Anda di halaman 1dari 30

Komplikasi Kehamilan

1. HIPERTENSI
Definisi
Hipertensi karena kehamilan yaitu : tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg
yang disebabkan karena kehamilan itu sendiri, memiliki potensi yang menyebabkan gangguan
serius pada kehamilan.
Nilai normal tekanan darah seseorang yang disesuaikan dengan tingkat aktivitas dan
kesehatan secara umum adalah 10/!0 mmHg. "etapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan
darah menurun saat tidur dan meningkat di#aktu beraktivitas atau berolahraga.
Hipertensi berasal dari bahasa latin yaitu hiper dan tension. Hipertensi artinya tekanan yang
berlebihan dan tension artinya tensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi
medis di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah secara kronis $dalam #aktu
yang lama% yang mengakibatkan angka kesakitan dan angka kematian. &eseorang di katakan
menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi yaitu apabila tekanan darah sistolik ' 140 mmHg
dan diastolik '90 mmHg.
Hipertensi karena kehamilan yaitu : hipertensi yang ter(adi karena atau pada saat
kehamilan, dapat mempengaruhi kehamilan itu sendiri biasanya ter(adi pada usia kehamilan
memasuki 0 minggu.
)timologi : keturunan atau genetik, obesitas, stress, rokok, pola makan yang salah, emosional,
#anita yang mengandung bayi kembar, ketidak sesuaian *H, sakir gin(al, Hiper/Hipotyroid,
+oarktasi ,orta, gangguan kelen(ar adrenal, gangguan kelen(ar paratyroid.
Patofisiologi
-enurut .or#in $001% : /eningkatan +ecepatan 0enyut 1antung, /eningkatan 2olume
&ekuncup/.urah 1antung yang 3ermasalah 4ama, /eningkatan "ekanan /eri5er $"/*%yang
berlangsung lama.
-enurut ,ngsar $00!% teori 6 teorinya sebagai berikut:
1) Teori kelainan vaskularisasi plasenta
/ada kehamilan normal, rahim dan plasenta mendapatkan aliran darah dari cabang 6 cabang
arteri uterina dan arteri ovarika yang menembus miometrium dan men(adi arteri arkuata, yang
akan bercabang men(adi arteri radialis. ,rteri radialis menembus endometrium men(adi arteri
basalis memberi cabang arteri spiralis. /ada kehamilan ter(adi invasi tro5oblas kedalam lapisan
otot arteri spiralis, yang menimbulkan degenerasi lapisan otot tersebut sehingga ter(adi distensi
dan vasodilatasi arteri spiralis, yang akan memberikan dampak penurunan tekanan darah,
penurunan resistensi vaskular, dan peningkatan aliran darah pada utero plasenta. ,kibatnya
aliran darah ke (anin cukup banyak dan per5usi (aringan (uga meningkat, sehingga men(amin
pertumbuhan (anin dengan baik. /roses ini dinamakan remodelling arteri spiralis. /ada pre
eklamsia ter(adi kegagalan remodelling menyebabkan arteri spiralis men(adi kaku dan keras
sehingga arteri spiralis tidak mengalami distensi dan vasodilatasi, sehingga aliran darah utero
plasenta menurun dan ter(adilah hipoksia dan iskemia plasenta.
) Teori Iskemia Plasenta! Ra"ikal #e#as! "an Disfungsi En"otel
a.7skemia /lasenta dan pembentukan *adikal 3ebas
+arena kegagalan *emodelling arteri spiralis akan berakibat plasenta mengalami iskemia, yang
akan merangsang pembentukan radikal bebas, yaitu radikal hidroksil $89H% yang dianggap
sebagai toksin. *adiakl hidroksil akan merusak membran sel yang banyak mengandung asam
lemak tidak (enuh men(adi peroksida lemak. /eriksida lemak (uga akan merusak nukleus dan
protein sel endotel
b.0is5ungsi )ndotel
+erusakan membran sel endotel mengakibatkan terganggunya 5ungsi endotel, bahkan rusaknya
seluruh struktur sel endotel keadaan ini disebut dis5ungsi endotel, yang akan menyebabkan
ter(adinya :
a% :angguan metabolisme prostalglandin, yaitu menurunnya produksi prostasiklin $/:)%
yang merupakan suatu vasodilator kuat.
b% ,gregasi sel8sel trombosit pada daerah endotel yang mengalami kerusakan. ,gregasi
trombosit memproduksi tromboksan $";,% yaitu suatu vasokonstriktor kuat. 0alam +eadaan
normal kadar prostasiklin lebih banyak dari pada tromboksan. &edangkan pada pre eklamsia
kadar tromboksan lebih banyak dari pada prostasiklin, sehingga menyebabkan peningkatan
tekanan darah.
c% /erubahan khas pada sel endotel kapiler glomerulus $glomerular endotheliosis% .
d% /eningkatan permeabilitas kapiler.
e% /eningkatan produksi bahan 6 bahan vasopresor, yaitu endotelin. +adar N9 menurun
sedangkan endotelin meningkat.
5% /eningkatan 5aktor koagulasi
$) Teori intoleransi imunologik i#u "an %anin
/ada perempuan normal respon imun tidak menolak adanya hasil konsepsi yang bersi5at asing.
Hal ini disebabkan adanya Human 4eukocyte ,ntigen /rotein : $H4,8:% yang dapat
melindungi tro5oblas (anin dari lisis oleh sel natural killer $N+% ibu. H4,8: (uga akan
mempermudah invasis el tro5oblas kedalam (aringan desidua ibu. /ada plasenta ibu yang
mengalami pre eklamsia ter(adi ekspresi penurunan H4,8: yang akan mengakibatkan
terhambatnya invasi tro5oblas ke dalam desidua. +emungkinan ter(adi 7mmune8
-aladaptation pada pre eklamsia.
&) Teori '"aptasi kar"iovaskular
/ada kehamilan normal pembuluh darah re5rakter terhadap bahan vasopresor. *e5rakter berarti
pembuluh darah tidak peka terhadap rangsangan vasopresor atau dibutuhkan kadar vasopresor
yang lebih tinggi untuk menimbulkan respon vasokonstriksi. *e5rakter ini ter(adi akibat adanya
sintesis prostalglandin oleh sel endotel. /ada pre eklamsia ter(adi kehilangan kemampuan
re5rakter terhadap bahan vasopresor sehingga pembuluh darah men(adi sangat peka terhadap
bahan vasopresor sehingga pembuluh darah akan mengalami vasokonstriksi dan mengakibatkan
hipertensi dalam kehamilan.
() Teori )enetik
,da 5aktor keturunan dan 5amilial dengan model gen tunggal. :enotype ibu lebih menentukan
ter(adinya hipertensi dalam kehamilan secara 5amilial (ika dibandingkan dengan genotype (anin.
"elah terbukti bah#a ibu yang mengalami pre eklamsia, <= anak perempuannya akan
mengalami pre eklamsia pula, sedangkan hanya != anak menantu mengalami pre eklamsia.
*) Teori Defisiensi )i+i
3eberapa hasil penelitian menun(ukkan bah#a de5isiensi gi>i berperan dalam ter(adinya
hipertensi dalam kehamilan. /enelitian terakhir membuktikan bah#a konsumsi minyak ikan
dapat mengurangi resiko pre eklamsia. -inyak ikan banyak mengandung asam lemak tidak
(enuh yang dapat menghambat produksi tromboksan, menghambat aktivasi trombosit, dan
mencegah vasokonstriksi pembuluh darah.
,) Teori Stimulasi Inflamasi
"eori ini berdasarkan bah#a lepasnya debris tro5oblas di dalam sirkulasi darah merupakan
rangsangan utama ter(adinya proses in5lamasi. 3erbeda dengan proses apoptosis pada pre
eklamsia, dimana pada pre eklamsia ter(adi peningkatan stres oksidati5 sehingga produksi debris
tro5oblas dan nekrorik tro5oblas (uga meningkat. +eadaan ini mengakibatkan respon in5lamasi
yang besar (uga. *espon in5lamasi akan mengakti5asi sel endotel dan sel makro5ag/granulosit
yang lebih besar pula, sehingga ter(adi reaksi in5lamasi menimbulkan ge(ala 6 ge(ala pre
eklamsia pada ibu.
-anifestasi Klinis
:e(ala yang biasa muncul pada ibu yang mengalami hipertensi pada kehamilan harus di
#aspadai (ika ibu mengeluh : nyeri kepala saat ter(aga, kadang8kadang disertai mual, muntah
akibat peningkatan tekanan intrakranium, pemglihatan kabur, ayunan langkah yang tidak
mantap, nokturia, 9edema depanden dan pembengkakan.
Klasifikasi Hipertensi
+ehamilan yang menyebabkan hipertensi atau hipertensi yang timbul sebagai akibat
kehamilan dan akan menghilang pada masa ni5as seperti : hipertensi tanpa proteinuria atau
oedema, pre8eklampsia dengan atau tanpa proteinuria dan oedema, yaitu pre8eklampsia ringan
atau pre8eklampsia berat, )klampsia, Hipertensi kronis, kehamilan yang menperburuk hipertensi,
hipertensi sementara(transient hypertension).
Pen.egahan Pen/akit Hipertensi
/encegahan ke(adian hipertensi secara umum agar menghindari tekana darah tinggi adalah
dengan mengubah kearah hidup sehat, tidak terlalu banyak berpikir, mengatur diet/pola makan
seperti rendah garam, rendah kolestrol dan lemak (enuh, meningkatkan konsumsi buah dan
sayur, tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol, perbanyak makan mentimun, belimbing, dan
(uice apel dan seledri setiap pagi bagi yang mempunyai keluarga ri#ayat penyumbatan arteri
dapat meminum (uice yang di campur dengan susu non5at yang mengandung omega ? tinggi.
Pengo#atan Pen/akit Hipertensi
1ika seseorang dicurigai hipertensi, maka dilakukan beberapa pemeriksaan yaitu
@a#ancara $anamnese% adakah dalam keluarga yang menderita hipertensi. 0ilakukan
pemeriksaan 5isik, pemeriksaan laboratorium, pengobatan non5armakologik, mengurangi berat
badan bial ter(adi kelebihan $indeks masa tubuh 'A%, membatasi alkohol dan menghentikan
rokok serta mengurangi makanan berkolestrol/lemak (enuh, menghentikan konsumsi kopiyang
berlebihan, berolahraga ringan $(alan8(alan, (oging pagi8pagi%, mengurangi asupan natrium $400
mmd Na/,4 gram Na/<4 Na.l/hari%. -empertahankan asupan kalsium dan magnesium adekuat,
perbanyak unsur kalium $buah8buahan%, tidak banyak pikiran, istirahat yang cukup.
Pengo#atan 0armasi
0ian(urkan minum obat yang tidak banyak e5ek samping tekanan sederhana, tidak berpengaruh
metabolik negati5 dan minum obat yang ber5ungsi ganda, obat yang ber5ungsi ganda adalah obat
yang dapat menormalisasikan tekanan darah pada pembuluh darah, (antung gin(al, otak dan mata.
3erikan obat hipertensi apabila tekanan darah ibu sudah turun atau sudah tidak 14/90 mmHg.
3erikan obat luminal sesudah makan ?0 gram peroral ?B sehari dalam (angka #aktu ! (am dari
pemberian sebelumnya.
Komplikasi Hipertensi "alam kehamilan
C 1ika pertumbuhan (anin terhambat, lakukan terminasi kehamilan.
C 1ika ter(adi penurunan kesadaran atau koma, kemungkinan ter(adi perdarahan serebral :
8 "urunkan tekanan darah pelan8pelan.
8 3erikan terapi suporti5
C 1ika ter(adi gagal (antung, gin(al, atau hati, berikan terapi suporti5.
C 1ika u(i beku darah menun(ukan gangguan tekanan darah, kemungkinan terdapat koagulopati.
C 1ika pasien mendapat in5us dan di pasang kateter, perhatikan upaya pencegahan in5eksi.
C 1ika pasien mendapat cairan per in5us, perlu di pantau (umlah cairan masuk dan keluar agar
tidak ter(adi overload cairan.
. Pre1Eklampsia
Definisi
/erkataan DeklampsiaE berasal dari Funani yang berarti DhalilintarE karena ge(ala
eklampsi datang dengan mendadak dan menyebabkan suasanan ga#at dalam kebidanan.
0itemukan beberapa teori yang dapat menerangkan ke(adian pre8eklampsia dan eklampsia
sehingga dapat menetapkan upaya promoti5 dan preventi5.
/re8eklampsia adalah penyakit dengan tanda8tanda hipertensi, proteinuria, dan oedema
yang timbul karena kehamilan. /enyakit ini umumnya ter(adi dalam tri#ulan ke ? pada
kehamilan, tetapi dapat ter(adi sebelumnya misalnya pada mola hidatidosa.
/re8eklampsia adalah kumpulan ge(ala yang timbul pada ibu hamil, bersalin, dan dalam
masa ni5as yang terdiri dari trias yaitu hipertensi, proteinuria, dan oedema yang kadang8kadang
disertai konvulsi sampai koma, ibutersebut tidak menun(ukan tanda8tanda kelainan vascular atau
hipertensi sebelumnya.
"eori iskemik implantasi plasenta dianggap dapat menerapkan berbagai ge(ala pre8
eklampsia dan eklampsia.
1. +enaikan tekanan darah
. /engeluaran protein urin.
?. )dema kaki, tangan sampai muka.
4. "er(adinya ge(ala sub(ekti5 :
C &akit kepala
C /englihatan kabur
C Nyeri pada epigastrium
C &esak napas
C 3erkurangnya urin
G. -enurunnya kesadaran #anita hamil sampai koma.
<. "er(adi ke(ang.
0aktor /ang -empengaruhi Pre1eklampsia
+e(adian pre8eklampsia dan eklampsia bervariasi disetiap negara bahkan pada setiap daerah.
0i(umpai berbagai 5aktor yang mempengaruhi diantaranya :
C 1umlah primigravida, terutama primigravida muda.
C 0istensi rahim berlebihan, hidramnion, hamil ganda, mola hidatidosa.
C /enyakit yang menyertai hamil : diabetes melitus, kegemukan.
C 1umlah umur ibu di atas ?G tahun.
C /re8eklampsia berkisar anatar ?= sampai G= dari kehamilan yang dira#at.
)am#aran Klinik Pre1eklampsia
:ambaran klinik mulai dengan kenaikan berat badan diikuti edema kaki atau tangan,
kenaikan tekanan darah, dan terakhir ter(adi proteinuria. /ada pre8eklampsia ringan ge(ala
sub(ekti5 belum di (umpai, tetapi pada pre8eklampsia berat diikuti keluhan sub(ekti5 :
C &akit kepala terutama daerah 5rontalis.
C *asa nyeri di daerah epigastrium.
C :angguan mata, penglihatan men(adi kabur.
C "erdapat mual sampai muntah.
C :angguan pernapasan sampai sianosis.
C "er(adi gangguan kesadaran.
0engan pengeluaraan proteinuria keadaan penyakit semakin berat, karena ter(adi gangguan
5ungsi gin(al.
Dasar "iagnosis pre1eklampsia
+e(adian pre8eklampsia dan eklampsia sulit dicegah, tetapi diagnosis dini sangat
menentukan prognosa (anin. /enga#asan hamil sangat penting karena pre8eklampsia berat dan
eklampsia merupakan penyebab kematian yang cukup tinggi, terutama di negara berkembang.
0iagnosis ditetapkan dengan dua dari trias pre8eklampsiayaitu kenaikan berat badan 6 edema,
kenaikan tekanan darah, dan terdapat proteinuria.
Klasifikasi Pre1eklampsia
/re8eklampsia digolongkan ke dalam pre8eklampsia ringan dan pre8eklampsia berat dengan
ge(ala dan tanda sebagai berikut :
a. Pre-eklampsia ringan
/re8eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan atau edema
setelah umur kehamilan 0 minggu atau segera setelah melahirkan.
1. "ekanan darah sistolik 140 atau kenaikan ?0 mmHg dengan interval pemerikasaan < (am.
. "ekanan darah diastolik atau kenaikan 1G mmHg dengan interval pemeriksaan < (am.
?. +enaikan 3erat 3adan 1 +g atau lebih dalam seminggu.
4. /roteinuria 0,? gr atau lebih dengan tingkat kualitas plus 18 pada urin kateter atau urin aliran
pertengahan.
G. 9edema pada pretibia, dinding abdomen, lumbolsakral, #a(ah atau tangan.
b. Pre-eklampsia berat
/re8eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya
hipertensi 1<0/110 mmHg atau lebih disetai protenuria dan oedema pada kehamilan 0 minggu
atau lebih.
3ila salah satu diantara ge(ala atau tanda ditemukan pada ibu hamil sudah dapat
digolongkan pre8eklampsia berat :
1. "ekanan darah 1<0/110 mmHg.
. 9ligouria, urin kurang dari 400 cc/ 4 (am.
?. /roteinuria lebih dari ? gr/liter.
4. +eluhan sub(ekti5 :
C Nyeri epigastrium.
C :angguan penglihatan.
C Nyeri kepala
C )dema paru dan sianosis.
C :angguan kesadaran.
G. /emeriksaan :
C +adar en>im hati meningkat disertai ikterus.
C /erdarahan pada retina.
C "rombosit kurang dari 100.000 mm.
/eningkatan ge(ala dan tanda ge(ala pre8eklampsia berat memberikan petu(uk akan ter(adi
eklampsia, yang mempunyai prognosa buruk dengan angka kematian maternal dan (anin tinggi.
c. Pre-Eklampsia Berat Pada Persalinan
/enangan ibu dengan pre8eklampsia berat pada ibu saat persalinan, dilakukan tindakan
penderita dira#at inap antara lain :
1. 7stirahan mutlak dan ditempatkan dalam kamar isolasiH berikan diet rendah garam, lemak, dan
tinggi proteinH berikan suntikan -g&94 ! gr 7-, 4 gr dibokong kanan dan 4 gr di bokong kiriH
suntikan dapat di ulang dengan dosis 4 gr setiap (amH syarat pemberian -g&94 adalah re5leks
patella positi5,diuresis 100 cc dalam 4 (am terakhir, respirasi 1<B/menit dan harus tersedia
antidotumnya yaitu kalsium glukonas 10= dalam ampul 10 ccH in5us dekstros G= dan *inger
4aktatH berikan obat anti hipertensi: in(eksi katapres 1 ampul 1 mg dan selan(utnya dapat
diberikan tablet katapres ?B1/tablet atau B1/ tablet sehariH diuretika tidak diberikan, kecuali
terdapat oedema umum, oedema paru dan kegagalan (antung kongesti5. Intuk itu dapat disuntika
1 ampul 72 4asiBH segera setelah pemberian -g&94 kedua, dilakukan induksi partus dengan
atau tanpa amniotomi. Intuk induksi dipakai oksitosin 10 satuan dalam in5us tetes $dilakukan
oleh bidan atas instruksi dokter%.
. +ala 77 harus dipersingkat dalam 4 (am dengan ekstraksi vakum atau 5orceps, (adi ibu dilarang
mengedan $dilakukan oleh dokter ahli kandungan%H (angan berikan methergin postpartum,
kecuali bila ter(adi perdarahan yang disebabkan atonia uteriH pemberian -g&94 kalau tidak ada
kontraindikasi, kemudian diteruskan dengan dosis 4gr setiap 4 (am dalam 4 (am postpartum.
?. 3ila ada indikasi obstetric dilakukan seksio sesarea, perhatikan bah#a: tidak ter(adi
koagulapatiH anastesi yang aman atau terpilih adalah anastesi umum (angan lakukan anastesi
lokal, sedangkan anastesi spinal berhubungan dengan resiko $dilakukan oleh dokter ahli
kandungan%.
4. 1ika anastesi umum tidak tersedia atau (anin mati, aterm terlalu kecil, lakukan persalinan
pervaginam. 1ika serviks matang, lakukan induksi dengan oksitosin 8G 7I dalam G00 ml
deBtrose 10 tetes/menit atau dengan prostaglandin $atas instruksi dokter boleh diberikan oleh
bidan%.
Pengo#atan 2#stetri.
1. .ara terminasi kehamilan yang belum inpartu :
a. 7nduksi persalinan: tetesan oksitosin dengan syarat nilai 3ishop G atau lebih dan denganfetal
heart mmonitoring.
b. &eksio sesaria $dilakukan oleh dokter ahli kandungan%, bila 5etal assesment (elek. &yarat
tetesan oksitosin tidak dipenuhi $nilai 3ishop kurang dari G% atau adanya kontaindikasi tetesan
oksitosinH 1 (am setelah dimulainya tetesan oksitosin belum masuk 5ase akti5. /ada primigravida
lebih diarahkan untuk dilakukan terminasi dengan seksio sesaria.
. .ara teminalisi kehamilan yang sudah inpartu :
+ala 7 5ase laten: < (am belum masuk 5ase akti5 maka dilakukan seksio sesariaH 5ase akti5 :
amniotomi sa(a, bila < (am setelah amniotomi belum ter(adi pembukaan lengkap maka di lakukan
seksio sesaria $bila perlu dilakukan tetesan oksitosin%.
+ala 77 : pada persalinan per vaginam maka kala 77 diselesaikan dengan partus buatan.
,mniotomi dan tetesan oksitosin dilakukan sekurang8kurangnya ? menit setelah pemberian
pengobatan medisinal. /ada kehamilan ? minggu atau kurangH bila keadaan memungkinka,
terminasi di tunda kali 4 (am untuk memberikan kortikosteroid.
?. /era#atan pre8eklampsia berat pada postpartum
/emberian anti kolvusan diteruskan sampai 4 (am postpartum atau ke(ang terakhirH teruskan
terapi anti hepertensi (ika tekanan diastolic masih '110 mmHgH panatau (umlah urin.
4. .ara pemberian -g&94
a. 0osis a#al sekitar 4 gr -g&94 72 $0= dalam 0 cc% selam 1 gr/menit kemasan 0= dalam
G cc larutan -g&94 $?8G menit%. 0iikuti segera 4 gr di bokong kiri dan 4 gr di bokong kanan
$40= dalam 10 cc% dengan (arum no 1 pan(ang ?,A cm. Intuk mengurangi nyeri dapat diberikan
1 cc Bylocain = yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan 7-.
b. 0osis ulangan : diberikan 4 gr 7- 40= setelah pemberian dosisi a#al lalu dosis ulangan
diberikan 4 gr 7- setiap < (am di mana pemberian -g&94 tidak melebihi 8? hari.
c. &yarat8syarat pemberian -g&94: tersedia antidotum -g&94 yaitu calsium glokonas 10=, 1
garm $10= dalam cc% diberika intavena dalam ? menitH *e5leks patella positi5 kuatH 5rekuensi
pernapasan lebih 1< kali permenitH produksi urine lebih 100 cc dalam 4 (am sebelum $0,G cc/kg
33/(am%.
d. -g&94 dihentikan bila: ada tanda8tanda keracunan yaitu kelemahan otot, hipotensi, re5leks
5isologi menurun, 5ungsi hati terganggu, depresi &&/, kelumpuhan dan selan(utnya dapat
menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot8otot pernapasan karena ada serum 10 I
magnesium pada dosis adekuat adala 48A m)J/liter. *e5leks 5isologis menghilang pada kadar !8
10 m)J/liter. +adar 181G m)J/liter ter(adi kematian (antung.
e. 3ila timbul tanda8tanda keracunan magnesium sul5at: hentiak pemberian -agnesium sul5atH
berikan calciumglukosa 10= 1 gram $10= dalam 10 cc% secara 72 dalam #aktu ? menitH berikan
oksigenH lakukan pernapasan buatan.
5. -agnesium sul5at dihentikan (uga bila setelah 4 (am pasca persalinan sudah ter(adi perbaikan
$normotensi5%.
.atatan : tindakanyang bersi5at operati5 dilakukan oleh dokter 9bgyn, tindaka yang bersi5at
bukan operati5 hanya pemberian in5us dan obat8obat dapat dilakukan oleh bidan dengan instruksi
dokter 9bgyn.
G. 0iagnosa
0iagnosa dini harus diutamakan bila diinginkan bila angka morbilitas dan mortalitas
rendah bagi ibu dan anaknya. @alaupun ter(adi pre8eklampsia sukar dicegah, namun pre8
eklampsia berat dan eklampsia biasanya dapat dihindarkan dengan mengenal secara dini
penyakit itu dan denga penaganan secara sempurna.
/ada umumnya dianosis pre8eklampsia disebabkan atas adanya dua dari trias tanda utama :
hipertensi, oedema, proteinuria. Hal ini memang berguna untuk kepentingan statistik, tetapi
dapat merigukan penderita karena tiap tanda dapat merupakan bahaya kendatipun ditemukan
tersendiri.
0iagnosis di5erensial anatar pre8eklampsia dan hipertensi menahuan atau penyakit gin(al
tidak (arang menimbulkan kesukaran. /ada hipertensi menahun adanya tekanan darah yang
meninggi sebelum hamil pada kehamilan muda atau < bulan postpartum akan sangat berguna
untuk membuat diagnosis. /emeriksaan 5unduskopi berguna karena perdarahan dan eksudat
(aringan ditemukan pada pre8eklampsia kelainan tersebut biasanya menu(ukan hipertensi
menahun. Intuk diagnosis penyakit gin(al saat timbulnya proteinuria banyak menolong,
proteinuria pada pre8eklampsia (arang timbul sebelum trimester 777, sedang pada penyakit gin(al
timbul lebih dahulu. "est 5ungsi gin(al (uga banyak berguna, pada umumnya 5ungsi gin(al
noramal pada pre8eklampsia ringan.
<. 0eteksi 0ini
+arena pre8eklampsia tidak dapat dicegah, yang tepenting adalah bagaimana penyakit ini dapat
dideteksi sedin mungkin. 0eteksi didapatkan dari pemeriksaan tekanan darah secara rutin pada
saat pemeriksaan kehamilan. +arena itu pemeriksaan kehamilan rutin mutlak dilakukan agar pre8
eklampsia dapat terdeteksi cepat untuk meminimalisir kemungkinan komplikasi yang lebih 5atal.
/emeriksaan tekanan darah harus dilakukan dengan seksama, dan usahan dilakukan oleh orang
yang sama misalkan oleh bidan atau dokter.
Pen.egahan ke%a"ian Pre1eklampsia
/re8eklampsia dan )klampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkelan(utan
dengan penyebab yang sama. 9leh karena itu, pencegahan atau diagnosis dini dapat mengurangi
ke(adian dan menurunkan angka kesakitan dan kematian.
Intuk dapat menegakan diagnosis dini di perlukan penga#asan hamil yang teratur dengan
memperhatikan kenaikan berat badan, kenaikan tekanan darah, dan pemeriksaan urin untuk
menentukan proteinuria.
Intuk mencegah ke(adian pre8eklampsia ringan dapat di lakukan nasehat tentang dan
berkaitan dengan :
1. 0iet makanan.
-akanan protein tinggi, tinggi karbohidrat, cukup vitamin dan rendah lemak. +urangi gaeram
apabila berat badan bertambah atau edema. -akanan berorientasi pada 4 sehat G sempurna.
Intuk meningkatakan (umlah protein dengan tambahan satu butir telur setiap hari.
. .ukup 7stirahat
7stirahat yang cukup pada ibu hamil semakin tua dalam arti berker(a seperlunya dan sesuaikan
dengan kemampuan. 4ebih banyak duduk atau berbaring kearah punggung (anin sehingga aliran
darah menu(u plasenta tidak mengalami gangguan.
?. /enga#asan antenatal $hamil%.
3ila ter(adi perubahan perasaan dan gerak (anin dalam rahim segera datang ke tempat
pemeriksaan. +eadaan yang memerlukan perhatian :
d. I(i kemungkinan pre8eklampsia.
C /emeriksaan tekanan darah atau kenaikannya.
C /emeriksaan tinggi 5undus uteri.
C /emeriksaan kenaiakn berat badan atau edema.
C /emeriksaan protein dalam urin.
C +alau mungkin dilakukan pemeriksaan 5ungsi gin(al, 5ungsi hati, gambaran darah umum, dan
pemeriksaan retina mata.
e. /enilaian kondisi (anin dalam rahim.
C /emantauan tinggi 5undus uteri.
C /emeriksaan (anin : gerakan (anin dalam rahim, denyut (antung (anin, pemantauan air
ketuban.
C Isulkan untuk melakukanpemeiksaan ultrasonogra5i
0alam keadaan yang meragukan, maka mru(uk penderita merupakan sikap yang terpilihdan
terpu(i.
'ki#at Pre1eklampsia pa"a 3anin
1anin yang dikandung ibu hamil mengidap pre8eklampsia akan hidup dalam rahim dengan
nutrisi dan oksugen diba#ah normal. +eadaan ini bisa ter(adi karena pembuluh darah yang
menyalurkan darah ke plasenta menyempit. +arean buruknya nutrisi, pertumbuhan (anin akan
terhambat sehingga akan ter(adi bayi dengan berat lahir rendah. 3isa (uga bayi dilahirkan kurang
bulan $prematur%, komplikasi lan(utan dari kelahiran prematur yaitu keterlambatan bela(ar,
epilepsi, sereberal palsy, dan masalah pada pendengaran dan penglihatan, biru saat dilahirkan
$as5iksia% dan sebagainya.
/ada kasus pre8eklampsia yang berat, (anin harus segera dilahirkan (ika sudah menun(ukan
kega#atan. 7ni biasanya dilakukan untuk menyelamatkan nya#a ibu tanpa melihat apakah (anin
sudah dapat hidup diluar rahim atau tidak. "api, ada kalanya keduanya tidak bisa ditolong lagi.
Penanganan Pre1Eklampsia
/enanganan per8eklamsia bertu(uan untuk menghindari kelan(utan untuk mrn(adi
eklamsia den pertolongan kebidanan dengan melahirkan (anin dalam keadaan yang optimal dan
pertolongan dengan trauma minmal.
/ada pre8eklamsia ringan penanganan simtomatis dan berobat (alan dengan memberikan:
1. &edativa ringan
C /henobarbital ? B ?0 mgr
C 2alium ? B10 mgr
. 9bat penun(ang
C 2itamin 3 kompleks
C 2iamin . atau vitamin )
C Ket besi
?. Nesehat
C :aram dalam makanan di kurangi
C 4ebih banyak istrahat berbaring kearah punggung (anin
C &egera datang memeriksakan diri bila terdapat ge(ala, sakit kepala, mata kabur, edema
mendadak atau berat badan naik, pernapasan semakin sesak, nyeri pada epigastrium, kesadaran
makin berkurang, gerakan (anin berkurang, pengeluaran urin berkurang.
4. 1ad#al pemeriksaan hamil dipercepat dan diperketat
/etun(uk untuk segera memasukkan penderita kerumah sakit atau meru(uk penderita perlu
memperhatikan hal berikut:
C 3ila tekananan darah 140/90 mmHg
C /rotein dalam urin 1 plus atau lebih
C +enaikan berat badan 1
1
/

kg atau lebih dalam seminggu
C )dema bertambah mendadak
C "erdapat ge(ala dan keluhan sub(ekti5.
3idan yang mempunyai polindes dapat mera#at penderita pre8eklampsia berat untuk
sementara, sampai menunggu kesempatan melakukan ru(ukan sehingga penderita mendapat
pertolongan yang sebaik8baiknya. /enderita di usahakan agar:
1. "erisolasi sehingga tidak mendapat rangsangan suara ataupun sinar.
. 0ipasang in5us glukosa G=
?. 0ilakukan pemeriksaan:
C /emeriksaan umum: pemeriksaan tekanan darah, nadi, suhu, dan pernapasan.
C /emeriksaan kebidanan: pemeriksaan leopold, denyut (antung (anin, pemeriksaan dalam.
C /emasangan daur kateter
C )valuasi keseimbangan cairan
4. /engobatan:
C &edativa: phenobarbital ? B 100 mgr, valium ? B 0 mgr
C -enghindari ke(ang:
a. -agnesium sul5at.
8 7nisial dosis ! gr 7-, dosis ikutan 4 gr/<(am
8 9bservasi: pernapasan tidak kurang1< menit, re5leks patela positi5, urin tidak kurang dari <00
cc/4 (am
b. 2alium
8 7nisial dosis 0 mgr 72, dosis ikutan 0 mgr/drip 0 tetes/menit
8 0osis maksimal 10 mgr/4 (am
c. +ombinasi pengobatan:
8 /ethidine G0 mgr 7-
8 +lorproma>in G0 mgr 7-
8 0ia>epam $valium% 0 mgr 7-
d. 3ila ter(adi oligouria doberikan glikosa 40= 72 untuk menarik cairan dari (aringan, sehingga
dapat merangsang diuresis.
G. &etelah keadaan pre8eklamsia berat dapat diatasi, pertimbangan mengakhiri kehamilan
berdasarkan:
a. +ehamila cukup bulan
b. -empertahankan kehamilan sampai mendekati cukup bulan
c. +egagalan pengobatan per8eklampsia berat kehamilan diakhiri tanpa memandang umur
d. -eru(uk penderita kerumah sakit untuk pengobatan yang adekuat. -engakhiri kehamilan
merupakan pengobatan utama untuk memutuskan kelan(utan pre8eklampsia men(adi eklampsi.
$. Per"arahan
Pengertian
/erdarahan antepartum adalah perdarahan yang ter(adi setelah kehamilan ! minggu.
3iasanya lebih banyak dan lebih berbahaya daripada perdarahan kehamilan sebelum ! minggu
$-ochtar, 199!%. 1ika perdarahan ter(adi di tempat yang (auh dari 5asilitas pelayanan kesehatan
atau 5asilitas pelayanan kesehatan tersebut tidak mampu melakukan tindakan yang diperlukan,
maka umumnya kematian maternal akan ter(adi $*och(ati, 00?%.
/erdarahan yang berhubungan dengan persalinan dibedakan dalam dua kelompok utama
yaitu perdarahan antepartum dan perdarahan postpartum. /erdarahan antepartum adalah
perdarahan pervaginam yang ter(adi sebelum bayi lahir. /erdarahan yang ter(adi sebelum
kehamilan ! minggu seringkali berhubungan dengan aborsi atau kelainan. /erdarahan
kehamilan setelah ! minggu dapat disebabkan karena terlepasnya plasenta secara prematur,
trauma, atau penyakit saluran kelamin bagian ba#ah $0epkes *7, 000%.
Klasifikasi per"arahan
1 /lasenta previa
1% /engertian
/lasenta previa adalah keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal, yaitu
pada segmen ba#ah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan (alan
lahir.
% :e(ala dan tanda
/erdarahan pada kehamilan setelah ! minggu atau pada kehamilan lan(ut, si5at
perdarahannya tanpa sebab, tanpa nyeri, dan berulang, kadang8kadang perdarahan ter(adi pada
pagi hari se#aktu bangun tidur.
?% /enanganan
-enurut Eastman bah#a tiap perdarahan trimester ketiga yang lebih dari show $perdarahan
inisial%, harus dikirim ke rumah sakit tanpa dilakukan manipulasi apapun, baik rektal maupun
vaginal.
,pabila pada penilaian baik, perdarahan sedikit, (anin masih hidup, belum inpartu,
kehamilan belum cukup ?A minggu, atau ta5siran berat (anin diba#ah G00 gram, maka
kehamilan dapat dipertahankan, istirahat, pemberian obat8obatan dan dilakukan observasi dengan
teliti.
&olusio plasenta
1% /engertian
&uatu keadaan dimana plasenta yang letaknya normal, terlepas dari perlekatannya sebelum
(anin lahir.
% :e(ala dan tanda
/erdarahan dengan rasa sakit, perut terasa tegang, gerak (anin berkurang, palpasi bagian
(anin sulit diraba, auskultasi (antung (anin dapat ter(adi as5iksia ringan dan sedang, dapat ter(adi
gangguan pembekuan darah.
?% /enanganan
/erdarahan yang berhenti dan keadaan baik pada kehamilan prematur dilakukan pera#atan
inap dan pada plasenta tingkat sedang dan berat penanganannya dilakukan di rumah sakit
$&ai5uddin, 00 : 9%.
&. Kelainan 4etak 54intang "an Sungsang)
,. 4etak 4intang
Pengertian
4etak lintang adalah keadaan sumbu meman(ang (anin kira8kira tegak lurus dengan sumbu
meman(ang tubuh ibu.
4etak lintang adalah suatu keadaan di mana (anin melintang di dalam uterus dengan kepala
pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. /ada umumnya bokong berada
sedikit lebih tinggi dari pada kepala (anin, sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul
$Hariadi, 1999%.
Pen/e#a#
/enyebab dari letak lintang sering merupakan kombinasi dari berbagai 5aktor. Laktor 6
5aktor tersebut adalah :
1% Liksasi kepala tidak ada, karena panggul sempit, hidrose5alus, anense5alus, plasenta previa, dan
tumor 6 tumor pelvis.
% 1anin sudah bergerak pada hidramnion, multiparitas, anak kecil, atau sudah mati.
?% :emelli $kehamilan ganda%.
4% +elainan uterus, seperti arkuatus, bikornus, atau septum.
G% 4umbar skoliosis.
<% /elvic, kandung kemih, dan rektum yang penuh $-ochtar, 199!%.
&ebab terpenting ter(adinya letak lintang ialah multiparitas disertai dinding uterus dan perut
yang lembek $Hariadi, 1999%.
Penanganan
/ada primigravida umur kehamilan kurang dari ! minggu dian(urkan posisi lutut dada,
(ika lebih dari ! minggu dilakukan versi luar, kalau gagal dian(urkan posisi lutut dada sampai
persalinan.
/ada multigravida umur kehamilan kurang dari ? minggu posisi lutut dada, (ika lebih dari
? minggu dilakukan versi luar, kalau gagal posisi lutut dada sampai persalinan $0asuki, 000%.
3. 4etak &ungsang
Pengertian
4etak sungsang merupakan kelainan letak (anin di dalam rahim pada kehamilan tua $hamil
!89 bulan%, dengan kepala di atas dan bokong atau kaki di ba#ah. 3ayi letak sungsang lebih
sukar lahir, karena kepala lahir terakhir $*och(ati, 00?%.
/enyebab
-enurut -anuaba $199!%, penyebab letak sungsang dapat berasal dari pihak ibu $keadaan
rahim, keadaan plasenta, keadaan (alan lahir% dan dari (anin $tali pusat pendek, hidrose5alus,
kehamilan kembar, hidramnion, prematuritas% $0e#i, 009%.
Penanganan
/ada primigravida umur kehamilan kurang dari ! minggu dian(urkan posisi lutut dada,
(ika lebih dari ! minggu dilakukan versi luar, kalau gagal dian(urkan posisi lutut dada sampai
persalinan.
/ada multigravida umur kehamilan kurang dari ? minggu posisi lutut dada, (ika lebih dari
? minggu dilakukan versi luar, kalau gagal posisi lutut dada sampai persalinan $0asuki, 000%.
(. Hi"ramnion
Pengertian
Faitu kehamilan dengan (umlah air ketuban lebih dari liter. +eadaan ini mulai tampak
pada trimester 777, dapat ter(adi secara perlahan8lahan atau sangat cepat. /ada kehamilan normal,
(umlah air ketuban M sampai 1 liter. +arena rahim sangat besar akan menekan pada organ tubuh
sekitarnya, yang menyebabkan keluhan 8keluhan sebagai berikut :
8 &esak napas, karena sekat rongga dada terdorong ke atas.
8 /erut membesar, nyeri perut karena rahim berisi air ketuban N liter.
8 /embengkakan pada kedua bibir kemaluan dan tungkai.
Pen/e#a#
1. /roduksi air ketuban bertambah
Fang diduga menghasilkan air ketuban ialah epitel amnion, tetapi air ketuban dapat
bertambah karena cairan lain masuk ke dalam ruangan amnion. -isalnya air kencing anak atau
cairan otak pada anenchepalus.
. /engeluaran air ketuban terganggu
,ir ketuban yang telah dibuat dialirkan dan diganti dengan yang baru. &alah satu (alan
pengaliran ialah ditelan oleh (anin, diabsorbsi oleh usus dan dialirkan ke plasenta, akhirnya
masuk ke peredaran darah ibu. 1alan ini kurang terbuka kalau anak tidak menelan seperti pada
atresia aesophagei, anenchepalus atau tumor8tumor plasenta.
?. "erdapat gangguan/sumbatan pada saluran cerna (anin
-isalnya bagian kerongkongan yang tidak berlubang atau usus 1 (ari yang tersumbat.
&ehingga memberikan dampak cairan ketuban lebih banyak dari sebenarnya. 0alam keadaan
normal, bayi dalam kandungan selain akan meminum (uga akan membuang air kecil dan buang
air besar.
4. ,danya in5eksi
7n5eksi bisa menyebabkan produksi air ketuban lebih sedikit atau lebih banyak.
)e%ala "an tan"a
8 &esak na5as.
8 9edem labia, vulva dan dinding perut.
8 *egangan dinding rahim menimbulkan nyeri.
:e(ala ini menon(ol (ika ter(adi hidramion akut.
8&ulit melakukan palpasi.
8 3unyi (antung sering tidak terdengar.
8 /erut terasa kembung dan lebih kencang.
8 +ulit perut tampak mengkilap.
8 "erkadang perut terasa sakit ketika ber(alan.
Klasifikasi
1 Hidramnion kronis
3anyak di(umpai pertambahan air ketuban ter(adi secara perlahan8lahan dalam beberapa
minggu atau bulan dan biasanya ter(adi pada kehamilan lan(ut.
Hidramnion akut
"er(adi pertambahan air ketuban secara tiba8tiba dan secara dalam #aktu beberapa hari sa(a.
3iasanya ter(adi pada kehamilan bulan ke G dan ke < $-ochtar, 199!%.
Penanganan
1ika ge(ala hidramnion tergolong ringan, an(urkan klien berpantang garam dan dilakukan
observasi dan memonitor (umlah air ketuban.
1ika (umlah air ketuban bertambah banyak, maka diberikan obat untuk mengurangi sesak dan
sakit. 0an (ika diperlukan maka akan memasukkan (arum ke dalam kantong air ketuban untuk
mengeluarkan sebagian cairan tersebut.
*. Ketu#an Pe.ah Dini
Pengertian
+etuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan, dan
ditunggi 1 (am belum dimulainya tanda persalinan. @aktu se(ak pecah ketuban sampai ter(adi
kontraksi rahim disebut Dke(adian ketuban pecah diniE $-anuaba, 199! : 9%.
+etuban pecah dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. 3ila
ketuban pecah dini ter(adi sebelum usia kehamilan ?A minggu maka disebut ketuban pecah dini
pada kehamilan prematur $&ar#ono, 00!%.
Pen/e#a#
/enyebab ketuban pecah dini mempunyai dimensi multi5aktorial yang dapat di(abarkan
sebagai berikut :
8 &erviks inkompeten.
8 +etegangan rahim berlebihan : kehamilan ganda, hidramnion.
8 +elainan letak (anin dalam rahim : letak sungsang, letak lintang.
8 +emungkinan kesempitan panggul : perut gantung, bagian terendah belum masuk /,/,
se5alopelvik dispro5orsi.
8 +elainan ba#aan dari selaput ketuban.
8 7n5eksi yang menyebabkan ter(adi proses biomekanik pada selaput ketuban dalam bentuk
proteolitik sehingga memudahkan ketuban pecah.
-ekanisme ter(adinya ketuban pecah dini dapat berlangsung sebagai berikut :
1. &elaput ketuban tidak kuat sebagai akibat kurangnya (aringan ikat dan vaskularisasi.
. 3ila ter(adi pembukaan serviks maka selaput ketuban sangat lemah dan mudah pecah dengan
mengeluarkan air ketuban.
Penanganan
&ebagai gambaran umum untuk tatalaksana ketuban pecah dini dapat di(abarkan sebagai
berikut :
1. -empertahankan kehamilan sampai cukup matur khususnya maturitas paru sehingga
mengurangi ke(adian kegagalan perkembangan paru yang sehat.
. "er(adi in5eksi dalam rahim, yaitu korioamnionitis yang men(adi pemicu sepsis, meningitis
(anin, dan persalinan prematuritas.
?. 0engan perkiraan (anin sudah cukup besar dan persalinan diharapkan berlangsung dalam
#aktu A (am dapat diberikan kortikosteroid, sehingga kematangan paru (anin dapat ter(amin.
4. /ada umur kehamilan 4 sampai ? minggu yang menyebabkan menunggu berat (anin cukup,
perlu dipertimbangkan untuk melakukan induksi persalinan, dengan kemungkinan (anin tidak
dapat diselamatkan.
G. -enghadapi ketuban pecah dini, diperlukan +7) terhadap ibu dan keluarga sehingga terdapat
pengertian bah#a tindakan mendadak mungkin dilakukan dengan pertimbangan untuk
menyelamatkan ibu dan mungkin harus mengorbankan (aninnya.
<. /emeriksaan yang penting dilakukan adalah I&: untuk mengukur distantia biparietal dan
perlu melakukan aspirasi air ketuban untuk melakukan pemeriksaan kematangan paru.
A. @aktu terminasi pada hamil aterm dapat dian(urkan selang #aktu < (am sampai 4 (am, bila
tidak ter(adi his spontan $-anuaba, 199! : ?%.
,. 'nemia
Pengertian
,nemia adalah kekurangan darah yang dapat menganggu kesehatan ibu pada saat proses
persalinan $3++3N, 00? : 4%. +ondisi ibu hamil dengan kadarHemoglobin kurang dari 11 gr
= pada trimester 1 dan ? dan O10,G gr = pada trimester . ,nemia dapat menimbulkan dampak
buruk terhadap ibu maupun (anin, seperti in5eksi, partus prematurus, abortus, kematian (anin,
cacat ba#aan $/ra#irohard(o, 00! : !1%.
@anita tidak hamil mempunyai nilai normal hemoglobin 1 sampai 1G gr =. ,ngka tersebut
(uga berlaku untuk #anita hamil, terutama #anita yang mendapat penga#asan selama hamil.
9leh karena itu, pemeriksaan hemoglobin harus men(adi pemeriksaan darah rutin selama
penga#asan antenatal, yaitu dilakukan setiap ? bulan atau paling sedikit 1 kali pada pemeriksaan
pertama atau pada tri#ulan pertama dan sekali lagi pada tri#ulan terakhir.
)e%ala "an tan"a
:e(ala dan tanda anemia antara lain adalah pusing, rasa lemah, kulit pucat, mudah pingsan,
sementara tensi masih dalam batas normal perlu dicurigai anemia de5isiensi. &ecara klinik dapat
dilihat tubuh yang malnutrisi dan pucat.
+eluhan yang dirasakan ibu hamil adalah lemas badan, lesu, lekas lelah, mata berkunang8
kunang, (antung berdebar. /engaruh anemia terhadap kehamilan antara lain dapat menurunkan
daya tahan ibu hamil sehingga ibu mudah sakit, menghambat pertumbuhan (anin sehingga
bayi lahir dengan berat badan rendah dan persalinan prematur $0e#i, 009%.
Penanganan umum
+ekurangan darah merah ini harus dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan bergi>i dan
diberi suplemen >at besi, pemberian kalori ?00 kalori/hari dan suplemen besi sebanyak <0
mg/hari sekiranya cukup mencegah anemia $-aulana, 00!, : 1!A%.
6. Dia#etes -elitus )estasional
Definisi
0iabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar
glukosa dalam darah atau hiperglikemia. $-ans(oer, 000%.
0iabetes -elllitus adalah suatu kumpulan ge(ala yang timbul pada seseorang yang disebabkan
oleh karena adanya peningkatan kadar gula $glukosa% darah akibat kekurangan insulin baik
absolut maupun relati5 $,r(atmo, 00%.
0iabetes -ellitus klinis adalah suatu sindroma gangguan metabolisme dengan hiperglikemia
yang tidak semestinya sebagai akibat suatu de5isiensi sekresi insulin atau berkurangnya
e5ekti5itas biologis dari insulin atau keduanya. $Lrancis dan 1ohn, 000%,
Etiologi
Lactor predisposisi
a. Imur sudah mulai tua
b. -ultiparitas
c. /enderita gemuk
d. *i#ayat melahirkan anak lebih besar dari 4000 g
e. 3ersi5at keturunan
5. *i#ayat kehamilan : &ering meninggal dalam rahim, &ering mengalami lahir mati, &ering
mengalami keguguran
g. Laktor autoimun setelah in5eksi mumps, rubella dan coBsakie 34.
h. -eningkatnya hormon antiinsulin seperti :H, glukogen, ,."H, kortisol, dan epineprin.
i. 9bat8obatan.
Patofisiologi
0engan makan masing8masing, #anita hamil mengalami serangkaian tindakan hormonal
kompleks ibu $yaitu, peningkatan glukosa darahH sekresi insulin pankreas sekunder, glukagon,
somatomedins, dan katekolamin adrenal%./enyesuaian ini men(amin bah#a cukup, namun tidak
berlebihan, pasokan glukosa tersedia untuk ibu dan (anin.
7bu hamil cenderung untuk mengembangkan hipoglikemia $glukosa plasma rata8rata P <G8AG
mg / d4% antara #aktu makan dan saat tidur. Hal ini ter(adi karena (anin terus menarik glukosa
melalui plasenta dari aliran darah ibu, bahkan selama periode puasa.
hipoglikemia 7nterprandial men(adi semakin ditandai sebagai kehamilan berlan(ut dan
permintaan glukosa meningkat (anin. "ingkat steroid plasenta dan hormon peptida $misalnya,
estrogen, progesteron, dan somatomammotropin chorionic% meningkat secara linear sepan(ang
trimester kedua dan ketiga.
+arena hormon ini memberi (aringan resistensi insulin meningkat naik tingkat mereka,
permintaan untuk sekresi insulin meningkat dengan semakin escalates makan selama kehamilan.
0ua puluh empat (am berarti tingkat insulin G0= lebih tinggi pada trimester ketiga dibandingkan
dengan keadaan tidak hamil. 7ni biasanya bermani5estasi sebagai episode berulang Hiperglikemi
postprandial.)pisode ini postprandial yang paling signi5ikan bertanggung (a#ab untuk
pertumbuhan dipercepat dipamerkan oleh (anin.hiperinsulinemia (anin mempromosikan
penyimpanan kelebihan gi>i, sehingga macrosomia
/engeluaran energi yang berhubungan dengan konversi kelebihan glukosa men(adi penyebab
penurunan lemak dalam kadar oksigen (anin. )pisode ini hipoksia (anin yang disertai dengan
lon(akan di katekolamin adrenal, yang, pada gilirannya, menyebabkan hipertensi, remodelling
(antung dan hipertro5i, stimulasi eritropoietin, hiperplasia sel darah merah, dan peningkatan
hematokrit. /olisitemia $hematokrit' <G=% ter(adi pada G810= dari bayi yang baru lahir dari ibu
diabetes. "emuan ini tampaknya berhubungan dengan tingkat kontrol glisemik dan ditengahi
oleh penurunan tegangan oksigen (anin.
Hematokrit tinggi nilai8nilai dalam memimpin neonatus untuk sludging pembuluh darah,
sirkulasi yang buruk, dan hiperbilirubinemia pascakelahiran. 0i sisi lain, gula darah postprandial
nilai puncak (arang melebihi 10 mg / d4. -eticulous replication o5 the normal glycemic pro5ile
during pregnancy has been demonstrated to reduce the macrosomia rate. "eliti replikasi dari
pro5il glisemik normal selama kehamilan telah ditun(ukkan untuk mengurangi tingkat
macrosomia.&ecara khusus, ketika kadar glukosa (am postprandial diselenggarakan kurang dari
10 mg / d4, sekitar 0= dari (anin menun(ukkan macrosomia. &ebaliknya, (ika tingkat
postprandial (angkauan hingga 1<0 mg / d4, harga macrosomia naik men(adi ?G=.
0iabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemia $peningkatan glukosa darah% diakibatkan karena
/roduksi insulin yang tidak adekuat atau penggunaan insulin secara tidak e5ekti5 pada tingkat
seluler. 7nsulin6 insulin yang diproduksi sel6 sel beta pulau langerhans di prankeas bertanggung
(a#ab mentranspor glukosa ke dalam sel . apabila insulin tidak cukup / tidak e5ekti5, glukosa
berakumulasi dalam aliran darah dan ter(adi hiperglikemia. Hiperglikemia menyebabkan
hiperosmolaritas dalam darah yang menarik cairan intarsel ke dalam sisitem vaskular sehingga
ter(adi dehidrasi dan peningkatan volume darah. ,kibatnya gin(al menyekresi urine dalam
volume besar $poliuria% sebagai upaya untuk mengatur kelebihan volume darah dan menyekresi
glukosa yang tidak digunakan $gliousuria%. 0ehidrasi seluler, menimbulkan rasa haus berlebihan
$polidipsi%. /enurunan berat badan akibat pemecahan lemak dan (aringan otot, pemecahan
(aringan ini menimbulkan rasa lapar yang membuat individu makan secara berlebihan
$poli5algia%. &etelah (angka #aktu tertentu, diabetes menyebabkan perubahan vaskuler yang
bermakna. /erubahan ini terutama mempungaruhi (antung, mata dan gin(al. +omplikasi akibat
diabetes mencakup aterosklerosis, premature, retinopati dan ne5ropati. 0iabetes tipe 7 dan 77
biasanysa dikenal sebagai sindrom yang disebabkan oleh 5actor genetic. 0iabetes biasanya
di#ariskan sebagai si5at resesi5, tetapi muncul sebagai si5at dominan pada beberapa keluarga.
/e#arisan si5at genetik $genotip% diabetes mellitus tidak selalu berarti bah#a individu akan
mengalami intoleransi glukosa diabetik $5enotip%. 3anyak individu yang memiliki genotip, tidak
memperlihatkan satupun ge(ala diabetes sampai mereka mengalami satu atau lebih stressor atau
5aktor presipitasi. .ontoh stressor tersebut adalah peningkatan usia, periode perkembangan
normal, perubahan hormonal yang cepat, obesitas, in5eksi, pembedahan, krisis emosi dan tumor
atau in5eksi pangkreas. 0iabetes :estasional $diabetes kehamilan% intoleransi glukosa selama
kehamilan, tidak dikelompokkan kedalam N700- pada pertengahan kehamilan meningkat
sekresi hormon pertumbuhan dan hormon chorionik somatomamotropin $H.&%. Hormon ini
meningkat untuk mensuplai asam amino dan glukosa ke 5etus.
0alam kehamilan ter(adi perubahan metabolism endokrin dan karbohidrat yang menun(ang
pemasokan makanan bagi (anin serta persiapan untuk menyusui. :lukosa dapat berdi5usi secara
tetap melalui plasenta kepada (anin sehingga kadarnya dalam darah (anin hampir menyerupai
kadar darah ibu. 7nsulin ibu tak dapat mencapai (anin, sehingga kadar gula ibu yang
mempengaruhi kadar pada (anin. /engendalian kadar gula terutama dipengaruhi oleh insulin,
disamping beberapa hormone lain seperti estrogen, steroid dan plasenta laktogen. ,kibat
lambatnya resorpsi makanan maka ter(adi hiperglikemia yang relati5 lama dan ini menuntut
kebutuhan insulin. -en(elang aterm kebutuhan insulin meningkat sehingga mencapai ? kali dari
keadaan normal. Hal ini disebut sebagai tekanan diabeto(enik dalam kehamilan. &ecara 5isiologik
telah ter(adi resistensi insulin yaitu bila ia ditambah dengan insulin eksogen ia tidak mudah
men(adi hipoglikemi. ,kan tetapi, bila ibu tidak mampu meningkatkan produksi insulin,
sehingga ia relative hipoinsulin yang menyebabkan hiperglikemia atau diabetes kehamilan.
/ada 0-:, selain perubahan8perubahan 5isiologi tersebut, akan ter(adi suatu keadaan di mana
(umlah/5ungsi insulin men(adi tidak optimal. "er(adi perubahan kinetika insulin dan resistensi
terhadap e5ek insulin. ,kibatnya, komposisi sumber energi dalam plasma ibu bertambah $kadar
gula darah tinggi, kadar insulin tetap tinggi%. -elalui di5usi ter5asilitasi dalam membran plasenta,
dimana sirkulasi (anin (uga ikut ter(adi komposisi sumber energi abnormal. $menyebabkan
kemungkinan ter(adi berbagai komplikasi%. &elain itu ter(adi (uga hiperinsulinemia sehingga
(anin (uga mengalami gangguan metabolik $hipoglikemia, hipomagnesemia, hipokalsemia,
hiperbilirubinemia, dan sebagainya.
Klasifikasi "ia#etes selama masa kehamilan
+elas +arakteristik 7mplikasi
7ntoleransi glukosa
pada masa hamil
"oleransi glukosa abnormal
selama masa hamilH
hiperglikemia pascaprandial
selama masa hamil
0iagnosis sebelum usia gestasi
?0 minggu penting untuk
mencegah makrosomia
"angani dengan diet kalori
yang adekuat untuk mencegah
penurunan berat badan ibu.
&asaran yang dicapai : glukosa
darah pasccaprandial O1?0
mg/dl 1 (am setelah makan
atau O 10G mg/dl (am setelah
makan. ,pabila insulin
dibutuhkan, tangani seperti
penanganan kelas 3 dan .
,
0iabetes kimia#i yang
didiagnosis sebelum masa
hamil: diatasi hanya melalui
upaya dietH a#itan dapat
ter(adi ter(adi pada usia
berapapun
/enatalaksanaan sama dengan
penanganan intoleransi
glukosa pada kehamilan
3
"erapi insulin yang
dilakukan sebelum -asa
hamilH a#itan pada usia 0
tahun atau lebihH durasi
kurang 10 tahun
&ekresi insulin endogen dapat
menetap, resiko pada neonates
dan (anin sama dengan resiko
pada kelas . dan 0 begitu
(uga dengan
penatalaksanaannya
. ,#itan pada usia 10 sampai
0 tahun, atau durasi 10
sampai 0 tahun. 0iabetes
0iabetes karena kurang
binsulin dengan a#itan pada
masa kanak 6 kanak.
karena kurang insulin

0
,#itan sebelum usia 10
tahun samapai 0 tahun atau
durasi 10 sampai 0 tahun


-akrosomia (anin atau
retardasi pertumbuhan
intrauterine dapat ter(adi,
mikroaneurisme retina, dot8
hemoragi, dan eksudat
meningkat selama masa
hamil., kemudian menurun
setelah melahirkan
L
Ne5ropati diabetic disertai
dengan proteinuria
,nemi dan hipertensi umum
ter(adi, proteinuria meningkat
pada trimester ke ?, menurun
setelah melahirkan. *etardasi
pertumbuhan (anin intrauterine
umum ter(adi, angka
kelangsungan hidup perinatal
sekitar !G=. ,pabila berada
diba#ah kondisi optimal, tirah
baring dibutuhkan
H /enyakit ,rteri koroner *esiko maternal yang serius
* *etinopati proli5erati5
Neovaskularisasi disertai
resiko hemoragi vitreus atau
retina tanggal, 5oto koagulasi
laser berman5aat aborsi
biasanya tidak dibutuhkan,
disertai proses akti5 neo
vaskularisasi, mencegah usaha
mengedan

-anifestasi Klinis
"anda dan ge(ala klinis patogenesis 0iabetes -elitus menurut -ans(oer,
$000%, yaitu sebagai berikut :
a. /oli5agia
b. -ata kabur
c. /oliuria.
d. /ruritus vulva
e. /olidipsi
5. +etonemia
g. 4emas
h. :likosuria
i. 33 menurun
(. :ula darah (am pp ' 00 mg/dl
k. +esemutan
l. :ula darah puasa ' 1< mg/dl
m. :ula darah se#aktu ' 00 mg/dl
n. :atal
Pengo#atan
/engobatan secara medis
a. -eningkatkan (umlah insulin
b. &ul5onilurea $glipi>ide :7"&, glibenclamide, dsb.%
c. -eglitinide $repaglinide, nateglinide%
d. 7nsulin in(eksi
e. -eningkatkan sensitivitas insulin
5. 3iguanid/met5ormin
g. "hia>olidinedione $pioglita>one, rosiglita>one%
h. -emengaruhi penyerapan makanan
i. ,carbose
(. Hati8hati risiko hipoglikemia berikan glukosa oral $minuman manis atau permen%
Penatalaksanaan
/enatalaksanaan obstertik
a. /ersalinan dilakukan:
1. /ertahankan (anin sampai aterm $cukup umur% dan lahir dengan spontan
. Isahakan lakukan persalinan pada minggu ?A8?! kehamilan.
?. 3isa dilakukan /rimer seksio sesarea.
b. /enanganan bayi dengan 0-
1. 3ayi dengan 0- disamakan penanganannya dengan bayi prematur.
. 9bservasi kemungkinan hipoglisemia pada bayi.
?. *a#at bayi di /era#atan intensi5: neonatus intensi5 unit care dengan penga#asan ahli
neonatologi.
Komplikasi
a. ,kut
1. Hipoglikemia
. +oma +etoasidosis
?. +oma hiperosmolar nonketotik
b. +ronik
1. -akroangiopati, mengenai pembuluh darah besar H pembuluh darah (antung, pembuluh darah
tepi, dan pembuluh darah otak
. -ikroangiopati, mengenai pembuluh darah kecilH retinopati diabetik, ne5ropati diabetic
?. Neuropati diabetic
4. *entan in5eksi, seperti tuberkulosis paru, gingivitis
G. dan in5eksi saluran kemih
<. +aki diabetik
Pemeriksaan Diagnosti.
a. ,danya kadar glukosa darah yang tinggi secara abnormal. +adar gula darah pada #aktu puasa
' 140 mg/dl. +adar gula se#aktu '00 mg/dl.
b. "es toleransi glukosa. :lukosa plasma dari sampel yang diambil (am pp '00 mg/dl.
c. :lukosa darah: darah arteri / kapiler G810= lebih tinggi daripada darah vena, serum/plasma
1081G= daripada darah utuh, metode dengan deproteinisasi G= lebih tinggi daripada metode
tanpa deproteinisasi
d. :lukosa urin: 9G= glukosa direabsorpsi tubulus, bila glukosa darah ' 1<081!0= maka sekresi
dalam urine akan naik secara eksponensial, u(i dalam urin: Q nilai ambang ini akan naik pada
orang tua. -etode yang populer: carik celup memakai :90.
e. 3enda keton dalam urine: bahan urine segar karena asam asetoasetat cepat didekrboksilasi
men(adi aseton. -etode yang dipakai Natroprusid, ?8hidroksibutirat tidak terdeteksi
5. /emeriksan lain: 5ungsi gin(al $ Ireum, creatinin%, 4emak darah: $+holesterol, H04, 404,
"rigleserid%, L5ungsi hati, antibodi anti sel insula langerhans $ islet cellantibody%
Pen.egahan
a. /rimer : untuk mengurangi obesitas dan 33.
b. &ekunder : deteksi dini, kontrol penyakit hipertensi, anto rokok, pera#atan.
c. "ersier : /endidikan tentang pera#atan kaki, cegah ulserasi, gangren dan amputasi,
pemeriksaan optalmologist, albuminuria monitor penyakit gin(al, kontrol hipertensi, status
metabolic dan diet rendah protein, pendidikan pasien tentang penggunaan medikasi untuk
mengontrol medikasi