Anda di halaman 1dari 7

TEOREMA DASAR KALKULUS

Luthfi Ardiansyah
(3115111176)
Pndahu!uan
Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya "batu kecil" untuk menghitung)
adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan
deret tak terhingga. Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana
geometri adalah ilmu mengenai bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai
pengerjaan untuk memecahkan persamaan serta aplikasinya. Kalkulus memiliki
aplikasi yang luas dalam bidang-bidang sains, ekonomi, dan teknik serta dapat
memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan aljabar
elementer.
Kalkulus pertama kali dikembangkan oleh !ssac "e#ton pada abad $% di
!nggris dan pada #aktu yang bersamaan juga dikembangkan oleh Leibni&
($'(' ) $%$') di *erman. +enelitian mereka yang dilakukan secara terpisah
tersebut menghasilkan kesimpulan yang sama yaitu ,al-hal yang dipelajari
berhubungan dengan laju perubahan dan luas daerah. +erhitungan ini
kemudian dikembangkan lebih lanjut dan memunculkan teorema-teorema dasar
yang mendasari kalkulus.
-eorema dasar kalkulus menjelaskan relasi antara dua operasi pusat
kalkulus, yaitu pendi.erensialan (di..erentiation) dan pengintegralan (integration)
yang identik dengan pembahasan limit. /alam kehidupan sehari-hari kita pernah
mendengar kalimat-kalimat, misalnya: kendaraan itu hampir menabrak orang
yang sedang berjalan. Kata-kata 0hampir1, 0mendekati1 dan sebagainya dapat
dijelaskan dengan pengertian limit dalam matematika. +engertian limit .ungsi
merupakan konsep dasar yang banyak digunakan dalam kalkulus, khususnya
dalam hitung di.erensial. Kita telah mengenal konsep limit yang sudah kita
pelajari yaitu
Dfinisi Pn"rtian !i#it
lim ( )
x c
f x L

=
berarti bah#a jika 2 mendekati c, maka .
( 2 ) mendekati L dan . (c) tidak perlu ada serta 2 tidak perlu sama dengan c. atau
dapat dikatakan *ika untuk setiap bilangan positi. (epsilon), bagaimanapun
kecilnya akan didapat bilangan positi. 3 (delta) sehingga . (2) 4 L 5 dipenuhi
oleh 6 5 2 4 c 5 3
7edangkan konsep turunan diperkenalkan oleh !saac "e#ton ($'(8 )
$%8%) ketika ia menentukan perbandingan perubahan benda yang bergerak
dalam ilmu mekanika. 7uatu benda yang bergerak selalu menggunakan #aktu,
dikatakan bah#a benda yang bergerak itu merupakan .ungsi dari pada #aktu.
+roses tersebut dikenal dengan di..erensiasi, dan hasilnya disebut turunan.
Dfinisi s$ara u#u# turunan: Misalkan f fungsi dengan daerah definisi D
yang mengandung suatu interval terbuka yang memuat titik x , maka f ( x )
ditentukan oleh :
t6
( ) ( )
9( ) lim
h
f x h f x
f x
h

+
=
7edangkan konsep integral lebih dikenal in:ers dari di.erensial atau anti
turunan yaitu menentukan suatu .ungsi jika diketahui turunannya. !ntegral
merupakan suatu objek matematika yang dapat diinterpretasikan sebagai luas
#ilayah ataupun generalisasi suatu #ilayah. +roses menemukan integral suatu
.ungsi disebut sebagai pengintegralan ataupun integrasi. !ntegral dibagi menjadi
dua, yaitu: integral tertentu dan integral tak tentu. "otasi matematika yang
digunakan untuk menyatakan integral adalah , seperti huru. 7 yang memanjang
(7 singkatan dari "7um" yang berarti penjumlahan). !ntegral adalah satu dari dua
operasi utama dalam kalkulus. !ntegral dikembangkan menyusul
dikembangkannya masalah dalam di.erensiasi di mana matematika#an harus
berpikir bagaimana menyelesaikan masalah yang berkebalikan dengan solusi
di.erensiasi
PEM%A&ASA'
T(r#a Dasar Ka!)u!us Prta#a
Bagian pertama dari teorema dasar kalkulus menunjukkan bah#a sebuah
integral taktentu dapat dibalikkan menggunakan pendi.erensialan. -eorema dasar
kalkulus pertama ini dipublikasikan !saac Barro# membuktikan :ersi umum
bagian pertama teorema ini, sedangkan anak didik Barro#, !saac "e#ton ($'(;-
$%8%) menyelesaikan perkembangan dari teori matematika di sekitarnya. <ott.ried
Leibni& ($'(')$%$') mensistematisasi ilmu ini menjadi kalkulus untuk kuantitas
in.initesimal.
Teorema Dasar Kalkulus Pertama: Anggalah f kontinu ada selang
tertutu!a,b" dan anggalah x sebagai sebuah titik (eubah) ada (a,b), Maka
(t) t = ( )
x
a
d
f d f x
dx

P#*u)tian T(r#a +
>ndaikan ?isalkan terdapat dua bilangan x
$
dan x
$
@ Ax pada
Ba, bC. 7ehingga didapatkan dan
+engurangan kedua persamaan di atas menghasilkan
Bisa ditunjukan bah#a
(*umlah dari luas #ilayah yang bersampingan sama dengan jumlah kedua #ilayah
yang digabungkan.)
/engan memanipulasi persamaan ini, kita dapatkan
7ubstitusikan persamaan di atas ke ($), sehingga
?enurut teorema nilai antara untuk pengintegralan, terdapat sebuah c pada Bx
$
, x
$
@ AxC sehingga
7ubstitusikan persamaan di atas ke (8), kita dapatkan

Bagi kedua sisi dengan Ax, menghasilkan
+erhatikan pula ekspresi pada sisi kiri persamaannya adalah hasil bagi beda
"e#ton untuk # pada x
$
.
/engan mengambil limit AxD6 pada kedua sisi persamaan:
Ekspresi pada sisi kiri persamaan adalah de.inisi turunan dari # pada x
$
.
Fntuk mencari limit lainnya, kita gunakan teorema apit. c ada pada inter:al
Bx
$
, x
$
@ AxC, sehingga x
$
G c G x
$
@ Ax.
*uga, dan
7ehingga menurut teori apit,
7ubstitusikan ke (;), kita dapatkan
Hungsi f kontinu pada c, sehingga limit dapat diambil di dalam .ungsi. Ileh
karena itu, kita dapatkan dapat ditulis (t) t= ( )
x
a
d
f d f x
dx

yang
menyelesaikan pembuktian.
T(r#a Dasar Ka!)u!us Kdua
Bagian kedua disebut sebagai teorema dasar kalkulus kedua, mengijinkan
seseorang menghitung integral tertentu sebuah .ungsi menggunakan salah satu
dari banyak antiturunan. Bagian teorema ini memiliki aplikasi yang sangat
penting, karena ia dengan signi.ikan mempermudah perhitungan integral
tertentu.
Teorema Dasar Kalkulus Kedua: Anggalah f kontinu (dan terintegrasikan)
ada selang tertutu!a,b" dan anggalah # sebarang anti turunan f ada !a,b",
Maka (2) 2 = H( ) ( )
b
a
f d b # a

P#*u)tian T(r#a +
?isalkan terdapat sebuah himpunan berhingga E di dan .ungsi
memenuhi:
(a)
(b) ,
(c)
?aka diperoleh
($)
Bukti. Kita akan membuktikan teorema ini, dimana $ . 7ecara umum
dapat diperoleh dengan mengubah inter:al ke dalam gabungan dari suatu inter:al
bilangan terbatas.
/iberikan , karena diasumsikan ada sedemikian
sehingga jika adalah suatu tag partisi dengan , maka
(8) .
/imana titik di atas menunjukkan bah#a tag telah dipilih untuk setiap sub
inter:al.
dan , merupakan
jumlah Jiemann dari .ungsi
*ika subinter:al dalam adalah , maka dengan menggunakan -eorema
"ilai Jata-Jata '.8.( untuk pada menyatakan bah#a ada
sedemikian sehingga
untuk i = $, K , n.
T(r#a 'i!ai Rata,Rata 6-.-/
*ika kita menambahkan bentuk ini, dilihat dari jumlah dan bukti yang ada bah#a
, maka kita peroleh
7ekarang, misalkan , jadi jumlah pada persamaan kanan
. *ika kita substitusi pada persamaan (8), dapat
disimpulkan bah#a
"amun, karena berubah-ubah, maka kita dapat mengambil kesimpulan
bah#a persamaan ($) berlaku.
KE7!?+FL>"
$. Kalkulus adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan,
integral, dan deret tak terhingga.
8. -eorema dasar kalkulus menjelaskan relasi antara dua operasi pusat
kalkulus, yaitu pendi.erensialan (di..erentiation) dan pengintegralan
(integration)
;. -eorema dasar kalkulus pertama menunjukkan bah#a sebuah integral
taktentu dapat dibalikkan menggunakan pendi.erensialan
(. -eorma dasar kalkulus kedua mengijinkan seseorang menghitung integral
suatu .ungsi tertentu menggunakan salah satu dari banyak antiturunannya
/>H->J +F7->K>
Purcell, Edwin J, Varberg, Dale dan Rigdon, Steven E. 2003. Kalkulus Edisi .
Jakarta! Erlangga
Bartle, Jobert <ardner. $L8%. !ntroduction to Jeal >nalysis. *ohn Miley N 7ons, !nc.
F7>.
http:OOid.#ikipedia.orgO#ikiO-eoremaPdasarPkalkulus