Anda di halaman 1dari 19

1

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


(PERTEMUAN KE-8)



KELOMPOK III
Putu Krisna Gautama (1215351105)
Trisna Deviani (1215351106)
I Putu Eka Arya Wedhana Temaja (1215351107)
Ricky Ardi Suprapta (1215351109)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Program Ekstensi)
Universitas Udayana
2014


2


Daftar Isi
I. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi ........................................................................................... 3
II. Model Umum Sistem Informasi Akuntansi .................................................................................. 4
III. Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi .................................................................................. 6
PENGOLAHAN DATA .......................................................................................................................... 8
Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu : ................................................. 11
Manfaat sistem informasi akuntansi: .................................................................................................. 11
IV. Contoh System Informasi Akutansi ............................................................................................ 12
V. Peran Sistem Informasi Akuntansi dalam Pemecahan Masalah .................................................. 17


3

I. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu komponen organisasi yang
mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi
finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
Sistem informasi akuntansi merupakan subsistem dari Sistem Informasi Manajemen yang
menyediakan informasi akuntansi keuangan, dan informasi lain atas transaksi akuntansi.

Penggunaan sistem informasi akuntansi (SIA), yaitu :
1. Membuat laporan eksternal
Laporan ini mencangkup laporan keuangan, seperti pajak dan laporan yang
diperlukan oleh badan-badan pemerintah yang mengatur perusahaan dalam
industri perbankan dan utilitas.
2. Mendukung aktifitas rutin
Sistem SIA digunakan untuk menangani aktifitas operasi rutin sepanjang siklus
operasi perusahaan.
3. Mendukung Pengambilan Keputusan
Informasi diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan yang tidak rutin
pada semua tingkat pada suatu organisasi.
4. Perencanaan dan Pengendalian
Suatu sistem informasi diperlukan untuk aktifitas perencanaan dan pengendalian.
5. Menerapkan Pengendalian Internal
Pengendalian internal ( internal control) mencangkup kebijakan-kebijakan,
prosedur-prosedur, dan sistem informasi yang digunakan untuk melindungi aset-
4

aset perusahaan dari kerugian atau korupsi, dan untuk memelihara keakuratan
data keuangan.

Dalam sistem informasi sebuah serangkaian prosedur dimana data dikumpulkan, diproses
menjadi informasi dan didistribusikan kepada para pemakai. Sistem informasi menerima output,
disebut sebagai transaksi, yang kemudian dikonversi melalui berbagai proses menjadi output
informasi yang akan didistribusikan kepada para pemakai informasi.



II. Model Umum Sistem Informasi Akuntansi
Dalam sistem informasi akuntansi terdiri atas elemen-elemen yang terintegrasi dan
terorganisasi dimana ada saling ketergantungan antara elemen tersebut, oleh karena itu sistem
informasi akuntansi akan berjalan dengan baik apabila elemen-elemen bekerja sebagaimana
mestinya. Elemen-elemen sistem informasi akuntansi terdiri atas :
1. Pemakai Akhir (End User)
Pemakai akhir dibagi dalam dua kelompok umum eksternal dan internal. Pemakai eksternal
meliputi para kreditur, pemengang saham, investor potensial, agen-agen pembuat peraturan,
otorisasi pajak, para pemasok dan pelanggan. Para pemakai internal adalah pihak
manajemen disetiap tingkat organisasi juga personel operasi. Berlawanan dengan pelaporan
5

eksternal, organisasi memiliki cukup kebebasan dalam memenuhi kebutuhan pemakai
internal.
2. Sumber Data
Sumber data adalah transaksi keuangan yang memasuki sistem informasi dari sumber
eksternal dan internal. Transaksi keuangan eksternal adalah pertukaran ekonomis dengan
entitas bisnis lainnya dan individu dari luar perusahaan.
3. Pengumpulan Data
Merupakan tahap operasional pertama dalam sistem informasi. Tujuannya adalah untuk
memastikan bahwa data-data peristiwa yang memasuki sistem itu sah (valid).
4. Pemrosesan Data
Setelah data-data terkumpul maka perlu diproses untuk menghasilkan informasi. Tugas
dalam tahap pemrosesan data bervariasi dari yang sederhana sampai yang kompleks.
5. Manajemen Database
Database organisasi merupakan tempat penyimpanan fisik data keuangan dan non keuangan.
Database dapat berupa filling cabinet atau sebuah disket komputer. Tanpa memperhatiakn
bentuk fisik, dapat ditampilkan isinya dalam hierarki logis.
6. Penghasil Informasi
Penghasil informasi merupakan proses mengumpulkan, mengatur, menformat dan
meyajikan informasi untuk para pemakai. Informasi dapat berupa dokumen operasional
sepeti pesanan penjualan, suatu laporan yang terstruktur atau pesan di layar komputer.



6

7. Umpan Balik
Umpan balik adalah suatu bentuk output yang dikirimkan kembali ke sistem sebagai suatu
sumber data. Umpan balik dapat bersifat eksternal atau internal dan digunakan untuk
memulai atau mengubah suatu proses.



III. Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Hall (2007:27) karakteristik kualitas informasi akuntansi terdiri dari :
Adapun penjelasan criteria-kriteria di atas adalah :
a) Relevan
Informasi yang relevan merupakan informasi yang perlu diketahui untuk memberikan
pemahaman yang baru. Laporan yang hanya bersifat sementara, dan selanjutnya tidak
relevan harus dihentikan pembuatannya.

7


b) Tepat Waktu
Umur informasi merupakan faktor yang kritikal dalam menentukan kegunaannya.
Informasi harus tidak lebih tua dari periode waktu tindakan yang didukungnya.
c) Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan yang sifatnya material. Kesalahan-kesalahan
material ada ketika jumlah informasi yang tidak akurat menyebabkan pemakainya
melakukan keputusan yang buruk atau gagal melakukan keputusan yang diperlukan.
d) Lengkap
Tidak ada bagian informasi yang esensial bagi pengambilan keputusan atau pelaksanaan
tugas yang hilang. Informasi yang tidak lengkap bisa menimbulkan kesulitan, karena
informasi yang tidak disertakan itu akan menjadi unsur ketidakpastian yang besar.
e) Rangkuman (ringkasan)
Informasi harus diagregasi agar sesuai dengan kebutuhan pemakai. Informasi yang
ringkas dan mengikhtisarkan data relevan yang menunjukan bidang-bidang
penyimpangan terhadap tingkat normal, standar, atau yang direncanakan merupakan
bentuk informasi yang banyak diperlukan oleh para pemakai informasi.

Ada Beberapa Karakteristik Umum Sistem Informasi Akuntansi Yakni :
1. Melaksanankan tugas yang diperlukan. Perusahaan tidak memutuskan untuk
melaksanakanpengolahan data atau tidak. Perusahaan diharuskan oleh undang undang
untuk memeliharacatatan kegiatannya. Elemen elemen dalam lingkungan seperti
pemerintah,pemegang sahamdan pemilik, serta masyarakat keuangan menuntut
8

perusahaan agar melakukan pengolahandata. Tetapi bahkan jika lingkungan tidak
memintanya, manjameen perusahaan pastimenerapkan SIA sebagai cara mencapai dan
menjaga pengendalian.
2. Berpegang pada prosedur yg relatif standar.Peraturan dan praktek yang diterima
menentukancara pelaksanaan pengolahan data. Segala jenis organisasi mengolah datnay
dengan cara yangpada dasarnya sama.
3. Menangani data yang rinci. Karena berbagai catatan pengolahan data dan menjelaskan
kegiatanperusahaan secra rinci, catatan tersebut menyediakan jejak audit. Jejak audit
adalah kronologikegiatan yang dapat ditelusuri dari awal hingga ke akhir, dan dari akhir
ke awal.
4. Terutama berfokus historis.Data yang dikumpulkan oleh SIA umumnya menjelaskan apa
yangterjadai di masa lampau. Ini terutama terjadi jika pengolahan berkelompok
digunakan.
5. Menyediakan informasi pemecahan masalah. SIA menghailkan sebagian output
informasi bagimanajer perusahaan. Laporan akuntansi standar seperti laporan rugi laba
dan neraca merupakan contohnya

PENGOLAHAN DATA
Pengolahan data adalah suatu kegiatan memanipulasi atau mentransformasi simbol-
simbol seperti angka atau abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaannya
1. Pengumpulan data: Saat perusahaan menyediakan produk dan jasa lingkungan, tiap
tindakan dijelaskan oleh catatan data. Jika tindakan tersebut melibatkan elemen
lingkungan, maka disebut transaksi, karena itu timbullah istilah pengolahan
9

transaski. Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap
tindakan internal perusahaan. Dan transaksi lingkungan perusahaan.
2. Manipulasi data,( data perlu dimanipulasi untuk mengubahnya menjadi informasi)
yang terdiri dari :
a) Pengklasifikasian: elemen elemen data tertentu dalam catatan digunakan
sebagia kode. Dibidang komputer, Kode adalah satu atau beberapa karakter yang
digunakan untuk mengidentifikasikan dan mengelompokkan catatan,mis: Nomor
pegawai dll
b) Pengurutan: catatan catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode
atau elemen data lain. Misalnya File catatan gaji disusun sehinggan semua
cattaan untuk tiap pegawai terkumpul menjadi satu.
c) Penghitungan: Operasi artimatika dan logika dilaksanakan pada elemen elemen
data untuk menghasilkan elemen elemen data tambahan.Dalam sisem gaji
misalnya upah per jam dikalikan dengan jam kerja untuk menghasilkan
pendapatan kotor.
d) Pengikhtisaran: Terdapat begitu banyak data yang perlu disintesis, atau disarikan,
menjadi bentuk total, sub total , rata rata dan seterusnya.
3. Penyimpanan data
4. Penyiapan dokumen

Tugas pengolahan data perusahaan dilaksanakan oleh Sistem Informasi Akuntansi(SIA)
yang mengumpulkan menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebutmenjadi
10

informasi, serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupun diluar
perusahaan.



Gambar diatas adalah suatu model SIA. Elemen input, transformasi dan output dari sistem
fisisk perusahaan berada pada bagian bawah. Data dikumpulkan dari seluruh sistem fisik
dan lingkungan, lalu dimasukkan ke dalam database. Perangkat lunak data mengubah data
menjadi informasi untuk manajemen perusahaan serta untuk perorangan dan organisasi di
11

lingkungan perusahaan.Arus informasi kelingkungan penting untuk dipahami. SIA adalah
satu satunya CBIS yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar
perusahaan. SIA bertanggung jawab untuk menyediakan informasi bagi tiap elemen
lingkungan kecuali pesaing.
Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
1. Sistem Pengeluaran
Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber
ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik
pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
2. Sistem Pendapatan
Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan
kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
3. Sistem Produksi
Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu
sumber ekonomi.
4. Sistem Manajemen Sumber Daya
Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian
sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan


Manfaat sistem informasi akuntansi:
o Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat
melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
12

o Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang
dihasilkan
o Meningkatkan efisiensi
o Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
o Meningkatkan sharing knowledge
o menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

Dan juga memiliki tujuan :
1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari
2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen
3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban


IV. Contoh System Informasi Akutansi
PT Karya Bahana Berlian berdiri tahun 1991. Mereka berkomitmen menjadi perusahaan
desain dan manufaktur tempat duduk mobil satu-satunya di Indonesia. Dengan jumlah
pegawai 329 orang dan dipimpin Presiden Direktur. Perusahaan ini memproduksi
beberapa produk otomotif seat seperti seat assembly, seat cover, PU foam (cold cure),
dan leather trim cover. Saat ini PT Karya Bahana Berlian telah memiliki tiga jaringan
perusahaan yaitu PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, PT Honda Prospect Motors, dan
PT KIA Indonesia Motors.
Arus Transaksi Perusahaan
Pelanggan memesan (order) barang melalui sistem apliksai order penjualan. Order dapat
dibuat oleh pelanggan itu sendiri atau melalui tenaga penjual. Order dapat tertulis
13

maupun melalui telepon. Sistem order penjualan mengubah order ke dalam data yang
penting untuk mendukung pemrosesan lanjutan terhadap order oleh sistem aplikasi yang
lainnya. Aplikasi order penjualan seringkali mengirimkan formulir pemberitahuan kepada
pelanggan untuk memberitahukan bahwa order telah diterima dan sedang diproses.
Aplikasi order penjualan mengirimkan memo penagihan ke sistem aplikasi penagihan.
Memo ini menyajikan data yang diperlukan untuk menyiapkan faktur pelanggan untuk
barang yang telah dipesan. Sistem aplikasi penagihan mengirimkan faktur (tagihan)
kepada pelanggan untuk pembayaran. Kemudian bagian penagihan mengirimkan nota
faktur kepada sistem aplikasi piutang dagang. Bagian piutang dagang bertanggung jawab
untuk menyelenggarakan database pelanggan dan harus memperbaruinya untuk
merefleksikan adanya transaksi ini. Secara periodik sistem aplikasi piutang dagang
mengirimkan laporan kepada pelanggan yang merincikan total jumlah hutang setiap
pelanggan kepada perusahaan. Sistem aplikasi order penjualan mengirimkan order
pengiriman ke gudang. Dokumen ini merincikan pengiriman pemesanan yang dilakukan
pelanggan, termasuk waktu dan kemana barang harus dikirimkan. Order pelanggan
mensyaratkan bahwa order produksi harus dikirimkan ke bagian produksi jika barang
yang di order adalah biasa, tidak terdapat dalam persediaan, atau jika barang yang
dipesan tidak terdapat dalam persediaan.
Setelah barang dikirimkan kepada pelanggan, bagian pengiriman memberikan rangkapan
order pengiriman kepada sistem penagihan untuk mendokumentasikan pengiriman dan
untuk memungkinkan dilakukan proses penagihan. Barang-barang yang dikirim kepada
pelanggan dikirimkan dari gudang ke fungsi pengiriman. Barang jadi dikirimkan dari
14

sistem produksi ke gudang untuk penyimpanan, kemudian barang diserahkan atau
dikirimkan kepada pelanggan.
Aplikasi penjadwalan produksi mengirim jadwal produksi ke sistem produksi. Jadwal ini
mengesahkan dan mengendalikan sisem produksi. Laporan posisi produksi dikirimkan ke
sistem penjadwalan produksi sehingga jadwal produksi dapat ditelaah dan direvisi.
Sistem produksi mengirimkan permohonan pembelian kepada aplikasi pembelian. Bahan
mentah harus di-order intuk diproduksi. Sistem aplikasi pembelian bertanggungjawab
untuk membuat order kepada pemasok/penjual. Bagian produksi mengirimkan laporan
tenaga kerja ke sistem penggajian untuk pembayaran upah dan akumulasi biaya produksi.
Bagian pembelian mengirimkan nota penerimaan kepada aplikasi penerimaan. Dokumen
ini meng-otorisasi fungsi penerimaan untuk menyetujui penerimaan dari pemasok.
Pembelian mengirim order pembelian kepada pemasok untuk memesan barang. Nota
pembelian dikirimkan ke sistem aplikasi hutang dagang untuk memulai proses
pembayaran.
Barang dagangan diterima dari pemasok. Lalu pemasok mengirimkan faktur kepada
perusahaan untuk pembayaran. Faktur ini harus disetujui oleh sistem aplikasi hutang
dagang. Bagian penerimaan memberitahukan bagian hutang dagang bahwa barang yang
dipesan telah diterima. Bagian hutang dagang meng-otorisasi pembayaran kepada
pemasok. Nota pembayaran dikirimkan ke sistem aplikasi untuk diproses.
Karyawan-karyawan menerima pembayaran cek dan dokumen lainnya dari sistem
penggajian. Nota pembayaran karyawan dikirim ke sistem aplikasi akuntansi untuk
diproses.
15

Para pelanggan mengirimkan penbayaran melalui rekening mereka kepada perusahaan.
Bukti penerimaan kas diproses oleh sistem aplikasi akuntansi. Barang yang dibeli
dikirimkan dari bagian penerimaan ke gudang untuk disimpan.

Struktur organisasi


Alur Proses Produksi

16

Proses Produksi


Prosedur Perencanaan Produk Baru


17

V. Peran Sistem Informasi Akuntansi dalam Pemecahan Masalah
Peranan Sistem Informasi Akuntansi
Organisasi perusahaan yang besar merupakan suatu hal yang kompleks,
perusahaan mempekerjakan puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang dengan berbagai macam
tugas. Hal ini mengakibatkan banyak sekali pihak yang berkepentingan terhadap
perusahaan. Perusahaan harus mampu untuk merencanakan, menkoordinasikan, dan
mengendalikan seluruh aktivitasnya secara baik.
Jadi peranan sistem informasi akuntansi adalah untuk memberikan gambaran
kepada pihak ekstern dan intern mengenai informasi keuangan perusahaan serta seluruh
aktivitas perusahaan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.
SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi
stardar. Laporan ini sangat berharga dalam area keuangan dan tingkat manajemen
puncak.SIA Menyediakan Database yang kaya yang dapat digunakan dalam pemecahan
masalah. Database menyediakan banyak input bagi subsistem CBIS lain, terutama Sistem
Informasi Manajemen dan DSS.
Pengolahan data merupakan dasar bagi sistem-sistem pemecahan masalah lain.
Langkah pertama dalam menyediakan dukungan komputer bagi pemacahan masalah untuk
manajer adalah dengan menerapkan SIA yang baik.
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi:
Sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, perusahaan yang
mendistribusikan produk dan jasanya kepada pelanggan.
Dalam sistem informasi pembayaran (kepada pemasok) maka data input adalah
semua tagihan dari pemasok diproses dengan cara tertentu sehingga memberikan
18

informasi berupa tanggal jatuh tempo, besarnya pembayaran, cara pembayaran,
dan lainnya. Sehingga manajemen mampu memutuskan kebijakan pembayaran
yang tepat.
Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru
dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan
analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru
tersebut.
Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang
berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh
EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian
diberikan ke bagian pemasaran.
Contoh:
Peranan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian
Internal Penjualan (Studi kasus pada PT. Pupuk Kujang (Persero))
Salah satu kegiatan utama dan tujuan perusahaan dalam menunjang kelangsungan hidupnya
adalah memperoleh laba yang dapat dicapai melalui kegiatan penjualan. Tujuan utama
perusahaan tersebut akan dapat dicapai apabila penjualan maksimal dan berjalan dengan
baik. Sistem informasi akuntasi penjualan sangat diperlukan bagi perusahaan saat ini, untuk
menunjang efektivitas pengendalian internal penjualan perusahaan. Objek penelitian dalam
pembahasan skripsi ini adalah peranan sistem informasi akuntansi penjualan dalam
menunjang efektivitas pengendalian internal penjualan pada PT. Pupuk Kujang (Persero)
yang berlokasi di Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 39 Cikampek, Jawa Barat. Tujuan dari
penelitian ini adalah Untuk mengetahui peranan sistem informasi akuntansi penjualan dalam
19

menunjang efektivitas pengendalian internal penjualan. Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus, yaitu suatu
metode yang berusaha untuk memberikan gambaran secara sistematis dan akurat mengenai
faktafakta, sifat, dan hubungan antara fenomena yang diteliti dalam suatu perusahaan.
Gambaran yang sistematis diperoleh dengan cara mengumpulkan, mengklasifikasikan dan
menganalisis data, sehingga dapat ditarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan mengenai peranan sistem informasi akuntansi penjualan dalam menunjang
efektivitas pengendalian internal penjualan yang dilakukan di PT Pupuk Kujang (Persero),
diperoleh bahwa sistem informasi akuntansi penjualan yang diterapkan perusahaan sudah
memadai. Hal ini dapat dilihat dari pemanfaatan seluruh unsur-unsur sistem informasi
akutansi. Pengendalian internal penjualan yang diterapkan oleh PT Pupuk Kujang (Persero)
sudah memadai. Hal ini dapat dilihat dari terpenuhinya komponen-komponen pengendalian
internal penjualan. Efektivitas pengendalian internal penjualan, hal tersebut didukung oleh
terpenuhinya tujuan pengendalian internal penjualan.