Anda di halaman 1dari 6

C.

DATA PENGAMATAN
1. Percobaan 1 (Two-input AND Gate)
Input
Output Voltage
A B
0 0 0 0
0 1 0 0
1 0 0 0
1 1 1 4.2 V

2. Percobaan 2 (Two-input OR Gate)
Input
Output Voltage
A B
0 0 0 0
0 1 1 4.2 V
1 0 1 4.2 V
1 1 1 4.2 V

3. Percobaan 3 (AND-OR Gate Combination)
Input
Output Voltage
A B C
0 0 0 0 0.8 V
0 0 1 1 4.4 V
0 1 0 0 0.7 V
0 1 1 1 4.2 V
1 0 0 0 0.7 V
1 0 1 1 4.2 V
1 1 0 1 4.2 V
1 1 1 1 4.2 V



4. Percobaan 4 (Y = (AB +AC)(BC +C))
Input
Output Voltage
A B C
0 0 0 0 0.9 V
0 0 1 1 2.9 V
0 1 0 0 0.9 V
0 1 1 1 2.9 V
1 0 0 0 0.9 V
1 0 1 1 2.9 V
1 1 0 0 0.9 V
1 1 1 1 2.9 V

D. TUGAS AKHIR
1. Dengan menggunakan tipe logika family di dalam eksperimen, identifikasilah tegangan
logika untuk 2 keadaan logic dari output suatu gerbang.
Jawab:
Berdasarkan Data Sheet karakteristik output untuk tiap-tiap keadaan logika adalah sebagai
berikut:
7408 7432
1 0 1 0
Input Min 2 V Maks 0.8 V Min 2 V Maks 0.8 V
Output Min 2.4 V Maks 0.4 V Min 2.4 V Maks 0.4 V


2. Untuk logic family, dapatkah input-input yang tidak digunakan tetap dalam keadaan
terbuka? Jelaskan jawabanmu dengan menggunakan karakteristik logic family untuk
mendukung informasimu.
Bisa, suatu IC diberi tegangan pada pin 14 dan GND pada pin 7. Kemudian, pada pin input
kalau kita ingin logikanya 1, maka kita berikan tegangan HIGH, sedangkan jika ingin
inputnya 0 kita berikan tegangan LOW. Karena empat gerbang dalam IC tersebut
independen, jika input yang lain dibiarkan terbuka tidak akan memengaruhi keadaan
karena tidak saling berhubungan.
3. How many gates can the output of a single gate in your logic family drive? Contrast this to
other logic families TTL, CMOS, etc.
Empat.
My logic family

Other logic families

E. ANALISIS
Praktikum ini terdiri dari tiga percobaan. Percobaan yang pertama bertujuan untuk
mengetahui karakteristik output dari gerbang AND. Sedangkan percobaan kedua bertujuan
untuk mengetahui karakteristik output dari gerbang OR. Dan percobaan ketiga terdiri dari dua
percobaan. Namun, pada dasarnya tujuan dari percobaan ketiga adalah untuk mengetahui
karakteristik output dari kombinasi AND-OR.
Pada praktikum ini, praktikan mengkombinasikan dua atau lebih input untuk
divariasikan ke dalam gerbang AND dan atau OR. Untuk memvariasikan input, praktikkan
memberikan input HIGH atau LOW. Input dapat dikatakan HIGH jika input yang diberikan
berupa tegangan DC 5 V dan input dapat dikatakan HIGH jika input yang diberikan berupa
tegangan DC 0 V.
Pada percobaan pertama, praktikkan menggunakan IC 7408 yang merupakan IC logic
AND dengan empat gerbang dan masing-masing gerbang terdiri dari dua input. Sebagai
sumber tegangan, praktikkan memberikan tegangan (VCC) 5 V pada pin ke-14. Sedangkan
untuk inputnya, praktikkan menyambungkan input dengan tegangan 5 V untuk input HIGH
dan ground untuk input LOW. Dengan memvariasikan data sesuai dengan tabel kebenaran,
praktikkan mendapatkan data seperti yang terlihat pada tabel percobaan 1 di atas.
Percobaan selanjutnya adalah percobaan gerbang OR. Masukan yang diberikan sama
dengan percobaan sebelumnya, namun output yang dihasilkan tidak sama. Hasil percobaan
bisa dilihat pada tabel percobaan 2 dan sesuai dengan tabel kebenaran gerbang OR di literatur.
Terakhir percobaan kombinasi AND-OR, pada percobaan ini terdapat dua kali
percobaan. Percobaan yang pertama merupakan kombinasi AND-OR sederhana. Hasil dari
percobaan ini sesuai dengan simulasi, perbandingannya dapat dilihat pada tabel percobaan 3.
Percobaan kedua kombinasi yang digunakan lebih komplek, yakni:
Y = (AB + AC) (BC + C)
Namun, ternyata dengan menggunakan hukum dan aturan Boolean persamaan tersebut dapat
disederhanakan menjadi:
Y = ABBC + ABCC + ABC + ACC
Y = ABC+ABC + ABC + AC
Y = ABC + AC
Y = AC (B + 1)
Y = AC
Dengan penyederhanaan tersebut, logika tersebut menjadi lebih simpel dan juga lebih mudah
bagi kita untuk menentukan tabel kebenarannya. Selain itu, percobaan yang dilakukan dengan
penyederhanaan dan tanpa penyederhanaan pun hasilnya hanya berbeda di input A-B-C (0-0-
1) dan (0-1-1). Hal tersebut menunjukkan bahwa percobaan dan penyederhanaan yang
dilakukan hampir tepat. Perbedaan di kedua kondisi tersebut terjadi karena praktikan kurang
keras menancapkan kabel penghubung antar kedua IC.
Idealnya output akan disebut LOW jika nilai tegangannya 0 dan akan disebut HIGH
jika nilai tegangannya 5 V (sama dengan VCC). Namun, pada kenyataannya tidak seperti itu
karena setiap komponen pasti memiliki hambatan dalam sekecil apapun itu. Hal ini
mengakibatkan nilai output yang keluar berbeda.
Pada IC 7408 nilai input yang direkomendasikan untuk input HIGH adalah minimal
2 V sedangkan untuk input LOW maksimal 0.8 V. Pada praktikum ini, praktikan memberikan
input tegangan DC yang pada black box tertulis 5 V untuk input HIGH dan ground untuk input
LOW. Namun, ternyata hasil di multimeter menunjukkan input HIGH bukan 5 V melainkan
4.2 V. Karakteristik output dari 7408 adalah minimal 2.4 V untuk output HIGH dan maksimal
0.4 V untuk output LOW. Oleh karena itu, tidak ada permasalahan untuk percobaan pertama
karena input maupun hasil output tegangan masih dalam batas-batas ketentuan.
Selanjutnya, pada percobaan kedua digunakan IC 7432 dengan karakteristik input
HIGH minimal 2 V dan input LOW maksimal 0.8 V. Karakteristik outputnya untuk output
HIGH minimal 2.4 V dan output LOW maksimal 0.4 V. Berdasarkan karakteristik tersebut
serta tegangan keluaran untuk HIGH yang tercatat di multimeter sebesar 4.2 V dan untuk LOW
sebesar 0 V, sekali lagi tidak ada permasalahan pada praktikum ini.
Masalah mulai terjadi pada percobaan ketiga kombinasi pertama. Pada percobaan
tersebut, praktikkan mendapatkan output 0.7 V dan 0.8 V. Kedua output tersebut tidak masuk
ke dalam range output HIGH maupun LOW. Keduanya tidak cukup tinggi untuk dimasukkan
ke dalam HIGH, namun terlalu tinggi untuk dimasukkan ke dalam kategori output LOW.
Praktikan menduga terjadi kerusakan pada IC yang digunakan.. Lalu, praktikan menguji IC
7408 dengan menggunakan percobaan seperti pada percobaan pertama, ternyata hasilnya tidak
sesuai dengan tabel kebenaran dan saat praktikkan mengganti IC tersebut dengan IC yang lain,
praktikkan kembali mendapatkan hasil yang sesuai dengan percobaan pertama.
Selanjutnya, praktikkan melanjutkan percobaan terakhir. Pada percobaan ini
praktikkan hanya membuat rangkaian berdasarkan persamaan Boolean sebenarnya. Hasilnya
sedikit berbeda dengan perhitungan output dari persamaan Boolean yang sudah
disederhanakan. Penyebabnya adalah kabel penghubung antar kedua IC kurang menancap
dengan kuat di protoboard.


F. KESIMPULAN

1. Karakterisktik gerbang AND adalah hanya akan menghasilkan output HIGH jika semua
inputnya HIGH, sedangkan karakterisktik gerbang OR adalah hanya akan menghasilkan
output HIGH jika salah satu inputnya HIGH. Persamaan Boolean untuk gerbang AND
adalah Y = AB, sedangkan untuk gerbang OR adalah Y = A + B.
2. Karakteristik output gerbang AND atau OR akan lebih mudah dilihat dalam tabel
kebenaran seperti pada tabel di bawah ini.
Input Output
A B AND OR
0
0
1
1
0
1
0
1
0
0
0
1
0
1
1
1
Tabel 9. Output AND-OR

3. Untuk mendapatkan output yang kita inginkan, kita dapat menggunakan kombinasi
gerbang AND-OR. Untuk memudahkan kita dalam membuat rangkaian tersebut, kita
dapat menyederhanakan logika yang digunakan dengan menggunakan hukum dan aturan
Aljabar Boolean serta hukum DMorgan.

G. DAFTAR PUSTAKA
Kleitz, William. 2012. Digital Electronics: A Practical Approach with VDHL 9
th
Ed..
New Jersey: Pearson Education, Inc.
Modul 1 Praktikum Elektronika II DIGITAL INTEGRATED CIRCUITS: AND, OR
GATES