Anda di halaman 1dari 4

.

-1

Dari Hariz dari Zurarah dia berkata: Saya berkata kepadanya,"Kabarkanlah


kepadaku tentang batasan wajah yang mesti dibasuh ketika wudhu yang
difirmankan Allah 'azza wa jalla!" Dia berkata, "Wajah yang Allah ta'l telah
perintahkan untuk membasuhnya yang tidak boleh seseorang menambahnya
dan tidak pula menguranginya, jika dia menambahnya tidak diberi pahala dan
bila menguranginya dia berdosa, yaitu yang terjangkau oleh jari telunjuk, jari
tengah dan ibu jari dimulai dari ujung kepala sampai dagu, dan apa yang
terusap oleh kedua jari (jari tengah dan ibu jari) itulah yang dimaksudkan
dengan wajah, dan selain itu bukan dari wajah." Saya berkata, "Pelipis bukan
dari wajah?" Dia berkata, "Bukan." Dari Harz dari Zurrah dia berkata: Saya
berkata kepadanya,"Kabarkanlah kepadaku tentang batasan wajah yang mesti
dibasuh ketika wudhu yang difirmankan Allah 'azza wa jalla!" Dia berkata,
"Wajah yang Allah ta'l telah perintahkan untuk membasuhnya yang tidak
boleh seseorang menambahnya dan tidak pula menguranginya, jika dia
menambahnya tidak diberi pahala dan bila menguranginya dia berdosa, yaitu
yang terjangkau oleh jari telunjuk, jari tengah dan ibu jari dimulai dari ujung
kepala sampai dagu, dan apa yang terusap oleh kedua jari (jari tengah dan ibu
jari) itulah yang dimaksudkan dengan wajah, dan selain itu bukan dari wajah."
Saya berkata, "Pelipis bukan dari wajah?" Dia berkata, "Bukan."

.


( )

-2

Dari Muhammad bin Muslim dari salah seorang dari mereka berdua dia
berkata, "Saya bertanya kepadanya tentang lelaki yang berwudhu, apakah dia
mesti membasuh bagian dalam janggutnya?" Beliau berkata, "Tidak."




( )





( )

-3

Dari Al-Sakuni dari Abu 'Abdillah as berkata: Rasulullah saw telah


berkata, "Janganlah kalian pukulkan wajah-wajahmu dengan air apabila kalian
wudhu, tetapi tuangkanlah air itu dengan sesungguhnya."


) (




-4

Dari Ismail bin Mihran berkata: Saya telah menulis surat kepada Al-Ridha as
saya bertanya kepadanya tentang batasan wajah, lalu beliau menulis
(jawabannya), "Dari awal (tempat tumbuh) rambut sampai akhir wajah (ujung
dagu) dan demikian kedua dahi."





( )

.


Dari Al-Haitsam bin Urwah Al-Tamimi berkata: Aku bertanya kepada Abu
Abdillh as tentang firman Allah azza wa jalla, Faghsilu wujuhakum wa
aidiyakum ilal marafiq. Maka aku berkata: Begini, lalu saya mengusapkan
(tangan) dari punggung telapak tanganku sampai sikut. Maka beliau
berkata, "Bukan begitu penurunannya, melainkan, Basuhlah muka-mukamu

-5

dan tangan-tanganmu dari sikut." Lalu beliau menjalankan tangannya dari


sikut ke jari-jarinya.



( )

-6

Dari Muhammad bin Ismail bin Bazi dari Abu Al-Hasan Al-Ridha as
berkata, "Allah telah mewajibkan atas perempuan dalam wudhu untuk shalat
(dalam membasuh tangan) mereka memulai dengan bagian dalam lengannya,
dan bagi laki-laki dengan bagian luar lengan."






.

( )

-7

Dari muhammad bin muslim dari abu jafar berkata, aku bertanya kepadanya
tentang tangan dan kaki yang terpotong, ia menjawab, ia harus membasuh
keduanya.

.
( )


-8

Dari hasan bin ali dari rifaah berkata, aku bertanya kepada abu abdillah
mengenai anggota wudhu yang terpotong, ia menjawab, ia harus membasuh
yang terpotong itu.

) (


-9

Dari musa bin jafar berkata, aku bertanya kepadanya tentang seorang lelaki
yang tangan terputus dari sikunya, bagaimana ia harus berwudhu? Ia
menjawab, ia harus membasuh yang masih tersisa dari lengannya.

-11

)


.
Dari ibnu bukair dari zurarah berkata, aku bertanya kepada abu jafar tentang
bagian dalam kedua telinga dari wajah dan bagian luarnya dari kepala, ia
menjawab, bagian dalam dan bagian luar kedua telinga tidak wajib dibasuh
ataupun diusap.