terpercaya, dan beberapa jam dinding
dengan acuan waktu berbagai negara
menghiasi ruangan sejuk Investment
Gallery ini. Fasilitas lengkap yang
ada ini tidak lain untuk memenuhi
tujuan didirikannya, yaitu untuk
sosialisasi Pasar Modal dan kegiatan
ilmiah secara bersama-sama dalam
rangka pengembangan Pasar Modal di
Indonesia.
Investment Gallery ini berdiri berkat
kerjasama antara FEB UGM sebagai
fakultas, Danareksa sebagai industri
sekuritas, serta KPEI, KSEI, dan BEI
sebagai regulator. Pengguntingan pita
oleh kepala institusi tersebut (22/11) di
Kampus FEB UGM adalah tanda resmi
berdirinya Investment Gallery.
Secara struktur, dalam operasionalnya
Investment Gallery dilaksanakan oleh
Danareksa. Kemudian, fakultas dalam
hal ini Wakil Dekan Bidang Penelitian,
Kolaborasi, Alumni, dan Pengabdian
47

Kepada Masyarakat menyerahkan
tanggung jawab secara khusus kepada
Jurusan Akuntansi. Saat ini, yang
bertindak sebagai person-in-charge
dari jurusan akuntasi untuk Investment
Gallery adalah Maliki Julian Hendrawan
Rakhmanto, M.B.A.
“Investment Gallery ini seperti studio
di bawah pengelolaan jurusan untuk
melakukan berbagai kegiatan ilmiah.
Harapannya Investment Gallery ini
dapat dimanfaatkan secara optimal oleh
mahasiswa dan dosen untuk menunjang
penelitian maupun pembelajaran secara
multi jurusan yang berkaitan dengan
pasar modal” ungkap Wakil Dekan
Bidang Penelitian, Kolaborasi, Alumni,
dan Pengabdian Kepada Masyarakat,
Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D
yang juga sebagai Penanggung Jawab
Investment Gallery.
Walaupun belum lama didirikan,
Investment Gallery telah melakukan
beberapa kegiatan sosialiasi Pasar
Modal. Beberapa program telah
dilaksanakan dalam rangka sosialisasi
Pasar Modal. Salah satunya adalah
Workshop dan Lomba Pasar Modal yang
diselenggarakan pada bulan November
silam. Acara ini diorganisasi oleh
mahasiswa yang tergabung di Gadjah
Mada Investment Club (GMIC). Animo
dan minat mahasiswa untuk membuka
rekening dan melakukan investasi di
Pasar Modal sekejap meningkat setelah
mengikuti acara ini.
Aji Nur Wibowo, Marketing Executive

Investment Gallery, mengungkapkan
bahwa mahasiswa telah banyak yang
tertarik dan membuka rekening investasi
Pasar Modal di Investment Gallery.
Hal ini tidak terlepas juga dengan
adanya program pembukaan rekening
bagi mahasiswa FEB UGM sebesar Rp
1.000.000,00. Jumlah ini lebih ringan
dibandingkan pembukaan rekening
pada umumnya yang minimal Rp
5.000.000,00. Selain itu, bagi mahasiswa
yang masih takut risiko pasar modal
memilih membuka rekening reksa dana
yang bisa dilakukan dengan uang Rp
100.000,00.
“Sebenarnya jika mahasiswa sudah
tahu dan terjun berinvestasi di pasar
modal pasti akan sangat tertarik. Akan
tetapi masih banyak mahasiswa yang
takut rugi berinvestasi di pasar modal”
tukas Aji menandaskan. Investment
Gallery juga siap untuk mengadakan
Sekolah Pasar Modal gratis bagi
beberapa mahasiswa yang ingin belajar
pasar modal.
Banyak karya yang dapat dilakukan
dengan adanya Investment Gallery ini.
Edhie Purnawan berharap FEB UGM
dan Investment Gallery diharapkan
dapat menjadi pusat perkembangan
Pasar Modal di Indonesia. Mahasiswa
dan dosen FEB dapat berkontribusi
meningkatkan kekuatan sektor investasi
Indonesia. (ibe)

WHO’S WHO

Dua Sisi
Su’ad Husnan

L

orong-lorong kampus di FEB
UGM tampak sepi sore itu. Di
masa liburan semester seperti
saat itu memang tidak banyak aktivitas
dilakukan oleh mahasiswa dan dosen.
Namun di antara lorong panjang di
sayap barat lantai 1, sebuah ruangan
tampak menujukkan hal yang berbeda.
Di pintu ruangan tertempel secarik
kertas kecil yang penting namun tidak
banyak terdapat di pintu ruangan
lain, informasi waktu bimbingan dan
konsultasi mahasiswa. “Mari silahkan
masuk, saya baru dapat bertemu
dengan Anda setelah waktu bimbingan
dan konsultasi mahasiswa berakhir”,
ungkapnya ramah kepada Tim EBNews.
Dr. Su’ad Husnan, M.B.A tentu
bukanlah sosok yang asing lagi bagi
civitas akademika FEB UGM. Menjadi
dosen sejak tahun 1975, Su’ad, begitu ia
kerap disapa telah memiliki pengalaman
yang mumpuni baik sebagai akademisi
maupun praktisi. Jabatan Komisaris
PT Sari Husada pernah ia jalani selama
kurang lebih tiga belas tahun. Selama
menjabat sebagai komisaris PT Sari
Husada banyak kebijakan yang ia buat
terkait dengan manajemen keuangan
perusahaan, seperti kebijakan right
issue dan convertible bond. Hal
ini sejalan dengan latar belakang
pendidikannya di bidang keuangan
khususnya terkait pasar modal yang ia
tempuh di University of Birmingham
Inggris pada tahun 1990. Selain menjadi
komisaris di Sari Husada, bidang
praktisi lain yang pernah digeluti oleh
Su’ad adalah Komisaris Utama PT
PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia)
sebuah intitusi yang menyediakan

pemeringkatan atas risiko kredit atau
surat hutang. Tidak hanya di sektor
swasta, keahlian Su’ad di dunia pasar
modal juga sempat ditanamkan di
dunia birokrasi. Sejak 2001-2006 Su’ad
menjalankan amanah sebagai Deputi
Menteri Negara BUMN.
Menjalani peran ganda baik sebagai
akademisi maupun praktisi diakui Su’ad
merupakan hal yang gampang-gampang
susah. Ia harus bisa membagi waktu,
tenaga, dan pikiran secara seimbang
untuk urusan kampus dan urusan
kantor. “Menjadi dosen dan praktisi tetap
sama-sama menyenangkan, semuanya
memiliki manfaatnya sendiri-sendiri,”
jelasnya. Su’ad mengungkapkan bahwa
perbedaan ketika menjadi akademisi
adalah bobot akademik yang kuat,
semuanya harus normatif dengan teori
yang jelas. Sedangkan menjalani bidang
profesinal lebih cenderung banyak
unsur judgement yang digunakan, selain
itu praktisi juga dituntut untuk berani
mengambil keputusan dengan tepat.
Namun berkecimpung sebagai praktisi
justru memberikan kekayaan tersendiri
bagi ilmu yang diajarkan Su’ad di kelas.
“Saya bisa menceritakan dunia nyata
kepada mahasiswa, pengalaman dan
kasus-kasus nyata dapat memperdalam
pemahaman mahasiswa disamping teori
yang ada di buku,” ungkap Su’ad.
Dengan pengalaman yang mumpuni
baik di dunia akademik maupun praktik
yang telah ia miliki, Su’ad pun terus
mendorong agar mahasiswa dan dosen
juga aktif dalam mengembangkan diri
mereka. Salah satunya dengan terus
mendorong mahasiswa untuk belajar di

luar negeri. Meskipun Su’ad mengakui
bahwa dengan kemajuan teknologi
informasi saat ini ilmu pengetahuan
seakan tidak memiliki batasan lagi. “You
can learn more and get the broaden
view,” jelasnya atas pentingnya belajar
di luar negeri. Su’ad juga mendorong
para dosen untuk aktif mengabdikan
ilmunya tidak hanya di dalam tembok
kampus tetapi ke dunia luar seperti
menjadi konsultan atau komisaris
sebuah institusi.
Sebagai bagian dari sivitas akademika
FEB UGM selama berpuluh tahun telah
banyak kenangan dan pengalaman yang
manis diberikan lingkungan kampus
ini kepadanya. Alumni-alumni yang
pernah ia bimbing kini telah menjadi
sosok sukses di Indonesia. FEB UGM kini
juga berkembang dengan sangat baik
dari masa ke masa. “Sekarang FEB UGM
sudah menjadi organisasi yang besar
dan memiliki sistem struktural yang
baik, untuk itu hubungan antar anggota
sebaiknya lebih akrab dan komunikasi
tatap muka tetap dijaga karena itu perlu
dan penting,” ungkap Su’ad mengenai
harapannya sebagai bagian dari keluarga
FEB UGM.
Telah banyak asam garam yang ia
peroleh, Su’ad mengakui kini ia lebih
santai menikmati waktu sebelum
pensiun dengan fokus mengajar sebagai
dosen. “Saya bekerja pertama menjadi
dosen, maka ketika saya pensiun saya
juga harus menjadi seorang dosen”.
(Poppy)

EB News MARET 2014

48

FEB IN PICTURES

FEB TEMPO DOELOE

Tulus Widjanarko, wartawan TEMPO (berbaju batik) dan berjas bernama Shanta Çuranggana, Bulletin & Current Affair
Departement Head at TransTV (berjas).

49

FEB MASA KINI
Acara Welcome Cocktail Periode Februari 2014,
orientasi dan sambutan selamat datang bagi
mahasiswa pertukaran dan gelar ganda Program S1
FEB UGM

EB News MARET 2014

50

UNIT NEWS

Pertukaran Budaya dan
Ilmu Pengetahuan

S

ebagai salah satu Task Force
yang dibentuk oleh FEB UGM,
Kantor Publikasi berusaha untuk
menampung berbagai hasil riset illmiah,
baik dari dosen maupun akademisi.
Kantor ini merupakan sinergi dari tiga
lembaga penerbitan yang dimiliki oleh
FEB UGM, yakni Journal of Indonesian
Economy and Business (JIEB), Gadjah
Mada International Journal and
Business (GAMA IJB), dan Accounting
and Business Information System (ABIS).
Melalui keberadaannya, diharapkan FEB
UGM dapat semakin produktif dalam
menerbitkan publikasi ilmiah.
International Joint Conference
“Asia-Pacific Business Research” (21/2)
merupakan salah satu kegiatan yang
diselenggarakan untuk mewujudkan visi
dan misi yang ada. Acara ini merupakan
suatu wadah yang memfasilitasi
mahasiswa dan akademisi untuk

51

mendapatkan eksposur internasional
dan memperluas wawasan keilmuan
di bidang ekonomika dan bisnis. Oleh
karena itu, Kantor Publikasi FEB UGM
berupaya menggandeng akademisi dari
universitas-universitas ternama sebagai
pemateri, seperti Sung Kyung Kwan
Business School, salah satu universitas
tertua dan terbaik di Korea Selatan.
Pada acara tersebut ditampilkann
sembilan presenter penelitian yang
terbagi menjadi dua kelompok, yaitu
pemasaran dan akuntansi. Kelompok
pemasaran terdiri atas Lee Sun Nyoung,
Seo Hyeon Yeong, Lee Minhwan, Yang
Seungeun sebagai perwakilan dari
Sung Kyung Kwan University dan Sari
Winahdjoe, MBA. sebagai perwakilan
dari FEB UGM. Sedangakan untuk
kelompok akuntansi, FEB UGM diwakili
oleh Bambang Riyanto Liesugianto
Ph.D dan Sung Kyung Kwan University

diwakilkan oleh Yi Sujin, Jo Eun Hye,
Hong Jooyeon.
Acara yang diikuti oleh 65 peserta non
presenter ini berhasil memperkenalkan
budaya dan kualitas dosen dan
mahasiswa FEB UGM. Hal ini dibuktikan
dengan impresifnya para dosen dan
mahasiswa dari Sung Kyung Kwan
Business School dengan riset yang
dipresentasikan oleh dosen FEB UGM.
Keaktifan dan bobot pertanyaan yang
diajukan oleh mahasiswa juga menarik
minat mereka.
Sebagai acara joint conference yang
pertama, diharapkan International
Joint Conference dapat terus berlanjut
keberlangsungannya. Kerja sama dapat
terus diperlebar dengan menggandeng
institusi-institusi international lainya.
(Nadia)

Kuliah Umum Ekonomi kerakyatan
Bersama Gubernur Jawa Timur:
Dr. H. Soekarwo, M. Hum.
Auditorium MMUGM (25/3).
Dalam pemaparannya, Pakdhe
Karwo membeberkan visi-misi hingga
program taktis-strategis, lengkap
beserta tantangan yang dihadapi
pemerintah. Dengan diselingi humor
ringan, pemaparan yang didukung
data lapangan yang rinci berhasil
memberikan gambaran perkembangan
Jawa Timur di berbagai lini dari
waktu ke waktu. Dengan mengusung
misi “makmur bersama wong
cilik”, pemerintahannya berusaha
mewujudkan kemakmuran yang dari
rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

M

enghidupkan ekonomi
kerakyatan Jawa Timur. Itulah
cita-cita yang masih berusaha
diwujudkan Dr. H. Soekarwo, Gubernur

Jawa Timur. Pemaparan pencapaian
cita-cita itu disampaikan Pakdhe
Karwo, begitu ia biasa disapa, dalam
Kuliah Umum Ekonomi Kerakyatan di

Setelah presentasi dari Pakde
Karwo usai, Prof. Dr. Gunawan
Sumodiningrat, selaku PIC dari
Dashboard Ekonomi Kerakyatan (DEK),
memberikan pemaparan mengenai
fungsi dan konsep aliansi DEK, referensi
pengembangan desain sistem EIG, dan
tanggapan mengenai kuliah umum yang
diberikan dari sisi akademisi. Selain
itu, dipaparkan pula perkembangan
ekonomi kerakyatan di Tual, Maluku,
dengan Gerakan Maren 165.

EB News MARET 2014

52

UNIT NEWS

Rekrutmen
Calon Account
Officer Bank
BPD DIY

S

ebagai salah satu alat
kelengkapan otonomi daerah,
Bank Pembangunan Daerah
(BPD) DIY memiliki tugas sebagai
penggerak dan pendorong laju ekonomi
dan pembangunan daerah. Agar dapat
melaksanakan tugas tersebut, sumber
daya manusia yang berkualitas dan
kompetitif mutlak diperlukan. Oleh
karena itu, proses rekrutmen dan seleksi
yang tepat menjadi tantangan tersendiri
bagi Bank BPD DIY.
BPD DIY bekerja sama dengan
Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan
Bisnis (P2EB) FEB UGM telah melakukan
salah satu tahapan dalam rekrutmen
calon Account Officer (8/2/14) untuk
mendapatkan pegawai pilihan yang
tepat sesuai dengan kriteria perusahaan.
Para pelamar yang memenuhi syarat
administrasi dan kualifikasi minimum

53

dalam proses seleksi awal datang ke
kampus FEB UGM untuk mengikuti
tahapan rekrutmen selanjutnya.
Tahapan seleksi terdiri dari Tes
Potensi Akademik (TPA) dan Focus
Group Discussion (FGD). Mereka yang
hadir terdiri atas enam calon yang telah
memiliki pengalaman minimum empat
tahun di bidang perbankan. Proses
seleksi dikawal oleh beberapa dosen
FEB UGM, seperti Drs. M. Adnan Hadjam,
Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc.,
Yulia Arisnani, M.B.A., Ph.D., dan Nurul
Indarti, Sivilekonom., Cand. Merc., Ph.D.
Proses rekrutmen yang tepat diharapkan
dapat menemukan karyawan terbaik
bagi perkembangan Bank BPD DIY ke
depannya. (Nadia)

EB News MARET 2014

54

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful