Anda di halaman 1dari 8

SURAMADU

Manfaat Jembatan Suramadu


Dalam review studi kelayakan Jembatan Surabaya-Madura tahun 2002, disebutkan ada beberapa
pertimbangan mengenai dampak dan manfaat dari keberadaan Jembatan Suramadu. Di antaranya adalah:
Manfaat Langsung (Primary Benefit)
Manfaat langsung dari Jembatan Suramadu adalah meningkatnya kelancaran arus lalu lintas atau angkutan
barang dan orang. Dengan semakin lancarnya arus lalu lintas berarti menghemat waktu dan biaya. Manfaat
selanjutnya adalah merangsang tumbuhnya aktivitas perekonomian. Manfaat langsung lainnya yang dapat
diperhitungkan adalah nilai penerimaan dari tarif tol yang diberlakukan. Transportasi barang dan orang yang
semakin meningkat, akan meningkatkan penerimaan dari tarif tol.
Manfaat Tidak Langsung (Secondary Benefit)
Manfaat tidak langsung atau manfaat sekunder adalah multiplier effect dari Jembatan Suramadu. Ini
merupakan dinamika yang timbul dan merupakan pengaruh sekunder (secondary effect), antara lain:
y Meningkatnya jumlah penduduk akan merangsang naiknya permintaan barang dan jasa. Selanjutnya
akan merangsang meningkatnya kegiatan perekonomian, berkembangnya usaha di sektor pertanian,
industri, perdagangan, jasa dan meningkatnya arus barang masuk ke Pulau Madura.
y Meningkatnya kebutuhan untuk kawasan pemukiman dan infrastruktur
y Meningkatkan PDRB dan kesejahteraan masyarakat.
Di Madura, umumnya kegiatan ekonomi masih bertumpu pada sektor pertanian primer (tanaman pangan,
peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan). Artinya pertanian atau sektor tradisional menjadi sektor
andalan yang nampak dari perolehan PDRB terbesar dibandingkan sektor lain. Sektor lainnya adalah
pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik, gas, air bersih, bangunan, perdagangan, hotel,
restoran, angkutan, pos, komunikasi, keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan.
Dampak Jembatan Suramadu
Dampak dari jembatan Suramadu (tahun 2006-2035) dapat dijelaskan sebagai berikut:
Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan PDRB
Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto yang terjadi pada 4 (empat) kabupaten di wilayah Madura
dapat dijelaskan:
Dari data-data pada tabel Dampak Jembatan Suramadu terhadap Pertumbuhan PDRB di 4 Kabupaten di
Madura, dapat dijelaskan bahwa Kabupaten Bangkalan nilai pertumbuhan PDRB-nya paling besar di antara
kabupatenkabupaten di Madura. Hal tersebut terjadi karena Bangkalan merupakan daerah yang paling
menikmati keberadaan jembatan Suramadu. Apabila dilihat dari pertumbuhan PDRB dapat disimpulkan
bahwa makin dekat dititik/ letak jembatan Suramadu akan semakin menunjukkan perubahan yang cepat
akibat meningkatnya aktivitas ekonomi.

Peningkatan PDRB Kabupaten Bangkalan yang besar menunjukkan bahwa dampak jembatan Suramadu akan
dapat mengembangkan sistem perekonomian yang ada, baik yang sudah berkembang maupun yang potensial
untuk dikembangkan.
Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan Penduduk

Semakin lancarnya transportasi akan menimbulkan dampak pergerakan orang maupun barang. Sebelum
dibangunnya Jembatan Suramadu, secara berturut-turut kabupaten yang terbanyak penduduknya adalah
Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Ternyata Kabupaten Bangkalan merupakan kabupaten
yang menerima kelimpahan penduduk paling tinggi dibanding 3 kabupaten lainnya. Pada tahun 2035 atau
setelah 30 tahun dibangunnya Jembatan Suramadu, maka jumlah penduduk di Kabupaten Bangkalan
berjumlah 2,79 juta jiwa atau hampir dua kali lipat (98,98%) dibanding pertumbuhannya tanpa jembatan
(1,40 juta jiwa). Dalam keadaan tersebut, tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun berkisar antara 2,02% -
3,16%.
Di Kabupaten Pamekasan, Sumenep, dan Sampang, tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun secara berturut-
turut masing-masing berkisar antara 0,71%-0,51% atau dengan pertumbuhan yang cenderung menurun,
0,66%-1,45% dan 0,44%-0,50%. Jika jumlah penduduk dibandingkan dengan dan tanpa Jembatan Suramadu
maka jumlah penduduk rata-rata per tahun di Bangkalan akan bertambah sebanyak 59,30%, Pamekasan
(23,42%), Sumenep (18,65%), dan Sampang (12,62%).
Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan Income per Kapita
Semakin lancarnya transportasi ternyata akan meningkatkan kegiatan ekonomi yang selanjutnya akan
meningkatkan pertumbuhan. Income per kapita merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat
kesejahteraan masyarakat. Sebelum dibangunnya Jembatan Suramadu, secara berturut-turut kabupaten yang
tertinggi income per kapitanya adalah Kabupaten Bangkalan, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan

Jika income per kapita dibandingkan dalam keadaan dengan dan tanpa Jembatan Suramadu, maka income
per kapita rata-rata per tahun di Bangkalan adalah akan bertambah sebanyak 93,63%, Pamekasan (48.68%).

Sampang (42,57%) dan Sumenep (20,03%). Sesudah dibangunnya Jembatan Suramadu, secara berturut-turut
kabupaten yang tertinggi income per kapitanya adalah Kabupaten Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, dan
Sampang. Tampaknya respon ekonomi Bangkalan tetap lebih kuat dibanding tiga kabupaten lainnya.
Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan Kawasan Permukimam
Semakin lancarnya transportasi juga menimbulkan dampak pada pertumbuhan kawasan pemukiman.
Sebelum dibangunnya income per kapita. .

Jembatan Suramadu, secara berturut-turut kabupaten yang terluas kawasan pemukimannya adalah Kabupaten
Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Setelah dibangunnya Jembatan Suramadu ternyata Kabupaten Sumenep merupakan kabupaten yang
memiliki kawasan pemukiman terluas dibanding 3 kabupaten lainnya. Akan tetapi kalau melihat
perbandingannya terhadap luas areal lahan yang tersedia, Kabupaten Bangkalan yang mengalami
pertumbuhan kawasan pemukiman lebih pesat dibandingkan dengan 3 kabupaten lainnya.



Bila Kuala Lumpur punya menara kembar Petronas yang menjadi ikon negeri tetangga, Jakarta punya ikon
Tugu Monas maka Surabaya dan Madura akan segera punya ikon baru, Jembatan Suramadu. YaJembatan
Suramadu adalah sebuah proyek prestise.
Suramadu adalah singkatan dari Surabaya dan Madura. Jembatan ini akan menghubungkan pulau Jawa (di
Surabaya) dan pulau Madura (di Bangkalan). Tujuan utama pembangunan jembatan ini tentunya adalah
untuk mempercepat pembangunan di pulau Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di
Jawa Timur.
Bila jembatan ini telah selesai dengan sempurna, maka Jembatan Suramadu akan menjadi jembatan
terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan ini memiliki panjang 5.438 m. Menurut catatan, Jembatan ini akan
menjadi satu dari 15 jembatan terpanjang di dunia.
Proyek jembatan Suramadu ini digagas pertama tahun 1960an oleh Ir. Sedyatmo (alm) yang tadinya
direncanakan untuk membangun jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Gasasan
ini mendapat respon yang positif oleh Presiden Suharto (alm), dimana pada awal juni tahun 1986 Presiden
Soeharto menunjuk Menteri Negara Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian
Teknologi (BPPT) BJ Habibie. Kajian awal kemungkinan hubungan langsung antarpulau Sumatera-Jawa-
Bali pun dilakukan dan proyek kajian ini diberi nama Tri Nusa Bima Sakti yang bekerja sama dengan Swasta
Jepang.
Untuk mempromosikan dan mensosilisasikan Proyek Tri Nusa Bimasakti, maka BPPT dan JIF
menyelengarakan Seminar di Jakarta tanggal 21-24 September 1986 dengan mengambil thema seminar
"Japan-Indonesia Seminar on Large Scale Bridges and Under Sea Tunnel". Seminar tersebut kemudian
dilanjutkan dengan serangkaian studi pendahuluan hingga tahun 1989. Karena studi tersebut mencakup
hubungan tiga pulau atau lebih, nama proyek disempurnakan menjadi "Proyek Tri Nusa Bima Sakti dan
Penyeberangan Utama". Dari kajian-kajian yang dilakukan, yang dianggap layak untuk segera
diimplementasikan adalah hubungan langsung Jawa-Madura/ Bali.
Jembatan Suramadu dimulai pembangunannya pada tanggal 20 Agustus 2003, secara resmi dicanangkan
pembangunannya oleh Presiden RI saat itu yaitu : Megawati Soekarnoputri. Menurut rencana pada bulan
Juni 2009 Jembatan ini akan diresmikan.
Jembatan Suramadu terdiri dari 3 bagian yaitu causeway, approach bridge dan main bridge. Dari total
panjang jembatan sejauh 5.438 m terdiri dari Causeway sisi Surabaya 1.458 m, Causeway sisi Madura 1.818
m. Bentang tengah panjang keseluruhan mencapai 2.162 m terdiri dari dua Approach Bridge masing-masing
672 m dan Main Bridge sepanjang 818 m. Panjang jalan pendekat di sisi Surabaya mencapai 4,35 km dan di
sisi Madura 11,50 km.
Jembatan Suramadu nantinya akan menyediakan akses khusus sepeda motor. Letaknya di sisi kanan dan
kiri jembatan. Lebar masing-masing 2,75 meter. Total lebar jembatan mencapai 30 meter (2 x 15 meter). Di
tiap jalur (arah Surabaya maupun arah Madura) akan ada jalur lambat masing-masing berukuran 2,2 meter.
Kemudian, di tiap jalur akan ada dua jalur cepat yang masing-masing selebar 3,5 meter.
Selain konsorsium nasional, maka yang juga memiliki peranan penting dalam pembangunan jembatan
Suramadu adalah perusahaan konstruksi dari China. Itulah sebabnya alas jembatan yang disebut dengan steel
box girder (SBG) pembuatanya dilakukan di Tiongkok. Ternyata selain pembuatannya harus dilakukan di
Tiongkok, pengirimannya memakan waktu cukup lama. Pengiriman dari Tiongkok dilakukan empat kali
selama 30 hari. Itu pun masih harus dirakit lagi di Gresik.
Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah Rp. 4,5 trilyun. Besarnya biaya untuk pembangunan
jembatan ini tentunya menjadi kendala tersendiri bagi keberlanjutan penyelesaian jembatan ini. Karena itulah
ketika krisis ekonomi melanda Indonesia, sempat menunda kelanjutan pembangunan Jembatan Suramadu.
Secara teknis pembuatan jembatan dilakukan dari tiga sisi : sisi Madura, sisi Surabaya dan secara bersamaan
juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge.
Jembatan Suramadu yang awal pembangunannya diresmikan oleh mantan Presiden Megawati Soekarno
Putri, pada Agustus 2003 lalu dan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bulan Juni, 10,
2009, akan menghubungi Pulau Madura (kawasan Bangkalan) dan Pulau Jawa (di Surabaya) dengan lintasan
selat Madura.
Jembatan Suramadu ini adalah jembatan terpanjang di Indonesia, setidaknya saat ini, karena mempunyai
panjang 5.438 m. Yang unik dari jembatan Suramadu ialah adanya tiga bagian yang membagi jembatan ini,
yakni jembatan penghubung (approach bridge), jembatan utama (main bridge) dan jembatan layang
(causeway)
Tujuan utama dari dibangunnya jembatan Suramadu ialah untuk mempercepat proses pembangunan di
wilayah pulau Madura, yakni pembangunan pada bidang ekonomi dan infrastruktu di Madura, yang cukup
tertinggal jika dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Dan biaya untuk pembangunan jembatan
Suramadu menghabiskan biaya kira-kira 4.5 triliun rupiah.
Ada 3 sisi yang digunakan dalam membangun jembatan Suramadu ini, yakni dari sisi Surabaya dan sisi
bangkalan Madura. Selain itu, saat yang sama juga dibangun jembatan bentang tengah untuk membangun
dari main bridge dan approach bridge.
Konstruksi:
Jembatan Suramadu pada dasarnya merupakan gabungan dari tiga jenis jembatan dengan panjang
keseluruhan sepanjang 5.438 meter dengan lebar kurang lebih 30 meter. Jembatan ini menyediakan empat
lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar 2,75 meter. Jembatan ini juga menyediakan
lajur khusus bagi pengendara sepeda motor disetiap sisi luar jembatan.
Jalan layang
Jalan layang atau Causeway dibangun untuk menghubungkan konstruksi jembatan dengan jalan darat
melalui perairan dangkal di kedua sisi. Jalan layang ini terdiri dari 36 bentang sepanjang 1.458 meter pada
sisi Surabaya dan 45 bentang sepanjang 1.818 meter pada sisi Madura.
Jalan layang ini menggunakan konstruksi penyangga PCI dengan panjang 40 meter tiap bentang yang
disangga pondasi pipa baja berdiameter 60 cm.

Jembatan penghubung
Jembatan penghubung atau approach bridge menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang. Jembatan
terdiri dari dua bagian dengan panjang masing-masing 672 meter.
Jembatan ini menggunakan konstruksi penyangga beton kotak sepanjang 80 meter tiap bentang dengan 7
bentang tiap sisi yang ditopang pondasi penopang berdiameter 180 cm.
Jembatan utama
Jembatan utama atau main bridge terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping sepanjang 192 meter
dan satu bentang utama sepanjang 434 meter.
Jembatan utama menggunakan konstruksi cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140
meter. Lantai jembatan menggunakan konstruksi komposit setebal 2,4 meter.
Untuk mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura, jembatan ini memberikan ruang
bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut.

Saat mudik ke Surabaya lebaran kemarin, kami menyempatkan jalan-jalan ke jembatan Suramadu. Gak ada
tujuan yang pasti di Madura, cuma pingin ngasih liat megahnya jembatan itu aja ke Rafa.
Jembatan Suramadu ini dibuat untuk menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Madura. Dengan panjang
5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Lebar jembatan kurang lebih 30
meter. Jembatan ini menyediakan empat lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar
2,75 meter. Jembatan ini juga menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor disetiap sisi luar
jembatan.
Untuk bisa melewati jembatan ini, setiap mobil dikenakan biaya Rp 30,000. Sementara motor hanya
membayar Rp 3,000. Kami banyak berpaspasan dengan mobil berplat B alias Jakarta. Memang jembatan ini
sekarang sudah menjadi objek wisata di Jawa Timur. Bahkan sampai ada jasa ojek motor untuk bisa lewat
jembatan ini. Dengan tarif Rp 10.000, ojek motor akan mengantar kita sampai ujung jembatan.
Ditengah jembatan harusnya tidak boleh berhenti. Tapi banyak banget yang tetap nakal berhenti di tengah
jembatan hanya untuk berfoto. Gak cuma mobil, pengendara motor pun banyak yang berhenti dan poto-poto
sampai naik ke pagar. Padahal mereka semua membahayakan pengendara lain.
Pantes aja ada mobil pratroli polisi yang sibuk mondar mandir di jembatan sambil menyalakan sirene. Dan
setiap ditemukan kendaraan berhenti, polisi tsb memperingati mereka melalui pengeras suara untuk terus
melanjutkan perjalanan.
Ketika kami sampai diujung jembatan, banyak sekali menemukan tenda darurat yang menjual berbagai
dagangan. Dari jajanan, oleh-oleh, warung bakso, sampai ada lapak salah satu operator telekomunikasi
juga. Sayangnya tidak ada pemerintah setempat yang mengatur mereka. Jadi terlihat sangat kotor dan kumuh.
Padahal akan lebih baik sebagai gerbang masuk pulau Madura ditata supaya terlihat menarik untuk
wisatawan.
Om nya masguh yang nganter kami kesana, kebetulan bekerja di pemda surabaya. Beliau bilang adanya
jembatan ini belum mempengaruhi perkembangan Madura. Padahal tujuan pembangunan jembatan ini,
supaya akses dari Madura ke pulau Jawa lebih mudah dan cepat. Diharapkan pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan di Madura bisa meningkat. Tapi kenyataannya belum sesuai harapan.
Karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat menjelajah Madura. Gak sempat berburu makanan setempat,
gak sempat terjun ke salah satu pasar tradisional, gak bisa belanja batik Madura, apalagi mengunjungi
kawasan wisata disana. Mungkin lain waktu kalau kami ke Surabaya pakai kendaraan sendiri dan cuti lebih
lama, bisa menikmati liburan sambil menjelajah pulau Madura.

Berdirinya Jembatan Suramadu merupakan tonggak sejarah baru dalam pembangunan konstruksi prasarana
perhubungan di Indonesia. Jembatan antarpulau sepanjang 5.438 meter yang akan diresmikan besok (10/6)
itu bukan hanya yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.

Sebagai jembatan yang menghubungkan dua pulau, sesungguhnya Suramadu (Surabaya-Madura) merupakan
jembatan kedua setelah rangkaian jembatan Barelang (Batam-Rempang-Galang) yang selesai dibangun tahun
1997. Enam jembatan dengan berbagai tipe yang menghubungkan tujuh pulau kecil di Provinsi Kepulauan
Riau ini merupakan landmark keberhasilan dan kemandirian anak bangsa dalam membangun jembatan
antarpulau.

Sebelum Suramadu dibangun, timbul keraguan, apakah mungkin membangun jembatan di daerah patahan
dan gempa? Bagaimana dengan tiupan angin di laut Selat Madura yang terkenal kencang, apakah tidak akan
memengaruhi konstruksi jembatan?

Penelitian pun akhirnya dilakukan secara mendalam selama 2003-2004. Penelitian yang lebih bersifat
technical study dilakukan terhadap 12 item yang kebanyakan berupa parameter tanah.

Dari sisi seismic hazard analysis, misalnya, diperoleh kesimpulan, di sekitar lokasi jembatan tidak ditemukan
suatu patahan aktif. Berdasarkan katalog gempa juga tidak ditemukan gempa dengan magnitude di atas 4
skala Richter sehingga kondisi di sekitar lokasi jembatan cukup stabil.

Kajian mendalam juga dilakukan terhadap kontur dasar laut, arus air laut, serta pengaruh pasang terhadap
jembatan. Ternyata semuanya sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan yang menghubungkan dua
pulau. Adapun untuk angin, berdasarkan kajian, ternyata angin yang melintang kecepatannya sekitar 3,6
kilometer per jam sampai maksimal 65 kilometer per jam.

Tahan gempa

Jembatan Suramadu yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Presiden
Megawati Soekarnoputri saat ini bisa tahan terhadap guncangan gempa sampai 7 skala Richter. Jembatan ini
pun dirancang dengan sistem antikorosi pada fondasi tiang baja.

Karena menghubungkan dua pulau, teknologi pembangunan Jembatan Suramadu didesain agar
memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan. Itulah sebabnya, di bagian bentang tengah
Suramadu disediakan ruang selebar 400 meter secara horizontal dengan tinggi sekitar 35 meter.

Untuk menciptakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi kapal-kapal, di bagian bentang tengah Suramadu
dibangun dua tower (pylon) setinggi masing-masing 140 meter dari atas air. Kedua tower ini ditopang
sebanyak 144 buah kabel penopang (stayed cable) serta ditanam dengan fondasi sedalam 100 meter hingga
105 meter.

Total panjang tower sekitar 240 meter. Ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, kata
Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak.

Kuat 100 tahun

Secara keseluruhan, pembangunan Suramadu menghabiskan sekitar 650.000 ton beton dan lebih kurang
50.000 ton besi baja. Tak heran, dinas pekerjaan umum mengklaim Suramadu sebagai megaproyek yang
menghabiskan dana total mencapai Rp 4,5 triliun. Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun
atau hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun.

Karena berada di tengah lautan, Suramadu berpotensi terkendala faktor angin besar yang potensial terjadi di
tengah lautan. Untuk memastikan keamanan kendaraan yang melintas di atas Suramadu, Departemen
Pekerjaan Umum akan membangun pusat monitoring kondisi cuaca, khususnya angin.

Jika kecepatan angin sudah mencapai 11 meter per detik atau sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus
ditutup untuk kendaraan roda dua demi keselamatan pengendara, ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko
Kirmanto.

Jika kecepatan angin bertambah hingga 18 meter per detik atau sekitar 65 kilometer per jam, jalur untuk
kendaraan roda empat akan ditutup. Langkah ini semata-mata untuk keselamatan dan kenyamanan
pengendara. Adapun konstruksi jembatan akan tetap aman karena Jembatan Suramadu dirancang tetap kokoh
meski ditempa angin berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam.

Bukan cuma kuat dari terpaan angin, Jembatan Suramadu juga didesain mampu menopang kendaraan sesuai
standar as atau axle di daratan. Dengan demikian, Suramadu diperkirakan mampu menahan beban dengan
berat satu as kendaraan sekitar 10 ton.

Cukup lima menit

Setelah diresmikan besok, diperkirakan Jembatan Suramadu akan dilintasi 8.000-9.000 sepeda motor per hari
serta sekitar 4.000 kendaraan roda empat per hari.

Jumlah ini berdasarkan perhitungan sebelumnya, kendaraan yang melintasi Ujung-Kamal dengan
menggunakan kapal feri sekitar 2,4 juta sepeda motor per tahun (62 persen) serta 1,5 juta kendaraan roda
empat per tahun (38 persen).

Selain bakal padat, jembatan ini pun pasti akan sangat membantu masyarakat karena waktu tempuh
Surabaya-Madura bisa dipersingkat. Jika sebelumnya menggunakan feri dibutuhkan waktu sekitar 30 menit,
sekarang dengan menggunakan Suramadu cukup ditempuh lima menit.

Sempat tersendat

Pembangunan Suramadu dalam perjalanannya sempat menemui kendala dana. Terhambatnya pencairan dana
menyebabkan pembangunan approach bridge atau jembatan pendekat sisi Surabaya sepanjang 672 meter
tersendat September 2008. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya menalangi dana pembangunan melalui
Bank Jatim sebesar Rp 50 miliar sebelum dana pinjaman dari Bank Exim of China sebesar 68,9 juta dollar
AS cair.

Studi pembangunan yang kurang sempurna menyebabkan perkiraan biaya pembangunan juga meleset,
seperti tiang pancang jembatan yang awalnya hanya didesain setinggi 45 meter akhirnya bertambah menjadi
sekitar 90 meter. Karena itu, dari estimasi awal nilai kontrak sebesar Rp 4,2 triliun, biaya pembangunan
akhirnya membengkak hingga Rp 4,5 triliun.

Pembiayaan pembangunan Suramadu 55 persen ditanggung pemerintah dan 45 persen sisanya pinjaman dari
China. Dari total biaya pembangunan Suramadu sebesar Rp 4,5 triliun, sekitar Rp 2,1 triliun di antaranya
berutang kepada China. Mahalnya pemikiran dan biaya pembangunan Suramadu diharapkan mampu
menumbuhkan geliat ekonomi Tanah Air, terutama Jawa Timur.

ARMATIM
Armada Indonesia Timur (Armatim) merupakan markas TNI Angkatan Laut yang menjadi pangkalan militer
laut terbesar di Asia Tenggara. Armada itu sebagai pertahanan kedaulatan bangsa dan negara kesatuan
Republik Indonesia serta untuk menguatkan wilayah Indonesia Timur.

Armatim sudah 60 tahun mengabdi kepada negara dan bangsa. Sejak dari zaman perang kemerdekaan
dengan kapal kayu serta persenjataan yang sederhana hingga armada perang yang kinitelah berhasil
melaksanakan berbagai operasi di laut.

Sejumlah kapal perang dari berbagai tipe dan jenis menjadi andalan armada pengamanan di laut. Kapal-kapal
perang itu dibeli dari berbagai negara, seperti Belanda, Rusia, dan Cina.

Untuk menjaga kemampuan dan kesigapan, setiap tahun para prajurit melakukan latihan perang di laut
maupun di darat. Para prajurit juga dibebani tugas patroli laut di wilayah Indonesia Timur.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sudah seharusnya bangsa Indonesia juga memiliki armada laut
yang besar dan canggih agar tidak secuil pun wilayah Ibu Pertiwi diganggu.



WBL
Wisata Bahari Lamongan atau disingkat WBL, adalah tempat wisata bahari yang terletak di Kecamatan
Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tempat wisata ini dibuka sejak soft opening tanggal 14
November 2004. Beberapa wahana unggulan tempat wisata ini antara lain Istana Bawah Laut, Gua
Insectarium, Space Shuttle, Anjungan Wali Songo, Texas City, Paus Dangdut, Tembak Ikan, Rumah Kaca,
serta Istana Bajak Laut.
Obyek wisata ini berada di jalur pantura Surabaya-Tuban, serta berada di dekat sejumlah obyek wisata
andalan di Jawa Timur, diantaranya Gua Maharani, Makam dan Museum Sunan Drajat, Makam Sunan
Sendang Duwur, dan Tanjung Kodok Resort. Tidak jauh dari WBL, sekitar 5 km arah timur, sudah
dioperasikan kawasan berikat yang dikenal dengan Lamongan Shorebase (LS). Sementara itu, sekitar 6
kilometer arah barat terdapat pelabuhan perikanan Nusantara di kecamatan Brondong dengan tempat
pelelangan ikan yang sangat dikenal di Jawa Timur.
Saat ini Wisata Bahari Lamongan diperluas hingga mencakup Gua Maharani. Dimana Gua Maharani
sekarang tidak hanya menjadi tempat wisata Goa saja tetapi telah dikembangkan sebagai tempat rekreasi
kebun binatang (Zoo) yang telah memiliki banyak koleksi binatang. Sehingga Goa Maharani sekarang telah
berubah nama menjadi Maharani Zoo & Goa.
Kini bila jalan - jalan ke pantai tanjung kodok Lamongan, nuansa hiburan dan rekreasi untuk keluarga telah
hadir disana. Pantai tanjung kodok kini disulap menjadi primadona wisata bagi masyarakat Jatim, Wisata
Bahari Lamongan ( disebut juga WBL ) merupakan tempat wisata bernuansa bahari yang berlokasi di jalan
raya Paciran - Lamongan - Jawa Timur - Indonesia. WBL secara resmi dibuka pada tanggal 14 November
2004.

Tanjung kodok kini memiliki trade mark baru yakni Wisata Bahari Lamongan dan dinamakan juga sebagai
Jatim Park II ( Jatim Park I berada di Batu - Malang). Para pengunjung dimanja dengan aneka ragam wahana
wisata, seperti rumah kucing rumah sakit hantu, go -kart, istana bawah laut, moto cross, galeri kapal &
kerang, sarang bajak laut, goa insectarium, tagada, arena ketangkasan, planet kaca, space shuttle, permainan
air, permainan bahari ( sepeda air, kano ), texas city, anjungan wali songo, kolam renang, dan wahana baru
seperti arena pertunjukkan 3D.

Obyek wisata ini dikelola oleh PT Bumi Lamongan Sejati, sebuah perusahaan patungan Pemkab Lamongan
dengan PT Bunga Wangsa Sejati.

WBL buka setiap hari pukul 08.30 hingga 17.00 wib. Harga tiket masuk dibagi dalam 2 kategori, terusan
dengan harga Rp.40.000/orang dan biasa Rp. 25.000/orang.

Pengunjung tak perlu khawatir bila ingin menunaikan ibadah sholat, pihak manajemen WBL telah
menyiapkan masjid di area parkir WBL dan musholla yang terletak di dalam WBL tepatnya di anjungan wali
songo. Pasar hidangan juga telah disiapkan bagi pengunjung yang ingin makan siang.