Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN KEUANGAN

Dosen : Dr. Noer Sasongko


Merger dan Akuisisi
OLEH :
IVAN ARDO FAAS
NIM. !"##"$##%%
MAGISER MANAJEMEN
UNIVERSIAS MUHAMMADI&AH SURAKARA
%#"$
A. !enger'ian Merger dan Akuisisi
Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-
merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger dengan
begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang
di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau
saham di perusahaan yang baru.
Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu perusahaan oleh
perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan nama dan
identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun keajiban
perusahaan yang dibeli. !etelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti
beroperasi.
!edangkan "kuisisi adalah pengambil-alihan #takeo$er% sebuah perusahaan dengan
membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada.
&emudian perbedaan mendasar mekanisme antara merger dan akuisisi dapat kita lihat dari
akibat-akibat hukumnya sebagaimana dijelaskan dalam kolom di baah ini'
Perbedaan Merger "kusisi
!tatus (adan )ukum Perseroan yang menggabungkan
diri hilang dan berakhir statusnya
sebagai badan hokum.
Perseroan yang diambil alih
sahamnya, badan hukumnya
tidak menjadi bubar atau
berakhir, hanya terjadi beralihnya
pengendalian.
"kti$a dan Pasi$a "kti$a dan Pasi$a perseroan
yang menggabungkan diri beralih
sepenuhnya kepada perseroan
yang menerima penggabungan.
"kti$a dan pasi$a perseroan yang
diambil alih tetap ada pada
perseroan yang diambil alih
sahamnya..
(. Jenis)*enis Merger dan Akusisi
!uatu perusahaan dapat diakuisisi perusahaan lain dengan beberapa *ara, yaitu '
a. Merger
Pada merger, para direktur kedua pihak setuju untuk bergabung dengan persetujuan para
pemegang saham. Pada umumnya, penggabungan ini disetujui oleh paling sedikit 50%
shareholder dari target firm dan bidding firm. Pada akhirnya target firm akan menghilang
#dengan atau tanpa proses likuidasi% dan menjadi bagian dari bidding firm.
+. Konso,idasi
!etelah proses merger selesai, sebuah perusahaan baru ter*ipta dan pemegang saham
kedua belah pihak menerima saham baru di perusahaan ini.
-. ender o..er
+erjadi ketika sebuah perusahaan membeli saham yang beredar perusahaan lain tanpa
persetujuan manajemen target firm, dan disebut tender offer karena merupakan hostile
takeo$er. +arget firm akan tetap bertahan selama tetap ada penolakan terhadap
penaaran. (anyak tender offer yang kemudian berubah menjadi merger karena bidding
firm berhasil mengambil alih kontrol target firm.
d. A-/uisis'ion o. asse's
!ebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain melalui persetujuan pemegang saham
target firm.
Pembagian akuisisi tersebut berbeda menurut ,oss, -esterfield, dan .affe /00/. Menurut
mereka hanya ada tiga *ara untuk melakukan akuisisi, yaitu '
a. Merger a'au konso,idasi
Merger adalah bergabungnya perusahaan dengan perusahaan lain. (idding firm tetap
berdiri dengan identitas dan namanya, dan memperoleh semua aset dan keajiban milik
target firm. !etelah merger target firm berhenti untuk menjadi bagian dari bidding firm.
&onsolidasi sama dengan merger ke*uali terbentuknya perusahaan baru. &edua
perusahaan sama-sama menghilangkan keberadaan perusahaan se*ara hukum dan
menjadi bagian dari perusahaan baru itu, dan antara perusahaan yang di-merger atau yang
me-merger tidak dibedakan.
+. A-/uisi'ion o. s'o-k
"kuisisi dapat juga dilakukan dengan *ara membeli $oting sto*k perusahaan, dapat
dengan *ara membeli sa*ara tunai, saham, atau surat berharga lain. "*0uisition of sto*k
dapat dilakukan dengan mengajukan penaaran dari suatu perusahaan terhadap
perusahaan lain, dan pada beberapa kasus, penaaran diberikan langsung kepada pemilik
perusahaan yang menjual. )al ini dapat disesuaikan dengan melakukan tender offer.
+ender offer adalah penaaran kepada publik untuk membeli saham target firm, diajukan
dari sebuah perusahaan langsung kepada pemilik perusahaan lain.
-. A-/uisi'ion o. asse's
Perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan membeli semua asetnya. Pada
jenis ini, dibutuhkan suara pemegang saham target firm sehingga tidak terdapat halangan
dari pemegang saham minoritas, seperti yang terdapat pada a*0uisition of sto*k #p.123-
121%.
!edangkan berdasarkan jenis perusahaan yang bergabung, merger atau akuisisi dapat
dibedakan '
". )ori4ontal merger terjadi ketika dua atau lebih perusahaan yang bergerak di bidang
industri yang sama bergabung.
%. 5erti*al merger terjadi ketika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan supplier atau
*ustomernya.
$. 6ongeneri* merger terjadi ketika perusahaan dalam industri yang sama tetapi tidak dalam
garis bisnis yang sama dengan supplier atau *ustomernya. &euntungannya adalah
perusahaan dapat menggunakan penjualan dan distribusi yang sama.
0. 6onglomerate merger terjadi ketika perusahaan yang tidak berhubungan bisnis
melakukan merger. &euntungannya adalah dapat mengurangi resiko.
1. A,asan)a,asan Me,akukan Merger dan Akuisisi
"da beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui merger maupun
akuisisi, yaitu '
!er'u2+u3an a'au di4ersi.ikasi
Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang *epat, baik ukuran, pasar saham,
maupun di$ersifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan tidak
memiliki resiko adanya produk baru. !elain itu, jika melakukan ekspansi dengan merger
dan akuisisi, maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi
persaingan.
Sinergi
!inergi dapat ter*apai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi #e*onomies of
s*ale%. +ingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya o$erhead meningkatkan
pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak merger.
!inergi tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan merger berada dalam bisnis yang
sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan.
Meningka'kan dana
(anyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal,
tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan tersebut
menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga
menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan keajiban keuangan.
)al ini memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah.
Mena2+a3 ke'ra25i,an 2ana*e2en a'au 'ekno,ogi
(eberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi
pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak dapat
mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan
teknologinya, dapat menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen
atau teknologi yang ahli.
!er'i2+angan 5a*ak
Perusahaan dapat membaa kerugian pajak sampai lebih /0 tahun ke depan atau sampai
kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat
melakukan akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan
kerugian pajak. Pada kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi
pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari
perusahaan yang diakuisisi. (agaimanapun merger tidak hanya dikarenakan keuntungan
dari pajak, tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik.
Meningka'kan ,ikuidi'as 5e2i,ik
Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih
besar. .ika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih
mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih ke*il.
Me,indungi diri dari 5enga2+i,a,i3an
)al ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi in*aran pengambilalihan yang tidak
bersahabat. +arget firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai
pengambilalihannya dengan hutang, karena beban hutang ini, keajiban perusahaan
menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat.
D. Ke,e+i3an dan Kekurangan
Ke,e+i3an Merger
Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah dibanding
pengambilalihan yang lain.
Kekurangan Merger
Dibandingkan akuisisi merger memiliki beberapa kekurangan, yaitu harus ada
persetujuan dari para pemegang saham masing-masing perusahaan,sedangkan untuk
mendapatkan persetujuan tersebut diperlukan aktu yang lama.
Ke,e+i3an Akuisisi
&euntungan-keuntungan akuisisi saham dan akuisisi aset adalah sebagai berikut'
"kuisisi !aham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang
saham sehingga jika pemegang saham tidak menyukai taaran (idding firm,
mereka dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada pihak (idding firm.
Dalam "kusisi !aham, perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung
dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer
sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan.
&arena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan,
akuisisi saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak
bersahabat #hostile takeo$er%.
"kuisisi "set memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan
mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada
halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi.
Kekurangan Akuisisi
&erugian-kerugian akuisisi saham dan akuisisi aset sebagai berikut '
.ika *ukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui
pengambilalihan tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran
dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga #sekitar 73%% suara
setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi.
"pabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi
merger.
Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus se*ara hukum
dibalik nama sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi.
E. Da25ak !osi'i. dan Nega'i. Se+e,u2 Merger dan Akuisisi
Da25ak !osi'i.
2. Dimungkinkannya pertukaran *adangan cash flow se*ara internal antar perusahaan
yang melakukan merger, sehingga bank hasil merger dapat memanage risiko
likuiditas dengan lebih fleksibel.
/. Diperolehnya peningkatan modal perusahaan #biasanya 6", akan meningkat tetapi
tidak terlalu *ukup tinggi% dan adanya keunggulan dalam memanage biaya akibat
bertambahnya skala usaha
8. Di*apainya keunggulan market power dalam persaingan, yang kemudian dapat
memperbesar margin bunga pinjaman.
Da25ak Nega'i.
2. &arena proses merger biasanya dilakukan atas dorongan untuk *epat terselesaikannya
kemelut keuangan di salah satu bank peserta, maka harga penjualan sahamnya
*enderung akan dinilai dibaah harga pasar yang ajar.
/. Proses merger biasanya diikuti dengan peningkatan ketidakpastian pada pihak direksi,
manajer dan karyaan.
8. Proses merger perbankan nasional di 9ndonesia biasanya diikuti dengan pengurangan
jumlah pegaai dan staf kurang profesional di perusahaan perbankan hasil merger.
:. +erjadinya benturan kepentingan, kondisi saling *uriga dan bahkan konflik diantara
para anggota komisaris dan direksi. )al ini terjadi jika bank hasil merger tersebut
dikuasai oleh lebih satu pemegang saham pengendali.
5. &egiatan merger dalam dua tahun pertama *enderung diikuti dengan strategi efisiensi
sehingga hal ini akan mengurangi semangat dan kreati$itas dari sebagian pihak
direksi dan staf profesional.
7. (enturan budaya perusahaan tidak dapat dielakkan sehingga perusahaan hasil merger
akan mengalami penurunan dalam jangka pendek.
F. Da25ak !osi'i. dan Nega'i. Sesuda3 Merger dan Akuisisi
Da25ak !osi'i.
2. Dimungkinkannya pertukaran *adangan cash flow se*ara internal antar perusahaan
yang melakukan merger, sehingga perusahaan hasil merger dapat mengola risiko
likuiditas dengan lebih fleksibel.
/. Diperolehnya peningkatan modal perusahaan #biasanya 6", akan meningkat tetapi
tidak terlalu *ukup tinggi% dan adanya keunggulan dalam mengelola biaya akibat
bertambahnya skala usaha. ;fisiensi perusaahaan dapat dilakukan lebih lanjut,
khususnya dalam efisiensi biaya pro$isi kredit.
8. Di*apainya keunggulan market power dalam persaingan, yang kemudian dapat
memperbesar margin bunga pinjaman.
Da25ak Nega'i.
2. ,asio keuangan tersebut mengalami penurunan setelah perusahaan melakukan merger
dan akuisisi. (erdasarkan analisis kinerja keuangan perusahaan dari sisi rasio
keuangan, merger dan akuisisi tidak menimbulkan sinergi bagi perusahaan. "tau
dengan kata lain, motif ekonomi belum ter*apai bagi perusahaan yang melakukan
merger dan akuisisi untuk satu dan dua taun kedepan.
/. )asil pengujian terhadap rasio keuangan diperkuat dengan hasil pengujian terhadap
abnormal return perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi. )asil pengujian
menunjukkan abnormal return perusahaan pada periode jendela sebelum
pengumuman merger dan akuisisi #)-// sampai dengan )-2% tidak berbeda dengan
abnormal return pada periode jendela setelah merger dan akuisisi #)<2 sampai
)<//%.
8. Abnormal return setelah melakukan merger dan akuisisi justru negati$e yaitu
-0.002:=8, sedangkan sebelum melakukan merger dan akuisisi abnormal return
positif sebesar 0.002/52. "rtinya, kinerja perusahaan dari sisi saham #abnormal
return% justru mengalami penurunan setelah melakukan merger dan akuisisi. 9n$estor
menganggap merger dan akuisisi yang dilakukan perusahaan tidak menimbulkan
sinergi bagi perusahaan, bahkan menjadi reverse synergy #pembalikan%.
:. Proses merger perusahaan di 9ndonesia biasanya diikuti dengan pengurangan jumlah
pegaai dan staf kurang professional di perusahaan hasil merger.
5. +erjadinya benturan kepentingan, kondisi saling *uriga dan bahkan konflik diantara
para anggota komisaris dan direksi. )al ini terjadi jika perushaan hasil merger
tersebut dikuasai oleh lebih dari satu pemegang saham pengendali. !ebagian anggota
komisaris dan direksi yang ada *enderung untuk berlomba meakili kepentingan
masing-masing pemilik dari perusahaan hasil merger dengan menunjukkan prestasi
kelompoknya masing-masing.
!us'aka
2. http'//.hukumonline.*om/klinik/detail/*l:785/perbedaan-mendasar-merger-dan-
akuisisi
/. http'//jurnal-sdm.blogspot.*om//00=/03/merger-dan-akuisisi-pengertian-jenis.html
8. http'//dendihahn.blogspot.*om//02//03/dampak-positif-negatif-sebelum-sesudah>2:.html
:. http'//id.ikipedia.org/iki/Merger>dan>akuisisi