Anda di halaman 1dari 22

MCB (Miniature Circuit Breaker)

MCB (Miniature Circuit Breaker) merupakan singkatan dari Miniature Circuit Breaker yang berfungsi
sebagai alat pengaman saat terjadi hubung singkat (konsleting) maupun beban lebih (over load). MCB
akan memutuskan arus apa bila arus yang melewatinya melebihi dari arus nominal MCB, sebagai contoh
MCB 2 A akan memutuskan arus jika penggunaan beban melebihi 2 A, MCB juga akan memutuskan arus
jika terjadi hubung singkat karena saat hubung singkat arus yang dihasilkan sangat besar dan melebihi 2
A. Sebagai salah satu alat pengaman listrik MCB sangatlah menguntungkan dan lebih efisien
dibandingkan sekering (patron lebur), patron lebur merupakan alat pengaman beban lebih saja. Tak
seperti MCB patron lebur hanya sebagai alat beban lebih dan apa bila sudah putus maka harus
mengganti kawat didalamnya dengan kawat khusus, sedangkan jika MCB putus maka kita hanya perlu
menghidupkannya kembali layaknya sakelar. MCB biasanya digunakan oleh PLN sebagai pembatas daya
dalam rumah dan sekaligus sebagai pengaman dan sakelar utama, biasanya MCB terletak dibawah KWH
meter, anda dapat melihat MCB secara langsung dirumah anda. MCB merupakan pengaman listrik yang
bekerja dengan prinsip bimetal dan memiliki dua cara pemutusan yakni secara thermal (panas) dan
elektromagnetik. Saat terjadi hubung singkat maka MCB akan memutuskan arus dengan sangat cepat
karena menggunakan cara kerja elektromagnetik, namun saat memutuskan arus karena bebean lebih
maka akan sedikit lambat karena MCB menggunakan cara kerja berdasarkan panas atau thermal. Berikut
ini adalah beberapa hal yang harus anda perhatikan ketika membeli MCB:

1. Batasan arus
Sebelum menggunakan MCB anda harus mengetahui batasan arus yang ingin anda gunakan, sebagai
contoh jika anda ingin memasang MCB sebagai pengaman motor maka ukurlah berapa arus yang
digunakan motor barulah anda membeli MCB dengan batasan arus sesuai dengan motor anda, bisa 2A,
4A, 6A, dan masih banyak lagi.

2. Tipe MCB
Perhatikan juga tipe MCB, ada dua jenis yakni MCB 1 fasa (1 pole) dan MCB 3 fasa (3 pole) pastikan anda
menggunakan MCB yang sesuai kebutuhan anda. MCB 1 fasa biasanya digunakan dalam rumah tinggal,
sedangkan MCB 3 fasa biasanya digunakan oleh industri dan pabrik-pabrik.

3. Kualitas MCB
Ini sangat penting, semakin baik kualitas MCB yang anda gunakan maka akan semakin baik pula
kinerjanya. Cara paling mudah untuk membeli MCB dengan kualitas yang baik adalah dengan membeli
MCB yang harganya mahal, harga semakin mahal menandakan kualitas MCB yang semakin baik.

Cara Kerja MCB(Miniature Circuit Breaker)

Berdasarkan konstruksinya, maka MCB memiliki dua cara pemutusan yaitu : pemutusan bersarkan panas
dan berdasarkan elektromagnetik. Pemutusan karena beban lebih dan pemutusan berdasarkan
elektromagnetic karena hubung pendek atau hubung singkat

1. Thermis
Prinsip kerjanya berdasarkan pada pemuaian atau pemutusan dua jenis logam yang koefisien jenisnya
berbeda. Kedua jenis logam tersebut dilas jadi satu keping (bimetal)dan dihubungkan dengan kawat
arus. Jika arus yang melalui bimetal tersebut melebihi arusnominal yang diperkenankan maka bimetal
tersebut akan melengkung dan memutuskan aliran listrik.
2. Magnetik
Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan arus hubung singkat yang cukup besar untuk menarik sakelar
mekanik dengan prinsip induksi elektromagnetis, koil akan terinduksi dan daerah sekitarnya akan
terdapat medan magnet sehingga akan menarik poros dan mengoperasikan tuas pemutus. Semakin
besar arushubung singkat, maka semakin besar gaya yang menggerakkan sakelar tersebut sehinggalebih
cepat memutuskan rangkaian listrik dan gagang operasi akan kembali ke posisi off .Busur api yang
terjadi masuk ke dalam ruangan yang berbentuk pelat-pelat, tempat busur apidipisahkan, di dinginkan
dan dipadamkan dengan cepat MCB dapat segera digunakan lagi setelah gangguan telah di perbaiki.
Cara Pemilihan Penggunaan MCB berdasarkan otomatnya.
Assalamu'allaikum, anda pasti sudah tau MCB kan??.. tapi untuk emilihan penggunaan MCB dapat diliat
berdasarkan otomatnya, langsung saja yaa. seperti bahasan sebelum ini MCB Berdasarkan
konstruksinya, MCB memiliki dua cara pemutusan yaitu : pemutusan bersarkan panas dan berdasarkan
elektromagnetik. Pemutusan karena beban lebih dan pemutusan berdasarkan elektromagnetic karena
hubung pendek atau hubung singkat.

1. Thermis
Prinsip kerjanya berdasarkan pada pemuaian atau pemutusan dua jenis logam yang koefisien jenisnya
berbeda. Kedua jenis logam tersebut dilas jadi satu keping (bimetal)dan dihubungkan dengan kawat
arus. Jika arus yang melalui bimetal tersebut melebihi arusnominal yang diperkenankan maka bimetal
tersebut akan melengkung dan memutuskan aliran listrik.
2. Magnetik
Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan arus hubung singkat yang cukup besar untuk menarik sakelar
mekanik dengan prinsip induksi elektromagnetis, koil akan terinduksi dan daerah sekitarnya akan
terdapat medan magnet sehingga akan menarik poros dan mengoperasikan tuas pemutus. Semakin
besar arushubung singkat, maka semakin besar gaya yang menggerakkan sakelar tersebut sehinggalebih
cepat memutuskan rangkaian listrik dan gagang operasi akan kembali ke posisi off .Busur api yang
terjadi masuk ke dalam ruangan yang berbentuk pelat-pelat, tempat busur apidipisahkan, di dinginkan
dan dipadamkan dengan cepat MCB dapat segera digunakan lagi setelah gangguan telah di perbaiki.

penggunaan MCB berdasarkan otomatnya.....

a.Otomat-G
Jenis Otomat ini digunakan untuk mengamankan motor-motor listrik kecil untuk arus bolak-balik atau
arus searah, alat-alat listrik dan juga rangkaian akhir besar untuk penerangan, seperti penerangan
pabrik. Pengaman elektromagnetiknya berfungsi pada 8In-11 In untuk arus bolak-balik atau pada 14 In
untuk arus searah. Kontak-kontak sakelarnyadan ruang pemadam busur apinya memiliki konstruksi
khusus. Karena itu jenis Otomat inidapat memutuskan arus hubung singkat yang besar, yaitu hingga
1500 ampere.

b. Otomat tipe L
Pada jenis ini pengaman thermisnya disesuaikan dengan meningkatnya suhu hantaran, kalau terjadi
beban lebih dan suhu hantaranya melebihi suatu nilai tertentu, maka elemen bimetalnya akan
memutuskan arus pada rangkaian. Kalau terjadi hubung singkat, maka arusnya kan diputuskan oleh
pengaman elektromagnetik. Untuk AC adalah : 4 6 x In dan DC adalah : 8 x In dimana pemutusan
arusnya akan berlangsung dalam waktu 0,2 detik.

c. Otomat-H (Untuk Instalasi Rumah)
Secara termis jenis ini sama dengan Otomat-L. Tetapi pengaman elektromagnetiknya memutuskan
dalam waktu 0,2 detik, jika arusnya sama dengan 2,5 In3 In untuk arus bolak- balik atau sama dengan 4
In untuk arus searah. Jenis Otomat ini digunakan untuk instalasi rumah. Pada instalasi rumah, arus
gangguan yang rendah pun harus diputuskan dengancepat. Sehingga jika terjadi gangguan tanah,
bagian-bagian yang terbuat dari logam tidak akan lama bertegangan.


a.Type G (General) Biasanya digunakan untuk instalasi motor listrik
b. Type L (Line) Biasanya digunakan untuk instalasi jala-jala
c. Type H (Home) Biasanya digunakan untuk instalasi rumah/gedung
d. Type K&U Biasanya digunakan untuk rangkaian elektronika atau trafo

CIRCUIT BREAKER SWITCH


Circuit breaker adalah saklar yang dapat digerakan secara manual untuk menghubungkan dan
memutuskan arus listrik, namun dapat memutuskan arus listrik secara otomatis apabila ambang batas
arus listrik yang melewati circuit breaker tersebut dilampaui (istilahnya Trip). Jadi Circuit Breaker
digunakan sebagai pengaman beban terhadap kelebihan arus listrik atau beban. Setelah terjadi Trip
Circuit Breaker dapat di reset lagi secara manual. Namun jika Trip lagi sebaiknya dilakukan pemeriksaan
penyebab terjadinya Trip. Hal ini lebih baik dilakukan daripada direset berulang kali yang pada akhirnya
dapat menyebabkan kerusakan pada beban atau lebih buruk lagi dapat terjadi ledakan.

Rentang arus maksimum dari Circuit breaker mulai dari beberapa Ampere hingga ratusan Ampere.
Circuit Breaker sering disingkat CB.

berbagai macam Simbol Circuit Breaker

Ada beberapa jenis Circuit Breaker yang umum digunakan berdasarkan cara kejanya yaitu magnetik
overload dan temperatur overload.

SISTIM CIRCUIT BREAKER MAGNETIK
Sistim Kerja
Sistim CB magnetik bekerja dengan prinsip apabila ada arus yang berlebih akan menimbulkan medan
elektromagnet yang akan menarik tuas penghubung terminal sehingga hubungan antar terminal
terputus.


Prinsip kerja CB magnetik dapat dijelaskan sebagai berikut. Perhatikan gambar di atas. Arus dari sumber
ke beban melalui tuas kontak pada Circuit Breaker. Tuas kontak terdiri dari tuas kontak yang bisa
bergerak dan tuas kontak yang tidak bergerak atau diam. Pada saat arus mengalir di tuas kontak akan
timbul medan magnet pada tuas kontak tersebut. Karena arah arus berlawanan, maka medan
magnetpun akan berlawanan. Pada kondisi normal medan magnet tidak cukup kuat untuk memisahkan
titik kontak dan arus tetap tersambung ke beban. Pada saat arus berlebihan maka medan magnet
dengan cepat bertambah kuat hingga mampu memisahkan titik kontak, seperti terlihat pada gambar
berikut

Tuas pengoperasian Circuit Breaker dihubungkan dengan tuas kontak bergerak. Pada gambar berikut
akan terlihat mekanisme on off dari Circuit Breaker. Pegas berfungsi memberikan tekanan pada Tuas
kontak bergerak agar tekanan pada sambungan titik kontak menjadi kuat.



Peredam Arking
Pada saat titik kontak berpisah arus masih dapat mengalir saat jarak titik kontak masih dekat. Arus
mengalir melalui udara dalam bentuk arcing atau kilatan listrik. Jika jarak titik kontak sudah cukup jauh
maka arcing akan mati hilang dengan sendirinya. Arcing ini dapat menyebabkan terjadinya panas pada
titik kontak yang dapat menyebabkan gosong dan merusak titik kontak tersebut. Selain itu panas yang
ditimbulkan juga dapat menyebabkan wadah plastik dari CB menjadi getas dan mudah pecah.

Peredam arking menjadi penting untuk mencegah kerusakan Circuit Breaker. Saat ini biasanya Circuit
breaker dilengkapi dengan perdam arking berupa plat besi berbentuk U yang disusun berlapis di sekitar
titik kontak seperti tampak pada gambar di atas. Pada saat terjadi arking maka arking akan terbagi-bagi
menjadi arking yang lebih kecil yang melalui plat besi tersebut.


Aneka magnetik Circuit Breaker

SISTIM CIRCUIT BREAKER THERMAL
Seperti Magnetik Circuit Breaker Thermal Circuit breaker juga dengan cara arus listrik dari sumber ke
beban juga dialirkan melalui tuas kontak penghubung terminal dari Circuit Breaker. Pada Thermal Circuit
Breaker Tuas kontak penghubung terminal dibuat dari keping pelat bimetal. Untuk lbih jelas dapat
dilihat pada gambar berikut

Pada gambar di atas tombol berfungsi untuk menekan tuas penghubung yang terbuat dari bimetal
sehingga terminal terhubung dan arus dapat melalui terminal. Arus listrik yang melewati bimetal
membuat temperatur bimetal bertambah hangat. Selama arus yang mengalir normal dan tidak melebihi
ambang batas yang ditentukan dari pelat bimetal maka tak akan ada yang terjadi dan pelat bimetal
tetap terhubung ke terminal. Sebaliknya jika arus berlebih maka temperatur bimetal akan dengan cepat
meningkat. Karena sifatnya maka pelat bimetal akan melengkung jika terkena panas. Melengkungnya
pelat bimetal membuat hubungan terminal memlalui pelat bimetal menjadi terputus.Sekali hubungan
terputus maka hubungan antar terminal tetap terputus meskipun arus listrik telah terputus dan pelat
bimetal telah kembali ke bentuk semula. Hal ini memang dirancang demikian agar beban aman.
Terminal dapat dihubungkan kembali dengan jalan menekan tombol Circuit breaker secara manual.

Contoh Thermal Circuit Breaker
Trip Unit
Circuit breaker dengan kapasitas besar biasanya ditambahkan tombol trip unit. Tombol ini berfungsi
untuk mentripkan CB secara manual, tidak menggunakan tuas on off. Jadi dengan adanya tombol trip
memudahkan mentripkan CB, terutama untuk CB dengan kapasitas besar. Karena ukuran CB yang besar
maka otomatis ukuran Tuas On-Off juga besar yang biasanya cukup berat untuk menggeser tuas on-off
tersebut. Dengan adanya tombol trip maka CB dapat di tripkan dengan mudah. Hal ini berguna jika ada
indikasi gangguan pada beban namun masih belum menyebabkan CB Trip maka Tombol Trip berfungsi
sebagai Tombol emergency stop.

Circuit breaker dengan tombol Trip

CB dengan Curent Adjustment
Circuit breaker dengan kapasitas besar biasanya selain ditambahkan tombol trip unit juga dilengkapi
dengan setting variable untuk besar arus listrik maksimum, Jadi selain nilai nominal arus listrik
maksimum, circuit breaker tersebut juga bisa diubah nilai arus listrik maksimumnya .


Posts Tagged Wiring Diagram Panel Kontrol Pompa
WLC-02: Kontroler Level Air Dengan Sensor Level Air
Sumber Sebagai Pengaman
February 4, 2013 Chandra MDE Leave a comment

WLC-02 adalah pengembangan dari produk
sebelumnya yakni WLC-01. Modul WLC-02 adalah
modul WLC-01 dengan penambahan sensor level
untuk mendeteksi apakah air dalam sumur atau tandon
sumber air masih tersedia ataukah tidak. Selain itu,
WLC-02 juga dilengkapi dengan rangkaian
penyearah (adaptor) dan regulator tegangan 5V DC, sehingga untuk catu daya bisa langsung
menggunakan trafo CT.
Berikut adalah spesifikasi/fitur selengkapnya dari modul kontroler level air tandon WLC-02.
Berbasis mikrokontroler 8-bit
Teknologi rangkaian sensor yang telah teruji di industri
Sensor level air tandon disusun dari 3 buah stik sensor yakni GND, LOW, dan HIGH
Sensor level air sumber/sumur disusun dari 2 buah stik sensor yakni GND dan LOW
Output relay dengan kemampuan kontak NO=10A dan NC=6A
Memiliki rangkaian penyearah dan regulator DC 5V sehingga untuk catu daya dapat
langsung menggunakan transformator CT
Memiliki 5 buah LED indikator, yakni: LED Status, LED Level Atas Tandon, LED Level
Bawah Tandon, LED Level Bawah Sumber/Sumur, dan LED Relay On/Off

Ketika aktif, LED Status akan berkedip dengan interval tertentu yang menandakan bahwa
kontroler bekerja. Lampu LED Tank High, Tank Low, dan Water Source Level akan
MENYALA jika sensor stik terendam air dan akan MATI jika sensor stik tidak terendam air.
LED Relay akan ON atau OFF sesuai dengan kondisi relay. Jika relay ON, maka LED Relay
ON dan sebaliknya. Ketika kontroler mendeteksi bahwa air sumber/sumur habis (sensor tidak
terendam air), maka secara otomatis kontroler akan mematikan relay dan menyalakan LED
Water Source Level secara berkedip-kedip sebagai tanda/peringatan bahwa air sumber/sumur
habis.
Aplikasi
Modul WLC-02 dapat diaplikasikan pada sistem-sistem antara lain sebagai berikut:
Kontrol level air tandon rumah tangga
Kontrol level air tandon masjid
Kontrol level air tandon boiler
Kontrol level kolam air minum pada rumah walet
Kontrol level kolam air pada humidifier penetas telur
Alarm peringatan tandon kosong atau tandon penuh
Dan lain-lain
Di bawah ini adalah diagram instalasi modul WLC-02 yang secara otomatis akan mengisi tandon
air ketika air dalam tandon habis dan akan berhenti ketika tandon air sudah penuh. Proses
pengisian akan terus dilakukan sampai tandon penuh kecuali air sumber/sumur habis. Selama air
sumber/sumur habis (tidak tersedia), maka kontroler akan tetap mematikan relay/pompa.

Pompa berdaya kecil seperti pompa akuarium (12W) atau pompa air mini dengan daya tak lebih
dari 100W dapat langsung diaktifkan menggunakan kontak relay yang ada pada modul seperti
pada gambar. Akan tetapi untuk pompa air rumah tangga atau industri, maka perlu ditambahkan
relay besar atau kontaktor sebagai power driver pompa. Begitu juga halnya untuk pompa yang
menggunakan motor tiga fasa, maka perlu ditambahkan sebuah kontaktor sebagai penggerak
pompa.
Berikut adalah wiring diagram rangkaian kontrol dan rangkaian daya WLC-02.

Video demo pengujian modul Water Level Controller WLC-02 dapat Anda saksikan di
YouTube dengan mengikuti link berikut ini: http://youtu.be/EtoXPq-EVH4.
Jika Anda berminat dan ingin memesan modul Water Level Controller WLC-02, silakan
mengunjungi situsnya di: http://teknikelektrolinks.com untuk mengetahui informasi harga dan
cara pemesanannya.
Selamat berkarya!
Fungsi Circuit Breaker
Posted on 19/03/2013 by iksan
Fungsi.info Circuit breaker (CB) atau Pemutus Daya (PMT)
adalah peralatan pada sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk memutuskan hubungan antara
sisi sumber tenaga listrik dan sisi beban yang dapat bekerja secara otomatis ketika terjadi
gangguan atau secara manual ketika dilakukan perawatan atau perbaikan
Pemahaman Dasar:
( Circuit breaker ini pada prinsipnya sama seperti fungsi MCB di meteran listrik rumah kita. Jika
terjadi korsleting listrik atau pemakaian listrik yang berlebihan, maka otomatis seluruh aliran
listrik dirumah akan terputus (mati) ). Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu PMT agar
dapat melakukan hal-hal diatas, adalah sebagai berikut:
1. Mampu menyalurkan arus maksimum sistem secara terus-menerus.
2. Mampu memutuskan dan menutup jaringan dalam keadaan berbeban maupun terhubung
singkat tanpa menimbulkan kerusakan pada pemutus tenaga itu sendiri.
3. Dapat memutuskan arus hubung singkat dengan kecepatan tinggi agar arus hubung singkat tidak
sampai merusak peralatan sistem, membuat sistem kehilangan kestabilan, dan merusak
pemutus tenaga itu sendiri.
Tentunya berbagai jenis dan type dari Circuit Breaker harus disesuaikan dengan kondisi dan
jumlah beban (arus dan tegangan) yang melaluinya
Low Voltage
Untuk jenis PMT tegangan rendah, kita tentunya sering menemukan jenis ini pada panel pembagi
beban (Besaran yg efektif berkisar 15 A s/d 1500 A). Yang harus diperhatikan dalam jenis PMT
ini adalah Tegangan efektif tertinggi dan frekuensi daya jaringan dimana pemutus daya itu akan
dipasang. Nilainya tergantung pada jenis pentanahan titik netral sistem. Dan juga arus
maksimum kontinyu yang akan dialirkan melalui pemutus daya, dan nilai arus ini tergantung
pada arus maksimum sumber daya atau arus nominal beban dimana pemutus daya tersebut
terpasang.
High Voltage
Klasifikasi PMT untuk tegangan tinggi berdasarkan media insulator dan material dielektriknya,
adalah terbagi menjadi empat jenis, yaitu:
1. Sakelar PMT Minyak: Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 10 kA dan
pada rangkaian bertegangan sampai 500 kV.
2. Sakelar PMT Udara Hembus (Air Blast Circuit Breaker): Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk
memutus arus sampai 40 kA dan pada rangkaian bertegangan sampai 765 kV.
3. Sakelar PMT vakum (Vacuum Circuit Breaker): Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus
rangkaian bertegangan sampai 38 kV.
4. Sakelar PMT Gas SF6 (SF6 Circuit Breaker): Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus
arus sampai 40 kA dan pada rangkaian bertegangan sampai 765 kV.
Jenis Circuit Breakers
Umumnya, sebuah panel pemutus sirkuit terdiri sebuah switch dan sebuah pelat, hubungi
bergerak konduktif, yang bergerak dengan saklar.Ketika saklar 'on' posisi, menyentuh plat
kontak piring stasioner, yang dihubungkan dengan rangkaian sehingga arus listrik dapat
mengalir.Tetapi ketika saklar posisi 'off', karena kelebihan beban atau korsleting, pelat kontak
bergerak menjauh dari piring diam dan sirkuit mendapatkan dibuka dan arus listrik berhenti
mengalir.
Jenis Circuit breaker dapat diklasifikasikan sesuai dengan karakteristik mereka seperti kelas
tegangan, tipe konstruksi, menyela jenis, dan fitur struktural.
Tegangan Rendah Circuit Breakers: Pemutus ini dibuat untuk arus searah (DC) aplikasi dan
biasanya digunakan dalam bidang domestik, komersial, dan industri.pemutus sirkuit tegangan
rendah biasanya ditempatkan di kandang menarik-out yang memungkinkan pemindahan dan
pertukaran tanpa membongkar switchgear tersebut.circuit breakers Miniatur (MCB) dan pemutus
sirkuit dicetak kasus (MCCB) adalah beberapa jenis rendah pemutus sirkuit tegangan.
Tegangan Menengah Circuit Breakers: Pemutus ini dapat dirakit menjadi logam tertutup line up
saklar untuk aplikasi indoor, atau sebagai komponen individu untuk aplikasi luar ruangan seperti
gardu.Vacuum circuit breakers, pemutus sirkuit udara dan pemutus sirkuit SF6 adalah beberapa
contoh media pemutus sirkuit tegangan.
High Voltage Circuit Breakers: Pemutus ini membantu dalam melindungi dan mengendalikan
jaringan transmisi tenaga listrik.Mereka adalah solenoid dioperasikan dan bekerja dengan lancar
penginderaan relay pelindung yang berfungsi melalui transformer saat ini.
Magnetic Circuit Breakers: Kontak-kontak pemutus sirkuit tertutup diselenggarakan oleh latch
sehingga ketika arus dalam kumparan melampaui rating dari pemutus sirkuit, kumparan tarik
rilis kait yang memungkinkan kontak untuk membuka dengan tindakan musim semi.
Thermal Circuit Breakers: Pemutus ini menggunakan panas untuk memecah aliran sirkuit saat
ini dan terdiri dari satu strip bimetal, terbuat dari dua jenis material yang dilas bersama-sama.
Salah satu perbedaan paling penting antara pemutus sirkuit dan sekering adalah bahwa pemutus
sirkuit dapat direset secara manual maupun otomatis untuk melanjutkan operasi normal,
sedangkan sekering pernah digunakan, harus diganti.

Fungsi Miniatur Circuit Breaker (MCB)
Posted on September 27, 2011 | 2 Komentar

MCB adalah singkatan dari Miniature Circuit Breaker, Fungsi MCB adalah sebagai peralatan
pengaman terhadap gangguan hubung singkat dan beban lebih yang mana akan memutuskan
secara otomatis apabila melebihi dari arus nominalnya.
Hal ini termasuk juga apabila terjadi short circuit atau hubung pendek atau konslet karena pada
saat terjadi short, arus listrik akan melonjak naik. Sebagai pembatas beban, MCB dipasang
bersama KWH meter dan disegel oleh PLN biasanya bertuas warna biru. Sedang untuk
pengaman instalasi listrik di dalam alat ini bertugas menggantikan sekring biasanya warna hitam
pada tuasnya. Untuk pengoperasiannya sangat sederhana yakni menggunakan tuas naik (on) dan
turun (off).
Nilai MCB yang ada dipasaran terbagai menjadi 2 bagian 1 phasa (220V) dan 3 phasa (380V)
dan dibatasi dengan Arus yang membatasinya.
Untuk yang 1 phasa ( 220V) terdiri dari:
1. 2A, 4A, 6A,10A,16A,20A,25A, 32A, 40A, 50A dan 63A.
Untuk yang 3 phasa (380V) terdiri dari:
2. 10A, 16A, 20A, 25A, 32A, 40A, 50A, dan 63A.
MCB terdapat berbagai jenis untuk berbagai macam kebutuhan pemutusan arus listrik. Menurut
phasa, ada 1phasa, 2phasa, 3phasa, dan menurut jenis peralatan yang akan diproteksi misal:
instalasi motor 3phasa, instalasi tenaga, dll masing-masing berbeda jenis dan ratingnya.
MCB biasanya digunakan oleh PLN sebagai pembatas daya pada pelanggan pelanggan daya
rendah (daya 450VA 33.000VA). Letaknya dibawah kWh meter dan didalam panel bagi
instalasi (biasanya didalam ruangan).
MCB merupakan sebuah pengaman yang bekerja berdasarkan prinsip Bimetal, dengan beberapa
elemen operasi yaitu :
1. Terminal trip (Bimetal)
2. Elektromagnetik trip (coil)
3. Pemadam busur api
4. Mekanisme pemutusan
Berdasarkan konstruksinya, maka MCB memiliki dua cara pemutusan yaitu : pemutusan
berdasarkan panas dan berdasarkan elektromagnetik.
1.Pemutusan berdasarkan panas dilakukan oleh batang bimetal, yaitu : perpaduan dua buah
logam yang berbeda koefisien muai logamnya. Jika terjadi arus lebih akibat beban lebih, maka
bimetal akan melengkung akibat panas dan akan mendorong tuas pemutus tersebut untuk
melepas kunci mekanisnya. Hal ini menyebabkan MCB trip.
2.Pemutusan berdasarkan ektromagnetik dilakukan oleh koil, jika terjadi hubung singkat
maka koil akan terinduksi dan daerah sekitarnya akan terdapat medan magnet sehingga akan
menarik poros dan mengoperasikan tuas pemutus. Untuk menghindari dari efek lebur, maka
panas yang tinggi dapat terjadi bunga api yang pada saat pemutusan akan diredam oleh pemadam
busur api (arc-shute) dan bunga api yang timbul akan masuk melalui bilah-bilah arc-shute
tersebut.
Keuntungan sebuah pengaman otomatis adalah dapat segera digunakan lagi setelah terjadi
pemutusan, dalam pengaman otomatis terdapat kopeling jalan bebas karena kopeling ini
otomatnya tidak bisa digunakan kembali kalau gangguanya belum diperbaiki.
Sifat dari MCB adalah :
a. Arus beban dapat diputuskan bila panas yang ditimbulkan melebihi dari panas yang di izinkan
b. Arus hubung singkat dapat diputuskan tanpa adanya perlambatan
c. Setelah dilakukan perbaikan , maka MCB dapat digunakan kembali.

Keterangan gambar :
1. Tuas aktuaror operasi On-Off
2. Mekanisme Actuator
3. Kontak penghubung
4. Terminal Input-Output
5. Batang Bimetal
6. Plat penahan & penyalur busurapi
7. Solenoid / Trip Coil
8. Kisi-kisi pemadam busur api
Demikian informasi ini semoga bermanfaat..
Download:
Rumus sederhana menentukan pengaman MCB
Pengertian CB atau PMT

Circuit Breaker atau Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) adalah suatu peralatan pemutus rangkaian listrik
pada suatu sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka dan menutup rangkaian listrik pada
semua kondisi, termasuk arus hubung singkat, sesuai dengan ratingnya. Juga pada kondisi tegangan
yang normal ataupun tidak normal.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu PMT agar dapat melakukan hal-hal diatas, adalah sebagai
berikut:

1. Mampu menyalurkan arus maksimum sistem secara terus-menerus.
2. Mampu memutuskan dan menutup jaringan dalam keadaan berbeban maupun terhubung
singkat tanpa menimbulkan kerusakan pada pemutus tenaga itu sendiri.
3. Dapat memutuskan arus hubung singkat dengan kecepatan tinggi agar arus hubung singkat tidak
sampai merusak peralatan sistem, membuat sistem kehilangan kestabilan, dan merusak pemutus tenaga
itu sendiri.

Setiap PMT dirancang sesuai dengan tugas yang akan dipikulnya, ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan dalam rancangan suatu PMT, yaitu:
1. Tegangan efektif tertinggi dan frekuensi daya jaringan dimana pemutus daya itu akan dipasang.
Nilainya tergantung pada jenis pentanahan titik netral sistem.
2. Arus maksimum kontinyu yang akan dialirkan melalui pemutus daya. Nilai arus ini tergantung pada
arus maksimum sumber daya atau arus nominal beban dimana pemutus daya tersebut terpasang
3. Arus hubung singkat maksimum yang akan diputuskan pemutus daya tersebut.
4. Lamanya maksimum arus hubung singkat yang boleh berlangsung. hal ini berhubungan dengan waktu
pembukaan kontak yang dibutuhkan.
5. Jarak bebas antara bagian yang bertegangan tinggi dengan objek lain disekitarnya.
6. Jarak rambat arus bocor pada isolatornya.
7. Kekuatan dielektrik media isolator sela kontak.
8. Iklim dan ketinggian lokasi penempatan pemutus daya.

Tegangan pengenal PMT dirancang untuk lokasi yang ketinggiannya maksimum 1000 meter diatas
permukaan laut. Jika PMT dipasang pada lokasi yang ketinggiannya lebih dari 1000 meter, maka
tegangan operasi maksimum dari PMT tersebut harus dikoreksi dengan faktor yang diberikan pada tabel
1.

Tabel 1. Faktor Koreksi antara Tegangan vs Lokasi


Proses Terjadinya Busur Api

Pada waktu pemutusan atau penghubungan suatu rangkaian sistem tenaga listrik maka pada PMT akan
terjadi busur api, hal tersebut terjadi karena pada saat kontak PMT dipisahkan , beda potensial diantara
kontak akan menimbulkan medan elektrik diantara kontak tersebut, seperti ditunjukkan pada gambar 1.


Gambar 3.1 Pembentukan Busur Api

Arus yang sebelumnya mengalir pada kontak akan memanaskan kontak dan menghasilkan emisi thermis
pada permukaan kontak. Sedangkan medan elektrik menimbulkan emisi medan tinggi pada kontak
katoda (K). Kedua emisi ini menghasilkan elektron bebas yang sangat banyak dan bergerak menuju
kontak anoda (A). Elektron-elektron ini membentur molekul netral media isolasi dikawasan positif,
benturan-benturan ini akan menimbulkan proses ionisasi. Dengan demikian, jumlah elektron bebas yang
menuju anoda akan semakin bertambah dan muncul ion positif hasil ionisasi yang bergerak menuju
katoda, perpindahan elektron bebas ke anoda menimbulkan arus dan memanaskan kontak anoda.

Ion positif yang tiba di kontak katoda akan menimbulkan dua efek yang berbeda. Jika kontak terbuat
dari bahan yang titik leburnya tinggi, misalnya tungsten atau karbon, maka ion positif akan akan
menimbulkan pemanasan di katoda. Akibatnya, emisi thermis semakin meningkat. Jika kontak terbuat
dari bahan yang titik leburnya rendah, misal tembaga, ion positif akan menimbulkan emisi medan tinggi.
Hasil emisi thermis ini dan emisi medan tinggi akan melanggengkan proses ionisasi, sehingga
perpindahan muatan antar kontak terus berlangsung dan inilah yang disebut busur api.

Untuk memadamkan busur api tersebut perlu dilakukan usaha-usaha yang dapat menimbulkan proses
deionisasi, antara lain dengan cara sebagai berikut:
1. Meniupkan udara ke sela kontak, sehingga partikel-partikel hasil ionisai dijauhkan dari sela kontak.
2. Menyemburkan minyak isolasi kebusur api untuk memberi peluang yang lebih besar bagi proses
rekombinasi.
3. Memotong busur api dengan tabir isolasi atau tabir logam, sehingga memberi peluang yang lebih
besar bagi proses rekombinasi.
4. Membuat medium pemisah kontak dari gas elektronegatif, sehingga elektron-elektron bebas
tertangkap oleh molekul netral gas tersebut.

Jika pengurangan partikel bermuatan karena proses deionisasi lebih banyak daripada penambahan
muatan karena proses ionisasi, maka busur api akan padam. Ketika busur api padam, di sela kontak akan
tetap ada terpaan medan elektrik. Jika suatu saat terjadi terpaan medan elektrik yang lebih besar
daripada kekuatan dielektrik media isolasi kontak, maka busur api akan terjadi lagi.

bersambung....selanjutnya akan di bahas mengenai jenis-jenis circuit breaker atau sakelar pemutus
tenaga-PMT di sini.