Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH FARMAKOTERAPI

ATOPIC DERMATITIS
Disusun oleh :
Kelompok 7
Ajeng ! "! FA#$77%& ' (
)o*+ A,,in FA#$77-. ' (
H/*,ik/ A,i0/m/ FA#$7.12 ' (
Him Ahm/0h FA#$73$3 ' (
Mu0i/*/ He*/4/0i FA#$...% ' (
Di0/ A+uli/ DS! FA#$..32 ' (
FAK5LTAS FARMASI
5I6ERSITAS 7AD8AH MADA
9O79AKARTA
&$11
2
ATOPIC DERMATITIS
I! PEDAH5L5A
Dermatitis atopik adalah peradangan pada lapisan atas kulit yang sifatnya
kronis atau menahun. Penderita penyakit ini biasanya mengeluh kulitnya terasa
gatal dan kering yang tidak sembuh-sembuh atau sering kambuh walaupun sudah
diobati. Dermatitis atopik sering juga disebut Eczema Dermatitis atau Eksim.
Dermatitis Atopik umumnya mengenai bayi dan anak-anak, namun tidak jarang
juga dialami oleh orang dewasa. Pada orang dewasa biasanya juga akan
menimbulkan gangguan secara kosmetik dikarenakan kulit yang sering digaruk
lama kelamaan akan menimbulkan bercak kehitaman (hiperpigmentasi sehingga
mengganggu penampilan. !ondisi ini biasanya muncul pada penderita yang
memiliki kecenderungan atopi, yaitu suatu tendensi gangguan alergi yang
diturunkan secara genetik. "adi penderita yang mengalami dermatitis atopik
biasanya memiliki riwayat penyakit asma atau alergi pada kondisi tertentu dalam
keluarganya. Dengan kata lain, dermatitis atopik adalah suatu bentuk penyakit
alergi (#edscape, $%&&.
'elakangan ini pre(alensi terjadinya dermatitis atopik semakin meningkat
di seluruh dunia sekitar &)-*%+ anak-anak dan $-&%+ orang dewasa. ,al ini
menyebabkan masalah dikarenakan penyakit ini seringkali diderita sepanjang
hidup karena sifatnya yang kronik residif (menahun dan gampang kambuh.
-elain itu penanganan dermatitis atopik merupakan penanganan sepanjang hidup
penderita, dan tidak hanya menyangkut kehidupannya sendiri namun juga
keluarganya. -elain itu, orang kulit hitam dan orang Asia lebih sering menderita
dermatitis atopik dibandingkan orang kulit putih (#edscape, $%&&.
3
.ambar &. Dermatitis atopik pada anak
Di Amerika -erikat tingkat pre(alensi dermatitis atopik &%-&$+ pada
anak-anak dan %,/+ pada orang dewasa. 0nformasi terbaru menunjukkan bahwa
kunjungan ke dokter untuk dermatitis atopik di Amerika -erikat dari tahun &//1-
$%%2 terjadi peningkatan besar (#edscape, $%&&. -edangkan data pre(alensi
mengenai penderita dermatitis atopik di 0ndonesia sampai saat ini belum
diketahui secara pasti.
II! PATOFISIOLO7I
/! De:inisi
Dermatitis Atopik (DA adalah keadaan peradangan kulit kronis dan
residif, disertai gatal yang umumnya sering terjadi selama masih bayi dan anak-
anak, sering berhubungan dengan peningkatan 0gE dalam serum riwayat atopi
keluarga atau penderita dermatitis atopik, rhinitis alergi, atau asma bronkhial
(-ularsito -.A., $%%) .
;! <en0uk De*m/0i0is A0opik
Didapatkan dua tipe DA, bentuk alergik yang merupakan bentuk utama
(1%-3%+ pasien terjadi akibat sensitisasi terhadap alergen lingkungan disertai
dengan peningkatan kadar 0gE serum. 'entuk lain adalah bentuk intrinsik atau
non alergik, terdapat pada $%-*%+ pasien dengan kadar 0gE rendah dan tanpa
4
sensitisasi terhadap alergen lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan
kadar 0gE bukan merupakan prasyarat pada patogenesis dermatitis atopik.
4erdapat pula konsep murni (Pure Type, tanpa berkaitan dengan penyakit
saluran nafas dan bentuk campuran (Mixed Type yang terkait dengan sensitisasi
terhadap alergen hirup atau alergen makanan disertai dengan peningkatan kadar
0gE (-oebaryo 5. 6., $%%/.
=! E0iologi
4erdapat beberapa teori yang dapat dikaitkan dengan etiologi dermatitis
atopik (#edscape, $%&& 7
&. 8aktor ,erediter
5iwayat keluarga ditemukan sekitar 1%+ pada semua kasus. Pada
kondisi atopi kontrol dari produksi 0gE di bawah pengaruh suatu gen
dominan pada kromosom &&9&*.
$. 0munologik
Adanya peningkatan dari antibodi 0gE total dan 0gE spesifik di dalam
serum terhadap antigendari makanan atau inhalasi.
'erbagai keadaan yang bisa memperburuk dermatitis atopik 7
-tres emosional
Perubahan suhu atau kelembaban udara
0nfeksi kulit oleh bakteri
!ontak dengan bahan pakaian yang bersifat iritan (terutama wol.
Pada beberapa anak, alergi makanan bisa memicu terjadinya dermatitis
atopik.
Penderita dermatitis atopik biasanya juga memiliki penyakit alergi
lainnya. ,ubungan antaradermatitis dan penyakit alergi tersebut tidak jelas,
beberapa penderita memiliki kecenderungan yang sifatnya diturunkan untuk
5
menghasilkan antibodi secara berlebihan (misalnya immunoglobulin E sebagai
respon terhadap sejumlah rangsangan yang berbeda.
,! P/0ogenesis
Patogenesis penyakit terdiri dari * teori, yaitu 7
& 4eori .enetik
Dasar imunopatogenesis penyakit dermatitis atopik diatur oleh gen atau
lokus genetik. #eskipun demikian ada 2 dasar fenomena
imunopatogenesis penyakit dermatitis atopik yang diatur oleh gen atau
lokus genetik 7
&. Peningkatan 0gE spesifik
$. Peningkatan respon 0gE total
*. Peningkatan aktifitas sel-sel inflamasi, misalnya sel mast, basofil dan
eosinofil, serta selhelpet $ (4h$ setelah paparan alergen
2. ,iperaktifitas jaringan
$ 4eori 0munologi
4eori imunologik didasarkan pada 7
&. -ebagian besar (1)+ menderita dermatitis atopik yang mempunyai
riwayat atopik padadiri sendiri atau keluarganya.
$. Penderita Dermatits atopik sering memberikan reaksi positif pada uji
klinik yang memakai antigen makanan dan antigen lingkungan.
*. !ira-kira 3%+ penderita dermatitis atopik memberikan reaksi positif
terhadap lebih dari & alergen pada uji kulit tipe cepat.
* 4eori Psikosomatik
4eori psikosomatik menyatakan bahwa dermatitis atopik disebabkan oleh
neurosis yang mengakibatkan respon (egetatif abnormal yang menahun.
:eurosis itu dapat disebabkan oleh kecemasan, perasaan bermusuhan,
frustasi, perasaan bersalah dan sebagainya.
III! 7ej/l/ ,/n 0/n,/
Ada * fase klinis dermatitis atopik yaitu dermatitis atopik infantil ($ bulan
6
; $ tahun, dermatitis atopik anak ($ ; &% tahun dan dermatitis atopik pada
remaja dan dewasa.
1! De*m/0i0is /0opik in:/n0il '& ;ul/n > & 0/hun(
Dermatitis atopik paling sering muncul pada tahun pertama
kehidupan yaitu pada bulan kedua. <esi mula-mula tampak didaerah muka
(dahi-pipi berupa eritema, papul-(esikel pecah karena garukan sehingga lesi
menjadi eksudatif dan akhirnya terbentuk krusta. <esi bisa meluas ke kepala,
leher, pergelangan tangan dan tungkai. 'ila anak mulai merangkak, lesi bisa
ditemukan didaerah ekstensor ekstremitas. -ebagian besar penderita sembuh
setelah $ tahun dan sebagian lagi berlanjut ke fase anak.
&! De*m/0i0is /0opik p/,/ /n/k '& > 1$ 0/hun(
Dapat merupakan lanjutan bentuk dermatitis atopik infantil ataupun
timbul sendiri (de no(o. <okasi lesi di lipatan siku=lutut, bagian fleksor
pergelangan tangan, kelopak mata dan leher. 5uam berupa papul likenifikasi,
sedikit skuama, erosi, hiperkeratosis dan mungkin infeksi sekunder.
Dermatitis atopik berat yang lebih dari )%+ permukaan tubuh dapat
mengganggu pertumbuhan.
%! De*m/0i0is /0opik p/,/ *em/j/ ,/n ,e4/s/
<okasi lesi pada remaja adalah di lipatan siku=lutut, samping leher,
dahi, sekitar mata. Pada dewasa, distribusi lesi kurang karakteristik, sering
mengenai tangan dan pergelangan tangan, dapat pula berlokasi setempat
misalnya pada bibir (kering, pecah, bersisik, (ul(a, puting susu atau skalp.
!adang-kadang lesi meluas dan paling parah di daerah lipatan, mengalami
likenifikasi. <esi kering, agak menimbul, papul datar cenderung berkonfluens
menjadi plak likenifikasi dan sedikit skuama. 'isa didapati ekskoriasi dan
eksudasi akibat garukan dan akhirnya menjadi hiperpigmentasi. Pruritus
adalah gejala subjektif yang paling dominan dan terutama dirasakan pada
malam hari. 'agaimana mekanisme timbulnya pruritus masih belum jelas.
,istamin yang keluar akibat degranulasi sel mas bukanlah satu-satunya
penyebab pruritus. Disangkakan sel peradangan, ambang rasa gatal yang
7
rendah akibat kekeringan kulit, perubahan kelembaban udara, keringat
berlebihan, bahan iritan konsentrasi rendah serta stres juga terkait dengan
timbulnya pruritus.
>mumnya dermatitis atopik remaja dan dewasa berlangsung lama
kemudian cenderung membaik setelah usia *% tahun, jarang sampai usia
pertengahan dan sebagian kecil sampai tua. 'erbagai kelainan kulit dapat
menyertai dermatitis atopik (4anjung, $%%3.
-ecara klinis, dermatitis atopik menggambarkan lesi yang berbercak-
bercak, difus, mengganggu, dan kadang-kadang nyeri, sering kali disertai
(esikel yang ruptur dan meninggalkan permukaan yang kasar dan basah. .atal
dapat merupakan gejala yang dominan. Pada lesi kronis bisa timbul sisik dan
penebalan kulit. <esi menyembuhkan ranpa meninggalkan parut tetapi bisa
terjadi pigmentasi.
-ecara histologi, kelainan awal adalah edema epidermis dan akhirnya
menyebabkan terbentuknya (esikel. ?esikel atau edema mendominasi,
tergantung pada ketebalan lapisan bertanduk. Pada eksim tampak jelas edema
wajah dan genital, namun telapak tangan atau kaki (esikel lebih menonjol.
Dermatitis atopic bermanifestasi sebagai bercak basah, erosi, dan eritematosa
di tempat yg tertutup popok, pipi, dan kuit kepala. !arena erupsi ini gatal,
maka bayi sering rewel. 0nfeksi sekunder oleh bakteri sering terjadi.
>mumnya eksema ini akan menghilang secara spontan, tapi bisa juga
berkembang sampai dewasa. -emua pasien mempunyai keluhan yang sama
yaitu pruritus. Pada anak=dewasa terkena pada poplitea, fosa antekubiti, leher,
dan daerah lipatan lain. Perubahan eksema menjadi merata di seluruh tubuh
pada orang dewasa. Pasien ini dianjurkan untuk tidak mendapat (aksinasi
cacar karena akan mengakibatkan (aksinia desminata (5ubenstein, Da(id et
al., $%%1.
Macam-macam lesi
<esi akut, sub-akut atau kronik. <esi akut ditandai oleh papula dan
8
papula-(esikula yang sangat gatal dengan eksudat serosa yang dilatarbelakangi
eritema. <esi kronik ditandai likenifikasi (penebalan kulit dan penonjolan pola
permukaan kulit dan prurigo nodularis (papula fibrotik.
I6! DIA7OSA
Diagnosis DA ditegakkan bila mempunyai minimal * kriteria mayor dan *
kriteria minor, diantaranya 7
&. !riteria #ayor
Pruritus
Dermatitis di muka atau ekstensor bayi dan anak
Dermatitis di fleksura pada dewasa
Dermatitis kronis atau residif
5iwayat atopi pada penderita atau keluarganya
$. !riteria #inor
@erosis
0nfeksi kulit (khususnya oleh -. aureus dan (irus ,. simpleks
Dermatitis non spesifik pada tangan dan kaki
0ktiosis=hiperlinearis palmaris=keratosis pilaris
Ptiriasis alba
Dermatitis di papila mame
White dermatografism dan delayed blanched response
<ipatan infra orbital Dennie ; #organ
!onjungti(itis berulang
!eratokonus
!atarak subkapsular anterior
Arbita menjadi gelap
#uka pucat dan eritema
9
.atal bila berkeringat
0ntolerans perifolikular
,ipersensitif terhadap makanan
Perjalanan penyakit dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau emosi
4es alergi kulit tipe dadakan positif
!adar 0gE dalam serum meningkat
Awitan pada usia dini
6! SASARA TERAPI
4erapi yang ada saat ini tidak dapat menyembuhkan &%%+ penderita dari
penyakit atopik dermatitis, sehingga sasaran yang akan dicapai dalam terapi ini
adalah7
&. Pengurangan gejala
$. Pencegahan relaps
*. #emodifikasi perjalanan penyakit agar tidak terjadi komplikasi
6I! STRATE7I TERAPI
Pengobatan dengan agen terapi untuk atopik dermatitis dilakukan
dengan cara7
&. #elembabkan kulit
$. #engurangi pruritus
*. #engurangi inflamasi
6II! TATALAKSAA TERAPI
a. Terapi Non Farmakologi
5ekomendasi terapi nonfarmakologi bisa termasuk menghindari
kontak dengan parfum, sabun berwarna dan detergen. #enggunakan cara $
kali bilas untuk cucian atau menghindari fluktuasi temperatur yang ekstrim.
4abir surya harus digunakan pada pasien dengan dermatitis atopik, tapi
10
penggunaan agen nonkimia seperti tabir surya, titanium atau Binc oCide
mungkin bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut atau kontak dermatitis
(.raham, $%%$.
Pengobatan non farmakologi atopic dermatitis adalah sebagai
berikut 7 mengidentifikasi dan mengeliminasi allergen yang potensial,
mengurang frekuensi mandi (mandi setiap $ hari sekali, gunakan air
mengalir saat mandi, menghindari iritasi dengan sabun (pewarna, pewangi,
bahan pengawet, #enghindari detergen dan scrub yang mengiritasi,
!eringkan kulit dengan handuk kering yang halus, gunakan pelembab atau
emollien (salep atau krim dengan memperhatikan pewarna, pewngi dan
bahan pengawet * menit setelah mandi, menjaga kuku tetap pendek dan
bersih, menggunakan sarung tangan berbahan katun untuk mengindari
penggarukan, menggunakan baju berbahan katun, menghindari detergen
laundry karena dapat mengandung allergen, dan berikan pelembab untuk
menjaga kulit tetap lembut.
'erbagai faktor dapat menjadi pencetus dermatitis atopik dan
tidak sama untuk setiap indi(idu, karena itu perlu diidentifikasi dan
dieliminasi berbagai faktor tersebut, seperti 7
&. #enghindarkan pemakaian bahan-bahan iritan (deterjen, alkohol,
astringen, pemutih, dll
$. #enghindarkan suhu yang terlalu panas dan dingin, kelembaban tinggi.
*. #enghindarkan aktifitas yang akan mengeluarkan banyak keringat.
2. #enghindarkan makanan-makanan yang dicurigai dapat mencetuskan
dermatitis atopik.
). #elakukan hal-hal yang dapat mengurangi jumlah agen infeksi, seperti
menghindari penggunaan kapuk=karpet=mainan berbulu.
D. #enghindarkan stres emosi.
1. #engobati rasa gatal.
;! Te*/pi F/*m/kologi
11
Patogenesis dermatitis akut (DA sampai saat ini masih banyak
yang belum diketahui secara pasti sehingga belum ada pengobatan yang
dapat memberikan kesembuhan total pada penderita DA. !eberhasilan
pengobatan DA memerlukan pendekatan sistematik dan holistik. 6alaupun
berbagai cara pengobatan dasar telah digunakan masih banyak kasus yang
refrakter sehingga memerlukan pengobatan khusus (Amiruddin, $%%)E
Dipiro, $%%).
4arget penatalaksanaan dari terapi pada pasien dermatitis atopik
diantaranya adalah 7
&. #engatasi kekeringan kulit yang timbul
$. #enghilangkan inflamasi
*. #engurangi gatal
2. #engidentifikasi dan menghilangkan faktor pencetus dan berbagai
pengobatan yang baru (Amiruddin, $%%).
Algoritma terapi untuk dermatitis akut dapat dilihat pada tabel & (Dipiro,
$%%).
12
4abel &. Algoritma 4erapi Dermatitis Atopik (Dipiro, $%%)
1! Emolien0
4idak ada bukti bahwa emolien dapat mengobati DA secara langsung.
:amun, emolien digunakan secara luas karena efeknya yang dapat
memperbaiki penampilan dan mengobati gejala kulit kering pada DA. -atu
studi menunjukkan bahwa emolien dapat mengurangi kebutuhan
kortikosteroid topikal untuk terapi DA sekitar )% +. -tudi lain menemukan
13
bahwa emolien meningkatkan respon terapi pada penggunaan kortikosteroid
topikal (6illiams, $%%).
&! Ko*0ikos0e*oi, 0opik/l
!ortikosteroid topikal merupakan pilihan yang utama untuk mengurangi
inflamasi pada penderita DA. Penggunaan steroid topikal, yaitu suatu bahan
yang bekerja dan bersifat anti-inflamasi merupakan dasar terapi untuk
pengobatan lesi-lesi eksematosa. Akan tetapi dalam penggunaannya akan
tergantung pada lokasi dan keadaan lesi kulit serta aman untuk digunakan
sehingga penderita harus diinstruksi secara hati-hati untuk menghindari
potensi efek samping, terutama potensi kuat harus dihindarkan dari wajah,
genitalia, dan daerah intertrigo dan secara umum preparat potensi ringan
direkomendasikan pada daerah ini. Aleh karena itu penggunaan steroid topikal
ini ditekankan hanya pada lesi DA saja sedangkan pada kulit yang tidak
terlibat cukup dengan emolient untuk menghindari kulit kering dan proses
inflamasi. !egagalan kadang-kadang terjadi oleh karena tidak adekuatnya
pemberian glukokortikoid ini (Amiruddin, $%%)E Dipiro, $%%).
Ada 1 golongan kortikosteroid berdasarkan potensinya yang tentu saja
mempunyai potensi efek samping yang berbeda pada penggunaannya,
terutama jika digunakan dalam jangka panjang. >ntuk potensi yang sangat
kuat maka hanya digunakan untuk yang sangat singkat dan hanya pada lokasi
yang mengalami likenifikasi berat, tidak untuk wajah dan daerah lipatan.
-ehingga untuk maintenancenya digunakan potensi rendah dan emolient
untuk mencapai hidrasi kulit (Amiruddin, $%%)E Dipiro, $%%).
-teroid potensi sedang dapat digunakan untuk periode yang lebih lama
dan ditujukan penggunaannya untuk lesi di badan dan ekstremitas. "angan
menggunakan sediaan bentuk gel dengan basis propylene glycol karena akan
menyebabkan iritasi sebab penggunaannya memberikan efek kekeringan kulit,
sedangkan penggunaannya hanya terbatas kepala dan daerah berambut
(Amiruddin, $%%)E Dipiro, $%%).
14
'eberapa kortikosteroid topikal dianggap mampu untuk menghambat
migrasi eosinofil ke jaringan inflamasi dan menghambat fungsi sel 4 dalam
mengatur sitokin yang mempengaruhi eosinofil sehingga akan memblok
reaksi hipersensiti(itas yang ada pada DA. !arena pengobatan pada DA ini
dapat berlangsung bertahun-tahun, sebaiknya hindari pemakaian
kortikosteroid topikal berlama-lama, karena dapat menimbulkan komplikasi
dan dapat terjadi superinfeksi bakteri dan (irus pada lesi eksemanya.
Pemakaian kortikosteroid bergantian dengan tanpa steroid pada pagi dan
malam hari atau selang satu hari atau dua hari (inter(al therapy (Amiruddin,
$%%).
!ekhawatiran tentang efek samping dari steroid topikal telah
mengakibatkanpembatasan penggunaan pada area anatomi tertentu dan
penggunaannya pada anak-anak. Potensi efek samping yang dihasilkan
tergantung berbagai faktor, yaitukonsentrasi obat yang diberikan pada
pengolesan, frekuensi pengolesan, dan untuk berapa lama pengolesan dapat
menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan. Penggunaan jangka panjang
kortikosteroid topikal mengakibatkan kelainan kulit seperti kulit atrofi, striae,
hipopigmentasi, dan menimbulkan kulit berjerawat. Efek sistemik, yaitu
hyphotalamic-pituitari-adrenal axis supression,retardasi pertumbuhan dan
kelainan adrenal, dengan demikian telah dibatasi penggunaan steroid topikal
pada anak-anak (Dipiro, $%%).
4abel $. Penggunaan kortikosteroid pada terapi dermatitis akut (Dipiro, $%%)
15
%! Imunomo,ul/0o* 0opik/l
0nhibitor kalsineurin topikal seperti tacrolimus dan pimecrolimus, dapat
digunakan untuk pengobatan DA. 'erbeda dengan kortikosteroid, obat ini
dapat digunakan untuk pengobatan jangka panjang, dapat digunakan pada
semua bagian tubuh untuk periode lama tanpa efek samping seperti yang
ditimbulkanpada penggunaan kortikosteroid. Abat ini mengakibatkan
penghambatan kalsineurin, yang merupakan inisiasi akti(asisel 4. #elalui
penghambatansel 4, dapat mengurangi terjadi inflamasi pada DA (Dipiro,
$%%).
#eskipun struktur dari kedua senyawa ini mirip, pimecrolimus lebih
lipofilik daripada tacrolimus, menyebabkan berkurangnya penetrasinya ke
kulit. Pimecrolimus merupakan ascomysindengan kalsineurin inhibitor,obat
ini adalah turunan streptomyces hygroscopitus var ascomyceticus, merupakan
penghambat sitokin inflamasi yang bekerja selektif, banyak digunakan pada
penyakit-penyakit kulit inflamasi. Pimecrolimus bekerja dengan
mempengaruhi stimulasi sel 4 yang kita ketahui banyak berperan dalam
patogenesis DA. -timulasi sel 4 melalui sel penyaji antigen dan menghambat
sitokin sel 4h-& seperti 0<- $ dan 0:8-F serta sitokin 4h-$ seperti 0<-2 dan 0<-
&%. -elain itu pimecrolimus juga mencegah pelepasan mediator inflamasi sel
mast yang teraktifasi. Dari hasil penelitian -tuetB A et al., pimecrolimus dapat
digunakan pada pengobatan jangka pendek maupun jangka panjang pada
orang dewasa, anak-anak maupun bayi berumur * bulan.Pimecrolimus dapat
mengatasi gatal dalam * hari dan penderita tidak mengalami eritem dalam D-
&$ bulan. !etika pimecrolimus digunakan sebagai lini pertama terapi untuk
DA akut, kebutuhan kortikosteroid dapat dikurangi atau dieliminasi
(Amiruddin, $%%)E Dipiro, $%%).
4acrolimus adalah lakton makrolid yang diisolasi dari Streptomyces
tsuubaensis. 4acrolimus menghambat akti(asi beberapa sel yang terlibat
pada DA termasuk sel 4, sel langerhans, sel mast dan keratinosit. Penggunaan
secara topikal efektif untuk terapi DA berat dengan efek samping yang ringan.
16
'iopsi kulit setelah pengobatan dengan tacrolimus topikal menunjukkan
adanya pengurangan sel 4 dan infiltrat eosinofil, biasanya juga disertai
pengurangan jumlah sel langerhans inflamasi sel epidermal dendritik.
4acrolimus %,%*+ dan %,&+ penggunaannya aman dan efektif pada anak-anak
(lebih dari $ tahun dan umur dewasa dengan DA. ,asil penelitian pada
&*.%%% orang penderita menunjukkan data bahwa obat ini aman sampai
dengan 2 tahun penggunaan tacrolimus ini (Amiruddin, $%%)E Dipiro, $%%).
!eluhan pasien yang paling umum dengan tacrolimus topikal adalah
munculnya rasa gatal dan terbakar pada tempat aplikasi. #eskipun tidak ada
data pendukung praktek, banyak dokter merekomendasikan pretreatment
dengan kortikosteroid topikal untuk mencegah atau mengurangi efek samping
tacrolimus. -edangkan penggunaan jangka panjang tacrolimus sistemik
cenderung menyebabkan efek samping sepertieratosis actinic, kutil (irus,
dan kanker kulit nonmelanoma. #eskipun tidak ada laporan seperti dari
penggunaan topikal, perlindungan matahari yang memadai harus ditekankan
pada pasien yang menerima tacrolimus topikal untuk DA (Dipiro, $%%).
4abel *. Penggunaan imunomodulator topikal pada terapi dermatitis akut (Dipiro,
$%%)
17
2! Tar Preparations
Tar preparationsdapat mengurangi gatal dan peradangan pada
kulit.Produk ini telah digunakan dalam kombinasi dengan kortikosteroid
topikal, sebagai tambahan kekuatan yang lebih rendah sehingga kortikosteroid
dapat digunakan secara efektif, selain itu juga digunakan untuk terapi
tambahandengan terapi sinar ultra(iolet. 4ersedia sebagai crude coal tar (&-
*+,pix lithantracis ()-&%+, !chtamol ($-&%+atauli"uorcarbonis detergens
()- $%+. 'au yang kuat dari tar batu bara dan warnanya yang mencolok
menjadi kendala dalam penggunaannya. Pasien dapat diinstruksikan untuk
menggunakan produk pada waktu tidur dan mencucinya di pagi hari. -elain
itu, folikulitis dan fotosensitifitas pada pemakaian juga telah dilaporkan
(Dipiro, $%%).
Te*/pi penunj/ng
1! An0ihis0/min
Antihistamin digunakan untuk mengobatigejala gatal-awal pada pruritis
DA.Antihistamin sistemik secara primer bekerja dengan membloking reseptor
,& di dermis dan menempati reseptor itu secara kompetitif sehingga
mengurangi gatal yang timbul oleh pelepasan histamin. Antihistamin yang
sering digunakan adalah antihistamin klasik dengan efek sedatif dan
antihistamin yang non sedatif. Pada anak jangan diberikan antihistamin yang
non sedatif seperti cefteriBine, loratadin, astemiBol, terfenadin (bersama
dengan eritromisin karena bisa menimbulkan aritmia. (Amiruddin, $%%)E
Dipiro, $%%).
Pruritis ini biasanya lebih berat pada malam hari, sehingga antihistamin
dengan efek sedatif akan sangat membantu bila digunakan pada saat
tidur(misalnya, hidroksiBin atau diphenhydramine dapat menawarkan
keuntungan dengan memfasilitasi tidur. -alah satu antidepresan trisiklik,
doksepin, menghambat baik ,& dan ,$ reseptor, telah digunakan untuk
18
mengobati pasien DA dewasa dalam dosis&% sampai 1)mg pada malam hari.
,al ini mungkin bermanfaatpada pasien atopik yang mengalami
depresi.Antihistamin topikal, seperti krim doksepin )+ atau
diphenhydraminekrim, juga telah menunjukkan hasil yang netral, tetapi
umumnya tidakdirekomendasikan karena hipersensitisasi pada kulit dari
bahan tambahan dalam formulation (Dipiro, $%%).
&! Topical Doxepin
Topical doxepin dapat digunakan untuk mengurangi gejala gatal dengan
onset 23 jam setelah pemberian. 4erjadinga dro#siness masih merupakan
masalah dalam penggunaannya untuk terapi (6illiams, $%%).
%! An0i;io0ik
'eberapa antibiotik yang dapat digunakan untuk terapi DA diantaranya
adalah golongan Aminoglikosid seperti gentamisin dan basitrasin. .olongan
#akrolid seperti eritromisin, klindamisin. -erta antibiotik lain seperti
!lortetrasiklin $-)+ atau Asam fusidat. Penggunaan antibiotik pada DA
merupakan terapi tambahan jika terjadi infeksi bakteri (Amiruddin, $%%).
Te*/pi un0uk kon,isi +/ng suk/* ,isem;uhk/n
1. Wet Dressing with Occlusion
Dres basah atau pembungkus tubuh basah ditempatkan langsung ke
kulit efektif dalam mengurangi gatal, terutama pada malam hari. Pembungkus
basah tubuh digunakan bersama dengan kortikosteroid topikal dapat
digunakan untuk flare akut atau kronis, lichenified lesions dan maserasi kulit.
!ompres hangat diterapkan ke kulit selama $% menit 2-D kali sehari dapat
membantu dalam mengeringkanlesi berdarah (Dipiro, $%%).
&! Fo0o0e*/pi
8ototerapi efektif untuk terapi DA yang sukar diatasi atau rekalsitran.
4erapi ini mungkin terdiri atas ultra(iolet A (>?-A, ultra(iolet ' (>?-'
19
atau kombinasi. 8otokemoterapi psoralen ditambah >?-A (psoralen plus >?-
A = P>?A mungkin merupakan terapi pilihan pada penderita DA berat
(Amiruddin, $%%).
%! Imunosup*es/n sis0emik
"ika terapi topikal agresif dan fototerapi gagal untuk mengontrol
gejala DA, agen imunosupresan sistemik dapat digunakan untuk alternatif
lain.#engingat bahwa DA adalah penyakit mediasi sel-4 dengan keterlibatan
dari sel $angerhans, eosinofil, dan sel mast, imunosupresan dapat digunakan
dalam pengobatan berat. ,anya saja karena efeknya yang merugikan,
penggunaan imunosupressan sistemik sudah jarang (Dipiro, $%%).
2! Ko*0ikos0e*oi, sis0emik
!ortikosterod sistemik juga dapat dipertimbangkan penggunaannya
sebagai pilihan terakhir bila mengenai mukosa dan pada tipe dewasa dengan
kasus eksaserbasi yang berat serta tidak berhasil dengan topikal, akan tetapi
sangat jarang digunakan pada tipe bayi dan anak oleh karena efek sampingnya
dan reaksi rebound bila penggunaannya dihentikan. Penggunaannya hanya
dalam waktu yang singkat dan tappering (Amiruddin, $%%).
!ortikosteroid oral, seperti prednison, dapat ditunjukkan dalam
pengobatan DA kronis yang parah. Penggunaan jangka panjang dapat
menyebabkan efek merugikan kortikosteroid sistemik, termasuk hipertensi,
terhambatnya pertumbuhan dan penundaan perkembangan. "adi, penggunaan
obat ini, terutama pada anak, harus dibatasi sampai kondisi DA yang parah
dan tidak merespon terapi awal (Dipiro, $%%).
?! Siklospo*in
20
#eskipun siklosporin saat ini tidak disetujui penggunaannya oleh
8DA, etapi telah efektif dalam mengobati penyakit imunologis pada kulit.
-eperti halnya penggunaan kostikosteroid sistemik, juga terjadi rebound jika
pengobatan siklosporin dihentikan. Aral siklosporindapat digunakan pada
pemakaian jangka pendek untuk DA berat, pada orang dewasa dengan dosis )
mg=kg '' dan dosis sedikit lebih rendah* mg=kg ''=hari dapat digunakan
dengan hati-hati pada anak-anak (Dipiro, $%%).
4olerabilitas pada anak-anak yang baik, dan efek samping yang paling
umum terbatas pada nyeri perut dan headache. Efek sampingseperti toksisitas
ginjal bersifat ringan dan re(ersibel dalam penggunaan jangka panjang.
#eskipun demikian, sesuai pemantauan parameter-elektrolit, fungsi ginjal,
jumlah darah, profil lipid puasa, dan asam uratharusdiukur pada awal
pemakaian obat dan secara berkala. -iklosporin juga terlibatdi banyak
interaksi obat-obat sehingga pemantauan yang cermat diperlukan pada
penggunaannya bersama obat-obat lain (Dipiro, $%%).
6. !athioprine
ABathioprine merupakan analog purin adalah imunosupresan sistemik
lainyang dapat membantu dalam kasus DA yang berat. !erugian
utamanya,dibandingkan dengan siklosporin, adalah onset lama2-D minggu.
#eskipun banyakefek samping seperti myelosupresi, hepatotoksisitasdan
gangguan gastrointestinal, aBathioprine dapat membantu dalam pengobatan
DA yang berat (Dipiro, $%%).
7! An0ime0/;oli0
#etotreksat, suatu antimetabolit, merupakan antagonis asam folat yang
terutama digunakan sebagai agen antineoplastik, pengobatanpsoriasis dan
rheumatoid arthritis. #eskipun tidak ada studi terkontrol penggunaannya pada
pengobatan DA, bukti yang bersifat anekdot mendukung efekti(itas pada
dosis $,) mg = hari diberikan empat kali seminggu. !arenaefek
myelosuppressi(e nya, parameter hematologi pasien harus diawasi secara
21
ketat. Efek samping lainnya termasuk hepatotoksisitas, paru toksisitas, dan
toksisitas gastrointestinal. -uplemen asam folat suplemen juga harus diberikan
sebagai terapi substitusi selama terapi methotreCate (Dipiro, $%%).
3. In0e*:e*on-F
0nterferon-F diketahui sebagai inhibitor sel 4h$, dianggap dapat
berguna dalam respon 0gE untuk menekan DA. !ekurangannya adalah bahwa
injeksi interferon mahal dan mungkin memberikan efek samping terkait
dengan flu seperti gejala demam, menggigil, sakit kepala, mual, mialgia,
artralgia,muntah, dan diare. -ehingga kontrol rutin perlu diberikan jika pasien
diberikan terapi dengan obat ini (Dipiro, $%%).
22
23
4abel 2. Abat-obat pada terapi DA
24
KAS5S
Anak Pu putra dari seorang pejabat, berumur 3 bulan mengalami kulitnya
memerah pada pipi dan dagunya sejak $ bulan. 0bu berpikir bahwa penyebab
kemerahan tersebut adalah karena air liur dan giginya yang mau tumbuh. 0bu
memberi mouisturiBer, tetapi tidak ada perbaikan dan semakin memburuk dalam
$ bulan. Anak Pu selalu menggaruk mukanya sehingga menyebabkan berdarah.
Dalam beberapa minggu, luka pada mukanya menjadi kuning dan mengeras.
Anak Pu alergi terhadap ampisilin. <esi pada kulit akan memburuk jika makan
makanan bayi yang mengandung tomat, strawberry dan telur.
,asil pemeriksaan 7 0gE &) 0>=m<
Pemeriksaan kulit 7 kering, gatal, kemerahan, ada benjolan seperti gelembung
pada muka, pipi, dagu dan tubuhnya
Diagnosa 7 Dermatitis Atopik
-etelah dilakukan pemeriksaan kultur ternyata hasilnya positif terinfeksi S%
&ureus
1! Desk*ipsi K/sus
Dermatitis atopik pada Anak Pu adalah fase infantil, biasa terjadi pada anak
$ bulan-$ tahun. Dermatitis atopik jenis ini paling sering muncul pada tahun
pertama kehidupan yaitu pada bulan kedua. .ejala dan tanda pada fase ini
diantaranya adalah lesi mula-mula tampak didaerah muka (dahi-pipi berupa
eritema, papul-(esikel pecah karena garukan sehingga lesi menjadi eksudatif dan
akhirnya terbentuk krusta. <esi bisa meluas ke kepala, leher, pergelangan tangan
dan tungkai.
Analisis -AAP 7
-ubjektif
Ghief Gomplain 7 !ulit memerah pada pipi dan dagu sejak $ bulan,
anak selalu menggaruk mukanya sehingga
menyebabkan berdarah. Dalam beberapa
25
minggu, luka pada mukanya menjadi kuning dan
mengeras.
,istory of present illness 7 -
-ocial history 7 Anak P> adalah seorang anak pejabat
8amily history 7 -
Alergi obat 7 Ampisilin (golongan Penicillin
#edication history 7 #ouisturiBer
Abjektif
,asil pemeriksaan -erum 7 0gE &) 0>=m<
Pemeriksaan kulit 7 kering, gatal, kemerahan, ada benjolan seperti gelembung
pada muka, pipi, dagu dan tubuhnya
Pemeriksaan kultur 7 positif S% &ureus
Assesment
Anak Pu menderita dermatitis atopik, yang sudah terinfeksi S% &ureus%
Plan
&. #engurangi tanda dan gejala penyakit
$. #encegah=mengurangi kekambuhan sehingga mengatasi penyakit dalam
jangka waktu lama
*. #emodifikasi perjalanan penyakit agar tidak terjadi komplikasi
&! Pen/0/l/ks/n//n
4erapi non farmakologi
,idrasi adalah terapi DA yang esensial. Dasar hidrasi yang adekuat adalah
peningkatan kandungan air pada kulit dengan cara mandi. #andi selama &)-$%
menit $ kali sehari tidak menggunakan air panas dan tidak menambahkan oil
(minyak karena mempengaruhi penetrasi air. -abun dengan moisturizers
26
disarankan. -etelah mandi membersihkan sisa air dengan handuk yang lembut.
'ila perlu pengobatan topikal paling baik setelah mandi karena penetrasi obat
jauh lebih baik.
4erapi farmakologi
&. Emolient (:oroid
!omposisi 7 Pseudo-dermal lipids
0ndikasi 7 Pelembab tubuh H wajah, mengatasi dermatitis atopik
Dosis 7 .unakan beberapa C sehari sesuai kebutuhan
Perhatian 7 ,entikan penggunaan jika timbul iritas
,arga 7 !rim 3% m< (5p 3).%%%,-
$. Elidel
!omposisi 7 Pimecrolimus &+
0ndikasi 7 Dermatitis atopik
Dosis 7 Dewasa dan anak I * bulan Aleskan $ C sehari
E-A 7 5asa hangat dan=atau rasa terbakar, iritasi, gatal H
kemerahan, folikulitis
,arga 7 5p &*/.&$),-
*. 'estalin -yrup
!omposisi 7 ,ydroCyBine di,Gl (&% mg=) m<
0ndikasi 7 Pruritis karena alergi, misalnya urtikaria kronik,
dermatitis atopik dan kontak, meredakan ansietas
Dosis 7 )% mg=hari *-2 C sehari $) m< *-2 C sehari
E-A 7 #engantuk
,arga 7 5p $$.)%%,-
27
2. Gorsatrocin
!omposisi 7 Erythromisin $%% mg=) m<
0ndikasi 7 0nfeksi kulit dan jaringan lunak
Dosis 7 &$) mg 2 C sehari
E-A 7 .angguan gastrointestinal, "arang 7 hepatotoksik dan
ototoksik
,arga 7 5p &1.D%%,-
%! Moni0o*ing /n, Follow up
&. ,asil terapi 7 berkurangnya gejala penyakit seperti kemerah-merahan,
gatal, lesi melunak.
$. E-A yang sering muncul
*. Adanya komplikasi atau tidak
2. !adar 0g E
). !ultur bakteri Staphyllococus aureus
D. #elakukan -kin 4est.
2! Komunik/si@ In:o*m/si ,/n E,uk/si
a. "aga kelembaban kulit
b. !ompres bintil hangat dengan air dingin
c. Pembatasan diet susu, sapi, gandum, telur pada bayi, tomat, strawberry.
d. #enghindari keringat berlebih, stress, pakaian gatal berbahan wol, sabun
keras, makanan alergen.
e. Dianjurkan untuk lebih jarang mandi, tidak terlau kuat mengusap-usap
kulit dengan handuk dan mengoleskan minyak atau pelumas yang tidak
berbau (misalnya krim pelembab kulit
f. .unakan sabun hanya pada wajah, ketiak, daerah genital, tangan dan kaki.
.unakan air bersih di tempat lain
g. !uku jari tangan sebaiknya tetap pendek untuk mengurangi kerusakan kulit
akibat garukan dan mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi.
28
DAFTAR P5STAKA
Amiruddin, #.D. $%%). Penatalasanaan Dermatitis &topi. "urnal #edika
:usantara ?olume $D :o. &.
http7 ==med.unhas.ac.id=indeC.phpJ
optionKcomLcontentHtaskK(iewHidK$%$H0temidK/&. Diakses tanggal &%
Aktober $%&&.
Dipiro, ".4., 5obert, <. 4., .ary, G. M., .ary, 5. #., 'arbara, .. 6., H #ichael,
P. $%%). Pharmacotherapy' & Pathophysiologic &pproach Sixth
Edition.4he #c.raw ,ill Gompanies. :ew Mork.
Dipiro, ".4., 5obert, <. 4., .ary, G. M., .ary, 5. #., 'arbara, .. 6., H #ichael,
P. $%%3. Pharmacotherapy' & Pathophysiologic &pproach Seventh
Edition.4he #c.raw ,ill Gompanies. :ew Mork.
.raham, 5obin, $%%$' Dermatologi edisi (, Erlangga, "akarta, ,al D1.
-ularsito -.A., $%%). Dermatitis. 0lmu penyakit !ulit dan !elamin. (Ed. 0?.
'alai Penerbit 8! >0, "akarta. ,al. 21-&$/
-oebaryo 5. 6., $%%/. 0munopatogenesis. 'alai Penerbit 8! >0, "akarta. ,al.
*/-)&.
6illiams, ,.G. $%%). &topic Dermatitis. 4he new england journal of
medicine*)$E$$. $ "uni $%%).
http7==www.nejm.org=doi=pdf=&%.&%)D=:E"#cp%2$3%*. Diakses tanggal 3
Aktober $%&&.
#edscape, http7==emedicine.medscape.com=article=&%2/%3)-o(er(iewNa%&%2,
diakses tanggal &$ Aktober $%&&
29

Anda mungkin juga menyukai