Anda di halaman 1dari 7

BAB III

PENYAJIAN DATA
1. DATA KAPAL
UKURAN UTAMA KAPAL
LBP : 50 m
LWL : 51.25 m
B : 8.2 m
T : 2.55 m
H : 3.4 m
Vs : 9 Knot
DWT : 540 Ton
LWT : 328.86 Ton
KOEFISIEN BENTUK KAPAL
Cb : 0.76
Cm : 0.99
Cw : 0.85
Cpv : 0.99
Cph : 0.77
DIMENSI MESIN
Merk : CATERPILLAR
Model : MARINE PROPULSION ENGINE 3196

Jumlah silinder : 6
Rpm : 2300
BHP : 600 HP = 448 KW
Bore : 130 mm
Stroke : 150 mm
Berat : 1.178 Ton
Panjang : 1874.6 mm
Tinggi : 1004.5 mm
Lebar : 968.6 mm

BAB IV
PEMBAHASAN

IV.1 PERENCANAAN INSTALASI SISTEM PENDINGIN MESIN
1. Pompa Air Tawar Pendingin Mesin Induk (Engine/ Piston Cooling Fresh Water Pump)
a. Penentuan Laju Aliran Pompa
Dalam buku "Machinery Outfitting Design Manual" hal 56, harga spesifik laju aliran
pompa berdasarkan MAN, UEC, SULZER (RND type) berkisar antara (6 ~ 8) liter/BHP.Jam).
Dengan demikian, laju aliran pompa dapat diketahui melalui perhitungan sebagai berikut :
Q = (6 - 8) x BHP (Liter/Jam)
Sehingga, dari kisaran 6-8 dipilih nilai yang maksimal yaitu 8 liter/BHP untuk
mengantisipasi kerja maksimal system di kapal.
BHP = 600 HP
Q = 14800 (Liter/BHP)
= 4.8 m
3
/jam
b. Penentuan Daya Pompa
Dalam buku "Marine Power Plan" by P. Akimov hal 495 diberikan formula untuk
menghitung daya pompa:
N = (Q . H . g)/(3600 . 75 . h)
dimana : Q = laju aliran pompa = 4.8 (m
3
/jam)
= Massa jenis air tawar = 1000 (kg/m3)
= Total efisiensi pompa (0,6 ~ 0,9) = 0.9
H = Head total pompa (m)
Dalam buku "Machinery Outfitting Design Manual" hal 56 diberikan formula untuk
menghitung head total pompa :
H = P = P1 + P2 + P3 + P4 + (m)
dimana :
* P1 = Tekanan yang dibutuhkan pada engine inlet = 40 (m)
* P2 = Kerugian head akibat sistem perpipaan = 5 (m)
* P3 = Kerugian head akibat cooler = 5 (m)
* P4 = Kerugian head statik = 2 (m)
* = Margin = 3 (m)
sehingga :
P = 55 (m)
dengan demikian daya pompa dapat diketahui :
N = (Q . H . g)/(3600 . 75 . h)
= 0.11 (Hp)
= 0.082 (kW)
2. Penentuan Diameter Pipa Air Tawar Pendingin Mesin Induk
Dalam buku "Marine Power Plan" by P. Akimov hal 492 diberikan formula untuk
menentukan diameter pipa :
D = 4/3 x (Q)1/2 (cm)
= 29.2 (mm)
= 1.15 (Inchi)

3. Penentuan Tangki Ekspansi Air Tawar Pendingin Mesin
menurut buku "machinery outfitting design manual" hal. 57, tangki ekspansi air tawar
pendingin mesin utama direkomendasikan oleh pabrik pada umumnya 1/150 ~1/300 dari
kapasitas pompa pendingin air tawar pendingin mesin.
Q = (1/150 ~ 1/300) . Q
dimana :
dipilih = 1/300
Q = 4800 liter/jam
Jadi, Q = 16 liter/jam
Q = 0.016 m
3
/jam
Tangki ekspansi untuk persediaan selama 8 jam ditambah 15%, maka volume tangki
ekspansi :
V = 0.1472 m
3
Dimensi tangki ekspansi adalah :
P = 1 m
L = 1 m
T = 1 m
V = 1 m




4. Penentuan Diameter Pipa Dari Ekspansi Tank Ke Cooler
Dalam buku "Marine Power Plan" by P. Akimov hal 492 diberikan formula untuk
menentukan diameter pipa :
d = 4/3 x (Q)1/2 (cm)
= 1.7 (mm)
= 0.066 (inchi)

5. Pompa Air Laut Pendingin Mesin Induk
Menurut buku "machinery outfitting design manual" hal. 59, pompa air laut pendingin
mesin mesin utama terdiri dari 2 set.
a. Penentuan Laju Aliran Pompa
Dalam brosur mesin telah ditentukan debit air pendingin mesin yaitu :
Q = 55 (m
3
/jam)
= 55000 (liter/jam)
b. Penentuan Daya Pompa
Dalam buku "Marine Power Plan" by P. Akimov hal 495 diberikan formula untuk
menghitung daya pompa :
N = (Q . H . g)/(3600 . 75 . h)
Dimana ;
Q = laju aliran pompa = 55 (m3/ jam)
= Massa jenis air laut = 1025 (kg/ m3)
= Total efisiensi pompa (0,6 ~ 0,9) = 0.9
H = Head total pompa (m)
Dalam buku "Machinery Outfitting Design Manual" hal 59 diberikan formula untuk
menghitung head total pompa :
H = P = P1 + P2 + P3
Dimana ;
* P = Required total head
* P1 = differential static head between highest cooler and sea level = 3 (m)
* P2 = pressure loss in piping = 5 (m)
* P3 = pressure loss in coolers = 10 (m)
Sehingga :
P = 18 (m)
Dengan demikian daya pompa dapat diketahui:
N = (Q . H . g)/(3600 . 75 . h)
= 4.176 (Hp)
= 3.115 (KW)
6. Penentuan Diameter Pipa Air Laut Pendingin Mesin Induk
sesuai dengan diameter pipa masuk air laut pada cooler, maka diameter pipa air laut
pendingin mesin induk adalah sama,jadi diameter pipa:
d = 0.02921187 (m)
= 29.2 (mm)
= 1.15 (Inchi)

Berdasaran hasil perhitungan di atas, diperoleh tabulasi komponen dan pipa yang
digunakan yaitu :
Tabel 1 . Tabulasi Komponen pada sistem pendingin
No. Komponen
Sistem Pendingin
Q (m
3
/jam) V (liter) Hp
1.
2.
Tabel 2. Tabulasi Katup dan saringan
N0 Jeniskatup/ sambungan Jumlah
1 globe valve 1
2 Check Valve 2
3 Strainer 1
Tabel 3. Tabulasi Jumlah Belokan
No Deck
SistemPendingin
Sambungan T Belokan 90
o
Belokan 30
o
SambunganLurus
1 RuanganMesin 5 7 14 4