Anda di halaman 1dari 5

PEWARNAAN SEDERHANA

I. Tujuan
Mengamati morfologi bakteri.
II. Metode
Pewarnaan sederhana.
III. Prinsip
Adanya ikatan ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa
aktif dari pewarna yang disebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya
muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarna.
IV. Dasar Teori
Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur,
dan sifat-sifat yang khas, begitu pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup
hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri tersebut
disuspensikan. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga
mudah untuk diidentifikasi adalah dengan metode pengecatan atau pewarnaan,
hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu
mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan.
(Jimmo, 2008).
Sel bakteri dapat diamati dengan jelas jika menggunakan mikroskop
dengan perbesaran 100 x 10 yang ditambah oil emersi. Jika dibuat sediaan
tanpa pewarnaan, sel bakteri sulit dilihat. Pewarnaan bertujuan untuk
memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel
bakteri. Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya, sehingga
kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan. Zat warna yang
digunakan bersifat asam atau basa. Pada zat warna basa, bagian yang berperan
dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif.
Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarnaan-pewarnaan
sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan
zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat
alkalin (komponen kromotofiknya bermuatan positif).
Zat warna yang digunakan dalam pewarnaan sederhana adalah Methylene
Blue / Metil Biru. Metil Biru merupakan pewarna thiazine yang sering
digunakan sebagai bakterisida dan fungsida dalam aquarium. Metil Biru
diketahui efektif untuk pengobatan ichthyopthirius (white spot) dan jamur.
Metil Biru biasanya tersedia di toko-toko aquarium dalam bentuk larutan
dengan konsentrasi 1-2 persen. Selain itu tersedia pula dalam bentuk serbuk.
V. Alat dan Bahan
a. Alat
- Objek glass
- Ose bulat
- Lampu spritus
- Tissue
- Pipet tetes
- Mikroskop

b. Bahan
- Metilen Blue 1%
- Oil imersi
- Media LB / kultur
campuran


c. Gambar alat

Objek glass

Lampu spritus

Ose bulat

Mikroskop

Pipet Tetes






VI. Cara Kerja
1. Disiapkan objek glass yang bersih dan kering, objek glass diflamming.
2. Disterilisasi ose bulat.
3. Diambil 2-3 ose suspensi kuman diletakkan di tengah-tengah objek
glass.
4. Diratakan suspensi yang ada di objek glass (dibuat lapisan tipis)
5. Dikering udarakan.
6. Difiksasi di atas lampu spritus.
7. Diteteskan 2-3 tetes Metilen Blue 1% pada sediaan dibiarkan 1
menit.
8. Dibuang sisa cat / dicuci dengan air mengalir.
9. Dikering udarakan.
10. Ditetesi sediaan dengan oil imersi.
11. Diamati dengan mikroskop perbesaran 100 kali pada objektif.
VII. Hasil Pengamatan














Preparat olesan bakteri perbesaran = 100 kali
Gambar

Keterangan
1. Bentuk = Coccus
2. Susunan = Staphylococcus
3. Warna = biru


VIII. Pembahasan
Berbagai macam tipe morfologi bakteri dapat dibedakan dengan
menggunakan pewarna sederhana, yaitu mewarnai sel-sel bakteri hanya
digunakan satu macam zat warna saja. Pada pewarnaan sederhana, bakteri
diwarnai oleh reagen tunggal. Pewarna yang biasa dipakai dalam pewarnaa
sederhana adalah biru metilen. Biasanya hanya untuk membedakan sel dan
latar belakangnya saja tanpa bermaksud melakukan kajian diferensiasi. Metil
Biru memberi warna biru cerah yang bisa bergradasi (biru muda sampai biru
agak tua). Akan tetapi pada beberapa mikroorganisme, beberapa granula di
dalam sel tampak terwarnai lebih gelap daripada bagian sel lain.
Dalam praktikum pewarnaan sederhana ini membutuhkan objek glass
untuk tempat sediaan. Objek glass yang digunakan harus dibersihkan terlebih
dahulu agar objek glass bebas dari lemak dan debu. Kemudian ose yang akan
digunakan juga harus dipijarkan di atas nyala lampu sritus, hal ini bertujuan
agar tidak ada kontamina dari luar pada saat pengamatan. Pengambilan
suspensi dilakukan menggunakan ose yang sudah dipijarkan pada saat ose
dalam keadaan dingin hal ini untuk mencegah kerusakan bakteri sehingga
bakteri bisa diamati. Suspensi yang diambil 2-3 ose, tidak terlalu banyak,
karena jika terlalu banyak akan sulit diratakan dan apabila kultur bakteri tidak
dapat diratakan tipis-tipis maka bakteri akan tertimbun hal ini akan
mengakibatkan pemeriksaan bentuknya satu per satu menjadi tidak jelas.
Apabila sudah kering, dilakukan fiksasi dengan cara melewatkan diatas nyala
api. Proses fiksasi dilakukan supaya bakteri benar-benar melekat pada kaca
obyek sehingga olesan bakteri tidak akan terhapus saat pencucian. Yang perlu
diperhatikan dalam proses fiksasi adalah bidang yang mengandung bakteri
dijaga agar tidak terkena nyala api. Setelah dilakukan fiksasi kemudian
ditetesi dengan MB 1% dan dibiarkan 1 menit, dengan demikian bakteri
yang terdapat pada sampel akan menyerap zat warna yang diberikan.
Kemudian dicuci dengan air mengalir dan dibiarkan sampai kering (dengan
cara dianginkan). Pada saat pencucian dengan air, air tidak boleh mengenai
langsung pada sediaan. Karena jika air terlalu keras mengenai sediaan maka
hali ini bisa merusak sediaan. Pencucian dengan air bertujuan untuk
mengurangi kelebihan zat warna dari Methylene Blue. Pada pengamatan
menggunakan mikroskop (perbesaran 100 kali), sediaan ditetesi dengan oil
imersi yang berfungsi unutk menaikkan indeks bias cahaya sehingga objek
dapat terlihat dengan lebih jelas. Saat pengamatan menggunakan mikroskop
perlu diingat bahwa gambar objek berlawanan dengan arah sediaan.
IX. Kesimpulan
Dari praktikum yang dilakukan maka diketahui bahwa bakteri berbentuk
Coccus dengan susunan Staphylococcus dan berwarna biru.
X. Daftar Pustaka
Anonim. Laporan Mikro Biologi. 2011.
http://mikrolaborat.blogspot.com/2011/10/laporan-pewarnaan-bakteri.html
Anur, Israyanti. PEWARNAAN SEDERHANA. 2013
http://israyantianur.blogspot.com/2013/05/pewarnaan-sederhana.html
Purwakusuma, Wahyu. METIL BIRU (METHYLENE BLUE). -
http://o-fish.com/HamaPenyakit/metilbiru.php
(diakses tanggal 24 Oktober 2013)