Anda di halaman 1dari 3

PIELONEFRITIS

Tingkat Kemampuan (SKDI) : 4A



Definisi
Pielonefritis adalah infeksi saluran kemih ascending yang telah mencapai pyelum (panggul) dari
ginjal (nephros).

Pielonefritis menunjukkan adanya infeksi bakteri pada parenkim ginjal.
Pielonefritis ini termasuk dalam infeksi saluran kemih bagain atas. Pielonefritis merupakan suatu
infeksi dalam ginjal yang dapat timbul secara hematogen atau retrograd aliran ureterik.
Pielonefritis akut biasanya akan berlangsung selama 1 sampai 2 minggu. Bila pengobatan pada
pielonefritis akut tidak sukses maka dapat menimbulkan gejala lanjut yang disebut dengan
pielonefritis kronis.
Etiologi
Escherichia coli (70-80%)
Penyebab lain : Klebsiella, Proteus, Staphylococcus saphrophyticus, coagulase-negative
staphylococcus, Pseudomonas aeroginosa, Streptococcus fecalis dan Streptococcus agalactiiae.

Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
Gejala klinis infeksi saluran air kemih bagian bawah secara klasik yaitu nyeri bila buang air kecil
(dysuria), sering buang air kecil (frequency), dan ngompol. Gejala infeksi saluran kemih bagian
atas biasanya panas tinggi, gejala gejala sistemik, nyeri di daerah pinggang belakang.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
a. Nyeri tekan di daerah kostovertebral
b. Ginjal dapat membesar
c. Hipertensi arterial biasanya berkaitan dengan jaringan parut ginjal.
Pemeriksaan Penunjang
Biakan air kemih:
Dikatakan infeksi positif apabila :
a. Air kemih tampung porsi tengah : biakan kuman positif dengan jumlah kuman 10
5
/ml, 2
kali berturut-turut.
b. Air kemih tampung dengan pungsi buli-buli suprapubik : setiap kuman patogen yang
tumbuh pasti infeksi. Pembiakan urin melalui pungsi suprapubik digunakan sebagai gold
standar.
Dugaan infeksi :
a. Pemeriksaan air kemih : ada kuman, piuria, silinder leukosit
b. Uji kimia : TTC, katalase, glukosuria, lekosit esterase test, nitrit test.
Pemeriksaan ultrasonografi ginjal untuk mengetahui kelainan struktur ginjal dan kandung kemih.
Pemeriksaan Miksio Sisto Uretrografi/MSU untuk mengetahui adanya refluks.
Pemeriksaan pielografi intra vena (PIV) untuk mencari latar belakang infeksi saluran kemih dan
mengetahui struktur ginjal serta saluran kemih.

Penegakan Diagnosis (Assessment)
Diagnosis Klinis
Penegakan diagnosis pielonefritis akut dilihat dari gejala dan tanda yang biasanya diadahului oleh
disuria, urgensi dan sering berkemih yang menunjukkan bahwa infeksi dimulai pada bagian
bawah traktus urinarius. Adanya silinder leukosit membuktikan infeksi terjadi di dalam ginjal
Diagnosis pielonefritis kronik biasanya ditegakkan apabila pasien memperlihatkan gejala
insufisiensi ginjal kronik atau hipertensi, atau temuan proteinuria saat pemeriksaan rutin.
Anamnesis yang teliti pada beberapa kasus lain, mungkin dapat, menemukan adanya riwayat
disuria, sering kencing atau kadang-kadang nyeri pada selangkangan yang tidak jelas.
Kebanyakan pasien tidak memiliki gejala sampai penyakit mencapai tahap lanjut.

Komplikasi
Pielonefritis berulang dapat mengakibatkan hipertensi, parut ginjal, hidronefrosis gagal ginjal
kronik dan sepsis

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
Ada 3 prinsip penatalaksanaan:
Memberantas infeksi
Menghilangkan faktor predisposisi
Memberantas penyulit
Pengobatan pielonefritis akut, disertai gejala sistemik infeksi, setelah sampel urin diambil untuk
dibiakkan, diberi antibiotik parenteral (tanpa menunggu hasil biakan urin) untuk mencegah
terjadinya parut ginjal.
Obat Dosis mg/kgBB/hari Frekuensi/ (umur bayi)
(A) Parenteral
Ampisilin 100 tiap 12 jam (bayi < 1 minggu)
tiap 6-8 jam (bayi > 1 minggu)
Sefotaksim 150 dibagi setiap 6 jam
Gentamisin 5 tiap 12 jam (bayi < 1 minggu)
tiap 8 jam (bayi > 1 minggu)
Seftriakson 75 sekali sehari
Seftazidim 150 dibagi setiap 6 jam
Sefazolin 50 dibagi setiap 8 jam
Tobramisin 5 dibagi setiap 8 jam
Ticarsilin 100 dibagi setiap 6 jam

(B) Oral
Rawat jalan antibiotik oral (pengobatan standar)
Amoksisilin 20-40 mg/kgBB/hari q8h
Ampisilin 50-100 mg.kgBB/hari q6h
Augmentin 50 mg/kgBB/hari q8h
Sefaleksin 50 mg/kgBB/hari q6-8h (C) Terapi profilaksis













Supportif
Selain pemberian antibiotik, penderita perlu mendapat asupan cairan cukup, perawatan higiene
daerah perineum dan periuretra, pencegahan konstipasi.

Rujukan
Rujukan ke Bedah Urologi sesuai dengan kelainan yang ditemukan. Rujukan ke Unit Rehabilitasi
Medik untuk buli-buli neurogenik.

Prognosis
Pengobatan segera pielonefritis akut dapat mencegah timbulnya jaringan parut ginjal.
Anak-anak dengan infeksi saluran kemih yang berulang-ulang kambuh seringkali menimbulkan
masalah yang sulit dan mengecewakan dalam pengobatan dan profilaksisnya. Konsekuensi utama
kerusakan ginjal kronis yang disebabkan oleh pielonefritis adalah hipertensi arterial dan
insufisiensi ginjal; bila hal ini terjadi maka harus diobati dengan tepat.
Anak dengan abses ginjal atau perirenal atau dengan infeksi saluran kemih yang
tersumbah memerlukan tindakkan bedah atau drainase perkutan disamping pengobatan dengan
antibiotik dan tindakan pendukung lainnya
Sefiksim 4 mg/kg q12h 1x malam hari
Nitrofurantoin* 6-7 mg/kgBB/hari q6h 1-2 mg/kg
Sulfisoksazole* 120-150 mg q6-8h 50 mg/kg
Trimetoprim* 6-12 mg/kg q6h 2 mg/kg
Sulfametoksazole 30-60 mg/kg q6-8h 10 mg/kg

* Tidak direkomendasikan untuk neonatus dan penderita dengan insufisiensi ginjal