Anda di halaman 1dari 3

Mengenali gejala dan melakukan penanganan di

rumah terhadap diare akut pada anak


May 19, 2008. Dikirim JO admin dalam Kesehatan | 3 komentar
Diare adalah buang air besar encer lebih dari tiga kali sehari dengan/tanpa darah
dan/atau lendir dalam tinja. Adapun diare akut adalah diare yang terjadi secara
mendadak dan berlangsung kurang dari tujuh hari pada anak yang sebelumnya
sehat.Diare akut merupakan gangguan kesehatan yang cukup sering diderita oleh
anak-anak selain infeksi saluran pernafasan atas. Manifestasi dari gangguan ini
bervariasi dari gejala ringan yang cukup mudah ditangani di rumah sampai gangguan
berat yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan serius oleh petugas
kesehatan. Untuk itu orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang diare terutama
mengenali gejala-gejalanya dan tanda-tanda yang bisa diamati, serta prinsip
penanganannya. Dengan adanya pengetahuan tersebut, orang tua bisa melakukan
tindakan yang tepat di rumah untuk mengatasi diare yang ringan atau segera
membawa anak ke petugas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan segera untuk
diare yang berat.
Penyebab
Penyebab diare pada anak sangat beragam, secara umum dibagi menjadi:
1. Infeksi: virus, bakteri, parasit, cacing perut.
2. Gangguan penyerapan makanan: karbohidrat (intoleransi laktosa), lemak,
protein.
3. Makanan: makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
4. Imunodefisiensi.
5. Gangguan psikologis: rasa takut dan cemas.
Manifestasi klinis
Pada tahap awal gejala anak akan menjadi cengeng, gelisah, suhu badan mungkin
meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare. Tinja
makin cair, mungkin mengandung darah dan/atau lendir, warna tinja berubah menjadi
kehijau-hijauan karena tercampur dengan empedu. Anus dan sekitarnya menjadi lecet
karena tinja menjadi asam. Gejala muntah dapat terjadi sebelum dan /atau sesudah
diare. Bila telah banyak kehilangan air dan elektrolit terjadilah gejala dehidrasi, berat
badan turun, ketegangan dan kekenyalan kulit berkurang, selaput lendir mulut dan
bibir kering, pada bayi ubun-ubun besar cekung.Prinsip penanganan diare akut
pada anak:Pada diare akut secara umum akan terjadi kekurangan air (dehidrasi),
gangguan keseimbangan asam-basa (gangguan elektrolit), hipoglikemia, gangguan
gizi, dan gangguan sirkulasi. Oleh sebab itu pada diare akut penanganan terutama
ditujukan untuk mangatasi gangguan-gangguan tersebut.
1. Diare cair membutuhkan penggantian cairan dan elektrolit tanpa melihat
penyebabnya. Tujuannya adalah untuk mengganti cairan dan elektrolit yang
hilang sampai diarenya berhenti.
2. Makanan harus diteruskan bahkan ditingkatkan selama diare untuk
menghindari efek buruk pada status gizi.
3. Antibiotik dan antiparasit tidak boleh digunakan secara rutin, tidak ada
manfaatnya untuk kebanyakan kasus, termasuk diare berat dan diare dengan
panas, kecuali pada disentri, kolera, dengan dehidrasi berat, diare persisten
(harus dengan rekomendasi dari dokter).
4. Obat-obatan antidiare, antimuntah dan absorben tidak boleh diberikan pada
anak dibawah umur 5 tahun karena ternyata tidak satupun dari obat-obatan ini
yang mempunyai efek yang nyata untuk diare akut, beberapa malah
memberikan efek yang membahayakan.
Untuk menilai derajat dehidrasi pada anak, bisa digunakan panduan sebagai
berikut:Diare tanpa dehidrasi
Anak sadar , keadaan umumnya baik.
Anak minum biasa dan tidak kelihatan haus
Kalau kulit di bagian perut dicubit, akan kembali kebentuk semula dengan
cepat.
Mata kelihatan normal
Air mata ada
Mulut dan lidah basah
Diare dengan dehidrasi ringan atau sedang
Anak kelihatan gelisah atau rewel
Anak kelihatan sangat haus dan ingin minum banyak
Jika kulit perut dicubit, lambat kembali ke bentuk semula
Mata kelihatan cekung
Air mata tidak ada
Mulut dan lidah kelihatan kering
Diare dengan dehidrasi berat
Anak lesu, lunglai atau tidak sadar
Malas minum atau tidak bisa minum
Kalau perut di bagian perut dicubit akan sangat lambat kembali kebentuk
semula
Mata sangat cekung dan kering
Air mata tidak ada
Mulut dan lidah sangat kering.
Penanganan diare akut di rumahPada dasarnya diare yang tidak disertai dengan
dehidrasi bisa ditangani sendiri di rumah dengan mudah.1. Berikan anak lebih banyak
cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi. Gunakan cairan rumah tangga
yang dinjurkan seperti cairan oralit, makanan cair (sup, air tajin, minuman yogurt)
atau air matang. Jika anak berusia, <6 bulan dan belum makan makanan padat lebih
baik diberi oralit dan air matang daripada makanan cair. Berikan larutan ini sebanyak
anak mau Teruskan pemberian sampai diare berhenti<!--[if !supportLists]-->2.<!--
[endif]-->Berikan anak makan untuk mencegah kurang gizi. Teruskan ASI atau susu
yang biasa diberikan Untuk anak <6 bulan dan belum mendapatkan makanan padat
dapat diberikan susu yang dicairkan dengan yang sebanding selama dua hari Bila
anak >6 bulan atau telah mendapatkan makanan padat:<!--[if !supportLists]--> <!--
[endif]-->Berikan bubur atau campuran tepung lainnya, bila mungkin dicampur
dengan kacang-kacangan, sayur, daging taau ikan, tambahkan I tai 2 sendok teh
minyak sayur tiap porsi.<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Berikan buah segar
atau pisang halus untuk menambah kalium.<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]--
>Berikan makanan yang segar, masak dan haluskan atu tumbuk dengan baik<!--[if
!supportLists]--> <!--[endif]-->Dorong anak untuk makan, berikan makan sedikitnya
6 kali sehari<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Berikan makan yang sama setelah
diare berhenti dan berikan makanan tambahan setiap hari selama 2 minggu.Namun
anak harus segera dibawa ke petugas kesehatan bila anak tidak membaik dalam tiga
hari atau mengalami hal-hal sebagai berikut:
Buang air besar cair sangat sering
Muntah berulang-ulang.
Sangat haus sekali
Makan atau minum sedikit
Demam
Tinja berdarah
Beberapa prinsip pemberian oralitJumlah cairan oralit yang diberikan tiap kali
anak buang air besar<12 bulan 50-100 ml (1/4-1/2 gelas)1-4 tahun 100-200 ml (1/2-1
gelas)>5 tahun 200-300 ml (1-1,5 gelas)Dewasa 300-400 ml (1,5-2 gelas)Cara
pemberian oralit:
Berikan sesendok teh tiap 1-2 menit untuk anak dibawah umur 2 tahun.
Berikan beberapa teguk dari gelas untuk anak yang lebih tua
Bila anak muntah, tunggu 10 menit. Kemudian berikan cairan lebih sedikit.
Bila diare berlanjut setelah dua hari, berikan cairan lain (susu, sup, air tajin
dan lain-lain), atau lanjutkan pemberian oralit.
Satu bungkus oralit = satu gelas air berukuran 200 ml tidak boleh lebih/kurang.Diare
dengan dehidrasi secara umum memerlukan pengawasan dan atau penanganan lebih
lanjut oleh petugas kesehatan. Sedangkan diare dengan dehidrasi berat memerlukan
penggantian cairan segera lewat cairan intravena (infus) karena berpotensi
mengancam jiwa anak. (Dr. Wenni)