Anda di halaman 1dari 5

LESI PADA UPPER MOTOR NEURON

Karakteristik dari lesi pada upper motor neuron:


Tidak ada atrofi pada otot-otot yang lumpuh;
peningkatan tonus otot (penggambaran gejala seperti saat membuka pisau lipat);
kelemahan yang terjadi pada kebanyakan otot-otot yang melawan gravitasi;
peningkatan refleks dan klonus;
respons extensor plantar dan refleks automatisme spinal.

1. Contralateral Monoparesis
Lesi terjadi pada daerah perifer dari hemisfer serebri. Melibatkan bagian dari
homunculus motorik, menghasilkan kelumpuhan pada bagian kontralateral tubuh, misalnya
kaki sebelah kontralateral. Jika lesi juga melibatkan homunculus sensorik yang berdekatan
dengan girus postcentral, dan terdapat beberapa kelumpuhan sensorik pada bagian tubuh
yang sama.


2. Contralateral Hemiparesis
Terdapat lesi yang letaknya dalam di hemisfer serebri, pada daerah kapsula interna,
menghasilkan kelumpuhan pada bagian kontralateral tubuh, wajah, lengan dan kaki. Karena
saluran dari jalur serabut saraf terletak di daerah kapsula interna, beberapa lesi umumnya
mengakibatkan kelumpuhan sensorik kontralateral yang signifikan (hemianaesthesia) dan
gangguan penglihatan (homonymous hemianopia) selain hemiparesis.


3. Ipsilateral Monoparesis
Lesi aunilateral pada spinal cord dibawah tingkatan dari leher yang menghasilkan
kelumpuhan UMN pada satu kaki. Lesi tidak kontralateral. Terjadi kelumpuhan disosiasi
sensorik dan gambaran tersebut dinamakan sindrom Brown-sequard.


4. Ipsilateral hemiparesis
Lesi aunilateral pada cervical cord akan menghasilkan hemiparesis yang mirip
dengan lesi hemisfer serebri kontralateral, kecuali bagian muka yang tidak terkena
hemiparesis, penglihatan normal dan terjadi disosiasi sensoris pada daerah lesi.


5. Paraparesis
Jika lesi terletak pada atau di bawah bagian servikal dari spinal cord.

6. Tetraparesis or quadriparesis
Jika lesi pada bagian atas cervical cord atau batang otak.



Menurut letaknya, lesi pada UMN dapat ditemukan di berbagai bagian seperti :
1. Hemiplegia akibat hemilesi di korteks motorik primer
a. Menimbulkan kelumpuhan pada bagian tubuh sisi kontralateral hemiparalisis.
b. Melibatkan seluruh otot skeletal sesisi tubuh, berikut otot wajah, pengunyah dan penelan
c. Paraplegia.
d. Afasia sensorik/motorik.
e. Spastisitas
2. Hemiplegia akibat hemilesi di kapsula interna
a. Tanda-tanda kelumpuhan UMN pada bag. Kontralateral tubuh, wajah, lengan & kaki.
b. Disertai rigiditas, atetosis, distonia, tremor atau hemianopia.
c. Disatria.
3. Hemiplegia alternasn akibat hemilesi dibatang otak:
a. Sindrom hemiplegia alternans di mesensefalon
Paralisis m. rektus internus ,superior dan inferior, m. oblikus inferior, m. levator
palpebrae superior strabismus, diplopia, ptosis.
Paralisis m. sfingter pupilae midriasis
b. Sindrom hemiplegia alternans di pons.
Kelumpuhan UMN yang melibatkan belahan tubuh sisi kontralateral yang berada
di bawah tingkat lesi, yang berkombinasi dengan kelumpuhan LMN n. VI/n. VII.
c. Sindrom hemiplegia alternans di medula spinalis
Kelumpuhan UMN yang terjadi melibatkan belahan tubuh kontralateral yang
berada di bawah tingkat leher dan diiringi oleh kelumpuhan LMN pada belahan lidah sisi
ipsilateral.
4. Tetraplegia/Kuadriplegia dan paraplegia akibat lesi di medula spinalis di atas tingkat
konus
Tiap lesi di medulla spinalis yang merusak daerah jaras kortikospinal lateral
menimbulkan kelumpuhann UMN pada otot-otot bagian tubuh yang terletak di bawah tingkat
lesi.