Anda di halaman 1dari 23

AIRIZA ASZELEA ATHIRA

1102010011
1. Memahami dan menjelaskan perdarahan pervaginam
1.1.Deinisi
Adalah perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid.
Ada dua macam perdarahan di luar haid yaitu metroragia dan menometroragia
1. Metroragia adalah perdarahan dari vagina yang tidak berhubungan dengan siklus
haid. Perdarahan ovulatoir terjadi pada pertengahan siklus sebagai suatu spotting dan
dapat lebih diyakinkan dengan pengukuran suhu basal tubuh. Penyebabnya adalah
kelainan organik (polip endometrium, karsinoma endometrium, karsinoma serviks),
kelainan ungsional dan penggunaan estrogen eksogen
2. Menoragia adalah Perdarahan siklik yang berlangsung lebih dari ! hari dengan
jumlah darah kadang"kadang cukup banyak. Penyebab dan pengobatan kasus ini sama
dengan hipermenorea.
1.2.E!i"l"gi
#ebab $ sebab organic
Perdarahan dari uterus, tuba dan ovarium disebabkan olah kelainan pada%
serviks uteri& seperti polip servisis uteri, erosio porsionis uteri, ulkus pada portio uteri,
karsinoma servisis uteri.
'orpus uteri& polip endometrium, abortus imminens, abortus insipiens, abortus
incompletus, mola hidatidosa, koriokarsinoma, subinvolusio uteri, karsinoma korpus
uteri, sarkoma uteri, mioma uteri.
(uba allopii& kehamilan ekstopik terganggu, radang tuba, tumor tuba.
)varium& radang overium, tumor ovarium.
#ebab ungsional
Perdarahan dari uterus yang tidak ada hubungannya dengan sebab organik, dinamakan
perdarahan disungsional. Perdarahan disungsional dapat terjadi pada setiap umur antara
menarche dan menopause. (etapi kelainan inui lebih sering dijumpai se*aktu masa
permulaan dan masa akhir ung+ ovarium.
,ua pertiga *anita dari *anita"*anita yang dira*at di rumah sakit untuk perdarahan
disungsional berumur diatas -.tahun, dan / 0 diba*ah 2. tahun. #ebetulnya dalam praktek
dijumpai pula perdarahan disungsional dalam masa pubertas, akan tetapi karena keadaan ini
biasanya dapat sembuh sendiri, jarana diperlukan pera*atn di rumah sakit.
1.#.Manies!asi klinik
a. Perdarahan ovulatory
Perdarahan ini merupakan kurang lebih 1. 0 dari perdarahan disungsional dengan siklus
pendek (polimenore) atau panjang (oligomenore). 1ntuk menegakan diagnosis perdarahan
ovulatori perlu dilakukan kerokan pada masa mendekati haid. 2ira karena perdarhan yang
lama dan tidak teratur siklus haid tidak dikenali lagi, maka Madang"kadang bentuk survei
suhu badan basal dapat menolong.
2ika sudah dipastikan bah*a perdarahan berasal dari endometrium tipe sekresi tanpa adanya
sebab organik, maka harus dipikirkan sebagai etiologinya%
1) korpus luteum persistens
,alam hal ini dijumpai perdarahan Madang"kadang bersamaan dengan ovarium yang
membesar. #indrom ini harus dibedakan dari kelainan ektopik karena ri*ayat penyakit dan
hasil pemeriksaan panggul sering menunjukan banyak persamaan antara keduanya. 'orpus
luteum persistens dapat menimbulkan pelepasan endometrium yagn tidak teratur (irregular
shedding).
,iagnosis ini di buat dengan melakukan kerokan yang tepat pada *aktunya, yaitu menurut
Mc. 3ennon pada hari ke - mulainya perdarahan. Pada *aktu ini dijumpai endometrium
dalam tipe sekresi disamping nonsekresi.
2) insuisiensi korpus luteum
4al ini dapat menyebabkan premenstrual spotting, menoragia atau polimenore. ,asarnya
ah+la kurangntya produksi progesteron disebabkan oleh gangguan 34 reali5ing actor.
,iagnosis dibuat, apabila hasil biopsi endometrial dalam ase luteal tidak cocok dengan
gambaran endometrium yang seharusnya didapat pada hari siklus yang bersangkutan.
/) apopleksia uteri
Pada *anita dengan hipertensi dapat terjado pecahnya pembuluh darah dalam uterus.
-) kelainan darah
#eperti anemia, purpura trombositopenik, dan gangguan dalam mekasnisme pembekuan
darah.
b. Perdarahan anovulatoir
#timulasi dengan estrogen menyebabkan tumbuhnya endometrium. ,engan menurunya 'adar
estrogen diba*ah tingkat tertentutimbul perdarahan yang Madang"kadang bersiat siklik,
'adang"kadang tidak teratur sama sekali.
6luktuasi kadar estrogen ada sangkutpautnya dengan jumlah olikel yang pada statu *aktu
ungsional akti. 6olikel $ olikel ini mengeluarkan estrogen sebelum mengalami atresia, dan
kemudian diganti oleh olikel $ olikel baru. 7ndometrium diba*ah pengaruh estrogen
tumbuh terus dan dari endometrium yang mula"mula plorierasidapat terjadi endometrium
bersiat hiperplasia kistik.2ika gambaran ini diperoleh pada kerokan maka dapat disimpulkan
adanya perdarahan anovulatoir.
Perdarahan ungsional dapat terjadi pada setiap *aktu akan tetapi paling sering pada masa
permulaan yaitu pubertas dan masa pramenopause.
Pada masa pubertas perdarahan tidak normal disebabkan oleh karena gangguan atau
keterlambatan proses maturasi pada hipotalamus, dengan akibat bah*a pembuatan reali5ing
aktor tidak sempurna. Pada masa pramenopause proses terhentinya ungsi ovarium tidak
selalu berjalan lancar.
8ila pada masa pubertas kemungkinan keganasan kecil sekali dan ada harapan lambat laun
keadaan menjadi normal dan siklus haid menjadi ovulatoir, pada seorang de*asa dan
terutama dalam masa pramenopause dengan perdarahan tidak teratur mutlak diperlukan
kerokan untuk menentukan ada tidaknya tumor ganas.
Perdarahan disungsional dapat dijumpai pada penderita"penderita dengan penyakit
metabolik, penyakit endokrin, penyakit darah, penyakit umum yang menahun, tumor"tumor
ovarium dan sebagainya. Akan tetapi disamping itu terdapat banyak *anita dengan
perdarahan disungsional tanpa adanya penyakit"penyakit tersebut. #elain itu aktor
psikologik juga berpengaruh antara lain stress kecelakaan, kematian, pemberian obat
penenang terlalu lama dan lain"lain dapat menyebabkan perdarahan anovulatoir.
1.$. Diagn"sis
Perlu ditanyakan bagaimana mulainya perdarahan, apakah didahului oleh siklus yang
pendek atau oleh oligomenore9amenorhe, siat perdarahan ( banyak atau sedikit"
sedikit, sakit atau tidak), lama perdarahan, dan sebagainnya.
Pada pemeriksaan umum perlu diperhatikan tanda"tanda yang menunjuk ke arah
kemungkinaan penyakit metabolik, endokrin, penyakit menahun. 'ecurigaan
terhadap salah satu penyait tersebut hendaknya menjadi dorongan untuk melakukan
pemeriksaan dengan teliti ke arah penyakit yang bersangkutan.
Pada pemeriksaan gynecologik perlu dilihat apakah tidak ada kelainan"kelainan
organik yang menyebabkan perdarahan abnormal (polip, ulkus, tumor, kehamilan
terganggu).
Pada pubertas tidak perlu dilakukan kerokan untuk menegakan diagnosis. Pada
*anita umur 2."-. tahun kemungkinan besar adalah kehamilan terganggu, polip,
mioma submukosum,
,ilakukan kerokan apabila sudah dipastikan tidak mengganggu kehamlan yang masih
bisa diharapkan. Pada *anita pramenopause dorongan untuk melakukan kerokan
adalah untuk memastikan ada tidaknya tumor ganas.
1.%. Ta!alaksana
1. :stirahat baring dan transusi darah
2. 8ila pemeriksaan gynecologik menunjukan perdarahan berasal dari uterus dan tidak
ada abortus inkompletus, perdarahan untuk sementara *aktu dapat dipengaruhi
dengan hormon steroid. ,apat diberikan %
7strogen dalam dosis tinggi
#upaya kadarnya dalam darah meningkat dan perdarahan berhenti. ,apat diberikan secar :M
dipropionasestradiol 2,; mg, atau ben5oas estradiol 1,; mg, atau valeras estradiol 2. mg.
(etapi apabila suntikan dihentikan perdarahan dapat terjadi lagi
progesteron
Pemberian progesteron mengimbangi pengaruh estrogen terhadap endometrium, dapat
diberikan kaproas hidroksi progesteron 12; mg, secara :M, atau dapat diberikan per os sehari
nirethindrone 1; mg atau asetas medroksi progesteron (provera) 1. mg, yang dapat diulangi
berguna dalam masa pubertas.
2. Memahami dan menjelaskan &a serviks
2.1.Deinisi
'anker serviks adalah tumbuhnya sel"sel abnormal pada serviks. 'anker serviks merupakan
kanker yang primer berasal dari serviks (kanalis servikalis dan atau porsio). #erviks adalah
bagian ujung depan rahim yang menjulur ke vagina.
2.2. epidemi"l"gi
'anker leher rahim (serviks) atau karsinoma serviks uterus merupakan kanker pembunuh
*anita nomor dua di dunia setelah kanker payudara. #etiap tahunnya, terdapat kurang lebih
;.. ribu kasus baru kanker leher rahim (cervical cancer), sebanyak <. persen terjadi pada
*anita yang hidup di negara berkembang. #edikitnya 2/1.... *anita di seluruh dunia
meninggal akibat kanker leher rahim. ,ari jumlah itu, ;.0 kematian terjadi di negara"negara
berkembang. 4al itu terjadi karena pasien datang dalam stadium lanjut.
Menurut data ,epartemen 'esehatan =:, penyakit kanker leher rahim saat ini menempati
urutan pertama datar kanker yang diderita kaum *anita :ndonesia. saat ini ada sekitar 1..
kasus per 1.. ribu penduduk atau 2.. ribu kasus setiap tahunnya 'anker serviks yang sudah
masuk ke stadium lanjut sering menyebabkan kematian dalam jangka *aktu relati cepat.
#elain itu, lebih dari !. persen kasus yang datang ke rumah sakit ditemukan dalam keadaan
stadium lanjut.
2.'. (lasiikasi men)r)! s!aging
(abel 1. #taging 'arsinoma #erviks Menurut 6:>)
2.#. E!i"l"gi dan *ak!"r Resik"
Perjalanan penyakit karsinoma serviks merupakan salah satu model karsinogenesis yang
melalui tahapan atau multistep, dimulai dari karsinogenesis yang a*al sampai terjadinya
perubahan morologi hingga menjadi kanker invasi. #tudi"studi epidemiologi menunjukkan
?.0 lebih kanker serviks dihubungkan dengan jenis human papilomma virus (4P@).
8eberapa bukti menunjukkan kanker dengan 4P@ negati ditemukan pada *anita yang lebih
tua dan dikaitkan dengan prognosis yang buruk. 4P@ merupakan aktor inisiator kanker
serviks. )ncoprotein 7A dan 7! yan berasal dari 4P@ merupakan penyebab terjadinya
degenerasi keganasan. )nkoprotein 7A akan mengikat p;/ sehingga (#> p;/ akan
kehilangan ungsinya. #edangkan onkoprotein 7! akan mengikat (#> =b, ikatan ini
menyebabkan terlepasnya 726 yang merupakan aktor transkripsi sehingga siklus sel dapat
berjalan tanpa kontrol.
Ada beberapa aktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks, antara lain
adalah %
1. 4ubungan seks pada usia muda atau pernikahan pada usia muda
6aktor ini merupakan aktor risiko utama. #emakin muda seorang perempuan melakukan
hubungan seks, semakin besar risikonya untuk terkena kanker serviks. 8erdasarkan penelitian
para ahli, perempuan yang melakukan hubungan seks pada usia kurang dari 1! tahun
mempunyai resiko / kali lebih besar daripada yang menikah pada usia lebih dari 2. tahun.
2. 8erganti"ganti pasangan seksual
Perilaku seksual berupa gonta"ganti pasangan seks akan meningkatkan penularan
penyakit kelamin. Penyakit yang ditularkan seperti ineksi human papilloma virus
(4P@) telah terbukti dapat meningkatkan timbulnya kanker serviks, penis dan vulva.
=esiko terkena kanker serviks menjadi 1. kali lipat pada *anita yang mempunyai
partner seksual A orang atau lebih. ,i samping itu, virus herpes simpleks tipe"2 dapat
menjadi aktor pendamping.
/. Merokok
Banita perokok memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena kanker serviks
dibandingkan dengan *anita yang tidak merokok. Penelitian menunjukkan, lendir
serviks pada *anita perokok mengandung nikotin dan 5at"5at lainnya yang ada di
dalam rokok. Cat"5at tersebut akan menurunkan daya tahan serviks di samping
merupakan ko"karsinogen ineksi virus.
-. ,eisiensi 5at gi5i
Ada beberapa penelitian yang menyimpulkan bah*a deisiensi asam olat dapat
meningkatkan risiko terjadinya displasia ringan dan sedang, serta mungkin juga
meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks pada *anita yang makanannya rendah
beta karoten dan retinol (vitamin A).
;. (rauma kronis pada serviks seperti persalinan, ineksi, dan iritasi menahun
A. Pemakaian DES (dietilstilbestrol) pada *anita hamil untuk mencegah keguguran
(banyak digunakan pada tahun 1?-."1?!.)
!. >angguan sistem kekebalan
<. Pemakaian pil '8
?. :neksi herpes genitalis atau ineksi klamidia menahun
1.. >olongan ekonomi lemah (karena tidak mampu melakukan Pap smear secara
rutin)
2.$. +a!"isi"l"gi dan pa!"genesis
Proses terjadinya kanker serviks uteri sangat erat hubungannya dengan proses
metaplasia Masuknya bahan"bahan yang dapat mengubah perangai sel secara genetik
atau mutagen pada saat ase akti metaplasia dapat menimbulkan sel"sel yang
berpotensi ganas. Perubahan biasanya terjadi pada daerah ##' atau daerah
Proto"onkogen
6actor instrinsik
"'elainan kromosom
"supresi system imun
6actor ekstrinsik
"ineksi 4P@
"5at karsinogenik
Onkoprotein HPV E6 & E7
6actor resiko% merokok, multiparitas, usia,
coituspertama,kebiasaan,seksual,PM#,eko
nomi rendah
Prolierasi sel meningkat
,ierensiasi sel AbD
Apoptosis sel menurun
,isplasia sel
epitel serviks
Mutasi gen supresor P;/ E
p=b
Fa 7pidermoid
serviks uteri
stad.lanjut
#el kanker% ggn reparasi
,DA,=eoksigenasi,=edis"
tribusi,=epopulasi
7kspresi gen #FFA1
E#FFA2 meGG
'adar #FF antigen GG
8lok reseptor sel D'
2umlah sel D' ke sel tumor HH
Metabolism heparHH
sist.eksresi ginjal ,,
>angguan g hepar,
>angguan g ginjal
=espon =adiasi
Radiasi
transormasi. Mutagen tersebut berasal dari agen"agen yang ditularkan secara
hubungan seksual dan diduga bah*a 4uman Papilloma @irus (4P@) memegang
peranan penting.
#el"sel yang mengalami mutasi dapat berkembang menjadi sel displasia. ,imulai dari
displasia ringan, displasia sedang, displasia berat, karsinoma in situ dan kemudian
berkembang menjadi karsinoma invasi.
(ingkat displasia dan karsinoma in situ dikenal ,erajat kelainan epitel didasarkan
pada kelainan polaritas dan atipia yang ditemukan pada sel"sel epitel. 'lasiikasi
terbaru menggunakan istilah Deoplasia :ntraepitel #erviks (D:#) untuk kedua bentuk
displasia dan karsinoma in situ. D:# terdiri dari %
1. D:# 1 disebut displasia ringan, bila polaritas sel sudah tidak baik sampai kira"kira
19/
tebal epitel dan atipia sel masih ringan.
2. D:# 2 atau displasia sedang, bila perubahan mencakup I"J tebal dan atipia
derajat
sedang.
/. D:# / atau displasia berat dan karsinoma insitu, bila perubahan tersebut J atau
seluruh tebal dan polaritas tidak teratur, atipia sel berat serta ditemukan mitosis sel.
1ntuk berlanjut menjadi karsinoma in situ umumnya diperlukan *aktu ; tahun dari
displasia ringan, / tahun dari displasia sedang dan 1 tahun dari displasia berat.
Damun tidak semua displasia akan menjadi karsinoma. ,isplasia dapat mengalami
regresi, menetap bertahun"tahun atau memburuk tergantung pada daya tahan
penderita.
Pada penelitian ,eKeus, dkk. mendapatkan bah*a 1;0 displasia ringan akan
berkembang menjadi displasia sedang, /.0 displasia sedang akan berkembang
menjadi displasia berat dan -.0 mengalami regresi menjadi displasia ringan. 7mpat
puluh lima persen displasia berat akan berkembang menjadi karsinoma insitu.
2.%. ,ejala (linis
Pada ase prakanker, sering tidak ada gejala atau tanda"tanda yang khas. Damun, kadang bisa
ditemukan gejala"gejala sebagai berikut %
1. 'eputihan atau keluar cairan encer dari vagina. >etah yang keluar dari vagina ini
makin lama akan berbau busuk akibat ineksi dan nekrosis jaringan
2. Perdarahan setelah sanggama (post coital bleeding) yang kemudian berlanjut menjadi
perdarahan yang abnormal.
/. (imbulnya perdarahan setelah masa menopause.
-. Pada ase invasi dapat keluar cairan ber*arna kekuning"kuningan, berbau dan dapat
bercampur dengan darah.
;. (imbul gejala"gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
A. (imbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian ba*ah bila ada radang panggul.
8ila nyeri terjadi di daerah pinggang ke ba*ah, kemungkinan terjadi hidronerosis.
#elain itu, bisa juga timbul nyeri di tempat"tempat lainnya.
!. Pada stadium lanjut, badan menjadi kurus kering karena kurang gi5i, edema kaki,
timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian ba*ah (rectum),
terbentuknya istel vesikovaginal atau rektovaginal, atau timbul gejala"gejala akibat
metastasis jauh.
L-.'. Memahami dan menjelaskan Diagn"sis &a serviks
a. Anamnesis
Pada anamnesis perlu diidentiikasi data mengenai ri*ayat perka*inan dan pesalinan,
perilaku seks yang sering berganti ganti pasangan (promiskusitas), *aktu coitus pertama kali,
penyakit yang pernah dialami misalnya herpes genitalis, ineksi 4P@, servisis kronis, gaya
hidup seperti meroko, hygienis, jenis makanan san social ekonomi rendah, juga keluhan
perdarahan spontan ataupun pasca senggama. >ejala 'linis kurang menunjang sebagai
penunjuk diagnostic karena lesi prakanker umumnya asimptomatik kecuali pada keganasan
yang sudah lanjut..
..+emeriksaan *isik
,iagnosis kanker serviks tidaklah sulit apalagi tingkatannya sudah lanjut.Lang menjadi
masalah adalah bagaimana melakukan skrining untuk mencegah kanker serviks, dilakukan
dengan deteksi, eradikasi, dan pengamatan terhadaplesi prakanker serviks. 'emampuan untuk
mendeteksi dini kanker serviks disertaidengan kemampuan dalam penatalaksanaan yang tepat
akan dapat menurunkanangka kematian akibat kanker serviks.
1) 'eputihan. 'eputihan merupakan gejala yang paling sering ditemukan,
berbaubusuk akibat ineksi dan nekrosis jaringan.
2) Pendarahan kontak merupakan !;"<.0 gejala karsinoma serviks.
Perdarahantimbul akibat terbukanya pembuluh darah, yang makin lama makin
seringterjadi diluar senggama.
/) =asa nyeri, terjadi akibat iniltrasi sel tumor ke serabut sara.
-) >ejala lainnya adalah gejala"gejala yang timbul akibat metastase jauh.
;) Pemeriksaan tanda vital seperti tensi, nadi, respirasi, suhu badan.
A) #tatus pasien %
Ada atau tidaknya anemia.
(anda"tanda metastase di paru seperti% sesak napas, batuk darah.
#tatus lokalis abdomen% umumnya tak khas, jarang menimbulkan
kelainan berupa benjolan, kecuali bila sudah ada penyebaran ke rektum
menimbulkan obstipasi ileusobstrukti.
Palpasi hepar, supraklavikula, dan diantara kedua paha untuk melihat ada
tidaknya benjolan untuk meyakinkan ada tidaknya metastase.
/. +emeriksaan ,inek"l"gi
Pada pemeriksaan makroskopis9inspekulo mungkin tidak ditemukan kelainan porsio
pada lesi tingkat prakan"ker dan kadang hanya menunjukkan gambaran khas seperti
leukoplakia, erosi, ektropion atau servisitis. (etapi tidak demikian halnya pada tingkat lanjut
dimana porsio terlihat benjol"benjol menyerupai bunga kol (pertumbuhan eksoitik) atau
mungkin juga ditemukan istula rektovaginal ataupun vesikovagina. Pada keadaan ini porsio
mudah sekali berdarah karena kerapuhan sel sehingga pada pemeriksaan ginekologi
dianjurkan mulai dengan pemeriksaan inspekulo yang dilanjutkan dengan pemeriksaan vagina
bimanual untuk eksplorasi vagina.
D. +emeriksaan pen)njang
#tadium klinik seharusnya tidak berubah setelah beberapa kali pemeriksaan. Apabila
ada keraguan pada stadiumnya maka stadium yang lebih dini dianjurkan. Pemeriksaan berikut
dianjurkan untuk membantu penegakkan diagnosis seperti palpasi, inspeksi, kolposkopi,
kuretase endoserviks, histeroskopi, sistoskopi, proktoskopi, intravenous urography, dan
pemeriksaan M"ray untuk paru"paru dan tulang. 'ecurigaan iniltrasi pada kandung kemih
dan saluran pencernaan sebaiknya dipastikan dengan biopsi. 'onisasi dan amputasi serviks
dapat dilakukan untuk pemeriksaan klinis. :nterpretasi dari limangograi, arteriograi,
venograi, laparoskopi, ultrasonograi, F( scan dan M=: sampai saat ini belum dapat
digunakan secara baik untuk staging karsinoma atau deteksi penyebaran karsinoma karena
hasilnya yang sangat subyekti. ,iagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil
pemeriksaan sebagai berikut (#uharto, 2..!)%
1) Pemeriksaan pap smear
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi sel kanker lebih a*al pada pasien yang
tidak memberikan keluhan. #el kanker dapat diketahui pada sekret yang diambil dari porsi
serviks. Pemeriksaan ini harus mulai dilakukan pada *anita usia 1< tahun atau ketika telah
melakukan aktivitas seksual sebelum itu. #etelah tiga kali hasil pemeriksaan pap smear setiap
tiga tahun sekali sampai usia A; tahun. Pap smear dapat mendeteksi sampai ?.0 kasus kanker
leher rahim secara akurat dan dengan biaya yang tidak mahal, akibatnya angka kematian
akibat kanker leher rahim pun menurun sampai lebih dari ;.0. #etiap *anita yang telah akti
secara seksual sebaiknya menjalani pap smear secara teratur yaitu 1 kali setiap tahun. Apabila
selama / kali berturut"turut menunjukkan hasil pemeriksaan yang normal, maka pemeriksaan
pap smear bisa dilakukan setiap 2 atau / tahun sekali.
4asil pemeriksaan pap smear adalah sebagai berikut (Prayetni,1???)%
a. Dormal
b. ,isplasia ringan (perubahan dini yang belum bersiat ganas)
c. ,isplasia berat (perubahan lanjut yang belum bersiat ganas)
d. 'arsinoma in situ (kanker terbatas pada lapisan serviks paling luar).
e. 'anker invasi (kanker telah menyebar ke lapisan serviks yang lebih dalam atau
ke organ tubuh lainnya)
(ujuan Pap #mear%
1. Menemukan sel abnormal atau sel yang dapat berkembang menjadi kanker termasuk
ineksi 4P@ . (=amli, dkk% 2...).
2. 1ntuk mendeteksi adanya pra"kanker, ini sangat penting ditemukan sebelum
seseorang menderita kanker. (4ariyono.B, 2..<).
/. Mendeteksi kelainan $ kelainan yang terjadi pada sel"sel leher rahim.
-. Mendeteksi adanya kelainan praganas atau keganasan servik uteri ((im P'(P, =#1,
,r. #oetomo 9 6' 1DA:=, 2...).
Fara pengambilan sampel Pap S mear
Pemeriksaan ini dilakukan di atas kursi pemeriksaan khusus ginekologis. #ampel sel"
sel diambil dari luar serviks dan dari liang serviks dengan melakukan usapan dengan spatula
yang terbuat dari bahan kayu atau plastik. #etelah usapan dilakukan, sebuah cytobrush (sikat
kecil berbulu halus, untuk mengambil sel"sel serviks) dimasukkan untuk melakukan usapan
dalam kanal serviks. #etelah itu, sel"sel diletakkan dalam object glass (kaca objek) dan
disemprot dengan 5at untuk memiksasi, atau diletakkan dalam botol yang mengandung 5at
penga*et, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Baktu pemeriksaan
Baktu yang digunakan dalam pemeriksaan pap smear dapat dilakukan pada 2 minggu
setelah menstruasi dan sebelum menstruasi berikutnya.
2) Pemeriksaan ,DA 4P@
Pemeriksaan ini dimasukkan pada skrining bersama"sama dengan PapNs smear untuk
*anita dengan usia di atas /. tahun. (es ini dapat dilakukan pada sediaan apusan atau cairan
vagina dan sel sisa bahan pada sediaan sitologi Pap smear ataupun dengan biopsis. ,eteksi
dengan tes ,DA 4P@ adalah salah satu jenis tes pelengkap tes sitologi seperti pap smear.
,eteksi ,DA 4P@ bisa dengan menggunakan PF= dan Hybrid Capture II. PF= pertama kali
dikembangkan oleh Kary Mullis pada tahun 1?<; (Dus*antara, 2..2). Pada tahun 1??. Ting
dan Manos telah mengembangkan suatu metode deteksi human papilloma virus dengan PF=.
Metode tersebut dikembangkan dengan mengidentiikasi suatu daerah homologi di dalam
genom tipe"tipe 4P@ yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk mendesain primer untuk
ampliikasi.
#edangkan !eknik pemeriksaan dengan hibridisasi dikenal dengan istilah teknik
Hybrid Capture II System (4F"::). 4F":: pada intinya adalah melakukan teknik hibridisasi
yang dapat mendeteksi semua tipe 4P@ high risk pada seseorang yang diduga memiliki virus
4P@ dalam tubuhnya (3Orinc5, 1??<). Penggunaan teknik komputerisasi dilakukan untuk
pemeriksaan di tingkat ,DA dan =DA, apakah terdapat kemungkinan pasien tersebut sudah
terineksi 4P@. 2ika teknik Pap smear memeriksa adanya perubahan pada sel (sitologi),
teknik 4F":: memeriksa pada kondisi yang lebih a*al yaitu terdapatnya kemungkinan
seseorang terineksi 4P@ di dalam tubuhnya sebelum virus tersebut membuat perubahan pada
serviks yang akhirnya dapat mengakibakan terjadinya kanker serviks.
Pengembangan teknik deteksi ,DA 4P@ akhir"akhir ini berupa 4F":: merupakan
teknik sederhana dan cara alternati yang menarik& seperti produk 4F"::. (eknik 4F":: adalah
sebuah antibody capturesolution hybridi!ationsignal amplication assay yang memakai
deteksi kualitati chemiluminescence terhadap ,DA 4P@ (#u*iyoga, 2..A) namun secara
umum 4F":: ialah suatu teknik berbasis ,DA"=DA yang dapat mendeteksi secara akurat dan
cepat (Dainggolan, 2..A).
/) 8iopsi
8iopsi serviks dilakukan dengan cara mengambil sejumlah contoh jaringan serviks
untuk kemudian diperiksa di ba*ah mikroskop. ,ibutuhkan hanya beberapa detik untuk
melakukan biopsi contoh jaringan dan hanya menimbulkan ketidaknyamanan dalam *aktu
yang tidak lama. 2ika diperlukan maka akan dilakukan biospi disekitar area serviks,
tergantung pada temuan saat melakukan colposcopy. 8ersamaan dengan biopsi serviks,
kuretase endoserviks juga bisa dilakukan. #elama kuretase, dokter akan menggunakan sikat
kecil untuk menghilangkan jaringan pada saluran endoserviks, area antara uterus dan serviks.
'uretase akan menimbulkan sedikit nyeri, tapi nyeri akan hilang setelah kuretase dilakukan.
4asil biopsi dan kuretase biasanya baru bisa dilihat paling tidak 2 minggu.
8iopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka
pada serviks, atau jika hasil pemeriksaan pap smear menunjukkan suatu abnormalitas atau
kanker. 8iopsi ini dilakukan untuk melengkapi hasil pap smear. (eknik yang biasa dilakukan
adalah punch biopsy yang tidak memerlukan anestesi dan teknik cone biopsy yang
menggunakan anestesi. 8iopsi dilakukan untuk mengetahui kelainan yang ada pada serviks.
2aringan yang diambil dari daerah ba*ah kanal servikal. 4asil biopsi akan memperjelas
apakah yang terjadi itu kanker invasi atau hanya tumor saja (Prayetni, 1??!).
8iopsi 'erucut dan 377P
Adakalanya biopsi yang lebih besar dibutuhkan untuk mendiagnosis kanker serviks.
Pada kasus ini, maka dapat dipilih biopsi kerucut. #elama biopsi kerucut, sebuah kerucut yang
tajam akan digunakan untuk mengambil jaringan dan pada prosedur ini dibutuhkan anestesi
umum. 8iopsi kerucut juga digunakan untuk membuang jaringan pra"kanker dari serviks.
3oop 7lectro #urgical 7Kcision Procedure (377P) atau Prosedur Pembedahan 7ksisi dengan
3oop 7lektro adalah prosedur yang dilakukan dengan anestesi local untuk mengangkat
jaringan dari serviks. 377P menggunakan listrik untuk membuang contoh jaringan. Metode
ini umumnya digunakan untuk mengobati kanker stadium tinggi dari pada hanya untuk
mendiagnosis kanker serviks.
-) 'olposkopi (pemeriksaan serviks dengan lensa pembesar)
'olposkopi dilakukan untuk melihat daerah yang terkena proses metaplasia.
Pemeriksaan ini kurang eisien dibandingkan dengan pap smear, karena kolposkopi
memerlukan keterampilan dan kemampuan kolposkopis dalam mengetes darah yang
abnormal (Prayetni, 1??!). Folposcopy adalah suatu pengujian yang memungkinkan dokter
untuk melihat serviks (leher rahim) lebih dekat dengan menggunakan sebuah alat bernama
colposcope. Folposcope akan dimasukkan ke dalam vagina dan kemudian gambar yang
ditangkap oleh alat tersebut akan ditampilkan pada layar computer atau televisi. ,engan cara
seperti ini, kondisi yang terjadi dalam leher rahim akan sangat jelas terlihat. #ebelumnya
diberi cairan ke dalam vagina, apabila pada sel"sel yang abnormal akan ter*arnai suatu *arna
putih atau lainnya, lalu sample yg abnormal (sudah ter*arnai) itu diambil dengan biopsi, dan
diba*a ke laboratorium.
;) (es #chiller
Pada pemeriksaan ini serviks diolesi dengan larutan yodium. Pada serviks normal
akan membentuk bayangan yang terjadi pada sel epitel serviks karena adanya glikogen.
#edangkan pada sel epitel serviks yang mengandung kanker akan menunjukkan *arna yang
tidak berubah karena tidak ada glikogen ( Prayetni, 1??!).
A) =adiologi
a) Pelvik limphangiograi, yang dapat menunjukkan adanya gangguan pada
saluran pelvik atau peroartik lime.
b) Pemeriksaan intravena urograi, yang dilakukan pada kanker serviks tahap
lanjut, yang dapat menunjukkan adanya obstruksi pada ureter terminal.
Pemeriksaan radiologi direkomendasikan untuk mengevaluasi kandung
kemih dan rektum yang meliputi sitoskopi, pielogram intravena (:@P), enema
barium, dan sigmoidoskopi. Magnetic =esonance :maging (M=:) atau scan
F( abdomen 9 pelvis digunakan untuk menilai penyebaran lokal dari tumor
dan 9 atau terkenanya nodus limpa regional (>ale E charette, 1???).
E. Diagn"sis .anding kanker serviks
Polip serviks
7rosi porsio
Fervicitis
Perdarahan uterus
Pendarahan uterus disungsional
(rauma karena adanya kehamilan ektopik
Molahidatidosa
Aborsi
7ndometriosis
#olusio plasenta
Plasenta previa
L-.#. +ena!alaksanaan kanker servi0
#.1. armak"!erapi
(iga jenis utama dari pengobatan untuk kanker serviks adalah operasi, radioterapi, dan
kemoterapi.
#tadium pra kanker hingga 1A biasanya diobati dengan histerektomi. 8ila pasien masih ingin
memiliki anak, metode 377P atau cone biopsy dapat menjadi pilihan.
1ntuk stadium :8 dan ::A kanker serviks%
8ila ukuran tumor H -cm% radikal histerektomi ataupun radioterapi dengan9tanpa
kemo
8ila ukuran tumor G-cm% radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin, histerektomi,
ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan histerektomi
'anker serviks stadium lanjut (::8":@A) dapat diobati dengan radioterapi dan kemo berbasis
cisplatin. Pada stadium sangat lanjut (:@8), dokter dapat mempertimbangkan kemo dengan
kombinasi obat, misalnya hycamtin dan cisplatin.
2ika kesembuhan tidak dimungkinkan, tujuannya pengobatan adalah untuk mengangkat atau
menghancurkan sebanyak mungkin sel"sel kanker. 'adang"kadang pengobatan ditujukan
untuk mengurangi gejala"gejala. 4al ini disebut pera*atan paliati.
6aktor"aktor lain yang mungkin berdampak pada keputusan pengobatan Anda termasuk usia
Anda, kesehatan Anda secara keseluruhan, dan preerensi Anda sendiri. #eringkali cukup
bijak untuk mendapatkan pendapat kedua (second opinion) yang memberikan Anda perspekti
lain dari penyakit Anda.
Pembedahan untuk 'anker #erviks
Ada beberapa jenis operasi untuk kanker serviks. 8eberapa melibatkan pengangkatan rahim
(histerektomi), yang lainnya tidak. ,atar ini mencakup jenis operasi yang paling umum
untuk kanker serviks.
Fryosurgery
#ebuah probe metal yang didinginkan dengan nitrogen cair dimasukkan ke dalam vagina dan
pada leher rahim. :ni membunuh sel"sel abnormal dengan cara membekukan mereka.
Fryosurgery digunakan untuk mengobati kanker serviks yang hanya ad adi dalam leher rahim
(stadium .), tapi bukan kanker invasi yang telah menyebar ke luar leher rahim.
8edah 3aser
#ebuah sinar laser digunakan untuk membakar sel"sel atau menghapus sebagian kecil dari
jaringan sel rahim untuk dipelajari. Pembedahan laser hanya digunakan sebagai pengobatan
untuk kanker serviks pra"invasi (stadium .).
'onisasi
#epotong jaringan berbentuk kerucut akan diangkat dari leher rahim. 4al ini dilakukan
dengan menggunakan pisau bedah atau laser tau menggunakan ka*at tipis yang dipanaskan
oleh listrik (prosedur ini disebut 377P atau 377(C). Pendekatan ini dapat digunakan untuk
menemukan atau mengobati kanker serviks tahap a*al (. atau :). 4al ini jarang digunakan
sebagai satu"satunya pengobatan kecuali untuk *anita dengan kanker serviks stadium dini
yang mungkin ingin memiliki anak. #etelah biopsi, jaringan (berbentuk kerucut) diangkat
untuk diperiksa di ba*ah mikroskop. 2ika batas tepi dari kerucut itu mengandung kanker atau
pra"sel kanker, pengobatan lebih lanjut akan diperlukan untuk memastikan bah*a seluruh sel"
sel kankernya telah diangkat.
4isterektomi
4isterektomi sederhana% =ahim diangkat, tetapi tidak mencakup jaringan yang berada
di dekatnya. 8aik vagina maupun kelenjar getah bening panggul tidak diangkat.
=ahim dapat diangkat dengan cara operasi di bagian depan perut (perut) atau melalui
vagina. #etelah operasi ini, seorang *anita tidak bisa menjadi hamil. 4isterektomi
digunakan untuk mengobati beberapa kanker serviks stadium a*al (:). 4al ini juga
digunakan untuk stadium pra"kanker serviks (o), jika sel"sel kanker ditemukan pada
batas tepi konisasi.
4isterektomi radikal dan diseksi kelenjar getah bening panggul% pada operasi ini,
dokter bedah akan mengangkat seluruh rahim, jaringan di dekatnya, bagian atas
vagina yang berbatasan dengan leher rahim, dan beberapa kelenjar getah bening yang
berada di daerah panggul. )perasi ini paling sering dilakukan melalui pemotongan
melalui bagian depan perut dan kurang sering melalui vagina. #etelah operasi ini,
seorang *anita tidak bisa menjadi hamil. #ebuah histerektomi radikal dan diseksi
kelenjar getah bening panggul adalah pengobatan yang umum digunakan untuk
kanker serviks stadium :, dan lebih jarang juga digunakan pada beberapa kasus
stadium ::, terutama pada *anita muda.
,ampak seksual dari histerektomi% #etelah histerektomi, seorang *anita masih dapat
merasakan kenikmatan seksual. #eorang *anita tidak memerlukan rahim untuk mencapai
orgasme. 2ika kanker telah menyebabkan rasa sakit atau perdarahan, meskipun demikian,
operasi sebenarnya bisa memperbaiki kehidupan seksual seorang *anita dengan cara
menghentikan gejala"gejala ini.
(rachelektomi
#ebuah prosedur yang disebut trachelectomy radikal memungkinkan *anita muda tertentu
dengan kanker stadium a*al untuk dapat diobati dan masih dapat mempunyai anak. Metode
ini melibatkan pengangkatan serviks dan bagian atas vagina dan meletakkannya pada jahitan
berbentuk seperti kantong yang bertindak sebagai pembukaan leher rahim di dalam rahim.
'elenjar getah bening di dekatnya juga diangkat. )perasi ini dilakukan baik melalui vagina
ataupun perut.
#etelah operasi ini, beberapa *anita dapat memiliki kehamilan jangka panjang dan
melahirkan bayi yang sehat melalui operasi caesar. ,alam sebuah penelitian, tingkat
kehamilan setelah ; tahun lebih dari ;.0, namun risiko keguguran lebih tinggi daripada
*anita normal pada umumnya. =isiko kanker kambuh kembali sesudah pendekatan ini cukup
rendah.
7kstenterasi Panggul
#elain mengambil semua organ dan jaringan yang disebutkan di atas, pada jenis operasi ini%
kandung kemih, vagina, dubur, dan sebagian usus besar juga diangkat. )perasi ini digunakan
ketika kanker serviks kambuh kembali setelah pengobatan sebelumnya.
2ika kandung kemih telah diangkat, sebuah cara baru untuk menyimpan dan membuang air
kecil diperlukan. #epotong usus pendek dapat digunakan untuk membuat kandung kemih
baru. 1rine dapat dikosongkan dengan menempatkan sebuah tabung kecil (disebut kateter) ke
dalam lubang kecil di perut tersebut (disebut% urostomi). Atau urin bisa mengalir ke kantong
plastik kecil yang ditempatkan di bagian depan perut.
2ika rektum dan sebagian usus besar diangkat, sebuah cara baru untuk mele*ati kotoran9eses
diperlukan. 4al ini dilakukan dengan kolostomi, yaitu dibuat lubang pembukaan di perut
dimana kotoran dapat dikeluarkan. Atau ahli bedah mungkin dapat menyambung kembali
usus besar sehingga tidak ada kantung di luar tubuh yang diperlukan. 2ika vagina diangkat,
sebuah vagina baru yang terbuat dari kulit atau jaringan lain dapat dibuat9direkonstruksi.
,iperlukan *aktu lama, A bulan atau lebih, untuk pulih dari operasi ini. 8eberapa mengatakan
butuh *aktu sekitar 1"2 tahun untuk benar benar menyesuaikan diri dengan perubahan radikal
ini. Damun *anita yang pernah menjalani operasi ini tetap dapat menjalani kehidupan
bahagia dan produkti. ,engan latihan dan kesabaran, mereka juga dapat memiliki gairah
seksual, kesenangan, dan orgasme.
=adioterapi untuk 'anker #erviks
=adioterapi adalah pengobatan dengan sinar berenergi tinggi (seperti sinar"M) untuk
membunuh sel"sel kanker ataupun menyusutkan tumornya. #ebelum radioterapi dilakukan,
biasanya Anda akan menjalani pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah Anda menderita
Anemia. Penderita kanker serviks yang mengalami perdarahan pada umumnya menderita
Anemia. 1ntuk itu, transusi darah mungkin diperlukan sebelum radioterapi dijalankan.
Pada kanker serviks stadium a*al, biasanya dokter akan memberikan radioterapi (eKternal
maupun internal). 'adang radioterapi juga diberikan sesudah pembedahan. Akhir"akhir ini,
dokter seringkali melakukan kombinasi terapi (radioterapi dan kemoterapi) untuk mengobati
kanker serviks yang berada antara stadium :8 hingga :@A. Laitu, antara lain bila ukuran
tumornya lebih besar dari - cm atau bila kanker ditemukan telah menyebar ke jaringan
lainnya (di luar serviks), misalnya ke kandung kemih atau usus besar.
=adioterapi ada 2 jenis, yaitu radioterapi eksternal dan radioterapi internal. =adioterapi
eksternal berarti sinar M diarahkan ke tubuh Anda (area panggul) melalui sebuah mesin besar.
#edangkan radioterapi internal berarti suatu bahan radioakti ditanam ke dalam rahim9leher
rahim Anda selama beberapa *aktu untuk membunuh sel"sel kankernya. #alah satu metode
radioterapi internal yang sering digunakan adalah brachytherapy.
8rachytherapy untuk 'anker #erviks
8rachytherapy telah digunakan untuk mengobati kanker serviks sejak a*al abad ini.
Pengobatan yang ini cukup sukses untuk mengatasi keganasan di organ ke*anitaan. 8aik
radium dan cesium telah digunakan sebagai sumber radioakti untuk memberikan radiasi
internal. #ejak tahun 1?A."an di 7ropa dan 2epang, mulai diperkenalkan sistem 4,=(high
dose rate) brachytherapy.
4,= brachytherapy diberikan hanya dalam hitungan menit. 1ntuk mencegah komplikasi
potensial dari 4,= brachytherapy, maka biasanya 4,= brachytherapy diberikan dalam
beberapa insersi. 1ntuk pasien kanker serviks, standar pera*atannya adalah ; insersi. Baktu
dimana aplikator berada di saluran ke*anitaan (vagina, leher rahim dan9atau rahim) untuk
setiap insersi adalah sekitar 2,; jam. 1ntuk pasien kanker endometrium yang menerima
brachytherapy saja atau dalam kombinasi dengan radioterapi eKternal, maka diperlukan total 2
insersi dengan masing"masing *aktu sekitar 1 jam.
'euntungan 4,= brachytherapy adalah antara lain% pasien cukup ra*at jalan, ekonomis,
dosis radiasi bisa disesuaikan, tidak ada kemungkinan bergesernya aplikator. Lang cukup
memegang peranan penting bagi kesuksesan brachytherapy adalah pengalaman dokter yang
menangani.
#.2. k"mplikasi
1. Pasca operati
- >angguan berkemih
- 6istula ureter atau kandung kemih
- 7mboli paru
- )bstruksi saluran cerna
- (rauma syara
2. Pasca kemoteraphy
- #akit maag dan muntah (dokter bisa memberikan obat mual9muntah)
- 'ehilangan nasu makan
- 'erontokan rambut jangka pendek
- #aria*an
- Meningkatkan kemungkinan terjadinya ineksi (kekurangan sel darah putih)
- Pendarahan atau memar bila terjadi luka (akibat kurang darah)
- #esak napas (dari rendahnya jumlah sel darah merah)
- 'elelahan
- Menopause dini
- 4ilangnya kemampuan menjadi hamil (inertilitas)
/. Pasca radiotheraphy
- 'elelahan
- #akit maag
- #ering ke belakang (diare)
- Mual
- Muntah
- Perubahan *arna kulit (seperti terbakar)
- 'ekeringan atau bekas luka pada vagina yang menyebabkan senggama
menyakitkan
- Menopause dini
- Masalah dengan buang air kecil
- (ulang rapuh sehingga mudah patah tulang
- =endahnya jumlah sel darah merah (anemia)
- =endahnya jumlah sel darah putih
- Pembengkakan di kaki (disebut lymphedema)
#.'. +r"gn"sis
Prognosis kanker serviks sangat bergantung pada seberapa dini kasus ini terdiagnosis
dan dilakukan terapi yang adekuat. (erapi yang tidak adekuat baik berupa tindakan
pembedahan maupun radiasi yang oleh alasan tertentu tidak sesuai dengan jadual akan
mengurangi tingkat keberhasilan terapi.
6aktor"aktor yang menentukan prognosis, ialah %
1. umur penderita,
2. keadaan umum penderita
/. tingkat klinis keganasan
-. ciri"ciri histologik sel tumor
;. kemampuan ahli atau tim ahli yang menangani
A. sarana pengobatan yang ada.
,i antara aktor resiko ini yang paling penting ialah invasi '>8. 'elangsungan hidup
penderita dengan invasi '>8 *alau telah mendapat terapi ajuvan tetap lebih buruk daripada
penderita tanpa invasi '>8.
Angka 'etahanan 4idup (A'4) ; tahun menurut data internasional adalah sebagai berikut %
(:D>'A( A'4"; tahun
(1#
(1
(2
(/
(-
4ampir 1.. 0
!. $ <; 0
-. $ A. 0
/. $ -. 0
H 1. 0
#umber %1:FF 9 clinical )ncology& #pringer"@erlag, De* Lork, 4iedelberg, 8erlin&1?!/,
p%21<
#.#. +en/egahan
1. (idak melakukan kegiatan seksual di usia dini ( H 2. tahun), karena secara isik
seluruh organ intim dan yang terkait pada *anita baru matang pada usia 21 tahun.
2. (idak berganti"ganti pasangan seksual lebih dari satu
3. Melakukan vaksinasi 4P@
@aksin 4P@ dapat mencegah ineksi 4P@ tipe 1A dan 1<. ,an dapat diberikan
mulaidari usia 1."/; tahun, dalam bentuk suntikan sebanyak / kali (1"2"! bulan).
4. 8agi *anita yang akti secara seksual, atau sudah pernah berhubungan seksual,
dianjurkan untuk melakukan tes 4P@, Pap #mear, atau tes :@A, untuk mendeteksi
keberadaan4uman Papilloma @irus (4P@), yang merupakan biang keladi dari
tercetusnya penyakit kanker serviks.
5. Menjaga pola makan seimbang dan bergi5i, serta menjalani gaya hidup sehat
(berolahraga).
L-.$. Memahami dan Menjelaskan e!ika pemeriksaan dalam ajaran islam
+A1DA1,A1 ISLAM TERHADA+ I(HTILAT
Lang dimaksud ikhtilat, yaitu berduanya seorang lelaki dengan seorang perempuan di
tempat sepi.,alam hal ini menyangkut pergaulan antara sesama manusia, yang rambu"
rambunya sangat mendapat perhatian dalam :slam.Laitu berkait dengan ajaran :slam yang
sangat menjunjung tinggi keselamatan bagi manusia dari segala gangguan. (erlebih lagi
dalam masalah muPamalah (pergaulan) dengan lain jenis. ,alam :slam, hubungan antara
pria dan *anita telah diatur dengan batasan"batasan, untuk membentengi gejolak itnah
yang membahayakan dan mengacaukan kehidupan. 'arenanya, :slam telah melarang
pergaulan yang dipenuhi dengan ikhtilat (campur baur antara pria dan *anita).
,alam hadits di ba*ah ini, =asulullah #hallallahu Palaihi *a sallam telah
memperingatkan kaum lelaki untuk lebih berhati"hati dalam masalah *anita.
Q8erhati"hatilah kalian dari menjumpai para *anita,R maka seorang sahabat dari Anshar
bertanya,Q8agaimana pendapat engkau tentang saudara ipar, *ahai =asulullahSR
=asulullah menja*ab,Q#audara ipar adalah maut (petaka).R
+ERI1TAH ME12A,A A3RAT DA1 ME1AHA1 +A1DA1,A1
,i antara keindahan syariat :slam, yaitu ditetapkannya larangan mengumbar aurat dan
perintah untuk menjaga pandangan mata kepada obyek yang tidak diperbolehkan,
lantaran perbuatan itu hanya akan mencelakakan diri dan agamanya.
Allah #ubhanahu *a (aPala telah berirman (yang artinya)%
'atakanlah kepada orang laki"laki yang beriman% Q4endaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya& yang demikian itu adalah lebih suci bagi
mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuatQ. 'atakanlah
kepada *anita yang beriman% Q4endaklah mereka menahan pandangan mereka, dan
memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka
kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. ,an hendaklah mereka menutupkan kain
kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada
suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera"putera mereka,
atau putera"putera suami mereka, atau saudara"saudara mereka, atau putera"putera
saudara laki"laki mereka, atau putera"putera saudara perempuan mereka, atau *anita"
*anita :slam, atau budak"budak yang mereka miliki atau pelayan"pelayan laki"laki yang
tidak mempunyai keinginan (terhadap *anita) atau anak"anak yang belum mengerti
tentang aurat *anita . . .Q Tan"DUr92-% /."/1V.
3arangan melihat aurat, tidak hanya untuk yang berla*an jenis, akan tetapi :slam pun
menetapkan larangan melihat aurat sesama jenis, baik antara lelaki dengan lelaki lainnya,
maupun antara sesama *anita.
,isebutkan dalam sebuah hadits%
Q,ari WAbdir"=ahman bin Abi #aXid al"'hudri, dari ayahnya, bah*asanya Dabi
#hallallahu Palaihi *a sallam bersabda% Y2anganlah seorang lelaki melihat kepada aurat
lelaki (yang lain), dan janganlah seorang *anita melihat kepada aurat *anita (yang lain)Q.
T4= MuslimV
IDEAL14A M3SLIMAH 5ER-5AT (E D-(TER 6A1ITA
4ukum asalnya, apabila ada dokter umum dan dokter spesialis dari kaum Muslimah,
maka menjadi ke*ajiban kaum Muslimah untuk menjatuhkan pilihan kepadanya.Meski
hanya sekedar keluhan yang paling ringan, lu batuk pilek sampai pada keadaan genting,
semisal persalinan ataupun jika harus melakukan pembedahan.
8erkaitan dengan masalah itu, #yaikh 8in 8Z5 rahimahullah mengatakan%
Y#eharusnya para dokter *anita menangani kaum *anita secara khusus, dan dokter lelaki
melayani kaum lelaki secara khusus kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa. 8agian
pelayanan lelaki dan bagian pelayanan *anita masing"masing disendirikan, agar
masyarakat terjauhkan dari itnah dan ikhtilat yang bisa mencelakakan.:nilah ke*ajiban
semua orangR.

Beri Nilai