Anda di halaman 1dari 9

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR ORANG TUA TEMAN SEBAYA KEPRIBADIAN DAN

IKLAN TERHADAP PERILAKU MEROKOK MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS MATARAM ANGKATAN 2010
Adi Kurniawan, Nurhidayati, Pujiarohman
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
Abstract
Background: Smoking behavior is harmful for human health, the smoking behavior has been started
since they was teenager. Teens tend to try behavior that has never been done, either positive or
negative behaviors. Smoking behavior can be affected by various factors, including factors of parents,
peers, personality and advertising.
Method : This study was a correlation analytical study with cross-sectional design.
Results: Results of correlative analysis showed that personality variables related to smoking behavior
with p = .!" while the variable parents, peers, and advertising is unrelated to smoking behavior with a
value of p# .$.
Conclusion: There is a relationship between personality factors on students smoking behavior of the
%aculty of &ngineering, 'niversity of (ataram.
Keywords: Smoking )ehavior, *arents, *eers, *ersonality, +dvertising.
Pendahuuan
Perilaku merokok merupakan perilaku
yang berbahaya bagi kesehatan, dewasa
ini perilaku merokok sudah dimulai sejak
masih remaja. erdasarkan !iset
Kesehatan "asar #!iskesdas$ %&&',
sekitar () persen atau sebanyak '&
juta penduduk *ndonesia adalah perokok.
"engan angka ini, +orld ,ealth
-rgani.ation #+,-$ mengurutkan
*ndonesia ke peringkat tiga dunia setelah
/ina dengan (0& juta perokok dan *ndia
dengan 1)) juta perokok. *ndonesia juga
men2etak rekor baru, yakni jumlah
perokok remaja tertinggi di "unia.
3ebanyak 1(,%4 dari total keseluruhan
remaja di *ndonesia adalah perokok akti5
1
.
Perkembangan remaja merupakan masa
transisi dari kanak6kanak menuju dewasa
dan dalam prosesnya terjadi
perkembangan kematangan 5isik, psikis
dan sosial serta bertambahnya tuntutan di
masyarakat
%
. Monks, et.al #dalam
Alamsyah, %&&0$ beranggapan bahwa
masa remaja berada antara umur 1%6%1
tahun dan terbagi atas tiga bagian yaitu,
masa remaja awal antara 1%617 tahun,
masa remaja pertengahan antara 1761'
tahun dan masa remaja akhir antara 1'6
%1 tahun
(
.
Menurut Mu8tadin #%&&%$ terdapat
beberapa 5aktor yang mempengaruhi
perilaku merokok. eberapa 5aktor
tersebut adalah karena pengaruh
lingkungan orang tua, pengaruh teman,
5aktor kepribadian dan karena iklan.
Meskipun semua orang mengetahui
tentang bahaya yang ditimbukan akibat
rokok, tetapi hal ini tidak pernah surut
dan hampir setiap saat dapat ditemui
banyak orang yang sedang merokok
bahkan perilaku merokok sudah sangat
wajar dipandang oleh para remaja,
khususnya remaja laki6laki
)
.
Me!"d""#$ Pene$!$an
Penelitian ini merupakan penelitian
analitik korelati5 dengan pendekatan
se2ara studi se2ara ,ross Sectional yang
dilaksanakan selama bulan 9anuari pada
Fakultas :eknik Universitas Mataram.
9umlah sampel minimum yang diambil
ditentukan dengan menggunakan rumus
untuk penelitian analitik korelati
7
, yaitu
dengan menggunakan rumus sebagai
berikut ;


Keterangan;
n < jumlah sampel
=> < tingkat kesalahan tipe * ditetapkan
sebesar 74, => < 1,?)
=@ < tingkat kesalahan tipe ** ditetapkan
sebesar 1&4, =@ < 1,%'
r < korelasi minimal yang dianggap
bermakna ditetapkan sebesar &,)
3ampel dipilih dengan menggunakan
metode nonprobability sampling, jenisnya
adalah purposive sampling. Kriteria inklusi
sampel yang diambil meliputi; #1$ erjenis
kelamin laki6lakiA #%$ Mahasiswa Fakultas
:eknik Universitas Mataram Angkatan
%&1& reguler pagiA #($ Mahasiswa
Fakultas :eknik Universitas Mataram
yang menjadi perokokA #)$ Mahasiswa
Fakultas :eknik Universitas Mataram
yang bersedia menjadi responden. Kriteria
eksklusi sampel yaitu mahasiswa yang
tidak ada di tempat pada saat penelitian
dilakukan.
Metode pengumpulan data yang
digunakan pada penelitian ini adalah
dengan menggunakan kuesioner yang
telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Analisis yang digunakan dalam penelitian
ini adalah analisis univariat dan analisis
bivariat dengan menggunakan uji korelasi
bivariat spearman.
Ha%$ Pene$!$an
:abel 1. "istribusi Frekuensi !esponden
erdasarkan Usia
N"&
U%$a
Re%'"nden
Pe(%en!a%e
)*+
1 %& 17,B
% %1 (1,)
( %% %0,)
) %( 10.?
7 %) (,0
T"!a ,1 100
:abel di atas menunjukkan bahwa usia
responden terbanyak adalah mahasiswa
laki6laki yang berusia %1 tahun yaitu
sebesar (1,)4.
:abel %. "istribusi Frekuensi !esponden
erdasarkan +aktu Mulai Merokok
N"& Mua$
Me("-"-
Pe(%en!a%e
)*+
1 3" 7,0
% 3MP 1B,?
( 3MA )B,1
) Kuliah %0,)
T"!a 100
erdasarkan hasil tabel di atas, hampir
setengah dari responden yaitu sebesar
)B,14 mahasiswa Fakultas :eknik
Universitas Mataram Angkatan %&1&
mulai merokok pada saat duduk di bangku
3MA.
:abel (. "istribusi Frekuensi !esponden
erdasarkan :empat Merokok
N"& Te.'a! Me("-"- Pe(%en!a%e
)*+
1 :empat Umum %7,7
% :empat Pribadi 17,B
( :empat Umum
dan Pribadi
7','
T"!a 100
:abel di atas menunjukkan bahwa tempat
yang paling banyak dijadikan sebagai
tempat merokok adalah tempat umum dan
pribadi dengan persentasi sebesar 7','4.
:abel ). "istribusi Frekuensi !esponden
erdasarkan :ipe Perokok
N"& T$'e
Pe("-"-
Pe(%en!a%e
)*+
1 !ingan )1,%
% 3edang 7),0
( erat (,0
T"!a 100
:abel di atas menunjukkan bahwa 7),04
responden termasuk tipe perokok sedang,
)1,%4 responden termasuk tipe perokok
ringan, dan (,0 4 responden termasuk ke
dalam tipe perokok berat.
Pe./aha%an
Hu/un#an O(an# Tua den#an Pe($a-u
Me("-"-
Perilaku merokok mahasiswa Fakultas
:eknik Universitas Mataram Angkatan
%&1& tidak berhubungan dengan variabel
orang tua, karena didapatkan nilai p <
&,?10. ,asil ini menunjukkan bahwa nilai
p C &,&7 sehingga dapat disimpulkan
bahwa tidak terdapat hubungan antara
5aktor orang tua dengan perilaku merokok
mahasiswa 5akultas :eknik Universitas
Mataram.
,asil ini berbeda dari hasil penelitian yang
dilakukan oleh !ustanto #%&1%$ yang
mengatakan bahwa sebesar ?(,74 siswa
perokok di 3MK Dapenda % +iradesa
Kabupaten Pekalongan berasal dari
lingkungan keluarga yang kurang baik.
Eingkungan keluarga siswa yang kurang
baik dapat dilihat dari kebiaasan orang tua
yang merokok di rumah
?
. ,al ini sesuai
dengan temuan deskripti5 dalam penelitian
ini yang menunjukkan bahwa 77,04 orang
tua responden merupakan seorang
perokok, )1,%4 orang tua responden
merokok di dekat responden. Kebiasaan
orang tua tersebut tanpa disadari telah
memberikan pembenaran kepada
responden bahwa merokok boleh
dilakukan. Keluarga adalah lingkungan
yang paling dekat dengan responden.
-leh karena itu, perilaku mereka juga
akan dipengaruhi oleh perilaku keluarga
khususnya orang tua.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh A.i.ah #%&1($.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa
tidak ada hubungan yang signi5ikan antara
riwayat keluarga yang merokok dengan
perilaku merokok anak jalanan di kota
Makassar tahun %&1(. ,al ini terjadi
karena pengawasan orang tua yang ketat
terhadap pertumbuhan dan
perkembangan anaknya sehingga
seorang anak tersebut dapat terhindar
dari perilaku6perilaku negati5 terutama
perilaku merokok
B
.
Hu/un#an Te.an Se/a0a den#an
Pe($a-u Me("-"-
Penelitian ini menunjukkan bahwa
perilaku merokok mahasiswa Fakultas
:eknik Universitas Mataram Angkatan
%&1& tidak berhubungan dengan teman
sebaya karena didapatkan nilai p < &,(1'.
,al ini tidak sesuai dengan penelitian
yang dilakukan oleh Alamsyah #%&&0$
yang mengatakan bahwa perilaku
merokok seorang remaja dapat
dipengaruhi oleh teman dekatnya
%
.
,asil penelitian 3artika #%&&0$,
menunjukkan bahwa kon5ormitas yang
rendah terhadap teman sebaya, maka
akan memiliki ke2enderungan yang
rendah untuk berperilaku sama dengan
kelompok teman sebayanya, baik di
sekolah maupun di luar sekolah.
!endahnya kon5ormitas terhadap teman
sebaya subjek dapat dikarenakan subjek
penelitian se2ara umum memiliki
keper2ayaan yang rendah terhadap teman
sebaya, keper2ayaan dan penilaian yang
tinggi terhadap dirinya, rendahnya rasa
takut terhadap penyimpangan, rendahnya
motivasi untuk mengikuti ajakan teman
sebaya, serta kondisi emosional subjek
yang 2enderung stabil
'
.
"alam penelitian ini didapatkan bahwa
teman sebaya tidak berhubungan dengan
perilaku merokok, hal ini menurut peneliti
dapat disebabkan oleh adanya
kon5ormitas yang rendah dari hasil
penelitian 3artika #%&&0$ dan 5aktor lain
yang dapat mempengaruhi sikap
seseorang untuk merokok, seperti
pengetahuan responden tentang bahaya
merokok dengan semakin banyaknya
peringatan6peringatan mengenai bahaya
merokok, selain itu juga dapat disebabkan
oleh adanya sikap responden yang tegas
menolak ajakan teman6temannya untuk
merokok karena responden mengerti
dampak negati55 yang dapat ditimbulkan
oleh perilaku merokok.
Hu/un#an Ke'($/ad$an den#an
Pe($a-u Me("-"-
Perilaku merokok mahasiswa Fakultas
:eknik Universitas Mataram Angkatan
%&1& berhubungan dengan kepribadian
walaupun kekuatan korelasinya lemah.
,al ini karena hasil uji korelasi nilai
signi5ikansi p < &,&%? dan r < &,(&7. ,asil
ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh UlhaF #%&&'$, yang
menyebutkan bahwa ada hubungan
kepribadian dengan perilaku merokok
terkait dengan kontrol diri. 3emakin tinggi
kontrol diri seseorang maka akan semakin
rendah perilaku merokok, sedangkan
sebaliknya jika semakin rendah kontrol diri
seseorang maka semakin tinggi perilaku
merokoknya.
,asil penelitian lain oleh Fuadah #%&11$,
mengatakan bahwa mahasiswa laki6laki
Fakultas :eknik Universitas Negeri
9akarta merokok karena dipengaruhi oleh
5aktor kepribadian
0
. Mu8tadin #dalam
Fikriyah, %&1%$ menjelaskan bahwa orang
men2oba untuk merokok antara lain
karena alasan ingin tahu atau ingin
melepaskan diri dari rasa sakit dan
kebosanan. Kondisi mental yang sedang
menurun seperti stres, gelisah, takut,
ke2ewa, dan putus asa sering mendorong
orang untuk menghisap asap rokok.
eban belajar mahasiswa yang banyak
tugas dan harus mandiri dalam segala hal
juga menjadi stressor tersendiri bagi
mahasiswa. Merokok menjadi salah satu
2ara mereka untuk menghilangkan stres
yang mereka rasakan
1&
. ,al ini
memberikan gambaran bahwa perilaku
merokok bagi subjek dianggap
memberikan kenikmatan dan
menyenangkan. Merokok bagi remaja
mempunyai kaitan yang erat dengan
aspek psikologis terutama aspek positi5
yaitu sejumlah 0%,?4 sedangkan e5ek
negati5 hanya sebesar B,74 #pusing,
ngantuk, dan pahit$.
Perilaku merokok berkaitan erat dengan
kondisi emosi. Kondisi yang paling banyak
menyebabkan perilaku merokok adalah
ketika subyek berada dalam kondisi
tertekan atau stress
11
. Pada hasil
deskripti5 dalam penelitian ini
menunjukkan bahwa responden merokok
ketika sedang merasa bosan #?B,?4$ dan
untuk menghilangkan stres #??,%4$. :ipe
kepribadian seseorang dapat juga memi2u
terjadinya stres. 3eseorang dengan
kepribadian tipe A 2enderung mengalami
stres dibanding kepribadian tipe
1%
.
*ndividu yang merokok banyak
beranggapan bahwa rokok dapat
membantunya merasa lega dan santai
saat stres, namun yang dirasakan itu
sebenarnya merupakan bentuk
ketergantungan terhadap nikotin.
Hu/un#an I-an den#an Pe($a-u
Me("-"-
Perilaku merokok mahasiswa Fakultas
:eknik Universitas Mataram Angkatan
%&1& tidak berhubungan dengan iklan
karena didapatkan nilai p < &,?&7. ,asil ini
sejalan dengan hasil penelitian yang
dilakukan oleh Kurniawan #%&1%$ yang
tidak menemukan adanya hubungan
antara paparan iklan terhadap perilaku
merokok remaja dengan alasan bahwa
remaja yang menjadi responden dalam
penelitiannya tidak tertarik untuk
membentuk jati dirinya sesuai dengan
2itra yang ditawarkan dalam iklan rokok
(
.
"alam hasil penelitian ini juga ditemukan
bahwa responden tidak tertarik untuk
merokok walaupun iklan rokok di bintangi
oleh tokoh idolanya dan iklan rokok
tersebut sering menunjukkan kesan
bahwa merokok adalah 2iri62iri laki6laki
gagah dan sukses.
,asil ini menurut peneliti disebabkan oleh
5aktor lain yang dapat mempengaruhi
sikap seseorang untuk merokok. Menurut
3umarwan #dalam !ahmadi, %&1($, sikap
mempunyai tiga unsur yaitu kogniti5
#pengetahuan$, a5ekti5 #emosi, perasaan$
dan konakti5 #tindakan$
1(
. Unsur emosi
atau perasaan remaja dapat terpi2u untuk
merokok karena melihat iklan di media
massa dan elektronik yang menampilkan
gambaran bahwa perokok adalah
lambang kejantanan atau glamour
walaupun sebenarnya dia mempunyai
pengetahuan yang baik tentang rokok,
dimana pengetahuan yang tinggi ataupun
rendah tidak mempengaruhi seseorang
dalam kebiasaan merokok.
Ke%$.'uan
"ari hasil penelitian dan analisis data
yang telah dilakukan pada mahasiswa
Fakultas :eknik Universitas Mataram,
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut;
1. Perokok pada mahasiswa Fakultas
:eknik Universitas Mataram Angkatan
%&1& yang terbanyak berada pada
usia %1 tahun, yaitu sebesar (1,)4.
3ebanyak )B,14 responden mulai
merokok pada saat masih duduk di
bangku 3MA. Mahasiswa Fakultas
:eknik Universitas Mataram Angkatan
%&1& yang memilih untuk merokok
pada tempat umum dan pribadi yaitu
sebesar 7','4. :ipe perokok pada
mahasiswa Fakultas :eknik
Universitas Mataram Angkatan %&1&
termasuk tipe perokok sedang,
dengan persentase sebesar 7),04,
tipe perokok ringan sebesar )1,%4
dan tipe perokok berat sebesar (,04.
%. 3e2ara statistik, tidak didapatkan
hubungan antara 5aktor orang tua,
5aktor teman sebaya, dan 5aktor iklan,
terahadap perilaku merokok pada
mahasiswa Fakultas :eknik
Universitas Mataram Angkatan %&1&.
(. 3e2ara statistik, 5aktor kepribadian
merupakan 5aktor yang
mempengaruhi perilaku merokok pada
mahasiswa Fakultas :eknik
Universitas Mataram Angkatan %&1&.
Sa(an
1 Penelitian ini hanya terbatas pada
empat 5aktor besar yaitu orang tua,
teman sebaya, kepribadian dan
iklan, diharapkan kepada peneliti
berikutnya dapat memperluas lagi
5aktor lain seperti tingkat pendidikan,
pekerjaan, budaya, pengetahuan,
sikap dan 5aktor65aktor lainnya.
% "iperlukan peran dari pihak 5akultas
dalam menyediakan konselor untuk
membantu responden dalam proses
pembinaan mahasiswa untuk
men2egah perilaku merokok terkait
dengan hasil penelitian yang
menunjukkan bahwa 5aktor
kepribadian berhubungan dengan
perilaku merokok responden.
( Memaksimalkan peran dosen
pembimbing akademik untuk
men2egah perilaku merokok dengan
konsultasi terhadap permasalahan
yang dihadapi oleh mahasiswa
khususnya dalam mengatasi
masalah kepribadian yang terkait
dengan stress.
) "iperlukan inisiasi dari pihak
Universitas untuk menerapkan
aturan kampus bebas rokok dalam
upaya men2egah perilaku merokok
mahasiswa.
7 Mengingat sebagian besar
mahasiswa mulai merokok pada saat
duduk di bangku 3MA, maka perlu
diadakan penyuluhan atau seminar
tentang bahaya merokok pada
remaja yang masih duduk di bangku
3MA atau dimulai dari tingkat 3MP.
? Promosi kesehatan tentang perilaku
merokok yang lebih intensi5 dan
kreati5 perlu diadakan pada kalangan
mahasiswa untuk men2egah perilaku
merokok sejak dini.
B agi pemerintah diharapkan lebih
tegas dalam menjalankan peraturan
larangan merokok.
Da1!a( Pu%!a-a
1. "epartemen Kesehatan !epublik
*ndonesia. #%&&'$. Riset -esehatan
.asar !/. adan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan. 9akarta;
"epartemen Kesehatan !*.
%. Alamsyah, !.M. #%&&0$. %aktor-%aktor
yang (empengaruhi -ebiasaan
(erokok dan 0ubungannya .engan
Status *enyakit *eriodontal Rema1a
di -ota (edan Tahun !/. Medan;
Universitas 3umatera Utara.
(. Kurniawan, :. #%&1%$. *engaruh
*aparan 2klan Terhadap Self-&fficacy
Terhadap *erilaku (erokok Rema1a.
Fakultas Gkonomika dan isnis,
Universitas Kristen +a2ana 3alatiga.
"iunduh pada 1% Februari %&1)
http;HHrepository.library.uksw.eduHbitstr
eamHhandleH1%()7?B'0H%?11H:1I%1%
&&'&%&IFull4%&:eJt.pd5K
seFuen2e<%
). Mu8tadin, =. #%&&%$. -emandirian
Sebagai -ebutuhan *sikologis *ada
Rema1a. "iunduh pada %( November
%&1( dari
http;HHwww.epsikologi.2omHremaja.&7&
?&%.html
7. "ahlan, M.3. #%&&'$. Statistik 'ntuk
-edokteran dan -esehatan &disi 3.
9akarta; Penerbit 3alemba Medika.
?. !ustanto, ". #%&1&$. %aktor-%aktor
yang )erhubungan dengan -e1adian
Siswa (erokok di S(- 4apenda !
5iradesa -ecamatan 5iradesa
-abupaten *ekalongan.
7. A.i.ah, N., Amiruddin, !., L
Ansariadi. #%&1($. %aktor 4ang
)erhubungan .engan *erilaku
(erokok +nak 6alanan di -ota
(akassar Tahun !73. "iunduh pada
1% Februari %&1)
http;HHrepository.unhas.a2.idHbitstreamH
handleH1%()7?B'0H))&1HNU!UE
4%&A=*=A,IK111&0(1'.pd5K
seFuen2e<1
'. 3artika, A.A., *ndrawati, G.3., L
3awitri, ".!. #%&&0$. 0ubungan
+ntara -onformitas Terhadap Teman
Sebaya .engan 2ntensi (erokok
*ada Rema1a *erempuan di S(+
-esatrian 7 Semarang. *sycho 2dea,
:ahun B No.1.
0. Fuadah, M. #%&11$. 8ambaran %aktor-
%aktor yang (empengaruhi *erilaku
(erokok pada (ahasiswa 9aki-9aki
%akultas Teknik 'niversitas :egeri
6akarta +ngkatan !;. "epok;
Fakultas *lmu Keperawatan Program
3tudi *lmu Keperawatan Universitas
*ndonesia.
1&. Fikriyah, 3., L Febrijanto, D. #%&1%$.
%aktor-%aktor yang (empengaruhi
*erilaku (erokok *ada (ahasiswa
9aki-9aki di +srama *utra. 9urnal
3:*KG3 Molume 7, No. 1.
11. Komalasari, "., L ,elmi, A.F. #%&&&$.
%aktor-%aktor*enyebab *erilaku
(erokok *ada Rema1a. "iunduh pada
1% Februari %&1) dari
http;HHavin.sta55.ugm.a2.idHdataHjurnalHp
erilakumerokokIavin.pd5
1%. ,asibuan, M.". #%&1%$. Stres dan
-oping (ahasiswa -epribadian Tipe
+ dan Tipe ) dalam (enyusun Skripsi
di %akultas -eperawatan 'niversitas
Sumatera 'tara Skripsi. Fakultas
Keperawatan Universitas 3umatera
Utara.
1(. !ahmadi, A., Eestari, D., L Denita.
#%&1($. 0ubungan *engetahuan dan
Sikap Terhadap Rokok .engan
-ebiasaan (erokok Siswa S(* di
-ota *adang. 9urnal Kesehatan
Andalas.