Anda di halaman 1dari 8

ETOLOGI (PERILAKU)

Perilaku sebagai Akibat dari Pengaruh Genetis dan Faktor Lingkungan


Seringkali suatu perilaku hewan terjadi karena perngaruh genetis (perilaku
bawaan lahir atau innate behavior), dan karena akibat proses belajar atau pengalaman
yang dapat disebabkan oleh lingkungan. Pada perkembangan ekologi perilaku terjadi
perdebatan antara pendapat yang menyatakan bahwa perilaku yang terdapat pada suatu
organisme merupakan pengaruh alami atau karena akibat hasil asuhan atau
pemelilharaan, hal ini merupakan perdebatan yang terus berlangsung. Dari bagian hasil
kajian, diketahui bahwa terjadinya suatu perilaku disebabkan oleh keduanya, yaitu
genetis dan lingkungan (proses belaar), sehingga terjadi suatu perkembangan sifat.
!eberapa enis perilaku pada he"an
#$ Innate
!erupakan perilaku atau suatu potensi terjadinya perilaku yang telah ada di
dalam suatu indi"idu.
Perilaku yang timbul karena bawaan lahir berkembang se#ara tetap$pasti.
Perilaku ini tidak memerlukan adanya pengalaman atau memerlukan proses
belajar, seringkali terjadi pada saat baru lahir, dan perilaku ini bersi%at genetis
(diturunkan).
&$ Insting
%nsting adalah perilaku innate klasik yang sulit dijelaskan, walaupun demikian
terdapat beberapa perilaku insting yang merupakan hasil pengalaman, belajar dan
adapula yang merupakan fa#tor keturunan.
Semua makhluk hidup memiliki beberapa insting dasar.
'$ Pola Aksi Tetap (FAPs ( Fi)ed A*tion Paterns)
&'P adalah suatu perilaku stereotipik yang disebabkan oleh adanya stimulus
yang spesifik.
(ontohnya saat anak burung baru menetas akan selalu membuka mulutnya,
kemudian induknya akan menaruh makanan di dalam mulut anak burung tersebut.
(ontoh lainnya adalah anak bebek yang baru menetas akan masuk ke dalam air.
Perilaku ini telah diprogram sebelumnya, dengan kata lain, tidak diperlukan
proses belajar. %nduk burung tidak perlu belajar untuk memberi makan anaknya
yang baru menetas, anak bebek tidak perlu belajar berenang.
(ontoh lainnya seperti ritual perkawinan, mempertontonkan keindahan
(kejantanan) untuk menguasai suatu area (teritori). 'nda dapat memikirkan
perilaku lainnya yang merupakan &'P.
)tologi$!ateri *limpiade +iologi %ndonesia , , -
+$ Perilaku Akibat Proses !elaar
Proses belajar seringkali didefinisikan sebagai suatu upaya untuk mendapatkan
informasi dari adanya interaksi, atau suatu perilaku yang memang telah ada pada
organisme (hewan) dan #enderung memberikan pengertian dari suatu upaya #oba,
#oba. .ita ketahui bahwa perilaku dipengaruhi oleh fa#tor genetis, sehingga
organisme (hewan) dapat memiliki hubungan dengan indi"idu lain, dan juga dapat
berhubungan dengan lingkungan.
(ontoh, kelulushidupan dari suatu spesies karena mampu berkembangbiak, tetapi
dalam proses tersebut terlibat pula seleksi alamiah yang pada akhirnya akan
mempengaruhi organisme (hewan) tersebut.
.isaran +elajar dari yang Sederhana /ingga .ompleks
+elajar adalah suatu perubahan dalam perilaku yang merupakan hasil dari pengalaman.
0able dibawah ini menunjukkan berbagai bentuk dari belajar yang menghasilkan jenis,
jenis perilaku.
0ipe dan karakter belajar
0ipe +elajar.arakteristik/abituasi/ilang atau timbulnya respons kepada stimulus
setelah pengulangan suatu perlakuan%mprintingPada kehidupan hewan, belajar yang tidak
dapat diulang dan terbatas pada suatu periode kritis tertentu, seringkali dihasilkan dengan
adanya hubungan kuat antara induk dan seterusnya.'sosiasi Perubahan perilaku yang
diakibatkan dari suatu hubungan antara satu perilaku dengan system hukuman dan
hadiah1 dalam hal ini termasuk kondisi klasik dan belajar dengan men#oba,#oba (trial
and error) %mitasiPerilaku yang diakibatkan karena adanya proses pengamatan dan
meniru indi"idu lain.%no"asi Perilaku yang timbul dan berkembang karena terjadinya
respons terhadap suatu keadaan yang baru, tanpa men#oba,#oba atau imitas1 dikatakan
juga sebagai problelm solving
I$ ,abituasi (,abituation)
/abituasi adalah suatu bentuk perilaku belajar yang paling sederhana, akan
terjadi bila stimulus yang tidak berbahaya didapat oleh organisme (hewan) se#ara
berulang,ulang, setelah terjadi stimulus tersebut maka organisme (hewan) akan
mengabaikannya. /abituasi dihasilkan setelah organisme (hewan) belajar, sehingga akan
)tologi$!ateri *limpiade +iologi %ndonesia , , 2
kehilangan respons bila stimulus dilakukan berulang,ulang dan tidak membahayakan
dirinya.
(ontoh perilaku ini misalnya anda menyentuh$memukul se#ara perlahan seekor anjing
pada bagian belakangnya (ekor), maka ia akan menoleh ke belakang, bila anda memukul
perlahan dengan berulang kali, maka anjing tersebut tidak akan menghiraukannya atau
tidak akan menoleh. 'kan tetapi hal menarik akan terjadi bila anda memukul perlahan di
bagian lain atau bila anda memukul perlahan setelah beberapa hari, anjing akan
memberikan respon kembali. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa repons dasar pada
prinsipnya tidak hilang, tetapi untuk sementara waktu termodifikasi karena belajar.
II$ I-printing
'dalah suatu pengenalan terhadap satu objek seperti induk, hal tersebut terjadi
pada suatu periode kritis sesaat setelah lahir. (ontohnya sekelompok angsa yang baru
lahir anda beri makan atau angsa,angsa tersebut melihat suatu objek yang memberinya
makan, maka anak,anak angsa tersebut menganggap anda atau objek tersebut sebagai
induknya, dan akan terus mengikuti objek atau anda. 3alaupun anak,anak angsa tersebut
mellihat induknya yang benar, mereka akan mengabaikannya dan terus menganggap anda
adalah induknnya. (ontoh tersebut adalah hasil per#obaan .onrand 4oren5 yang
mendapat hadiah 6obel karena kajian tersebut.
Perilakku impritnting dan &'P akan terjadi pada makhluk hidup walaupun stimulus yang
diterimanya bukanlah yang alamiah. !isalnya induk burung akan memberi makanan
pada boneka anak burung yang membuka mulut pada sarangnya. 'nak,anak angsa akan
mengikuti boneka angsa dewasa yang diberi makanan dari belakangnya.
)tologi$!ateri *limpiade +iologi %ndonesia , , 7
Asosiasi atau Pengkondisian (Asso*iati.e. Learning)
Definisi asosiasi atau pengkondisian adalah perilaku yang disebabkan oleh suatu hasil
dari suatu respons terhadap kondisi,kondisi tertentu, baik kondisi tersebut diketahui atau
tidak . kondisi penyebab perilaku tersebut dikatakan pula sebagai stimulus. 8espons
adalah sesuatu yang di produksi atau dihasilkan karena adanya stimulus.
Perilaku ini dapat dibagi menjadi
a$ Pengkondisian Klasik (/lassi*al /onditioning)
'tau disebut juga dengan Perilaku Asosiati%. (ontoh yang paling banyak
digunakan adalah hasil per#obaan %"an Pa"lo" (ahli fisiololgi perilaku dari 8usia)
yang menggunakan bel untuk anjing, bila bel berbunyi anjing itu diberi makanan,
sebelum menyantap makanannya, anjing tersebut mengeluarkan sali"a. +eberapa
saat setelah itu, walaupun tidak ada makanan, sesaat setelah itu mendengar bunyi
bel yang sama, anjing tersebut tetap mengeluarkan sali"anya.
b$ Pengkondisian Operant (Operant /onditioning)
.ondisi yang disebut men#oba,#oba atau trial and error. Semakin dekat
indi"idu mendapatkan respon dengan adanya stimulus positif, maka indi"idu
tersebut akan semakin mudah mengulang keberhasilan respon yang dilakukan.
Perilaku ini termasuk dalam melatih seekor hewan. Dapat juga terjadi pada seekor
hewan yang semakin lama semakin sedikit mengeluarkan energinya untuk
mendapatkan makanan. Perilaku ini seringkali dijumpai pula pada hewan yang
tidak akan mengulangi perbuatannya karena ternyata perbuatan tersebut dapat
membahayakan dirinya.
)tologi$!ateri *limpiade +iologi %ndonesia , , 9

'ssosiati"e learning
III$ I-itasi
+erbagai jenis hewan dapat melakukan perilaku sebagai akibat dari pengamatan
dan meniru perilaku hewan lainnya. Perilaku tipe ini banyak dipelajari pada burung, akan
tetapi perilaku imitasi tidak terbatas oleh suatu periode kritis tertentu. +anyak hewan
predator, termasuk ku#ing, anjing dan serigala kelihatannya belajar dasar taktik berburu
dengan mengamati dan menirukan induknya. Pada beberapa kasus, fa#tor berburu genetis
dan #ara men#oba,#oba dalam tipe belajar ini memegang peranan penting.
I0$Ino.asi atau 1Proble- 2ol.ing3 atau 1Insight Learning3
%no"asi atau disebut juga reasoning adalah suatu kemampuan untuk merespon
sesuatu terhadap keadaan baru dan dilakukan dengan tepat. Perilakku tipe ini
berhubungan dengan kemampuan organisme (hewan) untuk melakukan pendekatan
terhadap suatu situasi yang baru dan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi. %ntinya,
setiap organisme (hewan dan juga manusia) dapat memiliki perilaku tertentu atau
bertindak untuk melakukan sesuatu dengan alasan tertentu atau berfikir. Subjek dari
ino"asi adalah penyelesaian masalah, sehingga tipe perilaku ini sering pula diberi istilah
Problem Solving .
Perilaku 4erupakan Re%leksi E.olusi
Dari penjelasan sebelum ini, dapat dikatakan bahwa perilaku adalah suatu adaptasi
e"olusi yang menyebabkan terjadinya suatu peningkatan kelulushidupan dan kesuksesan
reproduksi serta kebugaran. 3alaupun demikian, perilaku juga merupakan suatu hasil
pengaturan dari hewan terhadap lingkungan dengan #ara seleksi alam. Pada begian
berikut kita akan membahas peran ekologi dari suatu hewan sehingga dapat hidup sukses
di lingkungan.
)tologi$!ateri *limpiade +iologi %ndonesia , , :
Rit-e !iologi
+anyak jenis hewan mamalia seperti kelelawar, harimau, dan bangsa ku#ing kurang aktif
pada siang hari dan makan saat matahari tenggelam atau aktif malam hari. 'kan tetapi,
banyak jenis burung tidur pada malam hari, seperti siklus tidur$bangun pada siang hari.
Pola hidup yang berulang,ulang setiap hari, seperti siklus tidur$bangun pada makhluk
hidup disebut 8itme Sikardian (Cycardian Rythm). Pada tanaman dan juga pada makhluk
hidup lainnya, ritme biologi dikatakan juga dengan istilah ;am +iologi.
Penyebab eksternal, khususnya siklus #ahaya dapat mengatur waktu, membuat tubuh
memiliki koordinasi ritme dengan ketat. Selain fa#tor lamanya organisme yang dibedakan
pada periode terang gelap tertentu., temperatur juga berperan dalam ritme biologi.
Organis-e -engunakan berbagai -ekanis-e untuk bergerak
/ewan dan tumbuhan atau organ dari suatu organisme memiliki #ara khusus saat
melakukan pergerakan yaitu karena adanya aksi atau stimulus, sehingga organisme
tersebut bergerak.
- Kinesis
2 Taksis
7 Kelo-pok
Ko-unikasi 5
<mumnya terjadi di antara sesama spesies, misalnya untuk mengenali pasangan kawin.
Pada hwean,hewan so#ial komunikasi dilakukan untuk mengenali koloninya.
<ntuk mengenal terjadinya bahaya, sehingga dapat dihindari
0erjadi melalui perantara senyawa kimia, %ero-on6 yang diekskresikan keluar tubuh
organisme dan dapat dikenali melalui bau, rasa,dll oleh sesama spesies dan akan berguna
untuk berbagai kehidupannya, misalnya untuk kawin, tempat berkumpul (agregasi),
menemukan makanan, mengenali koloni, adanya bahaya.
0erjadi se#ara "isual, misalnya untuk mengenali pasangan kawinnya atau saat
mempertahankan daerah teritori
.omunikasi suara (auditory #ommuni#ation),misalnya untuk mengetahui sumber
makanan
)tologi$!ateri *limpiade +iologi %ndonesia , , =
Perilaku sosial (2o*ial beha.ior)5
Agonistik
Perilaku agresif yang pada dasarnya dilakukan untuk dapat hidup
(sur"i"al). Pada umumnya merupakan ritual, memperlihatkan kekuatan
dan keindahan (suara, tubuh,dll)
Teritori
Perilaku untuk mempertahankan daerah edar atau teritori, merupakan
suatu usaha organisme (hewan) untuk mempertahankan adanya tempat
sumber makanan, tempat untuk akti"itas reproduksi dan kesuksesan dalam
memelihara anak atau keturunannya.
Altruistik
Perilaku non egois, yang banyak dilakukan oleh hewan,hewan yang
berkoloni.%ndi"idu yang melakukan perilaku ini tidak mendapatkan
keuntungan, bahkan dapat mematikan dirinya, akan tetapi perilaku ini
akan memberikan keuntungan bagi kelompoknya atau koloninya, sehingga
terjadi peningkatan kebugaran dari koloni tersebut.
)tologi$!ateri *limpiade +iologi %ndonesia , , >


)tologi$!ateri *limpiade +iologi %ndonesia , , ?