Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENGAJARAN

(SAP)
POKOK BAHASAN : Tatalaksana Nyeri Dengan Teknik Hipnoanastesi
SUB POKOK BAHASAN : Konsep Nyeri, Konsep Hypnosis, Struktur Dasar Hypnosis
SASARAN : Mahasiswa tingkat III, Semester 6
PENGAJAR : Muhamad Iqbludin
WAKTU : 1 x 45 menit
HARI/ TANGGAL : Rabu, 28, Mei 2014
TEMPAT : RUANG E2

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah diberikan pembelajaran selama 1x 45 menit, di harapkan mahasiswa
dapat memahami tentang Tatalaksana Nyeri Dengan Teknik Hypnosis.
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Hipnoterapi selama 1 X 30 menit
diharapkan Mahasiswa mampu :
1. Mengetahui Konsep nyeri (Pengertian, Respon manusia terhadap nyeri, intesitas
nyeri dan penanganan nyeri)
2. Mengetahui konsep hypnosis
3. Menyebutkan struktur atau tahapan melakukan hipnoterapi
III. POKOK-POKOK MATERI
1. Menjelaskan Konsep nyeri
2. Menjelaskan Konsep Hypnosis
3. Menyebutkan tahapan melakukan hipnoterapi
4. Menyebutkan Struktur / proses Hypnoterapi








A. Kegiatan Belajar Mengajar
Tahap Kegiatan Pengajaran Kegiatan Sasaran
Pendahuluan
(5 menit)
Pembukaan :
1. Salam pembuka
2. Memperkenalkan diri
3. Menyebutkan materi yang akan
diberikan
4. Apresiasi
5. Kontrak waktu

1. Menjawab salam
2. Memperhatikan

3. Memperhatikan

Penyajian
(20 menit)
Pelaksanaan :
1. Menjelaskan Konsep Nyeri
2. Menjelaskan Konsep Hypnosis
3. Menyebutkan tahapan melakukan
hipnoterapi

1. Memperhatikan
2. Memperhatikan
3. Memperhatikan
Penutup
(11 menit)
1. Memberikan kesempatan
audience untuk bertanya
2. Meminta audience menjelaskan
tentang Konsep Nyeri
3. Memberikan rewards kepada
audience yang mampu menjawab
dengan benar.
4. Menyimpulkan hasil pengajaran
5. Mengucapkan terimakasih dan
salam penutup
1. Bertanya dan
mendengarkan
jawaban
2. Menjelaskan tentang
Materi Tatalaksana
Nyeri dg Hypnosis
3. Memberikan rewards
kepada temannya
4. Memperhatikan
5. Memperhatikan dan
menjawab salam
B. Media dan Alat pengajaran
1. LCD proyektor
2. Hand Out
C. Metode
Ceramah dan demonstrasi



D. Setting Tempat
Ket:
: Pengajar

: Sasaran/audience



E. Materi
Terlampir
F. Evaluasi
1. Jelaskan Konsep nyeri !
2. Jelaskan tentang konsep hypnosis !
3. Sebutkan dan jelaskan struktur dasar hipnosis !

G. Daftar Pustaka
Diunduh dari http://www.IBH.go.id/webs/Detail, 1 Mei 2014 jam 19.00 WIB
Ns.syarif. ,2013,Modul Materi Pelatihan Medical Hypnosis.Cirebon:CHTC
















Lampiran
IV. MATERI
A. Pengertian Nyeri
Menurut IASP 1979 (Internatioionnal Association for the study of pain) Nyeri
adalah suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan, yang
berkaitan dengan kerusakan jaringan yang nyata atau yang berpotensi untuk
menimbulkan kerusakan jaringan.
Dari definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa nyeri bersifat suby
berhubungektif dimana individu mempelajari apa itu nyeri, melalui pengalaman yang
langsung berhubungan luka (injuri), yang dimulai dari wal masa kehidupan.
B. Respon Manusia Terhadap Nyeri
1. Pernyataan verbal (Mengaduh, Menangis, Sesak Nafas, Mendengkur)
2. Ekspresi wajah (Meringis, Menggeletukan gigi, menggigit bibir)
3. Gerakan tubuh (Gelisah, Imobilisasi, Ketegangan Otot, Peningkatan gerakan jari &
tangan)
4. Kontak dengan orang lain / interaksi social (menghindari percakapan, menghindari
kontak social, penurunan rentang perhatian, focus pada aktivitas menghilangkan
nyeri)
C. Intensitas Nyeri
Intensitas nyeri adalah gamabaran tentang seberapa parah nyeri dirasakan oleh
individu, pengukuran intensitas nyeri sangat subjektif individual dan
kemungkinan nyeri dalam intensitas yang sama dirasakan sangat berbeda oleh
dua orang yang berbeda. Pengukuran nyeri dengan pendekatan objektif yang
paling mungkin adalah menggunakan respon fisiologik tubuh terhadap nyeri itu
sendiri. Namun, pengukuran dengan tekhnik ini juga tidak dapat memberikan
gambaran pasti tentang nyeri itu sendiri (Tamsuri, 2007)
D. Penanganan Nyeri
1. Tindakan Farmakologis : Analgetik Narkotik, Analgesik Lokal, Analgesik yang
dikontrol klien, obat obat nonsteroid.


2. I salah Tindakan Non Farmakologis :
Menurut tamsuri (2006), selain tindakan farmakologis untuk menanggulangi nyeri
ada pula tindakan nonfarmakologis dari mengatasi nyeri terdiri dari beberapa
tindakan penanganan berdasarkan :
Penanganan fisik / stimulasi fisik meliputi :
b. stimulasi kulit
c. stimulasi elektrik
d. akupuntur
e. placebo
Intervensi perilaku kognitif meliputi :
a. relaksasi
b. Hypnosis / Hypnoterapi
c. Umpan Balik Biologis
d. Distraksi
e. Guided Imageri (Imajinasi Terbimbing)
Dan khusus pada kesempatan ini saya hanya bisa membahas managemen nyeri
dengan tindakan non farmakologis, Intervensi perilaku kognitif yaitu dengan
metode hypnosis, hypnosis yang bersal dari bahasa yunani diambil dari salah
satu nama dewa yunani yaitu hypnos yang berarti tidur. Namun sebenarnya
fenomena hypnosis bukanlah tidur yang sesungguhnya melainkan kondisi seperti
tidur.
E. Sejarah Hypnosis
Secara singkat sejarah hypnosis pada awalnya diterapkan sebagai metode untuk
mengurangi atau menghilangkan nyeri awalnya diperaktekan oleh :
John Ellioston (1791-1868) adalah profesor dari Uneversity Hospital dilondon, inggris.
Dia mengenal hypnosis dari Ricard Chenevix, seorang murid dari faria, dan
mendalami hypnosis dari baron de potet. Elioston memulai eksperimen hypnosisnya
ditahun 1837. Dia menemukan bahwa pasienya bisa menjalani pembedahan tanpa
merasa nyeri. Dia melakukan hypnosis kepada pasienya kapanpun itu
memungkinkan.


F. Pengertian Hypnosis
Hypnosis adalah salah satu kondisi kesadaran (state of concious ness) diamana
dalam kondisi ini manusia lebih mudah menerima saran (informasi).
Dengan kata lain, dalam kondisi hypnos, peran Critical Area semakin kecil.
G. Struktur Dasar Hypnosis
1. Interview/Preinduksi
Tahap interview ini merupakan tahap awal sebelum melakukan hipnoterapi.
Interview ini bertujuan untuk menjalin keakraban antara terapis dengan klien.
Sehingga terapis dapat memahami masalah klien, menentukan tujuan terapi.
Seorang terapis juga akan memberitahukan prosedur hipnoterapi yang akan
dilakukannya. Yang paling penting dalam proses hipnoterapi ini adalah seorang
klien harus jujur mengatakan segala hal yang menjadi unek unek dan apa yang
menjadi keinginannya agar proses hipnoterapi ini berjalan lancar.
2. Induksi
Tahap yang kedua adalah Induksi yang merupakan cara yang digunakan oleh
terapis untuk membimbing klien menuju kondisi hipnotis. Syarat utama berjalannya
hipnoterapi adalah tidak ada unsur paksaan dari terapis kepada klien. Seorang klien
harus merelakan diri untuk di hipnotis agar keinginannya untuk sembuh dapat
terwujud.
3. Deepening
Deepening ini merupakan kelanjutan dari induksi. Teknik hipnosis ini merupakan
cara untuk memperdalam level hipnotis. Sedangkan level hipnotis terbagi menjadi
beberapa bagian. Diantaranya adalah light trance, medium trance, deep trance,
atau somnambulism. Sedangkan level yang paling ideal untuk hipnoterapi berada di
level somnambulism.
4. Terapi Pikiran./ Sugesti
Setelah melewati tahapan deepening dan berada di level somnambulism. Klien
hipnoterapi akan diberi sugesti yang dirancang sedemikian rupa sehingga
membentuk kata hipnotis, kalimat hipnotis atau bahasa hipnotis. Pemberian sugesti
dari terapis untuk klien hipnoterapi yang digunakan tentunya dengan menggali akar
masalah yang akan dinetralisir. Tentunya akar masalah ini diketahui oleh terapis
pada tahap interview. Dalam memberikan sugesti juga dilakukan teknik hipnotis.
Untuk pemberian sugesti secara langsung atau direct suggestion memang sangat
efektif dan bisa membuat klien mendapatkan perubahan yang sangat besar. Dan
teknik hipnotis ini sering digunakan untuk para pemula hipnoterapi. Tetapi jika
teknik direct suggestion masih belum membuat klien berubah, maka diperlukan
teknik hipnotis khusus seperti Age Regression, Time Line Therapy, Hypoanalysis,
Forgiveness Therapy, Chair Therapy, dan lain lain.
5. Terminasi.
Tahap terminasi ini merupakan tahap hipnoterapi yang terakhir. Tahap terminasi ini
merupakan proses untuk membangunkan klien hipnoterapi. Biasanya ketika klien
terbangun dan mulai membuka matanya, terlihat senyum yang ceria dan mata yang
berbinar.