Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Memperhatikan perkembangan sistem hukum In!nesia" kita akan me#ihat
aan$a %iri&%iri $ang spesi'ik an menarik untuk ika(i. )ebe#um pengaruh hukum
ari pen(a(ahan Be#ana i In!nesia ber#aku hukum aat an hukum Is#am $ang
berbea&bea ari berbagai mas$arakat aat i In!nesia ari setiap kera(aan an
etnik $ang berbea. )ete#ah masuk pen(a(ah Be#ana memba*a hukumn$a seniri
$ang sebagian besarn$a merupakan k!nk!ransi engan hukum $ang ber#aku i
Be#ana $aitu hukum tertu#is an perunang&unangan $ang ber%!rak p!siti+is.
,a#aupun emikian Be#ana menganut p!#itik hukum aat (adatrechtpolitiek),
$aitu membiarkan hukum aat itu ber#aku bagi g!#!ngan mas$arakat In!nesia
as#i an hukum Er!pa ber#aku bagi ka#angan g!#!ngan Er!pa $ang bertempat
tingga# i In!nesia -Hinia Be#ana.. Dengan emikian paa masa Hinia
Be#ana ber#aku p#ura#isme hukum. Perkembangan hukum i In!nesia
menun(ukkan kuatn$a pengaruh hukum k!#!nia# an meningga#kan hukum aat.
-ba%a Danie# ). Le+" /001 2 345&364..Karena itu" a#am me#ihat pers!a#an hukum
i In!nesia harus ipanang ari ken$ataan se(arah an perkembangan hukum
In!nesia itu. Paa saat sekarang ini terapat perbeaan %ara panang terhaap
hukum iantara ke#!mp!k mas$arakat In!nesia. Berbagai ketiakpuasan atas
penegakkan hukum an penanganan berbagai pers!a#an hukum bersumber ari
%ara panang $ang tiak sama tentang apa $ang imaksu hukum an apa $ang
men(ai sumber hukum. Tu#isan ini akan mengka(i permasa#ahan ini ari suut
panang te!ri p!siti+is $ang berkembang a#am i#mu hukum engan harapan akan
menapatkan gambaran tentang akar pers!a#an pembangunan sistem hukum
In!nesia paa masa menatang. K!nisi p!#itik i In!nesia saat iini sangat
buruk. Ha# ini isebabkan !#eh penurunan p!#itik In!nesia tiak sehat. Ban$ak
p!#itisi i negeri ini $ang ter#ibat a#am kasus k!rupsi. )ebenarn$a" apa $ang
ibutuhkan bukan#ah p!pu#aritas tetapi kiner(a $ang !ptima# $ang apat
membangun In!nesia $ang sangat baik p!#itik.P!#itik aa#ah pr!ses
pembentukan an pembagian kekuasaan a#am mas$arakat" antara #ain"
membentuk pr!ses pengambi#an keputusan" terutama i negara bagian.
1
Keban$akan !rang mengetahui p!#itik In!nesia $ang k!t!r karena aa ban$ak
ha# $ang membuat p!#itik k!t!r. Ha# ini membuat negara kita semakin terpuruk.
B.TU7UAN
Tu(uan ari penu#isan paper ini $aitu2
/. Mengetahui masa#ah&masa#ah h!kum an p!#itik $ang ihaapi bangsa
In!nesia.
8. Mengetahui pen$ebab masa#ah&masa#ah hukum an s!sia# $ang aa i
In!nesia.
4. Mengetahui ampak masa#ah&masa#ah hukum an s!sia# $ang aa i
In!nesia.
3. Mengetahui s!#usi masa#ah&masa#ah hukum an s!sia# $ang aa i
In!nesia
2
BAB II
PEMBAHA)AN
A.PERMA)ALAHAN P9LITIK
Beberapa agena masa#ah h!kum $anga aa i In!nesia2
/. KKN
Ka#au basis untuk menentukan kesa#ahan ini aa#ah kerugian negara atau
mas$arakat ari tinakan $ang i#akukan pe(abat an $ang terkait" maka $ang
pa#ing penting ari ketiga unsur a#am KKN aa#ah perbuatan k!rupsi. Ketigan$a
memang apat berganengan" sering $ang satu men$ebabkan $ang #ain atau
memperburuk $ang #ain. Akan tetapi ka#au $ang men(ai asar kesa#ahan aa#ah
ter(ain$a kerugian negara" maka pusat perhatian harus paa tinakan atau
perbuatan k!rupsi tersebut" untuk menentukan siapa $ang ma#akukann$a an apa
sanksi $ang harus ibebankan terhaap kesa#ahan tersebut. Ka#au masa#ah k!rupsi
ini ipisahkan u#u ari $ang #ain" maka kita mungkin terhinar ari s#!ganisasi.
Tuntutan akan #ebih (e#as an pen$iikan masa#ahn$a akan #ebih '!kus" karena itu
Pemerintah #ebih sukar untuk meng!bra# (an(i sa(a. Da#am Unang&unang
tentang tinak piana ek!n!mi" tinakan k!rupsi te#ah ie'inisikan se%ara %ukup
eksp#isit. Paa asarn$a unsur&unsurn$a aa#ah aan$a perbuatan $ang me#a*an
hukum" untuk memperka$a iri seniri atau ke#!mp!k" $ang merugikan negara.
Ini mungkin bisa ibuat #ebih eksp#isit" tetapi minima# te#ah aa basisn$a.
Ka#au kita memusatkan perhatian paa pemberantasan k!rupsi" maka
masa#ahn$a akan #ebih (e#as an !perasi!na#isasin$a apat men(ai #ebih n$ata.
Apakah ha# ini berganengan engan k!#usi an nep!tisme" bisa ite#iti #ebih
#an(ut. Bahkan ka#au k!rupsi ini ter(ai a#am rangka suatu k!#usi an nep!tisme"
maka pembuktiaan siapa $ang teribat a#am k!rupsi akan men$angkut (aringan
k!#usi an nep!tismen$a an pen$iikann$a apat #angsung men(aring mereka ini
semua. Tetapi $ang men(ai '!kus (e#as" tinakan k!rupsi" tinakan me#anggar
hukum $ang merugikan negara menurut suatu e'inisi $ang pasti.
Paa asarn$a aan$a hubungan ke#uarga antara pe(abat satu engan $ang #ain
3
atau antara pe(abat an pengusaha" tiak se%ara !t!matis menun(ukkan aan$a
k!#usi atau nep!tisme $ang ingin kita hi#angkan itu. Nep!tisme an k!#usi ini
tiak han$a harus terbukti aa" akan tetapi untuk ikateg!rikan a#am tinakan
$ang tiak ikehenaki ha# tersebut harus (uga iukur engan kriteria aan$a
pe#anggaran ketentuan hukum" misa#n$a perbuatan tersebut te#ah merugikan
negara atau mas$arakat" sebagaimana a#am kasus k!rupsi.
Da#am keban$akan mas$arakat pemberian suatu surat re'erensi sebagai suatu
:(aminan: mengenai kua#i'ikasi sese!rang untuk menempati suatu p!sisi aa#ah
iterima se%ara umum. ;ang iharapkan tiak ter(ai aa#ah pen$a#ah gunaan
surat re'erensi tersebut. 7angan sampai surat ini aspa#" (angan sampai re'erensi ini
tiak sesuai engan ken$ataann$a. Ini $ang tiak b!#eh isa#ah gunakan. Isti#ah
:katabe#e%e: aa#ah untuk pen$a#ah gunaan kebiasaan aan$a re'erensi ini. ;ang
(e#as agar aa kepastian ketentuann$a harus (e#as" mana $ang b!#eh mana $ang
tiak" untuk menentukan apakah ter(ai suatu pe#anggaran terhaap ketentuan
!#eh sese!rang an apakah sanksi terhaap pe#anggaran tersebut. Da#am ha#
aan$a tiakan k!rupsi ketentuann$a te#ah (e#as. Bagaimana engan k!#usi an
nep!tisme<
)ekuat keinginan kita menghi#angkan k!#usi an nep!tisme" kita per#u se%ara
rea#istis me#ihat" apakah ketentuan&ketentuan mengenai ha# ini te#ah (e#as< )a$a
takut be#um. Dan ini sa#ah satu sebab mengapa penghapusan masa#ah ini nampak
begitu susahn$a i mas$arakat kita.
Mengingat ken$ataan tersebut" $ang harus i#akukan aa#ah men$usun ketentuan
untuk me#arang aan$a k!#usi an nep!tisme. Akan tetapi ini han$a men$angkut
ketentuan untuk masa epan $ang harus iperhatikan. )eangkan kita (uga
me#ihat bah*a praktek k!#usi an nep!tisme a#am era 9re Baru ini memang
sangat men%!#!k. Karena itu em!si mas$arakat me#uap untuk menghabiskan
praktek&praktek ini an meninak para pe#akun$a. Ini aa#ah perasaan semua
!rang" ke%ua#i mereka $ang mempraktekkan.
4
Penyebab adanya masalah tersebut :
a. Renahn$a iman an m!ra# $ang imi#iki se!rang pemegang kekuasaan
pub#ik sehingga muah terpengaruh an terg!a untuk me#akukan praktik
k!rupsi.
b. Kurang tegasn$a peraturan perunang&unangan menekan atau
memberantas k!rupsi" k!#usi" an nep!tisme serta sanksi $ang kurang tegas
bagi pe#aku KKN sehingga tiak menimbu#kan e'ek (era an tiak men%egah
mun%u#n$a k!rupt!r&k!rupt!r baru.
%. Aan$a kekuasaan m!n!p!#i kekuasaan $ang ipegang !#eh sese!rang an
!rang tersebut memi#iki kemerekaan bertinak atau *e*enang $ang
ber#ebihan" tanpa aa pertanggung(a*aban $ang (e#as"karena semakin besar
kekuasaan serta ke*enangan $ang #uas an semakin renah ke*a(iban
pertanggung(a*aban ari suatu institusi=pers!n" !t!matis p!tensi k!rupsi
$ang imi#iki akan semakin tinggi.
. Lemahn$a penga*asan an k!ntr!# terhaap kiner(a aparat negara sehingga
memberikan pe#uang k!rupsi an pen$a#ahgunaan kekuasaan.
e. Ga(i $ang re#ati' renah.
>akt!r ini#ah $ang sering men(ai a#asan utama sese!rang me#akukan k!rupsi"
karena ia menganggap bah*a ga(i $ang ia apat be#um %ukup untuk
menapatkan kehiupan $ang berke%ukupan. )e#ain itu" tingkat penapatan
(uga ianggap tiak sebaning engan tingkat kebutuhan hiup $ang semakin
meningkat an semakin k!mp#eks.
'. Renahn$a pengetahuan an parisipasi mas$arakat a#am ha# k!ntr!# kiner(a
aparat pemerintahan serta kebi(akan&kebi(akan $ang iambi#" sehingga rentan
pen$e#e*engan kekuasaan !#eh !knum&!knum $ang tiak bertanggung
(a*ab.
g. Bua$a k!rupsi $ang suah berkembang imas$arakat.
h. ,arisan bua$a k!rupsi $ang suah aa se(ak ?aman k!#!nia# $ang terus
5
ber#an(ut hingga masa pas%a In!nesia mereka" bahkan hingga era re'!rmasi
men(aikan k!rupsi semakin su#it untuk iberantas se%ara men$e#uruh.
i. Tiak aan$a rasa nasi!na#isme a#am iri pe(abat pub#ik" an #ain&#ain.
Dampak dari permasalahn tersebut 2
/. Berkurangn$a keper%a$aan pub#ik terhaap pemerintah
Meningkatn$a praktik k!rupsi $ang i#akukan !#eh aparat pemerintahan
semakin membuat pub#ik -rak$at. tiak memberikan keper%a$aan se%ara
penuh kepaa pemerintah. Bahkan keper%a$aan ari negara #ain pun (uga bisa
berkurang terhaap pemerintah $ang seang berkuasa i negara tersebut
sebagai akibat ari marakn$a kasus k!rupsi i ka#angan pemegang kekuasaan
pub#ikn$a. Ha# ini tentu akan memba*a ampak $ang %ukup besar terhaap
pembangunan i sega#a biang.
8. Berkurangn$a ke*iba*aan pemerintah.
Ban$akn$a aparat i pemerintahan $ang me#akukan k!rupsi membuat %itra
an ke*iba*aan pemerintah men(ai berkurang an bahkan bisa
men$ebabkan rak$at bersikap apatis terhaap peraturan&peraturan serta
himbauan&himbauan $ang iberikan pemerintah. Ha# ini tentu apat
mengganggu stabi#itas keamanan an ketahanan nasi!na#.
4. Kerugian negara a#am biang ek!n!mi
Berbagai penapatan negara $ang sebagian besar berasa# ari uang rak$at an
seharusn$a (uga igunakan untuk men$e(ahterakan rak$at. Namun" paa
ken$ataann$a uang rak$at ban$ak $ang ige#apkan atau ik!rupsi !#eh
pemegang kekuasaan pub#ik.
3. Menghambat #a(u pertumbuhan an pembangunan ek!n!mi
Ketika sebuah negara memi#iki %atatan buruk paa kasus k!rupsi" maka ha#
tersebut akan berpengaruh terhaap keper%a$aan in+est!r asing untuk
menanamkan m!a#n$a i In!nesia. Dan akan berampak buruk bagi
k!nisi perek!n!mian nasi!na#.)e#ain itu" bir!krasi $ang su#it an #ebih
mengeepankan uang aripaa pr!'esi!na#isme an tanggung (a*ab sebagai
bir!krat (uga men(aikan m!a# asing berpa#ing ari In!nesia an
menga#ihkan in+estasi ke negara $ang #ebih baik bir!krasin$a"
6
Solusi dari permasalahan tersebut:
Mungkin ka#au kita tiak ter#a#u ambisius menghi#angkan se#uruh KKN
seka#igus tetapi se%ara sistimatis a#am suatu pr!gram" memusatkan paa masa#ah
k!rupsi u#u" maka pr!gram pemberantasan KKN akan #ebih (a#an. Ketentuan
mengenai piana ek!n!mi" mengenai k!rupsi te#ah %ukup (e#as an apat
i#aksanakan untuk men$iik an memberi sanksi ke paa mereka $ang
me#anggarn$a. Da#am pr!ses ini sebagian ari masa#ah k!#usi an nep!tisme (uga
akan terungkap an bisa i#aksanakan peninakan terhaap pe#anggarn$a. Akan
tetapi berkaitan engan masa#ah k!#usi an nep!tisme $ang tiak berkaitan
engan k!rupsi" $ang i#anggar mungkin ketentuan kepega*aian atau masa#ah
etik. ;ang (e#as aa#ah untuk ke epan" bagaimana memasukkan rambu&rambu
mengha#angi tumbuhn$a k!#usi an nep!tisme ini a#am peraturan kepega*aian
an ketentuan mengenai tener" k!ntrak" serta ketentuan mengenai :g!+ernan%e:
paa umumn$a. Mengenai #angkah ke epan menghi#angkan masa#ah KKN sa$a
menekankan paa sikap untuk men(auhi kebiasaan hiup #ebih besar pasak ari
tiang paa tu#isan #ain.
Merestrukturisasi !rganisasi i berbagai sekt!r pemerintahan sehingga bisa
memuahkan a#am penga*asan=k!ntr!# terhaap kiner(a aparat
pemerintahan.
Meningkatkan kese(ahteraan pega*ai sehingga bisa mengurangi !r!ngan
untuk me#akukan k!rupsi.
Penegakan hukum se%ara tegas engan menerapkan peraturan perunang&
unangan $ang mengatur tentang k!rupsi" k!#usi" an nep!tisme. )e#ain itu"
pemberian sanksi piana maupun sanksi s!sia# $ang bisa memberikan e'ek
(era seka#igus bisa memberikan peringatan bagi aparatur negara #ainn$a
agar tiak me#akukan k!rupsi.
Meningkatkan kesaaran se#uruh e#emen bangsa untuk turut berpartisipasi
a#am me#akukan k!ntr!# s!sia# serta penga*asan kiner(a pemegang
kekuasaan pub#ik serta memaksima#kan 'ungsi meia massa sebagai agen
untuk meng!ntr!# kiner(a pemerintahan.
Men%iptakan pemerintahan $ang bersih" (u(ur" an terbuka.
7
Ha# ini bisa imu#ai engan perekrutan pega*ai baru berasarkan keah#ian
an menghapus (a#ur&(a#ur i#ega# -suap an nep!tisme. sehingga keepan
!rganisasi kepemerintahan bisa #ebih baik.
Pen%atatan keka$aan aparatur negara se%ara berka#a sehingga bisa iketahui
apabi#a aa aparatur negara $ang mempun$ai keka$aan $ang tiak *a(ar.
Menanamkan rasa nasi!na#isme se(ak ini" serta memberikan peniikan
tentang ampak $ang itimbu#kan akibat k!rupsi" k!#usi" an nep!tisme"
serta membangun karakter generasi penerus bangsa $ang berkarakter
Pan%asi#a.
8.M!ne$ p!#itik
P!#itik uang atau p!#itik perut aa#ah suatu bentuk pemberian atau (an(i
men$uap sese!rang baik supa$a !rang itu tiak men(a#ankan hakn$a untuk
memi#ih maupun supa$a ia men(a#ankan hakn$a engan %ara tertentu paa saat
pemi#ihan umum. Pembe#ian bisa i#akukan menggunakan uang atau barang.
P!#itik uang aa#ah sebuah bentuk pe#anggaran kampan$e. P!#itik uang umumn$a
i#akukan simpatisan" kaer atau bahkan pengurus partai p!#itik men(e#ang hari
H pemi#ihan umum. Praktik p!#itik uang i#akukan engan %ara pemberian
berbentuk uang" sembak! antar #ain beras" min$ak an gu#a kepaa mas$arakat
engan tu(uan untuk menarik simpati mas$arakat agar mereka memberikan
suaran$a untuk partai $ang bersangkutan.
Sebab adanya masalah tersebut:
a. Tiak aan$a kesaaran mas$arakat untuk memi#ih pemimpin $ang
benar&benar pi#ihan mereka.
b. Kurangn$a rasa nasi!na#isme i mas$arakat.
%. Kurangn$a rasa per%a$a iri an iman paa %a#!n pemimpin.
Solusi dari permasalahan tersebut:
/. Pemerintah men$erukan untuk tiak menerima serangan 'a(ar atau imba#an
8
se(enisn$a paa mas$arakat.
8. Aan$a tim khusus $ang menga*asi paa setiap aerah untuk menga*asi
apabi#a aa %a#!n #egis#ati' an se(enisn$a $ang mengaakan serangan 'a(ar an
m!ne$ p!#itik.
4. Pemberian sanksi tegas ari pemerintah apabi#a aa %a#!n #egis#ati' an
se(enis mengaakan m!ne$ p!#itik an serangan 'a(ar.
Dampak dari permasahan tersebut:
/. )emakin meningkatn$a k!rupsi karena ketika suah men(a#ankan
kekuasaann$a" ia berp!tensi me#akukan tinakan&tinakan me#anggar hukum"
ha# ini i#akukan karena ia te#ah menge#uarkan ban$ak uang sebagai m!a#
menapatkan kekuasaan" sehingga ketika ia suah men(abat" ia berkeinginan
untuk menapatkan kemba#i m!a# $ang te#ah ia ke#uarkan an sa#ah satu
%ara $ang itempuh aa#ah engan me#akukan k!rupsi. paaha# k!rupsi
merupakan tinakan me#anggar hukum karena men$e#e*engkan kekuasaan
pub#ik untuk kepentingan tertentu.
8. Tiak k!mpeten$a pemimpin $ang terpi#ih karena mas$arakat memi#ih
bukan karena kemampuann$a me#ainkan i#ihat ari segi uang.
4. Inter+ensi p!#itik.
Tiak bisa ipungkiri bah*a p!#!tik memi#iki peran $ang penting a#am
menginter+ensi keputusan hukum i In!nesia. 9#eh karena itu" suah se#a$akn$a
sebuah #embaga hukum negara beriri se%ara iepenen tanpa bisa ipengaruhi
!#eh kepentingan & kepentingan tertentu.tetapi ken$aatan$a ketika suaat masa#ah
tersebut berhubungan engan negara #ain inter+ensi hukum an %ampur tangan
asing bagaikan pisau bermata ua. Disatu pihak tekanan asing apat memba*a
berkah bagi pen%ari keai#an engan iper%epatn$a pen$iikan an penegakan
hukum !#eh aparat. Lembaga asing n!n pemerintah biasan$a akti' me#akukan
tekanan&tekanan semaam ini" misa#n$a a#am pengusutan kasus pembunuhan i
A%eh" tragei Amb!n" )ambas" an sebagain$a.Namun i #ain pihak tekanan asing
kaang (uga memberi mimpi buruk pu#a bagi mas$arakat. Beberapa perusahaan
9
asing $ang terkena kasus pen%emaran #ingkungan" gugatan tanah !#eh mas$arakat
aat setempat" serta sengketa perburuhan" kaang menggunakan negara inukn$a
untuk me#akukan penekatan an tekanan terhaap pemerintah In!nesia agar
ter%apai kesepakatan $ang menguntungkan kepentingan mereka" tanpa
membiarkan hukum untuk men$e#esaikannn$a se%ara maniri. Tekanan tersebut
apat berupa an%aman embarg!" penggaga#an penanaman m!a#" penghentian
ukungan p!#itik" an sebagain$a. Kesemuan$a untuk meningkatkan p!sisi ta*ar
mereka a#am pr!ses hukum $ang seang atau akan i(a#anin$a.
Contoh kasusnya 2
Kasus Atambua" Nusa Tenggara Timur" $ang ter(ai paa tangga# @ )eptember
8111" $ang mene*askan tiga !rang sta' UNHAR menapatkan perhatian
internasi!na# engan %epat. Dimu#ai engan ke#uarn$a Res!#usi N!. /4/0 ari
De*an Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa -DK PBB." surat ari Direktur
Bank Dunia kepaa Presien Aburrahman ,ahi untuk segera men$e#esaikan
permasa#ahan tersebut" permintaan DK PBB untuk mengirim misi pen$e#iik
kasus Atambua ke In!nesia" esakan AGI -A!nsu#tati' Gr!up !n In!nesia."
sampai engan an%aman embarg! !#eh Amerika )erikat. Tekanan internasi!na# ini
mengakibatkan %epatn$a pemerintah bertinak" engan segera me#u%uti
persen(ataan mi#isi Tim!r Timur an mengai#i beberapa bekas angg!ta mi#isi
Tim!r Leste $ang ianggap bertanggung (a*ab.Apabi#a ibaningkan engan
kasus&kasus kekerasan $ang ter(ai i bagian #ain i In!nesia" misa#n$a 2 Amb!n"
A%eh" )ambas" )ampit" kasus Atambua termasuk kasus $ang menga#ami
pen$e#esaian se%ara %epat an tanggap ari aparat.
Da#am enam bu#an se(ak kasus ini ter(ai" kekerasan berhasi# iatasi" mi#isi
berhasi# i#u%uti" an situasi kemba#i aman an n!rma#. Meskipun aa perhatian
internasi!na# a#am kasus&kasus kekerasan #ain i In!nesia" namun tekanan $ang
ter(ai tiak sebesar paa kasus Atambua. Da#am panangan mas$arakat" era(at
tekanan internasi!na# menentukan ke%epatan aparat me#akukan penegakan hukum
a#am mengatasi kasus kekerasan.
Penyebab timbulnya masalah tersebut2
/. Tera#u ambisiusn$a aparat hukum in!nesia $ang ingin menapatkan
10
image baik i haapan internasi!na#.
8. pemerintah kurang k!nsisten a#am menerapkan kebi(akan iakibatkan
si'at kerakusan an ketakutan akan tekanan asing.
Solusi dari permasalahan tersebut 2
a. Pembenahan sistem peniikan hukum i In!nesia.
b. Penguatan k!e etik pr!'esi an !rganisasi pr!'esi bagi ke#!mp!k a+!kat"
pengaturan an penguatan k!e peri#aku bagi hakim" (aksa" an p!#isi.
%. )anksi $ang tegas terhaap setiap ter(ain$a tinakan ter%e#a.
. Aan$a transparansi in'!rmasi hukum me#a#ui putusan&putusan pengai#an
$ang apat iakses !#eh mas$arakat.
e. Aan$a kese(ahteraan an k!nisi ker(a $ang baik bagi aparat penegak
hukum.
B.PERMA)ALAHAN HUKUM
Beberapa masa#ah hukum $ang ter(ai i in!nesia $aitu 2
/. 7ua# be#i putusan perkara.
Masa#ah ini sering seka#i ter(ai i unia hukum In!nesia. Hakim" 7aksa"
Penga%ara aa#ah pihak & pihak $ang pa#ing sering ter#ibat a#am masa#ah
ini.Berasarkan hasi# pene#itian In!nesia A!rrupti!n ,at%h -811/." aa se(um#ah
m!us (ua#&be#i perkara i pengai#an" $aitu menentukan -reka$asa. ma(e#is
hakim" ta*ar&mena*ar putusan" memper#ambat pemeriksaan perkara atau
mengu#ur *aktu penetapan perkara" menuna eksekusi" an memakai penga%ara
tertentu. Da#am kasus $ang seang ibahas" mu#ai ter#ihat m!us #ain" $aitu
mena*arkan putusan pa#su.)e#ain m!usn$a beragam" praktek (ua#&be#i perkara
me#ibatkan ka#angan $ang #ebih #uas. )etiakn$a" a#am kasus $ang baru
ige#eah KPK" se%ara (e#as tampak keter#ibatan penga%ara an pega*ai MA $ang
tiak terkait #angsung engan pr!ses perkara. Da#am kasus kasasi Pr!b!sute(!"
11
ka#angan pega*ai $ang ter#ibat amat beragam" ari angg!ta sta' Direkt!rat
Perata MA" bagian kepega*aian MA" sta' bagian kenaraan MA" an sta' K!rpri
MA. Bisa (ai" ka#au ite#usuri #ebih (auh" sangat mungkin aa keter#ibatan
ka#angan #ain i #uar penga%ara an pega*ai.
Peristi*a hampir serupa ter(ai i Pengai#an Tinggi DKI 7akarta
beberapa *aktu #a#u. )aat itu -/@=@." KPK menangkap penga%ara Abu##ah Puteh"
Tengku )$ai'uin P!p!n" seang me#akukan transaksi engan ,aki# Ketua
Panitera Pengai#an Tinggi 7akarta )$amsu Ri?a# Ramahan. Transaksi $ang
i#akukan P!p!n terkait engan upa$a memu#uskan pr!ses baning kasus k!rupsi
$ang i#akukan Abu##ah Puteh. Da#am kasus ini" se#ain keter#ibatan penga%ara"
peran panitera begitu !minan. )a$angn$a" sampai saat ini tiak terungkap aa
keter#ibatan pihak #ain.
Da#am k!nteks pene#usuran praktek (ua#&be#i perkara i pengai#an" kasus
kasasi Pr!b!sute(! pun$a imensi $ang (auh #ebih #uas an menarik. )!a#n$a"
beberapa !rang $ang suah memberikan keterangan i KPK mu#ai men$ebut
keter#ibatan hakim. )etiakn$a" ari keterangan Pr!b!sute(!" Rp B mi#iar ari
uang $ang iminta Harini akan iberikan kepaa Ketua MA Bagir
Manan.Berasarkan keterangan i atas" pub#ik mu#ai men!#eh ke arah ma(e#is
hakim $ang menangani kasus Pr!b!sute(!. ;ang pa#ing men(ai s!r!tan aa#ah
Bagir Manan. )!r!tan itu tiak han$a terkait engan p!sisi Bagir Manan sebagai
Ketua MA" tapi (uga a#am p!sisi Bagir Manan sebagai ketua ma(e#is hakim
kasasi Pr!b!sute(!. Apa#agi Bagir Manan seniri mengaku pernah bertemu
engan Harini ketika $ang bersangkutan pamitan -pensiun. sebagai sa#ah se!rang
hakim tinggi.
Bagi sa$a" ketika beberapa !rang $ang imintai keterangan !#eh KPK mu#ai
men$ebut hakim" kasus suap $ang ter(ai i MA seang memasuki babak baru.
)!a#n$a" pengungkapan kasus ini akan men(ai titik penting untuk mengetahui
keter#ibatan hakim a#am pr!ses (ua#&be#i perkara i pengai#an. Bagaimanapun"
ban$ak ka#angan me$akini" sangat mungkin sebagian hakim men(ai akt!r a#am
(ua#&be#i perkara i pengai#an. Keter#ibatan hakim bisa sa(a ter(ai i semua
(en(ang pengai#an" ari pengai#an tingkat pertama sampai hakim i tingkat
12
kasasi.
Bagaimana %aran$a< Menurut Teten Masuki -811B." berasarkan hasi#
eksaminasi pub#ik atas putusan&putusan k!ntr!+ersia# $ang iperiksa !#eh hakim
agung itemukan tiga masa#ah besar2 -/. ke#iru a#am memberikan pertimbangan
hukum" -8. mengabaikan 'akta&'akta penting $ang apat men(erat terak*a" an
-4. senga(a men%ari pertimbangan $ang menguntungkan terak*a. Da#am k!nteks
ma'ia perai#an" kata Teten" putusan hakim aa#ah tu(uan utama $ang akan
ipengaruhi. Artin$a" upa$a mereka$asa putusan akan men(ai #ebih muah
i#akukan engan me#ibatkan hakim.
Terkait engan kemungkinan keter#ibatan hakim" se(ak terungkapn$a kasus suap
perkara k!rupsi Pr!b!sute(!" mengapa nama Bagir Manan #ebih !minan isebut
ibaningkan engan ua !rang hakim #ainn$a< Paaha# ua !rang hakim #ain itu
(uga amat terbuka kemungkinan berhubungan engan !rang&!rang $ang te#ah
itangkap KPK. )etiakn$a" ari keterangan P!n! ,a#u$!" Harini mengaku
suah membereskan ua !rang angg!ta ma(e#is hakim #ain $ang menangani kasus
k!rupsi Pr!b!sute(! -K!mpas" /3=/1..
Da#am ha# ini" sa$a tiak ingin berspeku#asi bah*a pen$ebutan nama Bagir
Manan merupakan bagian ari resistensi sebagian ka#angan i MA menerima
kehairan hakim agung n!nkarier. Apa#agi" se#ama ini" Bagir Manan ikena#
%ukup memberikan pe#uang kepaa ka#angan eksterna# untuk me#akukan berbagai
#angkah pembaruan i #ingkungan pengai#an" terutama MA.
Bagi sa$a" pen$ebutan nama Bagir Manan harus i#ihat sebagai sebuah
kesempatan untuk memb!ngkar praktek suap $ang ter(ai i MA. Karena
naman$a #ebih sering isebut" tentun$a Bagir Manan pun$a m!ti+asi terseniri
memb!ngkar kasus suap a#am kasasi k!rupsi Pr!b!sute(!. )ebab" han$a engan
%ara begitu#ah Bagir Manan bisa membersihkan naman$a sebagai Ketua MA an
sebagai sa#ah se!rang guru besar i#mu hukum $ang terkemuka i negeri ini.
)ebetu#n$a" #angkah ke arah itu suah imu#ai engan aan$a (an(i Bagir Manan
untuk membantu an memberikan akses se#uas&#uasn$a bagi KPK untuk
mengungkap se%ara tuntas kasus inikasi suap $ang me#ibatkan pega*ai MA.
13
Namun" engan p!sisi sebagai Ketua MA" Bagir Manan bisa me#akukan #angkah
besar guna mengungkapkan semua inikasi (ua#&be#i perkara $ang ter(ai se#ama
ini. Aaran$a" engan sisa *aktu $ang terseia sebagai Ketua MA" Bagir Manan
harus memimpin #angsung pemb!ngkaran an pemberantasan praktek (ua#&be#i
perkara i pengai#an.
Ka#au itu i#akukan" $ang akan ter(ai bukan han$a babak baru pengungkapan
kasus suap i MA" me#ainkan (uga babak baru a#am memb!ngkar semua praktek
suap $ang ter(ai i semua (en(ang pengai#an.
Penyebab masalah tersebut:
Kurangn$a Iman an m!ra# para penagak hukum.
Lemahn$a hukum i In!nesia.
Kurang transparasin$a pen(e#asan UUD.
Dampak dari masalah tersebut 2
a. Hasi# ari keputusan hukum tersebut men(ai tabu tiak aa ke(e#asaan
hukum.
b. Tiak aan$a em!krasi untuk se#uruh mas$arakat.
%. Men(aikan kehi#angan keper%a$aan ari mas$akat atas hukum in!nesia
$ang bisa ibe#i.
Solusi dari masalah tersebut 2
)etiap instansi hukum i in!nesia aa penga*as khusus $ang menga*asi
(a#an$a peker(aan mereka"tetapi a#am pemi#ihan !rang& !rang $ang
benar& benar k!mpeten $ang keper%a$aan$a bisa i per%a$a an apat i
pertanggung (a*abkan.
8. Peranan uang an kekuasaan i unia hukum
Uang an kekuasaan memegang peranan penting a#am unia hukum.
Tinakan KPK untuk menangkap para k!rupt!r tanpa panang bu#u termasuk para
petinggi negeri ini merupakan angin segar bagi unia hukum In!nesia. )a#ah satu
14
keputusan k!ntr!+ersia# $ang ter(ai paa bu#an >ebruari ini aa#ah (atuhn$a
putusan Pengai#an Negeri 7akarta Pusat -PN 7akpus. terhaap terpiana kasus
k!rupsi pr!$ek pemetaan an pem!tretan area# hutan antara Departemen Hutan
an PT Mapin! Parama" M!hamma CB!bD Hasan . PN 7akpus men(atuhkan
hukuman ua tahun pen(ara p!t!ng masa tahanan an menetapkan terpiana tetap
a#am status tahanan rumah. Putusan ini menimbu#kan rasa ketiakai#an
mas$arakat" karena untuk kasus k!rupsi $ang merugikan negara pu#uhan mi#$ar
rupiah" B!b Hasan $ang suah berstatus terpiana han$a i(atuhi hukuman
tahanan rumah. Pr!ses pengai#an pun re#ati' ber(a#an engan %epat. Demikian
pu#a $ang ter(ai engan kasus Bank Ba#i" BLBI -Bantuan Likuiitas Bank
In!nesia." kasus TeEma%!" an kasus&kasus k!rupsi mi#$aran rupiah
#ainn$a.Dibaningkan engan kasus pen%urian ke%i#" peramp!kan bersen(ata"
k!rupsi $ang merugikan negara Chan$aD sekian pu#uh (uta rupiah" putusan kasus
B!b Hasan sama seka#i tiak sebaning. Mas$arakat engan muah me#ihat
bah*a keka$aan#ah $ang men$ebabkan B!b Hasan #!#!s ari hukuman pen(ara.
Kemampuann$a men$e*a penga%ara tangguh engan tari' maha# $ang apat
mementahkan ak*aan ke(aksaan" han$a imi#iki !#eh !rang&!rang engan
tingkat keka$aan tinggi. Kasus An%!#gate berkaitan engan stui baning ke #uar
negeri -Austra#ia" 7epang" an A'rika )e#atan. $ang iikuti !#eh sekitar 31 !rang
angg!ta DPRD DKI K!misi D. Da#am stui baning tersebut angg!ta DPRD $ang
berangkat meman'aatkan ua sumber keuangan $aitu )P7 anggaran $ang
iper!#eh ari anggaran DPRD DKI sebesar B.8 mi#$ar
rupiah an uang saku ari PT Pembangunan 7a$a An%!# sebesar 8"/ mi#$ar rupiah.
Da#am kasus ini" sembi#an !rang sta' Bapea# an )ek*i#a ikenai tinakan
aministrati'" sementara Kepa#a Bapea# DKI Bambang )ungk!n! an Kepa#a
Dinas Tata K!ta DKI Ahmain Ahma tiak ikenai tinakan apapun.Da#am
kasus ini" ter#ihat pen$e#esaian masa#ah i#akukan segera sete#ah meia %etak an
e#ektr!nik menemukan ketiakberesan a#am masa#ah penanaan stui baning
tersebut. Pen$e#esaian se%ara aministrati' ini seakan i#akukan agar apat
men%egah tinakan hukum $ang mungkin bisa i#akukan. Rasa ketiakai#an
mas$arakat terusik tatka#a sanksi ini han$a ikenakan paa pega*ai renahan.
Pihak ke(aksaan pun terkesan mengu#ur&u#ur (an(i untuk mengusut kasus ini
15
sampai ke pe(abat tertinggi i DKI" $aitu Gubernur )uti$!s!" $ang sebagai
k!misaris PT Pembangunan 7a$a An%!# ikut bertanggung(a*ab.
Dampak dari masalah tersebut :
Kekuasaan mut#ak imas$arakat ipegang !rang&!rang tertentu $ag i situ
mempun$ai pengaruh penting bagi mas$arakat"!rang $ang berkuasa
semakin muah me#akukan pe#anggaran"karena keputusan perkara bisa i
be#i engan uang"(e#ekn$a image hukum i in!nesia karena han$a
engan uang hukum bisa ikuasai
Han%urn$a ni#ai&ni#ai em!krasi a#am mas$arakat
Me#emahn$a k!ntr!# negara sebagai negara hukum an penegak keai#an
Mas$arakat tiak #agi per%a$a engan penegak hukum.
Hi#angn$a keberpihakan negara paa ni#ai&ni#ai keai#an.
Puarn$a ketaatan mas$arakat paa hukum$ang akhirn$a mengan%am
keber#angsungan em!krasi.
Turun$a kesaaran mas$arakat paa keikutsertaan penga*s em!krasi.
Solusi dari masalah tersebut :
kemba#i #agi ketika men%ari aparat hukum $ang sebaikn$a berk!mpeten
a#am biang tersebut an keper%a$aan$a bisa ipertanggng (a*abkan"an
se#a#u aa aparat $ang menga*asi aparat tersebut.
4. Menta# para penegak hukum.
)ebagai para penegak hukum" seharusn$a mereka bisa men(ai %!nt!h
bagi mas$arakat umum. Bukan ma#ah bertingkah #aku an bermenta# :suka&suka:
sehingga mengakibatkan hukum men(ai *i#a$ah $ang abu&abu bagi mas$arakat
satu ha# $ang sering i#ihat an irasakan !#eh mas$arakat a*am aa#ah aan$a
ink!nsistensi penegakan hukum !#eh aparat. Ink!nsistensi penegakan hukum ini
16
kaang me#ibatkan mas$arakat itu seniri" ke#uarga" maupun #ingkungan
terekatn$a $ang #ain -tetangga" teman" an sebagain$a.. Namun ink!nsistensi
penegakan hukum ini sering pu#a mereka temui a#am meia e#ektr!nik maupun
%etak" $ang men$angkut t!k!h&t!k!h mas$arakat -pe(abat" !rang ka$a" an
sebagain$a.. Ink!nsistensi penegakan hukum ini ber#angsung ari hari ke hari"
baik a#am peristi*a $ang berska#a ke%i# maupun besar. Peristi*a ke%i# bisa
ter(ai paa saat berkenaraan i (a#an ra$a. Mas$arakat apat me#ihat bagaimana
suatu peraturan #a#u #intas -misa#n$a aturan three&in&!ne i beberapa ruas (a#an i
7akarta. tiak ber#aku bagi angg!ta TNI an P9LRI. P!#isi $ang bertugas
membiarkan begitu sa(a m!bi# inas TNI $ang me#intas meski m!bi# tersebut
berpenumpang kurang ari tiga !rang an kaang ma#ah isertai pemberian
h!rmat apabi#a kebetu#an penumpangn$a berpangkat #ebih tinggi.A!nt!h
peristi*a k#asik $ang men(ai ba%aan umum sehari&hari aa#ah 2 k!rupt!r ke#as
kakap ibebaskan ari ak*aan karena kurangn$a bukti" sementara pen%uri a$am
bisa terkena hukuman tiga bu#an pen(ara karena aan$a bukti n$ata.
)ehingga apat i katakan aparat penegak hukum -hakim" (aksa" p!#isi" a+!kat.
(uga muah atau imuahkan untuk me#akukan berbagai tinakan ter%e#a an
seka#igus (uga me#a*an hukum. )uatu tinakan $ang terkaang i#atarbe#akangi
sa#ah satun$a !#eh a#asan renahn$a kese(ahteraan ari para aparat penegak
hukum tersebut -ke%ua#i mungin a+!kat.. Namun memberikan ga(i $ang tinggi
(uga tiak men(ai (aminan bah*a aparat penegak hukum tersebut tiak #agi
me#akukakn tinakan ter%e#a an me#a*an hukum" karena praktek&praktek
me#a*an hukum te#ah men(ai bagian hiup setiakn$a merupakan pemanangan
$ang umum i#ihat se(ak mereka uuk i bangku mahasis*a sebuah 'aku#tas
hukum.
Penyebab masalah tersebut :
/. persamaan era(at manusia.
8. Hi#angn$a keberpihakan negara paa ni#ai&ni#ai keai#an an puarn$a
ketaatan paa hukum.
4. Tiak aan$a peng*as aparat hukum $ang (e#as.
17
Solusi dari masalah tersebut 2
/. Keterbuakaan peraturan hukum $ang (e#as.
8. Pemberian training kepaa aparat hukum tentang bir!krasi keai#an.
4. Ke(e#asan piana untuk mas$arakat tanpa membeakan keka$aan an
(abatan.
3.Disparitas piana
Disparitas putusan hakim piana aa#ah masa#ah $ang te#ah #ama men(ai
pusat perhatian ka#angan akaemisi" pemerhati an praktisi hukum. Disparitas
putusan ianggap sebagai isu $ang mengganggu a#am sistem perai#an piana
terpau" an praktek isparitas tak han$a itemukan i In!nesia. Ia bersi'at
uni+ersa# an itemukan i ban$ak negara.
Disparitas putusan mungkin sa(a ikut berpengaruh paa %ara panang an
peni#aian mas$arakat terhaap perai#an. Ia apat i#ihat sebagai *u(u
ketiakai#an $ang mengganggu. Tetapi apa sebenarn$a isparitas putusan itu<
Da#am bukun$a Sentencing and Criminal Justice -811B2 68." Anre* Ash*!rth
mengatakan isparitas putusan tak bisa i#epaskan ari iskresi hakim
men(atuhkan hukuman a#am suatu perkara piana.
Di In!nesia" isparitas hukuman (uga sering ihubungkan engan
inepenensi hakim. M!e# pemianaan $ang iatur a#am perunang&unangan
-perumusan sanksi piana maksima#. (uga ikut memberi ani#. Da#am
men(atuhkan putusan" hakim tiak b!#eh iinter+ensi pihak manapun. UU N!. 35
Tahun 8110tentang Kekuasaan Kehakiman men$ebutkan hakim *a(ib mengga#i"
mengikuti" an memahami ni#ai&ni#ai hukum an rasa keai#an $ang hiup a#am
mas$arakat. Hakim (uga *a(ib mempertimbangkan si'at bak an (ahat paa iri
terak*a.
Da#am piat! pengukuhann$a sebagai Guru Besar >aku#tas Hukum
Uni+ersitas In!nesia" Harkristuti Harkrisn!*! -2003: 7. men$atakan isparitas
18
putusan berkenaan engan perbeaan pen(atuhan piana untuk kasus $ang serupa
atau setara keseriusann$a" tanpa a#asan atau pembenaran $ang (e#as.
Aa ban$ak 'akt!r $ang men$ebabkan ter(ain$a isparitas putusan.
Tetapi paa akhirn$a hakim#ah $ang pa#ing menentukan ter(ain$a isparitas.
Misa#n$a" aa ua !rang $ang me#akukan tinakan pen%urian engan %ara $ang
sama an akibat $ang hampir sama. Meskipun hakim sama&sama menggunakan
pasa# 4@8 KUHP" bisa (ai hukuman $ang i(atuhkan berbea.
Namun inepenensi hakim a#am men(atuhkan sanksi piana bukan tanpa batas.
E+a A%h(ani Fu#'a" a#am buku Pergeseran Paradigma Pemidanaan -2011: 33."
mengatakan aa asas nulla poena sine lege $ang memberi batas kepaa hakim
untuk memutuskan sanksi piana berasarkan takaran $ang suah itentukan
a#am peraturan perunang&unangan. Meskipun aa takaran" masa#ah isparitas
akan tetap ter(ai karena (arak antara sanksi piana minima# an maksima# a#am
takaran itu ter#ampau besar.
Pr!ses pembentukan peraturan perunang&unangan ikut berpengaruh
karena ketiaaan stanar merumuskan sanksi piana. Disparitas putusan se(ak
a*a# GimungkinkanH karena aturan hukum $ang isusun pemerintah an DPR
membuka ruang untuk itu.
Menghapuskan sama seka#i perbeaan putusan hakim untuk kasus $ang
mirip tak mungkin i#akukan. )e#ama ini" upa$a $ang i#akukan aa#ah
meminima#isir isparitas engan %ara antara #ain membuat pe!man pemianaan
-sentencing guidelines.. Amerika )erikat" >in#ania" )*eia an )e#ania Baru
termasuk negara $ang suah menga!psi an menerapkan pe!man pemianaan
tersebut.
Hakim&hakim In!nesia pun sebenarn$a suah men$aari pers!a#an
isparitas itu. Meskipun berat ringann$a hukuman men(ai *e*enang hakim
tingkat pertama an baning" tetapi a#am beberapa putusan" hakim agung
meng!reksi +!nis itu engan a#asan pemianaan $ang tiak pr!p!rsi!na#.
19
Contoh masalah ini: b!#eh#ah isebut putusan Mahkamah Agung N!.
@@8K=Pi=/008 -7PU +s Abu##ah bib Tat!t! kk." an putusan N!. //@5
K=Pi=8111 -7PU +s Marg!n! Kusuma ,iag! an )ri Enah )!ekari.. Da#am
ua putusan ini" Mahkamah Agung membata#kan putusan pengai#an karena
menaikkan hukuman pen(ara tanpa pertimbangan an a#asan $ang %ukup
terperin%i. Da#am putusan keua" misa#n$a" Mahkamah Agung me#ihat isparitas
hukuman antara $ang han$a turut serta engan pe#aku utama mengearkan uang
pa#su.
Ru(ukan #ain $ang men$inggung #angsung pemianaan $ang tiak pr!p!rsi!na#
aa#ah putusan MA N!. /34K=Pi=/004. Ma(e#is hakim agung ipimpin M. ;ah$a
Harahap mempertimbangkan bah*a paa asarn$a berat ringann$a hukuman
aa#ah ke*enangan (ueE 'a%ti. Pemianaan apat men(ai ke*enangan hakim
tingkat kasasi (ika piana $ang i(atuhkan tiak sesuai engan %ara me#akukan
tinak piana ikaitkan engan #uasn$a ampak $ang iakibatkan perbuatan
terak*a. Begitu pu#a (ika piana $ang i(atuhkan tiak memenuhi tu(uan
penegakan hukum piana sebagai tinakan eukasi" k!reksi" pre+ensi an represi
bagi mas$arakat an pe#aku.
CMeskipun tu(uan pemianaan terhaap sese!rang bukan sebagai ba#as enam"
namun pemianaan tersebut harus benar&benar pr!p!rsi!na# engan prinsip
eukasi" k!reksi" pre+ensi an represi"D emikian pengga#an pertimbangan ma(e#is
hakim agung.
Pen(atuhan hukuman $ang pr!p!rsi!na# aa#ah pen(atuhan hukuman $ang
Gsesuai engan tingkat keseriusan ke(ahatan $ang i#akukan. Paa intin$a"
pr!p!rsi!na#itas mens$aratkan ska#a ni#ai untuk menimbang an meni#ai berat
ringann$a piana ikaitkan engan tinak pianan$a. Ni#ai an n!rma $ang
ber#aku a#am mas$arakat sertBa bua$a %enerung men(ai eterminan a#am
menentukan peringkat sanksi $ang ipanang patut an tepat a#am k!nteks
hist!ris tertentu -arkrisno!o, 2003: 12.. Pene#usuran Harkristuti Harkrisn!*!
menemukan 'akta bah*a asas pr!p!rsi!na#itas suah irumuskan paa kitab&kitab
hukum ?aman In!nesia kun!.
20
Menurut E+a A%h(ani Fu#'a -2011: 37"3#)" ie tentang pen(atuhan piana
$ang pr!p!rsi!na# berkembang men(ai gagasan untuk membuat suatu pe!man
pemianaan $ang mampu mereuksi sub(ekti+itas hakim a#am memutus perkara.
Diskresi hakim sangat mungkin isa#ahgunakan )ehingga pe!man
pemianaan ianggap sebagai (a#an terbaik membatasi kebebasan hakim.
Pe!man pemianaan itu" kata As*!rth -200$: 101." harus Ga strong and
restricti%e guidelineH.
KUHP sebenarn$a suah memuat se(um#ah pe!man" seperti Pasa# /3a"
pasa# @4&6/" an Pasa# 41. )e#ain itu" RUU KUHP suah guidelines $ang *a(ib
ipertimbangkan hakim a#am men(atuhkan putusan" $aitu2 kesa#ahan pembuat
tinak piana" m!ti' an tu(uan me#akukan tinak piana" sikap batin pembuat
tinak piana" apakah tinak piana i#akukan beren%ana" %ara me#akukan tinak
piana" sikap an tinakan pe#aku sete#ah me#akukan tinak piana" ri*a$at hiup
an keaaan s!sia# ek!n!mi pe#aku" pengaruh piana terhaap masa epan
pe#aku" pengaruh piana terhaap masa epan k!rban atau ke#uarga k!rban" maa'
ari k!rban=ke#uarga" an panangan mas$arakat terhaap tinak piana $ang
i#akukan.
Dampak dari permasalahan tersebut :
a. Disparitas piana akan berakibat 'ata# apabi#a ikaitkan engan %!rre%ti!n
aministrat!r.
b. Terpiana $ang #ebih iperbaningkan pianan$a engan engan terpiana
$ang #ain an merasakan aa isparitas" maka ia akan memanang irin$a
sebagai k!rban $ui%ia# %!pri%e.
%. )e#an(utn$a $ang bersangkutan akan su#it imas$arakatkan an bahkan
tiak menghargai hukum.
. Aan$a mani'estasi kegaga#an suatu sistem untuk man%apaI suatu
persamaan keai#an i a#am negara hukum seka#igus me#emahkan
keper%a$aan mas$arakat terhaap sistem perai#an piana.
21
e. Dispiratas (uga menganung ampak sisia#" mas$arakat akan me#ihat
pengai#an piana sebagai suatu $ang menge%e*akan an ha# ini (e#as
merenahkan martabat an *iba*a hukum an penegak hukum.
Solusi dari permasalhan tersebut:
/. Harus aa pat!kan pemianaan a#am perunang&unangan an praktik
perai#an.
8. Per#u iusahakan pemianaan $ang tepat an serasi.
4. Lahirn$a $urispruensi sangat iharapkan sebagai panuan utama untuk
menghinari isparitas putusan.
4) MA harus membuat pe!man pemianaan untuk hakim" terutama a#am
men(atuhkan piana tambahan uang pengganti. Pasa#n$a" tiak aa aturan
$ang (e#as mengenai berapa piana pen(ara $ang harus i(a#ani apabi#a
aset&aset terak*a tiak men%ukupi saat i#e#ang untuk menutupi kerugian
Negara.
22
23