Anda di halaman 1dari 26

1

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK


DALAM MENGENAL KONSEP BENTUK GEOMETRI
MELALUI KEGIATAN MEMBENTUK PLASTISIN
DI TK HARAPAN IBU
PALEMBANG
HERNAYATI
NIM.820482479
Hernaa!"2479#$%a"&.'(%
ABSTRAK
Peningkatan kemampuan dasar kognitif pada anak usia TK sangat penting untuk
mendukung perkembangan selanjutnya. Perkembangan kognitif dapat dilihat dari
kemampuan baca tulis, mengenal angka, sains, konsep mengelompokkan,
meningkatkan kreativitas, dan lain-lain. Kelima bidang pengembangan tersebut
diberi stimulasi agar perkembangannya optimal sehingga anak akan
mendapatkan ketrampilan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan kognitif anak dalam mengenal konsep bentuk geometri melalui
kegiatan membentuk plastisin di TK Harapan Ibu Palembang. anfaat dari
penelitian ini yaitu !nak TK dapat mengembangkan kemampuan kognitif melalui
kegiatan bermain plastisin di TK Harapan Ibu Palembang.. Penelitian ini
dilakukan di TK Harapan Ibu kelompok " dan #aktu pelaksanaan perbaikan
siklus $ dari tanggal %$ !pril &%$' sampai dengan %( !pril &%$'. Pada siklus ke
& dari tanggal $' !pril &%$' s)d $* !pril &%$'. +ubjek penelitian ini adalah anak
TK Harapan Ibu sebanyak &% orang sis,a. Hasil pelaksanaan perbaikan dari pra
siklus, siklus I dan II diperoleh hasil bah,a dari &% orang anak sebanyak pada
saat pra siklus ketuntasan mencapai &-. selanjutnya pada siklus I meningkat
menjadi /'. dan pada siklus kedua mencapai 00. tingkat ketuntasan sis,a
dalam belajar.
Kata Kunci : Kemampuan kognitif, mengenal konsep geometri.
I. PENDAHULUAN
A. La!ar Be&a)an$ Ma*a&a+
,. I-en!".")a*" Ma*a&a+
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan
kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui
pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan
2
perkembangan jasmani dan rohani agar anak memliki kesiapan dalam memasuki
pendidikan lebih lanjut. Peran pendidik (orang tua, guru, dan orang dewasa
lainnya sangat diperlukan dalam upaya pengembangan potensi anak !"# tahun.
$paya pengembangan tersebut harus dilakukan melalui kegiatan bermain sambil
belajar atau belajar seraya bermain. %engan bermain anak memiliki kesempatan
untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi belajar
secara menyenangkan. &elain itu bermain membantu anak mengenal dirinya
sendiri, orang lain dan lingkungan (id.,ikipedia.org),iki)
Pendidikan1anak1usia1dini.
Peningkatan kemampuan dasar kognitif pada anak usia 'K sangat penting
untuk mendukung perkembangan selanjutnya. &istem pendidikan pada saat ini,
menurut pendapat dari &upriyono (2((): 1# dalam bukunya 23ooperative
4earning Teori dan !plikasi P!IK56 ditandai oleh kompetisi antara pencapaian
standart akademik dan tuntutan masyarakat. *al ini terjadi karena selama ini
proses pembelajaran di negara +ndonesia hanyalah proses"proses pengondisian"
pengondisian yang tidak menyentuh realitas alami.
Perkembangan kognitif pada anak usia dini berada pada periode
praoperasional usia 2"# tahun, yaitu tahapan dimana anak belum mampu
menguasai mental secara logis. ,ang dimaksud dengan operasi disini adalah
kegiatan"kegiatan yang diselesaikan secara mental dan fisik. Periode ini ditandai
dengan berkembangnya representasional, atau -symbol funetion. yaitu
kemampuan menggunakan simbol"simbol (kata"kata, benda atau peristiwa.
Pemberian stimulasi pendidikan untuk anak usia dini adalah hal sangat penting
mengingat /(0 pertumbuhan otak berkembang pada anak sejak usia dini.
1lastisitas perkembangan otak anak usia dini lebih besar pada usia lahir hingga
sebelum / tahun kehidupannya, 2(0 siasanya ditentukan selama sisa
kehidupannya setelah masa kanak"kanak dan tentu saja bentuk stimulasi yang
diberikan harusnya dengan cara yang tepat sesuai dengan tingkat perkembangan
anak usia dini.(http7))prima8ip.,ordpress.com )&%$')%')%-)hakikat-
perkembangan-anak-usia-dini)
Perkembangan kognitif dapat dilihat dari kemampuan baca tulis, mengenal
ruang bangun, sains, konsep mengelompokkan, meningkatkan kreati2itas, dan
3
lain"lain. Kelima bidang pengembangan tersebut diberi stimulasi agar
perkembangannya optimal sehingga anak akan mendapatkan ketrampilan
hidupnya.
Kemampuan kognitif anak pada tahap pengembangan geometri merupakan
kemampuan yang berhubungan dengan pengembangan konsep bentuk dan ukuran.
4dapun kemampuan yang akan dikembangkan pada tahap ini, yaitu: memilih
benda menurut warna, bentuk, dan ukurannya, mencocokkan benda menurut
warna, bentuk, dan ukurannya, membandingkan benda menurut ukurannya (besar,
kecil, panjang, lebar, tinggi, dan rendah, mengukur benda secara sederhana,
mengerti dan menggunakan bahasa ukuran, seperti besar"kecil, tinggi"rendah, dan
panjang"pendek, menciptakan bentuk dari kepingan geometri, menyebut benda"
benda yang ada di kelas sesuai dengan bentuk geometri, mencontoh bentuk"
bentuk geometri, menyebut, menunjukkan, dan mengelompokkan segi empat,
menyusun menara dari delapan kubus, mengenal ukuran panjang, berat, dan isi,
meniru pola dengan empat kubus 2http7))kurikulumpaud.blogspot.com)&%$-)%0
)pengertian-kognitif-pada-paud.html6.
5enurut teori belajar 6an *ielle (atematika9 Pembelajaran uniy '.%,
mengenai mengenai tahap"tahap perkembangan kognitif anak dalam memahami
geometri. Pada tahap awal atau pengenalan, anak usia dini hanya baru mengenal
bangun"bangun geometri seperti bola, kubus, segitiga, persegi dan bangun"bangun
geometri lainnya. &eandainya kita hadapkan pada bangun"bangun geometri, anak
dapat menunjukkan bentuk segitiga. 7amun pada tahap pengenalan anak belum
dapat menyebutkan sifat"sifat dari bangun"bangun geometri yang dikenalnya.
2. I-en!".")a*" Ma*a&a+
8erdasarkan pengamatan peneliti dan diskusi dengan para guru, diperoleh
data awal bahwa %i 'K *arapan +bu Palembang dalam penyampaian materi
mengenai pengenalan bentuk geometri pada anak masih mengalami kesulitan.
4dapun identifikasi masalah dalam penelitian ini yaitu :
Pertama, dari tahun ke tahun hasil e2aluasi belajar anak belum
menunjukkan hasil yang memuaskan. Kelas 8 sendiri sebagian besar siswa belum
!
memahami kompetensi dasar materi konsep 9eometri . :leh karena itu guru
dituntut untuk dapat mengaktifkan anak agar benar"benar memahami materi dan
dapat menentukan konsep dengan tepat.
Kedua, kurang tersedianya media dalam pembelajaran menjadi salah satu
permasalahan yang menyebabkan kurang berhasilnya proses pembelajaran di 'K
*arapan +bu Palembang. *al ini teridentifikasi dengan kondisi anak yang terlihat
pasif. 4nak belum mampu mengenal bentuk"bentuk yang menyerupai geometri.
Ketiga, di 'K *arapan +bu Palembang, dalam pengenalan bentuk geometri
masih ditemukan banyak anak yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan
tugas dari guru. 7amun, terdapat beberapa anak yang sudah mengenal bentuk
geometri, tetapi anak tersebut masih mengalami kebingungan. 9uru dalam
mengajarkan konsep"konsep mengenal bentuk geometri cenderung menekankan
pada praktek menulis di papan tulis. 'idak ada media yang digunakan, anak hanya
diberikan lembar kerja yang berisi gambar"gambar ruang atau geometri secara
bersama kemudian anak ditugaskan untuk menyebutkan bentuk dari gambar
tersebut. *al ini mengakibatkan anak cepat bosan dan tidak tertarik dalam belajar
bilangan.
/. Ana&"*"* Ma*a&a+
8erdasarkan fakta yang ada, maka peneliti berkeinginan untuk mencoba
meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri dengan
pendekatan lain. 8erdasarkan obser2asi awal dan diskusi dengan para guru, media
bermain dengan plastisin dengan membentuk segitiga, segi empat, bola dan lain"
lain ini sangat dimungkinkan dilaksanakan di 'K tersebut karena anak secara
langsung dapat melihat dan merasakan bentuk"bentuk geometri secara dasar.
!. 4lternatif dan Prioritas Pemecahan 5asalah
%engan melalui kegiatan pengembangan kognitif anak dalam mengenal
konsep bentuk geometri melalui kegiatan membentuk plastisin di 'K *arapan
+bu Palembang ;.
B. R0%0*an Ma*a&a+
<
8erdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan penelitian ini
dapat dirumuskan sebagai berikut: -8agaimana meningkatkan kemampuan
kognitif anak dalam mengenal konsep bentuk geometri melalui kegiatan
membentuk plastisin di 'K *arapan +bu Palembang=
1. T020an Pene&"!"an
'ujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif
anak dalam mengenal konsep bentuk geometri melalui kegiatan membentuk
plastisin di 'K *arapan +bu Palembang.
D. Man.aa! Pene&"!"an
a. 8agi Peneliti
1. 5emperoleh gambaran tentang pengenalan konsep bentuk geometri anak
usia dini di 'K *arapan +bu Palembang.
2. 5emperoleh gambaran tentang penggunaan model pembelajaran
kooperatif, bermain plastisin untuk meningkatkan pengenalan konsep
bentuk geometri di 'K *arapan +bu Palembang.
b. 8agi 9uru
1 5engembangkan model pembelajaran yang menyenangkan sehingga
siswa dapat mengenal konsep bentuk geometri dengan baik.
2 5eningkatkan minat untuk melakukan penelitian dalam upaya
pengembangan profesionalisme guru.
c. 8agi >embaga Pendidikan
*asil penelitian ini diharapkan memberi sumbangsih dalam meningkatkan
kualitas pembelajaran di lembaga penyelenggaraan pendidikan pada umumnya
dan 'K *arapan +bu Palembang pada khususnya.

II. KA3IAN PUSTAKA
A. K(n*e4 Pen$e%5an$an K($n"!". Ana)
,. Pen$er!"an Per)e%5an$an K($n"!".
Perkembangan kognitif merupakan dasar bagi kemampuan anak untuk
berpikir. *al ini sesuai dengan pendapat 4hmad &usanto (2(11: !/ dalam
#
bukunya Perkembangan 4nak $sia %ini, menjelaskan bahwa kognitif adalah
suatu proses berpikir, yaitu kemampuan indi2idu untuk menghubungkan, menilai,
dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. ?adi proses kognitif
berhubungan dengan tingkat kecerdasan (intelegensi yang menandai seseorang
dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada ide"ide belajar.
Perkembangan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak
dalam belajar karena sebagian akti2itas dalam belajar selalu berhubungan dengan
masalah berpikir. 5enurut 1rnawulan &yaodih dan 5ubair 4gustin (2((/: 2(
dalam bukunya 8imbingan Konseling untuk !nak, menerangkan bahwa
perkembangan kognitif menyangkut perkembangan berpikir dan bagaimana
kegiatan berpikir itu bekerja. %alam kehidupannya, mungkin saja anak
dihadapkan pada persoalan"persoalan yang menuntut adanya pemecahan.
5enyelesaikan suatu persoalan merupakan >angkah"langkah yang lebih
kompleks pada diri anak. &ebelum anak mampu menyelesaikan persoalan anak
perlu memiliki kemampuan untuk mencari cara penyelesaiannya.
*usdarta dan 7urlan (2(1(: 1#) dalam bukunya Pertumbuhan dan
Perkembangan Peserta :idik berpendapat bahwa perkembangan kognitif adalah
suatu proses menerus, namun hasilnya tidak merupakan sambungan (kelanjutan
dari hasil"hasil yang telah dicapai sebelumnya.
2. Ta+a4an Per)e%5an$an K($n"!". Ana) U*"a D"n"
'ahapan perkembangan kognitif anak menggambarkan tingkat kemampuan
anak dalam berpikir. 5enurut Piaget yang dikutip dalam ,udha 5. &aputra dan
@udyanto (2((<: 1#2 dalam bukunya Pembelajaran Kooperatif
;ntukeningkatkan Keterampilan 4nak 'K, menerangkan bahwa
-perkembangan kognitif anak terbagi menjadi ! tahapan yaitu, sensorimotor (("2
tahun, praoperasional (2"A tahun, operasional konkrit (A"11 tahun dan
operasional formal (11"# tahun..
&edangkan menurut &lamet &uyanto (2((<: << dalam bukunya :asar-dasar
Pendidikan !nak ;sia :ini. pada tahapan praoperasional anak mulai
menunjukkan proses berpikir yang lebih jelas. 4nak sudah belajar nama"nama
benda, menggolong"golongkan, dan menyempurnakan kecakapan panca
A
inderanya. &ifat egosentrisnya sangat menonjol. 4nak menunjukkan
kemampuannya melakukan permainan simbolis, misalnya anak menggerakkan
balok kayu sambil menirukan bunyi mobil seakan"akan balok itu mobil. Pada
tahapan praoperasional, anak sudah menggunakan memorinya tentang mobil dan
menggunakan balok untuk mengekspresikan pengetahuannya.
8erdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tahapan
perkembangan kognitif anak $sia %ini berada pada tahap praoperasional. Pada
tahap ini akti2itas berfikirnya belum mempunyai sistem yang terorganisasi tetapi
anak mulai bisa memahami realitas di lingkungannya. Kemampuan kognitif sering
disebut juga sebagai daya pikir.
B. K(n*e4 Men$ena& Ben!0) Ge(%e!r"
,. Pen$er!"an
9eometri adalah bagian dari matematika yang membahas mengenai titik,
bidang dan ruang. &udut adalah besarnya rotasi antara dua buah garis lurusB
ruang adalah himpunan titik" titik yang dapat membentuk bangun" bangun
geometriB garis adalah himpunan bagian dari ruang yang merupkan
himpupnan titik" titik yang mempunyai sifat khususB bidang adalah himpunan"
himpunan titik" titik yang terletak pada permukaan datar, misalnya permukaan
meja (7egoro, 2((3: 1/. http7))duniaanakbalita.
blogspot.com)&%$')%$)pengenalan-bentuk-geometri-pada-anak.html
5engenal bentuk geometri anak usia dini adalah kemampuan anak
mengenal, menunjuk, menyebutkan serta mengumpulkan benda"benda di
sekitar berdasarkan bentuk geometri.
2. Ta+a46Ta+a4 Be&a2ar Ge(%e!r"
'ahap pertama anak belajar geometri adalah topologis. 5ereka belum
mengenal jarak, kelulusan dan yang lainnya, karena itu mulai belajar geometri
supaya tidak mulai dengan lurus" lurus, tetapi denga lengkung, misalnya
lengkungan tertutup, lengkungan terbuka daerah lengkungan, lengkungan
sederhana dan lainnya. 6an *iele dalam @useffendi, (1))1 : 1#1"1#3 dalam
/
bukunya :asar-:asar atematika odern ;ntuk <uru berpendapat bahwa
ada lima tahapan anak belajar geometri, yaitu sebagai berikut.
a. Ta+a4 Pen$ena&an
Pada tahap ini siswa sudah mengenal bentuk" bentuk geometri,
seperti segitiga, kubus, bola, lingkaran, dan lian"lain, tetapi ia belum
memehami sifat" sifatnya.
5. Ta+a4 Ana&"*"*
Pada tahap ini, siswa sudah dapat memahami sifat" sifat konsep atau
bentuk geometri. 5isalnya, siswa mengetahui dan mengenal bahwa sisi
panjang yang berhadapan itu sama panjang, bahwa panjang kedua
diagonalnya sama panjang dan memotong satu sama lain sama panjang
dan lain" lain.
'. Ta+a4 Pen$0r0!an
Pada tahap ini, siswa sudah dapat mengenal bentuk" bentuk
geometri dan memahami sifat" sifat dan ia sudah dapat mengurutkan
bentuk" bentuk geometri yang satu sama lain berhubungan.
-. Ta+a4 De-0)a*"
Pada tahap ini, berpikir deduktifnya sudah mulai tumbuh, tetapi
belum berkembang dengan baik. 5atematika adalah ilmu deduktif, karena
pengambilan kesimpulan, pembuktian dalil yang harus dilakukan secara
deduktif.
Pada tahap ini, siswa sudah dapat memehami pentingnya
pengambilan kesimpulan secara deduktif itu, karena misalnya ia dapat
melihat bahwa kwsimpulan yang diambil secara induktif itu mungkin bisa
keliru.
e. Ta+a4 Kea)0ra!an
Pada tahap ini, siswa dapat memahami bahwa adanya ketepatan
(presisi dari yang mendasar itu penting. 6an *iele (@ueefendi, 1))1: 1#3"
1#! berpendapat mengenai pengajaran geometri ada tiga dalil, yaitu:
)
Kombinasi yang baik antar waktu, materi pelajaran, dan metode
mengajar yang dipergunakan untuk tahap tertentu dapat meningkatkan
kemampuan berpikir siswa kepada tahap yang lebih tinggi.
%ua orang yang tahap berpikirnya berbeda dan bertukaran pikiran,
satu sam lain tidak akan mengerti.
Kegiatan belajar siswa harus memahami dengan pengertian untuk
memperluas pengalaman dan berpikir siswa, untuk meningkatkan berpikir
ke tahap yang lebih baik.
/. Ta+a46Ta+a4 Pen$ena&an Ge(%e!r" K+0*0* Ana) U*"a D"n"
4nak dapat memahami konsep melalui pengalaman bermain dan
guru membantu dalam mengenalkan konsep geometri. 5embangun
konsep geometri anak usia dini dimulai dengan mengidentifikasi bentuk,
menyelidiki bangunan dan memisahkan gambar"gambar. 4nak dalam usia
dini mulai berusaha untuk mengenal dan memahami bentuk dasar (bentuk"
bentuk geometri yang memiliki nama"nama tertentu seperti lingkaran,
persegi, segitiga, persegi panjang, dan lain sebagainnya menurut Cahyudi
(2((<: 11< (yhanaprati,i.files.,ordpress.com)&%$')%-)pu88le.pdf6 yaitu:
a. Pengenalan bentuk dasar: lingkaran, persegi, segitiga
b. 5embedakan bentuk
c. 5emberi nama: menghubungkan bentuk dengan namanya
d. 5enggolongkan bentuk dalam suatu kelompok sesuai dengan
bentukknya
e. 5engenali bentuk"bentuk benda yang ada di lingkungannya sendiri.

4. Man.aa! Pen$ena&an Ge(%e!r"
Pengenalan merupakan aspek yang sangat penting, karena salah satu
tujuan kegiatan pembelajaran adalah anak mengenal apa yang telah anak
pelajari. Pengenalan yang dimaksud berupa konsep"konsep, teori dan
hokum yang ada. Pada saat guru menjelaskan tentang bentuk"bentuk
geometri, sebaiknya guru menggunakan media yang ril dan dekat dengan
anak, sehingga anak dapat melihat dan memanipulasi benda"benda yang
mempunyai bentuk geometri tersebut. Perkembangan anak berlangsung
1(
secara berkesinambungan. 'ingkat perkembangan yang dicapai pada suatu
tahap diharapkan meninggkat, baik secara kuantitatif maupun kualitatif,
pada tahap selanjutnya. 5enurut Cahyudi (2((<: 1() bahwa pengenalan
geometri memberikan manfaat pada anak yaitu:
a. 4nak akan mengenali bentuk"bentuk dasar seperti lingkaran, segitiga,
persegi dan persegi panjang
b. 4nak akan membedakan bentuk"bentuk
c. 4nak akan mampu menggolongkan benda sesuai dengan ukuran dan
bentuknya
d. 4kan akan memberi pengertian tentang ruang, bentuk, dan ukuran.

1. Me%50a! Ben!0) Den$an Me-"a Ber%a"n P&a*!"*"n
,. K(n*e4 Da*ar Me-"a P&a*!"*"n
&eperti telah dijelaskan pengembangan kreati2itas dapat
dikembangkan dengan pusat anak (area salah satu area yang dibutuhkan
adalah area seni. 4nna &uhaenah,& 1))/ dalam 8adru Daman (2((): 2.A
berpendapat bahwa sumber belajar adalah manusia, bahan, kejadian,
peristiwa, setting, tehnik yang membangun, kondisi yang memberikan
kemudahan bagi anak didik untuk belajar memperoleh pengetahuan,
ketrampilan dan sikap.
%engan media yang mudah didapat dan area yang dibutuhkan,
penulis mengambil plastisin dari tanah liat sebagai salah satu media
pembelajaran. 5enurut &umanto,(2((<: 1/# pembelajaran seni rupa di
'K harus sejalan dengan hakekat dan fungsi seni sebagai alat pendidikan
adalah dengan mempertimbangkan aspek edukatif, psikologis,
karakteristik materi dan ketersediaan sumber belajar.
4dapun aspek edukatif adalah pembelajaran yang dikembangkan
hendaknya dapat mendidik anak sejalan dengan perkembangannya. 4spek
psikologis yang dimaksud adalah perkembangan pikir, rasa dan emosional
yang berkaitan dengan karakteristik Esifat dasar anak yang serba ingin
tahu.
11
4spek karakteristik materi disesuaikan dengan kurikulum yang ada,
sedangkan aspek ketersediaan sumber belajar adalah sumber E bahan yang
digunakan menarik bagi anak, mudah didapat, praktis, dan aman
penggunaannya. %i sini tersedia macamFmacam alat E media bermain
salah satunya media plastisin dari tanah liat. %engan media plastisin ini
anak dapat bermain sesuka hati sesuai dengan keinginanE imajinasi anak
didik.
2. T020an Dan Man.aa! P&a*!"*"n
5enurut &umanto (2((<: 1)1 dalam bukunya Pengembangan
Kreativitas +enirupa !nak TK tujuan dimanfaatkannya lingkungan alam
dan budaya dalam pembelajaran seni rupa di 'K adalah:
a. 4gar pembelajaran bisa lebih efektif, dengan lingkungan yang sudah
dikenal anak maka anak dapat menerima dan menguasai dengan baik
b. 4gar pelajaran jadi relefan dengan kebutuhan siswa sesuai dengan
minat dan perkembangannya.
c. 4gar lebih efisien murah dan terjangkau yakni dengan menggunakan
bahan alam, seperti tanah liat.
d. Karena pembelajaran yang disukai anak adalah melalui bermain maka
metode bermain plastisin sangat tepat untuk >angkah"langkah awal
pembentukan kreati2itas karena diawali dengan proses melemaskan
plastisin dengan meremas, merasakan, menggulung, memipihkan.
III. PELAKSANAAN PERBAIKAN
A. S052e)7 Te%4a! -an 8a)!0 Pene&"!"an
1. &ubjek Penelitian
&ubjek dalam penelitian ini adalah anak"anak usia dini kelas 8 'K *arapan
+bu sebanyak 22 orang.
2. 'empat Penelitian
'empat penelitian ini beralamat di Palembang, nama sekolah tempat
penelitian 'K *arapan +bu Palembang Kelas 8 dengan tema ;Pekerjaan;.
3. Caktu Pelaksanaan
Caktu pelaksanaan perbaikan tanggal (1 4pril sEd 1) 4pril 2(1!.
Caktu pelaksanaan untuk siklus 1 mulai tanggal (1 4pril 2(1! sEd (< 4pril
12
2(1! dan &iklus ++ mulai tanggal 1! 4pril 2(1! sEd 1) 4pril 2(1!, mulai dari
&enin sampai ?umGat dengan rentang waktu mulai jam A.3( " 1(.(( C+8.

B. De*a"n Pr(*e-0r Per5a")an Pe%5e&a2aran9 Ke$"a!an Pen$e%5an$an
1. ?enis Penelitian Perbaikan Pembelajaran
@ancangan penelitian menggunakan jenis penelitian tindakan kelas
(P'K. %esain Perbaikan Pembelajaran digunakan desain P'K (Penelitian
'indakan Kelas atau H4@ (3lassroom !ction =esearch. Pada
Pelaksanaan P'K ini terdiri dari beberapa siklus dan setiap siklus terdiri
dari : perencanaan, tindakan, obser2asi dan refleksi. Pada perbaikan
pembelajaran ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan teman
sejawat.
2. Prosedur Perbaikan Pembelajaran E Kegiatan Pengembangan
Prosedur penelitian yang telah dilakukan meliputi dua siklus, dan
setiap siklus terdiri dari ! pertemuan. Pada tiap siklus diterapkan langkah"
langkah berupa perencanaan, pelaksanaan tindakan, obser2asi, refleksi, dan
e2aluasi. 4dapun gambaran masing"masing siklus meliputi :
S")&0* I
a. Peren'anaan
1 @encana 'indakan
5engadakan perbaikan untuk meningkatkan pemahaman anak
mengenal konsep mengenal bentuk geometri melalui penggunaan
media bermain plastisin .
2 >angkah"langkah">angkah"langkah perbaikan
Perencanaan pada siklus + terdiri atas beberapa >angkah"langkah
yaitu:
a Peneliti bersama guru menyiapkan instrumen pengamatan
tingkat minat baca anak dan pengamatan kegiatan guruB
b Para guru mengidentifikasi alat"alat yang sudah dan belum
tersedia yang berkaitan dengan keaksaraanB
c Peneliti bersama para guru mencari data awal tingkat
kemampuan mengenal bentuk geometri seperti segiempat,
13
segitiga dan lingkaran pada anak 'K melalui lembar
pengamatan.
d 9uru bersama peneliti merancang pembuatan dan pemajangan
media bermain plastisin serta berbagai kegiatan bermain
menggunakan media tersebut di sentra"sentra yang ada. 5elalui
tema IpekerjaanJ pada siklus 1, pada sentra bahasa dilakukan
kegiatan mewarnai gambar ruang bangun, membaca puisi dua
mata, dan mencocokkan 9ambar ruang bangun.
8erikut ini @ancangan Pembelajaran untuk siklus + :
@K* 1yang meliputiB 5enceritakan pengalaman jalan"jalan
ke 5all (8.A, 5embentuk segitiga, segiempat dan lingkaran
dengan media bermain plastisin (K.< dan 5encetak bentuk"bentuk
segitiga, segiempat dan lingkaran dengan plastisin(&.!
@K* 2 yaitu 5enceritakan pengalaman ;7aik Kendaraan;
(8.A 5ewarnai gambar mobil dan menyebutkan bentuk geometri
pada mobil(K.#, 5eronce ;kalung; dari media pipet (&./
@K* 3 yaitu 5endengarkan dan menceritakan kembali
tentang ;pergi tamasya; (8.<, 5enyusun bentuk geometri dengan
leggo(K./ dan 5encocok gambar geometri (&.11
@K* ! yaitu 5enunjuk dan memberikan keterangan posisi
tempat ;benda"benda yang ada didalam kelas (8.1(, 5engukur
panjang papan tulis dengan penggaris (K.23 dan 5enggunting
bentuk pola segitiga, segiempat dan lingkaran (K.#.
@K* < yaitu 5encocok bentuk berbagai ukuran (&.1A,
menghubungkan gambar geometri dengan benda sekitarnya
(K.23, 5enirukan kembali !"< kata pergi tamasya bersama ibu
(8.2

5. Pe&a)*anaan PTK
Prosedur pelaksanaan P'K yaitu untuk penilai +, +bu 1lly
5arlina, &. 4g. &edangkan tugas Penilai + adalah menilai &K*E@K
yang dibuat oleh mahasiswa dan pelaksanaannya dengan menggunakan
1!
4PK9 PKP 1 dan 2 kepada pratikan. %an tugas super2isor adalah
memberi orientasi PKP ke mhasiswa dan membuat rekapitulasi nilai
praktik perbaikan kegiatan searah menyerahkan nilai praktek dan
laporan ke $P8?? $ni2ersitas 'erbuka Palembang.
Prosedur kegiatan pengembangan adalah :
1 'ahap Pengembangan
a. 9uru melakukan kegiatan persiapan, yaitu menyusun @KE&K*
b. 9uru harus dapat bertanggungjawab terhadap kegiatan
pengembangan yang dibuatkan atau dikelolanya.
c. 5erencanakan tahap"tahap kegiatan yang akan dilakukan pada
kegiatan.
2 'ahap Pelaksanaan
4da ! kegiatan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan
pengembangan :
a. Pembukaan
Kegiatan pembukaan dilakukan secara klasikal, setelah anak
masuk kelas selesai berbaris kegiatan di awali dengan berdoa,
berbagi cerita, mengucapkan tata tertib kelas, absen dan
seterusnya
b. Kegiatan inti
Kegiatan ini merupakan kegiatan kelompok dan indi2idu yang
mencakup pengembangan ranah kognitif, psikomotor, dan
afektif yang terdiri dari :
1 8idang pengembangan pembentukan perilaku melaui
pembahasan yaitu, moral, nilai"nilai agama, sosial,
emosional dan kemandirian
2 8idang pengembangan kemampuan dasar, meliputi
kemampuan bahasa, kognitif, fisik dan motorik dan seni.
c. +strirahat
Pada waktu istirahat, biasanya anak mencuci tangan karena
akan makan bekalnya, dan kemudian anak dapat bermain di
luar atau di dalam kelas. &ebagai guru jangan lupa meminta
1<
kepada anak untuk mengucapkan doa sebelum dan sesudah
makan. Calaupun istirahat guru masih harus tetap berada di
antara anak"anak untuk mengawasi anak bermain, antri pada
alat permainan yang disukai.
d. Kegiatan 4khir E Penutup
%alam kegiatan penutup, ada baiknya bila anak diajak
mere2iew kegiatan sehari"tadi dengan bercerita secara bergilir.
&etelah anak berkemas, doa bersama, dan pulang.
'. Ren'ana Pen$a%a!an -an Pen$0%40&an Da!a
Penyempurnaan dilaksanakan bersama dalam diskusi antara
peneliti dengan para guru. &ementara itu, >angkah"langkah obser2asi
pada &iklus + adalah:
1 Peneliti bersama guru yang tidak mengajar mengamati kegiatan
guru yang sedang mengajar dan kegiatan anak di sentra"sentra, lalu
mencatat hasil pengamatannya dalam format catatan lapanganB
2 Peneliti mengambil data tentang kemampuan mengenal konsep
mengenal bentuk geometri anak melalui lembar pengamatan ceklis
dan data tentang kegiatan penggunaan media melalui analisis
dokumen dan diskusi dengan guru Prosedur penelitian yang telah
dilakukan meliputi dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari ! kali
pertemuan.
-. Ren'ana Re.&e)*"
'ahap yang terakhir yaitu e2aluasi dan refleksi pada siklus +
meliputi >angkah"langkah berikut:
1 Para guru bersama peneliti mendiskusikan hasil pengamatan data
tingkat kemampuan anak dalam mengenal konsep mengenal bentuk
geometri dan data perubahan sikap dan akti2ias anak setelah
tindakan +B
1#
2 Para guru bersama peneliti mendiskusikan kelemahan dan
kelebihan pelaksanaan tindakan + dilanjutkan dengan >angkah"
langkah perbaikan yang diperlukan.
S")&0* II
a. Peren'anaan
1 @encana 'indakan
5engadakan perbaikan untuk meningkatkan pemahaman anak
mengenal konsep mengenal bentuk geometri melalui penggunaan
media bermain plastisin .
2 >angkah"langkah">angkah"langkah perbaikan
Perencanaan pada siklus ++ terdiri atas beberapa >angkah"langkah
yaitu:
a Peneliti bersama guru menyiapkan instrumen pengamatan
tingkat minat baca anak dan pengamatan kegiatan guruB
b Para guru mengidentifikasi alat"alat yang sudah dan belum
tersedia yang berkaitan dengan keaksaraanB
c Peneliti bersama para guru mencari data awal tingkat minat
membaca anak 'K melalui lembar pengamatanB dan
d 9uru bersama peneliti merancang pembuatan dan pemajangan
media bentuk alat peraga dari plastisin serta berbagai kegiatan
bermain menggunakan media tersebut di sentra"sentra yang
ada. 5elalui tema IpekerjaanJ pada siklus ++, pada sentra
bahasa dilakukan kegiatan mewarnai gambar ruang bangun,
membaca puisi dua mata, dan mencocokkan 9ambar ruang
bangun.
8erikut ini @ancangan Pembelajaran untuk siklus ++ :
@K* 1yang meliputiB 5enceritakan tentang pak tani
menanam jagung (8.A 5enyebutkan ruang bangun segitiga,
segiempat, lingkaran sesuai dengan media bermain plastisin (K.<
dan 5elipat berbagai bentuk geometri dengan kertas origami (&.!
1A
@K* 2 yaitu 5enceritakan ;Pengalaman naik 8us; (8.A
5enyebutkan ruang bangun sesuai dengan gambar (K.#,
5ewarnai gambar pesawat terbang (&./
@K* 3 yaitu 5engungkapkan cita"cita anak (8.<, 5enyusun
balok ruang bangun (K./ dan 5encocok gambar ruang bangun
(&.11
@K* ! yaitu 5enunjuk jumlah benda yang lebih banyak atau
lebih sedikit(8.1(, 5enghitung jumlah ternak pak tani (K.23 dan
5enggunting bentuk pola ruang bangun (K.#.
@K* < yaitu 5encocok bentuk ruang bangun (&.1A,
menghubungkan ruang bangun dengan jumlah benda yang ada di
media bermain plastisin (K.23, 5enggambar rumah dengan
konsep ruang bangun (8.2

5. Pr(*e-0r Pe&a)*anaan PTK
Prosedur pelaksanaan P'K yaitu untuk penilai ++, +bu @usmiyati,
&. Pd. &edangkan tugas Penilai ++ adalah menilai &K*E@K yang dibuat
oleh mahasiswa dan pelaksanaannya dengan menggunakan 4PK9
PKP 1 dan 2 kepada pratikan. %an tugas super2isor adalah memberi
orientasi PKP ke mhasiswa dan membuat rekapitulasi nilai praktik
perbaikan kegiatan searah menyerahkan nilai praktek dan laporan ke
$P8?? $ni2ersitas 'erbuka Palembang.
Prosedur kegiatan pengembangan adalah :
1 'ahap Pengembangan
a. 9uru melakukan kegiatan persiapan, yaitu menyusun @KE&K*
b. 9uru harus dapat bertanggungjawab terhadap kegiatan
pengembangan yang dibuatkan atau dikelolanya.
c. 5erencanakan tahap"tahap kegiatan yang akan dilakukan pada
kegiatan.
2 'ahap Pelaksanaan
1/
4da ! kegiatan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan
pengembangan :
a Pembukaan
Kegiatan pembukaan dilakukan secara klasikal, setelah anak
masuk kelas selesai berbaris kegiatan di awali dengan berdoa,
berbagi cerita, mengucapkan tata tertib kelas, absen dan
seterusnya
b Kegiatan inti
Kegiatan ini merupakan kegiatan kelompok dan indi2idu yang
mencakup pengembangan ranah kognitif, psikomotor, dan
afektif yang terdiri dari :
1 8idang pengembangan pembentukan perilaku melaui
pembahasan yaitu, moral, nilai"nilai agama, sosial,
emosional dan kemandirian
2 8idang pengembangan kemampuan dasar, meliputi
kemampuan bahasa, kognitif, fisik dan motorik dan seni.
c +strirahat
Pada waktu istirahat, biasanya anak mencuci tangan karena
akan makan bekalnya, dan kemudian anak dapat bermain di
luar atau di dalam kelas. &ebagai guru jangan lupa meminta
kepada anak untuk mengucapkan doa sebelum dan sesudah
makan. Calaupun istirahat guru masih harus tetap berada di
antara anak"anak untuk mengawasi anak bermain, antri pada
alat permainan yang disukai.
d Kegiatan 4khir E Penutup
%alam kegiatan penutu, ada baiknya bila anak diajak mere2iew
kegiatan sehari"tadi dengan bercerita secara bergilir. &etelah
anak berkemas, doa bersama, dan pulang.
'. Ke$"a!an Pen$a%a!an -an Pen$0%40&an -a!a
1)
&elanjutnya, pada tahap obser2asi &iklus ++, peneliti bersama
salah satu guru yang sedang tidak mengajar melakukan pengamatan
dengan catatan lapangan dan instrumen pengamatan terhadap
kemampuan anak dalam mengenal konsep mengenal bentuk geometri
yang telah diperbaharui sesuai tindakan baru yang disepakati.
d. Re.&e)*"
'ahap yang terakhir yaitu refleksi pada &iklus ++ meliputi >angkah"
langkah">angkah"langkah:
(1 Para guru bersama peneliti mendiskusikan hasil pengamatan
data tingkat minat baca anak dan perubahan perilaku mereka
setelah 'indakan ++B dan
(2 Peneliti dibantu guru meninjau ulang dampak dari 'indakan
&iklus ++ tersebut.
I:. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. De*)r"4*" Per S")&0*
8erdasarkan pada permasalahan yang dihadapi oleh siswa dalam
peningkatan kemampuan kognitif anak dalam mengenal geometri melalui
pengenalan ruang bangun, dilakukan serangkaian tindakan untuk mengatasi
permasalahan tersebut. 'indakan penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan
prosedur meliputi : penyusunan rencana tindakan, pelaksanaan, pengamatan
dan refleksi. 4dapun deskripsi masing"masing siklus adalah sebagai berikut :
,. K(n-"*" A;a&
&ebelum melakukan perbaikan pembelajaran, terlebih dahulu
peneliti melakukan obser2asi kemampuan awal anak dalam mengenal
konsep geometri melalui pretest secara langsung kepada anak dengan
menyebutkan bentuk ruang bangun sesuai dengan media gambar yang
ditunjukkan oleh guru. 4dapun tingkat kemampuan anak dalam mengenal
konsep ruang bangun sebelum perbaikan adalah sebagai berikut :
Ta5e&. 4.2
REKAPITULASI KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP
2(
GEOMETRI
N( Ka!e$(r" Fre)0en*" Per*en!a*e
1. 8aik < 23 0
2. Hukup 2 ) 0
3. Kurang 1< #/ 0
?umlah 22 1((0
8erdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kemampuan
mengenal konsep geometri pada 4nak Kelas 8 di 'K *arapan +bu
Palembang masih sangat kurang dimana anak yang sudah dapat mengenal
konsep 9eometri masih sangat kurang yaitu hanya < orang anak atau 230
yang mampu mengenal dan membedakan bentuk geometri berupa ruang
bangun segitiga, persegi panjang dan segiempat, sedangkan anak yang
memiliki kemampuan cukup yaitu hanya mampu membedakan bentuk
geometri tetapi belum mengenal konsep ruang bangun ada sebanyak 2
orang anak ()0. &edangkan anak yang sama sekali belum mampu
menyebutkan serta membedakan bentuk ruang bangun yaitu sebanyak 1<
orang anak (#/0. $ntuk lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik berikut ini
GAMBAR 4.,
GRAFIK PERSENTASE KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP
GEOMETRI PADA SAAT PRA SIKLUS
21

2. De*)r"4*" S")&0* I
+mplementasi kegiatan peningkatan kemampuan kognitif anak dalam
mengenal konsep 9eometri geometri di 'aman Kanak"Kanak *arapan +bu
Palembang melalui media gambar sederhana terdiri dari dua siklus.
TABEL. 4.4
REKAPITULASI KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP
GEOMETRI PADA SIKLUS I
N( Ka!e$(r" Fre)0en*" Per*en!a*e
1. 8aik 1! #! 0
2. Hukup # 2A 0
3. Kurang 2 ) 0
?umlah 22 1((0
8erdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kemampuan
mengenal konsep geometri pada 4nak Kelas 8 di 'K *arapan +bu
Palembang pada siklus pertama masih rendah dimana kategori anak yang
sudah mampu mengenal konsep 9eometri baru mencapai 1! orang atau #!
0, kategori cukup sebanyak # orang atau 2A0 dan dengan kategori kurang
sebanyak 2 orang ()0. $ntuk lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik berikut
ini :
GAMBAR 4.2
GRAFIK PERSENTASE KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP
GEOMETRI PADA SAAT SIKLUS PERTAMA
S")&0*
II
Ta5e&.
4.<
22
REKAPITULASI KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP
GEOMETRI PADA SIKLUS II
N( Ka!e$(r" Fre)0en*" Per*en!a*e
1. 8aik 1A AA 0
2. Hukup < 23 0
3. Kurang ( ( 0
?umlah 22 1((0
8erdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kemampuan
mengenal konsep geometri pada 4nak Kelas 8 di 'K *arapan +bu
Palembang pada siklus kedua sudah menunjukkan terjadinya peningkatan
dimana kategori anak yang sudah mampu memahami konsep 9eometri dan
menyusun bentuk bangun ruang sebanyak 1A orang atau AA0, dengan
kategori cukup sebanyak < orang atau 23 0 dan dengan kategori kurang
sudah tidak ada lagi. $ntuk lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik berikut ini
:
GAMBAR 4./
GRAFIK PERSENTASE KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP
GEOMETRI PADA SIKLUS II
4. Pe%5a+a*an Ha*"& Pene&"!"an
23
8erdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak 2
siklus untuk mengetahui tingkat kemampuan anak didik kelompok 8 dalam
mengenal konsep geometri melalui media gambar. %ari penelitian ini terjadi
peningkatan hasil belajar anak usia dini dalam mengenal konsep geometri, karena
media yang digunakan cukup menarik perhatian anak didik sehingga tertarik
untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar selain itu konsep ruang bangun yang
diterapkan hanya merupakan konsep dasar bentuk segitia, segiempat dan persegi
panjang.
Pe%5a+a*an S")&0* I
a. 4nalisis
%ari hasil data yang didapat oleh penulis, dari proses belajar mengajar
yang telah dilakukan dapat dapat dianalisis bahwa proses pembelajaran kurang
lancar karena anak didik kurang bersemangat dalam menerima pelajaran, hal
ini kemungkinan disebabkan oleh media gambar yang kurang menarik.
%isamping itu juga, guru kurang memberikan arahan dan moti2asi kepada
anak.
b. &intetis
Pada siklus ini dari proses pembelajaran yang telah dilakukan mulai dari
perencanaan sampai pada akhir kegiatan, ternyata belum dapat meningkatkan
pemahaman anak didik dalam memahami konsep geometri sesuai dengan apa
yang diharapkan oleh penulis. *al ini disebabkan karena masih adanya
kelemahan yang menjadi rintangan dalam mencapai peningkatan pemahaman
siswa sehingga perlu dilakukan pembelajaran pada siklus ++ selanjutnya.
%imana anak mengalami kesulitan dalam membedakan konsep persegi panjang
dengan segi empat, karena bentuk ruang bangun yang sama.
c. 12aluasi
8erdasarkan hasil data penelitian yang telah diperoleh, pada proses
pembelajaran siklus + ini memperlihatkan bahwa proses pembelajaran
memperlihatkan bahwa tingkat pemahaman siswa secara klasikal masih di
bawah standar, yaitu dari 22 orang anak didik kelompok 8 di 'K *arapan +bu
Palembang hanya #!0 atau 1! orang anak yang mampu memahami konsep
2!
9eometri dengan baik dan mampu membedakan antara segiempat dengan
persegi panjang maupun segitiga serta lingkaran.
Pe%5a+a*an S")&0* II
*asil obser2asi proses pembelajaran pada siklus ++ menunjukkan hal"
hal sebagai berikut :
a. 4nak didik lebih aktif, hal ini disebabkan karena guru sudah banyak
memberikan bimbingan dan pengayaan tambahan atau penjelasan.
b. 4nak didik lebih cepat menerima materi pelajaran karena guru telah
mencoba menerapkan model pembelajaran dengan media atau alat peraga
dipersiapkan lebih menarik lebih besar, konsep penggunaan materi gambar
serta kegiatan menyusun berbagai bentuk geometri menjadi sebuah bentuk
rumah atau mobil, secara tidak langsung menarik minat anak untuk
mengenal bentuk geometri, mereka mulai mampu membedakan berbagai
bentuk geometri yang ditunjukkan oleh guru.
@efleksi terdiri dari :
1. 4nalisis
&etelah diadakan siklus ++ yang diikuti, dengan kelas yang dilakukan
sesuai dengan perencanaan dan skenario pembelajaran,maka proses
pembelajaran berjalan dengan baik dan sempurna serta suasana kelas yang
kondusif.
2. &intetis
%ari hasil analisis di atas maka dapat disimpulkan bahwa kelemahan"
kelemahan dan kekurangan pada proses pembelajaran siklus + telah dapat
diatasi dengan baik. %engan kata lain proses kegiatan belajar dan mengajar
sudah mulai baik dan terarah. 4nak didik sudah mampu mengikuti
pembelajaran dengan media gambar yang menarik.
3. 12aluasi
*asil e2aluasi proses perbaikan pembelajaran pada siklus ++ ini sudah
mencapai ketuntasan minimal A<0 karena dari hasil penilaian pada akhir
kegiatan diketahui bahwa AA 0 anak didik (1Aorang sudah mampu
mengenal konsep 9eometri sedangkan < orang baru dalam kemampuan
cukup baik.
2<
:. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Ke*"%40&an
8erdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian di atas,
dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan media gambar yang dilaksanakan
di 'K *arapan +bu Palembang telah dapat meningkatkan kemampuan kognitif
anak dalam mengenal konsep geometri. *al ini dapat diketahui dari setiap
siklus perbaikan terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

B. Saran T"n-a) Lan20!
8erdasarkan pembahasan pada hasil penelitian tersebut, dapat
disarankan hal"hal sebagai berikut:
(1 9uru 'K diharapkan terus mengikuti perkembangan tentang dunia
pendidikan anak usia dini, sehingga dapat meningkatkan kualitas
pembelajarannyaB
(2 Penerapan media gambar perlu dilakukan secara konsisten untuk
menstimulasi minat dan aktifitas anak di 'K dalam mengikuti proses
pembelajaran, tidak hanya pada sentra atau bidang pengembangan tertentu
tetapi pada semua bidang pengembanganB
(3 Penerapan media gambar perlu disosialisasikan pada para pendidik anak
usia dini, baik guru maupun orang tua sehingga terjadi harmonisasi dalam
memberikan harapan yang wajar pada anak dan cara menstimulasi anak
agar dapat mengenal konsep 9eometri melalui pengamatan secara
langsung.
DAFTAR PUSTAKA
2#
&usanto, 4hmad. 2(11. Perkembangan !nak ;sia :ini. ?akarta: Kencana
Prenada. 5edia 9roup
http:// id.,ikipedia.org),iki)Pendidikan1anak1usia1dini. diakses tanggal 1! 4pril
2(1!.
http7))kurikulumpaud.blogspot.com)&%$-)%0 )pengertian-kognitif-pada-paud.html.
diakses tanggal 1! 4pril 2(1!.
http7))prima8ip.,ordpress.com)&%$')%')%-)hakikat-perkembangan-anak-usia-
dini)6. diakses tanggal 1! 4pril 2(1!.
*usdarta, 7urlan. 2(1(. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta :idik.
8andung: 4lfabeta
4gustin, 5ubair . 2((/. "imbingan Konseling untuk !nak, tidak diterbitkan
7egoro, 2((3. Pengenalan geometri pada anak. http:EEduniaanakbalita.
blogspot.comE2(1!E(1Epengenalan"bentuk"geometri"pada"anak.html.
diakses tanggal 1! 4pril 2(1!.
@udyanto. 2((<. Pembelajaran Kooperatif ;ntuk eningkatkan Keterampilan
!nak TK. ?akarta: %irjen %ikti %epdiknas
@useffendi, 1))1. :asar-:asar atematika odern ;ntuk <uru. 8andung :
'arsito
&uyanto, &lamet. 2((<.:asar-dasar Pendidikan !nak ;sia :ini. ,ogyakarta:
*ikayat Publising
&umanto. 2((<. Pengembangan Kreativitas +enirupa !nak TK
&upriyono. 2((). 3ooperative 4earning Teori dan !plikasi P!IK5
Cahyudi, 2((<. Permainan PuLLle. http:EEyhanapratiwi.files.wordpress.com E
2(1!E(3EpuLLle.pdf.
1