Anda di halaman 1dari 15

Fadhillah Syafitri

1102011091
Skenario ; Mata Merah
1. ANATOMI MATA
1.1. Makroanatomi Mata
Mata tertanam di dalam korpus adiposum orbital, tetapi dipisahkan dari korpus adiposum ini oleh selubung
fascial bola mata. ola mata terdiri atas tiga lapisan, dari luar ke dalam! tunika fibrosa, tunika "askulosa #u"ea$
yang berpigmen, dan tunika ner"osa. %si bola mata adalah media refraksi! humor a&uosus, korpus "itreum, dan
lensa.
a. Humor aquosus adalah cairan bening yang mengisi kamera anterior dan kamera posterior bulbi. 'iduga
cairan ini merupakan sekret dari prosesus siliaris, dari sini mengalir ke dalam kamera anterior melalui pupil
Gambar 1.1 Anatomi bola mata, potongan horizontal
dan mengalir keluar melalui celah yang ada di angulus iridokornealis masul ke dalam kanalis Schlemmi.
(ambatan aliran keluar humor a&uosus mengakibatkan peningkatan tekanan intraokular, yang disebut
glaukoma. )eadaan ini dapat menimbulkan kerusakan degeneratif pada retina, yang berakibat kebutaan.
Fungsi humor a&uosus ini adalah untuk menyokong dinding bola mata dengan memberi tekanan dari
dalam, sehingga men*aga bentuk bola matanya. +airan ini *uga memberi makanan pada kornea dan lensa
dan mengangkut hasil,hasil metabolisme. Fungsi ini penting karena kornea dan lensa tidak mempunyai
pembuluh darah.
b. Korpus vitreum mengisi bola mata di belakang lensa dan merupakan gel yang transparan. )analis
hyaloideus adalah saluran sempit yang ber*alan melalui korpus "itreum dari diskus ner"i optici ke
permukaan posterior lensa. -ada *anin, saluran ini berisi arteri hyaloidea, yang menghilang beberapa saat
sebelum lahir.
Fungsi korpus "itreum adalah sedikit menambah daya pembesaran mata, *uga menyokong
permukaan posterior lensa dan membantu meletakkan pars ner"osa retina ke pars pigmentosa retina.
c. Lensa adalah struktur bikon"eks yang transparan, yang dibungkus oleh kapsula transparan. .ensa terletak
di belakang iris dan di depan korpus "itreum, serta dikelilingi prosesus siliaris.
.ensa terdiri atas #1$ kapsula elastis, yang membungkus struktur; #2$ epitel kuboid, yang terbatas pada
permukaan anterior lensa; dan #/$ fibrae lentis, yang dibetuk oleh epitel kuboid pada e&uator lentis. Fibrae
lentis menyusun bagian terbesar lensa.
0ntuk mengakomodasikan mata pada ob*ek yang dekat, m. siliaris berkontraksi dan menarik korpus
siliaris ke depan dan dalam, sehingga serabut,serabut radial ligamentum suspensorium men*adi relaksasi.
)eadaan ini memungkinkan lensa yang elastis men*adi lebih bulat.
1.2. Mikroanatomi (Histologi) Mata (Meia !e"rakter)
%si bola mata adalah media refraksi! kornea, a&uos humor, lensa, dan korpus "itreus.
Sklera
Sklera terdiri atas *aringan fibrosa padat dan mempertahankan bentuk ukuran bola mata. erkas serat
kolagen yang gepeng pada sklera sebagian besar terletak se*a*ar permukaan, tetapi berkas saling menyilang di
segala arah, dengan *aring,*aring halus serat elastik di antara berkas, *uga se*umlah substansi dasar, dan
se*umlah kecil fibroblas yang gepeng1pipih dan bercabang,cabang. .apisan paling luar, jaringan episkleralis,
merupakan cabang fibroelastik *arang yang di luar melan*utkan diri dengan *aringan fibrosa padat kapsula
Tenon, dengan dibatasi oleh *aringan longgar #ruang 2enon$. 2endo otot ekstraokular ber*alan melalui kapsula
untuk berinsersi ke sklera. ola mata dapat berputar oleh karena ruang ini dan karena lemak orbital.
3ntara skleranya sendiri dengan koroid terdapat suatu lapisan tipis, lamina fuska #lapis gelap$, dengan
berkas kolagen kecil, se*umlah besar serat elastik, dan melanosit. 'i posterior, sklera ditembusi serat,serat
saraf optik pada lamina kribrosa. Sklera mengandung pembuluh darah, terutama pada limbus, dan beberapa
serat saraf elastis.
Kornea
)ornea *ernih dan tembus cahaya dengan permukaan yang licin, tetapi tidak melengkung secara
uniform1seragam. 'aya refraksi kornea, yang merupakan 4hasil5 indeks refraksi dan radius lengkung kornea
lebih besar daripada daya refraksi lensa. Secara anatomis, kornea mempunyai dua bagian! kornea asli dan
limbus #suatu daerah peralihan dengan lebar sekitar 1 mm pada tepi kornea$. Sementara kornea asli bersifat
a"askular, limbus mempunyai pembuluh darah dan limf. Kornea asli, secara histologik, terdiri dari lima lapisan!
Epitel. -ada permukaan luar terdapat epitel, yaitu suatu epiles berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk,
dengan lima hingga enam lapisan sel. .apisan basal silindris rendah, kemudian tiga atau empat lapisan sel
polihedral #sel 4sayap5$, dan satu atau dua lapisan sel permukaan yang gepeng. 6pitel ini sangat sensitif,
dengan banyak akhir saraf bebas, dan mempunyai daya regenerasi istime7a1sangat baik, mitosis hanya
ter*adi dalam lapisan basal.
Membran Bowman. 'i ba7ah epitel terdapat membran o7man, dengan tebal 8 m, tak berbentuk dan tak
mengandung sel, dibentuk oleh perpadatan substansi antar sel dengan serabut kolagen halus yang tersebar
tak beraturan. Membran ini berakhir dengan tegas1mendadak pada limbus.
Substansi propria. Substansi propria membentuk massa kornea #909 ketebalannya$, bersifat tembus
cahaya, dan terdiri dari lamel kolagen dengan sel. .amel merupakan serat lebar, seperti pita, serabut dalam
setiap lamel se*a*ar, dengan lamel pada sudut,sudut yang berbeda. .amel saling melekat karena adanya
2
pertukaran serabut antara lamel yang berdampingan. Fibroblas berbentuk bintang, gepeng dengan cabang
yang ramping, terletak antara lamel.
Membran Descemet. Membran 'escemet, tampak homogen, terletak sebelah dalam substansi propria.
'engan mikroskop elektron, tampak membran ini mengandung serabut kecil dengan periodisitas 100 nm
yang tersusun dalam pola heksagona yang amat teratur. Secara kimia7i, materinya adalah kolagen.
Endotel. Membran 'escemet adalah membrana basal untuk endotel, merupakan satu lapis sel kuboid yang
melapisi permukaan dalam kornea. Sel menun*ukkan kompleks tautan, permukaan antar sel yang tak
teratur, dan se*umlah besar "esikula pinositotik. :esikula ini mentransportasikan cairan dan larutan.
)ornea bersifat a"askular #tak berpembuluh darah$, mendapatkan nutrisi dan difusi pembuluh perifer
dalam limbus dan dari humor a&ueus di bagian tengah.
Lim#us kornea merupakan ;ona peralihan atau ;ona pertemuan, dengan tebal hanya 1 mm, antara
kornea dan sklera. 'i sini, epitel kornea menebal sampai 10 atau lebih lapisan dan melan*utkan diri dengan
kon*ungti"a, membran o7man berhenti dengan tiba,tiba, membran 'escemet menipis dan memecah dan
melan*utkan diri men*adi trabekula ligamen pektinata, dan stroma kornea men*adi kurang teratur dan secara
bertahap susunannya berubah dari susunan lamelar yang khas men*adi kurang teratur seperti yang ditemukan
pada sklera. .imbus memiliki "askularisasi yang baik.
Lensa
.ensa kristalina bentuknya bikon"eks, permukaan posterior lebih melengkung daripada anterior. 'i bagian
tengah pada kedua permukaannya terdapat kutub anterior dan kutub posterior. <aris yang menghubungkan
keduanya, axis, dan batas sekelilingnya adalah ekuator. -ada orang muda, lensa bersifat elastik, dan akan
bertambah keras dan sklerotik dengan bertambahnya usia. .ensa cenderung men*adi bulat, tetapi daya ini
ditahan #dan lensa menggepeng$ karena tegangan pada ;onula. Secara struktural, terdapat tiga komponen!
Kapsul lensa. )apsul lensa meliputi lensa. 2ebalnya sekitar 10 m pada permukaan anterior, tetapi hanya =,
> m pada permukaan posteriornya. )apsul ini homogen, agaknya merupakan membran yang tak
berbentuk, bersifat elastik, dan mengandung glikoprotein dan kolagen tipe %:. -adanya melekat serat
;onula, yang ber*alan ke badan siliar sebagai ligamen suspensorium1penyokong.
Epitel subkapsular. (anya pada permukaan anterior, di ba7ah kapsula, terdapat epitel subkapsular,
merupakan satu lapisan sel kuboid. agian dasar sel ini terletak di luar dalam hubungan dengan kapsula.
3peksnya terletak di dalam dan membentuk kompleks *ungsional dengan serat lensa. )e arah ekuator, sel
ini bertambah tinggi dan beralih men*adi serat lensa, lensa tumbuh sepan*ang kehidupan dengan
penambahan serat ini. 'engan meman*angnya sel kapsul pada ekuator, u*ung anteriornya bergeser di
ba7ah epitel lensa dengan u*ung posterior di ba7ah kapsul di bagian posterior.
Substansi lensa. Substansi lensa terdiri dari serat lensa, yang masing,masing berbentuk sebagai prisma
heksagonal. Sebagian besar serat tersusun secara konsentris dan se*a*ar permukaan lensa. 'i permukaan,
pada korteks, serat yang lebih muda mengandung inti dan beberapa organel. 'i bagian tengah, dalam inti
lensa, serat yang lebih tua telah kehilangan inti dan tampak homogen. Serat yang berdampingan
menun*ukkan suatu kompleks yang terdiri dari *uluran sitoplasma yang saling mengunci dengan banyak
tautan celah dan desmosom bercak.
.ensa sama sekali tanpa pembuluh darah, karenanya mendapatkan nutrisi dari humor a&ueus dan badan
"itreus. .ensa bersifat tumbuh cahaya, dan membran plasma serat lensanya sangat tidak permeabel. .ensa
dipertahankan pada tempatnya oleh ligamen suspensorium, disebut zonula, yang terdiri dari lembaran #serat
;onular$ terdiri dari materi fibrilar yang ber*alan dari badan siliar ke ekuator lensa, sehingga meliputi lensa.
-ada perlekatannya ke lensa, serat ;onular memecah men*adi serat yang lebih halus yang menyatu dengan
kapsul lensa.
Korpus Vitreus
)orpus "itreus merupakan suatu agar,agar yang *ernih dan tembus cahaya yang memenuhi ruang antara
retina dan lensa. ?leh karenanya bentuknya sferoid1bundar dengan lekukan pada bagian anterior untuk
menyesuaikan dengan lensa. agian ini melekat pada epitel siliar, terutama sekeliling diskus optik dan ora
serrata. adan siliar mengandung glikosaminoglikans yang terhidrasi, khususnya asam hialuronat, dan serabut
kolagen dalam bentuk *alinan halus. Serabut ini lebih padat pada bagian perifer dan sekeliling saluran
berbentuk tabung yang berisi cairan dan ber*alan anteroposterior. Saluran ini disebut kanal hyaloidea, yang
semula mengandung arteri hyaloidea pada masa *anin. eberapa sel ditemukan di sini, khususnya pada bagian
tepi, dan merupakan makrofag dan sel #hialosit$ berperan dalam sintesis dan pemeliharaan kolagen dan asam
hialuronat. 'i bagian tepi, badan "itreus melekat pada membran limitans interna. adan "itreus *uga
memelihara bentuk dan kekenyalan bola mata.
3
2. $I%IOLO&I MATA
2.1. $ungsi Komponen Mata
a. Lapisan terluar yang keras pada bola mata adalah tunika "i#rosa. agian posterior tunika fibrosa adalah
sklera opa&ue yang berisi *aringan ikat fibrosa putih.
%klera memberi bentuk pada bola mata dan memberikan tempat perlekatan untuk otot ekstrinsik
Kornea adalah perpan*angan anterior yang transparan pada sklera di bagian depan mata. agian ini
mentransmisi cahaya dan memfokuskan berkas cahaya.
b. Lapisan tenga bola mata disebut tunika vaskular #uvea$, dan tersusun atas koroid, badan siliaris, dan iris.
Lapisan koroi adalah bagian yang sangat terpigmentasi untuk mencegah refleksi internal berkas
cahaya. agian ini *uga sangat ter"askularisasi untuk memberikan nutrisi pada mata, dan elastik
sehingga dapat menarik ligamentum suspensori.
'aan siliaris, suatu penebalan di bagian anterior lapisan koroid, mengandung pembuluh darah dan
otot siliaris. ?tot melekat pada ligamentum suspensori, tempat perlekatan lensa. ?tot ini penting
dalam akomodasi penglihatan, atau kemampuan untuk mengubah fokus dari ob*ek ber*arak *auh ke
ob*ek ber*arak dekat di depan mata.
Iris, perpan*angan dari sisi anterior koroid, merupakan bagian mata yang ber7arna bening. agian ini
terdiri dari *aringan ikat dan otot radialis serta sirkularis, yang berfungsi untuk mengendalikan diameter
pupil.
(upil adalah ruang terbuka yang bulat pada iris yang harus dilalui cahaya untuk dapat masuk ke interior
mata.
c. Lensa adalah struktur bikon"eks yang bening tepat di belakang pupil. 6lastisitasnya sangat tinggi, suatu
sifat yang akan menurun seiring proses penuaan.
d. !ongga mata. .ensa memisahkan interior mata men*adi dua rongga! rongga anterior dan rongga posterior.
!ongga anterior terbagi men*adi dua ruang.
- !uang anterior terletak di belakang kornea dan di depan iris; ruang posterior terletak di depan lensa
dan di belakang iris.
- @uang tersebut berisi aqueous )umor, suatu cairan bening yang diproduksi oleh prosesus siliaris
untuk mencukupi kebutuhan nutrisi lensa dan kornea. 3&ueous humor mengalir ke saluran %*)lemm
dan masuk ke sirkulasi darah "ena.
- Tekanan intraokular pada a&ueous humor penting untuk mempertahankan bentuk bola mata. Aika
aliran a&ueous humor terhambat, tekanan akan meningkat dan mengakibatkan kerusakan
penglihatan, suatu kondisi yang disebut glaukoma.
!ongga posterior terletak di antara lensa dan retina dan berisi vitreus )umor, semacam gel transparan
yang *uga berperan untuk mempertahankan bentuk bola mata dan mempertahankan posisi retina
terhadap kornea.
e. !etina, lapisan terdalam mata, adalah lapisan tipis dan transparan. .apisan ini terdiri dari lapisan
terpigmentasi luar, dan lapisan *aringan saraf dalam.
Lapisan terpigmentasi luar pada retina melekat pada lapisan koroid. .apisan ini adalah lapisan tunggal
sel epitel kuboid yang mengandung pigmen melanin dan berfungsi untuk menyerap cahaya berlebih dan
mencegah refleksi internal berkas cahaya yang melalui bola mata. .apisan ini *uga menyimpan "itamin
3.
Lapisan +aringan sara" alam (optikal), yang terletak bersebelahan dengan lapisan terpigmentasi,
adalah struktur kompleks yang terdiri dari berbagai *enis neuron yang tersusun dalam sedikitnya sepuluh
lapisan terpisah.
- %el #atang dan keru*ut adalah reseptor fotosensitif yang terletak berdekatan dengan lapisan
terpigmentasi.
- Neuron #ipolar membentuk lapisan tengah dan menghubungkan sel batang dan sel kerucut ke sel,
sel ganglion.
- %el ganglion mengandung akson yang bergabung pada regia khusus dalam retina untuk membentuk
saraf optik.
4
- %el )ori,ontal dan sel amakrin merupakan sel lain yang ditemukan dalam retina, sel ini berperan
menghubungkan sinaps,sinaps lateral.
- +ahaya masuk melalui lapisan ganglion, lapisan bipolar, dan badan sel batang dan kerucut untuk
menstimulasi prosesus dendrit dan memicu impuls saraf. )emudian impuls saraf men*alar dengan
arah terbalik melalui kedua lapisan sel saraf.
'intik #uta (iskus optik) adalah titik keluar saraf optik. )arena tidak ada fotoreseptor pada area ini,
maka tidak ada sensasi penglihatan yang ter*adi pada saat cahaya *atuh ke area ini.
Lutea makula adalah area kekuningan yang terletak agak lateral terhadap pusat.
$ovea adalah pelekukan sentral makula lutea yang tidak memiliki sel batang dan hanya mengandung sel
kerucut. agian ini adalah pusat "isual mata; bayangan yang terfokus di sini akan diinterpretasikan
dengan *elas dan ta*am oleh otak.
2.2. (roses (engli)atan
erkas,berkas cahaya dari separuh kiri
lapangan pandang *atuh di separuh kanan
retina kedua mata. 'emikian sebaliknya,
berkas,berkas cahaya dari separuh kanan
lapangan pandang *atuh di separuh kiri
retina kedua mata. 2iap,tiap saraf optikus
keluar dari retina memba7a informasi dari
kedua belahan retina yang dipersarafi.
%nformasi ini dipisahkan se7aktu kedua saraf
optikus tersebut bertemu di kiasma optikus.
'i dalam kiasma optikus, serat,serat dari
separuh medial kedua retina bersilangan ke
sisi yang berla7anan, tetapi serat,serat yang
dari separuh lateral tetap di sisi yang sama.
erkas,berkas serat yang telah
direorganisasi dan meninggalkan kiasma
optikus dikenal sebagai traktus optikus.
2iap,tiap traktus optikus memba7a informasi
dari separuh lateral salah satu retina dan
separuh medial retina yang lain. 'engan
demikian, persilangan parsial ini
menyatukan serat,serat dari kedua mata
yang yang memba7a informasi dari separuh
lapangan pandang yang sama. 2iap,tiap
traktus optikus menyampaikan ke belahan
otak di sisi yang sama informasi mengenai
separuh lapangan pandang dari sisi yang
berla7anan. -erhentian pertama di otak
untuk informasi dalam *alur penglihatan
adalah nukleus genikulatus lateralis di
thalamus. 'i korpus atau nucleus
genikulatum, serat,serat dari bagian nasal
retina dan temporal retina yang lain
bersinaps di sel,sel yang aBonnya membentuk traktus genikulokalkarina. 2raktus ini menu*u ke lo#us
oksipitalis korteks sere#rum #area 'romann 1-$.
.. MATA M/!AH
..1. Mata Mera) engan 0isus Normal
Mata Merah dengan Penglihatan Normal dan Tidak Kotor/Belek
a. (terigium merupakan suatu pertumbuhan fibro"askular kon*ungti"a yang bersifat degeneratif dan in"asif.
-teregium berbentuk segitiga dengan puncak di bagian sentral atau di daerah kornea. -terigium mudah
meradang, dan bila ter*adi iritasi, maka bagian pterigium akan ber7arna merah. -terigium dapat mengenai
5
Gambar 2.1 Traktus optikus
kedua mata. -terigium diduga disebabkan oleh iritasi kronis akibat debu, cahaya sinar matahari, dan udara
yang panas. 6tiologinya tidak diketahui dengan *elas dan diduga merupakan suatu neoplasma, radang, dan
degenerasi.
b. (inguekula merupakan ben*olan pada kon*ungti"a bulbi yang ditemukan pada orang tua, terutama yang
matanya sering mendapat rangsangan sinar matahari, debu, dan angin panas. .etak bercak ini pada celah
kelopak mata terutama di bagian nasal. -inguekula merupakan degenerasi hialin *aringan submukosa
kon*ungti"a.
c. Hematoma su#kon+ungtiva dapat ter*adi pada keadaan dimana pembuluh darah rapuh #umur, hipertensi,
arteriosklerosis, kon*ungti"itis hemoragik, anemia, pemakaian antikoagulan, dan batuk re*an$. 'apat *uga
ter*adi akibat trauma langsung atau tidak langsung, yang kadang,kadang menutup perforasi *aringan bola
mata yang ter*adi.
d. /piskleritis merupakan reaksi radang *aringan ikat "askular yang terletak antara kon*ungti"a dan
permukaan sklera. @adang episklera dan sklera mungkin disebabkan oleh reaksi hipersensiti"itas terhadap
penyakit sistemik, seperti tuberkulosis, reumatoid artritis, lues, S.6, dan lainnya. Merupakan suatu reaksi
toksik, alergik, atau bagian dari infeksi. 'apat sa*a kelainan ini ter*adi secara spontan dan idiopatik.
6piskleritis umumnya mengenai satu mata dan terutama perempuan usia pertengahan dengan ba7aan
penyakit reumatik.
e. %kleritis biasanya disebabkan oleh kelainan atau penyakit sistemik. .ebih sering disebabkan oleh penyakit
*aringan ikat, pasca herpes, sifilis, dan gout. )adang,kadang disebabkan oleh tuberkulosis, bakteri
#pseudomonas$, sarkoidosis, hipertensi, benda asing, dan pasca bedah. Skleritis biasanya terlihat bilateral
dan *uga sering terdapat pada perempuan.
Mata Merah dengan Penglihatan Normal dan Kotor atau Belek
<e*ala khusus pada kelainan kon*ungti"a adalah terbentuknya sekret. Sekret merupakan produk kelen*ar, yang
pada kon*ungti"a bulbi dikeluarkan oleh sel goblet. Sekret kon*ungti"itis dapat bersifat!
3ir, kemungkinan disebabkan oleh infeksi "irus atau alergi
-urulen, oleh bakteria atau klamidia
(iperpurulen, disebabkan oleh gonokok atau meningokok
.engket, oleh alergi atau "ernal
Seros, oleh adeno"irus
ila pada sekret kon*ungti"a bulbi dilakukan pemeriksaan sitologik dengan pe7arnaan <iemsa, maka
akan didapat dugaan kemungkinan penyebab sekret seperti terdapatnya!
.imfositCmonositCsel berisi nukleus sedikit plasma, maka infeksi mungkin disebabkan oleh "irus
Deutrofil oleh bakteri
6osinofil oleh alergi
Sel epitel dengan badan inklusi basofil sitoplasma oleh klamidia
Sel raksasa multinuklear oleh herpes
Sel .eberCmakrofag raksasa oleh trakoma
)eratinisasi dengan filamen oleh pemfigus atau dr" e"e
adan <uarneri eosinofilik oleh "aksinia
..2. Mata Mera) engan 0isus Menurun
a. Keratitis. @adang kornea biasanya diklasifikasikan dalam lapis kornea yang terkena, seperti keratitis
superfisial dan interstisial1profunda. )eratitis dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti kurangnya air
mata, keracunan obat, reaksi alergi terhadap yang diberi topikal, dan reaksi terhadap kon*ungti"itis
menahun. )eratitis akan memberikan ge*ala mata merah, rasa silau, dan merasa kelilipan.
b. Keratokon+ungtivitis sika adalah suatu keadaan keringnya permukaan kornea dan kon*ungti"a. )elainan
ini dapat ter*adi pada penyakit yang mengakibatkan defisiensi komponen lemak air mata, defisiensi kelen*ar
air mata, defisiensi komponen musin, akibat penguapan yang berlebihan, atau karena parut pada kornea
atau menghilangnya mikro"il kornea. -asien akan mengeluh mata gatal, seperti berpasir, silau, penglihatan
kabur. -ada mata didapatkan sekresi mukus yang berlebihan. Sukar menggerakkan kelopak mata. Mata
kering karena dengan erosi kornea.
c. Tukak (ulkus) kornea merupakan hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian *aringan kornea.
2erbentuknya ulkus pada kornea mungkin banyak ditemukan oleh adanya kolagenase yang dibentuk oleh
sel epitel baru dan sel radang. 2ukak kornea perifer dapat disebabkan oleh reaksi toksik, alergi, autoimun,
dan infeksi. %nfeksi pada kornea perifer biasanya oleh kuman Stap"lococcus aureus, #$ influenzae, dan M$
lacunata.
6
d. 1lkus Mooren adalah suatu ulkus menahun superfisial yang dimulai dari tepi kornea dengan bagian
tepinya tergaung dan ber*alan progresif tanpa kecenderungan perforasi. .ambat laun ulkus ini mengenai
seluruh kornea. -enyebab ulkus Mooren sampai sekarang belum diketahui. anyak teori yang dia*ukan dan
diduga penyebabnya hipersensiti"itas terhadap protein tuberkulosis, "irus, autoimun, dan alergi terhadap
toksin ankilostoma. -enyakit ini lebih sering terdapat pada 7anita usia pertengahan.
e. &laukoma akut. Mata merah dengan penglihatan turun mendadak biasanya merupakan glaukoma sudut
tertutup. -ada glaukoma sudut tertutup akut, tekanan intraokular meningkat mendadak. 2er*adi pada pasien
dengan sudut bilik mata sempit. +airan mata yang berada di belakang iris tidak dapat mengalir melalui
pupil, sehingga mendorong iris ke depan, mencegah keluarnya cairan mata melalui sudut bilik mata
#mekanisme blokade pupil$. iasanya ter*adi pada usia lebih daripada E0 tahun. -ada glaukoma primer
sudut tertutup akut, terdapat anamnesa yang khas sekali berupa nyeri pada mata yang mendapat serangan
yang berlangsung beberapa *am dan hilang setelah tidur sebentar. Melihat palangi #halo$ sekitar lampu dan
keadaan ini merupakan stadium prodromal. 2erdapat ge*ala gastrointestinal berupa enek dan muntah yang
kadang,kadang mengaburkan ge*ala daripada serangan glaukoma akut.
7
Ta#el ..1 Mata merah dengan visus normal ataupun turun
&e+ala Kon+ungtivitis akut Iritis akut &laukoma akut
Sakit
-egal
Fotofobia
:isus
Sakit
Serangan
2anda
konstitusional
muntah
Sekret
)otoran
-urulen
kon*ungti"a
%n*eksi
)ornea
ilik depan
Suar1fler
%ris
-upil
:isus
2ensi
-enyulit sistemik
Dihil
2idak
@ingan
2ak dipengaruhi, kecuali
bentuk sekresi pada
permukaan kornea #D$
Membakar F gatal; tak
sakit sungguh,sungguh;
rasa benda asing
-erlahan
3bsen
#G$
Aernih, mukous, atau
mukopurulen
-embesaran umum
)ongesti superfisial
kon*ungti"a merah pucat
Superfisial berkurang ke
arah kornea
Aernih; tapi dapat ber7arna
dengan fluoresin bila
epitel kornea di,
2ak terlibat
,
2ak dikenal
Dormal
aik, kecuali tertutup
kotoran #belek$
Dormal
2idak terkena
Dihil
Sedang
Mencolok
(ebat
erkurang sedikit #HD$
+ukup hebat pada mata F
cabang pertama n. :
iasanya perlahan
@ingan
#,$
erair
Merah di sekeliling kornea
)ongesti siliar
sirkumkorneal dalam
transparan
Siliar dalam mengitari
kornea berkurang ke arah
fornik
'eposit pada endotel
kornea #keratik presipitat$
dapat hadir
'apat terisi sel,sel,
kekeruhan yang
melayang, eksudat
,1G
<ambaran iris tak tegas
atau muddy; mungkin
terdapat sinekia posterior
bengkak, suram 7arna
berubah
Mengecil; iregular sinekia
posterior
Sedang, kabur
iasanya normal atau
renda #pegal$, normal
sedikit
Sedikit
Sangat hebat
Mencolok
Sedang
erkurang mencolok #HH D$
(ebat pada mata F
sepan*ang seluruh n. :
Mendadak
Mual dan muntah
#,$
@efleks air
Menebal di sekeliling
kornea
)ongesti siliar, episkleral,
dan kon*ungti"al kemotik
Siliar I dalam
Suram F tak sensitif
6dema epitel
'angkal
GG ,1G
)ongesti, terdorong ke
depan, abu,abu,hi*au
7arna berubah
'ilatasi; kadang lon*ong,
sinekia imobil
uruk
2inggi sangat keras #sangat
pegal$
.emah dan muntah
8
Ta#el ..2 Perbandingan keadaan umum pada tiap-tiap kondisi mata merah
Konisi %akit $oto"o#ia 0isus In+eksi
1
2
/
E
=
>
J
8
)on*ungti"itis
6piskleritis
a. 0lkus kornea
karena
bakteri1*amur
b. 0lkus kornea
karena "irus
.uka bakar
kornea non,
alkali #0: atau
lain,lain$
0"eitis
<laukoma akut
Selulitis orbita
6ndoftalmitis
@ingan1sedang
Sedang
2ak ada sampai
hebat
@asa benda asing
Sedang
@ingan,sedang
(ebat atau ringan
2ak ada hebat
(ebat
2ak ada; ringan
2ak ada
er"ariasi
Sedang
(ebat
@ingan,sedang
(ebat atau ringan
2ak ada hebat
Sedang,mencolok
Suram ringan
karna kotoran
Dormal
iasanya menurun
sering
Menurun ringan
Menurun
Dormal atau
menurun sedang
Menurun karena
edema kornea
Dormal atau
menurun
Menurun secara
mendadak
)elopak dan mata
-embuluh,
pembuluh dalam
sklera, sering
lokal
'ifus
@ingan,sedang
Sedang
'ekat limbus
'ifus
'ifus dengan
kemosis
(ebat
Ta#el ... Diagnosis banding mata merah
&e+ala su#2ekti"
&laukoma
akut
1veitis akut Keratitis
Kon+ungtivitis
'akteri 0irus Alergi
1. K :isus
2. K @asa nyeri
/. K Fotofobia
E. K (alo
=. 6ksudat
>. <atal
J. 'emam
GGG
GG1GGG
G
GG
,
,
,
G1GG
GG
GGG
,
,
,
,
GGG
GG
GGG
,,
,1GGG
,
,
,
,
,
,
GGG
,
,
,
,
,
,
GG
,
,1GG
,
,
,
,
G
GG
,
K %ejala sub"ektif berat dan arut diobati ole dokter ali mata$
9
3. KON41N&TI0ITI%
3.1. Kon+ungtivitis
)on*ungti"itis merupakan radang kon*ungti"a atau radang selaput lendir yang menutupi belakang kelopak dan
bola mata.
)on*ungti"itis dibedakan bentuk akut dan kronis. )on*ungti"itis dapat disebabkan bakteri seperti
kon*ungti"itis gonokok, "irus, klamidia, alergi toksik, dan molluscum contagiosum.
<ambaran klinis yang terlihat pada kon*ungti"itis dapat berupa hiperemi kon*ungti"a bulbi #in*eksi
kon*ungti"a$, lakrimasi, eksudat dengan sekret yang lebih nyata di pagi hari, pseudoptosis akibat kelopak
membengkak, kemosis, hipertrofi papil, folikel, membran, pseudomembran, granulasi, flikten, mata terasa
seperti adanya benda asing, dan adenopati preaurikular.
iasanya sebagai reaksi kon*ungti"itis akibat "irus berupa terbentuknya folikel pada kon*ungti"a. ilik
mata dan pupil dalam bentuk yang normal.
Konungtivitis Bakteri
-asien datang dengan keluhan mata merah, sekret mata, dan iritasi mata. ?rganisme penyebab tersering
adalah Staphylococcus, Streptococcus, -neumococcus, dan (aemophilus. )ondisi ini biasanya sembuh sendiri
meski obat tetes mata antibiotik spektrum luas akan mempercepat kesembuhan. 3pusan kon*ungti"a untuk
kultur diindikasikan bila keadaan ini tidak menyembuh.
?ftalmia neonatorum, yaitu kon*ungti"itis yang ter*adi pada 28 hari pertama kehidupan neonatus,
merupakan penyakit yang mudah dikenali. 3pusan untuk kultur harus dilakukan. Selain itu, penting untuk
memeriksa kornea untuk menyingkirkan ulserasi.
?rganisme penyebab tersering adalah!
)on*ungti"itis bakteri #biasanya <ram positif$.
&eisseria gonorroea. -ada kasus berat dapat menyebabkan perforasi kornea. -enisilin topikal dan sistemik
masing,masing diberikan untuk mengobati penyakit lokal dan sistemik.
(erpes simpleks, yang dapat menyebabkan parut kornea. 3nti"irus topikal digunakan untuk mengobati
keadaan ini.
)lamidia. -enyakit ini dapat menyebabkan kon*ungti"itis kronis dan parut kornea yang dapat mengancam
penglihatan. Salep tetrasiklin topikal dan eritromisin sistemik masing,masing digunakan untuk mengobati
penyakit lokal dan sistemik.
Konungtivitis Virus
)on*ungti"itis ini dibedakan dari kon*ungti"itis bakteri berdasarkan!
Sekret berair dan purulen terbatas;
3danya folikel kon*ungti"a dan pembesaran kelen*ar getah bening preaurikular;
Selain itu mungkin *uga terdapat edema kelopak dan lakrimasi berlebih.
)on*ungti"itis ini merupakan penyakit yang sembuh sendiri namun sangat menular. ?rganisme penyebab
tersering adalah adeno"irus dan, yang lebih *arang, +oBsackie dan pikorna"irus. 3deno"irus *uga dapat
menyebabkan kon*ungti"itis yang berhubungan dengan pembentukan pseudomembran pada kon*ungti"a.
Serotipe adeno"irus tertentu *uga menyebabkan keratitis pungtata yang menyulitkan. 2erapi untuk kon*ungti"itis
ini tidak diperlukan, kecuali terdapat infeksi bakteri sekunder. -asien harus diberikan instruksi higiene untuk
meminimalkan penyebaran infeksi #misal menggunakan handuk yang berbeda$. 2erapi keratitis masih
kontro"ersial. -enggunaan steroid mengurangi ge*ala dan menyebabkan hilangnya opasitas kornea, namun
inflamasi ulangan #rebound inflammation$ sering ter*adi ketika steroid dihentikan.
!n"eksi Klamidia
erbagai serotipe 'lam"dia tracomatis yang merupakan organisme intraselular obligat menyebabkan dua
bentuk infeksi mata.
a. Keratokon+ungtivitis inklusi. -enyakit ini merupakan penyakit yang ditularkan secara seksual dan dapat
berlangsung kronis #hingga 18 bulan$, kecuali diterapi dengan adekuat. -asien datang dengan
kon*ungti"itis folikular mukopurulen dan ter*adi mikropanus #"askularisasi dan parut kornea superfisial
perifer$ yang berhubungan dengan parut subepitel. 0retritis dan ser"isitis sering ter*adi. 'iagnosis
dikonfirmasi dengan deteksi antigen klamidia, menggunakan immunofluoresensi atau dengan identifikasi
badan inklusi khas dari apusan kon*ungti"a atau spesimen kerokan dengan pe7arnaan <iemsa.
)on*ungti"itis inklusi diobati dengan tetrasiklin topikal dan sistemik. -asien harus diru*uk ke klinik penyakit
menular seksual.
b. Trakoma merupakan penyebab infektif kebutaan tersering di dunia, meski tidak sering ter*adi di negara
ma*u. .alat rumah merupakan "ektor penyakit ini dan penyakit mudah berkembang dengan higiene yang
10
buruk dan penduduk yang padat di iklim kering dan panas. 2anda penting penyakit ini adalah fibrosis
subkon*ungti"a yang disebabkan oleh reinfeksi yang sering ter*adi pada kondisi tidak higienis. )ebutaan
dapat ter*adi karena parut kornea akibat keratitis dan trikiasis berulang. 2rakoma diobati dengan tetrasiklin
atau eritromisin oral atau topikal. 3;itromisin, sebagai alternatif, hanya memerlukan sekali pemakaian.
6ntropion dan trikiasis membutuhkan koreksi bedah.
Konungtivitis #lergi
)on*ungti"itis alergi dapat dibagi men*adi akut dan kronis!
a. Akut #kon+ungtivitis emam )a2$. Merupakan suatu bentuk reaksi akut yang diperantarai %g6 terhadap
alergen yang tersebar di udara #biasanya serbuk sari$. <e*ala dan tanda antara lain! rasa gatal, in*eksi dan
pembengkakan kon*ungti"a #kemosis$, serta lakrimasi.
b. Kon+ungtivitis vernal #kataral musim semi$ *uga diperantarai oleh %g6. Sering mengenai anak laki,laki
dengan ri7ayat atopi. 'apat timbul sepan*ang tahun. <e*ala dan tanda antara lain! rasa gatal, fotofobia,
lakrimasi, kon*ungti"itis papilar pada lempeng tarsal atas #papila dapat bersatu untuk membentuk
cobblestone raksasa$, folikel dan bintik putih pada limbus, lesi pungtata pada epitel kornea, plak o"al opak
yang pada penyakit parah plak ini menggantikan ;ona bagian atas epitel kornea.
3.2. Keratitis
)eratitis adalah peradangan pada kornea, membran transparan yang menyelimuti bagian ber7arna dari mata
#iris$ dan pupil. )eratitis dapat ter*adi pada anak,anak maupun de7asa. akteri pada umumnya tidak dapat
menyerang kornea yang sehat, namun beberapa kondisi dapat menyebabkan infeksi bakteri ter*adi. +ontohnya,
luka atau trauma pada mata dapat menyebabkan kornea terinfeksi. Mata yang sangat kering *uga dapat
menurunkan mekanisme pertahanan kornea.
(en"ebab keratitis bermacam,macam. akteri, "irus, dan *amur dapat menyebabkan keratitis. -enyebab
paling sering adalah "irus herpes simpleks tipe 1 #(S:,1$. Selain itu, penyebab lain adalah kekeringan pada
mata, pa*anan terhadap cahaya yang sangat terang, benda asing yang masuk ke mata, reaksi alergi atau mata
yang terlalu sensitif terhadap kosmetik mata, debu, polusi atau bahan iritatif lain, kekurangan "itamin 3, dan
penggunaan lensa kontak yang kurang.
%ejala keratitis antara lain! keluar air mata yang berlebihan, nyeri, penurunan ta*am penglihatan, radang
pada kelopak mata #bengkak, merah$, mata merah, sensitif terhadap cahaya #fotofobia$.
(engobatan antibiotik, anti,*amur, dan anti"irus dapat digunakan tergantung mikroorganisme penyebab.
3ntibiotik spektrum luas dapat digunakan secepatnya, tapi bila hasil laboratorium sudah menentukan
organisme penyebab, pengobatan dapat diganti. 2erkadang, diperlukan lebih dari satu macam pengobatan.
2erapi bedah laser terkadang dilakukan untuk menghancurkan sel yang tidak sehat, dan infeksi berat
membutuhkan transplantasi kornea. ?bat tetes mata atau salep mata antibiotik, anti,*amur, dan anti"irus
biasanya diberikan untuk menyembuhkan keratitis, tapi obat,obat ini hanya boleh diberikan dengan resep
dokter. -engobatan yang tidak baik atau salah dapat menyebabkan perburukan ge*ala. ?bat kortikosteroid
topikal dapat menyebabkan perburukan kornea pada pasien dengan keratitis akibat (S:. -asien dengan
keratitis dapat menggunakan tutup mata untuk melindungi mata dari cahaya terang, benda asing, dan bahan
iritatif lainnya. )ontrol yang baik ke dokter mata dapat membantu mengetahui perbaikan dari mata.
(encegaan. -emakaian lensa kontak harus menggunakan cairan disinfektan pembersih yang steril
untuk membersihkan lensa kontak. 3ir keran tidak steril dan tidak boleh digunakan untuk membersihkan lensa
kontak. -emeriksaan mata rutin ke dokter mata disarankan karena kerusakan kecil di kornea dapat ter*adi
tanpa sepengetahuan kita. Aangan terlalu sering memakai lensa kontak. .epas lensa kontak bila mata men*adi
merah atau iritasi. <anti lensa kontak bila sudah 7aktunya untuk diganti. +uci tempat lensa kontak dengan air
panas, dan ganti tempat lensa kontak tiap / bulan karena organisme dapat terbentuk di tempat kontak lensa itu.
Makan makanan bergi;i dan memakai kacamata pelindung ketika beker*a atau bermain di tempat yang
potensial berbahaya bagi mata dapat mengurangi risiko ter*adinya keratitis. )acamata dengan lapisan anti,
ultra"iolet dapat membantu menahan kerusakan mata dari sinar 0:.
Keratitis Super"isial
entuk,bentuk klinik keratitis superfisial antara lain adalah!
a. Keratitis pungtata super"isialis adalah suatu keadaan dimana sel,sel pada permukaan kornea mati.
-enyebabnya bisa berupa infeksi "irus, bakteri, mata kering, sinar ultra"iolet #sinar matahari, sinar lampu,
11
sinar dari las listrik$, iritasi akibat pemakaian lensa kontak *angka pan*ang, iritasi atau alergi terhadap obat
tetes mata, efek samping obat tertentu #misalnya "idabirin$.
%ejala yang ditimbulkan dapat berupa mata yang terasa nyeri, berair, merah, peka terhadap cahaya
#fotofobia$, dan penglihatan men*adi sedikit kabur. Aika penyebabnya adalah sinar 0:, maka ge*ala,ge*ala
biasanya muncul agak lambat dan berlangsung selama 1,2 hari. Aika penyebabnya "irus, maka kelen*ar
getah bening di depan telinga akan membengkak dan nyeri bila ditekan. <e*ala lainnya yang mungkin
ditemukan adalah mata terasa perih, gatal, dan mengeluarkan kotoran.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan ge*ala,ge*ala dan hasil pemeriksaan mata. -emeriksaan
diagnostik yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan keta*aman penglihatan, tes refraksi, tes air mata,
pemeriksaan slit)lamp, respon refleks pupi, keratometri #pengukuran kornea$, pe7arnaan fluoresensi
kornea.
(engobatan. )eratitis pungtata superfisialis biasanya berakhir dengan penyembuhan sempurna. Aika
penyebabnya "irus, tidak perlu diberikan pengobatan khusus dan penyembuhan biasanya ter*adi dalam
7aktu / minggu. Aika penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik. Aika penyebabnya adalah mata
kering, diberikan salep dan air mata buatan. Aika penyebabnya adalah sinar 0: atau lensa kontak,
diberikan salep antibiotik dan obat untuk melebarkan pupil. Aika penyebabnya adalah reaksi obat,obatan,
maka sebaiknya pemakaian obat dihentikan.
b. Keratitis pungtata super"isial. Membuktikan gambaran seperti infiltrat halus bertitik,titik pada permukaan
kornea. Merupakan cacat halus kornea superfisial ber7arna hi*au bila di7arnai fluoresense.
c. Keratitis pungtata su#epitel. )eratitis yang terkumpul di daerah membran o7man. -ada keratitis ini
biasanya terdapat bilateral dan ber*alan kronis tanpa terlihatnya kelainan kon*ungti"a ataupun tanda akut.
Keratitis !ntersitisial
)eratitis ini ditemukan pada *aringan kornea yang lebih dalam. )eratitis interstisial dapat ter*adi akibat alergi
atau infeksi Spirochaeta ke dalam stroma kornea. )eratitis interstisial merupakan keratitis nonsupuratif
profunda disertai dengan neo"askularisasi, disebut *uga sebagai keratitis parenkimatosa. iasanya akan
memberi keluhan sebagai fotofobia, lakrimasi, dan penurunan "isus. -ada keratitis ini, keluhan akan bertahan
seumur hidup. Seluruh kornea keruh sehingga iris sukar dilihat. -ermukaan kornea seperti permukaan kaca.
2erdapat in*eksi siliar disertai dengan sebukan pembuluh darah ke dalam, sehingga memberi gambaran merah
kusam yang disebut sebagai salmon patc.
Keratitis Pro"unda
entuk,bentuk klinis keratitis profunda antara lain! #1$ keratitis interstisialis leutik atau keratitis sifilis kongenital,
#2$ keratitis sklerotikans. erdasarkan penyebab, dapat dibedakan antara lain!
a. Keratitis #akterial. Spesies bakteri seperti Staphylococcus, Streptococcus, -seudomonas, dan
6nterobactericeae dapat menyebabkan keratitis bakterial.
b. Keratitis +amur. iasanya dimulai dari suatu rudapaksa pada kornea oleh ranting pohon. Aamur pada
keratitis ini adalah Fusarium, +ur"ularia, +ephalocheparium. )eluhan baru akan timbul = hari sampai /
minggu. -ada mata akan terlihat infiltrat dengan hifa dan satelit bila terletak di dalam stroma, biasanya
disertai dengan cincin endotel dan pla&ue hipopion.
c. Keratitis )erpes simpleks dibagi dalam 2 bentuk!
Keratitis dendritik merupakan keratitis superfisial yang membentuk infiltrat pada permukaan kornea yang
kemudian membentuk cabang. 'isebabkan (S: yang biasa bermanifestasi dalam bentuk keratitis
dengan ge*ala ringan disertai sensibilitas kornea yang hipoestesi.
Keratitis diskiformis mempunyai kekeruhan infiltrat bulat dan lon*ong di dalam *aringan kornea.
Merupakan keratitis profunda superfisial yang ter*adi karena infeksi (S:.
d. Keratitis )erpes ,oster memberi gambaran pada ganglion <aseri :. ila yang terkena cabang oftalmik,
maka akan terlihat ge*ala herpes ;oster pada mata. <e*ala tidak akan melampaui garis meridian kepala.
iasanya mengenai orang tua.
e. Keratokon+ungtivitis epiemi disebabkan oleh reaksi alergi terhadap adeno"irus tipe 8. 'itemukan edema
kelopak dan folikel kon*ungti"a, pseudomembran pada kon*ungti"a tarsal yang dapat membuat *aringan
parut.
f. Keratitis immer5numularis. iasanya keratitis dengan ditemukan infiltrat yang bundar di tepinya berbatas
tegas sehingga memberi gambaran halo pada petani sa7ah.
Keratitis #lergika
12
a. Keratokon+ungtivitis "likten merupakan radang pada kornea dan kon*ungti"a yang merupakan reaksi imun
yang mungkin cell)mediated pada *aringan yang sudah sensitif terhadap antigen. <ambaran
karakteristiknya adalah terbentuk papul pada kornea ataupun kon*ungti"a. -ada mata terdapat flikten pada
kornea yang berupa ben*olan berbatas tegas ber7arna putih keabu,abuan dengan atau tanpa
neo"askularisasi yang menu*u ben*olan tersebut.
b. Keratitis "asikularis. )eratitis dengan pembentukan pita pembuluh darah yang men*alar dari limbus ke
arah kornea. iasanya berupa tukak kornea akibat flikten yang men*alar ke daerah sentral disertai fasikulus
pembuluh darah.
c. Keratokon+ungtivitis vernal merupakan penyakit rekuren dengan peradangan tarsus dan kon*ungti"a
bilateral. -enyebabnya tidak diketahui secara pasti, akan tetapi didapatkan pada musim panas. -ada
kelopak yang dikenai terutama kelopak atas sedang kon*ungti"a pada daerah limbus berupa hipertrofi yang
kadang berbentuk coble stone.
d. Keratitis lago"talmus ter*adi akibat kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga
terdapat kekeringan kornea.
e. Keratitis neuroparalitik merupakan keratitis karena kelainan saraf trigeminus, sehingga terdapat
kekeruhan kornea yang tidak sensitif disertai kekeringan kornea.
Keratitis $lserativa Peri"er
)eratitis ulserati"a perifer adalah suatu peradangan dan ulserasi #pembentukan ulkus$ pada kornea yang sering
kali ter*adi pada penderita penyakit *aringan ikat #misalnya artritis reumatoid$.
(en"ebab keratitis ulserati"a perifer biasanya disebabkan oleh!
penyakit non,infeksi! artritis reumatoid, lupus eritematosus sistemik, sarkoidosis, rosasea, arteritis sel
raksasa, penyakit peradangan saluran pencernaan, kelainan metabolisme, blefaritis, keratitis marginalis,
pemakaian lensa kontak, cedera mata karena bahan kimia, trauma, ataupun pembedahan;
penyakit infeksi! tuberkulosis, sifilis, hepatitis, disentri basiler keratitis #karena "irus, bakteri, *amur, maupun
akantamoeba$.
*aktor risiko utama ter*adinya penyakit ini adalah penyakit *aringan ikat dan penyakit pembuluh darah.
%ejala yang timbul dapat berupa gangguan penglihatan, peka terhadap cahaya #fotofobia$, dan penderita
merasa ada benda asing di matanya. <e*ala lainnya adalah mata berair, peradangan kon*ungti"a dan episklera.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan ge*ala dan hasil pemeriksaan mata serta pemeriksaan fisik.
(engobatan lokal bertu*uan untuk mencegah1mengurangi kerusakan kornea, sedangkan pengobatan
sistemik diberikan untuk mengatasi penyebabnya. 0ntuk mengatasi penyebabnya, diberikan steroid sistemik
dan obat penekan sistem kekebalan #immunosupresan$; obat tersebut *uga efektif dalam mengontrol
peradangan mata dan sistemik. %mmunosupresan yang diberikan biasanya adalag siklofosfamid. Aika diduga
penyebabnya adalah penyakit infeksi, maka diberikan antibiotik.
eberapa teknik pembedahan yang dilakukan untuk mengatasi keratitis ulserati"a perifer!
-erekat *aringan #misalnya lem sianoakrilat$ digunakan pada ancaman perforasi yang berukuran kurang dari
1,2 mm.
-rosedur tektonik, yaitu keratoplasti, keratoplasti penetrasi, dan pencangkokan bercak korneoskleral.
6. A4A!AN I%LAM T/NTAN& IN7/!A MATA
3llah Subhanahu 7a 2a5ala berfirman dalam 3l,LurMan!
NKatakanla kepada laki)laki "ang beriman +kaum mukminin,- .#endakla mereka menundukkan sebagian dari
pandangan mereka dan endakla mereka menjaga kemaluan mereka/$O #3n,Dur! /0$
Sekalipun 7anita itu terbuka 7a*ahnya, tidaklah berarti boleh memandang 7a*ahnya. )arena terdapat perintah untuk
menundukkan pandangan. .aki,laki menundukkan pandangannya dari melihat 7anita. 'emikian pula sebaliknya,
7anita diperintahkan menundukkan pandangannya dari melihat laki,laki.
3llah *uga melan*utan firmannya yang mengan*urkan para 7anita untuk men*aga paandangannya yaitu!
NKatakanla kepada wanita)wanita "ang beriman- 0#endakla mereka menundukkan sebagian dari pandangan
mereka/1$O #3n,Dur! /1$
13
8 o O o 8
14
7A$TA! (1%TAKA
<anong, Pilliam F. 2002. Buku 2jar *isiologi Kedokteran3 Edisi 45. Aakarta! 6<+
%lyas, Sidarta. 200>. 6lmu (en"akit Mata3 Edisi Ketiga. Aakarta! alai -enerbit F)0%
Aames, ruce. 200=. Lecture &otes- 7ftalmologi3 Edisi Kesembilan. Aakarta! 6rlangga
.eeson, +. @oland. 199>. Buku 2jar #istologi. Aakarta! 6<+
Detter, Frank (. F +arlos 3.<. Machado. 200/. 6nteracti8e 2tlas of #uman 2natom"3 9ersion :$5. De7 Qork! %con
.earning Systems ..+
Sher7ood, .auralee. 2001. *isiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Aakarta! 6<+
Sloane, 6thel. 200/. 2natomi dan *isiologi untuk (emula. Aakarta! 6<+
Snell, @ichard S. 200>. 2natomi Klinik untuk Maasiswa Kedokteran3 Edisi ;. Aakarta! 6<+
15