Anda di halaman 1dari 7

Arus Geostropik

Arus merupakan proses pergerakan massa air menuju kesetimbangan yang menyebabkan
perpindahan horizontal dan vertikal massa air. Arus laut adalah proses pergerakan massa air laut
yang menyebabkan perpindahan horizontal dan vertikal massa air laut tersebut yang terjadi
secara terus menerus. (Gross, 1990).
1.1 Arus Geostropik
Arus geostropik adalah arus yang terjadi karena adanya keseimbangan geostropik yang
disebabkan oleh adanya gradien tekanan mendatar/horizontal yang bekerja pada massa air yag
bergerak, dan diseimbangkan oleh gaya Coriolis (Brown et al., 1989). Arus geostrofik adalah
arus yang disebabkan oleh perbedaan tinggi muka laut sehingga gaya gravitasi berpengaruh
terhadap pergerakkan massa air (Corriolis effect and gravity effect). Pond dan Pickard (1983)
menyatakan bahwa permukaan isobar yang membentuk lereng terhadap paras papar (level
surface) dapat menimbulkan gaya yang bekerja pada partikel massa air.
Arus geostrofik merupakan hasil kesetimbangan antara gaya gravitasi dan gaya coriolis.
Efek gravitasi dikontrol oleh kemiringan permukaan air laut, sedangkan densitas dikontrol oleh
perbedaan suhu dan salinitas horizontal (Anonim, 2009). Arus Geostrofik digambarkan sebagai
arus gradien atau slope current yang disebabkan adanya kemiringan bidang isobar dengan bidang
datar (level surface). Kemiringan tersebut terjadi akibat adanya penumpukan air pada daerah
tertentu karena hembusan angin yang terus menerus. Penumpukan massa air menyebabkan
adanya perbedaan tekanan pada permukaan laut, meskipun perbedaan tekanan yang terjadi
nilainya kecil tapi karena sifat air yang selalu mencari keseimbangan, maka terjadilah pergerakan
air secara mendatar.
Ketika angin berhembus, energi yang di transfer dari angin ke permukaan, sebagian besar
digunakan dalam pembentukkan gelombang garvitasi permukaan, yang memberikan pergerakan
air dari yang kecil ke arah perambatan gelombang sehingga terbentuknya arus di laut. Semakin
cepat gerakan angin, maka semakin besar pula gaya gesek yang terjadi di permukaan laut. Dalam
proses gesekan ini dapat menghasilkan gerakan air yaitu pergerakan air laminar dan turbulen.
Gaya coriolis mempengaruhi aliran massa air dengan cara membelokan arah
pergerakannya. Gaya coriolis juga mempengaruhi perubahan arah pergerakkan massa air yang
kompleks di bawah permukaannya (ekman spiral). Pada umumnya energi angin yang bergesekan
pada permukaan perairan akan menimbulkan arus yang memilki kecepatan 2% dari energi angin
yang menggerakannya. Kecepatan arah arus ini akan semakin berkurang terhadap kedalam. Pada
saat kecepatan arus berkurang, maka tingkat perubahan arah arus yang disebabkan oleh gaya
coriolis akan meningkat.
1.2 Konsep Dasar Pembentukan Arus Geostropik
Arus Geostrofik digambarkan sebagai arus gradien atau slope current yang disebabkan
adanya kemiringan bidang isobar dengan bidang datar (level surface). Kemiringan tersebut
terjadi akibat adanya penumpukan air pada daerah tertentu karena hembusan angin yang terus
menerus. Penumpukan massa air menyebabkan adanya perbedaan tekanan pada permukaan laut,
meskipun perbedaan tekanan yang terjadi nilainya kecil tapi karena sifat air yang selalu mencari
keseimbangan, maka terjadilah pergerakan air secara mendatar.
Dalam teori Ekman, laut diasumsikan dengan lebar tak terbatas, jika pengaruh batas
pantai dimasukkan, maka akan menjadi kompleks, karena batas tersebut menghalangi pergerakan
arus dan terdapat kemiringan permukaan laut. Jika permukaan laut mempunyai kemiringan, tekanan
hidrostatik yang bekerja pada permukaan horizontal akan bervariasi atau akan terdapat gradient
tekanan horizontal. Dengan cara yang sama jika angin berhembus dari tekanan yang tinggi ke
tekanan yang rendah, air cenderung mengalir karena perbedaan tekanan. Gaya yang meningkat
kangerakan ini disebut Gaya gradien tekanan horizontal. Jika gaya Coriolis bekerja pada air yang
bergerak diseimbangkan oleh gaya gradien tekanan horizontal, arus tersebut disebut dalam
keseimbangan geostrofik dan disebut sebagai arus geostrofik.

Gambar 1. Spiral Ekman. Gambar ini menunjukkan arah arus dan kecepatannya yang
berubah-ubah sesuai dengan makin dalamnya kedalaman perairan.

Mekanisme terbentuknya arus geostropik yaitu adanya gradien tekanan yang terbentuk
sehingga adanya slope muka air (slope isobar), air bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan
rendah yang dalam pergerakannya di pengaruhi oleh gaya coriolis, pada saat terjadinya
keseimbangan antara gradie tekanan dan gaya coriolis, maka terbentuklah arus geostropik yang
bergerak dengan kecepatan yang konstan dan sejajar isobar (ketika gradien tekanan = gaya
coriolis). Pada kenyataanya penentuan slope muka air tidak mudah dilakukan, namun sekarang
slope muka air sudah dapat ditentukan dengan ketelitian yang cukup baik yaitu dengan
menggunakan satelit altimetri TOPEX/POEIDON, Jason 1, yang hasilnya arus geostropik dapat
dipetakan di permukaan. Karena slope isobar dibawah permukaan tidak dapat ditentukan secara
langsung, maka para ahli oseanografi menentukan kecepatan geostropik dibawah permukaan dari
medan densitas yang diperoleh dari hasil pengukuran temperatur, salinitas dan tekanan
(kedalaman).
1.3 Perhitungan Kecepatan Arus Geostropik
Gaya tekanan yang tidak tegak lurus terhadap paras papar dapat dipecah menjadi dua
bagian
1. Komponen menegak

cos i, yang seimbang dengan gaya Gravitasi (g). Dimana i = sudut


yang dibentuk oleh permukaan isobar dan paras papar. Komponen mendatar

cos i, yang tidak


seimbang yang menyebabkan partikel air B ke kiri.

Gambar 2. Komponen
Komponen gaya ke arah kiri dapat ditulis sebagai berikut :

Untuk mengimbangi gaya ke arah kiri diperlukan suatu gaya per unit massa ke arah
kanan yaitu F/M, yang setara kekuatannya dengan g tan i (Gambar 2 bagian c). Gaya yang setara
dengan F/M adalah gaya Coriolis, yang bekerja akibat rotasi bumi. Gaya Coriolis ini
menyebabkan pergerakan massa air dibelokkan ke dalam kertas (untuk di belahan bumi utara)
dengan kecepatan V1, sehingga terjadi keseimbangan kembali. Terjadinya keseimbangan
tersebut secara matematis dapat ditulis dengan persamaan berikut
2 sin V1 = F/M = g tan i
dimana
adalah lintang, = 7.29 x 10-5 rad/det,
F/M = gaya per unit massa,
V1 = kecepatan arus geostrofik yang disebabkan oleh gradien tekanan dan dibelokkan oleh gaya
Coriolis ke kanan untuk di belahan bumi utara (BBU) dan ke kiri di belahan bumi selatan (BBS).

Persamaan Dasar :


Maka Rumus Kecepatan menjadi :


Dimana :
V Kecepatan
g Grafitasi
i Slope i
Simbol geopotensial
1.4 Contoh fisis Arus Geostropik di Alam
Arus geostrofik bergerak melingkar di dalam suatu perairan dengan mengetahui
parameter-parameter dalam suatu perairan maka fenomena yang timbul pada perairan tersebut
dapat diketahui. Biasanya arus geostrofik ini sering kali terjadi Upweeling. Upwelling
merupakan fenomena oseanografi yang melibatkan wind-driven motion yang kuat, dingin dan
biasanya membawa massa air yang kaya akan nutrien ke arah permukaan laut.
Upwelling adalah fenoma atau kejadian yang berkaitan dengan gerakan naiknya massa
air laut. Gerakan vertikal ini adalah bagian integrasi dari sirkulasi laut tetapi ribuan sampai
jutaan kali lebih kecil dari arus horizontal. Gerakan vertical ini terjadi akibat adanya stratifikasi
densitas air laut karena dengan penambahan kedalaman mengakibatkan suhu menurun dan
densitas meningkat yang menimbulkan energi untuk menggerakkan massa air secara vertikal.
Laut juga terstratifikasi oleh faktor lain, seperti kandungan nutrien yang semakin meningkat
seiring pertambahan kedalaman. Dengan demikian adanya gerakan massa air vertikal akan
menimbulkan efek yang signifikan terhadap kandungan nutrient pada lapisan kedalaman tertentu.
Arus jenis ini merupakan arus yang terjadi akibat adanya keseimbangan geostrofik.
Keseimbangan geostrofik yang terjadi karena adanya gradien tekanan mendatar / horizontal yang
bekerja pada massa air yang bergerak, dan diseimbangkan oleh gaya Coriolis (Svedruv et al.,
1989). Arus tipe ini tidak dipengaruhi oleh pergerakan angin (gesekan antara air dan udara),
sehingga Pond dan Pickard (1983) memasukkan arus tipe ini ke dalam pada golongan arus tanpa
gesekan.

Daftar Pustaka
Brown, J. S., Collis, A., and Duguid, P. (1989). Situated cognition and the culture of learning.
Educational Researcher, 18(1):32-42
Gross, M. G.1990. Oceanography ; A View of Earth Prentice Hall, Inc. Englewood Cliff. New
Jersey
Pond, S., dan G. L. Pickard. 1983. Introductory Dynamical Oceanography. Pergamon Press. New
York.
http://gudangdaging.blogspot.com/2012/01/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_03.html
http://febriyuhendra.wordpress.com/2009/09/12/oseanografi/

TUGAS PAPER ARUS LAUT
ARUS GEOSTROPIK



Oleh :
Reandy Indrayana
Aloysius Anggih
Puji Prasetyaningsih
Thesyandra Mira A R
K2E 009 065
K2E 009 045
K2E 009 083
26020210120061

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI
JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014