Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam beberapa dasawarsa ini perhatian terhadap janin yang
mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan sangat meningkat.
Hal ini disebabkan masih tingginya angka kematian perinatal neonatal
karena masih banyak bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir
rendah. (Mochtar, 1998 .
!ejak tahun 19"1 #H$ telah mengganti istilah premature baby
dengan low birth weight baby ( bayi dengan berat lahir rendah % &&'( ,
karena disadari tidak semua bayi dengan berat badan kurang dari )*++ gr
pada waktu lahir bukan bayi premature.
Menurut data angka kaejadian &&'( di (umah sakit Dr. ,ipto
Mangunkusumo pada tahun 198" adalah )- .. /ngka kematian perinatal
di rumah sakit dan tahun yang sama adalah 0+ . dan 01 . dari seluruh
kematian di sebabkan oleh &&'( ( 2rawirohardjo, )++*
Melihat dari kejadian terdahulu &&'( sudah seharusnya menjadi
perhatian yang mutlak terhadap para ibu yang mengalamai kehamilan yang
beresiko karena dilihat dari 3rekuensi &&'( di 4egara maju berkisar
antara 1," 5 1+,8 ., di 4egara berkembang berkisar antara 1+ 5 -1 ..
Dapat di dibandingkan dengan rasio antara 4egara maju dan 4egara
berkembang adalah 1 6 - ( Mochtar, 1998
7ematian perinatal pada bayi berat badan lahir rendah 8 kali lebih
besar dari bayi normal pada umur kehamilan yang sama. 7alaupun bayi
menjadi dewasa ia akan mengalami gangguan pertumbuhan, baik 3isik
maupun mental.
1
B. Rumusan Masalah
1. /pa pengertian dari &&'(8
). /pa saja etiologi dari &&'(8
1. &agaimana pato3isiologi dari &&'(8
-. /pa saja komplikasi dari &&'(8
*. /pa saja pemeriksaan diagnostik pada &&'(8
". &agaimana penatalaksanaan &&'(8
0. &agaimana pemantauan (monitoring &&'(8
8. &agaimana asuhan keperawatan pada &&'(8
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian dari &&'(.
). Mengetahui etiologi dari &&'(.
1. Mengetahui pato3isiologi dari &&'(.
-. Mengetahui apa saja komplikasi dari &&'(.
*. Mengetahui apa saja pemeriksaan diagnostik pada &&'(.
". Mengetahui bagaimana penatalaksanaan &&'(.
0. Mengetahui bagaimana pemantauan (monitoring &&'(.
8. Mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada &&'(.
2
BAB II
TINJAUAN PUTA!A
A. Pengertian
&ayi berat badan lahir rendah (&&'( yaitu bayi baru lahir yang
berat badannya )*++ gram atau lebih rendah. Dalam de3inisi ini tidak
termasuk bayi 5 bayi dengan berat badan kuran dari 1+++ gram. (4ugroho
9man !antosa, 1989
&erat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir dengan berat badan
pada saat kelahiran kurang dari )*++ gr atau lebih rendah ( #H$, 19"1 .
&erat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir yang berat badannya pada
saat kelahiran kurang dari )*++ gr sampai dengan )-99 gr.
&erkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya bayi
berat lahir rendah dibedakan dalam (/bdul &ari !ai3uddin, )++1
1. &ayi &erat 'ahir (endah (&&'(, berat lahir1.*++ g : ).*++ g.
3
). &ayi &erat 'ahir !angat (endah (&&'!(, berat lahir kurang dari
1.*++ g.
1. &ayi &erat 'ahir ;kstrem (endah (&&';(, berat lahir kurang
dari 1.+++ g.
#H$ (1909 membagi umur kehamilan dalam 1 (tiga kelompok6
1. 2reterm 6 kurang dari 10 minggu lengkap.
). <erm 6 mulai dari 10 minggu sampai kurang dari -)
minggu lengkap.
1. 2ost <erm 6 -) minggu lengkap atau lebih.
/da dua macam &&'( yaitu 6
1. 2rematuritas murni = &ayi yang kurang bulan ( 7& = !M7 6 bayi
yang dilahirkan dengan umur kurang dari 10 minggu dengan berat
badan sesuai.
). Dismaturitas6 &ayi lahir dengan berat badan kurang dari seharusnya
untuk masa gestasi itu, bayi mengalami retardasi pertumbuhan intra
uterin dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya
tersebut (7M7.
2enggolongan derajat prematuritas bayi6
1. &ayi yang sangat prematur (e>tremly prematur
a. )- 5 1+ mg gestasi.
4
b. Masa gestasi )-:)0 mg masih sukar hidup terutama
dinegara yang blm maju.
c. Masa gestasi )8:1+ mg mgk dapat hidup dengan
perawatan intensi3 yang memerlukan alat:alat canggih
untuk mencapai hasil yang optimum
d. && *++:1-++ gram
e. +,8. seluruh kelahiran hidup
3. Hampir seluruh kematian neonatal dan de3isit neurologis
tidak disebabkan oleh de3ek atau trauma lahir
g. 2enampilan6 kecil, tidak memiliki lemak, kulit sangat
tipis.
). &ayi dengan derajat prematur sedang (moderatly prematur
a. ?estasi 11:1" mg
b. 7esanggupan hidup jauh lebih baik dari yang pertama
c. ?ejala sisa yang dihadapi kemudian hari ringan bila
pengelolaan bayi intensi3
d. && @1*++ gram 5 )*++ gram
e. 2enampilan6 kulit tipis, lipatan pada kaki lebih sedikit,
banyak rambut halus, genetalia kurang berkemban.
3. Masa gestasi 10mg
g. Mempunyai si3at prematur dan matur
h. &iasanya berat seperti bayi matur dan dikelola seperti
bayi matur
5
i. 7adang timbul problem yang dialami seperti bayi
prematur seperti sindroma gawat napas,
hiperbilirubinemia, re3leks isap lemah
j. 2erlu penanganan lebih seksama
k. &orderline prematur
1. 2rosentase 7ematian
a. ?estasi kurang dari )- mg 6 umumnya meninggal
b. ?estasi )0:)8 minggu6 surAiAe *+.
c. ?estasi )9 minggu6 surAiAe 8+.
d. ?estasi 1+ minggu6 surAiAe 8*.
B. Eti"l"gi
&ayi berat lahir rendah mungkin prematur ( kurang bulan mungkin juga
cukup bulan ( dismatur .
1. 2rematur Murni
2rematur murni adalah neonatus dengan usia kehamilan
kurang dari 10 minggu dan mempunyai berat badan yang sesuai
dengan masa kehamillan atau disebut juga neonatus preterm =
&&'(.
Baktor 3aktor yang mempengaruhi terjadinya persalinan
prematur atau &&'( adalah6
a. Baktor 9bu
(iwayat kelahiran prematur sebelumnya
6
?iCi saat hamil kurang
Dmur kurang dari )+ tahun atau diatas 1* tahun.
Earak hamil dan bersalin terlalu dekat
2enyakit menahun ibu 6 hipertensi, jantung, gangguan
pembuluh darah (perokok.
2erdarahan antepartum, kelainan uterus, Hidramnion.
Baktor pekerja terlalu berat
2rimigraAida
9bu muda (F)+ tahun
b. Baktor kehamilan
Hamil dengan hidramnion, hamil ganda, perdarahan
antepartum, komplikasi hamil seprti preeklamsia, eklamsi,
ketuban pecah dini
c. Baktor janin
,acat bawaan, in3eksi dalam rahim dan kehamilan ganda.,
anomali kongenital
d. Baktor kebiasaan 6 2ekerjaan yang melelahkan, merokok
7arakteristik yang dapat ditemukan pada prematur murni
adalah 6
7epala kurang dari 11 cm lingkar dada kurang dari 1+ cm
?erakan kurang akti3 otot masih hipotonis
Dmur kehamilan kurang dari 10 minggu.
7
7epala lebih besar dari badan rambut tipis dan halus.
<ulang tulang tengkorak lunak, 3ontanela besar dan sutura
besar.
<elinga sedikit tulang rawannya dan berbentuk sederhana.
2ernapasan belum teratur dan sering mengalami serangan
apnu.
7ulit tipis dan transparan, lanugo (bulu halus banyak
terutama pada dahi dan pelipis dahi dan lengan.
'emak subkutan kurang.
?enetalia belum sempurna , pada wanita labia minora
belum tertutup oleh labia mayora, pada laki:laki testis
belum turun.
(e3lek menghisap dan menelan serta re3lek batuk masih
lemah
&ayi prematur mudah sekali mengalami in3eksi karena daya
tahan tubuh masih lemah, kemampuan leukosit masih kurang
dan pembentukan antibodi belum sempurna . $leh karena itu
tindakan pre3enti3 sudah dilakukan sejak antenatal sehingga
tidak terjadi persalinan dengan prematuritas (&&'(
). Dismatur
Dismatur (9D?( adalah bayi lahir dengan berat badan
kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan
dikarenakan mengalami gangguan pertumbuhan dalam
kandungan .
Menurut (en3ield (190* 9D?( dibedakan menjadi dua yaitu6
8
a. 2roportionate 9D?(
Eanin yang menderita distres yang lama dimana
gangguan pertumbuhan terjadi berminggu:minggu sampai
berbulan bulan sebelum bayi lahir sehingga berat,
panjang dada lingkaran kepala dalam proporsi yang
seimbang akan tetapi keseluruhannya masih dibawah
masa gestasi yang sebenarnya. &ayi ini tidak
menunjukkan adanya #asted oleh karena retardasi pada
janin terjadi sebelum terbentuknya adipose tissue.
b. Disporpotionate 9D?(
<rejadi karena distres subakut gangguan terjadi
beberapa minggu sampai beberapa hari sampai janin
lahir. 2ada keadaan ini panjang dan lingkar kepala normal
akan tetapi berat tidak sesuai dengan masa gestasi. &ayi
tampak #asted dengan tanda tanda sedikitnya jaringan
lemak di bawah kulit , kulit kering keriput dan mudah
diangkat bayi kelihatan kurus dan lebih panjang.
Baktor Baktor yang mempengaruhi &&'( pada Dismatur adalah6
1. Baktor ibu
Hipertensi dan penyakit ginjal kronik, perokok, pendrita
penyakit diabetes militus yang berat, toksemia, hipoksia ibu,
(tinggal didaerah pegunungan , hemoglobinopati, penyakit paru
kronik giCi buruk, Drug abbuse, peminum alkohol
). Baktor utery dan plasenta
9
7elainan pembuluh darah, (hemangioma insersi tali pusat
yang tidak normal, uterus bicornis, in3ak plasenta, tran3usi dari
kembar yang satu kekembar yang lain, sebagian plasenta lepas.
1. Baktor janin
?emelli, kelainan kromosom, cacat bawaan, in3eksi dalam
kandungan, (to>oplasmosis, rubella, sitomegalo Airus, herpeC,
si3illis.
-. 2enyebab lain 67eadaan sosial ekonomi yang rendah
C. Pat"#isi"l"gi
2erna3asan spontan bayi baru lahir bergantung kepada kondisi
janin pada masa kehamilan dan persalinan. 2roses kelahiran sendiri selalu
menimbulkankan as3iksia ringan yang bersi3at sementara pada bayi
(as3iksia transien, proses ini dianggap sangat perlu untuk merangsang
kemoreseptor pusat perna3asan agar lerjadi G2rimary gaspingH yang
kemudian akan berlanjut dengan perna3asan.
&ila terdapat gangguaan pertukaran gas=pengangkutan $) selama
kehamilan persalinan akan terjadi as3iksia yang lebih berat. 7eadaan ini
akan mempengaruhi 3ugsi sel tubuh dan bila tidak teratasi akan
menyebabkan kematian. 7erusakan dan gangguan 3ungsi ini dapat
reAersibel=tidak tergantung kepada berat dan lamanya as3iksia. /s3iksia
yang terjadi dimulai dengan suatu periode apnu (2rimany apnea disertai
dengan penurunan 3rekuensi jantung selanjutnya bayi akan
memperlihatkan usaha berna3as (gasping yang kemudian diikuti oleh
perna3asan teratur. 2ada penderita as3iksia berat, usaha berna3as ini tidak
tampak dan bayi selanjutnya berada dalam periode apnu kedua (!econdary
apnea. 2ada tingkat ini ditemukan bradikardi dan penurunan tekanan
darah.
10
Disamping adanya perubahan klinis, akan terjadi pula ?1
metabolisme dan pemeriksaan keseimbangan asam basa pada tubuh bayi.
2ada tingkat pertama dan pertukaran gas mungkin hanya menimbulkan
asidoris respiratorik, bila ?1 berlanjut dalam tubuh bayi akan terjadi
metabolisme anaerobik yang berupa glikolisis glikogen tubuh , sehingga
glikogen tubuh terutama pada jantung dan hati akan berkuang.asam
organik terjadi akibat metabolisme ini akan menyebabkan tumbuhnya
asidosis metabolik. 2ada tingkat selanjutnya akan terjadi perubahan
kardioAaskuler yang disebabkan oleh beberapa keadaan diantaranya
hilangnya sumber glikogen dalam jantung akan mempengaruhi 3ungsi
jantung terjadinya asidosis metabolik akan mengakibatkan menurunnya sel
jaringan termasuk otot jantung sehinga menimbulkan kelemahan jantung
dan pengisian udara alAeolus yang kurang adekuat akan menyebabkan
akan tingginya resistensinya pembuluh darah paru sehingga sirkulasi darah
ke paru dan kesistem tubuh lain akan mengalami gangguan. /sidosis dan
gangguan kardioAaskuler yang terjadi dalam tubuh berakibat buruk
terhadap sel otak. 7erusakan sel otak yang terjadi menimbulkan kematian
atau gejala sisa pada kehidupan bayi selanjutnya (Medicine and linu>.com
D. !$MPLI!AI
2enyakit yang terdapat pada bayi &&'( antara lain 6
1. !indrom distest perna3asan, disebut juga penyakit membran
hialin yang melapisi alAeolus perut.
11
). /spirasi pnemunia, keadaan ini disebabkan karena repleks
menelan dan batuk pada bayi prematur belum sempurna.
1. 2erdarahan intraAentrikuler, adalah perdarahan spontan pada
Aentrikel atau lateral, biasanya terjadi bersamaan dengan
pembentukan membran hialin di paru 5 paru.
-. Bibroplasia retrolintal, keadaan ini disebabkan oleh gangguan
oksigen yang berlebihan.
*. Hiperbillirubinemia, keadaan ini disebabkan karena hepar pada
bayi prematur belum matang.
E. Pemeriksaan Diagn"stik
1. 2emeriksaan glucose darah terhadap hipoglikemia
). 2emantauan gas darah sesuai kebutuhan
1. <iter <orch sesuai indikasi
-. 2emeriksaan kromosom sesuai indikasi
*. 2emantauan elektrolit
". 2emeriksaan sinar I sesuai kebutuhan ( missal 6 3oto thora>
%. Penatalaksanaan BBLR
a. Penanganan bayi
!emakin kecil bayi dan semakin premature bayi, maka
semakin besar perawatan yang diperlukan, karena kemungkinan
terjadi serangan sianosis lebih besar. !emua perawatan bayi harus
dilakukan didalam incubator
12
&. Pelestarian suhu tubuh
&ayi dengan berat lahir rendah, mempunyai kesulitan
dalam mempertahankan suhu tubuh. &ayi akan berkembang secara
memuaskan, asal suhu rectal dipertahankan antara 1*,*+
o
, s=d
10,+
o
,.
&ayi berat rendah harus diasuh dalam suatu suhu
lingkungan dimana suhu normal tubuhnya dipertahankan dengan
usaha metabolic yang minimal.
&ayi berat rendah yang dirawat dalam suatu tempat tidur
terbuka, juga memerlukan pengendalian lingkungan secara
seksama. !uhu perawatan harus diatas )* + ,, bagi bayi yang berat
sekitar )+++ gram, dan sampai 1++ , untuk bayi dengan berat
kurang dari )+++ gram.
Dntuk mencegah hipotermi, diperlukan lingkungan yang
cukup hangat dan istirahat konsumsi $
)
yang cukup. &ila dirawat
dalam inkubator maka suhunya untuk bayi dengan && ) kg adalah
1*J, dan untuk bayi dengan && ) 5 ),* kg adalah 1-J,. &ila tidak
ada inkubator, pemanasan dapat dilakukan dengan membungkus
bayi dan meletakkan botol:botol hangat yang telah dibungkus
dengan handuk atau lampu petromak di dekat tidur bayi. &ayi
dalam inkubator hanya dipakaikan popok untuk memudahkan
pengawasan mengenai keadaan umum, warna kulit, perna3asan,
kejang dan sebagainya sehingga penyakit dapat dikenali sedini
mungkin.
'. Inkubator
&ayi dengan berat badan lahir rendah, dirawat didalam
incubator. 2rosedur perawatan dapat dilakukan melalui GjendelaG
atau Glengan bajuG. !ebelum memasukkan bayi kedalam incubator,
incubator terlebih dahulu dihangatkan, sampai sekitar )9,- + ,,
untuk bayi dengan berat 1,0 kg dan 1),)+, untuk bayi yang lebih
kecil. &ayi dirawat dalam keadaan telanjang, hal ini
13
memungkinkan perna3asan yang adekuat, bayi dapat bergerak
tanpa dibatasi pakaian, obserAasi terhadap perna3asan lebih mudah.
(. Pemberian oksigen
;kspansi paru yang buruk merupakan masalah serius bagi
bayi preterm &&'(, akibat tidak adanya alAeoli dan sur3aktan.
7onsentrasi $
)
yang diberikan sekitar 1+: 1* . dengan
menggunakan head bo>, konsentrasi $
)
yang tinggi dalam masa
yang panjang akan menyebabkan kerusakan pada jaringan retina
bayi yang dapat menimbulkan kebutaan
). Pencegahan infeksi
&ayi preterm dengan berat rendah, mempunyai system
imunologi yang kurang berkembang, ia mempunyai sedikit atau
tidak memiliki ketahanan terhadap in3eksi. Dntuk mencegah
in3eksi, perawat harus menggunakan gaun khusus, cuci tangan
sebelum dan sesudah merawat bayi, memakai masker, gunakan
gaun=jas, lepaskan semua asessoris dan tidak boleh masuk kekamar
bayi dalam keadaan in3eksi dan sakit kulit.
&ayi prematur mudah terserang in3eksi. Hal ini disebabkan
karena daya tubuh bayi terhadap in3eksi kurang antibodi relati3
belum terbentuk dan daya 3agositosis serta reaksi terhadap
peradangan belum baik. 2rosedur pencegahan in3eksi adalah
sebagai berikut6
Mencuci tangan sampai ke siku dengan sabun dan air
mengalir selama ) menit sebelum masuk ke ruang rawat
bayi.
Mencuci tangan dengan Cat anti septic= sabun sebelum dan
sesudah memegang seorang bayi.
Mengurangi kontaminasi pada makanan bayi dan semua
benda yang berhubungan dengan bayi.
Membatasi jumlah bayi dalam satu ruangan.
14
Melarang petugas yang menderita in3eksi masuk ke ruang
rawat bayi.
*. Pemberian makanan
2emberian makanan secara dini dianjurkan untuk
membantu mencegah terjadinya hipoglikemia dan hiperbillirubin.
/!9 merupakan pilihan pertama, dapat diberikan melalui kateter
( sonde , terutama pada bayi yang re3lek hisap dan menelannya
lemah. &ayi berat lahir rendah secara relatiAe memerlukan lebih
banyak kalori, dibandingkan dengan bayi preterm.
2rinsip utama pemberian makanan pada bayi prematur
adalah sedikit demi sedikit. !ecara perlahan:lahan dan hati:hati.
2emberian makanan dini berupa glukosa, /!9 atau 2/!9 atau
mengurangi resiko hipoglikemia, dehidrasi atau hiperbilirubinia.
&ayi yang daya isapnya baik dan tanpa sakit berat dapat dicoba
minum melalui mulut. Dmumnya bayi dengan berat kurang dari
1*++ gram memerlukan minum pertama dengan pipa lambung
karena belum adanya koordinasi antara gerakan menghisap dengan
menelan.
Dianjurkan untuk minum pertama sebanyak 1 ml larutan
glukosa * . yang steril untuk bayi dengan berat kurang dari 1+++
gram, ) 5 - ml untuk bayi dengan berat antara 1+++:1*++ gram dan
*:1+ ml untuk bayi dengan berat lebih dari 1*++ ?r.
/pabila dengan pemberian makanan pertama bayi tidak
mengalami kesukaran, pemberian /!9=2/!9 dapat dilanjutkan
dalam waktu 1):-8 jam.
+. Pemantauan ,M"nit"ring-
1. 7enaikan && dan pemberian minum setelah umur 0 hariK &ayi
akan kehilangan berat selama 0:1+ hari pertama. &ayi berat lahir
@1*++ gram dapat kehilangan && sampai 1+. dari berat lahir.
&erat lahir biasanya tercapai kembali dalam 1- hari kecuali apabila
15
terjadi komplikasi.K !etelah berat lahir tercapai kembali, kenaikan
berat badan selama 1 bulan seharusnya6
1*+:)++ gram seminggu untuk bayi F1*++ gram (misalnya
)+:1+ gram=hari
)++:)*+ gram seminggu untuk bayi 1*++:)*++ gram
(misalnya 1+:1* gram=hari &ila bayi sudah mendapat /!9
secara penuh (pada semua kategori berat dan telah berusia
lebih dari 0 hari6
<ingkatkan jumlah /!9 dengan )+ml=kg=hari sampai
tercapai jumlah 18+ml=kg=hari.
<ingkatkan jumlah /!9 sesuai dengan kenaikan berat badan
bayi agar jumlah pemberian /!9 tetap 18+ml=kg=hari.
L /pabila kenaikan berat tidak adekuat, tingkatkan jumlah
pemberian /!9 sampai )++ml=kg=hari.
). <anda kecukupan pemberian /!9
7encing minimal " kali dalam )- jam.
&ayi tidur lelap setelah pemberian /!9.
&& bayi naik
1. 2emulangan penderita
&ayi suhu stabil <oleransi minum per oral baik, diutamakan
pemberian /!9. &ila tidak bisa diberikan /!9 dengan cara menetek
dapat diberikan dengan alternatiAe cara pemberian minum yang
lain. 9bu sanggup merawat &&'( di rumah
H. Asuhan !e.era/atan .a0a BBLR
1. Pengkajian
a. Ri/a2at Maternal
Dmur ibu dalam resiko kehamilan ( F 1" thn atau @ 1* thn
7ehamilan ganda ( gemeli
16
!tatus ekonomi rendah, malnutrisi dan /4, kurang
/danya riwayat kelahiran prematur sebelumnya
9n3eksi6 <$(,H, penyakit kelamin dll
7ondisi kehamilan6 toksemia graAidarum, 72D, plasenta
preAia dll
2enggunaan 4arkoba, alkohol, rokok
3. Ri/a2at !elahiran
?estasi 6 )-: 10 minggu
&& 6 F )*++ gram
/2?/( !7$(;
4. istem kar0i"5askuler
H( 6 1)+:1"+ >=menit
!aat lahir mungkin terdapat murmur6 indikasi adanya shunt
ke kiri dan tekanan paru yang masih tinggi atau adanya
atelektasis
0. istem gastr"intestinal
/bdomen menonjol
2engeluaran mekonium6 1):)- jam
(e3leks hisap lemah, koordinasi mengisap dan menelan
lemah
17
/nus6 paten, jika tidak pertanda kelainan kongenital
&erat badan kurang )*++(*lb 8 oC.
e. istem integumen
7ulit6 pucat, sianosis, ikterik, kutis marmorata atau
kemerahan
7ulit tipis, transparan, halus dan licin
Merniks caseosa sedikit dengan lanugo banyak
<erdapat edema umum atau lokal
7uku pendek
(ambut sedikit dan halus
?aris tangan sedikit dan halus
#. istem muskul"skeletal
<ulang rawan telinga (,artilago ear belum berkembang,
telinga halus dan lunak
<ulang kepala dan tulang rusuk lunak
(e3lek kurang dan letargi
g. Neur"ens"ri
<ubuh panjang, kurus, lemas dengan perut agak gendut.
Dkuran kepala besar dalam hubungannya dengan tubuh, sutura
mungkin mudah digerakan, 3ontanel mungkin besar atau terbuka
18
lebar. ;dema kelopak mata umum terjadi, mata mungkin
merapat(tergantung usia gestasi.
(e3leks tergantung pada usia gestasi N rooting terjadi
dengan baik pada gestasi minggu 1)N koordinasi re3leks untuk
menghisap, menelan, dan berna3as biasanya terbentuk pada gestasi
minggu ke 1)N komponen pertama dari re3leks Moro(ekstensi
lateral dari ekstremitas atas dengan membuka tangantampak pada
gestasi minggu ke )8N komponen keduaa(3leksi anterior dan
menangis yang dapat didengar tampak pada gestasi minggu ke
1). 2emeriksaan DubowitC menandakan usia gestasi antara
minggu )- dan 10.
h. Perna#asan
!kor apgar mungkin rendah. 2erna3asan mungkin dangkal,
tidak teraturN perna3asan dia3ragmatik intermiten atau periodik(-+:
"+>=mt. Mengorok, perna3asan cuping hidung, retraksi
suprasternal dan substernal, atau berbagai derajat sianosis
mungkin ada. /danya bunyi GampelasH pada auskultasi,
menandakan adaya sindrom distress perna3asan ((D!.
i. !eamanan
!uhu ber3luktuasi dengan mudah. Menangis mungkin
lemah.#ajah mungkin memar, mungkin ada kaput suksedoneum.
7ulit kemerahan atau tembus pandang, warna mungkin merah.
muda=kebiruan, akrosianosis, atau sianosis=pucat. 'anugo
terdistribusi secara luas diseluruh tubuh.. ;kstremitas mungkin
tampak edema. ?aris telapak kaki mungkin tidak ada pada semua
atau sebagian telapak. 7uku mungkin pendek.
j. eksualitas
19
?enetalia 6 'abia minora wanita mungkin lebih besar dari labia
mayora, dengan klitoris menonjol N testis pria mungkin tidak turun,
rugae mungkin banyak atau tidak ada pada skrotum.
&. Diagn"sa 0an Ren4ana !e.era/atan
a. <idak e3ekti3nya pola na3as berhubungan dengan maturitas pusat
perna3asan, keterbatasan perkembangan otot, penurunan
energi=kelelahan, ketidakseimbangan metabolik.
b. (isiko ketidakseimbangan temperatur tubuh berhubungan dengan
&&'(, usia kehamilan kurang, paparan lingkungan dingin=panas.
c. (esiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan immaturitas organ tubuh.
d. (esiko tinggi kekurangan Aolume cairan berhubungan dengan usia dan
berat badan e>treme (premature, dibawah ).*++ grm.
e. (esiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan
kapiler rapuh dekat permukaan kulit.
3. (esiko tinggi in3eksi berhubungan dengan respon imun imatur.
'. Ren4ana !e.era/atan
a. <idak e3ekti3nya pola na3as berhubungan dengan maturitas pusat
perna3asan, keterbatasan perkembangan otot, penurunan
energi=kelelahan, ketidakseimbangan metabolik.
<ujuan 6 Menjaga dan memaksimalkan 3ungsi paru
94<;(M;4!9 (/!9$4/'
7umpulkan data yang berkaitan
dengan kegawatan na3as
(iwayat ibu atas penggunaan obat
atau kondisi tidak normal selama
kehamilan dan proses persalinan
#aspada episode apnea yang
berlangsung lebih dari )+ detik
deteksi deteksi dini dalam menentukan
tindakan selanjutnya
Memberi bantuan perna3asan seperti membantu mencukupi supplai
20
oksigen oksigen
2antau kajian gas darah untuk
mengetahui asidosis perna3asan
metabolik
deteksi dini untuk mencegah
hipoksia
b. (isiko ketidakseimbangan temperatur tubuh b=d &&'(, usia kehamilan
kurang, paparan lingkungan dingin=panas.
<ujuan 6 tidak terjadi hipotermia=hypertermia
94<;(M;4!9 (/!9$4/'
Monitor suhu minimal tiap ) jam Dntuk memonitor suhu tbuh
Eaga temperatur ruang perawatan )*
,
ruangan yang terlalu panas
menyebabkan perpindahan panas
secara in3eksi
Dkur suhu rektal terlebih dulu,
kemudian suhu aksila setiap )
jam=setiap kali diperlukan
deteksi dini dalam menentukan
tindakan selanjutnya
'akukan prosedur penghangatan
setelah bayi lahir
mencegah pengeluaran suhu lewat
eAaporasi
?anti pakaian atau linen tempat
tidur bila basah,pertahankan kepala
bayi tetap tertutup
Menurunkan kehilangan panas
melalui eAaporasi
c. (esiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan immaturitas organ tubuh.
<ujuan 6 Meningkatkan dan menjaga asupan kalori dan statusnya giCi bayi

94<;(M;4!9 (/!9$4/'
/wasi re3lek menghisap bayi dan
kemampuan menelan
kemampuan menghisap dan
menelan yang lemah dapat
menyebabkan kebutuhan nutrisi
tidak terpenuhi
/wasi dan hitung kebutuhan kalori
bayi
mengetahui kebutuhan kalori yang
dibutuhkan bayi.
21
7ebutuhan /!9 "+=kg &&=)- jam
dengan kenaikan 1+ cc=hari,di
pertahankan pada hari ke:0 sampai 1
bulan
/!9 mengandung Cat giCi yang
diperlukan tubuh
<imbang bayi setiap hari,bandingkan
berat badan dengan asupan kalori
yang diberikan.
Mengetahui perkembangan dan
kemungkinan terjadinya penurunan
&& yang pathologis
d. (esiko tinggi kekurangan Aolume cairan berhubungan dengan usia dan
berat badan e>treme (premature, dibawah ).*++ grm.
94<;(M;4!9 (/!9$4/'
<imbang berat badan tiap hari. &erat badan adalah indicator paling
sensitiAe dari keseimbangan cairan.
&andingkan masukan dan haluaran
caiaran setiap sip dan keseimbangan
kumulati3 setiap periode )- jam.
&erat badan adalah indicator paling
sensitiAe dari keseimbangan cairan.
;Aaluasi turgor kulit, membrane
mukosa, keadaan 3ontanel anterior.
,adangan cairan dibatasi pada bayi
praterm.
&erikan /!9=2/!9 tiap ) jam
sebanyak 1* cc lewat sonde.
2emberian /!9=2/!9 tiap ) jam
dapat memenuhi kebutuhan caiarn
dalam tubuh bayi.
2antau pemeriksaan laboratorium
sesuai indikasi 6 Ht.
Dehidrasi meningkatkan kadar Ht
diatas nilai normal (-* 5 *1..
e. (esiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan
kapiler rapuh dekat permukaan kulit.
<ujuan 6 tidak terjadi in3eksi
94<;(M;4!9 (/!9$4/'
9nspeksi kulit, perhatikan area
kemerahan atau tekanan.
Mengidenti3ikasi area potensial
kerusakan dermal yang adapat
22
mengakibatkan sepsis
&erikan perawatan mulut dengan
menggunakan gliserin.
Membantu mencegah kekeringan
dan pecah pada bibir berkenaan
dengan tidak adanya masukan oral.
&erikan latihan rentan gerak,
perubahan posisi rutin dan bantal
yang terbuat dari bahan yang
lembut.
Membantu mencegah kemungkinan
nekrosis berhubungan dengan
edema dermis.
Memandikan bayi dengan
menggunakan air hangat dan sabun
Mandi sering menggunakan sabun
atau pelembab dapat meningkatkan
2h kulit, menurunkan plora normal
dan pertahanan = melindungi
pathogen in3asi3.
&erikan Calp /ntibiotik pada
hidung, mulut dan bibir bila pecah =
teriritasi.
Meningkatkan pemulihan pecah 5
pecah iritasi dan dapat membantu
mencegah in3eksi.
3. (esiko tinggi in3eksi berhubungan dengan respon imun imatur.
<ujuan 6selama perawatan tidak terjadi komplikasi=in3eksi
Hasil yang diharapkan 6tidak ada tanda tanda in3eksi.
94<;(M;4!9 (/!9$4/'
<ingkatkan cara mencuci tangan Mencuci tangan adalah praktik yang
paling penting untuk mencegah
kontaminasi silang serta mengontrol
in3eksi dalam ruangan perawatan
7aji bayi terhadap tanda:tanda
in3eksi seperti ketidakstabilan suhu
(Hipotermia dan
Hipertermia,'etargi atau
perubahan perilaku distress
pernapasan
&erman3aat dalam mendiagnosis
in3eksi
lakukan perawatan tali pusat sesuai 2enggunaan bethadine dan berbagai
23
dengan protocol (umah !akit anti mikroba yang membantu
mencegah klonisasi
?unakan tehnik aseptic selama
penghisapan, pemasangan 4?< dll.
Menurunkan kesempatan untuk
masuknya bakteri yang dapat
mengakibatkan in3eksi perna3asan.
?unakan antiseptic sebelum
membantu dalam prosedur inAasi
Mencegah terjadinya in3eksi
nosokomial dari prosedur inAasi.
2antau pemeriksaan laboratorium
sesuai indikasi 6 jumlah trombosit
!epsis menyebakan jumlah
trombosit menurun tetapi pada bayi
pra term rentan trombosit normal
mungkin hanya "+.+++. mm
1
BAB III
!EIMPULAN
&erat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir dengan berat badan
pada saat kelahiran kurang dari )*++ gr atau lebih rendah ( #H$, 19"1 .
/da dua macam &&'( yaitu 6
1. 2rematuritas murni = &ayi yang kurang bulan ( 7& = !M7 6 bayi yang
dilahirkan dengan umur kurang dari 10 minggu dengan berat badan
sesuai.
). Dismaturitas = (etardasi pertumbuhan janin intra uterin (9D?(=&ayi
kecil masa kehamilan ( 7M7 6 bayi yang dilahirkan dengan berat
badan lahir kurang dari persentie ke:1+ kurAa pertumbuhan janin dan
24
tidak sesuai dengan usia kehamilan.. !edangkan &ayi dengan berat
lahir kurang dari 1*++ gram disebut bayi berat lahir sangat rendah
( &&'!( .
2enatalaksanaan &&'( yaitu dengan cara penanganan bayi,
pelestarian suhu tubuh, inkubator, pemberian oksigen, pencegahan in3eksi
dan pemberian makanan. !elain itu beberapa hal yag perlu dipantau adalah
kenaikan &&, tanda kecukupan pemberian /!9 dan pemulangan
penderita=bayi.
DA%TAR PUTA!A
/nonim. 1989. Perawatan Bayi dan Anak. Eakarta6 Departemen 7esehatan (9
2usat 2endidikan <enaga 7esehatan.
Eitowiyono, !ugeng. )+1+. Asuhan Keperawatan Neonatus dan Anak.
Oogyakarta. 4uha Medika.
Yayan Pieter. Laporan Pendahuluan Bayi Berat Lahir Rendah 4
November 2013 di 08:30.
25
http://yayannerz.blo!pot."om/2013/11/laporan#pendah$l$an#
bayi#berat#lahir.html.
Yongki putra. Asuhan Keperawatan Bayi Dengan BBLR. 28 %&tober 2013
di 01:3. http://yon&e#p$tra.blo!pot."om/2013/10/a!$han#
&epera'atan#bayi#denan#bblr.html
(erli. Laporan Pendahuluan BBLR. 25 )an$ari 2013 di 19:40.
http://&epera'atanbinah$!ada7ner!*erlypl.blo!pot."om/2012/01
/laporan#pendah$l$an#bblr.html5
26

Anda mungkin juga menyukai