Anda di halaman 1dari 11

KONSERVASI LAHAN

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI












NAMA : USMAN
STAMBUK :105 810 1434 11
SEMESTER : VI (Enam) Non Reg



PRODI TEKNIK PENGAIRAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2014




U s m a n
105 810 1434 11 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI


A. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI


Ketergantungan manusia terhadap tanah terus meningkat. Hal ini
menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan terhadap lingkungan yang akan
mendorong kemerosotan sumberdaya tanah, baik mutu maupun jumlahnya.
Kemerosotan ini seperti ditunjukkan oleh laju erosi yang semakin meningkat.
Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya pengendalian erosi yang berlangsung.
Upaya ini dapat dilakukan dengan mengetahui besarnya erosi yang terjadi.
Besarnya laju erosi dapat diketahui dengan menggunakan pendekatan
Universal Soil Loss Equation (USLE). Untuk mendukung perhitungan besarnya
laju erosi yang terjadi, maka kita harus mengetahui terlebih dahulu faktor-faktor
yang mempengaruhi erosi, dampak erosi yang ditimbulkan, klasifikasi erosi, dan
batas toleransi erosi.
Pada prinsipnya erosi merupakan proses penghancuran dan pelapukan
partikel-partikel tanah, dan perpindahan pertikel tersebut akibat adanya erosi
vetransport agent seperti air dan angin . Pada daerah beriklim tropika basah
seperti sebagian besar daerah di Indonesia, penyebab utama terjadinya erosi yaitu
air hujan, sedangkan tenaga penggerak erosi yang lain seperti angin dan gleytser
kurang begitu dominan.
Menurut Sitanala Arsyad (1989:30), erosi adalah peristiwa pindahnya atau
terangkutnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh
media alami. Pada peristiwa erosi, tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu
tempat terkikis dan terangkut yang kemudian diendapkan pada suatu tempat lain.
Pengangkutan atau pemindahan tanah tersebut terjadi oleh media alami yaitu
antara lain air atau angin. Erosi oleh angin disebabkan oleh kekuatan angin,
sedangkan erosi oleh air ditimbulkan oleh kekuatan air. Kekuatan perusak air
yang mengalir di atas permukaan tanah akan semakin besar dengan semakin
panjangnya lereng permukaan tanah. Tumbuhan-tumbuhan yang hidup di atas
permukaan tanah dapat memperbaiki kemampuan tanah menyerap air dan
memperkecil kekuatan butir-butir perusak hujan yang jatuh, serta daya dispersi
dan angkutan aliran air di atas permukaan tanah. Perlakuan atau tindakan-tindakan
yang diberikan manusia terhadap tanah dan tumbuh-tumbuhan di atasnya akan




U s m a n
105 810 1434 11 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI


menentukan kualitas lahan tersebut. Berdasarkan asasnya dapat disimpulkan
bahwa erosi merupakan akibat interaksi antara faktor-faktor iklim, topografi,
tumbuh-tumbuhan, dan campur tangan manusia (pengelolaan) terhadap lahan,
yang secara deskriptif dinyatakan dalam persamaan seperti di bawah ini:
E=f(i,r,v,t,m)
Keterangan:
E = besarnya erosi,
i = iklim,
r = topografi,
v = tumbuh-tumbuhan,
t = tanah,
m = manusia.


Faktor-faktor di atas ada yang dapat diubah oleh manusia, dan ada juga
yang tidak dapat diubah oleh manusia. Faktor erosi yang dapat diubah oleh
manusia antara lain : tumbuhan yang tumbuh di atas tanah (V), sebagian sifat
tanah (t) yaitu kesuburan tanah, ketahanan agregat dan kapasitas infiltrasi tanah
dan satu untur topografi (r) yaitu panjang lereng. Sedangkan faktor-faktor yang
tidak dapat diubah oleh manusia antara lain: iklim (i), tipe tanah, dan kecuraman
lereng.
1. Iklim
Faktor iklim yang penting dalam proses erosi curah hujan dan suhu.
Karena curah hujan dan suhu tidak banyak berbeda di tempat-tempat yang
berdekatan, maka pengaruh iklim terhadap sifat-sifat tanah baru dapat terlihat
jelas bila dibandingkan daerah-daerah yang berjauhan dan mempunyai iklim yang
berbeda nyata. Pengaruh iklim dalam proses erosi dapat terjadi secara langsung
maupun tidak langsung. Pengaruh langsung misalnya dalam proses pelapukan,
pencucian, translokasi, dan lain-lain. Sedangkan pengaruh tidak langsung
terutama adalah melalui pengaruhnya terhadap pertumbuhan vegetasi.
.Sifat hujan yang terpenting yaitu curah hujan, intensitas hujan dan
distribusi hujan akan menentukan kemampuan hujan untuk menghancurkan butir-
butir tanah serta jumlah dan kecepatan limpasan permukaan. Curah hujan dalam




U s m a n
105 810 1434 11 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI
Tabel 1. Klasifikasi Intensitas Hujan
Sumber: Sitanala Arsyad (1989:73)


suatu waktu mungkin tidak menyebabkan erosi jika intensitasnya rendah.
Demikian pula bila hujan dengan intensitas tinggi tetapi terjadi dalam waktu
singkat. Hujan akan meninmbulkan erosi jika intensitasnya cukup tinggi dan
jatuhnya dalam waktu yang relative lama. (Wani Hadi Utomo, 1989:22).
Sitanala Arsyad memberikan klasifikasi intensitas hujan sebagai berikut:



















Menurut Wischmeier dan Smith (1958), energi kinetik hujan yang
mempengaruhi erosi dapat dihitung dengan persamaan :
E = 210 + 89 log I
Dimana E = energi kinetik dalam metrik ton-meter/ha/cm hujan dan i adalah
intensitas hujan dalam cm/jam.
Sedangkan terdapat juga suatu perhitungan energi kinetik saat hujan maksimal
dalam waktu 30 menit yaitu sebagai berikut.
EI30 = E (I30.10
-2
)
Dimana :
EI30 = interaksi energi dengan intesitas maks. 30 menit
E = energi kinetik selama periode hujan dalam metrik ton-meter/ha /cm
hujan
I30 adalah intensitas maksimum dalam cm/jam
Berdasarkan penelititan Lenvain (1975) dan Bols (1978) pula, diketahu hubungan
antara I30 dengan curah hujan tahunan (R) yaitu :
EI30 = 2,34R
1,98


No.
Intensitas Hujan
(mm/jam)

Klasifikasi
1 0 5 Sangat rendah
2 5 10 Rendah
3 11 25 Sedang
4 26 50 Agak tinggi
5 51 75 Tinggi
6 Lebih dari 75 Sangat tinggi




U s m a n
105 810 1434 11 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI


Namun, bila yang tersedia data curah hujan bulanan, maka nilai erosovitas
hujan bulanan (RM) dapat dihitung dengan menggunakan rumus Bols (1978)
sebagai berikut :
EI30 (RM) = 6,119 (Rain)m
1,21
. (days)m-0,47 . (Max.P)m
0,53

Keterangan :
RM = erosivitas hujan bulanan
(Rain)m = curah hujan bulanan (cm)
(days)m = banyaknya hari hujan setiap bulan
(Max.P)m = hujan harian maksimum (cm)


2. Topografi
Topografi yang ditampilkan oleh suatu daerah aliran sungai (DAS) akan
mempengaruhi proses berlangsungnya erosi. Menurut Chay Asdak (1995:IX-452)
kemiringan dan panjang lereng adalah dua faktor penting untuk terjadinya erosi,
karena faktor-faktor tersebut menentukan besarnya kecepatan air larian.
Memperkuat pendapat di atas, Wani Hadi Utomo (1989:36) menegaskan
bahwa kemiringan lereng dan panjang lereng adalah dua unsure topografi yang
paling berpengaruh terhadap aliran permukaan dan erosi. Kemiringan lereng
dinyatakan dalam derajat atau persen. Curamnya lereng akan memperbesar energi
angkut air. Selain itu dengan makin miringnya lereng, maka jumlah butir-butir
tanah yang dipercik ke bawah oleh tumbukan air semakin banyak.
Panjang lereng dihitung dari dari titik pangkal aliran permukaan sampai
suatu titik di mana air masuk kedalam pangkal aliran atau dimana kemiringan
lereng berkurang sedemikian rupa, sehingga kecepatan aliran air berubah. Tanah
dibagian bawah lereng mengalami erosi lebih besar dari pada dibagian atas lereng
karena semakin kebawah, air terkumpul semakin banyak dan kecepatan aliran
juga meningkat sehingga daya mengerosinya besar.




U s m a n
105 810 1434 11 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI
















Gambar 1. Lereng
Dua titik yang berjarak 100 m yang mempunyai selisih tinggi 10 m
membentuk lereng 10%. Kecuraman lereng 100% jika dinyatakan dalam bentuk
derajat maka nilainya adalah 45
o
.
Menurut Zingg (1940), cara untuk menghitung berat tanah yang tererosi
dapat dinyatakan dalam persamaan berikut.
X = CS
m

Dimana :
X = berat tanah terosi,
C = konstanta,
S= kemiringan lerang (%),
m = konstanta lerang
Menurutnya pula, semakin curam suatu lereng maka akan nada beberapa
hal yang dapat terjadi yaitu :
1. Memperbesar jumlah aliran permukaan
2. Mempercepat aliran permukaan
3. Memperbesar energi angkut aliran permukaan
4. Jumlah butir-butir tanah yang terpercik kebagian bawah lereng semakin
banyak
Dalam suatu lereng pula, beberapa koponen yang menjadi faktor-faktornya
yaitu panjang lereng, konfigurasi kereng, dan arah lereng.
Panjang Lereng
Panjang lereng dihitung mulai dari titik pangkal aliran permukaan sampai
suatu titik di mana air masuk kedalam saluran atau sungai, atau sampai




U s m a n
105 810 1434 11 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI


kemiringan lereng berkurang demikian rupa sehingga kecepatan aliran air
berubah.
Menurut Zingg (1940) nilai besarnya erosi juga dapat dihitung dengan
memperhatikan komponen panjang lereng pula yaitu dengan persamaan :
X = C.S
1,4
L
1,6

Dimana :
X = besarnya erosi,
C = konstanta yang besarnya tergantung kapasitas infiltrasi tanah, beberapa sifat
fisik tanah , intesitas dan lamanya hujan,
S = kecuraman lerang (%) dan L = panjang lereng (kaki)


Konfigurasi Lereng
Lereng permukaan tanah berbentuk cembung (konvek) atau cekung
(konkav). Erosi lembar lebih besar terjadi pada permukaan lereng cembung dari
pada permukaan cekung. Sedangkan pada permukaan cekung cenderung terbentuk
erosi alur atau parit. Lereng permukaan tanah tidak selalu seragam kecuramannya.
Sehingga memungkinkan berpengaruh terhadap aliran permukaan dan erosi.


Arah Lereng
Di belahan bumi bagian utara lereng yang menghadap kearah selatan
mengalami erosi lebih besar daripada yang menghadap ke uatara. Tanah-tanah
pada lereng yang menghadap ke selatan sedikit kandungan organik dan lebih
mudah terdispersi karena pengaruh sinar matahari.


3. Vegetasi
Menurut Chay Asdak, 1995:IX-452, pengaruh vegetasi pentup terhadap
erosi antara lain sebagai berikut:
1).Melalui fungsi melindungi.
2).Menurunkan kecepatan air larian.
3).Menahan partikel-partikel tanah pada tempatnya, dan
4).Mempertahankan kemantapan kapasitas tanah dalam menyerap air.
Vegetasi mempunyai peranan penting dan sangat berpengaruh terhadap erosi di




U s m a n
105 810 1434 11 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI


suatu tempat. Dengan adanya vegetasi tanah dapat terlindung dari bahaya
kerusakan tanah oleh butiran hujan (Saifudin Sarief, 1986:65).
Pada dasarnya tanaman mampu mempengaruhi erosi karena adanya
beberapa hal yaitu antara lain:
1) Intersepsi air hujan oleh tajuk dan adsobsi melalui energi air hujan,
sehingga memperkecil erosi,
2) Pengaruh terhadap struktur tanah melalui penyebaran akar-akarnya,
3) Pengaruh terhadap limpasan permukaan,
4) Peningkatan aktifitas mikroorganisme dalam tanah,
5) Peningkatan kecepatan kehilangan air karena transpirasi (Wani Hadi
Utomo,1989:36).
Vegetasi juga dapat menghambat aliran permukaan dan memperbesar
infiltrasi, selain itu juga penyerapan air kedalam tanah diperkuat oleh transpirasi
(penyerapan air melalui vegetasi).









Gambar 2. Pengaruh Vegetasi Terhadap Erosi


4. Tanah
Tipe tanah mempunyai kepekaan terhadap erosi yang berbeda-beda.
Kepekaan erosi tanah adalah mudah tidaknya tanah tererosi. Sifat-sifat tanah
yang mempengaruhi kepekaan tanah antara lain :
(1) Sifat tanah yang mempengaruhi laju infiltrasi, permeabilitas dan
kapasitasair,
(2) Sifat tanah yang mempengaruhi ketahanan struktur tanah terhadap
disperse dan pengikisan oleh butir-butir hujan yang jatuh dan aliran
permukaan (SitanalaArsyad,1989:96).
Adapun sifat-sifat tanah yang mempengaruhi erosi adalah tekstur, struktur,
bahan organik, kedalaman, sifat lapisan tanah, dan tingkat kesuburan tanah.




U s m a n
105 810 1434 11 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI


Tekstur
Tekstur adalah ukuran dan proporsi kelompok ukuran butir-butir primer
bagian mineral tanah. Terbagi menjadi liat (clay), debu (silt) dan pasir (sand).
Tanah bertekstur kasar (pasir atau pasir berkerikil) mempunyai kapasitas infiltrasi
tinggi, tanah bertekstur pasir halus juga mempunyai kapasitas infiltrasi cukup
tinggi, akan tetapi jika terjadi aliran permukaan maka butir-butir halus akan
mudah terangkat.
Tanah mengadung liat dalam jumlah yang tinggi akan menyebabkan
terjadinya aliran permukaan erosi yg tinggi.


Struktur
Struktur adalah ikatan butir primer kedalam butir sekunder atau agregat.
Terdapat 2 aspek struktur yang penting yaitu:
1. Sifat fisika-kimia liat
2. Adanya bahan pengikat butir-butir primer sehingga terbentuk agregat yang
mantap


Bahan Organik
Bahan organik berupa daun, ranting dan sebagainya yang belum hancur
yang menutupi permukaan tanah merupakan pelindung tanah terhadap kekuatan
perusak butir-butir hujan yang jatuh.


Sifat Lapisan Tanah
Tanah yang dalam dan permeabel kurang peka terhadap erosi daripada
tanah yang permeabel tetapi dangkal.


Kesuburan Tanah
Perbaikan kesuburan tanah akan memperbaiki pertumbuhan tanaman.
Pertumbuhan tanaman yang lebih baik akan memperbaiki penutupan tanah dan
lebih banayak sisa tanaman yang kembali ke tanah.




U s m a n
105 810 1434 11 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI


5. Manusia
Kepekaan terhadap erosi selain dipengaruhi oleh faktor alam juga
dipengaruhi oleh faktor manusia. Bahkan manusialah yang merupakan faktor
penentu apakah tanah yang diusahakan akan merusak atau tidak berproduksi atau
justru sebaliknya menjadi baik akibat pengelolaan tanah yang tepat (Sitanala
Arsyad, 1989:104).
Kesalahan manusia dalam mengelola lahannya akan menyebabkan
intensitas erosi semakin meningkat seperti penggundulan hutan di DAS hulu
sehingga menyebabkan erosi dan kerusakan tata air.
Kepekaan tanah terhadap erosi dapat diubah oleh manusia menjadi lebih
baik atau lebih buruk. Pembuatan teras-teras pada tanah yang berlereng curam
merupakan pengaruh baik bagi manusia karena dapat mengurangi erosi.
Sebaliknya, penggundulan hutan di daerah-daerah pegunungan merupakan
pengaruh manusia yang jelek karena dapat mempengaruhi banjir.
B. Prediksi Erosi

Prediksi erosi adalah alat bantu untuk mengambil keputusan dalam
mengambil perencanaan konservasi tanah pada suatu areal tanah .Persamaan
pendugaan erosi (tanah hilang) selanjutnya dikembangkan oleh Williams (1975)
yaitu menerapkan faktor erosivitas hujan (R) sebagai rainfall-runoff basis
persamaan MUSLE, sehingga persamaannya menjadi :

A = Rm x K x L S x C x P

Dimana :

A = Nilai rata rata tahunan kehilangan tanah
Rm = Nilai total volume runoff dan debit puncak
K = Erodibilitas tanah
LS = Panjang lereng kemiringan
C = Penutupan dan pengelolaan tanaman
P = Pengelolaan dan konservasi tanah









U s m a n
105 810 1434 11 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EROSI