Anda di halaman 1dari 5

1

Laporan Kasus Perorangan


Pembimbing : dr.Sukasihati,Sp.KK

STATUS PASIEN
BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU


NAMA DOKTER MUDA : Yusa Has Juliana NIM : 0908151694

NAMA PASIEN : An. S PENDIDIKAN : SD
UMUR/TGL LAHIR : 12 tahun AGAMA : Islam
JENIS KELAMIN : Perempuan SUKU : Melayu
PEKERJAAN : - NO RM RSAA : 867689
ALAMAT : Pekanbaru TANGGAL : 10 April 2014
STATUS PERNIKAHAN : Belum Menikah

ANAMNESIS : Autoanamnesis

KELUHAN UTAMA : Bercak merah disertai gatal pada lengan kanan dan kiri bagian
bawah.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG :
Sejak 2 minggu yang lalu pasien mengeluhkan bercak merah yang disertai gatal
pada lengan kanan dan kiri bagian bawah. Gatal-gatal dirasakan pasien sepanjang
hari terutama saat berkeringat. Daerah gatal tersebut berwarna merah kehitaman
berbentuk bulat-bulat dan banyak. Ukuran bercak kurang lebih 4-5 cm, dengan
daerah tepi lebih gatal dan meninggi.
Bercak merah kehitaman tersebut disertai sisik yang halus, tidak berlapis, kering,
pinggir meninggi dan bagian tengah mengering seperti kulit biasa.
Bercak merah disertai gatal tersebut muncul pertama kali sekitar 2 bulan yang lalu
pada daerah lengan kanan bawah. Pasien menggaruk bercak tersebut dan
kemudian bercak bertambah banyak.
Keluhan yang sama tidak ada dirasakan pasien pada tempat yang lain.
Pasien sudah pernah mendapatkan pengobatan sebelumnya dengan obat pil dan
salep. Keluhan bercak merah disertai gatal tersebut berkurang, namun keluhan
kembali muncul pada lengan kiri bawah.
Pasien mempunyai kebiasaan mandi 2 kali sehari dan mengganti pakaian 2 kali
sehari.
Pasien sering bermain diluar rumah dan tidak mengganti pakaian setelah pulang
dari sekolah.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU :
Pasien pernah menderita sakit seperti ini sebelumnya yang berulang sejak 2 tahun
yang lalu.

2
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA :
Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini

STATUS GENERALIS
Keadaan Umum : Tidak tampak sakit
Kesadaran : Komposmentis
Keadaan gizi : Baik (BB = 33 kg)
Vital Sign : Nadi : 96x/menit
T : 36,8
o
C
Nafas : 20x/menit
Pemeriksaan Thorak : Tidak ada kelainan
Pemeriksaan Abdomen : Tidak ada kelainan

STATUS DERMATOLOGIS
- Lokasi : Antebrachial dextra et sinistra
- Efloresensi : makula eritema (+), lesi multipel, papul pada pinggir lesi (+),
skuama halus(+) dan tidak berlapis, central healing (+), pinggir
aktif (+), berbatas tegas, bentuk polisiklik, herald patch (-),
fenomena Kobner (-).
- Penyebaran : Regional

PEMERIKSAAN SARAF TEPI : tidak dilakukan

TES SENSIBILITAS KULIT : tidak dilakukan
( Raba- Nyeri Suhu )

TES LAIN : tidak dilakukan

KELAINAN SELAPUT / MUKOSA : Tidak ada kelainan
KELAINAN KUKU : Tidak ada kelainan
KELAINAN RAMBUT : Tidak ada kelainan
KELAINAN KELENJER LYMFE
( REGIONAL ) : Tidak ada pembesaran KGB

PEMERIKSAAN LABORATORIUM RUTIN
DARAH: - Rutin : Hb....... Leuko..........Eri............... LED..........Dift..
- Khusus : tidak dilakukan
URINE : - Rutin : tidak dilakukan
- Khusus : tidak dilakukan
FAECES : - Rutin : tidak dilakukan
- Khusus : tidak dilakukan

3
PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI :
Pemeriksaan Sediaan Basah/Langsung : tidak dilakukan
Pewarnaan dengan KOH 10% : ditemukan hifa (+)
Pewarnaan GRAM : tidak dilakukan
Pewarnaan GIEMSA : tidak dilakukan
Pewarnaan Ziehl Neelsen : tidak dilakukan

PEMERIKSAAN SEROLOGIK :
Tes Serologi VDRL : - Kualitatif : tidak dilakukan
- Kuantitatif : tidak dilakukan
Tes Serologi TPHA : - Kualitatif : tidak dilakukan
- Kuantitatif : tidak dilakukan
PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI : tidak dilakukan

PEMERIKSAAN LAIN : tes fenomena tetesan lilin (-), tes fenomena auspitz (-)

PEMERIKSAAN ANJURAN : Kultur jamur

RESUME :
Pasien An.S, Perempuan, 12 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD
AA dengan keluhan utama bercak merah disertai gatal pada lengan kanan dan kiri
bagian bawah sejak 2 minggu yang lalu. Gatal dirasakan sepanjang hari terutama
saat berkeringat. Bercak berwarna merah kehitaman berbentuk bulat-bulat dan
banyak, ukuran 4-5 cm, daerah tepi lebih gatal, sisik yang halus, kering, pinggir
meninggi dan bagian tengah mengering seperti kulit biasa. Bercak muncul pertama
kali sekitar 2 bulan yang lalu. Pasien sudah berobat sebelumnya dengan obat pil
dan salep. Keluhan tersebut berkurang, namun keluhan kembali muncul. Pasien
mempunyai kebiasaan mandi dan ganti pakaian 2 kali sehari. Pasien sering
bermain diluar rumah dan tidak mengganti pakaian setelah pulang sekolah.
Dari pemeriksaan dermatologis pada regio antebrachial dextra et sinistra : makula
eritema (+), lesi multipel, papul pada pinggir lesi (+), skuama halus(+), central
healing (+), pinggir aktif (+), berbatas tegas bentuk polisiklik.
Pada pemeriksaan KOH 10% ditemukan hifa (+).

DIAGNOSIS BANDING: - Tinea korporis
- Pitiriasis rosea
- Psoriasis vulgaris
Pembeda Tinea Korporis Pitiriasis Rosea Psoriasis Vulgaris
Definisi Dermatofitosis
pada kulit tubuh
tidak berambut.
Penyakit kulit dimulai
dengan lesi awal berbentuk
eritema dan skuama halus
kemuadian disusul lesi yang
lebih kecil di badan, lengan,
dan paha atas yang tersusun
dengan lipatan kulit.
Penyakit kulit kronik
residif yang disebabkan
oleh autoimun yang
ditandai bercak eritema
disertai skuama tebal,
berlapis dan warma putih
mengkilap.
4
Pembeda Tinea Korporis Pitiriasis Rosea Psoriasis Vulgaris
Etiologi Trichophyton
rubrum,
Micosporum
canis,
Tricophyton
tonsurans
Tidak diketahui
(kemungkinan virus)
Faktor genetik dan
autoimun.
Epidemio
logi
- Semua umur (15-40tahun),
wanita=pria
Orang berkulit putih,
semua umur, pria >
wanita
Faktor
Pencetus
- - Stress psikis, infeksi,
trauma (fenomena
Kobner), endokrin,
gangguan metabolik, obat,
alkohol, rokok
Gejala
klinis
Lesi bulat atau
lonjong, batas
tegas, eritema,
skuama, vesikel
atau papul
dibagian tepi,
daerah tengah
tampak tenang
(central healing),
gatal terutama
jika berkeringat,
dan polisiklik
Gatal ringan, lesi pertama
(herald patch) di badan,
soliter, berbentuk oval dan
anular, d=3 cm. Ruam
terdiri atas eritema dan
skuama halus dipinggir.
Lesi berikut lebih khas lebih
kecil dari lesi awal susunan
sejajar kosta menyerupai
pohon cemara terbalik
(christmas tree), lesi timbul
serentak dalam beberapa
hari.
Bercak eritema disertai
dengan skuama yang tebal
berlapis-lapis dan warna
putih mengkilap. Gatal
ringan.
Predileksi Badan, lengan,
tungkai,
punggung.
Badan, lengan atas
proksimal, paha atas.
Kulit kepala, perbatasan
wajah dan kulit kepala,
ekstremitas ekstensor,
siku, lutut, lumbosakral.
Pemerik
saan
tambahan
KOH 10%,
Kultur dengan
sabaraud
dextrose agar.
Histopatologi, Fenomena
tetesan lilin, auspitz,
kobner.
Terapi Ketokonazole
1x200mg (3
minggu),
Mikonazole krim
1%.
Simptomatik : antihistamin,
bedak salisilat + menthol.
Preparat ter (LCD) 2-5%,
Asam salisilat 3-5%,
Prednison 30 mg,
Metotrexat 3x5
mg/minggu interval 12
jam.
Prognosis Bisa berulang Sembuh sendiri dalam
waktu 3-8 minggu.
Kronik residif

DIAGNOSIS : TI NEA KORPORI S


5
Dokter : Yusa Has Juliana
SIP/STR : 21/IV/2014
Alamat : Jl. Indah Sari 29
No. Hp : 085271458133

10 April 2014

R/ Miconazole krim 2 % tube 5 gr No.I
u.e

R/ Chlorpheniramine maleat 4 mg tablet No.XIV
2 d.d tab 1


R/ Ketokonazole 200 mg tablet No. XIV
1 d.d tab 1


Pro: An. S
Usia: 12 th (BB = 33 kg)
TERAPI :
UMUM :
- Menjaga kebersihan dengan cara mandi teratur 2 x sehari dengan sabun
- Menggunakan pakaian yang longgar dan berbahan menyerap keringat
- Jika berkeringat keringkan dengan handuk bersih dan ganti pakaian setiap hari.
- Jangan digaruk jika gatal.
- Jangan memakai handuk bersama anggota keluarga yang lain.
- Kontrol ulang


KHUSUS : SISTEMIK
Ketokonazole 1 x 200 mg/hari selama 10 hari
Klorfeniramin maleat 2 x 4 mg/hari

LOKAL
Mikonazol krim 2 % dioleskan 2 kali sehari selama 1 bulan

TINDAKAN : tidak dilakukan

PROGNOSIS :
QUO AD SANAM : Dubia
QUO AD VITAM : Bonam
QUO AD KOSMETIKUM : Dubia

RESEP