Anda di halaman 1dari 8

Senin, 16 April 2011

Kuliah : dr. Zainuri Sabta Nugraha


Cakuler : Ludya Primasari

Sistem endokrin mirip dengan sistem saraf karena induknya di hipotalamus.
Perbedaan Sistem Endokrin dan Sistem Saraf
No Pembeda Sistem Saraf Sistem Endokrin
1.





2.








3.


4.






5.


Mekanisme kontrol





Sel target








Aksi yang dihasilkan


Onset aksi






Durasi aksi
neurotransmitter
dilepaskan untuk stimulasi
saraf
pake sistem kabel (akson-
akson atau neuron-neuron)

otot-otot
somatik otot rangka
otonom otot polos dan
otot jantung
kelenjar
saraf lain
ex. sistem piramida: UMN
dan LMN

kontraksi otot
sekresi kelenjar

milidetik (cepat)






biasanya pendek
sinyal kimia
dibawa ke jaringan target
melalui darah



beberapa atau hampir
seluruh sel tubuh
ex. sel tulang, sel ovarium






mengubah aktivitas
metabolik

detik sampai ber-jam2, atau
berhari-hari
ex. orang yang berhaji
minum obat penunda
menstruasi untuk
melancarkan ibadahnya

biasanya panjang
Menyebabkan gangguan
hormon terjadi lbh lama.
ex.DM, hipertiroid
(hormon) lbh lama
pulihnya drpd kejang
(saraf)
Apa itu sistem endokrin?
Sekelompok kelenjar yang tidak mempunyai duktus ekskretorius (saluran keluar) untuk
melepaskan sekretnya
Semua kelenjar tersebut mensekresi sinyal kimia atau hormon
Aksi hormon akan mengubah metabolisme jaringan target
Jaringan target biasanya terletak jauh dari kelenjar endokrinnya.
Istilah lain:
-autokrin: sekret disalurkan untuk dirinya sendiri
-parakrin: sekret dsalurkan untuk sel-sel disekitarnya

Jenis Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan
Jenis Kelenjar Hormon yang dihasilkan
Pengaturan Pusat
1. Hipotalamus

2. Hipofisis Anterior

3. Hipofisis Posterior

Pengaturan Perifer
1. Kelenjar Tiroid
2. Kelenjar Paratiroid
3. Kelenjar Adrenal
a. Korteks
b. Medula
4. Pankreas Endokrin
5. Gonad
a. Testis
b. Ovarium
6. Plasenta
7. Kelenjar Timus
8. Kelenjar Pineal
9. Kelenjar Lain
a. Ginjal
b. Saluran Pencernaan
c. Hati

d. Jantung

e. Hormon Lokal
(Autokoid)


Releasing hormon: CRH, TRH, GHRH, GnRH, PRH
Inhibitory hormon: somastotatin, dopamin, GHIH, PIH
GH (Somatotropin), ACTH, TSH, FSH, LH, Prolaktin,
ICSH, MSH
ADH (Vasopresin) & Oksitosin


Tiroksin (T4) , Triiodotironin (T3), Kalsitonin
Parathyroid Hormone (PTH) atau Parathormon

Aldosteron, Kortisol, Sex steroids (Adrenal androgen)
Epinefrin, Norepinefrin, Dopamin
Glukagon, Insulin, Somatostatin, Pan Polypeptide (PP)

Testosteron, Estrogen, Inhibin
Estrogen, Progesteron, Relaksin
Estrogen, Progesteron, HCG, HPL
Timosin
Melatonin

Eritropoietin, Kalsitriol
Gastrin, Sekretin, Somatostatin, CCK, Ghrelin
Angiotensinogen, Somatomedin, Insulin-like Growth
Factor-1 (IGF-1), Trombopoietin
ANP, BNP

Histamin, Serotonin, Angiotensin, Bradikinin, Sitokin,
Leukotrien, PG, PAF, Tromboksan, NO, Endotelin



1. KELENJAR PITUITARI (HIPOFISIS SEREBRI)
Merupakan cabang dari cerebrum
Mempunyai diameter 1 cm dan berat 0,5-1 mg
Mempunyai 2 bagian:
a. Pituitari Anterior : Adenohipofisis
Ada 3 bagian : pars tuberalis, pars intermedia,
pars distalis
Embriologi
Berasal dari penonjolan (evaginasi) ke atas dari
Kantong Rathke (ektoderma)
Klasifikasi
Klasik : 1) Kromofob: 50% dari keseluruhan sel, nonsekresi, agranular
2) Kromofil : -asidofil (35%), mensekresi GH dan Prolaktin
-basofil (15%), mensekresi glikoprotein (FSH, LH,
TSH), polipeptida (ACTH, MSH)
Modern : 1) Somatotrof : sekresi GH
2) Mamotrof :sekresi prolaktin
3) Tirotrof : sekresi TSH
4) Gonadotrof : sekresi LH dan FSH
5) Kortikotrof (Adrenokortikom Lanotrof) : sekresi ACTH, MSH


3) Pituitari Posterior: Neurohipofisis
Ada 3 bagian : eminentia mediana,
infundibulum, pars nervosa
Embriologi
Berasal dari pertumbuhan ke bawah infundibulum dari diencephalon
(neurectoderma)
AKSIS HIPOTALAMO-HIPOFISiAL (AKSIS H-H)
Merupakan hubungan antara sistem saraf (hipotalamus) dan sistem endokrin
(hipofisis)
Analogi kerja: -Tim orkestra adalah kelenjar endokrin
-Konduktor adalah hipofisis
-Otaknya konduktor adalah hipotalamus
Mempunyai 2 sistem kontrol : sistem vaskular dan sistem saraf


Vaskuler Saraf
Berada di antara eminentia mediana
(hipotalamus) dan hipofisis anterior

Disebut sistem portal H-H

Membawa hormon hipofisiotropik yang
dihasilkan oleh sel neurosekretori di
hipotalamus
a. Releasing Hormone
b. Inhibitory Hormone (PIH, GHIH)
Berada di antara nukleus
paraventrikuler & nukleus supraoptik
(hipotalamus) dan hipofisis posterior
Disebut traktus nervus H-H

Mensekresi dan membawa hormon
ADH & Oksitosin dari hipotalamus ke
hipofisis posterior

Sistem kerja H-H Amplifikasi kaskade
Contoh: Hipotalamus : TRH (ukuran dlm nanogram)
Hipofisis (Ant) : TSH (ukuran dalam mikrogram)
Kelenjar target : Tiroksin (ukuran dalam miligram)
Ada 2 macam nukleus di aksis H-H
Nukleus Magnoseluler Nukleus Parvoseluler
Hormon yang disekresi :
ADH dan Oksitosin

Akson terminal: pars nervosa
Contoh : nukleus paraventrikuler
nukleus supraoptik
Hormon yang disekresi :
releasing/inhibiting hormone (CRF,
TRH, Prolaktin)
Akson terminal : infundibulum
Contoh : nukleus arcuatus









Traktus Neurovaskuler
Berkaitan dengan transpor hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus menuju hipofisis
anterior. Hormon ditranspor melalui sistem vena porta hipotalamus.
circulus a. cerebri (circulus willisi)
a. hypophysialis superior
plexus primarius
(anyaman kapiler di dalam hypothalamus
yang menghasilkan regulator hormone)

vena portae hypophysialis
plexus secundarius
(anyaman kapiler ke dua di dalam pituitari
anterior yang menghasilkan regulator hormon di
hypothalamus dan hormon pituitari)

vena hypophysialis anterior
vena jugularis interna

KELENJAR TIROID
Mempunyai berat normal 30 g, terletak di leher dan mempunyai 2 lobus yang
dihubungkan oleh isthmus di bagian anterior menuju trakea
Embriologi berasal dari usus (gut endoderm)
Mulai berfungsi sejak 10 minggu perkembangan fetus dalam rahim
Merupakan daerah yang kaya vaskularisasi, menerima 80-120 Ml darah/menit
Terdiri atas 2 sel :
a. Sel Folikuler, memproduksi 2 hormon tiroid yaitu hormon tiroksin/T4 dan
triiodotironin/T3. Berasal dari endodermal
b. Sel Parafolikuler (terletak di antara folikel), memproduksi hormon kalsitonin yang
berfungsi untuk menurunkan kadar kalsium dalam darah. Berasal dari ektodermal
KELENJAR PARATIROID
Kelenjar berukuran kecil, berbentuk seperti kacang, dan terletak di posterior kelenjar
tiroid
Terdiri atas 2 jenis sel :
a. Chief cell : sebagian besar sel, berbentuk poligonal dengan sitoplasma asidofilik,
mensekresi hormon paratiroid (PTH), berfungsi meningkatkan kadar
kalsium dalam darah (meningkatkan aktivitas osteoklas) dan menurunkan
kadar fosfat dalam darah.
NB: Fungsi PTH dan kalsitonin bersifat antagonis
b. Oxyphil cell : jumlahnya lebih sedikit, ukurannya lebih lebar dengan sitoplasma
asidofilik. Fungsinya tidak diketahui.
KELENJAR ADRENAL
1. Terdapat sepasang glandula suprarenalis, yang masing-masing melekat di polus
superior ginjal, dibalut lemak perirenal
2. Bentuk piramidal pipih, saat dewasa, masing-masing berukuran tinggi 3-5 cm, lebar
2-3 cm, dan tebal kurang dari 1 cm, serta berat 3.5-5 gr (saat lahir separuhnya)
3. Selama perkembangan embrional, kelenjar Adrenal berdiferensiasi menjadi dua
bagian dengan fungsi yang berbeda, yaitu regio besar di bagian perifer (80-90%
bagian) disebut cortex dan bagian kecil central disebut medula.
4. Kedua regio tsb. sangat kaya vaskularisasi . Cortex berasal dari mesoderma, medulla
berasal dari crista neuralis (ectoderm)
5. Dalam perkembangannya, ada bagian sel2 tertentu dari medula yang masuk ke
endoderma dan tertutup oleh endoderma. Medula tetap bekerja secara saraf, terbukti
dengan menghasilkan hormon katekolamin.
6. Cortex adrenal dibagi 3 lapisan, zona glomerulosa (Aldosteron & mineralokortikoid),
zona fasciculata (Glucocorticoid dan sebagian androgen), dan zona reticularis
memproduksi hormon Glucocorticoid dan sebagian androgen. Sedangkan medula
memproduksi katekolamin, NE, epinefrin, dan sebagian kecil dopamin.
7. kapsul tersusun oleh jar. Ikat padat irregular
8. kapsul membentuk septa/trabeculae
9. Stroma terdiri dari fibra reticularis & fibroblast

KELENJAR PANKREAS
Mempunyai 2 bagian :
a. Eksokrin : terdiri atas sel-sel acini (99%), berfungsi mensekresi enzim dan cairan
Pencernaaan
b. Endokrin : terdiri atas pulau Langerhans/pancreatic islet (1%), berfungsi mensekresi:
Sel A (17%) : Glukagon
Sel B (70%) :insulin
Sel D (sedikit) : somatostatin
Sel F (sisanya) : polipeptida

KELENJAR MAMMARIA
Terdiri atas lobus-lobus kelenjar dan jaringan adiposa. Ukuran payudara ditentukan oleh
banyaknya kandungan lemak.
Terdapat ligamentum Cooper yang menyokong payudara
Teknik memeras payudara dilakukan pada sinus lactiferous. Apabila ibu menyusui tidak
memberikan ASI kepada bayinya, maka sinus akan teregang sehingga timbul nyeri.
KELENJAR PINEAL
terletak di otak, sebelah posterior dari hypothalamus.
Kelenjar ini menghasilkan hormon MELATONIN, yang pengeluarannya di atur oleh
irama sircadian siang dan malam.
Apabila terdapat banyak cahaya yang masuk (siang), produksi melatonin mengalami
penurunan drastis. Sebaliknya produksi melatonin meningkat selama hari gelap,
melatonin disepakati sebagai pengatur jam biologi tubuh (siklus siang-malam) dan
memacu aktivitas tidur
TESTIS
Pada bangunan yang disebut sel-sel intertisial/ INTERSTITIAL ENDOCRINOCYTES
menghasilkan testosterone.
Testosteron berfungsi merangsang pertumbuhan dan memelihara tanda-tanda kelamin
laki-laki dan mengatur produksi sperma
LH or ICSH memacu sekresi testosteron. FSH menstimulasi pembentukan sel sperma.
Inhibin menghambat aktivitas FSH di hipofisis anterior
OVARIUM
FOLIKEL OVARII menghasilkan estrogen, sedang CORPUS LUTEUM menghasilkan
estrogens & progesterone.
Estrogens dan progesterone merangsang perkembangan dan memelihara tanda-tanda
kelamin wanita, mengatur siklus menstruasi, menyiapkan endometrium untuk implantasi
embrio, dan menjaga kehamilan
PLASENTA
PLACENTA di dalam uterus wanita hamil, merupakan organ endokrin juga. Pada awal
kehamilan, plasenta menghasilkan human chorionic gonadotropin (hCG), yang bekerja
menjaga CORPUS LUTEUM di mana corpus luteum sebagai penghasil progesterone selama
kehamilan. Sedang, pada kehamilan akhir plasenta mengambil alih corpus luteum sebagai
penghasil progesterone. Progesterone berfungsi menjaga endometrium selama kehamilan.
Apabila tidak hamil, progesteron akan menurun dan terjadi menstruasi.