Anda di halaman 1dari 12

PENGAMATAN VIRUS PADA BAKTERI DENGAN METODE PLAQUE

Oleh :
Nama : Azmiel Azhari
NIM : B1J011081
Kelomo! : "
Rom#o$%a$ : I
A&i&i'e$ : Si&!a Dama(a$'i
)APORAN PRAKTIKUM VIRO)OGI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDA*AAN
UNIVERSITAS JENDERA) SOEDIRMAN
+AKU)TAS BIO)OGI
PUR,OKERTO
-01"
I. PENDA/U)UAN
A. )a'ar Bela!a$%
Virus berasal dari bahasa Yunani yaitu venom yang berarti racun. Umumnya
virus merupakan elemen genetik yang mengandung salah satu asam nukleat yaitu
asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA) yang dapat berada
dalam dua kondisi yang berbeda yaitu secara intraseluler dalam tubuh inang dan
ekstrseluler di luar tubuh inang. !artikel virus secara keseluruhan ketika berada di
luar inang yang terdiri dari asam nukleat yang dikelilingi oleh protein dikenal dengan
nama virion. Virus dapat bertindak sebagai agen penyakit dan agen pe"aris si#at.
Virus sebagai agen penyakit memasuki sel dan menyebabkan perubahan$
perubahan yang membahayakan bagi sel yang akhirnya dapat merusak atau
bahkan menyebabkan kematian pada sel yang diin#eksinya sebagai agen pe"aris
si#at virus memasuki sel dan tinggal di dalam sel tersebut secara permanen.
!artikel virus di luar sel inang tidak mempunyai kegiatan metabolik yang
mandiri. !erbanyakan virus berlangsung dengan replikasi yaitu protein virus
beserta komponen$komponen asam nukleatnya bereproduksi di dalam sel$sel inang
yang rentan. %angkah$langkah in#eksi virus secara garis besar yaitu& (') pelekatan
atau adsorpsi (() penentrasi dan pelepasan selubung ()) replikasi dan biosintesis
komponen (*) perakitan dan pematangan dan (+) pembebasan.
!endeteksian adanya virus dapat menggunakan mikroskop elektron
langsung !,R pelacak DNA dan metode Plaque. Plaque assay sering digunakan
karena lebih mudah dan sederhana. Virus yang memulai in#eksinya pada sel inang
selan-utnya akan menyebabkan terbentuknya plaque atau .ona lisis atau .ona
hambat ("ilayah yang terang pada lapisan sel inang yang ditumbuhakan dalam
media agar).
B. T010a$
/u-uan praktikum pengamatan virus pada bakteri dengan metode plaque
adalah untuk mengetahui ada tidaknya virus pada sampel yang melisiskan sel
bakteri yang terlihat dari .ona -ernih atau adanya plaque yang terbentuk di dalam
media pertumbuhan yang tetlah diinokulasikan sampel dan bakteri 0. coli.
II. MATERI DAN METODE
A. Ma'eri
Alat$alat yang digunakan antara lain botol kaca steril ca"an petri cotton
bud steril pembakar spirtus alkohol korek api wrapper, label pipet ukur ' ml filler
druglasky dan inkubator.
1ahan$bahan yang digunakan yaitu media NA (Nutrient Agar) dan air sampel
(limbah cair kotoran sapi kambing kelinci dan ayam).
B. Me'o2e
'. 2ampel dari limbah cair ternak yang diduga mengandung virus dimasukkan ke
dalam botol sampel steril.
(. 3edia pertumbuhan bakteri (NA) disiapkan.
). 2ampel air diambil sebanyak 4.' ml dengan menggunakan pipet ukur steril dan
diinokulasikan secara aseptis ke dalam medium NA yang telah disiapkan.
*. 2ampel air diratakan di permukaan media dengan menggunakan drugalsky.
+. ,a"an petri diwrapping lalu diberi label kontrol dan sampel limbah yang digunakan.
5. 6solat cair E. coli diinokulasi ke dalam ca"an petri kedua lalu dilawn.
7. 2ampel air diambil sebanyak 4.' ml dengan menggunakan pipet ukur steril dan
diinokulasikan secara aseptis ke dalam medium NA yang telah disiapkan.
8. 2ampel air diratakan di permukaan media dengan menggunakan drugalsky.
9. ,a"an petri diwrapping lalu diberi label perlakuan dan sampel limbah yang
digunakan.
'4. :edua ca"an petri tersebut diinkubasi (;(* -am dan pembentukan plaque yang
ter-adi diamati.
III. /ASI) DAN PEMBA/ASAN
A. /a&il
Ta#el 1. /a&il Pe$%ama'a$ Ke#era2aa$ Vir0& (a$% Meli&i&!a$ Sel Ba!'eri
Escherichia coli
:elompo
k
2ampel %imbah
:eterangan
:ontro
l
2amp
el
2ampel<0.c
oli
' :otoran sapi $ < <
(
:otoran
kambing
$ $ $
) :otoran ayam $ $ $
* :otoran kelinci $ $ $
+ :otoran bebek $ $ $
5 :loset $ $ $
Gam#ar 1. Ko$'rol Gam#ar -. Samel Ko'ora$
Keli$3i

Gam#ar 4. Samel Ko'ora$ Keli$3i 5 E. coli
B. Pem#aha&a$
1erdasarkan hasil pengamatan keberadaan virus yang melisiskan bakteri
kelompok pertama yang menggunakan limbah kotoran sapi pada ca"an kontrol
tidak terbentuk plaque sedangkan pada ca"an sampel dan sampel < E.coli
terbentuk plaque yang ditandai dengan munculnya sebuah .ona -ernih. /erdapat
kemungkinan bah"a di dalam limbah kotoran sapi yang diinokulasi ke dalam ca"an
sampel dan sampel < E.coli memang sudah terdapat virus yang kemudian dapat
melisiskan bakteri dalam limbah tersebut. ,a"an kontrol sampel dan sampel <
E.coli dari kelompok ketiga sampai keenam tidak memperlihatkan adanya plaque
atau .ona -ernih. =al tersebut kemungkinan dikarenakan virus tidak masuk ke dalam
#ase litik untuk melisiskan sel bakteri sehingga tidak membentuk .ona -ernih atau
plaque. 2esuai dengan pernyataan Ale;opoulus ('95*) bah"a plaque merupakan
struktur visibel yang dibentuk oleh adanya kultur sel seperti kultur bakteri dalam
medium nutrien. Plaque (.ona -ernih) terbentuk karena adanya akti#itas virus bakteri
yang mereplikasi dan merusak struktur sel pada bakteri.
3etode plaque diperkenalkan pada tahun '9+( oleh Rennato Dulbecco
sebagai u-i virologis yang digunakan untuk menghitung dan mengukur in#ekti#itas
bakterio#ag. Apabila satu sel terin#eksi oleh satu virus maka akan menyebar dan
mengin#eksi ke sel di sekitarnya. U-i plaque sering digunakan karena tidak
memakan "aktu dan biaya serta tekniknya tidak terlalu sulit (Atlas '997). 2alah
satu kekurangan metode plaque adalah tidak dapat mengetahui -enis bakterio#ag
yang melisiskan bakteri.
/eknik pendeteksian virus -uga dapat digunakan pada kasus ancaman
bioteroris yaitu pengkontaminasian minuman dengan virus secara senga-a. 1akteri
dan #ungi dapat dengan mudah didapatkan dengan sentri#ugasi sedangkan virus
sulit untuk didapatkan dari minuman yang terkontaminasi virus. !endeteksian virus
tersebut menggunakan Viro$Adembeads sebuah sistem penangkap virus dengan
cepat menggunakan manik$manik magnetik anion berlapis polimer didapatkan
virus$virus dari minuman yang terkontaminasi secara senga-a yaitu Vaccinia virus
dan =erpesvirus 8 pada manusia. !,R menun-ukkan bah"a la-u pemulihan dari
virus kontaminan pada teh hi-au dan -us -eruk lebih rendah dari pada virus dalam
susu dan air. 3etode plaque menun-ukkan bah"a teh hi-au dan -us -eruk memotong
e#isiensi in#eksi vaccinia virus pada sel$sel ,V$' (=atano et al. (4'4).
Virus dalam siklus hidupnya memerlukan lingkungan sel yang hidup seperti
sel bakteri sel he"an maupun sel tumbuhan untuk bereproduksi. 3enurut
,ampbell ((44*) ada dua macam cara virus mengin#eksi sel hospes (inang) yaitu
daur litik dan lisogenik.
a. 6n#eksi secara litik
1. >ase adsorpsi dan in#eksi
Virus akan melekat atau mengin#eksi daerah tertentu dari dinding sel hospes
yang disebut reseptor. Daerah ini spesi#ik bagi virus tertentu dan virus -enis
lain tidak dapat melekat di tempat tersebut. Virus tidak memiliki en.im untuk
metabolisme tetapi memliki en.im liso.im yang ber#ungsi merusak atau
melubangi dinding sel hospes. Dinding sel hospes yang terhidrolisis oleh
liso.im mengakibatkan seluruh isi virus berupa DNA atau RNA masuk ke
dalam hospes. Virus kemudian merusak dan mengendalikan DNA inangnya.
2. >ase replikasi (#ase sintesis)
DNA virus mereplikasi diri dengan tetap mengendalikan DNA hospes sebagai
bahan serta membentuk selubung protein. 1eratus$ratus molekul DNA baru
virus yang lengkap dengan selubungnya berhasil disintesis.
3. >ase pembebasan virus (#ase lisis)
Virus mengalami pende"asaan sel hospes akan pecah (lisis) dan mengalami
kehancuran sehingga virus$virus baru yang in#eksius dapat keluar.
b. 6n#eksi secara lisogenik
'. >ase adsorpsi dan in#eksi
Virus menempel pada reseptor yang spesi#ik kemudian melakukan penetrasi
pada hospes dengan mengeluarkan DNA atau RNAnya ke dalam tubuh
hospes.
(. >ase penggabungan atau integrasi
DNA atau RNA virus bersatu dengan asam nukleat hospes membentuk
pro#aga.
). >ase pembelahan
!embelahan diri sel hospes akan diikuti -uga dengan pembelahan pro#ag
sehingga dua sel anakan hospes mengandung pro#ag didalam selnya. =al ini
akan berlangsung terus$menerus selama sel bakteri yang mengandung pro#ag
membelah. !ro#aga mungkin sa-a dapat memasuki #ase litik akibat sinar UV
atau kondisi sel inang yang tidak menguntungkan pro#aga tersebut.
Resistensi bakteri terhadap antibiotik merupakan kendala yang sangat serius
dalam proses terapi in#eksi bakteri. 1akterio#ag suatu -enis virus yang mampu
secara spesi#ik menyerang bakteri telah dikembangkan sebagai alternati# terapi.
1akterio#ag sebagai musuh alami bakteri berpotensi untuk diman#aatkan sebagai
terapi pada kasus in#eksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik. 1erdasarkan
si#atnya dalam mengin#eksi bakteri terdapat ( -enis bakterio#ag yaitu lytic dan
lysogenic bacteriophage. ,iri virus bakterio#ag yang dapat digunakan sebagai terapi
adalah memiliki kapabilitas dasar sebagai lytic phages yaitu mengin#eksi dan
membunuh sel bakteri dengan melisiskan bakteri. ysogenic phages merupakan
-enis virus yang berintegrasi dengan asam nukleat bakteri terin#eksi yang pada saat
ini -enis #aga tersebut belum dapat digunakan sebagai terapi karena akan
mengalami #ase dorman di dalam sel pe-amu? dapat menghambat bakterio#ag -enis
yang sama masuk? serta seringkali memiliki gen toksik didalam genomnya (!utra et
al. (4'().
1akterio#ag -enis lytic phages mampu melisiskan sel bakteri melalui tahapan
adsorpsi dan in-eksi replikasi packaging completion dan disrupsi sel membran.
/ahapan adsorpsi dan in-eksi bakterio#ag berikatan dengan reseptor pada
permukaan sel bakteri yang biasanya berupa rangkaian protein atau gula. 2ebagian
besar bakterio#ag bersi#at spesi#ik terhadap reseptor tersebut namun ada se-umlah
kecil bakterio#ag disebut dengan polyvalent phages yang memiliki potensi untuk
mengin#eksi berbagai macam spesies bakteri. 2pesi#isitas sel target yang tinggi
Gam#ar ". Si!l0& /i20 Vir0& 67am#ell8 -00"9
merupakan sebuah keuntungan karena bila digunakan sebagai terapi in#eksi
bakteri #aga tidak akan menyerang #lora normal ataupun sel tubuh manusia. !asca
ter-adi adesi DNA bakterio#ag diin-eksikan ke dalam sitoplasma bakteri. DNA
tersebut men-adi mRNA yang tugasnya membentuk bagian$bagian dari virus untuk
proses replikasi. :omponen$komponen bakterio#ag telah lengkap asam nukleat
hasil replikasi akan masuk ke dalam kapsid (tahap packaging) dan akan
digabungkan dengan komponen lainnya seperti bagian leher dan ekor (tahap
completion). 1akterio#ag yang telah terbentuk secara sempurna akan keluar dari
bakteri dengan menggunakan en.im holin dan endolisin yang diproduksi melalui
pengkodean DNA bakterio#ag. isin ber#ungsi sebagai hidrolase peptidoglikan
sedangkan holing membentuk lubang pada membran sel sehingga mempermudah
lisin untuk menembus lapisan luar bakteri yang merupakan lapisan peptidoglikan
(!utra et al. (4'().
Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri dalam kelompok 0nterobacteriaceae
yang bersi#at @ram negati# anaerobik #akultati# berbentuk batang tidak membentuk
spora #ermentati# dan biasanya bergerak dengan #lagela peritrika. E. coli
merupakan organisme yang biasanya hidup dalam saluran usus manusia dan pada
he"an tingkat tinggi lainnya merupakan prokariotis yang paling banyak dipela-ari. E.
coli tidak mempunyai membran yang mengelilingi materi genetik didalamnya.
Dinding luar selnya dilapisi oleh selongsong atau kapsul yang terbentuk dari
senya"a berlendir. 3embran sel terdiri dari molekul lipid yang membentuk dua
lapisan tipis dengan berbagai protein yang membentuk lapisan tersebut. 3embran
ini bersi#at selekti# permeabel dan mengandung protein yang dapat melangsungkan
pengangkutan nutrien tertentu ke dalam sel dan hasil buangan ke luar sel
(,ahyonugroho (4'4). !engamatan virus pada bakteri dengan metode plaque ini
menggunakan bakteri Escherichia coli karena mudah ditemukan didapat dan
dikultivasi dalam media buatan.
%imbah ternak adalah sisa buangan he"an$he"an ternak dari suatu
kegiatan usaha peternakan seperti pemeliharaan ternak rumah potong pengolahan
produk ternak dan sebagainya. %imbah tersebut meliputi limbah padat dan limbah
cair seperti #eses urin sisa makanan embrio kulit telur lemak darah bulu tulang
tanduk isi rumen dan lain$lain (2ihombing (444). Alasan penggunaan limbah
ternak karena diduga mengandung berbagai macam mikroba di antaranya adalah
proto.oa #ungi bakteri dan virus. 2ampel yang digunakan berasal dari limbah cair
kotoran sapi kambing ayam dan kelinci. %imbah cair kotoran sapi kemungkinan di
dalamnya terdapat virus small po; sapi gila co" po; 1ovine Virus Diarrhea (1VD)
rotavirus dan coronavirus sedangkan pada limbah kambing kemungkinan virus
yang menyerang antara lain sheepo; (cacar domba dan kambing) (2chlegel et al
'99*). 2ampel limbah cair kotoran ternak ayam biasanya terdapat Virus Avian
6n#luen.a (VA6) atau Ne"castle Disease Virus (NDV) (2ihombing (444).
3y;omatosis adalah sebuah virus yang mematikan untuk kelinci disebarkan melalui
perantara nyamuk (Ahira (4')).
Virus mampu untuk membentuk plak di bakteri rumput atau lapisan sel dan
menyebabkan alternati#$mor#ologi yang dapat diamati dengan mikroskop cahaya.
Namun demikian pembentuk plak tes memakan "aktu dan miskin di spesi#isitas.
Reaksi !,R dikombinasikan dengan pembentuk plak tes dikembangkan untuk
simultan proteksi dari virus polio virus ,o;sackie echovirus dan =epatitis A virus
dalam air (=rynis.yn (4')).
IV. KESIMPU)AN
A. Ke&im0la$
1erdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan
bah"a terdapat virus yang melisiskan bakteri (bakterio#ag) yaitu pada ca"an
kontrol limbah cair kotoran sapi kelompok pertama dan ca"an perlakuan limbah cair
kotoran kambing kelompok kedua yang ditandai dengan munculnya plaque atau
.ona -ernih di dalam media NA yang telah diinokulasi bakteri E. coli.
B. Sara$
2ebaiknya digunakan -uga metode pendeteksian virus yang lain selain
metode plaque.
DA+TAR RE+ERENSI
Ahira Ane. (4'). http&AA""".anneahira.comAkelinci$australia.htm. Diakses pada ')
April (4'*.
Ale;opoulus. '95*. !ntroductary of "icrobiology. Bohn Cilley and son. Ne" York.
Atlas R. 3. '997. Principles of "icrobiology. C3, 1ro"n %ondon.
,ahyonugroho Dkik =endriyanto. (4'4. !engaruh intensitas sinar ultraviolet dan
pengadukan terhadap reduksi -umlah bakteri 0. coli. #urnal !lmiah $eknik
ingkungan. Vol. ( (')&'8$().
,ampbell N. A. (44*. %iologi. 0rlangga Bakarta.
=atano 1en A. :o-ima /. 2ata and =. :atano. (4'4. Virus detection using viro$
adembeads a rapid capture system #or viruses and plaque assay in
intentionally virus$contaminated beverages. #. !nfect. &is. 5)&+($+*.
=rynis.yn A 3agdalena 2koniec.na BarosEa" Cis.nio"ski. (4'). 3ethods #or
Detection o# Viruses in Cater and Caste"ater. Advances in 3icrobiology
()) & **($**9
!utra 1ayushi 0ka dan A. :arunia"ati. (4'(. 1akterio#ag sebagai potensi baru tata
laksana in#eksi bakteri resisten. # !ndon "ed Assoc. 5(&'')$''7.
2chlegel =. @. and 2chmidt :. '99*. 3ikrobiologi Umum. @ad-ah 3ada University
!ress. Yogyakarta.
2ihombing D. /. =. (444. /eknik !engelolaan %imbah :egiatanAUsaha !eternakan.
!usat !enelitian %ingkungan =idup %embaga !enelitian 6nstitut !ertanian
1ogor 1ogor.