Anda di halaman 1dari 39

Dasar-Dasar Teknologi

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR


Bagi industri-industri besar, seperti industri pulp dan kertas, teknologi
pengolahan limbah cair yang dihasilkannya mungkin sudah memadai, ...
http://www.dephut.go.id/INFOR!"I/"#$%#N/&'""$!N/in(o)*)+),-,./isi)*.htm - +/+k


Industri primer pengolahan hasil hutan merupakan salah satu penyumbang limbah cair yang
berbahaya bagi lingkungan. Bagi industri-industri besar, seperti industri pulp dan kertas,
teknologi pengolahan limbah cair yang dihasilkannya mungkin sudah memadai, namun tidak
demikian bagi industri kecil atau sedang. Namun demikian, mengingat penting dan besarnya
dampak yang ditimbulkan limbah cair bagi lingkungan, penting bagi sektor industri
kehutanan untuk memahami dasar-dasar teknologi pengolahan limbah cair.
Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan.
Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun industri yang dibangun
harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Jadi teknologi
pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang
bersangkutan.
Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya telah dicoba
dan dikembangkan selama ini. Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah
dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi 3 metode pengolahan
!. pengolahan secara "isika
#. pengolahan secara kimia
3. pengolahan secara biologi
$ntuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan tersebut dapat
diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.
Pengolahan Secara Fisika
%ada umumnya, sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan, diinginkan
agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan yang mudah mengendap atau bahan-
bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. %enyaringan &screening' merupakan cara
yang e"isien dan murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan
tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan proses
pengendapan. %arameter desain yang utama untuk proses pengendapan ini adalah
kecepatan mengendap partikel dan (aktu detensi hidrolis di dalam bak pengendap.
















Pemisahan
Cair - Padatan
Penapisan
Presipitasi
Filtrasi
Flotasi
Filtrasi
Filter membran
Filtrasi lambat
Filtrasi cepat
Tipe bertekanan
Tipe gravitasi
Mikro filter
Ultra filter
Reverse osmosis
Dialisis elektris
Filtrasi precoat
Klarifier
Tipe resirkulasi berlumpur
Tipe pallet selimut lumpur
Tipe selimut lumpur
Tipe konvensional
Pemekatan
Deatering Filter vacuum rotasi
Filter tekan!press
"elt press
Contrifugasi Presipitasi sentrifugasi
Dehidrasi sentrifugasi











)ambar !. *kema +iagram %engolahan ,isik

%roses "lotasi banyak digunakan untuk menyisihkan bahan-bahan yang mengapung seperti
minyak dan lemak agar tidak mengganggu proses pengolahan berikutnya. ,lotasi juga dapat
digunakan sebagai cara penyisihan bahan-bahan tersuspensi &clarification' atau pemekatan
lumpur endapan &sludge thickening' dengan memberikan aliran udara ke atas &air
flotation'.
%roses "iltrasi di dalam pengolahan air buangan, biasanya dilakukan untuk mendahului
proses adsorbsi atau proses reverse osmosis-nya, akan dilaksanakan untuk menyisihkan
sebanyak mungkin partikel tersuspensi dari dalam air agar tidak mengganggu proses
adsorbsi atau menyumbat membran yang dipergunakan dalam proses osmosa.
%roses adsorbsi, biasanya dengan karbon akti", dilakukan untuk menyisihkan senya(a
aromatik &misalnya "enol' dan senya(a organik terlarut lainnya, terutama jika diinginkan
untuk menggunakan kembali air buangan tersebut.
Teknologi membran &reverse osmosis' biasanya diaplikasikan untuk unit-unit pengolahan
kecil, terutama jika pengolahan ditujukan untuk menggunakan kembali air yang diolah.
Biaya instalasi dan operasinya sangat mahal.
Pengolahan Secara Kimia
%engolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-
partikel yang tidak mudah mengendap &koloid', logam-logam berat, senya(a "os"or, dan -at
organik beracun. dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. %enyisihan
bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan si"at bahan-bahan
tersebut, yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan &"lokulasi-koagulasi',
baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi
oksidasi.















)ambar #. *kema +iagram pengolahan /imia(i
Pengolahan
Kimia - Fisik
#etralisasi
Penukar ion
Koagulasi $ Flokulasi
%lumina aktif
Karbon aktif %dsorbsi
&ksidasi dan!atau Reduksi
%erasi
&'onisasi
(lektrolisis
&ksidasi kimia!reduksi
U)
Resin penukar anion
Resin penukar kation
Resin penukar anion
*eolite

%engendapan bahan tersuspensi yang tak mudah larut dilakukan dengan membubuhkan
elektrolit yang mempunyai muatan yang berla(anan dengan muatan koloidnya agar terjadi
netralisasi muatan koloid tersebut, sehingga akhirnya dapat diendapkan. %enyisihan logam
berat dan senya(a "os"or dilakukan dengan membubuhkan larutan alkali &air kapur
misalnya' sehingga terbentuk endapan hidroksida logam-logam tersebut atau endapan
hidroksiapatit. 0ndapan logam tersebut akan lebih stabil jika p1 air 2 !3,4 dan untuk
hidroksiapatit pada p1 2 5,4. /husus untuk krom heksa6alen, sebelum diendapkan sebagai
krom hidroksida 78r&91'3:, terlebih dahulu direduksi menjadi krom tri6alent dengan
membubuhkan reduktor &,e*9;, *9#, atau Na#*#94'.
%enyisihan bahan-bahan organik beracun seperti "enol dan sianida pada konsentrasi rendah
dapat dilakukan dengan mengoksidasinya dengan klor &8l#', kalsium permanganat, aerasi,
o-on hidrogen peroksida.
%ada dasarnya kita dapat memperoleh e"isiensi tinggi dengan pengolahan secara kimia,
akan tetapi biaya pengolahan menjadi mahal karena memerlukan bahan kimia.
Pengolahan secara biologi
*emua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi. *ebagai pengolahan
sekunder, pengolahan secara biologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan
e"isien. +alam beberapa dasa(arsa telah berkembang berbagai metode pengolahan biologi
dengan segala modi"ikasinya.
%ada dasarnya, reaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu
!. <eaktor pertumbuhan tersuspensi &suspended growth reaktor'.
#. <eaktor pertumbuhan lekat &attached growth reaktor'.
+i dalam reaktor pertumbuhan tersuspensi, mikroorganisme tumbuh dan berkembang dalam
keadaan tersuspensi. %roses lumpur akti" yang banyak dikenal berlangsung dalam reaktor
jenis ini. %roses lumpur akti" terus berkembang dengan berbagai modi"ikasinya, antara lain
oxidation ditch dan kontak-stabilisasi. +ibandingkan dengan proses lumpur akti"
kon6ensional, oxidation ditch mempunyai beberapa kelebihan, yaitu e"isiensi penurunan
B9+ dapat mencapai =4>-53> &dibandingkan =3>-=4>' dan lumpur yang dihasilkan lebih
sedikit. *elain e"isiensi yang lebih tinggi &53>-54>', kontak stabilisasi mempunyai kelebihan
yang lain, yaitu (aktu detensi hidrolis total lebih pendek &;-? jam'. %roses kontak-
stabilisasi dapat pula menyisihkan B9+ tersuspensi melalui proses absorbsi di dalam tangki
kontak sehingga tidak diperlukan penyisihan B9+ tersuspensi dengan pengolahan
pendahuluan.
/olam oksidasi dan lagoon, baik yang diaerasi maupun yang tidak, juga termasuk dalam
jenis reaktor pertumbuhan tersuspensi. $ntuk iklim tropis seperti Indonesia, (aktu detensi
hidrolis selama !#-!= hari di dalam kolam oksidasi maupun dalam lagoon yang tidak
diaerasi, cukup untuk mencapai kualitas e"luen yang dapat memenuhi standar yang
ditetapkan. +i dalam lagoon yang diaerasi cukup dengan (aktu detensi 3-4 hari saja.
+i dalam reaktor pertumbuhan lekat, mikroorganisme tumbuh di atas media pendukung
dengan membentuk lapisan "ilm untuk melekatkan dirinya. Berbagai modi"ikasi telah
banyak dikembangkan selama ini, antara lain
!. trickling filter
#. cakram biologi
3. "ilter terendam
;. reaktor "ludisasi
*eluruh modi"ikasi ini dapat menghasilkan e"isiensi penurunan B9+ sekitar =3>-53>.
+itinjau dari segi lingkungan dimana berlangsung proses penguraian secara biologi, proses
ini dapat dibedakan menjadi dua jenis
!. %roses aerob, yang berlangsung dengan hadirnya oksigen.
#. %roses anaerob, yang berlangsung tanpa adanya oksigen.
/oagulasi @
Apabila B9+ air buangan tidak melebihi ;33 mgAl, proses aerob masih dapat dianggap lebih
ekonomis dari anaerob. %ada B9+ lebih tinggi dari ;333 mgAl, proses anaerob menjadi
lebih ekonomis.



















)ambar 3. *kema +iagram pengolahan Biologi

Dalam prakteknya saat ini, teknologi pengolahan limbah cair mungkin tidak lagi
sesederhana seperti dalam uraian di atas. Namun pada prinsipnya, semua limbah yang
dihasilkan harus melalui beberapa langkah pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan
atau kembali dimanfaatkan dalam proses produksi, dimana uraian di atas dapat
dijadikan sebagai acuan. [D!" Pencemaran
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Pencemaran, menurut "0 enteri 0ependudukan 1ingkungan 2idup No
,//#N012/+344, adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, 5at, energi,
dan/atau komponen lain ke dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan 6komposisi7
air/udara
oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/udara men8adi kurang
atau tidak dapat ber(ungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
'ntuk men9egah ter8adinya pen9emaran terhadap lingkungan oleh berbagai akti:itas
industri dan akti:itas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pen9emaran
lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Baku mutu lingkungan
adalah batas kadar yang diperkenankan bagi 5at atau bahan pen9emar terdapat di
lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup, tumbuhan
atau benda lainnya.
Pengolahan
"iologi
Pengolahan aerob
%naerobic treatment Pencerna anaerobi
Proses U%+"
Proses lumpur aktif
%erasi
+aluran oksidasi
Proses bebas bulki
Metode standar
Proses nitrifikasi dan denitrifikasi
Pengolahan film biologi
,agoon
Cakram biologi
Proses filter biologi diaerasi
%erasi kontak
Filter trikling
Proses media unggun biologi
&ada saat ini, pen9emaran terhadap lingkungan berlangsung di mana-mana dengan
la8u yang sangat 9epat. "ekarang ini beban pen9emaran dalam lingkungan sudah
semakin berat dengan masuknya limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk
logam berat.
&en9emaran lingkungan dapat dikategorikan men8adi:
&en9emaran air
&en9emaran udara
&en9emaran tanah
Limbah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
1angsung ke: na:igasi, 9ari
!da usul agar artikel atau bagian ini digabungkan dengan artikel sampah
6diskusikan7
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri
maupun domestik 6rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah7, yang
kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan
karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditin8au se9ara kimiawi, limbah ini terdiri
dari bahan kimia organik dan anorganik. ;engan konsentrasi dan kuantitas tertentu,
kehadiran limbah dapat berdampak negati( terhadap lingkungan terutama bagi
kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. $ingkat
bahaya kera9unan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada 8enis dan
karakteristik limbah.
0arakteristik limbah:
+. Berukuran mikro
/. ;inamis
<. Berdampak luas 6penyebarannya7
.. Berdampak 8angka pan8ang 6antar generasi7
Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah:
+. =olume limbah
/. 0andungan bahan pen9emar
<. Frekuensi pembuangan limbah
Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan men8adi . bagian:
+. 1imbah 9air
/. 1imbah padat
<. 1imbah gas dan partikel
.. 1imbah B< 6Bahan Berbahaya dan Bera9un7
'ntuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. &ada
dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan men8adi:
+. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
/. pengolahan menurut karakteristik limbah
Indikasi &en9emaran !ir
Indikasi pen9emaran air dapat kita ketahui baik se9ara :isual maupun pengu8ian.
+. &erubahan p2 6tingkat keasaman / konsentrasi ion hidrogen7 !ir normal yang
memenuhi syarat untuk suatu kehidupan memiliki p2 netral dengan kisaran nilai -.* >
?.*. !ir limbah industri yang belum terolah dan memiliki p2 diluar nilai p2 netral,
akan mengubah p2 air sungai dan dapat mengganggukehidupan organisme
didalamnya. 2al ini akan semakin parah8ika daya dukung lingkungan rendah serta
debit air sungai rendah. 1imbah dengan p2 asam / rendah bersi(at korosi( terhadap
logam.
/. &erubahan warna, bau dan rasa !ir normak dan air bersih tidak akan berwarna,
sehingga tampak bening / 8ernih. Bila kondisi air warnanya berubah maka hal tersebut
merupakan salah satu indikasi bahwa air telah ter9emar. $imbulnya bau pada air
lingkungan merupakan indikasi kuat bahwa air telah ter9emar. !ir yang bau dapat
berasal darilimba industri atau dari hasil degradasioleh mikroba. ikroba yang hidup
dalam air akan mengubah organik men8adi bahan yang mudah menguap dan berbau
sehingga mengubah rasa.
<. $imbulnya endapan, koloid dan bahan terlarut #ndapan, koloid dan bahan terlarut
berasal dari adanya limbah industri yang berbentuk padat. 1imbah industri yang
berbentuk padat, bila tidak larut sempurna akan mengendapdidsar sungai, dan yang
larut sebagian akan men8adi koloid dan akan menghalangibahan-bahan organik yang
sulit diukur melalui u8i BO; karena sulit didegradasi melalui reaksi biokimia, namun
dapat diukur men8adi u8i @O;. !dapun komponen pen9emaran air pada umumnya
terdiri dari :
Bahan buangan padat
Bahan buangan organik
Bahan buangan anorganik
;iperoleh dari Ahttp://id.wikipedia.org/wiki/1imbahA
0ategori: !rtikel yang layak digabungkan B 1ingkungan
Tampilan
2alaman
&embi9araan
unting
C
=ersi terdahulu
Peralatan pribadi
Ma!uk log " buat akun
Navigasi
2alaman 'tama
&erubahan terbaru
&eristiwa terkini
2alaman sembarang
Pencarian
Tuju ke

Cari
Komunitas
Darung 0opi
&ortal komunitas
Bantuan
wikipedia
&erihal Dikipedia
&an9apilar
0ebi8akan
enyumbang
Kotak peralatan
&ranala balik
&erubahan terkait
2alaman istimewa
=ersi 9etak
&ranala permanen
0utip artikel ini
Bahasa lain
#nglish
"uomi
FranEais

&ortuguFs
$GrkEe

Teknologi Pengolahan Air Limbah:
http://(unny(ree.net/results,</teknologi)pengolahan)limbah)9air.html
By Dahyu 2idayat on + %anuary /,,4 <. @omments &rint this arti9le #mail this
arti9le
&embuangan air limbah baik yang bersumber dari kegiatan domestik 6rumah tangga7
maupun industri ke badan air dapat menyebabkan pen9emaran lingkungan apabila
kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu limbah. "ebagai 9ontoh, mari kita lihat
0ota %akarta. %akarta merupakan sebuah ibukota yang amat padat sehingga letak
septic tank, 9ubluk 6balong7, dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air
tanah. $erdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa /4* sampel dari -<-
titik sampel sumber air tanah telah ter9emar oleh bakteri 9oli. "e9ara kimiawi, ?*H
dari sumber tersebut tidak memenuhi baku mutu air minum yang parameternya dinilai
dari unsur nitrat, nitrit, besi, dan mangan.
#rickling $ilter. "ebuah trickling filter bed yang menggunakan plastic media.
Bagaimana dengan air limbah industriI ;alam kegiatan industri, air limbah akan
mengandung 5at-5at/kontaminan yang dihasilkan dari sisa bahan baku, sisa pelarut
atau bahan aditi(, produk terbuang atau gagal, pen9u9ian dan pembilasan peralatan,
blowdown beberapa peralatan seperti kettle boiler dan sistem air pendingin, serta
sanitary wastes. !gar dapat memenuhi baku mutu, industri harus menerapkan prinsip
pengendalin limbah se9ara 9ermat dan terpadu baik di dalam proses produksi 6in-pipe
pollution prevention7 dan setelah proses produksi 6end-pipe pollution prevention7.
&engendalian dalam proses produksi bertu8uan untuk meminimalkan :olume limbah
yang ditimbulkan, 8uga konsentrasi dan toksisitas kontaminannya. "edangkan
pengendalian setelah proses produksi dimaksudkan untuk menurunkan kadar bahan
peen9emar sehingga pada akhirnya air tersebut memenuhi baku mutu yang sudah
ditetapkan.
Parameter %on!entra!i &mg"L'
@O; +,, - <,,
BO; *, - +*,
inyak nabati * - +,
inyak mineral +, - *,
Jat padat tersuspensi 6$""7 /,, - .,,
p2 -., - 3.,
$emperatur <4 - ., K
o
@L
!mmonia bebas 6N2<7 +., - *.,
Nitrat 6NO<-N7 /, - <,
"enyawa akti( biru metilen *., - +,
"ul(ida 62/"7 ,.,* - ,.+
Fenol ,.* - +.,
"ianida 6@N7 ,.,* - ,.*
Bata!an Air Limbah untuk In(u!tri
0epmen 12 No. 0#&-*+/#N12/+,/+33*
Namun walaupun begitu, masalah air limbah tidak sesederhana yang dibayangkan
karena pengolahan air limbah memerlukan biaya in:estasi yang besar dan biaya
operasi yang tidak sedikit. 'ntuk itu, pengolahan air limbah harus dilakukan dengan
9ermat, dimulai dari peren9anaan yang teliti, pelaksanaan pembangunan (asilitas
instalasi pengolahan air limbah 6I&!17 atau unit pengolahan limbah 6'&17 yang
benar, serta pengoperasian yang 9ermat.
;alam pengolahan air limbah itu sendiri, terdapat beberapa parameter kualitas yang
digunakan. &arameter kualitas air limbah dapat dikelompokkan men8adi tiga, yaitu
parameter organik, karakteristik (isik, dan kontaminan spesi(ik. &arameter organik
merupakan ukuran 8umlah 5at organik yang terdapat dalam limbah. &arameter ini
terdiri dari total organic carbon 6$O@7, chemical oxygen demand 6@O;7,
biochemical oxygen demand 6BO;7, minyak dan lemak 6OMN7, dan total petrolum
hydrocarbons 6$&27. 0arakteristik (isik dalam air limbah dapat dilihat dari parameter
total suspended solids 6$""7, p2, temperatur, warna, bau, dan potensial reduksi.
"edangkan kontaminan spesi(ik dalam air limbah dapat berupa senyawa organik atau
inorganik.
#eknologi Pengolahan Air Limbah
$u8uan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan
pen9emar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba
patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang
terdapat di alam. &engolahan air limbah tersebut dapat dibagi men8adi * 6lima7 tahap:
+. &engolahan !wal 6Pretreatment7
$ahap pengolahan ini melibatkan proses (isik yang bertu8uan untuk
menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah.
Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and
grit removal, euali!ation and storage, serta oil separation.
/. &engolahan $ahap &ertama 6Primary "reatment7
&ada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tu8uan yang
sama dengan pengolahan awal. 1etak perbedaannya ialah pada proses yang
berlangsung. &roses yang ter8adi pada pengolahan tahap pertama ialah
neutrali!ation, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation,
dan filtration.
<. &engolahan $ahap 0edua 6#econdary "reatment7
&engolahan tahap kedua diran9ang untuk menghilangkan 5at-5at terlarut dari
air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses (isik biasa. &eralatan
pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated
sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabili!ation basin,
rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.
.. &engolahan $ahap 0etiga 6"ertiary "reatment7
&roses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah
coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange,
membrane separation, serta thickening gravity or flotation.
*. &engolahan 1umpur 6#ludge "reatment7
1umpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya
kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion,
pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed,
incineration, atau landfill.
Pemilihan #eknologi
&emilihan proses yang tepat didahului dengan mengelompokkan karakteristik
kontaminan dalam air limbah dengan menggunakan indikator parameter yang sudah
ditampilkan di tabel di atas. "etelah kontaminan dikarakterisasikan, diadakan
pertimbangan se9ara detail mengenai aspek ekonomi, aspek teknis, keamanan,
kehandalan, dan kemudahan peoperasian. &ada akhirnya, teknologi yang dipilih
haruslah teknologi yang tepat guna sesuai dengan karakteristik limbah yang akan
diolah. "etelah pertimbangan-pertimbangan detail, perlu 8uga dilakukan studi
kelayakan atau bahkan per9obaan skala laboratorium yang bertu8uan untuk:
+. emastikan bahwa teknologi yang dipilih terdiri dari proses-proses yang
sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah.
/. engembangkan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk menentukan
e(isiensi pengolahan yang diharapkan.
<. enyediakan in(ormasi teknik dan ekonomi yang diperlukan untuk penerapan
skala sebenarnya.
e(imentation. "ebuah primary sedimentation tank di sebuah unit pengolahan
limbah domestik. #edimentation tank merupakan salah satu unit pengolahan limbah
yang sangat umum digunakan.
$ottomline, perlu kita semua sadari bahwa limbah tetaplah limbah. "olusi terbaik dari
pengolahan limbah pada dasarnya ialah menghilangkan limbah itu sendiri. &roduksi
bersih 6cleaner production7 yang bertu8uan untuk men9egah, mengurangi, dan
menghilangkan terbentuknya limbah langsung pada sumbernya di seluruh bagian-
bagian proses dapat di9apai dengan penerapan kebi8aksanaan pen9egahan, penguasaan
teknologi bersih, serta perubahan mendasar pada sikap dan perilaku mana8emen.
"reatment :ersus PreventionI ana yang menurut teman-teman lebih baikII "aya
yakin kita semua tahu 8awabannya. %educe, recyle, and reuse.
Re(erensi: Pengelolaan Limbah In(u!tri ) Pro$. #*an(ra etia(i, +ikipe(ia
T
eknologi Pengolahan Limbah B3
By Dahyu 2idayat on / %anuary /,,4 .- @omments &rint this arti9le #mail this
arti9le
;e(inisi limbah B< berdasarkan B!&#;!1 6+33*7 ialah setiap bahan sisa 6limbah7
suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan bera9un 6B<7
karena si(at 6toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity7 serta konsentrasi atau
8umlahnya yang baik se9ara langsung maupun tidak langsung dapat merusak,
men9emarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.
Berdasarkan sumbernya, limbah B< dapat diklasi(ikasikan men8adi:
Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada
pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang
stabil dan mudah menguap
&hemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan
(lokulasi
'xcess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan
dengn lumpur akti( sehingga banyak mengandung padatan organik berupa
lumpur dari hasil proses tersebut
Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan
digested aerobi9 maupun anaerobi9 di mana padatan/lumpur yang dihasilkan
9ukup stabil dan banyak mengandung padatan organik.
1imbah B< dikarakterisasikan berdasarkan beberapa parameter yaitu total solids
residue 6$"R7, kandungan fixed residue 6FR7, kandungan volatile solids 6=R7, kadar
air 6sludge moisture content7, :olume padatan, serta karakter atau si(at B< 6toksisitas,
si(at korosi(, si(at mudah terbakar, si(at mudah meledak, bera9un, serta si(at kimia dan
kandungan senyawa kimia7.
@ontoh limbah B< ialah logam berat seperti !l, @r, @d, @u, Fe, &b, n, 2g, dan Jn
serta 5at kimia seperti pestisida, sianida, sul(ida, (enol dan sebagainya. @d dihasilkan
dari lumpur dan limbah industri kimia tertentu sedangkan 2g dihasilkan dari industri
klor-alkali, industri 9at, kegiatan pertambangan, industri kertas, serta pembakaran
bahan bakar (osil. &b dihasilkan dari peleburan timah hitam dan a99u. 1ogam-logam
berat pada umumnya bersi(at ra9un sekalipun dalam konsentrasi rendah. ;a(tar
lengkap limbah B< dapat dilihat di && No. 4* $ahun +333: &engelolaan 1imbah
Bahan Berbahaya dan Bera9un 6B<7. "ilakan klik link tersebut untuk da(tar lengkap
yang 8uga men9akup peraturan resmi dari &emerintah Indonesia.
&enanganan atau pengolahan limbah padat atau lumpur B< pada dasarnya dapat
dilaksanakan di dalam unit kegiatan industri 6on-site treatment7 maupun oleh pihak
ketiga 6off-site treatment7 di pusat pengolahan limbah industri. !pabila pengolahan
dilaksanakan se9ara on-site treatment, perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:
8enis dan karakteristik limbah padat yang harus diketahui se9ara pasti agar
teknologi pengolahan dapat ditentukan dengan tepatO selain itu, antisipasi
terhadap 8enis limbah di masa mendatang 8uga perlu dipertimbangkan
8umlah limbah yang dihasilkan harus 9ukup memadai sehingga dapat
men8usti(ikasi biaya yang akan dikeluarkan dan perlu dipertimbangkan pula
berapa 8umlah limbah dalam waktu mendatang 6+ hingga / tahun ke depan7
pengolahan on-site memerlukan tenaga tetap 6in-house staff7 yang menangani
proses pengolahan sehingga perlu dipertimbangkan mana8emen sumber daya
manusianya
peraturan yang berlaku dan antisipasi peraturan yang akan dikeluarkan
&emerintah di masa mendatang agar teknologi yang dipilih tetap dapat
memenuhi standar
#eknologi Pengolahan
$erdapat banyak metode pengolahan limbah B< di industri, tiga metode yang paling
populer di antaranya ialah chemical conditioning, solidification(#tabili!ation, dan
incineration.
+. Chemical Conditioning
"alah satu teknologi pengolahan limbah B< ialah chemical conditioning.
$'8uan utama dari chemical conditioning ialah:
o menstabilkan senyawa-senyawa organik yang terkandung di dalam
lumpur
o mereduksi :olume dengan mengurangi kandungan air dalam lumpur
o mendestruksi organisme patogen
o meman(aatkan hasil samping proses chemical conditioning yang masih
memiliki nilai ekonomi seperti gas methane yang dihasilkan pada
proses digestion
o mengkondisikan agar lumpur yang dilepas ke lingkungan dalam
keadaan aman dan dapat diterima lingkungan
&hemical conditioning terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut:
1. &oncentration thickening
$ahapan ini bertu8uan untuk mengurangi :olume lumpur yang akan diolah dengan
9ara meningkatkan kandungan padatan. !lat yang umumnya digunakan pada tahapan
ini ialah gravity thickener dan solid bowl centrifuge. $ahapan ini pada dasarnya
merupakan tahapan awal sebelum limbah dikurangi kadar airnya pada tahapan de-
watering selan8utnya. Dalaupun tidak sepopuler gravity thickener dan centrifuge,
beberapa unit pengolahan limbah menggunakan proses flotation pada tahapan awal
ini.
2. "reatment, stabili!ation, and conditioning
$ahapan kedua ini bertu8uan untuk menstabilkan senyawa organik dan
menghan9urkan patogen. &roses stabilisasi dapat dilakukan melalui
proses pengkondisian se9ara kimia, (isika, dan biologi. &engkondisian
se9ara kimia berlangsung dengan adanya proses pembentukan ikatan
bahan-bahan kimia dengan partikel koloid. &engkondisian se9ara (isika
berlangsung dengan 8alan memisahkan bahan-bahan kimia dan koloid
dengan 9ara pen9u9ian dan destruksi. &engkondisian se9ara biologi
berlangsung dengan adanya proses destruksi dengan bantuan en5im
dan reaksi oksidasi. &roses-proses yang terlibat pada tahapan ini ialah
lagooning, anaerobic digestion, aerobic digestion, heat treatment,
polyelectrolite flocculation, chemical conditioning, dan elutriation.
3. De-watering and drying
De-watering and drying bertu8uan untuk menghilangkan atau
mengurangi kandungan air dan sekaligus mengurangi :olume lumpur.
&roses yang terlibat pada tahapan ini umumnya ialah pengeringan dan
(iltrasi. !lat yang biasa digunakan adalah drying bed, filter press,
centrifuge, vacuum filter, dan belt press.
4. Disposal
;isposal ialah proses pembuangan akhir limbah B<. Beberapa proses
yang ter8adi sebelum limbah B< dibuang ialah pyrolysis, wet air
oxidation, dan composting. $empat pembuangan akhir limbah B<
umumnya ialah sanitary landfill, crop land, atau in)ection well.
/. Solidification/Stabilization
;i samping chemical conditiong, teknologi solidification(stabili!ation 8uga
dapat diterapkan untuk mengolah limbah B<. "e9ara umum stabilisasi dapat
dide(inisikan sebagai proses pen9apuran limbah dengan bahan tambahan
6aditi(7 dengan tu8uan menurunkan la8u migrasi bahan pen9emar dari limbah
serta untuk mengurangi toksisitas limbah tersebut. "edangkan solidi(ikasi
dide(inisikan sebagai proses pemadatan suatu bahan berbahaya dengan
penambahan aditi(. 0edua proses tersebut seringkali terkait sehingga sering
dianggap mempunyai arti yang sama. &roses solidi(ikasi/stabilisasi
berdasarkan mekanismenya dapat dibagi men8adi - golongan, yaitu:
1. *acroencapsulation, yaitu proses dimana bahan berbahaya dalam limbah
dibungkus dalam matriks struktur yang besar
2. *icroencapsulation, yaitu proses yang mirip ma9roen9apsulation
tetapi bahan pen9emar terbungkus se9ara (isik dalam struktur kristal
pada tingkat mikroskopik
3. Precipitation
4. +dsorpsi, yaitu proses dimana bahan pen9emar diikat se9ara
elektrokimia pada bahan pemadat melalui mekanisme adsorpsi.
5. +bsorbsi, yaitu proses solidi(ikasi bahan pen9emar dengan
menyerapkannya ke bahan padat
6. Detoxification, yaitu proses mengubah suatu senyawa bera9un men8adi
senyawa lain yang tingkat toksisitasnya lebih rendah atau bahkan
hilang sama sekali
$eknologi solidikasi/stabilisasi umumnya menggunakan semen, kapur
6@aO2/7, dan bahan termoplastik. etoda yang diterapkan di lapangan ialah
metoda in-drum mixing, in-situ mixing, dan plant mixing. &eraturan mengenai
solidi(ikasi/stabilitasi diatur oleh B!&#;!1 berdasarkan 0ep-
,</B!&#;!1/,3/+33* dan 0ep-,./B!&#;!1/,3/+33*.
<. ncineration
$eknologi pembakaran 6incineration 7 adalah alternati( yang menarik dalam
teknologi pengolahan limbah. Insinerasi mengurangi :olume dan massa
limbah hingga sekitar 3,H 6:olume7 dan ?*H 6berat7. $eknologi ini
sebenarnya bukan solusi (inal dari sistem pengolahan limbah padat karena
pada dasarnya hanya memindahkan limbah dari bentuk padat yang kasat mata
ke bentuk gas yang tidak kasat mata. &roses insinerasi menghasilkan energi
dalam bentuk panas. Namun, insinerasi memiliki beberapa kelebihan di mana
sebagian besar dari komponen limbah B< dapat dihan9urkan dan limbah
berkurang dengan 9epat. "elain itu, insinerasi memerlukan lahan yang relati(
ke9il.
!spek penting dalam sistem insinerasi adalah nilai kandungan energi 6heating
value7 limbah. "elain menentukan kemampuan dalam mempertahankan
berlangsungnya proses pembakaran, heating :alue 8uga menentukan
banyaknya energi yang dapat diperoleh dari sistem insinerasi. %enis insinerator
yang paling umum diterapkan untuk membakar limbah padat B< ialah rotary
kiln, multiple hearth, fluidi!ed bed, open pit, single chamber, multiple
chamber, aueous waste in)ection, dan starved air unit. ;ari semua 8enis
insinerator tersebut, rotary kiln mempunyai kelebihan karena alat tersebut
dapat mengolah limbah padat, 9air, dan gas se9ara simultan.
Penanganan Limbah B,
2a5ardous aterial @ontainer
1imbah B< harus ditangani dengan perlakuan khusus mengingat bahaya dan resiko
yang mungkin ditimbulkan apabila limbah ini menyebar ke lingkungan. 2al tersebut
termasuk proses pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutannya. &engemasan
limbah B< dilakukan sesuai dengan karakteristik limbah yang bersangkutan. Namun
se9ara umum dapat dikatakan bahwa kemasan limbah B< harus memiliki kondisi yang
baik, bebas dari karat dan kebo9oran, serta harus dibuat dari bahan yang tidak
bereaksi dengan limbah yang disimpan di dalamnya. 'ntuk limbah yang mudah
meledak, kemasan harus dibuat rangkap di mana kemasan bagian dalam harus dapat
menahan agar 5at tidak bergerak dan mampu menahan kenaikan tekanan dari dalam
atau dari luar kemasan. 1imbah yang bersi(at self-reactive dan peroksida organik 8uga
memiliki persyaratan khusus dalam pengemasannya. &embantalan kemasan limbah
8enis tersebut harus dibuat dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tidak mengalami
penguraian 6dekomposisi7 saat berhubungan dengan limbah. %umlah yang dikemas
pun terbatas sebesar maksimum *, kg per kemasan sedangkan limbah yang memiliki
akti:itas rendah biasanya dapat dikemas hingga .,, kg per kemasan.
1imbah B< yang diproduksi dari sebuah unit produksi dalam sebuah pabrik harus
disimpan dengan perlakuan khusus sebelum akhirnya diolah di unit pengolahan
limbah. &enyimpanan harus dilakukan dengan sistem blok dan tiap blok terdiri atas
/P/ kemasan. 1imbah-limbah harus diletakkan dan harus dihindari adanya kontak
antara limbah yang tidak kompatibel. Bangunan penyimpan limbah harus dibuat
dengan lantai kedap air, tidak bergelombang, dan melandai ke arah bak penampung
dengan kemiringan maksimal +H. Bangunan 8uga harus memiliki :entilasi yang baik,
terlindung dari masuknya air hu8an, dibuat tanpa pla(on, dan dilengkapi dengan sistem
penangkal petir. 1imbah yang bersi(at reakti( atau korosi( memerlukan bangunan
penyimpan yang memiliki konstruksi dinding yang mudah dilepas untuk memudahkan
keadaan darurat dan dibuat dari bahan konstruksi yang tahan api dan korosi.
engenai pengangkutan limbah B<, &emerintah Indonesia belum memiliki peraturan
pengangkutan limbah B< hingga tahun /,,/. Namun, kita dapat meru8uk peraturan
pengangkutan yang diterapkan di !merika "erikat. &eraturan tersebut terkait dengan
hal pemberian label, analisa karakter limbah, pengemasan khusus, dan sebagainya.
&ersyaratan yang harus dipenuhi kemasan di antaranya ialah apabila ter8adi
ke9elakaan dalam kondisi pengangkutan yang normal, tidak ter8adi kebo9oran limbah
ke lingkungan dalam 8umlah yang berarti. "elain itu, kemasan harus memiliki kualitas
yang 9ukup agar e(ekti:itas kemasan tidak berkurang selama pengangkutan. 1imbah
gas yang mudah terbagak harus dilengkapi dengan head shields pada kemasannya
sebagai pelindung dan tambahan pelindung panas untuk men9egah kenaikan suhu
yang 9epat. ;i !merika 8uga diperlakukan rute pengangkutan khusus selain 8uga
adanya kewa8iban kelengkapan *aterial #afety Data #heets 6";"7 yang ada di
setiap truk dan di dinas pemadam kebarakan.
ecure( Lan($ill. Faktor hidrogeologi, geologi lingkungan, topogra(i, dan (aktor-
(aktor lainnya harus diperhatikan agar secured landfill tidak merusak lingkungan.
&emantauan pas9a-operasi harus terus dilakukan untuk men8amin bahwa badan air
tidak terkontaminasi oleh limbah B<.
Pembuangan Limbah B, &!isposal'
"ebagian dari limbah B< yang telah diolah atau tidak dapat diolah dengan teknologi
yang tersedia harus berakhir pada pembuangan 6disposal7. $empat pembuangan akhir
yang banyak digunakan untuk limbah B< ialah landfill 6lahan urug7 dan disposal well
6sumur pembuangan7. ;i Indonesia, peraturan se9ara rin9i mengenai pembangunan
lahan urug telah diatur oleh Badan &engendalian ;ampak 1ingkungan 6B!&#;!17
melalui 0ep-,./B!&#;!1/,3/+33*.
,andfill untuk penimbunan limbah B< diklasi(ikasikan men8adi tiga 8enis yaitu: 6+7
secured landfill double liner, 6/7 secured landfill single liner, dan 6<7 landfill clay
liner dan masing-masing memiliki ketentuan khusus sesuai dengan limbah B< yang
ditimbun.
;imulai dari bawah, bagian dasar secured landfill terdiri atas tanah setempat, lapisan
dasar, sistem deteksi kebo9oran, lapisan tanah penghalang, sistem pengumpulan dan
pemindahan lindi 6leachate7, dan lapisan pelindung. 'ntuk kasus tertentu, di atas
dan/atau di bawah sistem pengumpulan dan pemindahan lindi harus dilapisi
geomembran. "edangkan bagian penutup terdiri dari tanah penutup, tanah tudung
penghalang, tudung geomembran, pelapis tudung drainase, dan pelapis tanah untuk
tumbuhan dan :egetasi penutup. #ecured landfill harus dilapisi sistem pemantauan
kualitas air tanah dan air pemukiman di sekitar lokasi agar mengetahui apakah
secured landfill bo9or atau tidak. "elain itu, lokasi secured landfill tidak boleh
diman(aatkan agar tidak beresiko bagi manusia dan habitat di sekitarnya.
-eep In*ection +ell. &embuangan limbah B< melalui metode ini masih me8adi
kontro:ersi dan masih diperlukan pengka8ian yang komprehensi( terhadap e(ek yang
mungkin ditimbulkan. ;ata menun8ukkan bahwa pembuatan sumur in8eksi di
!merika "erikat paling banyak dilakukan pada tahun +3-*-+3?. dan hampir tidak ada
sumur baru yang dibangun setelah tahun +34,.
"umur in8eksi atau sumur dalam 6deep well in)ection7 digunakan di !merika "erikat
sebagai salah satu tempat pembuangan limbah B< 9air 6liuid ha!ardous wastes7.
&embuangan limbah ke sumur dalam merupakan suatu usaha membuang limbah B<
ke dalam (ormasi geologi yang berada 8auh di bawah permukaan bumi yang memiliki
kemampuan mengikat limbah, sama halnya (ormasi tersebut memiliki kemampuan
menyimpan 9adangan minyak dan gas bumi. 2al yang penting untuk diperhatikan
dalam pemilihan tempat ialah strktur dan kestabilan geologi serta hidrogeologi
wilayah setempat.
1imbah B< diin8eksikan se dalam suatu (ormasi berpori yang berada 8auh di bawah
lapisan yang mengandung air tanah. ;i antara lapisan tersebut harus terdapat lapisan
impermeable seperti shale atau tanah liat yang 9ukup tebal sehingga 9airan limbah
tidak dapat bermigrasi. 0edalaman sumur ini sekitar ,,* hingga / mil dari permukaan
tanah.
$idak semua 8enis limbah B< dapat dibuang dalam sumur in8eksi karena beberapa
8enis limbah dapat mengakibatkan gangguan dan kerusakan pada sumur dan (ormasi
penerima limbah. 2al tersebut dapat dihindari dengan tidak memasukkan limbah yang
dapat mengalami presipitasi, memiliki partikel padatan, dapat membentuk emulsi,
bersi(at asam kuat atau basa kuat, bersi(at akti( se9ara kimia, dan memiliki densitas
dan :iskositas yang lebih rendah daripada 9airan alami dalam (ormasi geologi.
2ingga saat ini di Indonesia belum ada ketentuan mengenai pembuangan limbah B<
ke sumur dalam 6deep in)ection well7. 0etentuan yang ada mengenai hal ini ditetapkan
oleh !merika "erikat dan dalam ketentuan itu disebutkah bahwa:
+. ;alam kurun waktu +,.,,, tahun, limbah B< tidak boleh bermigrasi se9ara
:ertikal keluar dari 5ona in8eksi atau se9ara lateral ke titik temu dengan
sumber air tanah.
/. "ebelum limbah yang diin8eksikan bermigrasi dalam arah seperti disebutkan di
atas, limbah telah mengalami perubahan higga tidak lagi bersi(at berbahaya
dan bera9un.
Re(erensi: Pengelolaan Limbah In(u!tri ) Pro$. #*an(ra etia(i, +ikipe(ia, .
EPA
Teknologi Pengolahan Air Limbah
By Dahyu 2idayat on + %anuary /,,4 <. @omments &rint this arti9le #mail this
arti9le 6http://ma8arimaga5ine.9om//,,4/,+/teknologi-pengolahan-air-limbah/7
&embuangan air limbah baik yang bersumber dari kegiatan domestik 6rumah tangga7
maupun industri ke badan air dapat menyebabkan pen9emaran lingkungan apabila
kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu limbah. "ebagai 9ontoh, mari kita lihat
0ota %akarta. %akarta merupakan sebuah ibukota yang amat padat sehingga letak
septic tank, 9ubluk 6balong7, dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air
tanah. $erdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa /4* sampel dari -<-
titik sampel sumber air tanah telah ter9emar oleh bakteri 9oli. "e9ara kimiawi, ?*H
dari sumber tersebut tidak memenuhi baku mutu air minum yang parameternya dinilai
dari unsur nitrat, nitrit, besi, dan mangan.
#rickling $ilter. "ebuah trickling filter bed yang menggunakan plastic media.
Bagaimana dengan air limbah industriI ;alam kegiatan industri, air limbah akan
mengandung 5at-5at/kontaminan yang dihasilkan dari sisa bahan baku, sisa pelarut
atau bahan aditi(, produk terbuang atau gagal, pen9u9ian dan pembilasan peralatan,
blowdown beberapa peralatan seperti kettle boiler dan sistem air pendingin, serta
sanitary wastes. !gar dapat memenuhi baku mutu, industri harus menerapkan prinsip
pengendalin limbah se9ara 9ermat dan terpadu baik di dalam proses produksi 6in-pipe
pollution prevention7 dan setelah proses produksi 6end-pipe pollution prevention7.
&engendalian dalam proses produksi bertu8uan untuk meminimalkan :olume limbah
yang ditimbulkan, 8uga konsentrasi dan toksisitas kontaminannya. "edangkan
pengendalian setelah proses produksi dimaksudkan untuk menurunkan kadar bahan
peen9emar sehingga pada akhirnya air tersebut memenuhi baku mutu yang sudah
ditetapkan.
Parameter %on!entra!i &mg"L'
@O; +,, - <,,
BO; *, - +*,
inyak nabati * - +,
inyak mineral +, - *,
Jat padat tersuspensi 6$""7 /,, - .,,
p2 -., - 3.,
$emperatur <4 - ., K
o
@L
!mmonia bebas 6N2<7 +., - *.,
Nitrat 6NO<-N7 /, - <,
"enyawa akti( biru metilen *., - +,
"ul(ida 62/"7 ,.,* - ,.+
Fenol ,.* - +.,
"ianida 6@N7 ,.,* - ,.*
Bata!an Air Limbah untuk In(u!tri
0epmen 12 No. 0#&-*+/#N12/+,/+33*
Namun walaupun begitu, masalah air limbah tidak sesederhana yang dibayangkan
karena pengolahan air limbah memerlukan biaya in:estasi yang besar dan biaya
operasi yang tidak sedikit. 'ntuk itu, pengolahan air limbah harus dilakukan dengan
9ermat, dimulai dari peren9anaan yang teliti, pelaksanaan pembangunan (asilitas
instalasi pengolahan air limbah 6I&!17 atau unit pengolahan limbah 6'&17 yang
benar, serta pengoperasian yang 9ermat.
;alam pengolahan air limbah itu sendiri, terdapat beberapa parameter kualitas yang
digunakan. &arameter kualitas air limbah dapat dikelompokkan men8adi tiga, yaitu
parameter organik, karakteristik (isik, dan kontaminan spesi(ik. &arameter organik
merupakan ukuran 8umlah 5at organik yang terdapat dalam limbah. &arameter ini
terdiri dari total organic carbon 6$O@7, chemical oxygen demand 6@O;7,
biochemical oxygen demand 6BO;7, minyak dan lemak 6OMN7, dan total petrolum
hydrocarbons 6$&27. 0arakteristik (isik dalam air limbah dapat dilihat dari parameter
total suspended solids 6$""7, p2, temperatur, warna, bau, dan potensial reduksi.
"edangkan kontaminan spesi(ik dalam air limbah dapat berupa senyawa organik atau
inorganik.
#eknologi Pengolahan Air Limbah
$u8uan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan
pen9emar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba
patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang
terdapat di alam. &engolahan air limbah tersebut dapat dibagi men8adi * 6lima7 tahap:
+. &engolahan !wal 6Pretreatment7
$ahap pengolahan ini melibatkan proses (isik yang bertu8uan untuk
menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah.
Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and
grit removal, euali!ation and storage, serta oil separation.
/. &engolahan $ahap &ertama 6Primary "reatment7
&ada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tu8uan yang
sama dengan pengolahan awal. 1etak perbedaannya ialah pada proses yang
berlangsung. &roses yang ter8adi pada pengolahan tahap pertama ialah
neutrali!ation, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation,
dan filtration.
<. &engolahan $ahap 0edua 6#econdary "reatment7
&engolahan tahap kedua diran9ang untuk menghilangkan 5at-5at terlarut dari
air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses (isik biasa. &eralatan
pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated
sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabili!ation basin,
rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.
.. &engolahan $ahap 0etiga 6"ertiary "reatment7
&roses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah
coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange,
membrane separation, serta thickening gravity or flotation.
*. &engolahan 1umpur 6#ludge "reatment7
1umpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya
kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion,
pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed,
incineration, atau landfill.
Pemilihan #eknologi
&emilihan proses yang tepat didahului dengan mengelompokkan karakteristik
kontaminan dalam air limbah dengan menggunakan indikator parameter yang sudah
ditampilkan di tabel di atas. "etelah kontaminan dikarakterisasikan, diadakan
pertimbangan se9ara detail mengenai aspek ekonomi, aspek teknis, keamanan,
kehandalan, dan kemudahan peoperasian. &ada akhirnya, teknologi yang dipilih
haruslah teknologi yang tepat guna sesuai dengan karakteristik limbah yang akan
diolah. "etelah pertimbangan-pertimbangan detail, perlu 8uga dilakukan studi
kelayakan atau bahkan per9obaan skala laboratorium yang bertu8uan untuk:
+. emastikan bahwa teknologi yang dipilih terdiri dari proses-proses yang
sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah.
/. engembangkan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk menentukan
e(isiensi pengolahan yang diharapkan.
<. enyediakan in(ormasi teknik dan ekonomi yang diperlukan untuk penerapan
skala sebenarnya.
e(imentation. "ebuah primary sedimentation tank di sebuah unit pengolahan
limbah domestik. #edimentation tank merupakan salah satu unit pengolahan limbah
yang sangat umum digunakan.
$ottomline, perlu kita semua sadari bahwa limbah tetaplah limbah. "olusi terbaik dari
pengolahan limbah pada dasarnya ialah menghilangkan limbah itu sendiri. &roduksi
bersih 6cleaner production7 yang bertu8uan untuk men9egah, mengurangi, dan
menghilangkan terbentuknya limbah langsung pada sumbernya di seluruh bagian-
bagian proses dapat di9apai dengan penerapan kebi8aksanaan pen9egahan, penguasaan
teknologi bersih, serta perubahan mendasar pada sikap dan perilaku mana8emen.
"reatment :ersus PreventionI ana yang menurut teman-teman lebih baikII "aya
yakin kita semua tahu 8awabannya. %educe, recyle, and reuse.
Re(erensi: Pengelolaan Limbah In(u!tri ) Pro$. #*an(ra etia(i, +ikipe(ia
Teknologi Membran
http://ma8arimaga5ine.9om//,,?/++/teknologi-membran/
By Dahyu 2idayat on /- No:ember /,,? <3 @omments &rint this arti9le #mail
this arti9le
$eknologi membran telah men8adi topik hangat dalam
beberapa tahun terakhir ini. 2al itu mungkin dipi9u (akta bahwa pemisahan dengan
membran memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki metode-metode pemisahan
lainnya. 0eunggulan tersebut yaitu pemisahan dengan membran tidak membutuhkan
5at kimia tambahan dan 8uga kebutuhan energinya sangat minimum. embran dapat
bertindak sebagai (ilter yang sangat spesi(ik. 2anya molekul-molekul dengan ukuran
tertentu sa8a yang bisa melewati membran sedangkan sisanya akan tertahan di
permukaan membran. "elain keunggulan-keunggulan yang telah disebutkan, teknologi
membran ini sederhana, praktis, dan mudah dilakukan.
-e$ini!i
*embrane separation yaitu suatu teknik pemisahan 9ampuran / atau lebih komponen
tanpa menggunakan panas. 0omponen-komponen akan terpisah berdasarkan ukuran
dan bentuknya, dengan bantuan tekanan dan selaput semi-permeable. 2asil pemisahan
berupa retentate 6bagian dari 9ampuran yang tidak melewati membran7 dan permeate
6bagian dari 9ampuran yang melewati membran7.
truktur Membran
Berdasarkan 8enis pemisahan dan strukturnya, membran dapat dibagi men8adi <
kategori:
Membran. #weep 6berupa 9airan atau gas7 digunakan untuk membawa permeate hasil
pemisahan.
&orous membrane. &emisahan berdasarkan atas ukuran partikel dari 5at-5at
yang akan dipisahkan. 2anya partikel dengan ukuran tertentu yang dapat
melewati membran sedangkan sisanya akan tertahan. Berdasarkan klasi(ikasi
dari I'&!@, pori dapat dikelompokkan men8adi macropores 6Q*,nm7,
mesopores 6/-*,nm7, dan micropores 6R/nm7. Porous membrane digunakan
pada microfiltration dan ultrafiltration.
Non-porous membrane. ;apat digunakan untuk memisahkan molekul dengan
ukuran yang sama, baik gas maupun 9airan. &ada non-porous membrane, tidak
terdapat pori seperti halnya porous membrane. &erpindahan molekul ter8adi
melalui mekanisme di(usi. %adi, molekul terlarut di dalam membran, baru
kemudian berdi(usi melewati membran tersebut.
@arrier membrane. &ada 9arriers membrane, perpindahan ter8adi dengan
bantuan carrier molecule yang mentransportasikan komponen yang diinginkan
untuk melewati membran. @arrier mole9ule memiliki a(initas yang spesi(ik
terhadap salah satu komponen sehingga pemisahan dengan selekti(itas yang
tinggi dapat di9apai.
Re/er!e O!mo!i!
"alah satu teknologi membran yang banyak digunakan saat ini yaitu reverse osmosis
6RO7. &roses ini merupakan kebalikan dari osmosis. &ada osmosis, pelarut berpindah
dari daerah berkonsentrasi rendah 6hipotonik7 ke daerah berkonsentrasi tinggi
6hipertonik7 sehingga konsentrasi di kedua daerah men8adi berimbang. &roses ini
ter8adi se9ara alami sehingga tidak membutuhkan energi. @ontoh osmosis yang ter8adi
di alam yaitu penyerapan air oleh akar tanaman. Berbeda dengan osmosis, RO ter8adi
dengan arah yang berlawanan yaitu dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
'ntuk melawan gradien konsentrasi, dibutuhkan energi eksternal berupa tekanan.
%eunggulan (an Aplika!i Re/er!e O!mo!i!
enurut Ir. $euku Julkarnain, $, kandidat doktor teknik lingkungan Institut
$eknologi Bandung, 0eunggulan RO yang paling superior dibandingkan metode-
metode pemisahan lainnya yaitu kemampuan dalam memisahkan 5at-5at dengan berat
molekul rendah seperti garam anorganik atau molekul organik ke9il seperti glukosa
dan sukrosa. 0eunggulan lain dari RO ini yaitu tidak membutuhkan 5at kimia, dapat
dioperasikan pada suhu kamar, dan adanya penghalang absolut terhadap aliran
kontaminan, yaitu membran itu sendiri. "elain itu, ukuran penyaringannya yang
mendekati pikometer, 8uga mampu memisahkan :irus dan bakteri.
$eknologi RO 9o9ok digunakan dalam pemurnian air minum dan air buangan. ;i
bidang industri, teknologi RO dapat digunakan untuk memurnikan air umpan boiler.
"elain itu, 0arena kemampuannya dalam memisahkan garam-garaman, teknologi
reverse osmosis 9o9ok digunakan dalam pengolahan air laut men8adi air tawar
6desalinasi7. &engolahan ini terdiri dari beberapa tahap:
Pre)treatment untuk memisahkan padatan-padatan yang terbawa oleh umpan.
&adatan-padatan tersebut 8ika terakumulasi pada permukaan membran dapat
menimbulkan fouling. &ada tahap ini p2 di8aga antara *,*-*,4.
High pre!!ure pump digunakan untuk memberi tekanan kepada umpan.
$ekanan ini ber(ungsi sebagai driving force untuk melawan gradien
konsentrasi. 'mpan dipompa untuk melewati membran. 0eluaran dari
membran masih sangat korosi( sehingga perlu direminerali!a!i dengan 9ara
ditambahkan kapur atau @O
/
. &enambahan kapur ini 8uga bertu8uan men8aga
p2 pada kisaran -,4-4,+ untuk memenuhi spesi(ikasi air minum.
-i!in$ection dilakukan dengan menggunakan radiasi sinar '= ataupun
dengan 9ara klorinasi. "ebenarnya, penggunaan RO untuk desalinasi sudah
9ukup 8itu untuk memisahkan :irus dan bakteri yang terdapat dalam air.
Namun, untuk memastikan air benar-benar aman 6bebas :irus dan bakteri7,
disinfection tetap dilakukan.
ea +ater -e!alinantion0 @on9ept ;rawing o( embrane ;istillation "ea Dater
;esalination.
"elain untuk desalinasi, RO 8uga digunakan dalam dialisis untuk proses 9u9i darah
penderita penyakit gin8al. Nin8al ber(ungsi sebagai penyaring darah terhadap
pengotor-pengotor hasil metabolisme tubuh seperti urea, yang kemudian dikeluarkan
melalui urin. esin dialisis ber(ungsi sebagai Sgin8alT tersebut. ;arah dikeluarkan
dari tubuh menu8u mesin dialisis yang di dalamnya terdapat membran. ;arah yang
telah melewati membran dikembalikan lagi ke dalam tubuh.
$eknologi membran berkembang dengan sangat pesat. ;ewasa ini, banyak membran
dapat dioperasikan pada tekanan rendah sehingga memungkinkan dioprerasikan di
rumah tinggal, tempat pengungsian, bahkan dapat digerakkan dengan genset berskala
ke9il. "elain itu, kema8uan dalam bidang material membran 8uga memungkinkan
proses pemisahan menggunakan membran dapat dilakukan dengan lebih ekonomis.
Upaya Penanganan Limbah Nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
(PLTN)
Apr 17, !" #$#%
A&
'(r e)ery(ne
"e9ara umum, pengelolaan limbah nuklir yang la5im digunakan oleh negara-negara
ma8u meliputi tiga pendekatan pokok yang bergantung pada besar ke9ilnya :olume
limbah, tinggi rendahnya akti:itas 5at radioakti( yang terkandung dalam limbah serta
si(at-si(at (isika dan kimia limbah tersebut. $iga pendekatan pokok itu meliputi:
RU--Ki( Usupport1istsL--Q+. RU--Kendi(L--Q1imbah nuklir dipekatkan dan
dipadatkan yang pelaksanaannya dilakukan dalam wadah khusus untuk
selan8utnya disimpan dalam 8angka waktu yang 9ukup lama. @ara ini e(ekti(
untuk menangani limbah nuklir 9air yang mengandung 5at radioakti(
berakti:itas sedang dan atau tinggi
RU--Ki( Usupport1istsL--Q/. RU--Kendi(L--Q1imbah nuklir disimpan dan dibiarkan
meluruh dalam tempat penyimpanan khusus sampai akti:itasnya sama dengan
akti:itas 5at radioakti( lingkungan. @ara ini e(ekti( bila dipakai untuk
pengelolaan limbah nuklir 9air atau padat yang berakti:itas rendah dan
berwaktu paruh pendek.
RU--Ki( Usupport1istsL--Q<. RU--Kendi(L--Q1imbah nuklir dien9erkan dan
didispersikan ke lingkungan. @ara ini e(ekti( dalam pengelolaan limbah nuklir
9air dan gas berakti:itas rendah 6"o(yan, +3347

&ada &1$N sebagian besar limbah yang dihasilkan adalah limbah akti:itas rendah 6?,
> 4,
H7. "edangkan limbah akti:itas tinggi dihasilkan pada proses daur ulang elemen
bakar nuklir bekas, sehingga apabila elemen bakar bekasnya tidak didaur ulang,
limbah akti:itas tinggi ini 8umlahnya sangat sedikit. Penangan limbah ra(ioakti$
akti/ita! ren(ah, sedang maupun akti:itas tinggi pada umumnya mengikuti tiga
prinsip, yaitu :
RU--Ki( Usupport1istsL--Q RU--Kendi(L--Qemperke9il :olumenya dengan 9ara
e:aporasi, insenerasi, kompaksi/ditekan.
RU--Ki( Usupport1istsL--Q RU--Kendi(L--Qengolah men8adi bentuk stabil 6baik
(isik maupun kimia7 untuk memudahkan dalam transportasi dan penyimpanan.
RU--Ki( Usupport1istsL--Q RU--Kendi(L--Qenyimpan limbah yang telah diolah, di
tempat yang terisolasi

Pengolahan limbah cair dengan 9ara e:aporasi/pemanasan untuk memperke9il
:olume, kemudian dipadatkan dengan semen 6sementasi7 atau dengan gelas masi(
6:itri(ikasi7 di dalam wadah yang kedap air, tahan banting, misalnya terbuat dari beton
bertulang atau dari ba8a tahan karat 6B,VVVV7. !lat untuk proses e:aporasi di sebut
evaporator. !lat ini mampu mereduksi :olume limbah 9air dengan (aktor reduksi *,.
2al ini berarti 8ika ada *, m
<
limbah 9air yang diolah, maka akan dihasilkan + m
<
konsentrat radioakti(, sedang sisanya yang .3 m
<
hanyalah berupa air destilat yang
sudahtidak radioakti( lagi 6"o(yan, +3347.

Pengolahan limbah pa(at adalah dengan 9ara diperke9il :olumenya melalui proses
insenerasi/pembakaran, selan8utnya abunya disementasi. "edangkan limbah yang
tidak dapat dibakar diperke9il :olumenya dengan kompaksi/penekanan dan
dipadatkan dalam drum/beton dengan semen. "edangkan limbah yang tidak dapat
dibakar/dikompaksi, harus dipotong-potong dan dimasukkan dalam beton kemudian
dipadatkan dengan semen atau gelas masi( 6B,VVVV7. &roses pemadatan bisa dilakukan
dengan semen 6sementasi7, aspal 6bitumentasi7, polimer 6polimerisasi7 maupun bahan
gelas 6:itri(ikasi7 6"o(yan,+3347

"elan8utnya limbah ra(ioakti$ 1ang telah (iolah (i!impan se9ara sementara 6+,-*,
tahun7 di gudang penyimpanan limbah yang kedap air sebelum disimpan se9ara
lestari. $empat penyimpanan limbah lestari dipilih ditempat/lokasi khusus dengan
kondisi geologi yang stabil dan se9ara ekonomi tidak berman(aat 6B,VVVV7.

$abel / berikut ini merupakan persyaratan minimum yang harus dipenuhi sebagai
lokasi/tempat penyimpanan sementara bahan bakar nuklir bekas maupun
penyimpanan lestari berdasarkan && No. /? $ahun /,,/ tentang &engelolaan 1imbah
Radioakti(.

$abel /. "tandarisasi 1okasi &enyimpanan 1imbah Nuklir
Pen1impanan ementara
Bahan Bakar Nuklir Beka!
Pen1impanan Le!tari
1okasi bebas ban8ir
1okasi bebas ban8ir dan terhindar dari
erosi
$ahan terhadap gempa
1okasi tahan terhadap gempa dan
memenuhi karakteristik materi bumi dan
si(at kimia air
;idesain sehingga terhindar dari
kekritisan
;idesain sehingga terhindar dari ter8adinya
kekritisan
;ilengkapi dengan peralatan proteksi
radiasi
;ilengkapi dengan sistem pemantau
radiasi dan radioakti:itas lingkungan
;ilengkapi dengan penahan radiasi ;ilengkapi dengan sistem pendingin
;ilengkapi dengan sistem proteksi
(isik
;ilengkapi dengan sistem penahan radiasi
;ilengkapi dengan sistem pemantau
radiasi
;ilengkapi dengan sistem proteksi (isik
emenuhi distribusi populasi penduduk
dan tata wilayah sekitar lokasi
penyimpanan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan atau pengukungan limbah
antara lain:
a. Keselamatan terpasang
0eselamatan terpasang diran9ang berdasarkan si(at-si(at alamiah air dan
uranium. Bila suhu dalam teras reaktor naik, 8umlah neutron yang tidak
tertangkap maupun yang tidak mengalami proses perlambatan akan
bertambah, sehingga reaksi pembelahan berkurang. !kibatnya panas yang
dihasilkan 8uga berkurang. "i(at ini akan men8amin bahwa teras reaktor tidak
akan rusak walaupun sistem kendali gagal beroperasi

b. Penghalang ganda
Jat radioakti( yang dihasilkan selama reaksi pembelahan inti uranium
sebagian besar 6Q33H7 akan tetap tersimpan di dalam matriks bahan bakar,
yang ber(ungsi sebagai penghalang pertama. "elama operasi maupun 8ika
ter8adi ke9elakaan, kelongsongan bahan bakar akan berperan sebagai
penghalang kedua untuk men9egah terlepasnya 5at radioakti( tersebut keluar
kelongsongan. !pabila masih dapat keluar dari dalam kelongsongan, masih
ada penghalang ketiga yaitu sistem pendingin. 1epas dari sistem pendingin,
masih ada penghalang keempat berupa be8ana tekan dibuat dari ba8a dengan
tebal /, 9m. penghalang kelima adalah perisai beton dengan ketebalan +,* -
/ meter. Bila 5at radioakti( tersebut masih ada yang lolos dari perisai beton,
masih ada penghalang ke enam yaitu sistem pengukung yang terdiri pelat ba8a
setebal ? 9m dan beton setebal +,* - / meter yang kedap udara.
c. Pertahanan berlapis
&ertahanan berlapis ini meliputi : lapisan keselamatan pertama, &1$N
diran9ang, dibangun dan dioperasikan sesuai dengan ketentuan yang sangat
ketat, mutu yang tinggi dan teknologi mutakhirO lapis keselamatan kedua,
&1$N dilengkapi dengan sistem pengaman/keselamatan yang digunakan untuk
men9egah dan mengatasi akibat-akibat dari ke9elakaan yang mungkin ter8adi
selama umur &1$NO dan lapis keselamatan ketiga, &1$N dilengkapi dengan
sistem pengamanan tambahan 6B,VVVV7.

"elain itu terdapat 8uga dua pendekatan utama dalam pengelolaan limbah radioakti(
yaitu pendekatan SDilute and DisperseT dan pendekatan S&oncentrate and &ontainT.
&ada pendekatan Dilute and Disperse, limbah yang mengandung radionuklida dengan
konsentrasi rendah di buang se9ara langsung ke lingkungan. &embuangan atau
pelepasan dapat dilakukan dengan dua 9ara yaitu melalui atmos(er 6material gas dan
partikulat kasar7 dan air pada lingkungan perairan maupun lingkungan air tawar
69airan, substansi terlarut dan suspended solid7. Biasanya dalam (ase 9air dan gas
yang disebut 8uga sebagai effluen. 0euntungan pendekatan Dilute and Disperse adalah
dimungkinkan untuk melakukan :eri(ikasi dan kontrol. &ada pendekatan &oncentrate
and &ontain, limbah dalam (ase padat di isolasi dari lingkungan manusia untuk
meminimalkan paparan yang mungkin ter8adi. 'ntuk kasus radionuklida umur pendek
6hanya beberapa tahun7, dimungkinkan untuk mengisolasi limbah di tempat
penyimpanan yang aman sampai waktu peluruhan radioakti( berkurang ke le:el
kurang berbahaya. 2al tersebut berlaku 8uga untuk limbah radionuklida dalam bentuk
9air dan gas. 1imbah yang mengandung radionuklida dengan waktu paruh yang lama
dalam 8umlah besar, harus di isolasi ke tempat penyimpanan 6repository7. Berbagai
alternati( harus di identi(ikasi dan diperhitungkan termasuk ketersediaan modal,
operasional, biaya perawatan, penerapan pengelolaan limbah, dan e(ek yang diberikan
baik se9ara indi:idual maupun kolekti( terhadap masyarakat dan peker8a
6@ooper,/,,<7

1imbah yang mengandung radionuklida dengan le:el rendah dapat dibuang ke land(ill
dengan material limbah biasa. 1imbah yang mengandung radionuklida le:el tinggi
memerlukan standar isolasi yang lebih besar terhadap lingkungan hidup 6bios(er7.
1imbah bahan nuklir bekas dan hasil belahan berkonsentrasi tinggi, yang mengalami
peningkatan selama reprocessing bahan bakar bekas, harus memenuhi standar
tertinggi pada saat melakukan isolasi limbah. &embuangan atau penyimpanan limbah
radionuklida dilakukan pada kedalaman ratusan meter di bawah tanah dengan
mempertimbangkan pendekatan pengukungan berlapis. Beberapa hal yang men8adi
pertimbangan terhadap pembuangan limbah antara lain bentuk limbah, kontainer,
(asilitas lining disposal, (ormasi geologi dimana (asilitas ditempatkan, perlindungan
bios(er terhadap perpindahan radionuklida 6@ooper,/,,<7.

1imbah radioakti( dihasilkan dalam (ase gas, 9air dan padatan melalui proses industri
termasuk listrik yang dihasilkan oleh pembangkit tenaga nuklir. International +tomic
'nergy +gency 6I!#!7 mengeluarkan 3 prinsip pengelolaan limbah radioakti(, yaitu:
1* Limbah radi(akti' harus dikel(la dengan tingkat keamanan yang dapat melindungi
kesehatan manusia dan lingkungan
#* Limbah radi(akti' harus dikel(la dalam hal memberikan le)el yang dapat diterima
guna perlindungan lingkungan
+* Limbah radi(akti' harus dikel(la untuk menjamin bah,a e'ek yang mungkin terjadi
pada kesehatan manusia diluar batas standar nasi(nal, turut diperhitungkan
-* Limbah radi(akti' harus dikel(la dalam memberikan prediksi bah,a dampak terhadap
kesehatan generasi masa depan tidak lebih besar dari yang sekarang di terima
%* Limbah radi(akti' hars dikel(la dengan .ara tertentu yang tidak memberikan
pengaruh atau akibat 'atal pada generasi berikutnya
/* Limbah radi(akti' harus dikel(la dengan tujuan yang sesuai 'rame ,(rk nasinal
termasuk pembagian tanggung ja,ab dan pr()isi untuk 'ungsi kelembagaan
independen*
7* Limbah radi(akti' yang dihasilkan harus minimum practicable*
"* 0eterkaitan antara seluruh tahapan dalam menghasilkan limbah radi(akti' serta
pengel(laannya harus dapat diukur atau diperhitungkan*
1* 0eamanan 'asilitas yang digunakan dalam pengel(laan limbah radi(akti' harus
dipastikan selama masa lifetime (C((per, #!!+)
!kan tetapi pelaksanaan 3 prinsip pengelolaan limbah radioakti( tersebut tidak lepas
dari aturan perundangan yang berlaku di Indonesia sehingga butuh adaptasi sebelum
adanya aplikasi.

Pengolahan Limbah Ra(ioakti$ (engan PEN.%AR ION &on "#changer'
;alam pembangkit tenaga nuklir, teknologi penukar ion telah diaplikasikan pada
pemurnian air pendingin, pengolahan limbah utama, pemurnian asam boric untuk
pemakaian ulang serta pengolahan air buangan dan limbah 9air. Beberapa (aktor
penting yang diperhatikan dalam pemilihan teknologi penukar ion antara lain :
1* Karekteristik limbah* Tekn(l(gi penukar i(n dapat dilakukan pada limbah dengan
kriteria antara lain kandungan padatan terlarut tidak melebihi - mg2L, kandungan
garam kurang dari # g2L, radi(nuklida hadir dalam bentuk i(n, mengandung sedikit
k(ntaminan (rganik, dan mengandung sedikit senya,a peng(ksidasi kuat*
#* Pemilihan penukar ion dan proses pengolahan* Penukar i(n harus memiliki
ke.(.(kan dengan karakteristik limbah (p3 dan i(n) selain temperatur dan tekanan*

Ion exchange merupakan proses reaksi kimia bersi(at re:ersibel dimana suatu ion
6atom atau molekul7 yang telah hilang atau memperoleh suatu elektron dan dengan
demikian memperoleh suatu muatan elektrik dalam larutan yang digantikan dengan
ion yang bermuatan sama dari partikel butir padat immobile. &artikel padat ion
eV9hange ini bisa dalam bentuk anorganik 5eolit 6alami7 dan 8uga sintetik dalam
bentuk resin organik. Resin organik buatan merupakan 8enis yang banyak digunakan
saat ini, sebab memiliki karakteristik yang dapat dikhususkan pada aplikasi spesi(ik.

RU--Ki( U:mlL--Q RU--Kendi(L--Q
Nambar +. &enukar Ion 6Ion 'xchanger7
Proses on "#change
Reaksi pada proses ion eV9hange bersi(at re:ersibel dan stoikiometrik, dan sama
terhadap reaksi (ase larutan yang lain. "ebagai 9ontoh:

NiSO
4
+Ca(OH)
2
= Ni(OH)
2
+ CaSO
4
(1)

&ada reaksi ini, ion nikel yang terdapat dalam larutan nikel sul(ate 6 Ni"O
.
7 ditukar
ion kalsium dari molekul 9alsium hidroksida 6@a6O27
/
7. 2al yang serupa ter8adi
dimana resin yang mengandung ion hidrogen akan mengalami pertukaran dengan ion
nikel dalam larutan. persamaan reaksi sebagai berikut:

2(R-SO
3
H)+ NiSO
4
= (R-SO
3
)
2
Ni + H
2
SO
4
(2)

R mengindikasikan bagian organik resin dan "O
<
adalah bagian yang non-mobile dari
kelompok ion akti(. ;iperlukan / resin untuk ion nikel :alensi / 6 Ni
W/
7. Ion ferric
ber:alensi tiga akan memerlukan tiga resin.

;i dalam lingkup pengolahan logam, ion eV9hange biasanya menggunakan satu
kolom yang terdiri dari cation exchange bed dan diikuti dengan anion exchange resin.
#(luen biasanya merupakan larutan deionisasi yang dapat di re9y9le dalam proses
seperti rinse water.
$esin on "#change
'nsur yang bersi(at bersi(at ion yang terdapat pada air limbah dapat mengalami
pertukaran dengan 8enis resin tertentu, dengan demikian akan ter8adi pertukaran
sampai resin mengalami ke8enuhan. Resin diregenerasi melalui proses pelepasan
exchanged material dan mengkonsentasikannya dalam pengurangan :olume yang
banyak. "ebagai 9ontoh, air limbah yang mengandung @u digantikan dengan logam
lain yang tidak berbahaya seperti "odium. #(eknya adalah air limbah tersebut dapat
dibuang dan menempatkan @u pada resin. &roses regenerasi resin akan melepaskan
@u ke dalam suatu :olume ke9il konsentrat. Resin mungkin dibuat untuk menukar
8enis cationic atau anionic. Resin 8uga dimungkinkan untuk memindahkan substansi
khusus / spesi(ik seperti single metal dari aliran yang ter9ampur, tetapi hal ini
tergantung dari kondisi sekitar / lingkungannya.

Resin pada ion eV9hange digolongkan sebagai kation exchanger, yang mana
mempunyai ion positi( yang mobile digunakan untuk exchange, dan anion exchanger
yang mempunyai ion negati( yang mobile. Resin anion dan kation diproduksi dari
dasar polimer organik yang sama. &erbedaan terdapat pada kelompok ioni!able yang
terikat dengan 8aringan / ikatan hidrokarbon. Nolongan (ungsional ini yang
menentukan perilaku kimia resin. Resin se9ara luas digolongkan sebagai kation
exchanger asam kuat 69ontoh "O
<
2 dengan p0X+-/7 atau asam lemah 6O2 dengan
p0X3-+,7 dan anion exchanger basa kuat 6N
W
dengan p0X+-/7 atau basa lemah 6N2
/
dengan p0X4-+,7.

RU--Ki( U:mlL--Q RU--Kendi(L--Q
Nambar /. Nodule > nodule resin Ion #V9hange

Pengolahan Limbah Ra(iokati$ (engan 2EOLI#
Jeolit adalah mineral dengan struktur kristal alumino silikat yang berbentuk rangka
6framework7 tiga dimensi, mempunyai rongga dan saluran, serta mengandung ion Na,
0, g, @a, Fe serta molekul air. &ada beberapa kasus penurunan 5at radioakti( "r-3,
dan ion Fe, dikembangkan 5eolit modi(ikasi yaitu n-Jeolit 6Jamroni, /,,,7.
1angkah dalam pembuatan n-Jeolit adalah sebagai berikut :
1* 4e(lit yang digunakan dibersihkan dari k(t(ran dan batuan lain kemudian dikeringkan
di udara* 4e(lit alam dihaluskan dan diayak untuk mendapatkan ukuran partikel 5e(lit
+%6%! mesh* 4e(lit dimurnikan dengan .ara dire'luk dengan air demin selama #- jam
untuk mendapatkan 5e(lit bersih dari peng(t(r*
#* 4e(lit murni yang sudah diper(leh kemudian direndam dengan larutan 0&n7-
k(nsentrasi !,1& selama #- jam* 4e(lit yang sudah direndam kemudian di.u.i
dengan air demin sampai bersih dari larutan 0&n7-
+* 4e(lit yang sudah bersih tersebut merupakan material &n64e(lit, yang kemudian
dipanaskan dengan temperatur 1!!
(
C sampai kering*
n-Jeolit yang sudah diakti:asi dikontakkan dengan limbah "r-3, dan Fe
/W
dalam
berbagai :ariasi waktu. Beningan yang didapat kemudian dipisahkan dan dianalisis
menggunakan ,iuid #cintillation &hromatography 61"@7 dan +tomic +bsorbsi
#pectrometer 6!!"7. !kan tetapi penelitian penerapan 5eolit pada limbah radioakti(
perlu dikembangkan lebih lan8ut untuk spesi(ikasi limbah &1$N dengan pertimbangan
struktur 5eolit, mekanisme di(usi ion, termodinamika dan kinetika reaksi pertukaran
ion, sehingga dapat diaplikasikan untuk 8enis limbah radioakti( selain "r-3,.

Pengolahan Limbah Ra(ioakti$ (engan PLAMA #ERMAL
$eknologi plasma adalah metode penghasil panas yang digunakan untuk
meme9ah/menghan9urkan material limbah. Fraksi hidrokarbon dalam limbah akan
dipe9ah men8adi karbonmonooksida, hidrogen, karbondioksida dan/atau air
tergantung kondisi operasi. 1imbah logam tetap berada dibawah yang nantinya
berpotensi sebagai sisa/bekas logam yang akan di daur ulang. Fraksi anorganik pada
limbah akan membentuk lapisan di atas lapisan logam. %enis limbah yang dapat diolah
dengan menggunakan teknologi plasma, yaitu tanah terkontaminasi debu batubara,
limbah organik padat dan 9air yang mengandung unsur asbestos, limbah organik
medis terklorinasi, limbah radioakti( dan lainnya.

&lasma termal telah diaplikasikan pada proses industri di berbagai tempat. &lasma
termal adalah gas terionisasi pada suhu tinggi 6diatas +,.,,,
o
@7 bila dibandingkan
dengan suhu yang ditemukan di pembakaran atau yang menggunakan pemanasan
elektrik. &lasma termal dibuat dengan menggunakan electric arc, yang diletakkan di
antara dua elektroda logam di dalam sebuah alat yang disebut plasma torch. Bila
sebuah gas, seperti udara, uap dan lainnya, diin8eksikan ke dalam, molekul / atom gas
tersebut akan bertubrukan dengan elektron pada electric arc 6elektron terbentuk pada
satu elektroda dan diakselerasi dan dikumpulkan pada elektroda yang satunya7. &roses
ini akan menyebabkan ionisasi gas, menghasilkan sebuah 8et plasma yang men9apai
suhu tinggi yang disebutkan sebelumnya 6!nonim, +33-7.

'nit teknologi plasma terdiri dari beberapa unit produksi yaitu tempat masuknya
limbah, ruang proses, sistem penanganan dan pemisahan sisa padatan, sistem
pengelolaan gas, kontrol operasional dan pemantauan. Bagian ini sama untuk semua
8enis proses industri atau 8enis limbah. #(isiensi penghan9uran dan pemisahan dari
teknologi plasma ini men9apai 33,33H. &lasma termal memiliki beberapa kelebihan
dan kekurangan seperti yang terdapat pada tabel < berikut.

$abel <. 0euntungan dan 0ekurangan $eknologi &alsma $ermal
%euntungan %ekurangan
#(isiensi energi yang lebih tinggi, yaitu
sekitar 4,H dari /,H yang biasanya
didapat pada proses pembakaran biasa
pada pengolahan denga temperature
tinggi,:olatile gas 6halogen7 akan ikut
terbawa bersama uap udara
0emungkinan untuk me-re9o:ery
senyawa organik yang men9emari tanah
gra(it elektroda yang digunakan untuk
memproduksi ar9 dan lining treatment
9hamber akan terdegradasi selama siklus
pelelehan limbah
$idak menghasilkan gas buangan
$anah yang telah terolah memiliki
kandungan hidrokarbon kurang dari ,.,+
H berat
diperlukan perawatan unit komponen
untuk menghindari penyebaran
kontaminasi dari unit tersebut
Operasi yang ber8alan se9ara kontinu
"umber : !nonim, +33-

Pengolahan Limbah Ra(ioakti$ (engan $"%"$S" &S'&SS
%everse osmosis 6RO7 merupakan suatu proses pemaksaan sebuah solvent dari sebuah
daerah berkonsentrasi SsoluteT tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah
SsoluteT rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan osmotik.

Re:erse Osmosis mengaplikasikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmotik
6antara /-+, pa7 ke dalam larutan konsentrat sehingga menyebabkan larutan
mengalir dari sisi konsentrat membran semipermeabel ke dilute side. RO memiliki
kemampuan menyingkirkan total dissolved inorganic solid 3*-33,*H dan dissolved
organic solid 3*-3?H. $eknologi tersebut telah digunakan untuk menyingkirkan
radionuklida dari limbah 9air le:el rendah seperti limbah uap dari pembangkit tenaga
nuklir. RO dapat menyingkirkan hampir semua kontaminan sehingga produk air yang
dihasilkan dapat dipakai kembali dalam pembangkit tenaga. !ir yang telah
dimurnikan tersebut memiliki tingkat akti:itas yang rendah sehingga dimungkinkan
untuk dibuang ke lingkungan 6I!#!, /,,.7.

Pengolahan Limbah Ra(ioakti$ (engan ()T$*+)T$*T&N
embran -ltrafiltration memiliki ukuran pori yang lebih besar dibandingkan dengan
%everse .smosis. 0oloid, padatan terlarut, molekul organik dengan berat molekul
yang tinggi tidak dapat melalui ultrafiltration. $eknologi ini beroperasi pada tekanan
,,/-+,. pa. 2al ini dimungkinkan karena tekanan osmotik koloid dan molekul
organik berada dalam 8umlah yang sedikit. 'kuran pori ultrafiltration berada pada
range ,,,,+-,,,+ m. 'nit ultrafiltration beroperasi dengan prinsip cross-flow.
-ltrafiltration sering digunakan untuk menyingkirkan akti:itas al(a dari uap limbah.
1imbah aktinida dalam bentuk koloid atau pseudo-colloidal pada uap limbah
radioakti( dapat disingkirkan se9ara e(ekti( oleh ultrafiltration dan dapat digunakan
untuk menyingkirkan ion logam terlarut dari larutan dilute aueous apabila
sebelumnya ion tersebut mendapat perlakukan awal untuk pembentukkan partikel
padatan 6I!#!, /,,.7

Pengolahan Limbah Ra(ioakti$ (engan OLI-I3I%AI
"olidi(ikasi merupakan teknik pengolahan dengan menggunakan pen9ampuran antara
limbah dengan agen solidi(ikasi. 0euntungan dari metode solidi(ikasi adalah
men9egah disperse partikel kasar dan 9airan selama penanganan, meminimalkan
keluarnya radionuklida dan bahan berbahya setelah pembuangan serta mengurangi
paparan potensial 6peme9ahan 8angka pan8ang7. Beberapa properti yang harus
diperhatikan dalam solidi(ikasi antara lain: kemampuan leaching, stabilitas kimia, u8i
kuat tekan, ketahanan radiasi, biodegradasi, stabilitas termal dan kelarutan
6Brownstein, VVVV7. Beberapa bahan yang digunakan sebagai agen dalam solidi(ikasi
yaitu semen, ka9a, termoplastik dan thermosetting.

ekanisme solidi(ikasi dengan menggunakan semen. "elama absorbsi air, senyawa
mineral terhidrasi membentuk substansi dispersi koloid yang disebut SsolT. "ol
tersebut kemudian di koagulasi dan di presipitasi 6pengkondisian akhir7. /el yang
terbentuk kemudian dikristalisasi. $abel . berikut ini akan menggambarkan
keuntungan dan kerugian teknik solidi(ikasi menggunakan semen.

$abel .. 0euntungan dan 0erugian "olidi(ikasi menggunakan "emen
%euntungan %erugian
material dan teknologinya mudah
di8angkau
peningkatan :olume dan densitas yang
tinggi (or shipping dan disposal
sesuai dengan berbagai 8enis limbah dapat mengalami keretakan apabila
terekspos dengan air biaya sedikit
produk sememntasi bersi(at stabil
terhadap bahan kimia dan biokimia

produk sementasi tidak mudah terbakar
dan memiliki kestabilan temperature
yang baik


0omposisi bitumen merupakan 9ampuran hidrokarbon dengan berat molekul tinggi.
;ua komponen utama terdiri dari senyawa !sphaltene dan senyawa althene.
Beberapa 8enis bitumen antara lain straight run distillation asphalts, oVidi5ed asphalts,
9raked asphalts dan emulsi(ied asphalts. Berikut ini merupakan keuntungan dan
kekurangan dalam aplikasi bitumentasi 6$abel *7.

$abel *. 0euntungan dan 0erugian "olidi(ikasi menggunakan Bitumen
%euntungan %erugian
material dan teknologinya mudah
di8angkau
dapat terbakar
tidak larut dalam air proses memerlukan peningkatan temperature
beban kapasitas limbah yang tinggi
adanya endapan partikulat selama
pendinginan
biaya sedikit
kemungkinan adanya reaksi kimia
kemampuan pen9ampuran yang baik

C(pyright #!!"
7leh $
Ad(l' Le(p(ld 8& 8ih(mbing, 8T, &T
The Principle of Ion Exchange
A simple case of exchanging hard water ions for soft water ions.
The m(st .(mm(n ,ater s('tening meth(d .alled 9i(n e:.hange,9 is a re)ersible .hemi.al
pr(.ess (' e:.hanging hard ,ater i(ns '(r s('t ,ater i(ns*
Cal.ium and magnesium are the hardness i(ns, s(dium .an be .(nsidered the 9s('tness9
i(ns and they are e:.hanged t( .reate s('t ,ater*
;(n e:.hange takes pla.e in a 9resin bed9 made up (' tiny bead6like material ('ten made ('
styrene and di)ynlben5ene* The beads, ha)ing a negati)e .harge, attra.t and h(ld p(siti)ely
.harged i(ns su.h as s(dium, but ,ill e:.hange them ,hene)er the beads en.(unter an(ther
p(siti)ely .harged i(n, su.h as .al.ium (r magnesium minerals* This i(n e:.hange happens
)ery easily sin.e the s(dium i(ns ha)e a p(siti)e .harge (' (nly (ne, ,hile magnesium and
.al.ium ha)e a m(re p(,er'ul p(siti)e .harge (' t,(*
<hat is ;7N =:.hange >
I9N 0Bchange technology has been in limited use "or years, primarily "or the generation o"
de-ioni-ed (ater. <ecent ad6ancements and re"inements in resin technologies ho(e6er,
make I9N 0Bchange todayCs best complete (aste(ater treatment solution.
"imply stated, Ion #V9hange is the gi:ing and re9ei:ing o( ions between an ion eV9hange material and a
pro9ess liYuid. It takes pla9e as the pro9ess liYuid (lows through the ion eV9hange material. obile ions on
the ion eV9hange material are eV9hanged with ions in the pro9ess (luid. In 1a 2abra DeldingZs Ion
#V9hange appli9ations the ion eV9hange material is an a9ti:ated 9opolymer matriV 9omprised o( porous
beads 6resin7 and the pro9ess (luid is (inishing system wastewater.
Ion eV9hange resin beads 6thousands per 9ubi9 in9h7 are pla9ed in a pressure :essel to makeup the ion
eV9hange resin bed. !s pro9ess water passes through the resin bed undesirable ions 69ontaminates7 are
eV9hanged (or the more desirable mobile ions in the resin. Dhen the ion eV9hange resin has eV9hanged all
its mobile ions and 9an no longer remo:e undesirable ions it is deemed eVhausted. #Vhausted resins must
go through a simple regeneration pro9ess be(ore they 9an remo:e ions again.
Da 1abra EeldingCs I9N 0Bchange *ystems
<egardless o" all the FhypeF you may ha6e heard regarding I9N 0Bchange, at its core it is a
simple process. The real science is in the de6elopment and manu"acturing o" the resins
that target categorical contaminates. Ee donCt manu"acture the resins, (e are not
scientists. Dike our competitors (e purchase resin or combinations o" resins "rom 6endors
"or speci"ic applications &as do our competitors'.
*o then, (hat makes 9ur Ion 0Bchange *ystems betterG
0Bperience, engineering, design, and ser6ice. No( (e ha6e applied our eBtensi6e
kno(ledge o" metal "inishing operations, (aste(ater treatment, and industrial
automation in the de6elopment o" our %hantom I9N 0Bchange systems.
Ee ha6e been in and around the metal "inishing industry "or more than 33 years, as
a result, (e ha6e a "irst hand kno(ledge o" the uniHue needs o" todayCs metal
"inishing operations and the operational challenges they present.
Ion eBchange columns are at the center o" our reliable %D8 based "lo( control
system that can be either semi-automatic or a "ully automated operation. Ee only
use eHuipment and components that ha6e a pro6en track record in the "ield to
consistently pro6ide long reliable ser6ice.
Ee ha6e a ser6ice organi-ation second to none. 9ur ser6ice contract (ill pro6ide a
guaranteed response time.
I9N eBchange columns are at the center o" our reliable %D8 based "lo( control system that
can be either semi-automatic or a "ully automated operation. Ehen compared to like
capacity precipitation systems, Da 1abra EeldingCs Ion 0Bchange *ystems chemical
consumption is 6ery lo(, comprised primarily o" relati6ely small amounts o" acid and base
&reHuired "or the regeneration process'. ,inally, (hen compared to like capacity
precipitation systems, 9ur ion eBchange system produce 54> less sludge. In "act, 9ur
systems by-product is de-ioni-ed (ater &that can be recycled back trough the rinse
system'. ,inally, Da 1abra EeldingCs Ion eBchange systems are designed to reHuire
minimum maintenance and operator inter6ention.
,ill out the "orm belo( so (e can tell you (hy Da 1abra EeldingCs I9N 0Bchange systems are
the best on the market.