Anda di halaman 1dari 6

Nama : Iga Maisari

NIM : PO.71.31.1.11.026
Semester : IV B
Kelompok : 2 (dua)
KASUS HIV
Seorang pasien laki-laki usia 40 thn, TB = 169 cm, BBA = 51 kg. 3 bulan sebelum masuk RS
BB pasien 60 kg. pasien mengeluh BB turun drastis, diare sejak 2 minggu lalu, demam,
seluruh otot nyeri, sakit kepala, pada malam hari banyak keringat, bila makan tidak dapat
membedakan rasa manis,asam maupun asin. sekarang disentri, anoreksia, nausea tetapi masih
dapat menerima makanan lewat mulut.
Hasil recall 3 hari sebelum masuk RS E = 1250 kkal, P = 48 gr, L = 40 gr, sisanya KH.
Sekarang pasien mendapat infuse D 5% dan amiparen masing-masing 500 cc (1 kolf)/ 24
jam.
Hasil Pemeriksaan klinis :
- kulit turgor
- suhu tubuh 38
0
C
- TD = 100/70 mmHg
Hasil lab :
- Albumin 3,0 gr/dl
- Hb = 9 gr/dl
- Hasil USG = pembengkakan kelenjar linfe (+)
- Virus HIV (+)
Pertanyaan :
1. Buat asuhan gizi pasien tersebut dengan metode NCP secara lengkap !
2. Buat menu sehari dan rekap belanja.
PENYELESAIAN :
A. Identitas Pasien
Nama : Tn. X
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 40 tahun
Pekerjaan : tidak diketahui
Agama : tidak diketahui
Diagnosa Medis : HIV
B. Assesment
1. Berkaitan dengan penyakit
Keluhan Utama : pasien mengeluh BB turun drastis, diare sejak 2
minggu lalu, demam, seluruh otot nyeri, sakit
kepala, pada malam hari banyak keringat, bila
makan tidak dapat membedakan rasa manis,asam
maupun asin. sekarang disentri, anoreksia, nausea
tetapi masih dapat menerima makanan lewat
mulut
Riwayat Penyakit Sekarang : HIV
Riwayat Penyakit Dahulu : HIV
Riwayat Penyakit Keluarga : tidak ada
2. Berkaitan dengan riwayat gizi
Aktivitas Gizi : tidak ada
Masalah GI : tidak ada
Perubahan BB : 3 bulan lalu 60 kg, sekarang menjadi 51 kg
Riwayat pola makan : tidak ada
Hasil Anamnesa Gizi
Implementasi Energi (kkal) Protein (gr) Lemak (gr) Karbohidrat (gr)
Asupan 1250 48 40 174,5
Kebutuhan 1818,177 57,37 40,40 306,26
% Asupan 68,75 % 83,66% 99% 56,81 %

3. Pemeriksaan Fisik
Umur : 40 tahun
TB : 169 cm
BBA : 51 kg
BBI = (TB 100) 10% (TB 100)
= (169 100) 10% (169 100)
= 69 6,9
= 62,1 kg


4. Pemeriksaan Klinis
Jenis Pemeriksaan Normal Hasil Pemeriksaan Keterangan
Kulit Turgor
Suhu Tubuh 37
0
C 38
0
C Demam
Tekanan Darah 120/80 mmHg 100/70 mmHg Rendah

5. Pemeriksaan Laboratorium
Jenis Pemeriksaan Normal Hasil Pemeriksaan Keterangan
Albumin 3 gr/dl
Hb 13 16 gr/dl 9 gr/dl Anemia
HIV (+)

C. Diagnosa Gizi
1. Hypermetabolisme berkaitan dengan infeksi dibuktikan dengan kenaikan suhu tubuh
menjadi 38
0
C (NI-1.1)
2. Intake energi kurang dari kebutuhan energi berhubungan dengan faktor patologis
maupun fisiologis dibuktikan dengan hasil recall selama 3 hari yaitu 1250 kkal.
3. Intake mineral atau makanan mengandung mineral dibawah standart berhubungan
dengan penyebab fisiologi dibuktikan dengan kadar Hb 9 gr/dl.
4. Penurunan berat badan yang tidak diharapkan berhubungan dengan pasien mengeluh
BB menurun secara drastis dibuktikan dengan BB 51 kg dari 60 kg
5. Perubahan kemampuan cerna atau absorbsi zat gizi berhubungan dengan perubahan
fungsi organ GI dibuktikan dengan bila makan tidak dapat membedakan rasa
manis,asam maupun asin. sekarang disentri, anoreksia, nausea tetapi masih dapat
menerima makanan lewat mulut.
D. Intervensi Gizi
1. Planning
Terapi Diet : Diet AIDS II
Bentuk Makanan : Makanan Saring
Cara Pemberian : Oral
2. Tujuan Diet
Mengatasi gejala diare, intoleransi laktosa, mual dan muntah
Meningkatkan kemampuan untuk memusatkan perhatian yang terlihat pada pasien
dapat membedakan antara gejala anoreksia, perasaan kenyang, perubahan indra
pengecap, dan kesulitan menelan
Mencapai dan mempertahankan berat badan normal
Mencegah penurunan berat badan yang berlebihan (terutama jaringan otot)
Memberikan kebebasan pasien untuk memilih makanan yang adekuat sesuai
dengan kemampuan makan dan jenis terapi yang diberikan
3. Syarat Diet
Energi tinggi. Pada perhitungan kebutuhan energi, diperhatikan faktor stres,
aktivitas fisik, dan kenaikan suhu tubuh. Tambahkan energi sebanyak 13% untuk
setiap kenaikan suhu 1
0
C.
Protein tinggi, yaitu 1,5 gr/kg BB untuk memelihara dan mengganti jaringan sel
tubuh yang rusak. Pemberian protein disesuaikan bila ada kelainan ginjal dan hati.
Lemak cukup, yaitu 20 % dari kebutuhan energi total. Jenis lemak disesuaikan
dengan toleransi pasien. Apabila ada malabsorpsi lemak, digunakan lemak dengna
ikatan rantai sedang (MCT). Minyak ikan (asam lemak omega 3) diberikan
bersama minyak MCT dapat memperbaiki fungsi kekebalan.
Vitamin dan mineral tinggi, yaitu 1 kali (150%) angka kecukupan gizi yang
dianjurkan (AKG), terutama vitamin A, B12, C, E, Folat, kalsium, magnesium,
seng dan selsnium. Bila perlu, dapat ditambahkan vitamin berupa suplemen, tapi
megadosis harus dihindari karena dapat menekan keekbalan tubuh.
Serat cukup, gunakan serat yang mudah cerna.
Cairan cukup, sesuai dengan keadaan pasien. Pada pasien dengan gangguan fungsi
menelan, pemberian cairan harus hari-hati dan diberikan bertahap dengan
konsistensi yang sesuai. Konsistensi cairan dapat berupa cairan kental, semi
kental, dan cair.
Elektrolit. Kehilangan elektrolit melalui muntah dan diare perlu diganti (natrium,
kalium dan klorida)
Bentuk makanan dimodifikasi sesuai dengan keadaan pasien
Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering
Hindari makanan yang merangsang pencernaan baik secara mekanik, termik dan
kimia.

4. Perhitungan Kebutuhan Energi
Umur : 40 tahun
TB : 169 cm
BBA : 51 kg
BBI = (TB 100) 10% (TB 100)
= (169 100) 10% (169 100)
= 69 6,9
= 62,1 kg
IMT =

()

=


= 17,85
Energi
BBE = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8 x U)
= 66 + (13,7 x 51) + (5 x 169) (6,8 x 40)
= 66 + 698,7 + 845 272
= 1337,7
TEE = BEE x AF x FS
= 1337,7 x 1,2 x 1,4
= 2247,336 kkal
Total Kebutuhan Energi :
2247,336 kkal + kenaikan suhu 1
0
(13%) = 2247,336 + 173,901
= 2421,237 kkal
Protein = 1,5 / kg BB
= 1,5 x 51
= 76,5 gr
= 306 kkal
Lemak = 20 % x total energi
= 20 % x 2421,237 kkal
= 484,84 kkal
= 53,87 gr
KH = E (P+L)
= 2421,237 kkal (306+484,84)
= 2421,237 790,84
= 1633,39 kkal
= 408,34 gr

dari total energi = x 2421,237 kkal
= 1818,177 kkal
dari protein = x 306 kkal
= 229,5 kkal
= 57,37 gr
dari lemak = x 484,84 kkal
= 363,63 kkal
= 40,40 gr
dari KH = x 1633,39 kkal
= 1225,04 kkal
= 306,26 gr
5. Rencana Parameter yang Dimonitor
Antropometri : BB
Biokimia : Albumin, Hb
Klinis : suhu tubuh, tekanan darah
Dietary : E, P, L, KH
6. Rencana Konsultasi Gizi
Masalah Gizi : Pengaturan pola makan, jenis BM dan kualitas makanan
Tujuan : memberikan informasi tentang jenis bahan makanan yang
sehat dan pola makan yang sehat.
Konsultasi :
1. Menjelaskan tentang BM yang dianjurkan dan yang tidak
2. Memberikan diet penyakit yang tepat
3. Menjelaskan tentang pola konsumsi yang baik