Anda di halaman 1dari 37

Hidrologi Terapan i

Daftar Isi
DAFTAR ISI .................................................................................................................................... I
DAFTAR TABEL........................................................................................................................... II
BAB.1. PENDAHULUAN .......................................................................................................1-1
BAB.2. LANDASAN TEORI ..................................................................................................2-1
2.1 SIFAT - SIFAT AIR .........................................................................................................2-1
2.2 ELEMEN ELEMEN METEOROLOGY DAN PENGAMATANNYA ......................................2-2
2.3 ANALISA FREKUENSI HUJAN .........................................................................................2-6
2.4 DISTRIBUSI PROBABILITAS ..................................................................................2-8
BAB.3. DATA DAN PERHITUNGAN ..................................................................................3-1
3.1 ANALISA HIDROLOGI.....................................................................................................3-1
3.1.1 Analisa Curah Hujan Rata-rata Bulanan Maksimum ..............................................3-1
3.1.2 Analisis Frekuensi ....................................................................................................3-3
3.2 DISTRIBUSI PROBABILITAS GUMBEL ................................................................3-7
PERHITUNGAN DISTRIBUSI PROBABILITAS GUMBEL ......................................3-8
3.3 DISTRIBUSI PROBABILITAS NORMAL ...............................................................3-9
PERHITUNGAN DISTRIBUSI PROBABILITAS NORMAL ....................................3-10
3.4 DISTRIBUSI PROBABILITAS LOG NORMAL ....................................................3-11
PERHITUNGAN DISTRIBUSI PROBABILITAS LOG NORMAL...........................3-11
3.5 DISTRIBUSI PROBABILITAS LOG PEARSON TIPE III ...................................3-14
PERHITUNGAN DISTRIBUSI PROBABILITAS LOG PEARSON TIPE III .........3-16
BAB.4. KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................................................4-1
4.1 KESIMPULAN ............................................................................................................4-1
4.1.1 Perhitungan Distribusi Probabilitas Gumbel ...........................................................4-1
4.1.2 Perhitungan Distribusi Probabilitas Normal ...........................................................4-2
4.1.3 Perhitungan Distribusi Probabilitas Log Normal ....................................................4-2
4.1.4 Perhitungan Distribusi Probabilitas Log Pearson Tipe III ......................................4-2
4.1.5 Rekapitulasi Distribusi Probabilitas ........................................................................4-3
4.2 SARAN .........................................................................................................................4-3
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................................... 4



Hidrologi Terapan ii

Daftar Tabel
Tabel 2-1 Tetapan-Tetapan Fisik dari Air ............................................................ 2-1
Tabel 2-2 Derajat Curah Hujan dan Intensitas Curah Hujan ............................... 2-3
Tabel 2-3 Keadaan Curah Hujan dan Intensitas Curah Hujan ............................. 2-3
Tabel 2-4 Ukuran, Massa dan Kecepatan Jatuh Butir Hujan ............................... 2-4
Tabel 2-5 Persyaratan Parameter Statistik Suatu Distribusi ................................ 2-8
Tabel 3-1 Data Curah Hujan Bulanan maksimum Tahunan ................................ 3-2
Tabel 3-2 Parameter Statistik ............................................................................... 3-3
Tabel 3-3 Hubungan Antara Deviasi Standar (Sn) dan Reduksi Variat Rata-Rata
(Yn) ...................................................................................................................... 3-7
Tabel 3-4 Nilai Reduced Variate (Yt) .................................................................. 3-8
Tabel 3-5 Nilai Variabel Reduksi Gauss ............................................................ 3-10
Tabel 3-7 Perhitungan Log Normal ................................................................... 3-11
Tabel 3-6 Faktor Frekuensi (G atau CS Bernilai positif dan negatif) ............... 3-15
Tabel 3-8 Perhitungan Log Pearson Tipe III...................................................... 3-16





Hidrologi Terapan 1-1


BAB.1. PENDAHULUAN

Air merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui melalui daur
hidrologi, namun air tidak selalu tersedia sesuai dengan waktu, ruang, kualitas dan
kuantitas yang memadai, sehingga sering terjadi kesenjangan antara kebutuhan
dengan ketersediaan air. Di banyak tempat di Indonesia kekurangan air sering
terjadi pada musim kemarau, sedangkan kelebihan air sering terjadi pada musim
penghujan.
Ketersediaan air di sungai pada musim kemarau dari tahun ke tahun
semakin menurun, namun pada musim penghujan terjadi kenaikan debit
puncak/banjir. Hal ini terjadi disebabkan karena perubahan penggunaan lahan di
DAS, terutama di daerah hulu dari lahan vegetasi menjadi lahan terbangun dengan
dibangunnya kawasan pariwisata, perumahan dan perhotelan. Akibat dari
perubahan tata guna lahan di daerah hulu DAS, air hujan yang turun ke bumi
banyak melimpas menjadi aliran permukaan (surface flow) dan sangat sedikit
yang meresap ke dalam tanah untuk mengisi cadangan air tanah, sehingga hal ini
mengakibatkan sering terjadinya kekurangan air pada musim.
Setiap kegiatan pemanfaatan sumberdaya air akan selalu terkait dengan
analisis hidrologi. Umumnya analisis hidrologi merupakan langkah awal untuk
menetapkan potensi ketersediaan air pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang
ditinjau. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan model
hidrologi berupa model hujan aliran (rainfall runoff model), yang dapat digunakan
untuk melakukan simulasi debit aliran sungai berdasarkan masukan data hujan,
dan data parameter DAS. Dengan semakin banyaknya penggunaan model
hidrologi untuk mempermudah prosedur analisis ketersediaan air pada suatu DAS,
maka pemahaman dalam menggunakan model hidrologi merupakan suatu hal
yang penting. Pemahaman tersebut perlu untuk menghindari kesalahan-kesalahan

Hidrologi Terapan 1-2

dalam menggunakan model hidrologi dan interpretasi hasil analisis yang
didapatkan.
Curah hujan yang diperlukan untuk penyusunan suatu rancangan
pemanfaatan air dan rancangan pemanfaatan air dan rancangan pengendalian
banjir adalah cueah hujan rata-rata diseluruh daerah yang bersangkutan, bukan
curah hujan pada suatu titik tertentu. Curah hujan ini disebut curah hujan
wilayah/daerah dan dinyatakan dalam mm. Studi yang dilakukan untuk
menganalisis curah hujan ini dilakukan pada stasiun Pekanbaru dan Sekitarnya.
Hal yang penting dalam pembuatan rancangan dan rencana adalah
distribusi curah hujan. Distribusi curah hujan adalah berbeda-beda sesuai dengan
jangka waktu yang ditinjau yakni curah hujan tahunan (jumlah curah hujan dalam
setahun), curah hujan bulanan (jumlah curah hujan sebulan), curah hujan harian (
jumlah curah hujan 24 jam), curah hujan per jam. Dalam studi ini data yang
digunakan adalah curah hujan bulanan). Pola distribusi curah hujan ini berfungsi
untuk mendapatkan suatu pola distribusi curah hujan suatu daerah yang nantinya
dapat di gunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menghitung dan
menganalisa data curah hujan khususnya data curah hujan jam-jaman sebagai
dasar untuk menentukan perencanaan banjir rencana. Adapun metode yang
pendekatan yang di gunakan adalah distribusi curah hujan dimana tinggi hujan
setiap jamnya adalah yang dominan(sering terjadi)
Dengan tugas ini, penulis mencoba untuk menganalisa dan menentukan
pola curah hujan daerah berdasarkan data-data dari stasiun Pekanbaru dan
Sekitarnya.Pada perencanaan bangunan hidrolisis selalu di pertimbangkan debit
maksimum berapa yang harus di tetapkan agar struktur bangunan aman terhadap
banjir periode ulang tertentu, dimana bersarnya banjir itu sendiri di hasilkan dari
aliran sungai yang airnya berasal dari hujan lebat yang jatuh pada DAS. Sehingga
untuk menetapkan besarnya banjir periode ulang tertentu, di perlukan data curah
hujan bulanan maksimum periode minimal 5 tahun, hal ini untuk mendapatkan
angka penyimpangan dari nilai rata-rata hujan hari bulanan maksimum yang kecil.

Hidrologi Terapan 1-3

Dalam analisa frekuensi hujan bulanan maksimum, kebenaran perhitungan
yang di buat dari analisis data curah hujan bulanan maksimum sebenarnya tidak
dapat dipastikan kebenarannya secara absolut, oleh karena itu aplikasi teori
peluang sangat di perlukan.


Hidrologi Terapan 2-1

BAB.2. LANDASAN TEORI

2.1 Sifat - Sifat Air
Air berubah ke dalam tiga bentuk/sifat menurut waktu dan tempat, yakni air
sebagai bahan padat, air sebagai cairan dan air sebagai uap seperti gas. Keadaan-keadaan
ini kelihatannya adalah keadaan alamiah biasa karena selalu kelihatan demikian. Tetapi
sebenarnya keadaan-keadaan/sifat-sifat ini adalah keadaan yang aneh di antara seluruh
benda-benda. Tidak ada suatu benda yang berubah ke dalam tiga sifat dengan suhu dan
tekanan yang terjadi dalam hidup kita sehari-hari.
Umumnya benda menjadi kecil jika suhu menjadi rendah. Tetapi air mempunyai
volume yang minimum pada suhu 4C. Lebih rendah dari 4C, volume air itu menjadi
agak besar. Pada pembekuan, volume es menjadi l/11 kali lebih besar dari volume air
semula.
Mengingat es mengambang di permukaan air (karena es lebih ringan dari air),
maka keseimbangan antara air dan es dapat dipertahankan oleh pembekuan dan
pencairan. Jika es lebih berat dari air, maka es itu akan tenggelam ke dasar laut atau
danau dan makin lama makin menumpuk yang akhirnya akan menutupi seluruh dunia.
Air itu mudah mengembang dan menyusut menurut perubahan suhu. Tetapi volume air
hanya berkurang sangat kecil oleh tekanan dari luar. Volume air hanya berkurang
5/100.000 kali oleh tekanan 1 atmosfir.
Tabel 2-1 Tetapan-Tetapan Fisik dari Air

Kerapatan es (0C)
Panas pencairan
0,9168 g/crn
3

79,7 cal/g
Suhu kritis
Tekanan
kritis
374 1C
218,4
Tekanan
Barometris
0C 20C 50C 100C
Berat jenis (g/cm
2
) 0,99987 0,99823 0,9981 0,9584

Hidrologi Terapan 2-2

Panas jenis (cal/g C)
Panas evaporasi(cal/g)
Konduktivitas panas (cal/cm.sec.C)
Tegangan permukaan (dyne/cm)
Laju viskositas (10
-4
g/cm.sec)
Tetapan dieleklrik (cgse)
1,0074
597,3
1,39 x 10
-3

75,64
178,34
87,825
0,9988
586,0
1,40 x 10
-3

72,75
100,9
80,08
0,9985
569,0
l,52 x l0
-3

67,91
54,9
69,725
1,0069
539,0
1,63 x l0
-3
58,80
28,4
55,355

2.2 Elemen Elemen Meteorology Dan Pengamatannya

a. Presipitasi
Jumlah Presipitasi
Presipitasi adalah nama umum dari uap yang mengkondensasi dan
jatuh ke tanah dalam rangkaian proses siklus. Pertanian dapat diadakan di
daerah-daerah yang mendapat presipitasi tahunan lebih dari 450 mm. Jika
presipitasi kurang dari 300 mm, maka pertanian hanya mungkin diadakan
di bagian-bagian daerah yang dapat dibantu dengan air sungai.
Intensitas Curah Hujan
Derajat curah hujan biasanya dinyatakan oleh jumlah curah hujan
dalam suatu satuan waktu dan disebut intensitas curah hujan. Biasanya
satuan yang digunakan adalah mm/jam. Jadi intensitas curah hujan berarti
jumlah presipitasi/curah hujan dalam waktu relatif singkat (biasanya dalam
waktu 2 jam). Intensitas curah hujan ini dapat diperoleh/dibaca dari
kemiringan kurva (tangens kurva) yang dicatat oleh alat ukur curah hujan
otomatis.
Intensitas curah hujan dapat dilihat dalam Tabel 2-2 dan sifat curah
hujan dalam Tabel 2-3 curah hujan tidak bertambah sebanding dengan
waktu. Jika waktu itu ditentukan lebih lama, maka penambahan curah

Hidrologi Terapan 2-3

hujan itu adalah lebih kecil dibandingkan dengan penambahan waktu
karena kadang-kadang curah hujan itu berkurang ataupun berhenti.
Tabel 2-2 Derajat Curah Hujan dan Intensitas Curah Hujan

Derajat hujan Intensitas curah
hujan (mm/min)
Kondisi
Hujan sangat lemah < 0,02 Tanah agak basah atau dibasahi sedikit

Hujan lemah 0,02-0,05 Tanah menjadi basah semuanya, tetapi sulit
membuat puddel.

Hujan normal 0,05-0,25 Dapat dibuat puddel dan bunyi curah hujan
kedengaran.

Hujan deras 0,25-J Air tergenang di seluruh permukaan tanah dan
bunyi keras hujan kedengaran dari genangan.

Hujan sangat deras > 1 Hujan seperti ditumpahkan, saluran dan drainasi
meluap.

Tabel 2-3 Keadaan Curah Hujan dan Intensitas Curah Hujan
Keadaan Curah Hujan Intensitas Curah Hujan (mm)
1 Jam 24 Jam
Hujan sangat ringan < J < 5
Hujan ringan 1-5 5-20
Hujan normal 5-20 20-50
Hujan lebat 10-20 50-100
Hujan sangat lebat > 20 > 100



Hidrologi Terapan 2-4

b. Ukuran Butir Hujan dan Kecepatan Jatuhnya
Ukuran butir-butir hujan adalah berjenis-jenis. Nama dari butir
hujan tergantung dari ukurannya. Dalam meteorologi, butir hujan dengan
diameter lebih dari 0,5 mm disebut hujan dan diameter antara 0,50 - 0,1
mm disebut gerimis (drizzle).
Makin besar ukuran butir hujan itu, makin besar kecepatan
jatuhnya. Kecepatan yang maksimum adalah kira-kira 9,2 m/det. Tabel ........
menunjukkan intensitas curah hujan, ukuran-ukuran butir hujan, massa dan
kecepatan jatuh butir hujan.
Tabel 2-4 Ukuran, Massa dan Kecepatan Jatuh Butir Hujan







c. Hubungan antara Topografi dan Hujan
Umumnya curah hujan di daerah pegunungan adalah lebih dari di
dataran. Hubungan antara ketinggian (elevasi) dan curah hujan dinyatakan
oleh persamaan:
R = a + b . h
R = curah hujan (mm)
h = ketinggian (m)

Jenis
Dia.
Bola
(mm)
Massa
(mg)
Kecepatan
Jatuh
(m/sec)
Hujan Gerimis 0,15 0,0024 0,5
Hujan Halus 0,5 0,065 2,1
Hujan Normal > Lemah
> Deras
1 0,52 4,0
2 4,2 6,5
Hujan Sangat Deras 3 14 8,1

Hidrologi Terapan 2-5

Mengenai hubungan antara arah angin dan curah hujan dapat
dikemukakan bahwa arah angin yang menyebabkan hujan biasanya tetap
di tiap wilayah. Umumnya, hujan kebanyakan jatuh di bagian lereng yang
menghadap arah angin dan sebagian kecil jatuh di lereng belakang.
d. Penguapan / Evaporasi
Peristiwa Penguapan dan Jumlah Penguapan
Peristiwa air atau es menjadi uap dan naik ke udara disebut penguapan
dan berlangsung tidak berhenti-henti dari permukaan air, permukaan
tanah, padang rumput, persawahan, hutan dan lain-lain. Penguapan ini
terjadi pada tiap keadaan suhu, sampai udara diatas permukaan menjadi
jenuh dengan uap. Tetapi kecepatan dan jumlah penguapan tergantung dari
suhu, kelembaban, kecepatan angin dan tekanan atmosfir.
Hubungan antara penguapan dan kelembaban (humidity) : hubungan
antara penguapan dan kelembaban dapat diperkirakan dengan rumus
eksperimentil dari Mitscherlich :
D = (12,3 + 0,1)V , dimana :
V = Jumlah penguapan dalam 24 jam (mm)
D = Selisih kejenuhan, selisih berat antara jumlah uap yang jenuh dalam
satuan isi (g) dengan jumlah uap pada saat itu (g).
Hubungan antara kecepatan penguapan dan kecepatan angin : untuk
ini dapat digunakan rumus Trabert yang menyatakan bahwa kecepatan
penguapan adalah berbanding lurus dengan akar dari kecepatan angin.
V = C (1 + t) V (Pw p) , dimana :
V = Kecepatan penguapan (jumlah yang menguap dalam satuan waktu)
C = Sebuah tetapan yang ditentukan oleh alat ukur penguapan, ditempat

Hidrologi Terapan 2-6

yang disinari matahari atau tempat yang ternaung (0,237 dalam
sangkar
meteorologi)
= Koefisien pengembangan volume yakni 1/271
t = suhu (C)
V = Kecepatan angin (mm/detik)
Pw = Tekanan maksimum uap di permukaan air pada suhu tC (mb)
p = Tekanan uap pada saat pengamatan pada suhu tC
Pengamatan Penguapan
Alat Ukur Penguapan : Alat ukur penguapan adalah sebuah panci silinder
tembaga dengan diameter 1206 mm dan tinggi 254 mm
2.3 Analisa Frekuensi Hujan
Analisa frekuensi hujan merupakan analisa statistik penafsiran (statistical
inference) hujan, biasanya dalam perhitungan hidrologi dipakai untuk menentukan
terjadinya periode ulang hujan pada periode tahun tertentu. Pada perencanaan
teknik sumberdaya air, analisa frekuensi hujan ini sangat diperlukan dalam
perhitungan kejadian banjir rencana apabila pada lokasi yang direncanakan tidak
terdapat pencatatan debit maksimum jangka panjang dan terus menerus.
Menurut Surpin (2004), curah hujan rancangan maksimum adalah curah
hujan terbesar yang hitungan statistik hujan dipakai untuk menentukan jenis
swbaran data hujan dan untuk menghitung besar hujan yang mempunyai frekuensi
kejadian (periode ulang) tertentu. Rumus statistik yang dipakai adalah :


Hidrologi Terapan 2-7

Harga rata-rata(Mean)



Simpangan Baku


Koefisien Variansi


Asimetri / Skewness


=


Kurtosis


Dengan:

= Nilai Sampel N = Banyaknya data



Pada distribusi peluang terdapat persamaan distribusi peluang untuk
variable acak deskrit (discrete random variables) misalnya Binomial dan Poisson,
sedangkan variable acak kontinu ( continue random variables) terdapat beberapa
persamaan distribusi peluang kontinu yang sering digunakan dalam perhitungan
hidrologi untuk perhitungan hujan harian maksimum rencana misalnya sebaran
Gumbel, Normal, Log Normal, dan Log Pearson III. Untuk lebih lengkapnya
penjabaran teori sebaran tersebut dapat dipelajari pada buku statistik hidrologi.


Hidrologi Terapan 2-8

2.4 DISTRIBUSI PROBABILITAS
Dalam analisis frekuensi data hujan atau data debit guna memperoleh nilai
hujan rencana atau debit rencana, dikenal beberapa distribusi probabilitas continue
yang sering digunakan yaitu : Gumbel, Normal, Log Normal, dan Log Pearson
Type III.
Adapun masing-masing jenis distribusi seperti pada Tabel dibawah ini :
Tabel 2-5 Persyaratan Parameter Statistik Suatu Distribusi
No Distribusi Persyaratan
1 Gumbel
C
s
= 1,14
C
k
= 5,4
2 Normal
C
s
= 0
C
k
= 3
3 Log Normal
C
s
= C
v
2
+ 3C
v

C
k
= C
v
8
+ 6C
v
6
+ 15C
v
4
+ 16C
v
2
+ 3
4 Log Pearson III Selain dari nilai atas

Keterangan Tabel :
Koefisien kepencengan (Cs)


Koefisien Kurtosis

= nilai rata-rata dari X

Standar Deviasi (S)

Xi = Data hujan atau Debit ke-i

n = Jumlah data curah hujan (mm)





Hidrologi Terapan 2-9

Di samping dengan menggunakan persyaratan seperti tercantum dalam
Tabel 2-5 persyaratan parameter statistik suatu distribusi, guna mendapatkan hasil
perhitungan yang meyakinkan, atau jika tidak ada yang memenuhi persyaratan
pada Tabel Persyaratan Parameter Statistik Suatu Distribusi maka penggunaan
suatu distribusi probabilitas biasanya diuji dengan metode Gumbel, Normal, Log
Normal, dan Log Pearson III.


Hidrologi Terapan 3-1

BAB.3. DATA DAN PERHITUNGAN

3.1 Analisa Hidrologi
Analisa hidrologi dilakukan untuk menentukan intensitas hujan, data yang
digunkan adalah data curah hujan bulanan tahun 2006 2010 di Stasiun
Pekanbaru dan Sekitarnya, dari data tersebut dilakukan analisis frekuensi hujan.

3.1.1 Analisa Curah Hujan Rata-rata Bulanan Maksimum
Dari data curah hujan yang ada dari tahun 2006 2010, dapat ditentukan
data curah hujan rata-rata bulanan maksimum dengan perhitungan

Hidrologi Terapan 3-2

Tabel 3-1 Data Curah Hujan Bulanan maksimum Tahunan

Tahun
Bulan

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
2006

60.5 42.8 51.8 73.4 145.2 60.1 145.0 119.0 44.5 88.5 39.0 100.1
2007

60.7 85.0 52.3 91.4 50.6 52.4 72.4 53.4 54.2 102.0 79.1 38.1
2008

43.0 60.8 108.7 90.0 40.0 87.6 111.2 125.2 99.0 59.0 104.0 38.5
2009

35.6 85.1 72.5 86.5 42.1 69.0 25.8 59.4 58.8 67.0 53.7 81.8
2010

71.2 57.5 130.0 96.1 72.8 68.7 66.4 52.4 76.0 35.6 30.9 82.7

Hidrologi Terapan 3-3


3.1.2 Analisis Frekuensi
Analisis frekuensi bertujuan untuk menentukan jenis distribusi yang sesuai
untuk mendapatkan curah hujan rencana. Pemilihan jenis distribusi curah hujan
yang sesuai berdasarkan nilai koefisien asimetris (C
s
), koefisien variasi (Cv) dan
koefisien kurtosis. Koefisien tersebut didapatkan dengan menentukan nilai
parameter statistic dari data curah hujan rata-rata. Nilai parameter statistic
disajikan pada tabel 3.2.
Tabel 3-2 Parameter Statistik
No. Tahun Xi P (Xi - X) (Xi - X)
2
(Xi - X)
3
(Xi - X)
4

1 2006 60.5 1.64 -11.27 126.98 -1430.80 16122.74
2 2006 42.8 3.28 -28.97 839.16 -24309.19 704196.78
3 2006 51.8 4.92 -19.97 398.73 -7962.06 158989.07
4 2006 73.4 6.56 1.63 2.66 4.34 7.09
5 2006 145.2 8.20 73.43 5392.21 395958.94 29075925.12
6 2006 60.1 9.84 -11.67 136.15 -1588.64 18536.82
7 2006 145.0 11.48 73.23 5362.88 392732.42 28760449.75
8 2006 119.0 13.11 47.23 2230.83 105365.83 4976603.99
9 2006 44.5 14.75 -27.27 743.56 -20275.70 552884.45
10 2006 88.5 16.39 16.73 279.95 4684.01 78371.26
11 2006 39.0 18.03 -32.77 1073.76 -35185.45 1152968.42
12 2006 100.1 19.67 28.33 802.68 22741.36 644300.54
13 2007 60.7 21.31 -11.07 122.51 -1355.96 15008.21

Hidrologi Terapan 3-4

No. Tahun Xi P (Xi - X) (Xi - X)
2
(Xi - X)
3
(Xi - X)
4

14 2007 85.0 22.95 13.23 175.08 2316.56 30651.96
15 2007 52.3 24.59 -19.47 379.02 -7378.81 143653.13
16 2007 91.4 26.23 19.63 385.40 7566.09 148534.96
17 2007 50.6 27.87 -21.17 448.10 -9485.49 200792.12
18 2007 52.4 29.51 -19.37 375.13 -7265.69 140724.27
19 2007 72.4 31.15 0.63 0.40 0.25 0.16
20 2007 53.4 32.79 -18.37 337.40 -6197.40 113835.84
21 2007 54.2 34.43 -17.57 308.65 -5422.40 95262.56
22 2007 102.0 36.07 30.23 913.95 27630.34 835311.31
23 2007 79.1 37.70 7.33 53.75 394.10 2889.42
24 2007 38.1 39.34 -33.67 1133.56 -38164.96 1284950.72
25 2008 43.0 40.98 -28.77 827.62 -23809.16 684949.90
26 2008 60.8 42.62 -10.97 120.30 -1319.54 14473.13
27 2008 108.7 44.26 36.93 1363.95 50372.87 1860354.15
28 2008 90.0 45.90 18.23 332.39 6060.09 110485.55
29 2008 40.0 47.54 -31.77 1009.23 -32061.46 1018539.14
30 2008 87.6 49.18 15.83 250.64 3968.08 62821.25
31 2008 111.2 50.82 39.43 1554.86 61310.58 2417578.23
32 2008 125.2 52.46 53.43 2854.94 152544.36 8150699.55
33 2008 99.0 54.10 27.23 741.56 20194.01 549916.68

Hidrologi Terapan 3-5

No. Tahun Xi P (Xi - X) (Xi - X)
2
(Xi - X)
3
(Xi - X)
4

34 2008 59.0 55.74 -12.77 163.03 -2081.63 26578.89
35 2008 104.0 57.38 32.23 1038.88 33484.84 1079272.35
36 2008 38.5 59.02 -33.27 1106.78 -36820.79 1224966.40
37 2009 35.6 60.66 -36.17 1308.15 -47313.55 1711252.07
38 2009 85.1 62.30 13.33 177.73 2369.48 31589.14
39 2009 72.5 63.93 0.73 0.54 0.39 0.29
40 2009 86.5 65.57 14.73 217.02 3197.10 47098.55
41 2009 42.1 67.21 -29.67 880.21 -26114.36 774769.65
42 2009 69.0 68.85 -2.77 7.66 -21.22 58.73
43 2009 25.8 70.49 -45.97 2113.09 -97135.12 4465139.50
44 2009 59.4 72.13 -12.37 152.98 -1892.05 23401.56
45 2009 58.8 73.77 -12.97 168.18 -2180.98 28283.73
46 2009 67.0 75.41 -4.77 22.74 -108.42 516.97
47 2009 53.7 77.05 -18.07 326.46 -5898.67 106579.18
48 2009 81.8 78.69 10.03 100.63 1009.53 10127.27
49 2010 71.2 80.33 -0.57 0.32 -0.18 0.10
50 2010 57.5 81.97 -14.27 203.59 -2904.82 41446.99
51 2010 130.0 83.61 58.23 3390.93 197459.33 11498385.94
52 2010 96.1 85.25 24.33 592.03 14405.08 350499.52
53 2010 72.8 86.89 1.03 1.06 1.10 1.13

Hidrologi Terapan 3-6

No. Tahun Xi P (Xi - X) (Xi - X)
2
(Xi - X)
3
(Xi - X)
4

54 2010 68.7 88.52 -3.07 9.41 -28.89 88.64
55 2010 66.4 90.16 -5.37 28.82 -154.71 830.53
56 2010 52.4 91.80 -19.37 375.13 -7265.69 140724.27
57 2010 76.0 93.44 4.23 17.91 75.78 320.66
58 2010 35.6 95.08 -36.17 1308.15 -47313.55 1711252.07
59 2010 30.9 96.72 -40.87 1670.22 -68259.14 2789637.08
60 2010 82.7 98.36 10.93 119.50 1306.35 14280.57

Total 4306.1

46579.14 938446.73 110097890.05
Rerata (X) 71.77

Keterangan : P (Plotting) = { m / (n+1) } 100 .


Hidrologi Terapan 3-7

3.2 DISTRIBUSI PROBABILITAS GUMBEL
Jika data hujan yang dipergunakan dalam perhitungan adalah berupa
sampel (populasi terbatas), maka persamaan dapat didekati dengan persamaan :
XT = + S x K , dimana :
XT = hujan rencana atau debit dengan periode ulang T.
= nilai rata-rata dari data hujan (X).
S = standar deviasi dari data hujan (X).
Faktor probabilitas K untuk harga-harga ekstrim Gumbel dapat dinyatakan
dalam persamaan : K =

dimana :
Yt = Reduced variate = -Ln Ln


= nilai Yt , bisa ditentukan berdasarkan Tabel Nilai Reduced Variate (Yt)
Sn = Reduced Standard deviasi, Lihat Tabel Nilai standart Deviation (Sn) dan
Nilai
Reduced Mean (Yn)
Yn = Reduced mean. Lihat Tabel Nilai standart Deviation (Sn) dan Nilai Reduced
Tabel 3-3 Hubungan Antara Deviasi Standar (Sn) dan Reduksi Variat Rata-
Rata (Yn)

n

Sn

Yn

n

Sn

Yn
10 0,9497 0,4952 60 1,1750 0,5521
15 1,0210 0,5128 70 1,1850 0.5548
20 1,0630 0,5236 80 1,1940 0,5567
25 1,0910 0,5390 90 1,2010 0,5586
30 1,1120 0,5362 100 1,2060 0,5600
35 1,1280 0,5403 20 1,2360 0,5672
40 1,1410 0,5436 500 1,2590 0,5724
45 1,1520 0,5463 1000 1,2690 0,5745
50 1,1610 0,5485


Hidrologi Terapan 3-8

Tabel 3-4 Nilai Reduced Variate (Yt)
Periode Ulang T (Tahun) Yt
2 0.3065
5 1.4999
10 2.2504
20 2.9702
25 3.1255
50 3.9019
100 4.6001
PERHITUNGAN DISTRIBUSI PROBABILITAS GUMBEL
menghitung Nilai Rata-Rata dan Standar Deviasi nya untuk mendapatkan hasil
dari perhitungan diatas (Xi-X).
Harga Rata-Rata (X) :

X =



X =

= 71,77

Standar Deviasi (S) :

S =


S =

= 28,1
Setelah dicari Nilai Rata-Rata nya dilanjutkan menghitung (Xi-X) seperti
pada halaman sebelumnya.
Menghitung Nilai K. K dicari untuk menghitung Nilai Hujan Rencana Periode
Ulang 5 Tahun dikarenakan data Curah Hujan pada perhitungan ini adalah data
dari tahun 2006-2010 (5 Tahun). Dengan jumlah data sebanyak 60 maka nilai Sn
dan Yn sesuai pada Tabel 3-3 adalah : Sn = 1,1750 dan Yn = 0,5521.
Dengan data yang didapat dari tahun 2006-2010 (5 Tahun) maka Periode Ulang T
(Tahun) adalah 5 Tahun dan Nilai Yt sesuai pada Tabel 3-4 yakni = 1,4999.

Hidrologi Terapan 3-9

Maka, Nilai K adalah :

Y
t
= - L
n
L
n

= 1,4999 (Tabel 3-4)



K =

= 0,8066
menghitung Nilai Hujan Rencana Periode Ulang 5 Tahun (X
5
) sehingga
didapatlah Perhitungan Metode Distribusi Probabilitas Gumbel.

mm

3.3 DISTRIBUSI PROBABILITAS NORMAL
Distribusi Normal atau kurva normal disebut pula Distribusi Gauss.
Fungsidensitas peluang normal (PDF = Probability Density Function) yang paling
dikenal adalah bentuk bell dan dikenal sebagai distribusi normal. PDF distribusi
normal dapat dituliskan dalam bentuk rata-rata dan simpangan bakunya.
Perhitungan hujan rencana berdasarkan distribusi probabilitas normal, jika data
yang digunakan adalah berupa sampel sebagai berikut :

, dimana :
Xt
X
S
Kt
= Hujan rencana dengan periode ulang T tahun
= Nilai rata- rata dari data hujan (X) mm
= Standar Deviasi dari data hujan (X) mm
= Faktor Frekuensi, nilainya bergantung dari T (Lihat Tabel Variabel
Reduksi Gauss)




Hidrologi Terapan 3-10

mm
Tabel 3-5 Nilai Variabel Reduksi Gauss
No. Periode ulan T (tahun) K
T

1 1,001 -30.5
2 1,005 -2.58
3 1,010 -2.33
4 1,050 -1.64
5 1,110 -1.28
6 1,250 -0.84
7 1,330 -0.67
8 1,430 -0.52
9 1,670 -0.25
10 2,000 0
11 2,500 0.25
12 3,330 0.52
13 4,000 0.67
14 5,000 0.84
15 10,000 1.28
16 20,000 1.64
17 50,000 2.05
18 100,000 2.33
19 200,000 2.58
20 500,000 2.88
21 1,000,000 3.09
PERHITUNGAN DISTRIBUSI PROBABILITAS NORMAL
menghitung Distribusi Probabilitas Normal dengan terlebih dahulu melihat Tabel
3-5 Nilai Variabel Reduksi Gauss untuk menentukan Nilai Kt nya.
Dikarenakan Periode Ulang Data adalah dari tahun 2006-2010 maka T = 5 dan
Nilai Kt = 0,84

Hidrologi Terapan 3-11

3.4 DISTRIBUSI PROBABILITAS LOG NORMAL
Perhitungan hujan rencana berdasarkan distribusi probabilitas log normal,
jika data yang digunakan adalah berupa sampel sebagai berikut :

, dimana :
LogXt
LogX
S LogX

Kt
= Nilai Logaritmis hujan rencana dengan periode ulang T.
= Nilai Rata-Rata dari Log X =


= Standar Deviasi dari Log X
(


= Faktor frekuensi, nilainya bergantung dari T (Lihat Tabel Variabel
Reduksi Gauss)
PERHITUNGAN DISTRIBUSI PROBABILITAS LOG NORMAL
Tabel 3-6 Perhitungan Log Normal
No. Xi Log Xi (LogXi - Log X)
2

1 60.5 1.7818 0.0017
2 42.8 1.6314 0.0369
3 51.8 1.7143 0.0119
4 73.4 1.8657 0.0018
5 145.2 2.1620 0.1146
6 60.1 1.7789 0.0020
7 145 2.1614 0.1142
8 119 2.0755 0.0636
9 44.5 1.6484 0.0306
10 88.5 1.9469 0.0153
11 39 1.5911 0.0540
12 100.1 2.0004 0.0313
13 60.7 1.7832 0.0016
14 85 1.9294 0.0112
15 52.3 1.7185 0.0110
16 91.4 1.9609 0.0189

Hidrologi Terapan 3-12

No. Xi Log Xi (LogXi - Log X)
2

17 50.6 1.7042 0.0142
18 52.4 1.7193 0.0108
19 72.4 1.8597 0.0013
20 53.4 1.7275 0.0092
21 54.2 1.7340 0.0080
22 102 2.0086 0.0343
23 79.1 1.8982 0.0056
24 38.1 1.5809 0.0588
25 43 1.6335 0.0361
26 60.8 1.7839 0.0016
27 108.7 2.0362 0.0453
28 90 1.9542 0.0171
29 40 1.6021 0.0490
30 87.6 1.9425 0.0142
31 111.2 2.0461 0.0496
32 125.2 2.0976 0.0752
33 99 1.9956 0.0297
34 59 1.7709 0.0028
35 104 2.0170 0.0375
36 38.5 1.5855 0.0566
37 35.6 1.5514 0.0740
38 85.1 1.9299 0.0113
39 72.5 1.8603 0.0014
40 86.5 1.9370 0.0129
41 42.1 1.6243 0.0396
42 69 1.8388 0.0002
43 25.8 1.4116 0.1696
44 59.4 1.7738 0.0025
45 58.8 1.7694 0.0029
46 67 1.8261 0.0000
47 53.7 1.7300 0.0087

Hidrologi Terapan 3-13

No. Xi Log Xi (LogXi - Log X)
2

48 81.8 1.9128 0.0080
49 71.2 1.8525 0.0008
50 57.5 1.7597 0.0041
51 130 2.1139 0.0844
52 96.1 1.9827 0.0254
53 72.8 1.8621 0.0015
54 68.7 1.8370 0.0002
55 66.4 1.8222 0.0000
56 52.4 1.7193 0.0108
57 76 1.8808 0.0033
58 35.6 1.5514 0.0740
59 30.9 1.4900 0.1112
60 82.7 1.9175 0.0089
Total 109.4018 1.7332
Rerata 1.8234


Sn = 0.1714


C
S
= -0.1156


Setelah didapatkan Log Xi = 109,4018 dan (Log Xi - Log X) = 1,7332 maka
dilanjutkan mencari Log X (Nilai Rata-Rata dari Log Xi) :
Log X =


Log X =

= 1,8234
Langkah Ketujuh adalah mencari Nilai Deviasi Standar dari Log X, yakni :
S Log X =(



Hidrologi Terapan 3-14


Langkah Kedelapan adalah menghitung Hujan Rencana dengan Periode Ulang 5
Tahun (X
5
). Nilai K
T
dihitung berdasarkan nilai T dari Tabel 3-5 maka didapatlah
untuk T = 5 dengan K
T
= 0,84.



Sehingga X
5
= Anti Log dari 1,9674 = 10
1,9674
= 92,7684 mm

3.5 DISTRIBUSI PROBABILITAS LOG PEARSON TIPE III
Salah satu distribusi dari serangkaian distribusi yang dikembangkan Person
yang menjadi perhatian ahli sumberdaya air adalah Log-Person Tipe III (LP. III).
Tiga parameter penting dalam LP. III yaitu : (i) harga rata-rata; (ii) simpangan
baku; dan (iii) koefisien kemencengan.

, dimana :
Log Xt


Log X


S Log X



Kt
= Nilai Logaritmis hujan rencana dengan periode ulang T.

= Nilai Rata- Rata dari Log X =



= Standar Deviasi dari Log X
(



= Variabel Standar, besarnya bergantung koefesien kepencengan (Cs atau
G) lihat Tabel Faktor Frekuensi Kt untuk Distribusi Log Pearson Tipe
III



Hidrologi Terapan 3-15

Tabel 3-7 Faktor Frekuensi (G atau CS Bernilai positif dan negatif)

Periode Ulang
Kemencengan, 2 thn
10
thn
25
thn
50
thn
100 thn 200 thn
G atau Cs Probabilitas

50% 10% 4% 2% 1% 0,5%
3,0 -0,396 1,180 2,278 3,152 4,051 4,970
2,5 -0,360 1,250 2,262 3,048 3,845 4,652
2,0 -0,307 1,302 2,219 2,912 3,605 4,298
1,8 -0,282 1,318 2,193 2,193 3,499 4,147
1,6 -0,254 1,329 2,163 2,163 3,388 3,990
1,4 -0,225 1,337 2,128 2,128 3,271 3,828
0,9 -0,148 1,339 2,018 2,018 2,957 3,401
0,8 -0,132 1,336 1,993 1,993 2,891 3,312
0,7 -0,116 1,333 1,967 1,967 2,824 3,223
0,6 -0,099 1,328 1,939 1,939 2,755 3,132
0,5 -0,083 1,323 1,910 1,910 2,686 3,041
0,4 -0,066 1,317 1,880 1,880 2,615 2,949
0,3 -0,050 1,309 1,849 1,849 2,544 2,856
0,2 -0,033 1,301 1,818 1,818 2,472 2,763
0,1 -0,017 1,292 1,785 1,785 2,400 2,670
0,0 0,000 1,282 1,751 2,054 2,326 2,576

-0,1 0,017 1,270 1,716 2,000 2,252 2,482
-0,2 0,033 1,253 1,680 1,945 2,178 2,388
-0,3 0,050 1,245 1,643 1,890 2,104 2,294
-0,4 0,066 1,231 1,606 1,834 2,029 2,201
-0,5 0,083 1,216 1,567 1,777 1,955 2,108
-0,6 0,099 1,200 1,528 1,720 1,880 2,016
-0,7 0,116 1,183 1,488 1,663 1,806 1,926
-0,8 0,132 1,166 1,448 1,606 1,733 1,837
-0,9 0,148 1,147 1,407 1,549 1,660 1,749

-1,0 0,164 1,128 1,366 1,492 1,588 1,664
-1,2 0,195 1,086 1,282 1,379 1,449 1,501
-1,4 0,225 1,041 1,198 1,270 1,318 1,351
-1,6 0,254 0,994 1,116 1,166 1,197 1,216
-1,8 0,282 0,945 1,035 1,069 1,087 1,097
-2,0 0,307 0,895 0,959 0,980 0,990 0,995
-2,5 0,360 0,771 0,793 0,798 0,799 0,800
-3,0 0,396 0,660 0,666 0,666 0,667 0,667


Hidrologi Terapan 3-16


PERHITUNGAN DISTRIBUSI PROBABILITAS LOG PEARSON TIPE
III
menghitung Nilai (Log Xi - Log X)
3
.
Tabel 3-8 Perhitungan Log Pearson Tipe III
No. Xi Log Xi (LogXi - Log X)
2
(LogXi - LogX)
3

1 60.5 1.7818 0.0017 -0.0001
2 42.8 1.6314 0.0369 -0.0071
3 51.8 1.7143 0.0119 -0.0013
4 73.4 1.8657 0.0018 0.0001
5 145.2 2.1620 0.1146 0.0388
6 60.1 1.7789 0.0020 -0.0001
7 145 2.1614 0.1142 0.0386
8 119 2.0755 0.0636 0.0160
9 44.5 1.6484 0.0306 -0.0054
10 88.5 1.9469 0.0153 0.0019
11 39 1.5911 0.0540 -0.0125
12 100.1 2.0004 0.0313 0.0055
13 60.7 1.7832 0.0016 -0.0001
14 85 1.9294 0.0112 0.0012
15 52.3 1.7185 0.0110 -0.0012
16 91.4 1.9609 0.0189 0.0026
17 50.6 1.7042 0.0142 -0.0017

Hidrologi Terapan 3-17

No. Xi Log Xi (LogXi - Log X)
2
(LogXi - LogX)
3

18 52.4 1.7193 0.0108 -0.0011
19 72.4 1.8597 0.0013 0.0000
20 53.4 1.7275 0.0092 -0.0009
21 54.2 1.7340 0.0080 -0.0007
22 102 2.0086 0.0343 0.0064
23 79.1 1.8982 0.0056 0.0004
24 38.1 1.5809 0.0588 -0.0143
25 43 1.6335 0.0361 -0.0068
26 60.8 1.7839 0.0016 -0.0001
27 108.7 2.0362 0.0453 0.0096
28 90 1.9542 0.0171 0.0022
29 40 1.6021 0.0490 -0.0108
30 87.6 1.9425 0.0142 0.0017
31 111.2 2.0461 0.0496 0.0110
32 125.2 2.0976 0.0752 0.0206
33 99 1.9956 0.0297 0.0051
34 59 1.7709 0.0028 -0.0001





Hidrologi Terapan 3-18

No. Xi Log Xi (LogXi - Log X)
2
(LogXi - LogX)
3

35 104 2.0170 0.0375 0.0073
36 38.5 1.5855 0.0566 -0.0135
37 35.6 1.5514 0.0740 -0.0201
38 85.1 1.9299 0.0113 0.0012
39 72.5 1.8603 0.0014 0.0001
40 86.5 1.9370 0.0129 0.0015
41 42.1 1.6243 0.0396 -0.0079
42 69 1.8388 0.0002 0.0000
43 25.8 1.4116 0.1696 -0.0698
44 59.4 1.7738 0.0025 -0.0001
45 58.8 1.7694 0.0029 -0.0002
46 67 1.8261 0.0000 0.0000
47 53.7 1.7300 0.0087 -0.0008
48 81.8 1.9128 0.0080 0.0007
49 71.2 1.8525 0.0008 0.0000
50 57.5 1.7597 0.0041 -0.0003
51 130 2.1139 0.0844 0.0245
52 96.1 1.9827 0.0254 0.0040
53 72.8 1.8621 0.0015 0.0001
54 68.7 1.8370 0.0002 0.0000

Hidrologi Terapan 3-19

No. Xi Log Xi (LogXi - Log X)
2
(LogXi - LogX)
3

55 66.4 1.8222 0.0000 0.0000
56 52.4 1.7193 0.0108 -0.0011
57 76 1.8808 0.0033 0.0002
58 35.6 1.5514 0.0740 -0.0201
59 30.9 1.4900 0.1112 -0.0371
60 82.7 1.9175 0.0089 0.0008
Total 109.4018 1.7332 -0.0332
Rerata 1.8234


mencari nilai Kemencengan (Cs) dengan rumus berikut :
Cs =

= - 0,11399
Dikarenakan nilai Cs bernilai negatif maka kita lihat Tabel Faktor
Frekuensi (G atau Cs Negatif) pada Tabel 3.6 sehingga nilai K
T
untuk periode 5
tahun

nya adalah = 0,856.


Sehingga X
5
= Anti Log dari 1,9684 = 10
1,9684
= 92,9822 mm

Hidrologi Terapan 4-1


BAB.4. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 KESIMPULAN
Dari perhitungan diatas yang telah saya jabarkan dan untuk mempermudah
melihat hasil keseluruhan, maka saya tampilkan rincian Rekapitulasi Perhitungan
sebagai berikut :
4.1.1 Perhitungan Distribusi Probabilitas Gumbel
Harga Rata-Rata (X) :

X =



X =

= 71,77

Standar Deviasi (S) :

S =


S =

= 28,1
Y
t
= - L
n
L
n

= 1,4999
K =

= 0,8066

mm


Hidrologi Terapan 4-2

4.1.2 Perhitungan Distribusi Probabilitas Normal
Harga Rata-Rata (X) :

X =



X =

= 71,77

Standar Deviasi (S) :

S =


S =

= 28,1
Nilai K
T
= 0,84

mm

4.1.3 Perhitungan Distribusi Probabilitas Log Normal
Log X =

= 1,8234
(


Untuk T = 5 dengan K
T
= 0,84.



X
5
= 10
1,9674
= 92,7684 mm

4.1.4 Perhitungan Distribusi Probabilitas Log Pearson Tipe III

Cs =

= - 0,11399
Nilai K
T
pada

Tabel Faktor Frekuensi (G atau Cs Negatif) untuk periode 5
tahun

adalah = 0,846.

Hidrologi Terapan 4-3



Sehingga X
5
= 10
1,9684
= 92,9822 mm
4.1.5 Rekapitulasi Distribusi Probabilitas
Perhitungan Distribusi Probabilitas Gumbel : 94,43 mm
Perhitungan Distribusi Probabilitas Normal : 95,37 mm
Perhitungan Distribusi Probabilitas Log Normal : 92,77 mm
Perhitungan Distribusi Probabilitas Log Pearson Type III : 92,98 mm
4.2 SARAN
Untuk mengantisipasi banjir atau gangguan akibat hujan daerah sekitar
Pekanbaru, perlu dilakukan peninjauan secara rutin DAS Pekanbaru stasiun Kota
Pekanbaru untuk menghasilkan data-data terkontrol setiap tahunnya.





DAFTAR PUSTAKA

Hadisusanto, Nugroho.2010.Aplikasi Hidrologi.Malang:Jogja Mediautama.
Musthaharni.2004.Tinjauan Kebutuhan Debit Air Pada Saluran Tersier Daerah
Irigasi Sei. Tibun Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Pekanbaru: Universits
Riau.
Yosefin Saputra dan Putri Ayumi Humaira.2012.Analisa Debit Banjir Rancangan
Kala Ulang 50 Tahun Kabupaten Inderagiri Provinsi Riau. Pekanbaru:
Universitas Riau