Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Djumhur (1975), pada umumnya pendidikan diartikan sebagai suatu proses
bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai
kedewasaan !endidikan sebagai suatu proses pertumbuhan dan perkembangan indi"idu yang
berlangsung sepanjang hayat Dalam proses tertentu timbullah interaksi antara indi"idu
dengan lingkungannya baik secara #isik maupun secara sosial kultural
!roses pendidikan dapat bersi#at #ormal maupun non #ormal yaitu pendidikan yang
berada dilingkungan keluarga dan lembaga$lembaga yang bersi#at non #ormal %edangkan
sekolah merupakan lembaga pendidikan #ormal yang mempunyai peranan penting dalam
proses pendewasaan anak dan menjadikannya berguna dalam masyrakat %ekolah sebagai
lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab untuk mengatasi segala kesulitan belajar
yang dihadapi para siswanya %ebagai seorang guru yang baik maka guru tidak hanya
menyampaikan materi yang sesuai tetapi juga harus tanggapan terhadap segala macam
masalah$masalah yang dihadapi oleh siswanya &esar kecilnya hambatan yang dihadapi oleh
siswa merupakan salah satu #aktor tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan tersebut
%ehubungan dengan hal tersebut maka seorang guru harus memberikan layanan bimbingan
terhadap siswa yang mengalami keterlambat dalam belajar
'ayanan bimbingan siswa merupakan salah satu model pemberian bantuan layanan
dan bimbingan kepada siswa sebagai upaya pemberian bantuan pemecahan yang dihadapi
siswa secara e#ekti# dan e#isien, dengan harapan proses belajar mengajar dapat terlaksana
secara optimal
Menyelenggarkan studi kasus adalah salah satu usaha yang bertujuan untuk
memahami siswa sebagai indi"idu dalam penyesuain diri yang baik dan membantu
perkembangan siswa secara optimal agar dapat membantu dalam membentuk peserta didik
yang unggul sesuai amanat (( tentang tujuan )
pendidikan #ormal yang tercantum dalam (( *+ ,o )- ./ )--0, &1& ++ !asal 0 2
3untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
berta4wa kepada tuhan 5ang Maha 6sa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, mandiri,
kreati# dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
!raktik !engalaman 'apangan (!! ) merupakan kegiatan intrakurikuler yang wajib
diikuti oleh seluruh mahasiswa pada 7akultas 8eguruan dan +lmu !endidikan (ni"ersitas
Muhammadiyah Malang sebagai salah satu dari beberapa syarat untuk dapat dinyatakan
sebagai sarjana pendidikan /al ini dimaksudkan untuk menyiapkan dan membentuk serta
merancang calon tenaga pendidik yang pro#essional dan kompeten serta menguasai
kemampuan keguruan yang utuh melalui praktek secara langsung di sekolah yang sudah
ditentukan Dengan adanya program ini, setelah menyelesaikan pendidikannya calon
pendidik diharapkan siap secara mandiri dalam mengemban tugas guru sesuai bidangnya
&erkaitan dengan hal tersebut, dalam menyelenggarakan !rogram !engalaman 'apangan
(!!'), praktikan sebagai calon guru tentunya tidak hanya berkewajiban menyampaikan
materi pembelajaran, mentrans#er pengetahuan tetapi lebih dari pada itu, seorang guru
dituntut untuk memahami kondisi peserta didik dalam penerimaan pembelajaran tersebut
%eorang guru juga dituntut untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan dalam
belajar dan mencarikan pemecahan sebagai jalan keluarnya 9uru diharapkan peka dan
tanggap terhadap masalah yang dihadapi oleh anak didiknya 8arena guru merupakan orang
yang terdekat dengan peserta didik, maka disamping berperan sebagai penyampai materi
pelajaran, seorang guru diharapkan selalu siap membantu siswa yang mempunyai masalah
dengan proses belajarnya Menurut !ro#Dr Made !idarta, pekerjaan mendidik mencakup
banyak hal yang terkait dengan segala sesuatu yang bertalian dengan perkembangan manusia
mulai dari perkembangan #isik, kesehatan, keterampilan, perasaan, kemauan dan sosial
%edangkan menurut Mulyono ()--:) belajar bukanlah sekedar transmisi ilmu pengetahuan
semata sebagai #akta 0
1.2 Pemilihan Kasus
'ayanan bimbingan siswa yang dilaksanakan diutamakan pada siwa yang dianggap
mempunyai masalah yang dapat mengganggu kegiatan belajarnya dan perlu dicarikan
pemecahannya, agar siswa yang bersangkutan sesegera mungkin dapat mengikuti dan
melaksanakan tugas dalam belajarnya dengan hasil yang optimal sesuai dengan yang
diharapkan
(ntuk mendapatkan siswa yang termaksud diatas, selama !!' dan kegiatan mengajar
dikelas penulis mengadakan pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung
1dapun yang mendasari penulis untuk memilih siswa yang bersangkutan sebagai subjek studi
kasus adalah sebagi berikut2
1 8elihatan kurang bersemangat dan pasi# di kelas
1 8urang mempunyai rasa percaya diri saat dikelas
) 8elihatannya kurang dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman sekelas
0 Mempunyai nilai di bawah rata$rata kelas
; 'amban dalam menerima pelajaran yang di sampaikan guru
10 Tujuan Layanan tu!i Kasus
.ujuan studi kasus di sekolah adalah untuk mencapai dan mendapatkan pemahaman
menyuluhan mengenai siswa yang bermasalah sehingga dapat dibuat program bantuan tujuan
studi kasus dapat dibagi menjadi ) yaitu tujuan umum dan tujuan khusus
o .(<(1, (M(M
%ecara umum tujuan studi kasus bertujuan untuk 2
1 (mum memproleh gambaran yang jelas tentang keadaan pribadi siswa yang di anggap
mempunyai masalah belajar
) (ntuk mengetahui penyebab$penyebab dan menerapkan jenis dan si#at kesulitan belajar
serta latar belakang timbulnya masalah yang dihadapi siswa kasus
0 (ntuk memberi bekal pengalaman kepada calon guru agar lebih peka terhadap
permasalahan yang dihadapi siswa dan mampu memecahkannya
o .(<(1, 8/(%(%
%ecara khusus pelaksanan studi kasus bertujuan untuk2
1 Memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi siswa yang mempunyai masalah
) Membantu siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan
0 Membantu siswa memecahkan masalah dan mengembangkan potensi belajar siswa secara
optimal
=
1." #an$aat Layanan tu!i Kasus
8egunaan studi kasus dalam layanan bimbingan siswa disekolah merupakan suatu
upaya dalam membantu siswa yang bermasalah supaya dapat memahami kemampuan dirinya
dan lingkungan dalam usaha untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kasus %elain itu juga
dapat berguna untuk siswa agar mengetahui keadaan diri sendiri dan bisa beradaptasi dengan
lingkungan sekitarnya
%ecara terperinci dapat dijabarkan sebagai berikut 2
1 &agi %iswa
a %iswa dapat memahami karakteristik keribadiannya sendiri
b %iswa mendapatkan bantuan dalam penemuan permasalahan dan jalan pemecahannya
c %iswa dapat memperoleh in#ormasi yang berman#aat untuk meningkatkan prestasi
belajarnya
) &agi >alon 9uru (!raktikan)
!engalaman ini memberikan masukan dan bekal dalam usaha mengatasi masalah yang
dialami siswa yang juga merupakan pengalaman praktis untuk menunjang pro#esionalisme
sebagai guru di masa yang akan datang
0 &agi ?ali 8elas
'ayanan bimbingan siswa bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memahami
peserta didik, mengidenti#ikasi permasalahan @ permasalahan dan jalan pemecahan dalam
rangka membimbing dan membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar
; &agi 8onselor
'aporan bimbingan siswa ini diharapkan untuk bisa dijadikan sebagai solusi alternati#
dalam mengetahui sekaligus memahami siswa yang bermasalah dan penyelesaiannya serta
pemberian bimbingan atas latar belakang penyebabnya sehingga siswa mampu menjadi insan
seutuhnya 7
5 &agi 8epala %ekolah
a &ahan pertimbangan dalam monitoring keadaan siswa dan kemampuan guru, terutama
berkaitan dengan studi kasus
b Merupakan salah satu sumber in#ormasi tentang siswanya, sehingga dapat digunakan
sebagai landasan menentukan kebijaksanaan tentang masalah siswa
= Arang .ua
a Meningkatkan komunikasi antara orang tua dan sekolah sehingga dapat dihindari kesalahan
atau kekeliruan dalam mendidik anak
b Memberikan in#ormasi tentang situasi dan kondisi anaknya disekolah pada umumnya,
sehingga dengan in#ormasi ini orang tua dapat mengendalikan dan membina anaknnya
1.% K&n$i!ensial
!engumpulan data dalam kegiatan studi kasus dilakukan bertujuan untuk memperoleh
in#ormasi yang selengkap$lengkapnya tentang siswa Data siswa baik berupa data pribadi
maupun data lingkungan sangat diperlukan karena akan mempermudah praktikan dalam
membantu siswa
1gar lebih menjaga kerahasiaan identitas siswa dalam menyusun laporan studi kasus
ini, praktikan menggunakan nama #ikti# sebagai pengganti nama asli siswa yang dibantu
dalam menyelesaikan masalahnya %ehingga kerahasiaan identitas siswa yang dibantu untuk
menyelesaikan masalahnya tetap terjaga /al ini tidak terlepas dari kode etik jabatan konselor
yang mana dimaksudkan agar konselor dalam menjalankan tugasnya tetap menjaga standar
mutu dan menghindari adanya penyimpangan
Menurut Munandir (1979) kode etik jabatan konselor adalah terdapat dalam kode etik
no 1 dan ; penyimpangan penggunaan in#ormasi 8ode etik konselor butir 11 adalah2 :
>atatan$catatan tentang diri siswa, yang meliputi data hasil wawancara, testing, surat
menyurat, perekam dan data lainnya, semuanya merupakan in#ormasi yang bersi#at rahasia
dan hanya boleh digunakan untuk kepentingan riset atau pendidikan calon konselor asalkan
identitas siswa dirahasiakan
&utir tersebut diperjelas lagi pada butir 1) yang berbunyi2
!enyampaian in#ormasi mengenai siswa kepada keluarga atau kepada anggota pro#esi
lain hanya boleh dilakukan seiBin siswa !enggunaan in#ormasi tentang siswa yang sama atau
yang lain dapat dibenarkan asalkan untuk kepentingan siswa dan tidak merugikan siswa
8ewajiban konselor untuk memegang rahasia siswa tetap berlaku walaupun konselor tidak
lagi menangani siswa atau tidak lagi berdinas sebagai konselor
&erpijak dari kode etik di atas, maka menjadi kewajiban praktikan untuk tidak
membocorkan dan menjamin kerahasiaan idetitas siswa dengan menuliskan identitas siswa
secara #ikti# dalam laporan ini
8erahasiaan tersebut dimaksudkan supaya siswa merasa dihargai dan dilindungi
dengan aman %elain itu juga menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa dan percaya
terhadap praktikan sehingga nantinya terbina hubungan dengan baik, akrab, hangat, dan
terbuka terhadap praktikan, sehingga siswa tidak merasa dirugikan secara langsung maupun
tidak langsung oleh pihak$pihak yang tidak berkepentingan !enyusunan laporan studi kasus
ini sudah atas kesediaan siswa, sehingga dengan ini siswa tidak merasa dijadikan sebagai
percobaan oleh praktikan dalam melaksanakan tugas studinya
BAB II
LA'ANAN BI#BIN(AN I)A
'ayanan &imbingan memegang peranan penting bagi siswa dalam memecahkan
masalah yang dihadapi sehingga dengan adanya layanan bimbingan, perkembangan siswa
siswa berjalan sesuai harapan &imbingan menurut ,atawijaya (dalam %uganda 2 )--=) yaitu
suatu proses dengan memperhatikan perbedaan indi"idual sehingga ia dapat menjalankan
tahap maju seoptimal mungkin di dalam perkembangannya dan dapat memecahkan
maalahnnya sendiri
'angkah$langkah yang digunakan dalam pengumpulan in#ormasi tentang siswa dalam
studi kasus kesulitan belajar ini yaitu meliputi2 identi#ikasi kasus, sintesis, diagnosis,
prognosis, pemberian bantuan (treatment), dan tindak lanjut (#ollow up) Dalam bab ini akan
diuraikan mengenai identi#ikasi kasus sampai dengan prognosis
2.1 De$enisi Kesulitan Belajar
1kti#itas belajar bagi setiap indi"idu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar
8adang$kadang lancar, kadang$kadang tidak, kadangkadang dapat cepat menangkap apa
yang dipelajari, kadang$kadang terasa amat sulit Dalam hal semangat, terkadang
semangatnya tinggi, tetapi juga sulit untuk mengadakan konsentrasi atau lambat dalam
menerima materi yang disampaikan Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap
anak didik dalam kehidupan sehari$hari dalam kaitannya dengan akti#itas belajar %etiap
indi"idu memang tidak ada yang sama perbedaan indi"idu ini pulalah yang menyebabkan
perbedaan tingkah laku dikalangan anak didik 3dalam keadaan di mana anak didik C siswa
tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan kesulitan belajar
8esulitan belajar merupakan kekurangan yang tidak nampak secara lahiriah 8etidak
mampuan dalam belajar tidak dapat dikenali dalam wujud #isik yang berbeda dengan orang
yang tidak mengalami masalah kesulitan belajar 8esulitan belajar ini tidak selalu disebabkan
karena #actor intelligensi yang rendah (kelaianan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan
karena #aktor lain di luar intelligensi Dengan demikian, +D yang tinggi belum tentu
menjamin keberhasilan belajar Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kesulitan belajar
adalah suatu kondisi proses belajar yang ditandai hambatan$hambatan tertentu dalam
mencapai hasil belajar
Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, kita dihadapkan dengan sejumlah
karakterisktik siswa yang beraneka ragam 1da siswa yang dapat menempuh kegiatan
belajarnya secara lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak
sedikit pula siswa yang justru dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan 8esulitan
belajar siswa ditunjukkan oleh adanya hambatan$hambatan tertentu untuk mencapai hasil
belajar, dan dapat bersi#at psikologis, sosiologis, maupun #isiologis, sehingga pada akhirnya
dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berada di bawah semestinya
2.2 #a*am+#a*am Kesulitan Belajar
8esulitan belajar siswa mencakup pengetian yang luas, diantaranya 2 (a) learning
disorderE (b) learning disfunctionE (c) underachieverE (d) slow learner, dan (e) learning
diasbilities. Di bawah ini akan diuraikan dari masing$masing pengertian tersebut
a Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar
seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan !ada dasarnya, yang
mengalami kekacauan belajar, potensi dasarnya tidak dirugikan, akan tetapi belajarnya
terganggu atau terhambat oleh adanya respons$respons yang bertentangan, sehingga hasil
belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya >ontoh 2 siswa yang
sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate, tinju dan sejenisnya, mungkin akan
mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemahgemulai
b Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak
ber#ungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya
subnormalitas mental, gangguan alat indra, atau gangguan psikologis lainnya >ontoh 2
siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet
bola "olley, namun karena tidak pernah dilatih bermain bola "olley, maka dia tidak dapat
menguasai permainan "olley dengan baik
c Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi
intelektual yang tergolong di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah
>ontoh 2 siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan
tergolong sangat unggul (+D F 10- @ 1;-), namun prestasi belajarnya biasa$biasa saja atau
malah sangat rendah
d Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga
ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang
memiliki tara# potensi intelektual yang sama
e Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa
tidak mampu belajar atau menghindari belajar, sehingga hasil belajar di bawah potensi
intelektualnya
2., Learning Dis&r!er
2.,.1 Learning Dis&r!er
'earning disorder dapat disebut juga kekacauan belajar yaitu keadaan dimana
proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan !ada
dasarnya, yang mengalami kekacauan belajar, potensi dasarnya tidak dirugikan, akan
tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons$respons yang
bertentangan, sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang
dimilikinya >ontoh 2 siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate,
tinju dan sejenisnya, mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang
menuntut gerakan lemah$gemulai
Adapun ciri-ciri anak yang mengalami learning disorder, diantaranya
Daya ingat kurang baik
%ulit dalam mempelajari keterampilan baru
%angat akti# dan tidak mampu menyelesaikan satu tugas atau kegiatan tertentu dengan
tuntas
+mpulsi# (bertindak sebelum berpikir)
%ulit konsentrasi atau perhatiannya mudah teralih
%ering melakukan pelanggaran baik di sekolah atau di rumah
!roblem emosional
Mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau rutinitas tertentu
8esulitan dalam mempelajari pengertian tentang hari dan waktu
Menolak bersekolah
Disamping itu, ada 0 <enis 9angguan dalam learning disorder, yaitu2
!eading Disorder
!ada anak yang mengalami learning disorder, 1da Masalah pada syara# otak
yang mengurus penglihatan, bahasa dan memori, 8esulitan dalam memahami dan
membedakan bunyi (phonological skill), 5ang dilihat 2 ketepatan, kecepatan G
pemahaman dalam membaca, 8esalahan 2 d b (huru# yang terbalik), was menjadi saw
(kata yang terbalik), dan place menjadi palace (penghilangan huru# dalam kata)
Menurut D%M +H$.*2
a !restasi membaca yang diukur dengan tes ketepatan dan pemahaman membaca
indi"idu yang terstandarisasi, hasilnya berada di bawah harapan usia kronologis,
dengan pengukuran inteligensi, dan usia pendidikannya
b 9angguan pada kriteria 1 secara signi#ikan dapat mengganggu prestasi akademik
dan
c <ika muncul keterbatasan (de#icit) pada sensori, kesulitan membaca secara terus$
menerus berhubungan dengan hal tersebut
"athematic Disorder
Menurut D%M$+H .*2
I 8emampuan berhitung (matematika), yang diukur dengan tes indi"idu yang
terstandarisasi, hasilnya berada di bawah harapan usia kronologis, dengan
pengukuran inteligensi, dan usia pendidikannya
I 9angguan pada kriteria 1 secara signi#ikan dapat mengganggu prestasi akademik
dan akti"itas sehari$hari yang memerlukan kemampuan berhitung (matematika)
I <ika muncul keterbatasan (de#icit) pada sensori, kesulitan dalam menghitung
(matematika) secara terus$menerus berhubungan dengan hal tersebut
1danya Dyscalculia, yaitu 8esulitan dalam memahami konsep abstrak dalam
operasi hitung G pemecahan masalah serta 8esulitan dalam memahami angka dan
symbol namun .idak ada masalah dengan +D, #ungsi sensori, perkembangan G emosi
serta 8esulitan dengan "isual$spatial yang &erhubungan dengan syara# otak
#riting Disorder
Menurut D%M$+H .*2
I 8emampuan menulis berdasarkan pengukuran tes indi"idu yang terstandarisasi (atau
pengukuran #ungsi kemampuan menulis), dimana hasilnya di bawah harapan usia
kronologis, dengan pengukuran inteligensi, dan usia pendidikannya
I 9angguan pada kriteria 1 secara signi#ikan dapat mengganggu prestasi akademik
dan akti"itas sehari$hari yang memerlukan keahlian dalam menulis kata$kata
(misalnya menulis kalimat yang benar dan paragraph yang teratur) <ika muncul
keterbatasan (de#icit) pada sensori, kesulitan dalam menghitung (matematika) secara
terus$menerus berhubungan dengan hal tersebut
1danya Masalah pada "isual motor eye$hand coordination yang &iasanya
diikuti dengan masalah perencanaan, e"aluasi diri dan mod#ikasi diri
2." #&ti-asi
%ecara psikologis belajar dapat diartikan sebagai proses memperoleh perubahan
tingkah laku (baik dalam kogniti#, e#ekti#, maupun psikomotor) untuk memperoleh respon
yang diperlukan dalam interaksi dengan lingkungan secara e#isien
Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa belajar adalah suatu tahapan
perubahan tingkah laku indi"idu atau kelompok yang relati# menetap sebagai hasil dari
pengalaman, interaksi dengan lingkungan sekitar yang melibatkan proses kogniti# &elajar
merupakan proses yang berkesinambungan dan mengubah seseorang dalam berbagai cara
!roses belajar terjadi secara internal dan bersi#at pribadi dalam diri siswa
2." Pengertian Kesulitan Belajar
8esulitan belajar adalah kondisi dimana anak dengan kemampuan intelegensi rata$rata
atau di atas rata$rata, namun memiliki ketidakmampuan atau kegagalan dalam belajar yang
berkaitan dengan hambatan dalam proses persepsi, konseptualisasi, berbahasa, memori, serta
pemusatan perhatian, penguasaan diri, dan #ungsi integrasi sensori motorik (>lement, dalam
?einer, )--0)
)5 1nak yang mengalami kesulitan belajar adalah anak yang memiliki gangguan satu atau
lebih dari proses dasar yang mencakup pemahaman penggunaan bahasa lisan atau tulisan,
gangguan tersebut mungkin menampakkan diri dalam bentuk kemampuan yang tidak
sempurna dalam mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja atau
menghitung
2.. Bahasa Inggris
&ahasa +nggris adalah sebuah bahasa yang berasal dari +nggris, merupakan bahasa
utama di &ritania *aya (termasuk +nggris), 1merika %erikat, serta banyak negara lainnya, dan
termasuk rumpun bahasa <ermanik &arat &ahasa ini berawal dari kombinasi antara beberapa
bahasa lokal yang dipakai oleh orang$orang ,orwegia, Denmark, dan 1nglo$%aJon dari abad
ke$= sampai 1- 'alu pada tahun 1-== dengan ditaklukkan +nggris oleh #illiam the
$on%ueror, sang penakluk dari ,ormandia, !erancis (tara, maka bahasa +nggris dengan
sangat intensi# mulai dipengaruhi bahasa 'atin dan bahasa !erancis Dari seluruh kosakata
bahasa +nggris modern, diperkirakan K5-L berasal dari bahasa !erancis dan 'atin
BAB III
Penanganan Kasus
,.1 #et&!e Pengum/ulan Data
Dalam rangka usaha memperoleh data yang akurat tentang diri siswa, penulis dalam
penyusunan studi kasus dan layanan bimbingan siswa ini menerapkan beberapa metode
pengum pulan data sebagai berikut2
1 Metode 1ngket 2
1ngket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan
pada responden untuk mendapat jawaban (Depdikbud21975)
1ngket adalah suatu da#tar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara
tertulis juga ( ?% ?inkel, 19:7)
1ngket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan
komunikasi dengan sumber data ( + Djumhur, 19:5 )
8uesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang tidak
memerlukan kedatangan langsung dari sumber data ( Dewa 8tut %ukardi, 19:0 )
8uesioner adalah suatu da#tar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh
orangCanak yang ingin diselidiki atau responden (&imo ?algito, 19:7)
Metode ini berupa angket isian yang memuat sejumlah pertanyaan guna memperoleh
in#ormasi seputar diri siswa, keluarga dan lingkungannya yang diberikan kepada siswa kasus,
orang tua siswa dan guru wali kelas untuk diisi data yang sebenar$benarnya 9
) Metode +nter"iew C wawancara 2
Metode ini digunakan untuk mengetahui hal$hal yang belum terungkap dalam angket
atau untuk mengecek prosentase keakuratan data angket Metode ini di lakukan terhadap
siswa kasus, teman sekelas, dan guru wali kelas mengenai hal yang rele"an dengan masalah
yang dihadapi siswa kasus
0 %tudi Dokumentasi 2
Dalam hal ini penulis mempelajari, menganalisa serta mena#sirkan data seputar siswa
yang terdapat pada dokumen$dokumen di %M1 ,egeri 7 Malang atau pada guru kelas yang
bersangkutan
; !roblem >hecklist 2
Merupakan suatu da#tar kemungkinan masalah yang pernah atau sedang dialami siswa kasus
5 Abser"asi 2
!enulis mengamati langsung tingkah laku siswa kasus, baik didalam maupun diluar kelas,
serta di lingkungan sekolah
<ika hal yang dapat menghambat pembelajaran dibiarkan, maka tentu tujuan proses belajar
mengajar tidak akan pernah tercapai /arapan agar anak mereka menjadi anak yang pandai,
mendapatkan nilai yang baik di sekolah menambah kesedihan mereka ketika melihat
kenyataan bahwa anak$anak mereka kesulitan dalam belajar
&erdasarkan gambaran tersebut diatas , maka dalam penyusunan studi kasus dan
layanan bimbingan siswa ini akan dibahas tentang masalah yang dihadapi oleh siswa dalam
hal ini siswa %M1 ,egeri 7 Malang, <awa .imur
'ayanan &imbingan memegang peranan penting bagi siswa dalam memecahkan masalah
yang dihadapi sehingga dengan adanya layanan bimbingan, perkembangan siswa siswa berjalan
sesuai harapan &imbingan menurut ,atawijaya (dalam %uganda 2 )--=) yaitu suatu proses dengan
memperhatikan perbedaan indi"idual sehingga ia dapat menjalankan tahap maju seoptimal mungkin
di dalam perkembangannya dan dapat memecahkan maalahnnya sendiri
'angkah$langkah yang digunakan dalam pengumpulan in#ormasi tentang siswa dalam studi
kasus kesulitan belajar ini yaitu meliputi2 identi#ikasi kasus, sintesis, diagnosis, prognosis, pemberian
bantuan (treatment), dan tindak lanjut (#ollow up) Dalam bab ini akan diuraikan mengenai
identi#ikasi kasus sampai dengan prognosis
,.2 I!enti$ikasi Kesulitan Belajar
.ujuan dari identi#ikasi kasus adalah untuk menentukan siswa yang mendapat
masalah belajar dan yang memerlukan bantuan atau penanganan untuk meningkatkan
moti"asi atau hasil belajarnya Dalam melaksanakan kegiatan ini, maka peserta praktikan
berusaha untuk mengumpulkan in#ormasi$in#ormasi yang berkaitan dengan siswa yang
mempunyai masalah yang membuat belajar tidak optimal tersebut agar dapat ditentukan letak
permasalahan yang dialami oleh siswa tersebut
Dalam identi#ikasi kasus ini penulis menggunakan berbagai cara sebagai berikut2
1 Memperhatikan siswa atau siswi di dalam kelas ketika kegiatan belajar mengajar
berlangsung /al ini meliputi akti"itas siswa selama 8&M khususnya pada mata pelajaran
Matematika
) Mengamati siswa atau siswi yang kurang serius
0 Mencari in#ormasi mengenai siswa yang dianggap mempunyai masalah belajar kepada
beberapa guru mata pelajaran yang mengajar kelas siswa yang bersangkutan
; Melakukan wawancara dan pendekatan secara pribadi kepada siswa yang bersangkutan
untuk mendapatkan keterangan$keterangan yang dapat menunjukkan permasalahan yang
dihadapi oleh siswa yang meliputi masalah belajar, keluarga, dan lain$lain yang dianggap
perlu
5 Mengumpulkan dokumentasi yang berisi data siswa, yaitu da#tar nilai ulangan dan tugas
siswa, buku pedoman tata tertib siswa, da#tar presensi, maupun rapor %M! (karena siswa
belum mempunyai rapor %M1) untuk dipelajari guna mendapatkan in#ormasi tentang siswa
yang lebih lengkap
= Memberikan 4uestioner untuk diisi oleh siswa Duestioner terdiri dari identitas siswa, dan
da#tar check masalah (D>M) yang masing$masing berisi da#tar pilihan permasalahan$
permasalahan yang umumnya dihadapi oleh siswa %M1 yang diklasi#ikasikan kedalam
beberapa aspek dan dipilih oleh siswa jika sesuai dengan keadaanCkondisi dirinya Duestioner
diberikan kepada sekelompok siswa yang terdiri atas beberapa siswa yang dianggap ada
masalah belajar kemudian diteliti dan dicocokkan dengan keterangan$keterangan yang telah
diperoleh sebelumnya baik melalui pengamatan, wawancara dengan siswa, maupun
keterangan dari pihak lain misalnya beberapa guru mata pelajaran
&erdasarkan data yang dijaring dan teknik atau metode yang dilaksanakan dapat diperoleh
data sebagai berikut2
I. Data berdasarkan observasi
&erdasarkan obser"asi (pengamatan) yang telah dilakukan terhadap siswa baik ketika dalam
kegiatan 8&M di kelas maupun di luar kelas dapat diuraikan sebagai berikut 2
1 !ada saat kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Matematika berlangsung siswa
cenderung diam, tidak rame dan tidak usil seperti teman$temannya yang lain
) %iswa rajin mencatat materi pelajaran yang ada di papan tulis
0 %iswa rajin masuk sekolah, dan jarang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah
1)
; .idak pernah mengajukan pertanyaan kepada guru mata pelajaran atau teman yang lain
apabila ada ketidakpahaman terhadap materi pembelajaran yang diberikan Dalam kata lain
siswa pasi#
5 8elihatan mengantuk dan melamun pada saat kegiatan belajar berlangsung
= 8etika ditanya oleh guru bahwa apakah memahami materi yang telah dipelajari di kelas,
siswa memberikan jawaban sejak materi pertama tidak memahami sehingga materi yang
disampaikan pada saat dikelas ketika itu pun juga tidak dipahami dengan baik
7 Dalam mengerjakan soal ulangan harian ataupun (.% mata pelajaran Matematika siswa
selalu hanya mengerjakan tidak lebih dari 5-L dari jumlah soal yang diberikan sehingga nilai
yang dicapai selalu kurang dari 88M yang telah ditentukan sebesar 75
: %iswa sering ijin ke kamar kecil ketika mengikuti pelajaran di kelas
II. Data berdasarkan wawancara
1 Di rumah tidak pernah belajar meskipun hari besok ada ulangan atau ujian kecuali pada
saat ada guru les yang datang ke rumah
) %iswa mengikuti bimbingan belajar tambahan berupa les pri"at mata pelajaran 7isika dan
Matematika masing$masing satu kali dalam seminggu dengan durasi tiap pertemuan 9-
menit
0 %iswa gemar membaca, tetapi hanya gemar dan tertarik untuk membaca komik dan tidak
pernah tertarik untuk membaca buku pelajaran sekolah
; 8etika ada tugas rumah sering tidak menyelesaikannya
5 %iswa bisa dan mau belajar apabila ada yang membimbing belajarnya atau ada teman yang
mengajaknya belajar bersama .etapi bimbingan belajar hanya pada mata pelajaran 7isika
dan Matematika saja sedangkan yang lain tidak, serta tidak pernah ada teman yang
mengajaknya belajar kelompok
= Dalam suatu kelompok atau komunitas yang diikutinya baik dalam komunitas kelas,
kelompok belajar dan lain$lain siswa tidak pernah menjadi ketua atau pemimpin dalam tim
tetapi hanya selalu menjadi anggota karena tidak mempunnyai kepercayaan diri untuk
memimpin teman$temannya dan selalu merasa mempunyai kemampuan di bawah teman$
temannya yang lain
7 'ebih banyak menghabiskan waktu$waktunya di rumah untuk main 3gameM dan membaca
komik
: <arang bermain keluar rumah dan lebih banyak berada di rumah kecuali pada hari libur
!ada hari libur siswa biasanya bermain ke rumah teman$teman atau ke tempat rekreasi
9 Arang tua tidak memantau kegiatan dirinya dengan baik, karena kedua orang tua sibuk
dengan pekerjaannya masing$masing 1yah bekerja sehari penuh di tokonya sampai malam
hari, sementara ibunya bekerja di <akarta yang tidak rutin pulang menengok siswa yang
bersangkutan /al ini menyebabkan siswa merasa kurang perhatian dan menjadi tiak nyaman
berada di rumah
1- %ang ayah sering menegur dirinya untuk belajar tetapi tidak ada pemantauan, sehingga
siswa berhenti belajar jika sang ayah sudah beralih perhatian ke lain hal
11 .idak punya pilihan untuk menentukan pilihan jurusan ketika kenaikan kelas, tetapi
hanya pasrah akan ditempatkan di jurusan apa saja
1) Mempunyai cita$cita menjadi seorang pengusaha
10 %iswa tidak tahu apa yang harus dilakukan supaya cita$citanya tersebut dapat tercapai
.etapi jika tidak mampu mempunyai usaha sendiri, siswa berkeinginan untuk meneruskan
usaha ayahnya yaitu berupa toko
III. Gambaran diri siswa
1 &erbadan gemuk
) .idak suka membuat gaduh di kelas
0 %iswa ini relati# pasi# dan kelihatan tidak mempunyai kepercayaan diri untuk unjuk diri di
depan teman$teman sekelas
; %ering melamun dan cuek ketika teman$temannya bergurau dan mengantuk pada saat
pelajaran
5 8emampuan akademiknya terutama pelajaran matematika tergolong rendah, nilai ulangan
harian maupun ujian tengan semester tidak pernah mencapai 88M
= *ajin masuk kelas dan belum kelihatan melakukan pelanggaran tata tertib sekolah, tetapi
sering meminta iBin ke kamar kecil ketika pelajaran
7 <ika diajak ngobrol oleh guru praktikan siswa ini cukup komunikati# dan merespon
pernyataan$pernyataan yang dilontarkan oleh guru praktikan dengan baik
: %iswa malas belajar dirumah dan hampir tidak pernah belajar jika tidak ada yang
membimbingnya
,., I!enti$ikasi 0akt&r Penye1a1 Kesulitan Belajar
,." Diagn&sis
Diagnosis adalah tahap menginterpretasikan data yang diperoleh dari menganalisis serta
merangkum data atau dalam kata lain menentukan letakCtitik kesulitan dan hambatan belajar
yang dialami siswa yang nantinya dijadikan dasar dalam pembuatan prediksi terhadap
masalah yang dihadapi siswa kasus !ada tahap ini ada dua langkah yang harus dilakukan
yaitu identi#ikasi masalah dan mencari penyebab timbulnya masalah yang meliputi #aktor dari
dalam diri siswa (intrinsik) dan #aktor dari luar diri siswa (ekstrinsik)
1 7aktor dari dalam diri siswa (intrinsik) 2
$ .idak mempunyai kemauan untuk belajar di rumah
$ .idak pernah belajar meskipun akan ada ulangan atau ujian di sekolah
$ &elum menyadari akibatnya kalau di rumah siswa tidak belajar, hanya mengabaikan dan
pasrah apabila mendapat skor ulangan atau ujian yang jelek
$ %iswa tidak mempunyai manajemen waktu yang baik sehingga waktu di rumah hanya
banyak terbuang sia$sia
$ 8egiatan kesehariannya di rumah adalah bermain game dan membaca komik
$ .idak mempunyai tujuan dan arah yang jelas untuk masa depannya
$ !unya cita$cita tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai cita$citanya
tersebut
)1
) 7aktor dari luar siswa (eksternal) 2
$ 8esibukan orang tua dan saudara laki$lakinya pada pekerjaan membuat siswa merasa
kurang mendapat perhatian dan menjadi tidak bersemangat
$ 9uru les tersedia tidak untuk semua pelajaran tetapi hanya pelajaran matematika dan #isika
saja, sehingga selain pelajaran yang ada guru lesnya hampir tidak pernah dipelajari di rumah
,.% Pr&gn&sis
!rognosis adalah langkah melakukan dugaanCprediksi terhadap kemungkinan$kemungkinan
yang akan terjadi atau dialami oleh siswa apabila permasalahan$permasalahan yang dihadapi
siswa saat ini tidak segera mendapatkan bantuan atau jika segera diberikan bantuan
.ujuannya adalah untuk memudahkan dalam menentukan bantuan yang diberikan kepada
siswa atas masalah yang dialaminya
Dengan memperhatikan keterangan$keterangan dan data$data yang telah diperoleh pada
langkah sebelumnya, diprediksi akan terjadi hal$hal seperti di bawah ini apabila masalah
siswa tidak segera ditangani yang mana hal$hal berikut akan berdampak negati# terhadap
kelangsungan proses belajar siswa 2
1 8ebiasaannya dirumah yang hampir keseluruhan waktunya dihabiskan untuk bermain
game dan membaca komik akan dapat semakin membunuh minat siswa untuk belajar
) ,ilai ulangan harian dan jenis ujian yang lain tidak mengalami peningkatan yang
diakibatkan karena tidak pernah belajar meskipun ada ujian
0 1pabila tetap tidak ada minat belajar terhadap pelajaran sekolah, siswa akan selalu
ketinggalan dalam memahami bahan pelajaran dan tidak dapat mengikuti pelajaran pada
jenjang selanjutnya dengan baik karena tidak ada pendalaman dasar tentang suatu konsep
; %emakin menurunnya hasil belajar siswa, karena semakin bertambah jenjang dan lama
belajar maka tingkat kesulitan materi pelajaran juga semakin tinggi
5 1kan selalu bergantung kepada pembimbing (guru les) untuk dapat dan mau belajar karena
tidak mungkin setiap saat guru les bisa hadir menemani belajar
))
= %iswa tidak dapat memiliki keberanian dalam bertanya atau mengungkapkan pendapat di
dalam kelas, serta tidak mempunyai jiwa kepemimpinan
7 .idak dapat memanajemen waktu
: .idak mampu menentukan arah masa depannya, sehingga selalu pasrah pada keadaan yang
akan diterimanya nanti
,amun apabila masalah siswa tersebut segera ditangani atau diberikan bimbingan, maka
kemungkinan akan terjadi perubahan$peubahan positi# sebagai berikut 2
1 ?aktu siswa selama di rumah yang digunakan untuk bermain game dan membaca komik
akan dapat terkurangi dan digunakan untuk akti"itas yang lain
) 1da sedikit kemauan untuk belajar sedikit demi sedikit meskipun harus selalu
mendatangkan guru les maupun dengan belajar sendiri
0 <ika siswa telah mau belajar, materi pelajaran yang belum dipahami oleh siswa dapat
dipelajari kembali sehingga kemungkinan bahwa siswa ketinggalan materi pelajaran dapat
ditanggulangi
; %iswa akan dapat menerima materi pelajaran baru yang diberikan oleh guru dengan baik
karena dengan belajar di rumah siswa akan mendapatkan pengetahuan awalCdasar tentang
suatu materi pelajaran
5 .idak selamanya menggantungkan guru les untuk belajar apabila siswa secara perlahan$
lahan mempunyai kemauan untuk belajar sendiri
= %iswa akan sedikit memiliki keberanian dalam bertanya atau mengungkapkan pendapat di
dalam kelas, dan juga mempunyai jiwa kepemimpinan
7 Dapat berlatih untuk mengelola waktunya
: 1kan dapat merumuskan arah masa depan dan dapat menentukan pilihan$pilihan yang
harus dipilihnya di masa depan, sehingga tidak selalu pasrah
,.. Pem1erian Bantuan Belajar
2T3EAT#ENT4
'ayanan bimbingan mengarah kepada bantuan yang diberikan kepada seseorang agar ia dapat
mengambil keputusan sendiri (%uganda 2 )--=) .ujuan dari tahap pemberian bantuan ini
adalah untuk memberikan bantuan kepada siswa agar dapat menyelesaikan masalah kesulitan
belajarnya sehingga dapat mencapai hasil yang optimal dan penyesuaian yang sehat
%etelah menganalisis gejala kesulitan$kesulitan yang dialami siswa hingga merangkumnya
dalam sebuah diagnosis, maka langkah selanjutnya adalah melaksanakan langkah inti yaitu
pemberian bantuan (treatment&.
A. 3en*ana Bantuan
1 Masalah ketidakmauan belajar
a Memberikan wawasan dan kesadaran kepada siswa tentang pentingnya belajar bagi siswa
%M1
b Mengajak siswa memikirkan tentang akibat kalau tidak belajar dan man#aat atau hasil jika
siswa mau belajar
c Mendorong siswa agar sebisa mungkin bisa belajar, dengan cara mau mencari teman
belajar selain belajar dengan guru lesnya
d Membantu membentuk kelompok belajar dengan teman$temannya dalam satu kelas
) Masalah pengaturanCmanajemen waktu
a %iswa disediakan lembar daily schedule
b %iswa diminta menyusun jadwal kegiatan sehari$harinya dalam lembar daily schedule yang
terdiri dari jadwal harian senin @ kamis, jadwal harian jumNat dan sabtu, serta jadwal harian
minggu
c Memeriksa jadwal kegiatan yang telah dibuat oleh siswa untuk diperiksa kesesuaiannya
d Membuat analisis bersama$sama siswa tentang daily schedule yang telah dibuat siswa
);
e Daily schedule yang telah dibuat tersebut diminta untuk ditempelkan di kamar siswa dan
diminta untuk mencoba mentaatinya
# %iswa diminta mencatat ketidaksesuaian antara jadwal yang telah dibuat dengan yang telah
dikerjakan sebenarnya
g Mengontrol kesesuaian jadwal yang telah disusun dengan yang telah dikerjakannya melalui
catatan siswa serta pengamatan
0 Masalah cita$cita dan masa depan
a Memberikan pengertian kepada siswa bahwa segala sesuatu memerlukan perencanaan
termasuk akti"itas yang akan dilakukan hari ini, hari besok, pekan depan, bulan depan,
beberapa bulan kemudian, serta kehidupan di masa yang akan datang
b Membangkitkan pemikiran siswa mengenai masa depannya dengan memberikan 3lembar
impiankuM
B. Bantuan yang telah !i1erikan
1 Masalah 8etidakmauan &elajar
a Memberikan wawasan kepada siswa tentang pentingnya belajar bagi siswa %M1
b Mengajak siswa memikirkan tentang akibat kalau tidak belajar dan man#aat atau hasil jika
siswa mau belajar
c Mendorong dan membantu siswa tentang cara untuk mendapatkan teman belajar supaya
siswa bisa belajar
) Masalah pengaturanCmanajemen waktu
a %iswa disediakan lembar daily schedule
b %iswa diminta menyusun jadwal kegiatan sehari$harinya dalam lembar daily schedule yang
terdiri dari jadwal harian senin @ kamis, jadwal harian jumNat dan sabtu, serta jadwal harian
minggu
c Memeriksa jadwal kegiatan yang telah dibuat oleh siswa untuk diperiksa kesesuaiannya
d Membuat analisis bersama$sama siswa tentang daily schedule yang telah dibuat siswa
)5
e Daily schedule yang telah dibuat tersebut diminta untuk ditempelkan di kamar siswa dan
diminta untuk mencoba mentaatinya
# %iswa diminta mencatat ketidaksesuaian antara jadwal yang telah dibuat dengan yang telah
dikerjakan sebenarnya
; Masalah cita$cita dan masa depan
a Memberikan pengertian kepada siswa bahwa segala sesuatu memerlukan perencanaan
termasuk akti"itas yang akan dilakukan hari ini, hari besok, pekan depan, bulan depan,
beberapa bulan kemudian, serta kehidupan di masa yang akan datang
b Membangkitkan pemikiran siswa mengenai masa depannya dengan memberikan 3lembar
impiankuM dan diisi oleh siswa
5. Bantuan yang 1elum !i1erikan
1da beberapa rencana pemberian bantuan kepada siswa yang belum dilakukan, yaitu yang
pertama, membantu membentuk kelompok belajar dengan teman$temannya dalam satu kelas
/al ini belum terlaksana karena kesulitan dalam mencari teman$teman yang berminat belajar
kelompok dan tempat tiggalnya berdekatan dengan tempat tinggal siswa
5ang kedua, mengontrol kesesuaian jadwal yang telah disusun dengan yang telah
dikerjakannya melalui catatan siswa serta pengamatan *encana kedua ini tidak terlaksana
karena keterbatasan waktu praktikan melakukan !!', sehingga pemberian bantuan terputus
,." Treatment
!emberian &antuan ('reatment) merupakan langkah tindak lanjut dari kegiatan
prognosa yang bertujuan agar siswa dapat mengatasi kesulitannya, sehingga dapat dicapai
hasil belajar yang optimal sesuai dengan kemampuannya !ada dasarnya pemberian bantuan
hanyalah memberi alternati# pemecahan kepada siswa, namun yang berhak mengambil
keputusan adalah siswa sendiri (ntuk keperluan tersebut dilakukan pendekatan terhadap
siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung
.ujuan dari tahap pemberian bantuan ini adalah untuk memberikan bantuan kepada
siswa agar dapat menyelesaikan masalah kesulitan belajarnya sehingga dapat mencapai hasil
yang optimal dan penyesuaian yang sehat
%etelah diketahui masalah siswa, #aktor$#aktor penyebab timbulnya masalah serta
kemungkinan jika masalah siswa diatasi atau tidak diatasi maka langkah selanjutnya adalah
melaksanakan langkah inti yaitu pemberian bantuan (treatment&.
1 !erencanaan !emecahan Masalah
Menumbuhkan moti"asi belajar siswa yaitu2 memberikan moti"asi bahwa setiap
manusia harus mempunyai kemampuan sendiri sehingga kita harus selalu percaya
akan kemampuan kita sendiri, selalu berusaha untuk cepat memahami dan
berkonsentrasi penuh saat pelajaran di kelas dan memulainya dengan berdoa dan
menyerahkan semuanya kepada .uhan 5ang Maha 6sa sehingga pada saat belajar
tidak ada beban yang mengganjal pikirannya, berusaha meyakinkan diri bahwa
kita sebenarnya mampu menguasai pelajaran dengan cepat apabila selalu
berusaha, menyarankan serta membantu siswa dalam menyusun jadwal belajar
dan meminta siswa kasus berusaha untuk disiplin menjalankannya %elain itu ada
satu hal yang perlu dirubah siswa yaitu menghilangkan si#at minder atau tidak
percaya diri saat di kelas dengan cara menunjukkan hal$hal positi# yang
dimilikinya
>ara belajar yang baik, yaitu dengan2 membaca bahan pelajaran setiap pulang
sekolah yaitu mengulangi pelajaran yang diberikan di sekolah dengan cara belajar
mengerjakan latihan soal sedikit demi sedikit sehingga jika sewaktu$waktu
diadakan ulangan tidak perlu membaca secara keseluruhan tetapi hanya untuk
mengingatkan bahan yang belum dipahami dan cara ini untuk menghilangkan
sistem belajar kebut semalam, selain itu berusaha memahami pelajaran dan
apabila ada yang kurang dimengerti siswa bisa langsung bertanya kepada guru
atau teman yang lebih tahu dan tidak menunda$nunda tugas yang telah diberikan
oleh guru
Meman#aatkan waktu, dengan cara2 meman#aatkan waktu luang dengan membaca
buku pelajaran untuk memehami materi yang belum dimengerti serta
membiasakan memilih pergaulan yang positi# dan membangun
Mengubah sikap melanggar tata$tertib, cuek, dan malas, dengan cara2 selalu
komitmen terhadap masa depan dan cita$cita, akan mengarahkan langkah dan
pikiran hidup kita ke arah hal$hal yang positi#
Menjelaskan kepada siswa tentang pentingnya menguasai &ahasa +nggris terhadap
masa depannya nanti ketika terjun dalam pekerjaan maupun ketika sedang
mencari pekerjaan
) !emberian bantuan yang telah terlaksana
!enulis telah melaksanakan beberapa pemecahan masalah yang dihadapi oleh
siswa, yaitu melalui menumbuhkan moti"asi belajar siswa, memberi tahu bagaimana
cara belajar yang baik serta bagaimana cara meman#aatkan waktu luang yang dimiliki
oleh siswa seperti yang sudah dijelaskan diatas
0 !emberian bantuan yang belum terlaksana
Mengingat permasalahan yang dialami siswa cukup kompleks dan terbatasnya
waktu penulis dalam menyelesaikan laporan layanan bimbingan siswa ini, maka
masih ada pemberian bantuan yang belum terlaksana Aleh karena itu untuk
memecahkan masalah yang dihadapi siswa, dibutuhkan kerjasama dengan berbagai
pihak diantaranya2
9uru, baik guru mata pelajaran, wali kelas ataupun guru &8 diharapkan
memberikan moti"asi pada siswa supaya lebih giat belajar, semangat dan
komitmen dalam menggapai cita$cita, tetap percaya diri, dan selalu merasa yakin
kalau kemampuannya tidak beda dengan teman sekelasnya
Arang tua, diharapkan memberikan perhatian dan dukungan penuh dalam
berbagai kegiatan yang dilakukan anaknya terutama dalam membantu kegiatan
belajar anak di rumah
,.% 0&ll&6+u/
%etelah keseluruhan langkah diatas dilaksanakan maka langkah selanjutnya adalah
menge"aluasi e#isiensi dan e#ekti#itas layanan bimbingan yang telah diberikan .ujuan
layanan bimbingan sudah tercapai atau belum, mengetahui hambatan$hambatannya serta
memikirkan langkah$langkah untuk memperbaikinya
Metode$metode yang biasa digunakan dalam langkah #ollow up antara lain penilaian
hasil belajar, wawancara dan obser"asi hasil perubahan yang ada pada dalam diri siswa kasus
setelah mendapat bimbingan
Mengingat pelaksanaan waktu !!' yang terbatas, maka keberhasilan layanan
bimbingan ini tidak dapat diamati secara langsung setelah siswa diberikan layanan
bimbingan, maka untuk langkah #ollow$up tersebut maka pihak penulis serahkan kepada
pihak$pihak sekolah umumnya dan pihak &8 khususnya
BAB I7
PENUTUP
A. Kesim/ulan
&erdasarkan hasil perkiraan dan identi#ikasi alternati# pemecahan pada &ab ++ dan
&ab +++, maka ada beberapa rekomendasi yang dapat dijadikan alternati# tindakan yang
ditempuh untuk melaksanakan pemecahan
!endekatan dan strategi serta program yang berbeda pada tiap siswa akan menjadi
lebih baik bagi siswa, sehingga akan dapat menerima pengajaran yang tepat sesuai dengan
kondisinya(ntuk memahami siswa, maka diperlukan adanya diagnosis terlebih dahulu
8erjasama antar berbagai pihak dan saling terbuka untuk berkomunikasi, tidak kalah
pentingnya dalam tercapainya tujuan yang diharapkan
Dari paparan data dan pembahasan diatas dapat diperoleh kesimpulan tentang subyek,
adalah sebagai berikut2
) .idak pernah belajar meskipun akan ada ulangan atau ujian di sekolah dengan alasan malas
karena belum menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai prasyarat untuk
mengikuti pelajaran atau tingkat pendidikan tertentu
0 &elum menyadari akibatnya kalau di rumah siswa tidak belajar, hanya mengabaikan dan
pasrah apabila mendapat skor ulangan atau ujian yang jelek
; %iswa tidak mempunyai manajemen waktu yang baik sehingga waktu di rumah hanya
banyak terbuang sia$sia
5 8egiatan kesehariannya di rumah adalah bermain game dan membaca komik
= .idak mempunyai tujuan dan arah yang jelas untuk masa depannya
7 !unya cita$cita tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai cita$citanya
tersebut
/al$hal tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar karena kurangnya
minat dan moti"asi untuk belajar, selain itu siswa tidak mau bertanya apabila ada mata
pelajaran yang kurang dimengerti Disamping itu, siswa sering )7
malas belajar, sering merasa mengantuk dan kurang berkonsentrasi dalam pelajaran
<adi, bantuan yang diberikan kepada siswa bertujuan untuk membantu menyelesaikan
masalah belajar di sekolah, masalah kebiasaan belajar, masalah pergaulan social, dan masalah
manajemen waktu
Dan akhirnya, hasil yang diperoleh setelah diberi bantuan yaitu siswa mulai
memperhatikan penjelasan dari guru pada waktu pelajaran dan hasil pelajaran pada bidang
studi matematika si siswa meningkat dari pada yang sebelumnya
B. aran
&erdasarkan hasil pemberian studi kasus kesulitan belajar siswa ini, penulis
memberikan beberapa saran antara lain2
1 %aran bagi pihak sekolah
/endaknya pihak sekolah lebih memperhatikan siswanya lagi dalam menghadapi
masalah atau problem dan dapat membantu memecahkan jika masalah atau problem tersebut
masih dapat terbantu
) %aran &agi !elaksanaC !enulis %elanjutnya
8onselor hendaknya sesegera mungkin menindaklanjuti siswa dan permasalahannya
atas dasar studi kasus ini, sehingga perubahan siswa semakin optimal dan studi kasus ini
semakin maksimal
8onselor hendaknya melaksanakan pelancaran instrument testing untuk
memperlengkap data siswa, sehingga data siswa yang terkumpul lebih komprehensi#
8onselor harus dapat menjaga kode etik jabatan terutama berkaitan dengan
penggunaan data dari studi kasus ini, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, terutama
siswa
; %aran &agi Arang tua %iswa atau ?ali Murid
Arang tua siswa hendaknya mengajak siswa untuk tinggal bersama keluarga sehingga
terjalin komunikasi yang e#ekti# dan memudahkan kontrol terhadap siswa Arang tua siswa
hendaknya meningkatkan hubungan komunikasi yang e#ekti# dengan siswa sehingga siswa
dapat berkembang secara optimal Arang tua siswa hendaknya lebih memperhatikan
kebutuhan siswa terutama kebutuhan psikis, sehingga didapat pemahaman tentang siswa
untuk mencegah permasalahan yang dialami siswa semakin melebar
5 %aran &agi siswa
%iswa hendaknya lebih bisa kooperati# dengan praktikan, konselor ataupun orang$
orang yang dapat membantu pemecahan masalah siswa sehingga memudahkan proses
penyelesaiaan masalah
%iswa hendaknya memulai akti#itas belajar di sekolah dengan niat yang baik,
belajarlah untuk mendengarkan saran guru dan teman sehingga proses pembelajaran
berlangsung dengan nyaman /ilangkan perilaku$perilaku amoral yang biasa dilakukan di
dalam kelas sehingga kamu lebih dihargai oleh teman dan guru
DA0TA3 PUTAKA
Djumhur + dan Moh %urya 1975 (imbingan dan )enyuluhan di Sekolah *+uidance and
$onselingt& &andung 2 >H +lmu
!ro# Dr Made !idarta Landasan )endidikan , stimulus ilmu pendidikan bercorak
-ndonesia.!ineka $ipta <akarta2 1nggota +81!+
%uganda, /1M )--= /urnal )entingnya Layanan (imbingan untuk "eningkatkan
"otivasi (ela0ar Siswa.
Mulyono, M1 )--: "ana0emen Administrasi dan 1rganisasi )endidikan, 1r$ruBB Media
Makmun, 1bin %yamsudin 1975 )rinip-prinsip Diagnostik 2esulitan (ela0ar. &andung 2
<urusan &! 78+! +8+! &andung