Anda di halaman 1dari 1

Tugas Management Control System - Ringkasan Kasus Enager Industries Inc.

Okkytania Etikaningrum P 13/358200/PEK/18489


1


Enager Industries, Inc adalah sebuah perusahaan penghasil barang dan jasa, dan terbagi
ke dalam tiga divisi, yaitu (1) Consumer Product, (2) Industrial Product, dan (3) Professional
Services. Consumer Products memproduksi alat-alat rumah tangga, seperti peralatan dapur, yang
beraneka ragam namun memiliki nilai jual yang paling rendah dibandingkan dengan produk dari
divisi lainnya. Industrial Product menghasilkan produk yang memiliki spesifikasi sesuai
permintaan konsumen, namun diproduksi secara massal untuk produk pesanan tersebut. Berbeda
dengan kedua divisi lainnya, Professional Service, yang merupakan divisi terbaru dalam Enager,
menghasilkan engineering services dan merupakan divisi yang paling cepat pertumbuhannya.
Sebelum 2012, Ketiga divisi diposisikan sebagai pusat laba, namun Presiden dari Enager
merubahnya menjadi pusat investasi. Selanjutnya target yang ditetapkan sebagai dasar penilaian
kinerja berdasar pada Return on Asset (ROA). Randall, CFO Enager Industries menargetkan
ROA akhir tahun minimal 12% pada 1992 dan 1993. Ia mensyaratkan proposal proyek baru baru
harus memiliki ROA kotor minimal 15%. Seluruh proposal proyek baru yang membutuhkan
dana lebih dari $1,500,000 akan direview secara langsung oleh Henry Hubbard, Chief Executive
Officer Enager. Berdasarkan kebijakan ini, Enager mengalami masalah internal terutama dengan
manajer pengembangan produk dari Divisi Consumer Product, Sarah McNeils. Proposal proyek
baru yang diajukan Sarah ditolah oleh Mr. Hubbard karena ROA proyeksi kurang dari 15%,
yaitu sebesar 13%.
Hubbard dan Randall cukup puas dengan capaian tahun 1992, dimana ROA perusahaan
meningkat dari 5,2% menjadi 5,7%, dan gross return meningkat dari 9,3% menjadi 9,5%. Akhir
1992, presiden menekan general manager produk industri untuk menaikkan return of investment
karena dianggap tidak memberikan kontribusi keuntungan pada perusahaan. Hasil kinerja tahun
2013 memberikan kekecewaan bagi Randall, ROA turun dari 5,7% menjadi 5,4%. Begitu pula
dengan gross return yang turun dari 9,5% menjadi 9,4%. Di sisi lain, return on sales meningkat
dari 5,1% menjadi 5,5%, dan ROE meningkat dari 9,1% menjadi 9,2%. Di antara ketiga divisi,
hanya divisi Professional Service yang mampu melampaui target ROA 12% di tahun 1993, yaitu
sebesar 14,6%. Sedangkan divisi Consumer Product menghasilkan ROA sebesar 10,8% dan
Industrial Product menghasilkan 6,9%.

Anda mungkin juga menyukai