Anda di halaman 1dari 27

1

Teori Akuntansi



TEORI AKUNTANSI
BAB 9 : KAS, MODAL, dan LABA
BAB 10 : KONSEP LABA dan
PELAPORAN KEUANGAN
2
Teori Akuntansi

BAB 9 Kas, Modal dan Laba
TINJAUAN UMUM
PENGUKURAN LABA
Laba dapat didefinisikan sebagai peningkatan dalam kesejahteraan. Dalam hal
suatu perusahaan, ini dapat dioperasionalkan sebagai arus kas satuan usaha
ditambah perubahan dalam nilai perusahaan tersebut. Definisi nilai yang
berbeda menyebabkan berbagai definisi untuk Laba
PENYAJIAN DAN PREDIKSI
Dengan mengakui pentingnya arus kas, FASB mengharuskan penyajian
laporan arus kas dalam laporan tahunan. Laporan ini terdiri dari tiga bagian :
a) Operasional
b) Investasi
c) Pendanaan
Yang terakhir dari ketiga itu berkaitan secara luas dengan apa yang
didefinisikan dalam bab ini sebagai arus kas satuah usaha.
Tujuan dari Informasi Arus Kas
Tujuan utama dari akuntansi, menurut FASB, adalah menyediakan
kepada investor dan pihak lain, informasi yang berguna untuk menetapkan
jumlah, waktu dan ketidakpastian dari arus kas prospektif. Arus kas ini
diasumsikan membentuk dasar untuk mengestimasikan nilai pasar dari
utang, ekuitas dan instrumen keuangan lain yang diterbitkan oleh sebuah
perusahaan.
Modal dan laba adalah dua dari konsep paling mendasar dalam akuntansi.
Kedanya sangat tergantung pada arus kas yang mendasarinya. Akuntan
cenderung menyamakan istilah modal dengan nilai buku dari mpenahanan
saham biasa. Demikian pula, mereka cenderung menyamakan istilah laba
dengan laba bersih yang terutang pada pemegang saham biasa. Modal yang
didefinisikan secara luas adalah nilai dari seluruh uang yang disediakan
untuk sebuah perusahaan. Ini mencakup semua pinjaman, semua saham
preferen, semua saham biasa, dan setiap instrumen keuangan laun yang
diterbitkan perusahaan.

Istilah laba akan diacu pada jumlah yang dihasilkan oleh semua
pemegang ekuitas, yaitu pemegang dari ekuitas pemilik dan kewajiban. Kas
mendapatkan kepentingan dalam hubungan antara modal dan laba karena ia
mencerminkan daya beli yang dapat dialihkan segera dalam suatu
3
Teori Akuntansi

pertukaran ekonomi kepada setiap individu organisasi untuk kebutuhan
khusus merekadalam memperoleh barang dan jasa yang diinginkan oleh
mereka dan tersedia dalam perekonomian.
Dengan adanya sejumlah kecil pengecualian, Perusahaan bisnis
mengakuisisi hak atas barang-barang dan jasa-jasa untuk memproduksi
barang dan jasa lain yang akan dijual kepada pelanggan, dengan maksud
membagikan bunga dan dividen kepada investor jangka panjang.
Kebanyakan ukuran akuntansi didasarkan pada arus kas masa lalu,
sekarang dan yang diharapkan. Pengukuran teorotis dari Aktiva, kewaiban
dan laba juga sangat didasarkan pada arus kas yang sebenarnya dan yang
diharapkan.
Laba dan pos-pos neraca diukur atas dasar aktual biasanya diusulkan
dan diterima atas dasar bahwa hal itu memberikan pengukuran yang
berguna bagi efisiensi perusahaan dan informasi yang relevan untuk
meramalakan aktivitas perusahaan masa depan dan pembayaran dividen.
Meskipun ada beberapa yang mendukung penggantian sepenuhnya
laporan rugi laba dan neraca tradisional dengan laporan arus kas, banyak
yang menyatakan preferensi untuk prosedur-prosedur tertentu saja atas dasar
penghindaran mereka terhadap alokasi pada beberapa periode yang
tampaknya bersifat sembarang. Kontroler General Motors Eugene Flegm
menyatakan bahwa salah satu alasan untuk penolajan teori nilai kini oleh
akuntan manajer adalah hal itu bersifat subjektif, berorientasi bukan kas.
Ia meneruskan dengan berkata:
Penciptaan laba atau rugi di atas kertas melelui penentuan yang
subjektif atas penjualan atau nilai likuidasi aktivitas bersih suatu perusahaan pada
titik-titik waktu yang berbeda, yang tak berhubungan dengan realisasi kas, akan
meninggalkan manajemen dengan laba yang barangkali tanpa uang kas untuk
membayar dividen atau menginvestasikan kembali

A. TUJUAN INFORMSASI ARUS KAS
1. Nilai Sekarang dengan Nilai Pasar
SFAC 1 mencatat bahwa tujuan utama dari akuntansi adalah untuk
memungkinkan pemegang saham dan pihak lain membentuk pengharapan
mengenai arus kas masa depan. Dalam kata-kata dari FASB:
Pelaporan keuangan harus memberikan informasi guna membantu investor
dan kreditor serta pemakai lain yang sekarang dan yang potnsial dalam
menetapkan jumlah, wakti dan ketidakpastian dari penerimaan kas propestif
dari dividen atau bunga dan hasi dari penjualan, penarikan atau jatuh tempo
sekuritas atau pinjaman.
Nilai sekarang dari aliran arus kas yang diharapkan dihasilkan oleh
investasi tersebut harus tidak boleh kurang dari uang kas yang
diinvestasikan, yaitu nilai sekarang bersih harus lebih besar dari nol. Kita
dapat menuliskannya secara aljabar, dengan menggunakan notasi berikut:
4
Teori Akuntansi

CFj = arus kas dalam tahu j
r = nilai pasar dari bunga (dianggap konstan)
Vo = nilai sekarang dari investasi pada waktu 0, yaitu permulaan
I = biaya investasi yang diuulkan pada saat mulai

Seorang investor akan meminjamkan uang hanya jika Vo I, dimana:

Vo=

Arus kas masa lalu berlaku sebagai dasar untuk meramalkan arus
kas masa depan. Setiap individu kemudian bebas untuk mengestimasikan
bagianny sendiri dari total arus kas satuan usaha. Seperti yang dikemukakan
FASB:
Prospek dari penerimaan kas itu dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan cukup kas untuk memenuhi kewajibanya pada saat jatuh
tempo dan kebutuhan operasi kas lain untuk menginvestasikan kembali dalam
operasi dan untuk membayar dividen tunaiJadi, pelaporan keuangan harus
memberikan informasi untuk membantu investor, kreditor dan pihak lain untuk
menetapkan jumlah, waktu dan ketidakpastian dari arus masuk kas bersih
prospektif pada perusahaan yang berkaitan
Dengan menulisakan kembali persamaan (2) pada tingkat perusahaan
dihasilakan:

(

( )


Dimana:
TVj = total nilai perusahaan pada waktu j
ENCFj = arus kas satuan yang diharapkan pada periode j
Jadi, alasan utama untuk penyediaan laporan arus kas historis pada
tingkat perusahaan adalah untu memungkinkan pemegang saham, baik
besar maupun kecil dan kreditor untuk menilai perusahaan sebagai
perusahaan berkesinambungan.
Hubungan antara arus kas satuan usaha dari suatu perusahaan dan
arus kas sepadan yang dikirimkan kepada investor dan kreditor dapat
dinyatakan ke dalam bentuk identitas arus kas.
Arus kas
Satuan
Usaha

=
Arus kas ke
dan dari
pemberi
pinjaman

+
Arus kas ke
dan dari
pemegang
saham
mayoritas

+
Arus kas dan
dari pemegang
saham
minoritas

CFj
( )


5
Teori Akuntansi

Identitas ini dapat dituliskan kembali untuk setiap periode j sebagai :

ENCFj =LCFj +LCFj +MI CFj
Dimana:
LCF = Arus kas pemberi pinjaman (bersih)
SHCF = Arus kas pemegang saham mayoritas (bersih)
MICF = Arus kas pemegang saham minoritas (bersih)

Dengan perkataan lain, kas yang dihasilkan perusahaan secara
identik sama dengan jumlah arus kas bersih dari setiap partisipan arus
kas. Penggabungan dua persamaan diatas menghasilan:
(

( )

( )

( )

( )


Nilai dari perusahaan secara keseluruhan secara identik sama
dengan nilai penahanan dari pemberi pinjaman, pemegan saham mayoritas
dan pemegang saham minoritas
2. Nilai Sekarang dan Nilai Pasar
Dalam situasi-situasi di mana perusahaan melakukan perdagangan,
pasar menetapkan harga dimana investor dan kreditor mungkin menjual
dan membeli hak mereka pada arus kas mereka yang diharapkan.
Jika suatu investasi bernilai lebuh tinggi dari biayanya, investor
akan menghasilkan lebih banyak dari tingkat bunga pasar selama nilai
umur investasi itu. Tingkat yang dihasilkan seringa dinamakan tingkat
imbalan internal (internl rate of return) atau tingkat efektif. Dengan
perkataan lain, hipotesis pasar efisien mensyaratkan bahwa setiap saat :
Vo =I
Dengan kata lain, harga investasi itu setiap saat sama denga nilai
sekarang (present value) dari arus kas yang diharapkan. Apabila
persamaan diatas berlaku, maka kita dapat mengatakan
TVj =TMVj
Nilai yang didiskontokan dari arus kas yang diharapkan sama
dengan nilai pasar dari perusahaan itu yang ditentukan oleh transaksi
lugas. Karena itu kita dapat menuliskan kembali identitas dalam
persamaan berikut:

()

()

()

Atau :
Total nilai
pasar
perusahaan

=
Nilai
pasar
uang

+
Nilai
pasar
ekuitas

+
Nilai pasar
hak
minoritas
6
Teori Akuntansi

Hasil ini memperjelas mengapa penyediaan informasi tentang aru
kas masa depan begitu penting. Sekuritas yang dihargakan secara tidak
efisien yang mencerminkan pengharapan yang terlalu optimistik akan
mengakibatkan kehilangan kekayaan bagi investor apabila aru kas yang
diharapkan tak diwujudkan
Laba Bersi sebagai Peramal kas. Laba bersih seringkali diklaim sebagai
indikasi dari kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
Penggunaan arus kas sebagai peramal dividen masa depan, karenanya
menghindari bias dari laba bersih yang dilaporkan, kecuali sejauh waktu
dari penerimaan dan pengeluaran kas tertentu dapat diubah oleh
manajemen.

3. Likuiditas, Solvensi dan Fleksibilitas
Sejauh ini, pembahasan informasi arus kas telah menekankan
penyediaan informasi untuk membantu investor dan kreditor meramalkan
arus kas yang mungkin dibagikan dalam bentuk dividen dan bunga dan
pelunasan pokok, dan untuk mengevaluasi risiko yang mungkin.
Tujuan tambahan dalam penyajian data mengenai arus kas adalah
memungkinkan suati valuasi atas likuiditas dan solvensi perusahaan.
a) Likuiditas adalah kemampuan relatif untuk mengkoreksi aktiva
menjadi kas, yang adakalanya disebut sebagai kedekatan aktiva pada
kas.
b) Solvensi adalah istilah yang lebih luas yang mengacu pada kemampuan
suatu perusahaan untuk membayar utang-utangnya pada saat jatuh
tempo.
c) Flesibilitas keuangan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk
mendapatkan kas segera untuk memenuhi kontinjensi yang tak
terduga, atau unutk mengambil manfaat dari peluang yang
menguntungkan.

B. PENYAJIAN DAN PREDIKSI INFORMASI ARUS KAS
Seperti yang telah dikemukakan, tujuan utama dari akuntansi adalah
menyajikan data yang akan:
1) Membantu investor atau kreditor meramalkan jumlah kas yang
mungin dibagikan di masa depan dalam bentuk dividen atau bunga
dan dalam bentuk pembagian atau pelunasan pokok.
2) Membantu dalam evaluasi risiko.

7
Teori Akuntansi

Investor dan kreditor mungkin mampu mendapatkan bantuan dalam
meramalkan tingkat dividen masa depan jika mereka mempunya informasi
tentang jenis-jenis arus berikut:
1) Arus kas yang berkaitan dengan operasi masa berjalan mendasar
dari perusahaan.
2) Arus kas berulang dan sewaktu-waktu yang tak berkaitan dengan
operasi masa berjalan.
3) Arus kas yang diperlukan untuk meningkatkan fasilitas operasi dan
persediaan
4) Kas yang diperoleh dari atau dibayarkan kepada pemegang oblihasi
dan pemegang saham sebagai bagian dari pendanaan.
5) Pembayaran bunga dan dividen kepada para investor dengan klaim,
prioritas seperti pemegan saham preferen.

Kelima persyaratan tersebut, bersama dengan implikasi pajak dari
masing-masingnya membentuk dasar untuk ormat laporan arus kas, yang saat
ini terlihat dalam praktik. Format ini mencakup tiga bagian yaitu.
a) Laporan penerimaan dan pembayaran operasi.
b) Laporan aktivitas pendanaan.
c) Laporan aktivitas investasi.
Ketiga bagian tersebut sekarang diharuskan menurut SFAS 95,
sebagai contohnya dalam peraga 9-1.
Peraga 9-1 : Laporan Arus Kas Metode Langsung
COMPANY M
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 30 DESEMBER 19XI
Kenaikan (Penurunan) dalam Kas dan Ekiva
Arus Kas dai Aktivitas operasi
Kas yag diterima dari pelanggan $13.850
Kas yang dibayarkan kepada pemasok dan karyawan (12.000)
Dividen yag diterima dari afiliasi 20
Bunga yang diterima 55
Bunga yang dibayarkan (220)
Pajak penghasilan yang dibayarkan (325)
Hasil asuransi yang diterima 15
Kas yang dibayarkan untuk menyelesaikan perkara pelanggaran paten
(30)

Kas bersih yang disediakan aktivitas operasi 1.365
Arus Kas dari aktivitas investasi :
Hasil dari penjualan fasilitas 600
Pembayaran atas wesel penjualan pabrik 150
Pengeluaran kas (1.000)
Pembayaran untuk pembelian Company S, setelah kas diperoleh 925
Kas bersih dari aktivitas investasi (1.175)
Arus kas dari aktivitas pendanaan:
Peminjaman bersih menurut perj batas-kredit 300
8
Teori Akuntansi

Pembayaran pokok pinjaman menurut kewajiban lease modal (125)
Hasil dari penerbitan utnag jangka panjang 400
Hasil dari penerbitan saham biasa 500
Dividen yang dibayarkan (200)
Kas bersi dari aktivitas pendanaan 875
Kenaikan bersih dalam kas dan ekivalen kas 1.065
Kas dan ekivalen kas pada awal tahun 600
Kas dan ekivalen kas pada akhir tahun $1.665

1. Arus Kas Satuan Usaha
Kesimpulan SFAS 95 adalah perubahan dalam penahana kas dan
ekivalen kas dari perusahaan, yang sebaliknya dikenal sebagai perubahan
dalam likuiditas. Dari I peraga mengenai laopran arus kas diatas, arus kas
didefinisan sebagai kas operasi dikurang kas yang diinvestasikan dikurang
kenaikan dalam likuiditas adalah :
$(875) = $ 1.365 -1.175 -1.065
Arus kas didistribusikan di antara dua kelompok pemakai dalam cintoh
khusus ini : Keduanya adalah pemegang saham dan pemegang surat utang.
Ini dituliskan:
SHCFj = $500-200 =$ 300
LCFj = $300-125+400 =$575c
2. Prediksi atas Arus kas Masa depan
Salah satu kesulitan dalam menggunakan arus kas historis sebagai
peramal dari distribusi kas masa depan adalah bahwa bbanyak arus kas,
termasuk dividen saling tergantung. Keinginan untuk mengungkapkan
pengharapan mengenai rencana dan peluang manajemen meng
digarisbawahi oleh FASB menulis:
Manajemen mengetahui lebh banyak perusahaan dan kegiatannya daripada
investor kreditor atau pihak luar lain dan sering dapat meningkatkankegunaan
dari informasi keuangan dengan mengidentifikasikan transaksi-transaksi,
kejadian lain, dan situasi-situasi tertentuyang mempengaruhi perusahaan dan
menjelaskan dampeak keauangannya

C. PENGKURAN LABA
Laba komprehensif adalah perubahan dalam ekuitas suatu perusahaan bisnis
selama satu periode
Pengujian atas keberhasilan (atau kegagalan) operasi dari suatu perusahaan
adalah seauh mana kas yang dikembalikan lebih besar (atau lebih kecil) dari kas
yang dibelanjakan (diinvestasikan) dalam jangka panjang.
1. Modal Lawan Laba
Laba adalah arus jasa melalui waktu. Modal adalah perwujudan
dari jasa-jasa masa depan.
1) Laba komprehensif
9
Teori Akuntansi

Mengacu pada laba yang terutang pada pemegang saham biasasaja dan
dinyatakan dalam FASB untuk menutup beberapa pos seperti
penyesuaian periode yang lalu yang meski dilaporkan sebagai
perubahan dalam laba ditahan, bisa lebih baik dipandang sebagai dari
laba untuk periode ini.
2) Laba satuan usaha
Mengacu pada laba yang terutang kepada perusahaan secara
keseluruhan.
2. Konsep Pemeliharaan Kekayaan dari Laba
Sebagai contoh jika aktiva perusahaan dinilai pada $80.000 pada
akhir periode dan $76.000 pada awal periode, laba akan $4.000 bila tidak
ada transaksi modal dan pembayaran dividen, Jika penambahan saham
modal sejumlah $11.000 telah dijual dan jika dividen sejumlah $8.000
telah dibayarkan selama periode itu, laba bersih akan menjadi $1.000
dengan pekataan lain:
Laba ( $ 8.000-$11.000) + ($80.000 -$76.000)
Secara aljabar, bila w merupakan kesejahteraan :
I NCj =CFj +(Wj Wj-1)
Beberapa metode untuk menilai kekayaan ini mencakup :
1. Penilaian perusahaan dengan menggunakan nilai-nilai masukanuntuk
aktiva non moneter dan menambah nilai kas sekarang dari aktiva
moneter ysng mrngurangkan kewajiban.
2. Penjumlahan harga jual beberapa aktiva perusahaan dikurangi
pejumlahan kewajiban
3. Kapitalisasi aliran bersih masa depand ari kas atau jasa yang
diharapkan diterima selama umur perusahaan tersebut.
4. Penilaian atas perusahaan berdasarkan harga pasar saham masa
berjalan yang diterapkan pada total saham yang beredar.
Laba Individual Lawan satuan usaha.
NI dari pemegang saham mayoritas = (dividen kontribusi modal) +
perubahan dalam kekayaan
pemegang saham mayoritas
= SHCFj + MASHWj
NI dari pemegang saham mayoritas = (dividen kontribusi modal) +
perubahan dalam kekayaan
pemegang saham minoritas
= MICFj + MISHWj

10
Teori Akuntansi


NI dari pemegang utang dan pemberi pinjaman
= (Bunga - pinjaman baru + pelunasan) + perubahan
dalam kekayaan pemegang utang
= LCFj + LWj
Dengan perkataan lain kita dapat menulis laba satuan usaha
(ENINC)sebagai:
ENINCj = ENCFj + MASHWj + MICFj + MISHWj+ LCFj + LWj
Tetapi ketiga ruas arus kas di kanan tergabung untuk membentuk arus kas
satuan usaha jadi kita dapat menuliskan kembali persamaan sebagai :
ENINCj = ENCFj + [MASHWj + MISHWj + LWj]
Ini dapat dituliskan kembali sebagai :
ENINCj = ENCFj + ENWj
ENW= kekayaan dari semua investor dan kreditor dalam satuan usaha
tersebut
.
3. Harga Masukan Historis
Perumusan maksimisasi kekayaan atas laba yang paling dikenal
oleh pembaca dalam hal iniadalah laba kepada pemegang saham mayoritas
saja:
NI = Dividen + laba ditahan
NI =(Dividen Kontribusi modal) + Kekayaan bersih
= SHCFj + NWj

Laba satuan usaha = Kas bersih yang dibayarkan kepada pemberi
pinjaman
+ kas bersih yang dibayarkan kepada pemegang
saham minoritas
+ kas bersih yang dibayarkan kepada pemegang
saham mayoritas
+ perubahan penahanan dari pemberi pinjaman,
pemegang saham minoritas dan pemegang saham
mayoritas
= LCFj + MICFj +SHCFj + ENNWj
= ENCFj + + ENNWj

ENNW = Kekayaan bersih satuan usaha / Nilai buku ekuitas pemilik
ditambah utang




11
Teori Akuntansi

4. Harga Masukan Kini
Apabila masukan dinyatakan dalam satuan nilai kini ( current
value), perhitungan laba adalah sama seperti biaya historis tetapi laba
yang dihasilkan mencakup penahanan keuntungan dan kerugian yang
berasal dari perubahan harga.
Laba satuan usaha (dasar masukan kini) = ENCFj + ENCVj
ENCV = nilai satuan usaha dalam satuan harga masukan kini
5. Pemeliharaan Daya Beli yang Konstan
Para ekonom sering menegaskan bahwa laba harus diukur dalam
satuan nyata dan bukan satuan nominal:
Laba satuan usaha (dasar daya beli konstan ) = ENCFj + ENCFVj
ENCFV= Nilai satuan usaha dalam satuan daya beli konstan
6. Ekivalen Kas Kini
Sebagai alternatif lain terhadap kapitalisasi dari suatu perusahaan,
modal perusahaan dapat didefiniskian sebagai jumlah uang atau ekuivalen
kas dari semua aktiva dikurangi jumlah ekivalen uang dari kewajiban.
Laba satuan usaha (dasar ekivalen kas kini ) = ENCFj + ENMVAj
ENMVA = Nilai satuan usaha dalam satuan nilai pasar dari masing-
masing aktiva.

Kapitalisasi
Ukuran yang paling sering disarankan untuk aktiva bersih dari
perspekif teoritis adalah mengkapitalisasi nilai pembagian kas yang
diharapkan kepada pemegang saham oleh perusahaan selama sisa hidup
perusahaan tersebut, termasuk jumlah terakhir yang diharapkan akan
dibayarkan pada saat likuiditas. Jika investasi dilakukan untuk jumlah
tahun yang pasti, dengan harapan tidak hanya untuk imbalan selama tahun
tahun ini, tetapi juga pelunasan modal pada akhirnya, maka persamaan
dapat ditulis sebagai:

( )

( )

Untuk satu periode tunggal, dapat ditulis kembali menjadi:

( )

( )

Penyusunan kembali persamaan menghasilkan
( )
12
Teori Akuntansi

Dengan kata kata, nilai dari investasi seseorang dapat
diperkirakan bertumbuh dengan naiknya suku bunga, tetapi menurun
dengan jumlah kas yang dikonsumsi. Penyusunan kembali ini sesuai
dengan definisi umum kita tentang laba, ditemukan bahwa
Laba = ( )
Dengan perkataan lain, laba ex ante dari seseorang dapat dihitung
dengan menggabungkan arus kas yang diharapkan seseorang untuk
diterima dari perusahaan dengan perubahan yang diperkirakan dalam nilai
dan penahanan orang itu, di mana nilai nilainya ditetapkan dengan
mendiskontokan arus kas masa depan yang diharapkan. Pada tingkatan
perusahaan kita memperoleh:
Laba satuan usaha = ENCF1 + (TV1-TVo) = rTVo
Dengan perkataan lain, laba ex ante dari perusahaan dapat dihitung
dengan menggabungkan arus kas perusahaan yang diharapkan dengan
perubahan yang diperkirakan dari total nilainya. Perumusan individu dan
perusahaan keduanya dapat diubah dari ex ante ke ex post dengan
memusatkan pada arus kas yang direalisasi.
Kapitalisasi dalam Ketidakpastian. Dua kasus terjadi di sini. Pertama, pasar
dikatakan lengkap. Secara formal, ini berarti bahwa perdagangan dapat
dilakukan untuk semua komoditi dan di semua Negara di dunia. Yang
kedua, pasar dikatakan tak lengkap. Dengan perkataan lain, perdagangan
tak dapat dilakukan untuk barang barang tertentu di dunia. Apabila kasus
kedua terjadi, dan beberapa menganggap ini merupakan hal yang normal,
maka secara teknis menjadi tak layak untuk mendefinisikan angka laba ex
ante perusahaan atas dasar nilai kapitalisasi. Inti permasalahannya adalah
bahwa dengan tidak adanya pasar bisa tidak ada kesepakatan tentang nilai
aliran manfaat masa depan dari aktiva aktiva.
Dalam kasus ketidakpastian, kebanyakan pengarang
mendefinisikan tingkat yang tepat sebagai tingkat subyektif yang
disyaratkan untuk investasi dengan resiko yang sama atau tingkat imbalan
target, juga dikenal sebagai biaya kesempatan. Tetapi jika antisipasi pada
akhir periode berubah sejak periode awal, laba subjektif ex post untuk
periode ini akan berbeda dari laba subjektif yang diantisipasi atau ex ante.
Sementara laba subjektif yang dianisipasi didasarkan pada nilai subjektif
dari aktiva aktiva perusahaan pada awal periode, laba subjektif actual
atau ex post mencakup perubahan dalam nilai subjektif aktiva pada akhir
periode.

13
Teori Akuntansi

Kesimpulan. Pendekatan kapitalisasi arus kas masa depan untuk mendefinisikan
laba menghasilkan sejumlah konsep yang berguna. Misalnya,
diperagakan bahwa:
1. Bagian utama dari laba itu adalah bunga subjektif pada nilai kapitalisasi
perusahaan. Ini merupakan fungsi dari waktu, tingkat bunga yang
diharapkan di masa depan. Arus kas yang diharapkan berasal dari
produksi sekarang atau masa mendatang dan upaya upaya penjualan.
2. Perubahan dalam pengharapan berkenaan dengan arus kas masa depan
timbul karena perubahan baik dalam penaksiran efisiensi atau
kekurangan manajemen, atau pengharapan mengenai kondisi kondisi
ekonomi (seperti perubahan selera). Hal itu dapat disebabkan oleh
optimism atau pesimisme secara umum.
3. Perbedaan antara kas actual yang tersedia untuk dibagikan dan yang
diharapkan dapat disebabkan oleh keuntungan atau kerugian mendadak
dari penyebab eksternal atau salah kalkulasi dalam pengharapan semula.
Meskipun konsep kapitalisasi ini mempunyai manfaat sebagai
konsep laba ekonomi, ia mempunyai beberapa kekurangan spesifik dari
segi konseptual dan praktis untuk tujuan akuntansi. Kekurangan praktis
timbul terutama dari sifat subjektif dari pengharapan itu.
Banyak yang berpendapat bahwa konsep kapitalisasi juga
mempunyai kekurangan karena alasan sebagai berikut:
1. Pengharapan mengenai arus kas masa depan tak dapat
dikonversikan menjadi nilai tunggal atau ekuivalen kepastian tanpa
mengetahui preferensi resiko dari pemakai informasi itu.
2. Penekanan dapat dilakukan pada factor waktu dan arus kas yang
diharapkan; semua kejadian dan aktivitas ekonomi lain diabaikan
3. Pengukuran laba tidak mengungkapkan apakah itu karena tindakan
yang dianjurkan manajemen atau hanya situasi yang bersifat
kebetulan; yaitu, hal itu tidak memberikan informasi yang berguna
untuk mengukur efisiensi manajemen.
4. Nilai perusahaan ditentukan dengan mendiskontokan semua arus
kas yang diharapkan secara tak terbatas ke masa depan, banyak
daripadanya tidak mempunyai hubungan pada aktivitas kini atau
masa lalu.
5. Konsep ini menaruh kereta di depan kuda. Karena prediksi harus
didasarkan sekurang kurangnya pada aktivitas ekonomi masa kini
dan masa lalu, pemakai data keuangan harus diberi beberapa
pengukuran aktivitas masa lalu guna membuat prediksinya sendiri
atau mengevaluasi prediksi pihak lain.
14
Teori Akuntansi

6. Akhirnya, dalam dunia ketidakpastian, pengharapan tergantung
paling tidak sebagian pada keadaan optimism atau pesimisme pada
suatu saat.


Penilaian pasar dari perusahaan
Nilai pasar dari perusahaanlah yang menjadi kepentingan dari total
nilai pasar. Dinyatakan dengan cara lain, itu adalah nilai pasar dari semua
pos kewajiban dan ekuitas pemilik pada laporan posisi keuangan. Dengan
perkataan lain:
TMVj = MVj (uang) + MVj (ekuitas pemilik) + MVj (kepentingan minoritas)
Untuk perusahaan yang sahamnya beredar luas nilai nilai ini
tersedia dalam publikasi seperti The Wall Street Journal dan dari sumber
sumber seperti Moodys. Angka laba satuan usaha yang dihasilkan adalah
perumusan ex ante dan dapat dituliskan sebagai berikut:
ENINCj = ENCFj + TMVj
Ada beberapa manfaat dalam penggunaan nilai pasar. Pertama
pengharapan untuk pasar menggantikan pengharapan dari individu. Karena
itu penilaian yang dapat diuji diperoleh, yaitu didasarkan pada evaluasi
pasar atau arus kas masa depan kepada pemegang saham. Ini berbeda
dengan metode kapitalisasi karena tingkat imbalan kesempatan
(opportunity rate of return) dan penyesuaian untuk resiko di pasar dapat
berbeda dengan tingkat diskonto subjektif akuntan.
Kedua, itu merupakan satu satunya ukuran modal yang secara
semantic dapat ditafsirkan, yaitu orang dapat mengacu pada harga pasar
actual sebagai sumber dari ukuran ini.
Beberapa menyatakan bahwa harga pasar yang tercatat merupakan
harga dari hanya beberapa harga saham dan karenanya tidak menyiratkan
bahwa semua saham dapat dibeli pada harga itu. Namun demikian,
merupakan praktik standar untuk menyamakan harga marjinal dengan total
harga pada situasi situasi tersebut. Yang lain berpendapat bahwa harga
saham dipengaruhi oleh factor factor eksternal dan impulsive. Mereka
menyimpulkan bahwa segi dapat diuji dapat diofset oleh tidak adanya
bebas dari bias. Akan tetapi, hasil hasl teori pasar yang efisien
membantah kesimpulan ini karena mereka menunjukan bahwa harga pasar
ditetapkan secara cepat dan tanpa bias.
15
Teori Akuntansi

BAB 10 Konsep Laba dan Pelaporan Keuangan
PENDAHULUAN
Tujuan utama dari pelaporan laba adalah memberikan informasi yang
berguna bagi mereka yang paling berkepentingan dalam laporan keuangan. Tetapi
lebih banyak tujuan spesifik harus dinyatakan untuk mendapatkan pemahaman
yang lebih jelas atas pelaporan laba. Salah satu tujuan dasarnya adalah kebutuhan
untuk membedakan antara modal yang diinvestasikan dan laba antara saham dan
arus sebagai bagian dari proses deskriptifdari akuntansi. Tujuan yang lebih
spesifik mencakup:
1. Penggunaan laba sebagai pengukuran efisiensi manajemen.
2. Penggunaan angka laba historis untuk membantu meramalkan arah masa
depan dari. perusahaan atau pembagian dividen masa depan.
3. Penggunaan laba sebagai pengukuran pencapaian dan sebagai pedoman
untuk keputusan manajerial masa depan.
KONSEP LABA PADA TINGKAT SINTAKTIK
Akuntan telah menggunakan istilah-istilah ini begitu sering dan begitu
lama sehingga mereka cenderung menerima hal itu sebagai mempunyai
interpretasi dalam dunia nyata. Sulit untuk menerima kenyataan bahwa hal itu
tidak mempunyai signifikansi di luar peranan terbatasnya dalam logika struktur
akuntansi. Tidak adanya signifikansi dapat merupakan satu alasan mengapa
banyak maimsiswa mengalami kesulitan menangkap arti konsep-konsep
akuntansi; mereka berusaha memberikan signifikansi interpretif terhadap konsep-
konsep yang tidak mempunyai hubungan pada obyek dan kejadian yang nyata.
Tidak adanya signifikansi interpretif dari beberapa istilah akuntansi tidak berarti
bahwa semua konsep akuntansi tidak mempunyai signifikansi interpretif. Banyak
konsep, seperti penjualan produk, didasarkan pada transaksi eksternal atau
kejadian lain yang dapat diamati. Tetapi laba akuntansi adalah penjumlahan dari
banyak pos positif dan negatif, di mana banyak daripadanya tidak mempunyai
kandungan interpretif; jika ada satu atau lebih dari pos-pos ini tidak mempunyai
signifikansi interpretif clan jumlahny a material, laba bersih yang dihasilkan juga
tidak mempunyai signifikansi interpretif, sekalipun hal itu mungkin berisi
informasi untuk pasar modal.
SFAC 1 mengasumsikan bahwa laba akuntansi merupakan ukuran yang
bail: marl kinerJa suatu perusahaan dan bahwa laba akuntansi dapat digunakan
untuk meramalkan arus kas masa depan. Penufis lain mengasumsikan bahwa Iaba
akuntansi adalah relevan dengan cara yang biasa untuk model keputusan dan
investor dan kreditor. Akan tetapi. asurnsi-asumst ini belum terbukti mempunyai
16
Teori Akuntansi

keabsahan empiric. Bedford, di pihiiik lain, menegaskan bahwa pembaca laporan
laba hams menyadari hahwa arti laba akuntansi hanya dapat di mengerti dengan
mengetahui bagaimana laba diukur. Yaitu, pembaca harus memahami operasi
yang digunakan oleh akuntan untuk menghasilkan jumlah laba.
Pendekatan Transaksi pada Pengukuran Laba
Pendekatan transaksi pada pengukuran laba adalah pendekatan lebih
konvensional yang digunakan oleh akuntan. Ini melihatkan pencatatan
peruhahan dalam penilaian aktiva dan kewajiban hanya bila ini merupakan hasil
dari transaksi. Istilah transaksi digunakan dalam pengertian luas untuk mencakup
baik transaksi internal maupun eksternal. Transaksi eksternal berasal dari
melakukan bisnis dengan pihak luar dan transfer aktiva atau kewajiban ke atau
dari perusahaan itu. Transaksi internal berasal dari penggunaan atau konversi
aktiva di dalam perusahaan.
Sejauh penilaian pasar barn menggantikan penilaian masukan (biaya)
apabila transaksi eksternal terjadi, laba diakui apabila transaksi eksternat terjadi.
Transaksi internal dapat menyebabkan perubahan penilaian, tetapi hanya yang
dihasilkan dari penggunaan atau konversi aktiva yang biasanya dicatat. Apabila
konversi terjadi, nilai aktiva lama biasanya ditransfer ke aktiva barn. Karena itu,
pendekatan transaksi siap memberi kemungkinan pada konsep pengakuan pada
waktu penjualan atau pertukaran dan pada konvensi biaya dalam akuntansi.
Manfaat utama dari pendekatan transaksi adalah:
1. Komponen laba bersih dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara, seperti
menurut produk atau golongan pelanggan, untuk mendapatkan informasi
yang lebih berguna bagi manajemen.
2. Laba yang berasal dari berbagai sumber seperti dari operasi dan dari
penyebab eksternal dapat dilaporkan secara terpisah sejauh hal itu dapat
diukur.
3. Hal itu memberikan dasar untuk menentukan jenis dan kuantitas aktiva dan
kewajiban yang ada pada akhir periode. Metode penilaian lain kemudian
dapat diterapkan lebih mudah pada persediaan ini.
4. Efisien bisnis mengharuskan pencatatan transaksi eksternal untuk
alasanalasan lain.
5. Berbagai laporan dapat dibuat untuk saling berhubungan sate sama lain,
yang diasumsikan memungkinkan pemahaman yang lebih baik atas data
yang mendasari.

17
Teori Akuntansi

Pendekatan Aktivitas pada Pengukuran Laba
Pendekatan aktivitas pada laba berbeda dengan pendekatan transaksi
dalam hal ia memusatkan pada deskripsi aktivitas sebuah perusahaan dan bukan
pada pelaporan transaksi. Yaitu, laba diasumsikan timbul bila aktivitas-aktivitas
atau kejadian- kejadian tertentu terjadi, tidak hanya sebagai hasil dari transaksi
spesifik. Sebagai contoh, laba aktivitas akan dicatat selama proses perencanaan,
pembelian, produksi, dan penjualan, termasuk selama proses penagihan. Dalam
penerapannya, itu semata merupakan perluasan dari pendekatan transaksi, karena
hal itu dimulai dengan transaksi sebagai dasar untuk pengukuran. Perbedaan
mama adalah bahwa pendekatan transaksi didasarkan pada proses pelaporan yang
mengukur suatu kejadian eksternal yaitu transaksi; sedang pendekatan aktivitas
didasarkan pada konsep aktivitas atau kejadian dunia-nyata dalam pengertian
yang lebih luas.
Salah satu manfaat yang diasumsikan dari pendekatan aktivitas adalah
bahwa hal itu memungkinkan pengukuran beberapa konsep yang berbeda dari
laba, yang dapat digunakan untuk tujuan berbeda. Laba yang timbul dari produksi
dan penjualan barang dagang melibatkan jenis penilaian dan prediksi yang
berbeda. yang dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda. Laba yang berasal dari
produksi dan penjualan barang melibatkan jenis evaluasi dan prediksi yang
berbeda daripada laba yang berasal dari pembelian atau penjualan sekuritas atau
dari penahanan aktiva untuk keuntungan modal yang diharapkan.
KONSEP LABA PADA TINGKAT SEMANTIK
Laba sebagai suatu Pengukur Efisiensi
Operasi efisien dari sebuah perusahaan mempengaruhi balk aliran dividen
saat ini maupun penggunaan modal yang diinvestasikan untuk memberikan aliran
dividen masa depan. Karena itu, semua pemegang ekuitas, tetapi temtatna
pcmegang saham biasa, berkepentingan dengan efisiensi manajemen. Pemegang
ekuitas saat ini dapat mengambil langkah-langkah yang perlu untuk mendapatkan
manajemen baru jika manajemen yang sekarang tidak beroperasi secara efisien,
atau mereka dapat memberikan insentif atau bonus kepada manajemen yang
efisien. Pemegang saham prospektif akan berusaha untuk mengevaluasi efisiensi
sebelum menginvestasikan atau menetapkan nilai pada saham perusahaan
tersebut. Dalam kasus manapun, pengukuran efisiensi perusahaan memberikan
dasar untuk keputusan-keputusan. Tujuan mengukur efisiensi suatu perusahaan
dicerminkan dalam SFAC 1. Dinyatakan bahwa "Pelaporan Keuangan harus
memberikan informasi tentang kinerja keuangan selama suatu periode.
Efisiensi mempunyai acuan dunia nyata paling tidak dalam konsep. Salah
satu interpretasinya adalah bahwa itu merupakan kemampuan relatif untuk
18
Teori Akuntansi

mendapatkan keluaran maksimum dengan jumlah sumberdaya tertentu, atau
suatu kombinasi sumberdaya yang optimum bersama dengan permintaan tertentu
akan produk (dan karenanya harga) guna memungkinkan imbalan yang
maksimurn bagi pemilik.
Laba Akuntansi lawan Laba Ekonomi
Penyusunan dan pemakai informasi berusaha selama bertahun tahun untuk
memberikan kandungan ekonomi laba bersih. Tujuan utama dari upaya mereka
adalah menetapkan hubungan antara imbalan atas investhsi dan tingkat imbalan
internal. ini membentuk dasar untuk apa yang disebut sebagai teori estimasi di
mana penekanannya adalah pada penyajian laba yang dilaporkan yang akan
memungkinkan investor meramalkan tingkat imbalan internal untuk perusahaan
itu secara keseluruhan dan merarnalkan arus kas masa depan dan nilai sekarang
perusahaan.
Kedua imbalan itu merupakan ukuran efisiensi untuk aktiva yang
digunakan, tetapi keduanya didefinisikan dengan sangat berbeda. imbalan atas
investasi (ROI) adalah:


di mana
NI = Laba bersih
TA = Total aktiva yang digunakan pada harga pokok.
Tingkat imbalan internal adalah tingkat yang menyamakan nilai sekarang
dari arus kas masa depan yang diharapkan dari aktiva dengan harga pokok dari
aktiva tersebut, yaitu imbalan (r) yang muncul dari persamaan


( )


Kedua persamaan itu dapat dimanipulasikan untuk menunjukkan bahwa:
Laba bersih akuntansi = Pendapatan beban penyusutan akuntansi
Laba bersih ekonomi = Pendapatan beban penyusutan ekonomi
Laba Banyak Orang
Seksi terdahulu menetapkan kesulitan dalam memberikan interpretasi
ekonomi pada laba perusahaan pada apa yang dipandang sebagai kesulitan teknis.
19
Teori Akuntansi

Namun, ada masalah yang lebih mendalam. Hampir semua analisis laba akuntansi
dalam kaitan dengan laba ekonomi dilakukan dalam konteks kepastian. Dengan
perkataan lain, semua fakta situasi diasumsikan diketahui oleh setiap orang.
Sebagai contoh, analisis nilai sekarang biasanya dimulai dengan mengasumsikan
satu tingkat diskonto. Dalam kenyataan tentu saja ada banyak tingkat yang
berbeda.
Dalam usaha menangani ketidakpastian ini, para peneliti telah
membedakan satu kasus di mana pasar dikatakan sempurna dan lengkap. Secara
luas, dalam dunia yang sempurna dan lengkap, investor tidak lagi mengetahui
keadaan dunia apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi mereka tetap sepakat
pada ciri-ciri masing-masing keadaan yang potensial, dan mereka sepakat dengan
kisar keadaan yang mungkin. Sebagai suatu contoh yang sederhana, tak
seorangpun mengetahui sisi mata uang mana yang jatuh kalau dilempar ke atas,
tetapi semuanya akan sepakat bahwa kalau tidak kepala tentu ekor. Kesepakatan
ini tentang hasil yang potensial memungkinkan dilakukannnya taruhan pada
lemparan mata uang. Dinyatakan secara lebih umum, pasar yang sempurna dan
lengkap memungkinkan kontrak-kontrak diadakan dan, dapat ditunjukkan angka
laba bersih yang berarti, yang harus dihitung.
KONSEP LABA PADA TINGKAT PRAGMATIK
Konsep pragmatik dari laba berkaitan dengan proses keputusan dari
investor dan kreditor, reaksi harga sekuritas dalam pasar yang teratur terhadap
pelaporan laba, keputusan pengeluaran modal dari manajemen, dan reaksi umpan
balik dari manajemen dan akuntan. Pendekatan ini diperkenalkan dalam Bab 6,
yang membicarakan studi perilaku pada tingkat individu dalam akuntansi, teori
pasar efisien, dan dalam Bab 8, yang membicarakan bagaimana akuntansi positif
memperluas kerja ini ke bidang pengaturan. Kerja tersebut akan dibahas berikut
ini.
Laba sebagai Alat Peramal
SFAC I menyatakan bahwa investor, kreditor, dan pihak lain
berkepentingan dengan menetapkan prospek arus kas bersih perusahaan, tetapi
mereka sering menggunakan laba untuk membantu mereka mengevaluasi daya
menghasilkan laba, meramalkan laba masa depan, atau menetapan risiko investasi
atau memberi pinjaman kepada perusahaan.i Jadi, ada hubungan yang
diasumsikan antara laba yang diiaporkan dan arus kas, termasuk kas yang
dibagikan kepada pemilik.
Banyak peneliti berusaha memberi bukti pada asumsi-asumsi FASB. Satu
arah penehtian nienanyakan angka-angka spesifik apakah yang disukai investor
dan pihak lain dalam menctapkan prospek penisahaan. Angka-angka tersebut
20
Teori Akuntansi

disebut indicator ikhtisar karena hal itu tampak dimaksudkan untuk
mengikhtisarkan keberhasilan atau kegagalan relative dari suatu perusahaan.
Pengambilan Keputusan Manajerial. Laporan keuangan formal ditujukan
terutama untuk pemakai eksternal data akuntansi, tetapi akuntan juga hares
melengkapi manajemen dengan alat-alat dan bahan bake yang diperlukan untuk
pengendalian dan untuk keputusan yang baik. Sara seperti investor yang
berkepentingan terutama pada anus dividen masa depan, demikian pula
manajemen berkepentingan terutama pada apa yang akan terjadi di masa depan.
Keputusan_ keputusan hanya dapat mempengaruhi kejadian masa mendatang.
Tetapi manajemen tidak begitu berkepentingan dalam meramalkan dividen masa
depan seperti dalam hal mengambil keputusan untuk mencapai tujuan berkenaan
dengan anus kas sekarang dan masa depan.
Sejauh laba digunakan oleh manajemen untuk tujuan keputusan dan
pengendalian, harus berhati-hati untuk memastikan bahwa sifat arbitrer dari
alokasi dan penandingan diminimisasikan atau dinetralkan. Netralitas dicapai
hanya jika ke-putusan-keputusan itu tidak dipengaruhi oleh prosedur alokasi dan
penandingan yang diterapkan dalam pengukuran laba. Jika ini tak dapat
dihindarkan, Iaba tidak boleh digunakan sebagai dasar untuk keputusan
manajerial.
Pendekatan Pasar Modal
Pengamatan langsung dan tak langsung menyatakan bahwa laba per saham
dan proyeksi laba per saham yang dilaporkan mempunyai dampak langsung pada
harga pasar saham biasa dan dalam permintaan oleh masing-masing investor
meskipun hipotesis pasar yang efisien menyiratkan bahwa perorangan tidak dapat
memperoleh pengetahuan dari informasi ini. Akan tetapi, dalam bentuk setengah
kuat dari hipotesis pasar efisien (harga sekuritas mencerminkan sepenuhnya se-
mua informasi yang tersedia secara umum tentang perlisahaan tersebut)
penggunaan kandungan informasi dari laba yang dilaporkan diasumsikan
mcrupakan dasar dari reaksi pasar terhadap informasi ini. Beberapa studi ernpiris
tclah menyatakan bahwa laba per saharn atau proycksi laba per saharn yang
dilaporkan tidak mempunyai dampak langsung pada harga pasar saharn biasa.
Bukti pertama dari hubungan antara laba akuntansi dan harga sekuritas
diberikan oleh Profesor Australia, Ray Ball dan Philip Brown, yang berada di
University of Chicago pada saat itu. Studi tersebut diuraikan dalam Bab 6. Hasil-
hasil mereka, pada dasarnya adalah bahwa harga sekuritas bergerak dalam arah
yang sama seperti laba akuntansi, telah dikuatkan berkali-kali sesudah itu. Ini
mungkin karena sekuritas rnenanggapi pada kejadian yang sama seperti laba.
Alternatifnya, ini mungkin karena laba menyampaikan informasi kepada pasar
sekuritas, Sekurang-kurangnya, pasar berperilaku seolah-olah laba menyampaikan
21
Teori Akuntansi

informasi. Beberapa mungkin menganggap ini tidak begitu nyata dan bukan
merupakan basil yang sangat menyenangkan. Namun, itu tetap merupakan bukti
pertama di mana akuntan mampu memperlihatkan bahwa angka-angka akuntansi
bersifat informative. Dengan demikian itu merupakan suatu studi yang sangat
penting.
Pandangan Pendekatan Kontraktual Dari Laba
Sebagaimana yang dibahas dalam Bab 8, laba akuntansi yang dilaporkan
telah menjadi dasar dari banyak hubungan hukum dan kontraktual dalam
masyarakat sampai sejauh ini, hal itu mempunyai implikasi perilaku sekalipun
mungkin tidak mempunyai interpretasi sematik. Penerapan yang dimainkan oleh
laba dalam kisar kontrak yang luas member banyak pandangan ke dalam cara laba
dapat diperkirakan untuk berperilaku. Kekuatan dari pendekatan kontraktual
adalah bahwa hal itu tidak menuntut interpretasi sematik dari perubahan
akuntansi.
APA YANG HARUS DIMASUKAN DALAM LABA ?
Perhitungan laba sebagai penilaian tahunan atas perusahaan seperti yang
dilakukan dalam Bab 9 menimbulkan pertanyaan pcnting mengenai metode
penilaian yang tepat yang memberikan pengukuran laba bersih yang paling
berarti. Pembatasan yang lebih penting dari prosedur penilaian tahunan adalah
ketidakmampuan untuk mengungkapkan sifat dan komposisi dari laba yang
diperlukan untuk memenuhi tujuan prediktabilitas yang dibahas pada awal bah ini.
Pendekatan transaksi, di pihak lain, memungkinkan untuk mencatat perubahan
ketika kejadian spcsilik terjadi dan untuk mengikhtisarkan perubahan-perubahan
ini dalam Iaporan keuangan sesuai dengan sifat dari aktivitas perusahaan tersebut.
Salah satu tujuan utama perusahaan bisnis adalah memaksimisasikan arus dividen
kepada pemegang saham selama,keseluruhan untuk perusahaan itu, atau
maksimasi dari nilai likuiditas atau nilai pasar dari perusahaan itu pada akhir
umumnya, atau pada titik interim, atau beberapa kombinasi dari ini. Pengukuran
laba keseluruhan untuk keseluruhan umur perusahaan tidak memberikan informasi
pada waktu yang paling bermanfaat, ataupun menguraikan penyebab sukses atau
gagal.
Konsep Operasi Kini dari Laba
Konsep laba operasi kini (current operating concept of income)
mcmusatkan pada pengukuran efisiensi perusahaan bisnis. Istilah efisien berkaitan
dengan pemanfaatan secara efektif sumberdaya perusahaan dalam
mengoperasikan perusahaan dan menghasilkan laba. Dalam pengertian ekonomi
yang lebih luas, hal itu berkaitan dengan kombinasi yang tepat dari faktor-faktor
produksiyaitu, tanah, tenaga kerja, modal dan manajemen. Namun, suatu
22
Teori Akuntansi

evaluasi atas efisiensi relatif memerlukan perbandingan dengan suatu standar atau
ideal tertentu. Evaluasi memang subyektif, tetapi titik awal perbandingan dapat
dilakukan dengan hasih hasil periode sebelumnya dan dengan laba dari
perusahaan lain atau industri. Dalam menghitung laba, penekanan tertentu
diletakkan pada istilah kini (masa berjalan) dan operasi. Hanya perubahan nilai
dan kejadian yang dapat dikendalikan oleh manajemen dan yang dihasilkan dari
periode berjalan yang harus dimasukkan. Akan tetapi, laporan ini harus
dikualifasikan untuk menyertakan penggunaan faktor-faktor yang diperoleh
dalam periode sebelumnya tetapi digunakan dalam periode berjalan. Setiap
periode bukan merupakan pengalaman ekonomi yang terpisah. Sebagian besar
peralatan modal dan bahkan jasa dari kebanyakan pckcrja telah diperoleh atau
dikontrak dalam periode-periode sebelumnya. Keputusan periode bcrjalan
melibatkan penggunaan dan kombinasi yang tepat dari faktor-faktor ini.
Perubahan yang harus dikeluarkan adalah yang benar-benar terjadi pada periode
sebclumnya tetapi belum diakui atau dicataat secara semestinya. Sebagai contoh,
peralatan yang ditemukan menjadi usang dalam periode berjalan dapat mungkin
telah usang dalam periode-periode sebelumnya.
Aspek kedua dari konsep ini adalah bahwa perubahan relevan hanya
timbul dari operasi normal, yang memungkinkan perbandingan yang lebih baik
dengan operasi-operasi lain. Juga efisinsi relative dari manajemen terlihat lebih
jelas. Meskipun aktivitas non operasi juga dipengaruhi oleh efisiensi manajerial,
lebih sulit untuk mendapatkan standar untuk mengukur hasil-hail periode tersebut.
Sedikitnya hasil-hasil operasi dan non operasi harus dipisahkan. Juga seringkali
disarankan bahwa aktivitas non operasi harus dilaporkan secara. terpisah kareira
hal itu tidak berulang. Argumen ini benar-benar rnerupakan alasan yang berbeda
untuk klasifikasi yang terpisah, dan dibahas lebih lengkap di bawah ini. Jika pus
tak berulang timbul dart operasi normal, konsep laba dart kinerja operasi kini
harus mencakup hal itu guna memberikan ukuran yang haik alas perusahaan dan
suatu sarana untuk memproyeksikan dan mengevaluasi tren laba.
Konsep Laba All-inclusive (Laba Komprehensif)
Konsep laba all-inclusive didefinisikan sebagai total perubahan dalam
modal yang diakui dengan mencatat transaksi atau revaluasi perusahaan selama
suatu periode tertentu, kecuali untuk pembagian dividen dan transaksi modal. lni
merupakan konsep yang dirujuk oleh FASB sebagai laba komprehensif Laba
komprehensif lebih luas dari laba bersih karena mencakup:
perubahan tertentu yang lain dalam aktiva bersih (terutama keuntungan dan
kerugian tertentuyang ditahan) yang diakui dalam periode itu, seperti beberapa
perubahan dalam nilaipasar investasi dalam sekuritas ekuitas yang mudah
dipasarkan yang dikiasifikasi sebagai aktiva tak lancar, beberapa perubahan dalam
23
Teori Akuntansi

nilai pasar investasi yang mempunyai praktik akuntansi kbusus untuk sekuritas
yang mudah dipasarkan, dan penyesuaian translasi valuta asing.
Laba bersih, di pihak lain, berisi pos-pos tertentu yang secara nyata bukan dari
masa berjalan. Secara spesifik, laba bersih (clan laha komprehensif) mencakup::
pengaruh dari penyesuaian akuntansi tertentu dari periode-periode sebelumnya
diakui dalam periode tersebut, seperti contoh utama daiam praktek saat ini
kumulatif perubahan dalam prinsip akuntansi.
FASB memilih untuk menguraikan konsep laha yang mencerminkan
hanya masa berjalan dengan istilah penghasilan (earning). Dengan dernikian
diperoleh hirarki berikut:
Penghasilan = Laba operasi kini + pos tak berulang
Laba bersih = Penghasilan + efek kumulatif perubahan prinsip akuntansi pada
tahun-tahun sebelumnya
Laba komprehensif = Laba bersih + penyesuaian kumulatif periode sebelumnya +
perubahan bukan pemilik dalam ckuitas yang tersisa
Istilah perubahan bukan pemilik dimaksudkan untuk mengeluarkan transaksi
modal seperti dividen dan penerimaan modal baru.
Laba yang Berulang dan Tak Berulang
Pendukung konsep laba kinerja operasi kini seringkali mengklaim bahwa
pos-pos operasi pada umumnya didefinisikan sebagai berulang dalam operasi
bisnis dan bahwa pos non operasi umumnya dipandang tidak biasa dan tak dapat
diramalkan.
Manfaat dari mengkIasifikasikan beban dan kredit laba sebagai berulang
dan tak berulang didasarkan pada kegunaan yang meningkat dari angka yang
dihasilkan dalam membuat prediksi oleh investor. Mungkin lebih sulit bagi pihak
luar untuk membedakan antara kejadian berulang dan tak berulang dibanding
membedakan pos-pos operasi dan non operasi.
Kelebihan dari klasifikasi dan pelaporan laba berulang serupa dengan
kekurangan konsep laba operasi kini. Kekurangan ini dapat segera diketahui
dalam pembahasan di atas tentang konsep laba all-inclusive.


Penyesuaian Periode Sebelumnya
24
Teori Akuntansi

Dengan muneuinva informasi barn, perubahan tak dapat dihindarkan. APB
20 mernbedakan tiga jenis perubahan: perubahansrinsin, perubahan estimasi dan
perubahan dalam satuan usaha yang melaporkan. Kekeliruan yang ditemukan
rnengakibatkan perubahan tetapi pada dirinya sendiri bukan merupakan
perubahan akuntansi sebagaimana yang didefinisikan dalam Opini tersebut.
Contoh perubahan prinsip mencakup peralihan dari satu metode perdiaan ke
metode lain atau dan satu metode penyusutan ke yang lain. Perubahan estitnasi
mencakup revisi estimasi umur ke unaan dari suatu akdia, atau jumlah yang hares
disisihkan untuk beban jaminan. Apabila perubahan estimasi menyertai perubahan
prinsip, maka perubahan estimasilah yang dianggap merupakan penyebab
mendasarnya.
Penyusun APB 20, yang didorong oleh konsensus mereka bahwa laba all-
inclusive lebih baik, setuju bahwa penyesuaian periode sebelumnya harus tetap
jarang terjadi. Efek umum dari perubahan prinsip karenanya perlu ditunjukkan
dalam laporan rugi laba periode berjalan, sebagai bagian dari laba bersih.
Satusatunya pengecualian yang diperkenankaq adalah:
a. Perubahan dari metode penetapan harga LIFO ke metode lain.
b. Perubahan metode akuntansi untuk kontrak jenis pembangunan jangka
panjang.
c. Perubahan ke atau dari metode akuntansi "biaya penuh" yang digunakan
dalam industry ekstraktif.
d. Perubahan dari akuntansi penghentian-penggantian-perbaikan ke akuntansi
penyusutan.
Pos-pos Luar Biasa
APB 30 mendefinisikan pos-pos luar biasa sebagai kejadian dan transaksi
yang tidak serine (atau tak berulang) dan tidak biasa katau tidak berkaitan dengan
operasi normal). Kedua kriteria harus dipenuhi dalam kiasifikasi pos-pos luar
biasa. Satu-satunya pengecualian dalam aturan umum ini adalah keuntungan atau
kerugian pelunasan utang yang diperlakukan sebagai pos-pos tuar biasa. Pos-pos
yang tidak sering tetapi bukan tidak biasa, atau kebalikannya hams diper lihatkan
pada bans terpisah dalam laba dan i operasi. Suatu contoh perlakuan pos luar biasa
(dan perubahan dalam prinsip akuntansi) diperlihatkan dalam Peraga10-2.
Tujuan pendekatan dalam APB 30 tampaknya adalah untuk membatasi
penggunaan kiasifikasi ini pada waktu-waktu yang tidak biasa yang dapat
mempengaruhi prediktabilitas tetapi tidak akan memungkinkan penggunaan
kebijakan manajemen dalam menentukan perhitungan laba bersih sebelum pos-
25
Teori Akuntansi

pos luar biasa. Akan tetapi, alasan teoritis untuk kiasifikasi yang terpisah belum
jelas.


Operasi Yang Dihentikan
Operasi yang dihentikan diliput dalam ketentuan APB 30, yang
dimaksudkan untuk rnengklasifikasikan pos-pos sekuritas ekuitas deinikian rupa
sehingga mernberi kepada Para pernbacanya perasaan berapa laba yang mungkin
layak diharapican dari operasi yang berlanjut. Perusahaan harus memisahkan laba
atau rugi sesudah pajak yang dihasilkan dari operasi yang dihentikan dalam
periode beTjalan dan sebelum tanggal pengukuran, yang didefinisikan sebagai
tanggal di mana manajemen mengikat diri sendiri pada suatu rencana formal
untuk melepaskan operasi bersangkutan. Laba atau rugi yang dihasilkan oleh
operasi yang hentikan dalam periode antara tanggal pengukuran dan tanggal
pelepasan merupakan bagian dari keuntungan atau kerugian, sesudah pajak, pada
penjualan tersebut. iika ini diestimasi merupakan kerugian, estimasi tersebut harus
ditunjukkan. Suatu contoh perlakuan operasi yang dihentikan diperlihatkan dalam
Peraga 10- 3.
Pengungkapan
Dengan banyak kategori yang berbeda yang sekarang tampak dalam suatu
laporan rugi laba, beberapa kesepakatan untuk penyajian diperlukan untuk
mempermudah interpretasinya. Suatu laporan laba rugi komposit bisa tampak
sebagai berikut :
Penghasilan dari operasi berianjut
Dikurangi:Provisi untuk pajak penghasilan, pada operasi berlanjut
Ditambah: Ekuitas dalam penghasilan anak perushaan yamg tak terkonsolidasi
Dikurangi: Laba dari operasi yang dihentikan, laba bersih sesudah manfaat paak
pengahasilan
Ditambah: Estimast kerugian pertjualan operasi yang dihentikan, laba bersih sesudah
pajak penghasilan.
Pos luar biasa (uraian), bersih sesudah pajak penghasilan
Efek kumulatif perubahan akuntansi, bersih sesudah pajak penghasilan
Laba bersih

Laba bersih kepada Siapa?
Berasal dan pendekatan kepcmilikan pada akuntasi, laba bersih asumsikan
beerarti penghasilan bersih atau laba bersih yang terutang kepada pemegang
saham atau pemilik saat ini dari perusahaan tersebut. Akan tetapi, mungkin
26
Teori Akuntansi

terdapat alasan sah untuk penyajian angka laba bersih yang merupakan
penghasilan bersih pada kelornpok penerima yang lebih sempit atau lebih luas.
Konsep Nilai-Tambah dari Laba. Secara luas, adalah mungkin untuk mean
dant, penisahaan sebagai mempunyai sejumlah besar pengklaim atau pihak yang
berkepentingan, termasuk tidak hanya pemilik dan investor lain, tetapi juga
karyawan dan tuan tanah dari properti yang di sewa. Pandangan ini disebut
pendekatan nilai-tambah. Dalarn pengertian ekonomi, nilai-tambah adalah harga
pasar dari keluaran suatu perusahaan dikurangi harga barang dan jasa yang
diperoleh melalui transfer dari perusahaan lain. Jadi, semua karyawan, pemilik,
kreditor, dan pemerintah (melalui pajak) adalah penerima dari laba perusahaan.
Laba perusahaan adalah total kue yang dapat dibagi di antara berbagai
penyumbang masukan kepada perusahaaan produksi barang dan jasa.
Konsep nilai-tambah menjadi paling berarti apabila diterapkan pada
perusahaan yang sangat besar yang mempengaruhi hidup ribuan orang dan
mempunyai kepentingan sosial dan ekonomi di luar kepentingan sempit dari
pemilik dan pemegang saham. Laba nilai tambah mencakup upah, sewa, bunga,
pajak, dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, dan penghasilan yang
tidak dibagikan dalam konsep ini. Itu tidak harus terutang kepada pemilik raja,
tetapi juga kepada semua penerima atau pengklaim lain dari nilai tambah
perusahaan. Hanya dalam kasus likuiditas pemegang saham biasa mempunyai
klaim tersisa.
Laba bersih perusahaan. Menurut pernyataan 1957 dari American Accounting
Association. beban bunga, pajak penghasilan, dan distribusi bagi-hasil yarg
sebenarnya adalah bukan merupakan determinan dari laba bersih perusahaan..
Lalu dapat disimpulkan bahwa pos-pos ini lebih merupakan pembagian laba
bersih, daripada pengurang sebelum sampai pada laba bersih. seseorang juga
dapat menyimpulkan bahwa pemegang saham, pemegang utang jangka panjang,
dan pemerintah adalah pewaris dari perusahaan.
Laba bersih kepada investor. Dalam konsep satuan usaha, laba kepada investor
meneakup bunga atas man& dividen pada pemegang saham preferen dan
pemegang saham biasa, dan sisa yang tak dibagikan. Konsep laba ini mempunyai
manfaat yang besar untuk beberapa tujuan:
1. Keputusan mengenai sumber modal jangka panjang Iebih bersifat daripada
masalah operasi. Karena itu, Iaba bersih kepada investor memominkan
lebih jelas basil-hasil operasi.
2. Karena membedakan struktur keuangan, perbandingan di antara
perusahaan dapat di buat lebih segera dengan menggunakan konsep laba
ini.
27
Teori Akuntansi

3. Tingkat imbalan pada total investasi yang dihitung dalam konsep laba ini
menggambarkan secara lebih baik efisiensi relative dari modal yang
diinvestasikan daripada konsep tingkat imbalan pada pemegang saham.
Laba bersih kepada Pemegang saham. Sudut Pandang yang paling tradisional
daan diterima dari laba adalah bahwa hal itu merupakan imbalan kepada
pemilik perusahaan. Meskipun konsep ini mempunyai dasar yang kuat dalam
pendekatan kepemilikan banyak pengarang menerapkannya pada pendekatan
satuan usaha dan menganggr laba akuntansi kepada satuan usaha merupakan
kewajiban kepada pemilik. Tersirat dalam pernyataan FASB adalah konsep bahwa
laba bersih terutang kepada semua pemegang saham. SFAC 1 menekankan sitht
prediktif dari penghasilan yang dilaporkan. Misalnya, dinyatakan bahwa di
samping digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajemen, laba yang dilaporkan
dapat digunakan untuk meramalkan penghasilan masa depan, untuk meramalkan
kemampuan menghasilkan penghasilan jangka panjang dari perusahaan, atau
untuk mengevaluasi risiko investasi dalam atau meminjamkan kepada perusahaan.
Laba bersih kepada Pemegang Ekuitas Tersisa. Dalam laporan keuangan yang
disajikan terutama bagi pemegang saham dan investor, laba bersih yang tersedia
untuk pembagian kepada pemegang saham biasa biasanya dipandang merupakan
jumlah angka tunggal yang paling penting dalam laporan. Laba bersih per saham
biasa dan dividen per saham adalah angka yang paling umum dikutip dalam
berita-berita keuangan, bersama dengan harga pasar per saham. Karena itu,
terdapat dukungan pragmatik untuk menyajikan laporan di mana laba bersih
kepada pemegang ekuitas tersisa dapat segera diperoleh.