Anda di halaman 1dari 6

Teknik Sampling

a. Definisi
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Sedangkan sampling adalah suatu proses memilih sebagian dari unsure populasi yang
jumlahnya mencukupi secara statistic sehingga dengan mempelajar sampel serta
memahai karakteristik-karakteristiknya (ciri-cirinya) akan diketahui informasi tentang
keadaan populasi.
Teknik Sampling adalah cara untuk menentukan banyaknya sample dan pemilihan dari
calon anggota sample sehingga setiap sample yang terpilih dapat mewakili karakteristik
ataupun sifat populasinya.
b. Tujuan
Untuk mendapatkan sample yang representatie! bias mewakili karakteristik dan sifat
populasinya.
c. Syarat
i. "bjektif
Sampel yang terkumpul harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
ii. #epresentatif
Sampel yang terkumpul harus dapat mewakili objek yang diamati.
iii. $emiliki standart eror yang kecil
Tingkat ketelitian saat dilakukan pengambilan sampel harus tinggi untuk
meminimalisasi kesalahan
i. #elean
Sampel yang terkumpul harus mempunyai kaitan dengan masalah yang diteliti
. Sampel harus alid
$engukur sesuatu yang seharusnya diukur! misalnya% ingin mengukur penduduk
banten sedangkan yang dijadikan sampel adalah penduduk bandung! maka sampel
tersebut tidak alid.
i. Sampel harus akurat dan tepat
Tingkat kekeliruan dalam sampel semakin sedikit maka sample semakin akurat.
ii. &resisi merupakan perkiraan untuk mengambil sampel kemudian kemudian
dicocokkan dengan sampel yang sebenarnya. $isal% dari '(( orang pegawai yang
dijadikan sampel sebanyak )( orang! setiap orang menghasilkan *( potong roti
perhari tetapi berdasarkan laporan harian pegawai bisa menghasilkan roti
sebanyak *' potong perhari. +adi diantara laporan harian yang dihitung
berdasarkan populasi dan penelitian yang dihasilkan dari sampel terdapat
perbedaan ' potong roti. Semakin kecil tingkat perbedaan antara populasi dengan
sampel! maka semakin tinggi presisi sampel tersebut.
d. Ukuran
Dikaitkan dengan besarnya sampel! selain tingkat kesalahan! ada lagi beberapa faktor lain
yang perlu memperoleh pertimbangan yaitu%
i. Derajat keseragaman!
ii. #encana analisis!
iii. ,iaya! waktu! dan tenaga yang tersedia.
(Singarimbun dan -ffendy! *./.)
$akin tidak seragam sifat atau karakter setiap elemen populasi! makin banyak sampel
yang harus diambil. +ika rencana analisisnya mendetail atau rinci maka jumlah sampelnya
pun harus banyak. $isalnya di samping ingin mengetahui sikap konsumen terhadap
kebijakan perusahaan! peneliti juga bermaksud mengetahui hubungan antara sikap
dengan tingkat pendidikan. 0gar tujuan ini dapat tercapai maka sampelnya harus terdiri
atas berbagai jenjang pendidikan SD! S1T&. S$U! dan seterusnya.. $akin sedikit waktu!
biaya ! dan tenaga yang dimiliki peneliti! makin sedikit pula sampel yang bisa diperoleh.
&erlu dipahami bahwa apapun alasannya! penelitian haruslah dapat dikelola dengan baik
(manageable).
Selain itu! cara menentukan ukuran sampel bias dilakukan dengan cara lain. Secara
umum! penentuan ukuran sampel dapat dikelompokkan dalam dua macam pendekatan!
yaitu% (*) pendekatan statistika! dan (2) pendekatan non statistika. &ada pendekatan non
statistika! subyektifitas peneliti dianggap terlampau besar dalam menentukan ukuran
sampel! sehingga terlihat ada kecenderungan preferensi untuk lebih memilih pendekatan
statistika.
+alan pintas yang sering diambil adalah! mencari cara-cara penentuan ukuran sampel
dengan memakai pendekatan statistika yang praktis dan sederhana! namun karena
kepraktisannya itu justru penerapannya acap kali salah. 3al tersebut seiring dengan
banyak terbitnya buku-buku metodologi penelitian yang didalamnya memasukan bahasan
tentang sampling! tetapi tidak memberi penjelasan lebih detil mengenai konsep-konsep
dasar dan asumsi-asumsi yang menjadi landasan dari pembuatan rumus-rumusnya.
Dalam banyak buku yang mencantumkan rumus untuk menentukan ukuran sampel
yang dibuat Sloin! khususnya dalam buku-buku metodologi penelitian! sampai saat ini
penulis belum bisa memperoleh keterangan yang lengkap mengenai konsep dasar yang
dipakai membangun rumus tersebut. Dengan hanya mendasarkan pada rumus (*)! kalau
tidak berusaha mencari keterangan lain dan mengetahui konsep dasar yang digunakan
untuk membuat rumus tersebut! maka belum bisa menjawab secara tepat empat pertanyan
mendasar tadi.
e. $acam
Teknik sampling dibagi menjadi 2! yaitu random dan non random atau yang lebih dikenal
dengan acak dan non acak.
Random Sampling / Probability Sampling
*. Simple #andom Sampling
Teknik ini dilakukan dengan pengambilan sampel yang memberi kesempatan yang
sama pada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. 0nggota sampel dipilih
secara acak dengan menggunakan cara misalnya dengan nomor undian. 4ontohnya
peneliti akan memilih *( sampel dari *(( orang di suatu populasi! maka peneliti
tersebut membuat gulungan kertas yang berisi nomor undian atau nama dari populasi
tersebut! dari populasi tersebut dipilih *( sampel dengan cara mengundi siapa atau
nomor undian yang muncul! yang muncul itulah yang dijadikan sebagai sampel.
2. Stratified #andom Sampling
&ada teknik ini! populasi dikelompokkan menjadi sub - sub populasi berdasarkan
kriteria tertentu yang dimiliki unsur populasi. 5emudian pengambilan sampel
dilakukan dalam setiap strata secara simple random sampling. 4ontohnya peneliti
akan melakukan penelitian pada anak T5. 6aitu mengenai keadaan gi7i anak Taman
5anak kanak. Dibuat ' kategori keadaan gi7i anak-anak T5 tersebut. $isalnya!
kelompok 0 status gi7inya baik! , sedang dan 4 kurang. Dan dari ke' kelompok
tersebut diambil sejumlah sama banyak persentasentasenya. +ika diambil 2)8 dari
kelompok 0! maka kelompok , dan 4 juga diambil sebanyak 2)8 banyaknya dari
anak-anak yang masuk ke kelompok tersebut. Dari ketiga kelompok yang dipilih
tersebutlah yang akan dijadikan sampel penelitian.
'. 4luster Sampling
Teknik ini dilakukan dengan membagi populasi menjadi kelompok-kelompok tau
cluster. Dari kelompok-kelompok tersebut dipilih lagi menjadi sub populasi yang
lebih kecil. 0nggota dari sub populasi yang yang terakhir inilah yang akan dijadikan
sampel. 4ontohnya% 5odya semarang dibagi menjadi *9 kecamatan! dari *9
kecamatan dipilih 2 kecamatan sebagai populasi sampling :. 5emudian dari 2
kecamatan masing masing dipilih 2 kelurahan sebagai populasi dari sampel ::. Dan
dari 2 kelurahan inilah masing-masing dipilih )( buruh untuk dijadikan sampel
penelitian! misalnya akan meneliti tingkat karies pada buruh di daerah kelurahan
tersebut.
;. Systematic #andom Sampling
$erupakan suatu pemilihan sampel secara sitematik! yang dapat dilaksanakan jika
tersedia daftar subjek yang dibutuhkan. 4ontoh! jika populasi 2((( dan sampel yang
dipilih sebanyak ;(! maka setiap kelipatan )( orang akan menjadi sampel
(2(((%;(<)(). $aka sampel yang dipilih didasarkan pada nomor kelipatan )(! yaitu
sampel nomor )(! *((! *)(! dan seterusnya.
Non Random / Non Probability Sampling
Selain teknik #andom! ada juga cara pengambilan sample dengan
menggunakan teknik non acak atau non random! yaitu teknik pengambilan sample
tanpa mengacak! jadi peneliti telah menentukan kriteria-kriteria tertentu pada sample
yang dibutuhkan. Teknik non random dibedakan lagi menjadi %
*. &urposie Sampling
&urposie sampling atau dapat juga disebut judgement sampling adalah cara
pengambilan sampling pada populasi sesuai dengan tujuan atau masalah yang akan
diangkat peneliti. 4ontoh% peneliti akan meneliti tentang cara pencegahan gastritis!
maka sampel yang akan diambil adalah pasien yang memiliki riwayat gastritis lebih
dari satu kali.
2. 4onsecutie Sampling
$erupakan teknik pengambilan sampel dengan menetapkan subjek yang
memenuhi kriteria penelitian sampai kurun waktu tertentu! sehingga jumlah sampel
yang dibutuhkan terpenuhi.
'. 4onenience Sampling
Teknik pengambilan sampel berdasarkan hal-hal yang mengenakan peneliti!
sampel diambil karena kebetulan dijumpai pada tempat dan waktu secara bersamaan
pada pengumpulan data. 4ontoh % pada waktu peneliti praktek diruangan! secara
kebetulan menjumpai pasien yang sesuai dengan masalah penelitian! maka pada saat
itu juga peneliti menetapkan pasien tersebut untuk dijadikan sampel.
;. =uota Sampling
Teknik pemilihan sampel dengan cara menentukan sampel dalam >uota
berdasarkan tanda-tanda yang berpengaruh terhadap apa yang akan diteliti. 4ontoh %
dalam penelitian didapatkan *(( populasi! peneliti telah menetapkan ?( kuota untuk
dijadikan sampel. +adi jumlah tersebut yang dinamakan >uota.
Sumber %
*. 1idya! $aryani @ $uliani! #i7ki. 2(*(. Epidemiologi Kesehatan. 6ogyakartam %
Araha :lmu
2. ,hisma-$urti! &rinsip dan $etoda #iset -pidemiologi! Aadjah $ata
Uniersity &ress!*..)
'. 1emeshow! S. @ Daid B.3.+r! *..?. ,esar Sampel dalam &enelitian
5esehatan (terjemahan)! Aadjahmada Uniersity &ress! 6ogyakarta
;. Snedecor AB @ 4ochran BA! Statistical $ethods 9th ed! 0mes! :0% :owa
State Uniersity &ress! *.9?
5. Supranto! +. 2(((. Teknik Sampling untuk Surei dan -ksperimen. &enerbit
&T #ineka 4ipta! +akarta.