Anda di halaman 1dari 17

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

Hal. 1/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II BPP Teknologi !antai "# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tel% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# tt p 233 4 44 %r ist e k%g o %id

BUDIDAYA IKAN LELE
( Clarias )
1. SEJARAH SINGKAT
Lele merupakan jenis ikan konsumsi air taar dengan tubuh memanjang
dan kulit licin. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah,
antara lain: ikan kalang !adang", ikan maut #ayo, $ceh", ikan pintet
%alimantan &elatan", ikan keling 'akasar", ikan cepi (ugis", ikan lele
atau lindi )a*a +engah". &edang di negara lain dikenal dengan nama
mali $,rika", plamond +hailand", ikan keli 'alaysia", gura magura
&rilangka", ca tre trang )epang". Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish,
siluroid, mudfish dan walking catfish.
Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di
sungai dengan arus air yang perlahan, ra*a, telaga, *aduk, sa*ah yang
tergenang air. Ikan lele bersi,at noctural, yaitu akti, bergerak mencari
makanan pada malam hari. !ada siang hari, ikan lele berdiam diri dan
berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim
penghujan.
!. SENTRA "ERIKANAN
Ikan lele banyak ditemukan di benua $,rika dan $sia. Dibudidayakan
di +hailand, India, !hilipina dan Indonesia. Di +hailand produksi ikan lele
.7/ kg/1//m0/tahun. Di India daerah $sam" produksinya rata-rata tiap
7 bulan mencapai 10// kg/Ha.

Hal. 0/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetauan dan Teknologi
Gedung II BPP Teknologi !antai "# $l% M%&% Tamrin ' $akarta ()*+)
Tel% ),( *(" -(""."-# /a0% ),( *(" (-1,# tt p 233 4 44 %r ist e k%g o %id
TTG BUDIDAYA PERIKANAN
#. JENIS
%lasi,ikasi ikan lele menurut Hasanuddin &aanin dalam Djatmika et al 1.12"
adalah:
%ingdom : Animalia
&ub-kingdom : Metazoa
!hyllum : 3hordata
&ub-phyllum : 4ertebrata
%las : !isces
&ub-klas : +eleostei
5rdo : 5stariophysi
&ub-ordo : &iluroidea
6amilia : 3lariidae
#enus : Clarias
Di Indonesia ada 2 enam" jenis ikan lele yang dapat dikembangkan:
1" Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele )a*a", ikan kalang &umatera
(arat", ikan maut &umatera 7tara", dan ikan pintet %alimantan &elatan".
0" Clarias teysmani, dikenal sebagai lele %embang )a*a (arat", %alang putih
!adang".
8" Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri &umatera &elatan",
*ais )a*a +engah", *iru )a*a (arat".
9" Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi )a*a", limbat &umatera
(arat", kaleh %alimantan &elatan".
:" Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli &umatera (arat", ikan
penang %alimantan +imur".
2" Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo Lele Domba", %ing cat
,ish, berasal dari $,rika.
$. %AN&AAT
1" &ebagai bahan makanan
0" Ikan lele dari jenis C. batrachus juga dapat diman,aatkan sebagai ikan
pajangan atau ikan hias.
8" Ikan lele yang dipelihara di sa*ah dapat berman,aat untuk memberantas
hama padi berupa serangga air, karena merupakan salah satu makanan
alami ikan lele.
9" Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain
untuk mengobati penyakit asma, menstruasi datang bulan" tidak teratur,
hidung berdarah, kencing darah dan lain-lain.

'. "ERSY AR AT AN L( K ASI
1" +anah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah
liat/lempung, tidak berporos, berlumpur dan subur. Lahan yang
dapat digunakan untuk budidaya lele dapat berupa: sa*ah,
kecomberan, kolam pekarangan, kolamkebun, dan blumbang.
0" Ikan lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang
tingginya maksimal 7// m dpl.
8" ;le<asi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah :-1/=.
9" Lokasi untuk pembuatan kolam harus berhubungan langsung atau dekat
dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya.
:" Lokasi untuk pembuatan kolam hendaknya di tempat yang teduh, tetapi
tidak berada di ba*ah pohon yang daunnya mudah rontok.
2" Ikan lele dapat hidup pada suhu 0/
/
3, dengan suhu optimal antara 0:-01
/
3. &edangkan untuk pertumbuhan lar<a diperlukan kisaran suhu antara 02-
8/
/
3 dan untuk pemijahan 09-01
/
3.
7" Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya
cukup, sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin >at 5
0
.
1" !erairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri,
atau mengandung kadar minyak atau bahan lainnya yang dapat mematikan
ikan.
." !erairan yang banyak mengandung >at->at yang dibutuhkan ikan dan
bahan makanan alami. !erairan tersebut bukan perairan yang ra*an banjir.
1/" !ermukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daun-
daunan hidup, seperti enceng gondok.
11" 'empunyai pH 2,:?.@ kesadahan derajat butiran kasar " maksimal
1// ppm dan optimal :/ ppm@ turbidity kekeruhan" bukan lumpur antara
8/?2/ cm@ kebutuhan 5
0
optimal pada range yang cukup lebar, dari /,8
ppm untuk yang de*asa sampai jenuh untuk burayak@ dan kandungan 35
0
kurang dari
10,1 mg/liter, amonium terikat 197,0.-1:7,:2 mg/liter.
10" !ersyaratan untuk pemeliharaan ikan lele di keramba :
a. &ungai atau saluran irigasi tidak curam, mudah dikunjungi/dikontrol.
b. Dekat dengan rumah pemeliharaannya.
c. Lebar sungai atau saluran irigasi antara 8-: meter.
d. &ungai atau saluran irigasi tidak berbatu-batu, sehingga keramba mudah
dipasang.
e. %edalaman air 8/-2/ cm.
). "ED(%AN TEKNIS BUDIDAYA
).1. "*n+ia,an Sarana -an "*ra.atan
Dalam pembuatan kolam pemeliharaan ikan lele sebaiknya ukurannya tidak
terlalu luas. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan penga*asan. (entuk
dan ukuran kolam pemeliharaan ber<ariasi, tergantung selera pemilik dan
lokasinya. +etapi sebaiknya bagian dasar dan dinding kolam dibuat permanen.
!ada minggu ke 1-2 air harus dalam keadaan jernih kolam, bebas
dari pencemaran maupun ,itoplankton. Ikan pada usia 7-. minggu kejernihan
airnya harus dipertahankan. !ada minggu 1/, air dalam batas-batas
tertentu masih diperbolehkan. %ekeruhan menunjukkan kadar bahan padat
yang melayang dalam air plankton". $lat untuk mengukur kekeruhan air
disebut secchi.
!rakiraan kekeruhan air berdasarkan usia lele minggu" sesuai angka secchi :
- 7sia 1/-1: minggu, angka secchi A 8/-:/
- 7sia 12-1. minggu, angka secchi A 8/-9/
- 7sia 0/-09 minggu, angka secchi A 8/
).!. "*n+ia,an Bi/it
1" 'enyiapkan (ibit
a. !emilihan Induk
1. 3iri-ciri induk lele jantan:
- %epalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.
- Barna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina.
- 7rogenital papilla kelamin" agak menonjol, memanjang ke arah
belakang, terletak di belakang anus, dan *arna kemerahan.
- #erakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng
depress".
- !erutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele
betina.
- (ila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor
akan mengeluarkan cairan putih kental spermato>oa-mani".
- %ulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina.
0. 3iri-ciri induk lele betina
- %epalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.
- Barna kulit dada agak terang.
- 7rogenital papilla kelamin" berbentuk o<al bulat daun" ber*arna
kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.
- #erakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.
- !erutnya lebih gembung dan lunak.
- (ila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut
ke arahekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan
ovum/telur".
8. &yarat induk lele yang baik:
- %ulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan.
- Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil
supaya terbiasa hidup di kolam.
- (erat badannya berkisar antara 1//-0// gram, tergantung
kesuburan badan dengan ukuran panjang 0/-: cm.
- (entuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan
lincah.
- 7mur induk jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina
berumur satu tahun.
- 6rekuensi pemijahan bisa satu bula sekali, dan sepanjang hidupnya
bisa memijah lebih dari 1: kali dengan syarat apabila
makanannya mengandung cukup protein.
9. 3iri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai
berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan
yang betina. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam
kolam tersendiri untuk dipijahkan.
:. !era*atan induk lele:
- &elama masa pemijahan dan masa pera*atan, induk ikan lele diberi
makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan
daging bekicot, lar<a lalat/belatung, rayap atau makanan buatan
pellet". Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein
yang relati, tinggi, yaitu 2/=. 3acing sutra kurang baik untuk
makanan induk lele, karena kandungan lemaknya tinggi.
!emberian cacing sutra harus dihentikan seminggu menjelang
perka*inan atau pemijahan.
- 'akanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah :-1/= dari
berat total ikan.
- &etelah benih berumur seminggu, induk betina dipisahkan,
sedangkan induk jantan dibiarkan untuk menjaga anak-
anaknya. Induk jantan baru bisa dipindahkan apabila anak-anak
lele sudah berumur 0 minggu.
- &egera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang
penyakit untuk segera diobati.
- 'engatur aliran air masuk yang bersih, *alaupun kecepatan aliran
tidak perlu deras, cukup :-2 liter/menit.
b. !emijahan +radisional
1. !emijahan di %olam !emijahan
Ko.am in-uk0
- %olam dapat berupa tanah seluruhnya atau tembok sebagian dengan
dasar tanah.
- Luas ber<ariasi, minimal :/ m0.
- %olam terdiri dari 0 bagian, yaitu bagian dangkal 7/=" dan bagian
dalam kubangan" 8/ = dari luas kolam. %ubangan ada di
bagian tengah kolam dengan kedalaman :/-2/ cm,
ber,ungsi untuk bersembunyi induk, bila kolam
disurutkan airnya.
- !ada sisi-sisi kolam ada sarang peneluran dengan ukuran 8/C8/C0:
cm8, dari tembok yang dasarnya dilengkapi saluran pengeluaran
dari pipa paralon diamneter 1 inchi untuk keluarnya banih ke
kolam pendederan.
- &etiap sarang peneluran mempunyai satu lubang yang dibuat dari
pipa paralon !43" ukuran 9 inchi untuk masuknya induk-induk
lele.
- )arak antar sarang peneluran 1 m.
- %olam dikapur merata, lalu tebarkan pupuk kandang kotoran ayam"
sebanyak ://-7:/ gram/m0.
- $iri kolam sampai batas kubangan, biarkan selama 9 hari.
Ko.am Roti1*ra (2a2in3 /*rs*. tun33a.)0
- Letak kolam roti,era di bagian atas dari kolam induk ber,ungi untuk
menumbuhkan makanan alami ikan roti,era".
- %olam roti,era dihubungkan ke kolam induk dengan pipa paralon
untuk mengalirkan roti,era.
- %olam roti,era diberi pupuk organik untuk memenuhi persyaratan
tumbuhnya roti,era.
- Luas kolam 1/ m0.
"*mi4a5an0
- &iapkan induk lele betina sebanyak 0 C jumlah sarang yang tersedia
dan induk jantan sebanyak jumlah sarang@ atau satu pasang
per sarang@ atau satu pasang per 0-9 m0 luas kolam pilih salah
satu".
- 'asukkan induk yang terpilih ke kubangan, setelah kubangan diairi
selama 9 hari.
- (eri/masukkan makanan yang berprotein tinggi setiap hari
seperti cacing, ikan rucah, pellet dan semacamnya, dengan
dosis jumlah berat makanan" 0-8= dari berat total ikan yang
ditebarkan .
- (iarkan sampai 1/ hari.
- &etelah induk dalam kolam selama 1/ hari, air dalam
kolam dinaikkan sampai 1/-1: cm di atas lubang sarang
peneluran atau kedalaman air dalam sarang sekitar 0/-0: cm.
(iarkan sampai 1/ hari. !ada saat ini induk tak perlu diberi
makan, dan diharapkan selama 1/ hari berikutnya induk telah
memijah dan bertelur. &etelah
09 jam, telur telah menetas di sarang, terkumpullah benih lele.
Induk lele yang baik bertelur 0-8 bulan satu kali bila makanannya
baik dan akan bertelur terus sampai umur : tahun.
- (enih lele dikeluarkan dari sarnag ke kolam pendederan
dengan cara: air kolam disurutkan sampai batas kubangan,
lalu benih dialirkan melalui pipa pengeluaran.
- (enih-benih lele yang sudah dipindahkan ke kolam pendederan
diberi makanan secara intensi,, ukuran benih 1-0 cm,
dengan kepadatan 2/ -1// ekor/m0.
- Dari seekor induk lele dapat menghasilkan 0/// ekor benih
lele.
!emijahan induk lele biasanya terjadi pada sore hari atau malam
hari.
0. !emijahan di (ak !emijahan &ecara (erpasangan
"*n+ia,an /ak ,*mi4a5an s*2ara /*r,asan3an0
- (uat bak dari semen atau teraso dengan ukuran 1 C 1 m atau 1 C 0
m dan tinggi /,2 m.
- Di dalam bak dilengkapi kotak dari kayu ukuran 0: C 9/C8/ cm tanpa
dasar sebagai sarang pemijahan. Di bagian atas diberi lubang
dan diberi tutup untuk melihat adanya telur dalam sarang. (agian
depan kotak/sarang pemijahan diberi enceng gondok supaya kotak
menjadi gelap.
- &arang pemijahan dapat dibuat pula dari tumpukan batu bata
atau ember plastik atau barang bekas lain yang memungkinkan.
- &arang bak pembenihan diberi ijuk dan kerikil untuk menempatkan
telur hasil pemijahan.
- &ebelum bak digunakan, bersihkan/cuci dengan air dan bilas dengan
,ormalin 9/ = atau %'n59 dapat dibeli di apotik"@ kemudian
bilas lagi dengan air bersih dan keringkan.
"*mi4a5an0
- +ebarkan I satu" pasang induk dalam satu bak setelah bak diisi air
setinggi 0: cm. &ebaiknya airnya mengalir. !enebaran
dilakukan pada jam 19.//?12.//.
- (iarkan induk selama :-1/ hari, beri makanan yang intensi,. &etelah
1/ hari, diharapkan sepasang induk ini telah memijah, bertelur
dan dalam *aktu 09 jam telur-telur telah menetas. +elur-telur yang
baik adalah yang ber*arna kuning cerah.
- (eri makanan anak-anak lele yang masih kecil stadium lar<a"
tersebut berupa kutu air atau anak nyamuk dan setelah agak
besar dapat diberi cacing dan telur rebus.
8. !emijahan di (ak !emijahan &ecara 'asal
"*n+ia,an /ak ,*mi4a5an s*2ara masa.0
- (uat bak dari semen seluas 0/ m0 atau :/ m0, ukuran 0C1/ m0 atau
:C1/ m0.
- Di luar bak, menempel dinding bak dibuat sarang pemijahan ukuran
8/C8/C8/ cm8, yang dilengkapi dengan saluran pengeluaran
benih dari paralon !43" berdiameter 1 inchi. &etiap sarang
dibuatkan satu lubang dari paralon berdiameter 9 inchi.
- Dasar sarang pemijahan diberi ijuk dan kerikil untuk tempat
menempel telur hasil pemijahan.
- &ebelum digunakan, bak dikeringkan dan dibilas dengan larutan
desin,ektan atau ,ormalin, lalu dibilas dengan air bersih@
kemudian keringkan.
"*mi4a5an0
- +ebarkan induk lele yang terpilih matang telur" dalam bak
pembenihan sebanyak 0Cjumlah sarang , induk jantan sama
banyaknya dengan induk betina atau dapat pula ditebarkan 0:-
:/ pasang untuk bak seluas :/ m0 :C1/ m0", setelah bak
pembenihan diairi setinggi 1 m.
- &etelah 1/ hari induk dalam bak, surutkan air sampai ketinggian :/-
2/ cm, induk beri makan secara intensi,.
- &epuluh hari kemudian, air dalam bak dinaikkan sampai di atas
lubang sarang sehingga air dalam sarang mencapai ketinggian 0/-
0: cm.
- &aat air ditinggikan diharapkan induk-induk berpasangan masuk
sarang pemijahan, memijah dan bertelur. (iarkan sampai 1/ hari.
- &epuluh hari kemudian air disurutkan lagi, dan diperkirakan telur-
telur dalam sarang pemijahan telah menetas dan menjadi benih lele.
- (enih lele dikeluarkan melalui saluran pengeluaran benih untuk
didederkan di kolam pendederan.
c. !emijahan (uatan
3ara ini disebut Induced Breeding atau hypophysasi yakni merangsang
ikan lele untuk ka*in dengan cara memberikan suntikan berupa cairan
hormon ke dalam tubuh ikan. Hormon hipophysa berasal dari kelenjar
hipophysa, yaitu hormon gonadotropin. 6ungsi hormon gonadotropin:
- #ametogenesis: memacu kematangan telur dan sperma,
disebut 6ollicel &timulating Hormon. &etelah 10
jam penyuntikan, telur mengalami o<ulasi
keluarnya telur dari jaringan ikat indung telur". &elama o<ulasi,
perut ikan betina akan membengkak sedikit demi sedikit karena
o<arium menyerap air. &aat itu merupakan saat yang baik untuk
melakukan pengurutan perut stripping".
- 'endorong na,su seC libido"
0" !erlakuan dan !era*atan (ibit
a. %olam untuk pendederan:
1. (entuk kolam pada minggu 1-0, lebar :/ cm, panjang 0// cm,
dan tinggi :/ cm. Dinding kolam dibuat tegak lurus, halus, dan
licin, sehingga apabila bergesekan dengan tubuh benih lele tidak
akan melukai. !ermukaan lantai agak miring menuju
pembuangan air. %emiringan dibuat beda 8 cm di antara kedua
ujung lantai, di mana yang dekat tempat pemasukan air lebih
tinggi. !ada lantai dipasang pralon dengan diameter 8-: cm dan
panjang 1/ m.
0. %ira-kira 1/ cm dari pengeluaran air dipasang saringan yang dijepit
dengan 0 bingkai kayu tepat dengan permukaan dalam dinding kolam.
Di antara 0 bingkai dipasang selembar kasa nyamuk dari bahan plastik
berukuran mess /,:-/,7 mm, kemudian dipaku.
8. &etiap kolam pendederan dipasang pipa pemasukan dan pipa air untuk
mengeringkan kolam. !ipa pengeluaran dihubungkan dengan pipa
plastik yang dapat ber,ungsi untuk mengatur ketinggian air kolam. !ipa
plastik tersebut dikaitkan dengan suatu pengait sebagai gantungan.
9. 'inggu ketiga, benih dipindahkan ke kolam pendederan yang lain.
!engambilannya tidak boleh menggunakan jaring, tetapi dengan
mengatur ketinggian pipa plastik.
:. %olam pendederan yang baru berukuran 1// C 0// C :/ cm,
dengan bentuk dan konstruksi sama dengan yang sebelumnya.
b. !enjarangan:
1. !enjarangan adalah mengurangi padat penebaran yang
dilakukan karena ikan lele berkembang ke arah lebih besar,
sehingga <olume ratio antara lele dengan kolam tidak seimbang.
- $pabila tidak dilakukan penjarangan dapat mengakibatkan :
- Ikan berdesakan, sehingga tubuhnya akan luka.
- +erjadi perebutan ransum makanan dan suatu saat dapat
memicu mumculnya kanibalisme ikan yang lebih kecil dimakan
oleh ikan yang lebih besar".
- &uasana kolam tidak sehat oleh menumpuknya 350 dan DH8, dan
50 kurang sekali sehingga pertumbuhan ikan lele terhambat.
0. 3ara penjarangan pada benih ikan lele :
- 'inggu 1-0, kepadatan tebar :/// ekor/m0
- 'inggu 8-9, kepadatan tebar 110: ekor/m0
- 'inggu :-2, kepadatan tebar :0: ekor/m0
c. !emberian pakan:
1. Hari pertama sampai ketiga, benih lele mendapat makanan dari
kantong kuning telur yolk sac" yang diba*a sejak menetas.
0. Hari keempat sampai minggu kedua diberi makan >ooplankton,
yaitu Daphnia dan $rtemia yang mempunyai protein 2/=. 'akanan
tersebut diberikan dengan dosis 7/= C biomassa setiap hari yang
dibagi dalam
9 kali pemberian. 'akanan ditebar disekitar tempat pemasukan
air. %ira-kira 0-8 hari sebelum pemberian pakan >ooplankton
berakhir, benih lele harus dikenalkan dengan makanan dalam
bentuk tepung yang berkadar protein :/=. &edikit dari tepung
tersebut diberikan kepada benih 1/-1: menit sebelum pemberian
>ooplankton. 'akanan yang berupa teoung dapat terbuat dari
campuran kuning telur, tepung udang dan sedikit bubur nestum.
8. 'inggu ketiga diberi pakan sebanyak 98= C biomassa setiap hari.
9. 'inggu keempat dan kelima diberi pakan sebanyak 80= C
biomassa setiap hari.
:. 'inggu kelima diberi pakan sebanyak 01= C biomassa setiap hari.
2. 'inggu ketiga diberi pakan sebanyak 98= C biomassa setiap hari.
7. 'inggu keenam sudah bisa dicoba dengan pemberian pelet apung.
d. !engepakan dan pengangkutan benih
1. 3ara tertutup:
- %antong plastik yang kuat diisi air bersih dan benih dimasukkan
sedikit demi sedikit. 7dara dalam plastik dikeluarkan. 50 dari
tabung dimasukkan ke dalam air sampai <olume udara dalam plastik
1/8?1/9 bagian. 7jung plastik segera diikat rapat.
- !lastik berisi benih lele dimasukkan dalam kardus atau peti supaya
tidak mudah pecah.
0. 3ara terbuka dilakukan bila jarak tidak terlalu jauh:
- (enih lele dilaparkan terlebih dahulu agar selama pengangkutan, air
tidak keruh oleh kotoran lele. 7ntuk pengangkutan lebih dari : jam".
- +empat lele diisi dengan air bersih, kemudian benih dimasukkan
sedikit demi sedikit. )umlahnya tergantung ukurannya. (enih ukuran
1/ cm dapat diangkut dengan kepadatan maksimal 1/.////m8 atau
1/ ekor/liter. &etiap 9 jam, seluruh air diganti di tempat yang teduh.
).#. "*m*.i5araan "*m/*saran
1" !emupukan
a. &ebelum digunakan kolam dipupuk dulu. !emupukan bermaksud
untuk menumbuhkan plankton he*ani dan nabati yang menjadi
makanan alami bagi benih lele.
b. !upuk yang digunakan adalah pupuk kandang kotoran ayam"
dengan dosis ://-7// gram/m
0
. Dapat pula ditambah urea 1: gram/m0,
+&! 0/ gram/m
0
, dan amonium nitrat 1: gram/m
0
. &elanjutnya dibiarkan
selama 8 hari.
c. %olam diisi kembali dengan air segar. 'ula-mula 8/-:/ cm dan
dibiarkan selama satu minggu sampai *arna air kolam berubah menjadi
coklat atau kehijauan yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik
yang tumbuh sebagai makanan alami lele.
d. &ecara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele ditebar.
0" !emberian !akan
a. 'akanan $lami Ikan Lele
1. 'akanan alamiah yang berupa Eooplankton, lar<a, cacing-cacing, dan
serangga air.
0. 'akanan berupa ,itoplankton adalah #omphonema spp gol.
Diatome", $nabaena spp gol. 3yanophyta",
Da<icula spp gol. Diatome",
ankistrodesmus spp gol. 3hlorophyta".
8. Ikan lele juga menyukai makanan busuk yang berprotein.
9. Ikan lele juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus.
b. 'akanan +ambahan
1. !emeliharaan di kecomberan dapat diberi makanan tambahan
berupa sisa-sisa makanan keluarga, daun kubis, tulang ikan, tulang
ayam yang dihancurkan, usus ayam, dan bangkai.
0. 3ampuran dedak dan ikan rucah .:1" atau campuran bekatul, jagung,
dan bekicot 0:1:1".
c. 'akanan (uatan !ellet"
1. %omposisi bahan = berat": tepung ikanA07,//@ bungkil
kacang kedeleA0/,//@ tepung teriguA1/,:/@ bungkil kacang
tanahA11,//@ tepung kacang hijauA.,//@ tepung
darahA:,//@ dedakA.,//@ <itaminA1,//@ mineralA/,://@
0. !roses pembuatan:
Dengan cara menghaluskan bahan-bahan, dijadikan adonan
seperti pasta, dicetak dan dikeringkan sampai kadar airnya kurang
dari 1/=. !enambahan lemak dapat diberikan dalam bentuk
minyak yang dilumurkan pada pellet sebelum diberikan kepada lele.
Lumuran minyak juga dapat memperlambat pellet tenggelam.
8. 3ara pemberian pakan:
- !ellet mulai dikenalkan pada ikan lele saat umur 2 minggu dan
diberikan pada ikan lele 1/-1: menit sebelum pemberian
makanan yang berbentuk tepung.
- !ada minggu 7 dan seterusnya sudah dapat langsung diberi
makanan yang berbentuk pellet.
- Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari, karena suhu
tinggi dapat mengurangi na,su makan lele.
8" !emberian 4aksinasi
3ara-cara <aksinasi sebelum benih ditebarkan:
a. 7ntuk mencegah penyakit karena bakteri, sebelum ditebarkan, lele
yang berumur 0 minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan ,ormalin
dengan dosis 0// ppm selama 1/-1: menit. &etelah di<aksinasi lele
tersebut akan kebal selama 2 bulan.
b. !encegahan penyakit karena bakteri juga dapat dilakukan dengan
menyutik dengan terramycin 1 cc untuk 1 kg induk.
c. !encegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam
lele dalam larutan 'alachite #reen 5Calate 0,:?8 ppm selama 8/ menit.
9" !emeliharaan %olam/+ambak
a. %olam diberi perlakuan pengapuran dengan dosis 0:-0// gram/m0 untuk
memberantas hama dan bibit penyakit.
b. $ir dalam kolam/bak dibersihkan 1 bulan sekali dengan cara
mengganti semua air kotor tersebut dengan air bersih yang telah
diendapkan 0 malam.
c. %olam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan
dan dilakukan pengapuran dengan dosis 0// gram/m
0
selama satu
minggu. +epung kapur 3a5" ditebarkan merata di dasar kolam,
kemudian dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-
retak.
6. HA%A DAN "ENYAKIT
6.1. Hama -an "*n+akit
a. Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu
kehidupan lele.
b. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang
lele antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air,
ikan gabus dan belut.
c. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang
sering menyerang hanya katak dan kucing. !emeliharaan lele secara
intensi, tidak banyak diserang hama.
!enyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat
rendah seperti <irus, bakteri, jamur, dan proto>oa yang berukuran kecil.
1" !enyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan seudomonas
hydrophylla
(entuk bakteri ini seperti batang dengan polar ,lage cambuk yang terletak di
ujung batang", dan cambuk ini digunakan untuk bergerak, berukuran /,7?/,1
C 1?1,: mikron. G* 4a.a : i*arna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul
pendarahan, berna,as megap-megap di permukaan air. "*n3*n - a.ian :
memelihara lingkungan perairan agar tetap bersih, termasuk kualitas
air. !engobatan melalui makanan antara lain: 1" +erramycine dengan
dosis :/ mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7?1/ hari berturut-turut. 0"
&ulphonamid sebanyak 1// mg/kg ikan/hari selama 8?9 hari.
0" !enyakit +uberculosis
"* n + */a / : bakteri Mycobacterium fortoitum". G* 4a .a : tubuh ikan ber*arna
gelap, perut bengkak karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal,
dan limpa". !osisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-
miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip. " * n3*n - a .ian : memperbaiki
kualitas air
dan lingkungan kolam. " * n3o/atan : dengan +erramycin dicampur dengan
makanan :?7,: gram/1// kg ikan/hari selama :?1: hari.
8" !enyakit karena jamur/canda*an &aprolegnia.
)amur ini tumbuh menjadi sapro,it pada jaringan tubuh yang mati atau ikan
yang kondisinya lemah. G * 4a.a : ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus
seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah,
menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya.
!enyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.
"*n 3 *n-a. ian : benih
gelondongan dan ikan de*asa direndam pada 'alachyte #reen 5Calate
0,:?8 ppm selama 8/ menit dan telur direndam 'alachyte #reen
5Calate
/,1?/,0 ppm selama 1 jam atau :?1/ ppm selama 1: menit.
9" !enyakit (intik !utih dan #atal/+richodiniasis
"* n + */a / : parasit dari golongan 3iliata, bentuknya bulat, kadang-kadang
amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius
multifilis. G* 4a.a : 1" ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di
permukaan air@ 0" terdapat bintik-bintik ber*arna putih pada kulit, sirip
dan insang@ 8" ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau
dinding kolam. "*n 3 *n-a. ian : air harus dijaga
kualitas dan kuantitasnya.
"*n3o/atan: dengan cara perendaman ikan yang terkena in,eksi pada
campuran larutan 6ormalin 0: cc/m8 dengan larutan 'alachyte
#reen 5Calate /,1 gram/m8 selama 10?09 jam, kemudian ikan diberi
air yang segar. !engobatan diulang setelah 8 hari.
:" !enyakit 3acing +rematoda
"* n + */a / : cacing kecil #yrodactylus dan Dactylogyrus. 3acing
Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing #yrodactylus
menyerang kulit dan sirip. G* 4a.a : insang yang dirusak menjadi luka-luka,
kemudian timbul pendarahan yang akibatnya perna,asan terganggu.
"*n3*n-a .i a n : 1" direndam 6ormalin 0:/ cc/m
8
air selama 1: menit@ 0"
'ethyline (lue 8 ppm selama 09 jam@ 8" mencelupkan tubuh ikan ke
dalam larutan %alium -!ermanganat %'n5
9
" /,/1= selama 8/
menit@ 9" memakai larutan Da3l 0= selama 8/ menit@ :" dapat
juga memakai larutan DH
9
5H /,:= selama 1/ menit.
2" !arasit Hirudinae
"* n + */a / : lintah Hirudinae, cacing ber*arna merah kecoklatan. G* 4a .a :
pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga
menyebabkan anemia/kurang darah. " * n3*n - a .ian : selalu diamati pada
saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan DitereC /,: ppm.
6.!. Hama Ko.am7Tam/ak
$pabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol ,aktor
penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :
1" (ila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti
dengan yang suhunya lebih dingin.
0" (ila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 1/ gram/1// l air.
8" (ila kandungan gas-gas beracun H
0
&, 35
0
", maka air harus segera diganti.
9" (ila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.
8. "ANEN
8.1. "*nan3ka,an
(eberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan:
1" Lele dipanen pada umur 2-1 bulan, kecuali bila dikehendaki, se*aktu-*aktu
dapat dipanen. (erat rata-rata pada umur tersebut sekitar 0// gram/ekor.
0" !ada lele Dumbo, pemanenan dapat dilakukan pada masa pemeliharaan 8-
9 bulan dengan berat 0//-8// gram per ekornya. $pabila *aktu
pemeliharaan ditambah :-2 bulan akan mencapai berat 1-0 kg dengan
panjang 2/-7/ cm.
8" !emanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu
kepanasan.
9" %olam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap dengan menggunakan
seser halus, tangan, lambit, tangguh atau jaring.
:" (ila penangkapan menggunakan pancing, biarkan lele lapar lebih dahulu.
2" (ila penangkapan menggunakan jaring, pemanenan dilakukan bersamaan
dengan pemberian pakan, sehingga lele mudah ditangkap.
7" &etelah dipanen, piaralah dulu lele tersebut di dalam tong/bak/hapa selama
1-0 hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang.
1" Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan cukup satu kali.
8.!. "*m/*rsi5an
&etelah ikan lele dipanen, kolam harus dibersihkan dengan cara:
1" %olam dibersihkan dengan cara menyiramkan/memasukkan larutan kapur
sebanyak 0/-0// gram/m
0
pada dinding kolam sampai rata.
0" !enyiraman dilanjutkan dengan larutan ,ormalin 9/= atau larutan
permanganat kalikus !%" dengan cara yang sama.
8" %olam dibilas dengan air bersih dan dipanaskan atau dikeringkan
dengan sinar matahari langsung. Hal ini dilakukan untuk membunuh
penyakit yang ada di kolam.
9. "AS:A"ANEN
1" &etelah dipanen, lele dibersihkan dari lumpur dan isi perutnya.
&ebelum dibersihkan sebaiknya lele dimatikan terlebih
dulu dengan memukul kepalanya memakai
muntu atau kayu.
0" &aat mengeluarkan kotoran, jangan sampai memecahkan empedu, karena
dapat menyebabkan daging terasa pahit.
8" &etelah isi perut dikeluarkan, ikan lele dapat diman,aatkan untuk berbagai
ragam masakan.
- +anah 108 m
0
Fp. 108.///,-
- %olam . buah Fp. 1.08/.///,-
1;. ANALISIS EK(N(%I BUDIDAYA
1;.1. Ana.isis Usa5a Bu-i-a+a
$nalisis 7saha !embenihan Ikan Lele Dumbo di Desa (endose*u, %ecamatan
+alun, %abupaten (litar adalah sebagai berikut:
1" (iaya produksi
a. Lahan
- !era*atan kolam Fp. 2/.///,-
b. (ibit/benih
- betina 9/ ekor G Fp. 10.///,- Fp. 91/.///,-
- jantan 1/ ekor G Fp. 1/.///,- Fp. 1//.///,-
c. !akan
- !akan benih Fp. 19.:8/.8//,-
- !akan induk Fp. 9.111.///,-
d. 5bat-obatan Fp. 90.///,-
e. !eralatan
- pompa air8 bh G Fp. 11/.///,- Fp. 88/.///,-
- diesel 1 bh G Fp. 2//.///,- Fp. 2//.///,-
- sikat 1.bh G.Fp. 0:.///,- Fp. 0:.///,-
- jaring 1 bh G.Fp. 1:/.///,- Fp. 1:/.///,-
- bak : bh G Fp. 8.///,- Fp. 1:.///,-
- timba 7 bh G.Fp. 8.///,- Fp. 01.///,-
- alat seleksi 2 bh G.Fp. 9.///,- Fp. 09.///,-
- ciruk : bh G. Fp. 1.://,- Fp. 7.://,-
- gayung : bh G. Fp.1.///,- Fp. :.///,-
- selang Fp. ././//,-
- paralon Fp. 7/.///,-
- !era*atan alat Fp. 10/.///,-
,. +enaga kerja Fp. 90/.///,-
g. Lain-lain Fp. 9.0.///,-
h. (iaya tak terduga 1/= Fp. 0.:00.1//,-
)umlah biaya produksi Fp. :./9:.2//,-
0" !endapatan Fp. 0.00/.///,-
8" %euntungan Fp. 7.179.9//,-
9" !arameter kelayakan usaha 0:=
:" (;! dalam unit ekor"
- ukuran 1 1.181
- ukuran 0 80:./9.
- ukuran 8 2:./1/
- ukuran 9 2.:/1
- ukuran : 11.877
- ukuran 2 02/
1;.!. Gam/aran "*.uan3 A3ri/isnis
(udidaya ikan lele, baik dalam bentuk pembenihan maupun
pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. !ermintaan konsumen
akan keberadaan ikan lele semakin meningkat. Dengan teknik
pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang
memuaskan dan diminati konsumen.
11. DA&TAR "USTAKA
1" $ri,in, '.E. 1..1. (udidaya lele. Dohara pri>e. &emarang.
0" Djamiko, H., Fusdi, +. 1.12. Lele. (udidaya, Hasil 5lah dan $nalisa 7saha.
3.4. &impleC. )akarta.
8" Djatmika, D.H., 6arlina, &ugiharti, ;. 1.12. 7saha (udidaya Ikan Lele. 3.4.
&impleC. )akarta.
9" Dajiyati, &. 1..0. 'emelihara Lele Dumbo di %olam +aman. !enerbit
&*adaya. )akarta.
:" &imanjutak, F.H. 1..2. !embudidayaan Ikan Lele Lokal dan Dumbo.
(hratara. )akarta.
2" &oetomo, '.H.$. 1.17. +eknik (udidaya Ikan Lele Dumbo. &inar (aru.
(andung.
7" &usanto, H. 1.17. (udidaya ikan di !ekarangan. !enebar &*adaya. )akarta.
1!. K(NTAK HUBUNGAN
!royek !engembangan ;konomi 'asyarakat !edesaan ? ($!!;D$&@
)l.&unda %elapa Do. 7 )akarta, +el. /01 8./ .10. , 6aC. /01 8./ .10.
)akarta, 'aret 0///
&umber : !royek !engembangan ;konomi 'asyarakat !edesaan, (appenas
;ditor : %emal !rihatman
KE % B A L I KE % E NU