Anda di halaman 1dari 12

LEMBARAN DAERAH

PROPINSI BALI
NOMOR: 21 TAHUN: 2002
GUBERNUR BALI,
PERATURAN DAERAH PROPINSI BALI
NOMOR 9 TAHUN 2002
TENTANG
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PEREDARAN
MINUMAN BERALKOHOL
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR BALI,
Menimbang : a. bahwa minuman beralkohol merupakan jenis minuman
dengan potensi ekonomi tinggi dan kandungan kimia yang
dapat membahayakan kesehatan pemakainya, sehingga
menggangu ketertiban masyarakat;
b. bahwa dalam rangka mengoptimalkan potensi, meminimalkan
bahaya, dan gangguan ketertiban masyarakat diperlukan
pengawasan dan pengendalian terhadap pemasukan dan
peredaran minuman tersebut, baik yang dimasukkan dari luar
Bali maupun yang diproduksi secara lokal;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a dan b, perlu membentuk Peraturan Daerah
tentang Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol.
Mengingat : . !ndang"undang #omor $$ %ahun &&& tentang Pemerintah
Daerah"daerah %ingkat ' Bali, #usa %enggara Barat dan #usa
%enggara %imur ()embaran #egara %ahun &*+ #omor *,
%ambahan )embaran #omor ,+$-;
$. !ndang"undang #omor $$ %ahun &&& tentang Pemerintahan
Daerah ()embaran #egara %ahun &&& #omor ./, %ambahan
)embaran #egara #omer ,+,&-;
,. Peraturan Pemerintah #omor $* %ahun $/// tentang
0ewenangan Pemerintahan dan 0ewenangan Propinsi sebagai
daerah 1tonomi ()embaran #egara %ahun $/// #omor *2,
%ambahan )embaran #egara #omor ,&*$-.
Dengan persetujuan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
PROPINSI BALI
MEMUTUSKAN
Menetapkan : P345%!45# D53456 P41P'#7' B5)' %3#%5#8
P3#859575# D5# P3#83#D5)'5# P343D545#
M'#!M5# B345)0161).
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :
. Daerah adalah Propinsi Bali.
$. Pemerintah Propinsi adalah Pemerintah Propinsi Bali.

,. Dewan Perwakilan 4akyat Daerah yang selanjutnya
disebut DP4D adalah Dewan Perwakilan 4akyat Daerah
Propinsi Bali.
2. 8ubernur adalah 8ubernur Bali.
*. Pemerintah 0abupaten:0ota adalah Pemerintah
0abupaten : 0ota Propinsi Bali.
.. Minuman beralkohol adalah jenis minuman dengan
kandungan ethanol yang diproses dari bahan hasil
pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara
fermentasi, destilasi, atau fermentasi dan destilasi.
;. Minuman beralkohol produksi rakyat adalah minuman
dengan kandungan ethanol yang diproduksi secara massal
oleh masyarakat dengan proses produksi atau teknologi
tradisional.
+. 7urat '<in !saha Perdagangan Minuman Beralkohol
(7'!P"MB- adalah i<in tentang pemasukan dan
pengedaran minuman beralkohol di Propinsi Bali.
&. Distributor adalah perusahaan yang ditunjuk importir
minuman beralkohol dan atau industri minuman
beralkohol untuk menyalurkan minuman beralkohol asal
impor dan atau hasil produksi dalam negeri.

/. 7ub Distributor adalah perusahaan yang ditunjuk oleh
Distributor untuk menyalurkan minuman beralkohol di
Propinsi Bali.

. )ebel 3dar adalah tanda pengendalian dalam bentuk
setiker yang ditempel pada setiap botol atau wadah mi"
numan beralkohol yang akan dijual kepada konsumen.

$. Pengawasan dan pengendalian adalah segala usaha atau
kegiatan untuk mengetahui, menilai dan mengarahkan
agar peredaran minuman beralkohol dapat dilaksanakan
sebagaimana mestinya.
,. Penertiban minuman beralkohol adalah kegiatan untuk
menindak pelanggaran terhadap produksi, pemasukan dan
peredaran minuman beralkohol.

2. Peredaran adalah jumlah komoditi tertentu yang beredar
dipasar.
*. Pengecer adalah perusahaan yang menjual secara eceran
minuman beralkohol khusus dalam kemasan kepada
konsumen langsung.
BAB II
PENGGOLONGAN
Pasal 2
(- Minuman beralkohol Berdasarkan asal produksinya
digolongkan atas $ (dua- jenis:
a. minuman beralkohol produksi impor;
b. minuman beralkohol produksi lokal.

($- Minuman beralkohol produksi lokal dimaksud ayat (-
huruf b mencakup minuman beralkohol produksi pabrik
dan produksi rakyat
(,- Minuman beralkohol Berdasarkan kadar kandungan
ethanolnya digolongkan atas , (tiga- jenis:

a. 8olongan 5, minuman beralkohol dengan kadar
kandungan ethanol = dengan *=
b. 8olongan B, minuman beralkohol dengan kadar
ethanol diatas *= sampai dengan $/=.
c. 8olongan >, minuman beralkohol dengan kadar
kandungan ethanol diatas $/= sampai dengan **=.
BAB III
PERIZINAN
Pasal 3
(- 7etiap perusahaan Distributor dan 7ub Distributor, dalam
mengedarkan minuman beralkohol wajib terlebih dahulu
mendapatkan 7'!P"MB.
($- 7'!P"MB sebagaimana dimaksud dalam ayat (-
dikeluarkan oleh 8ubernur.
(,- 7'!P"MB sebagaimana dimaksud dalam ayat (- berlaku
untuk jangka waktu , (tiga- tahun dan dapat
diperpanjang.
(2- Perpanjangan 7'!P"MB sebagaimana dimaksud dalam
ayat (,- disampaikan selambat"lambatnya $ (dua- bulan
sebelum masa berlaku berakhir.
(*- 7'!P"MB tidak dapat dialihkan kepada pihak lain.

(.- Permohonan 7'!P"MB diajukan secara tertulis kepada
8ubemur dengan melampirkan :

a. 5kta pendirian perusahaan yang berbadan hukum;
b. 7urat i<in !saha Perdagangan;
c. 7urat i<in !saha 6otel dan 4estoran;
d. %anda Daftar Perusahaan (%DP-;
e. #omor Pokok ?9ajib Pajak (#P9P-;
f. 7urat keterangan %empat !saha atau 4ekomendasi
Pemerintah 0abupaten:0ota.
BAB I
PEREDARAN
Pasal !
(- Minuman beralkohol produksi impor yang dapat
diedarkan adalah minuman beralkohol yang telah
dikemas, berpita cukai, dan berlebel edar.
($- Minuman beralkohol produksi lokal yang dapat diedarkan
adalah minuman beralkohol yang telah dikemasan dan
berlabel edar.
Pasal "
@umlah edar minuman beralkohol produksi impor dan lokal
ditetapkan oleh 8ubernur.
BAB
LEBEL EDAR
Pasal #
(- 7etiap orang atau Badan !saha yang
mengedarkan, memperdagangkan minuman beralkohol
8olongan 5, B dan > dan minuman beralkohol produksi
lokal di wilayah Bali wajib menempelkan )ebel 3dar.
($- )ebel 3dar sebagaimana dimaksud
dalam ayat (- dikeluarkan oleh 8ubernur.
(,- )ebel 3dar yang ditempelkan pada
setiap kemasan minuman beralkohol harus ditempatkan
secara demikian rupa sehingga mudah dan jelas terlihat.
(2- )ebel 3dar hanya dapat
dipergunakan sekali.

(*- 7truktur %arif )ebel 3dar ditetapkan
dengan keputusan 8ubernur setelah mendapat
persetujuan DP4D.
(.- Minuman beralkohol produksi rakyat
dikecualiakan dari struktur tarif.
BAB I
DISTRIBUSI DAN PEN$UALAN
Pasal %
(- Distributor dan penjualan minuman beralkohol dilakukan
oleh distributor dan sub distributor.
($- Distributor hanya boleh menyalurkan minuman
beralkohol kepada 7ub Distributor.
(,- 7ub Distributor hanya boleh menjual minuman
beralkohol kepada 6otel Berbintang dan 6otel Melati,
4estauran:4umah Makan, Pub, >afe, #ight >lub,
Diskotik, Bar, 0araoke dan Pengecer.
BAB II
PEMERIKSAAN
Pasal &
(- 8ubernur dapat memerintahkan
pejabat tertentu melakukan pemeriksaan dalam hal
terdapat dugaan pelanggaran peredaran dan perdagangan
minuman beralkohol.
($- Didalam melaksanakan pemeriksaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (-, pejabat yang
ditugaskan berwenang:
a. memerintahkan untuk
memperlihatkan 7'!P"MB beserta kelengkapanya;
b. melakukan pemeriksaan fisik
minuman beralkohol di toko, gudang outlet"outlet dan
atau di tempat lain penyimpanan minuman
beralkohol;
c. menghentikan sarana angkutan yang
diduga mengangkut minuman beralkohol untuk
diperiksa;
d. membuka kemasan dan meneliti
kandungan ethanol minuman beralkohol.
BAB III
SANKSI ADMINISTRATI'
Pasal 9
(- Dalam hal terjadi pelanggaran
didalam peredaran dan perdagangan minuman
beralkohol, instansi teknis yang ditunjuk atau diberi
wewenang olen 8ubernur dapat mengambil tindakan
administratif.
($- %indakan administratif sebagaimana
dimaksud dalam ayat (- mencakup :
a. peringatan tertulis;
b. penyitaan, penyegelan tempat usaha
dan atau gudang minuman beralkohol;
c. pencabutan 7l!P"MB.
BAB I(
PENYIDIKAN
Pasal 10
(- Pejabat Pegawai #egeri 7ipil
tertentu di lingkungan Pemerintahan Propinsi diberi
wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan
penyidikan tindakan pidana dibidang peredaran minuman
beralkohol.

($- 9ewenang Penyidik sebagaimana
dimaksud pada ayat (- adalah :
a. menerima, mencari mengumpulkan
dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan
dengan tindakan pidana dibidang peredaran minuman
beralkohol agar keterangan atau laporan tersebut
menjadi lengkap dan jelas;
b. meneliti, mencari dan
mengumpulakan keterangan mengenai orang pribadi
atau badan tentang kebenaran perbuatan yang
dilakukan sehubungan dengan tindakan pidana
peredaran minuman beralkonol;
c. meminta keterangan dan bahan bukti
dari orang pribadi at au badan sehubungan dengan
tindakan pidana peredaran minuman beralkohol;
d. memeriksa buku"buku, catatan"
catatan dan dokomen"dokumen lain berkenaan
dengan tindakan pidana peredaran minuman
beralkohol;
e. melakukan penggeledahan untuk
mendapatkan bahan bukti pembukuan, pencatatan dan
dokumen" dokumen lain serta melakukan penyitaan
terhadap bahan bukti;
f. meminta bantuan tenaga ahli dalam
rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindakan pidana
di bidang peredaran minuman beralkohol;
g. menyuruh berhenti dan atau
melarang seseorang meninggalkan ruang:tempat pada
saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa
identitas orang dan atau dokumen yang dibawa
sebagaimana dimaksud pada huruf e;
h. memotret seseorang yang berkaitan
dengan tindak pidana dibidang peredaran minuman
beralkohol;
i. memanggil orang untuk didengar
keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau
saksi;
j. menghentikan penyidikan;
k. melakukan tindakan lain yang perlu
untuk kelancaran penyidikan tindakan pidana di
bidang peredaran minuman beralkohol menurut
hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
(,- Penyidik sebagaiman dimaksud pada
ayat (-, memberitahukan dimulainya penyidikan dan
menyampaikan hasil penyidikannya kepada penuntut
umum melalui penyidik pejabat Polisi #egara 4epublik
'ndonesia sesuai ketentuan yang diatur dalam !ndang"
undang #omor + %ahun &+ tentang 6ukum 5cara
Pidana.
BAB (
KETENTUAN PIDANA
Pasal 11
(- Diancam dengan pidana kurungan
paling lama , (tiga- bulan atau denda paling banyak 4p.
*.///.///,// (lima juta rupiah-:
a. barang siapa dengan sengaja
mengedarkan dan atau memperdagangkan minuman
beralkohol secara melawan hukum dan bertentangan
dengan Pasal , ayat (- Peraturan Daerah ini.
b. Barang siapa dengan sengaja
mengedarkan dan atau memperdagangkan minuman
beralkohol secara melawan hukum dan bertentangn
dengan Pasal . ayat (- Peraturan Daerah ini.
c. Barang siapa dengan sengaja
mengedarkan dan atau memperdagangkan minuman
beralkohol secara melawan hukum dan bertentangan
dengan Pasal ; Peraturan Daerah ini.
BAB (I
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 12
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diun"
dangkan.
5gar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, meme"
rintahkan pengundangn Peraturan Daerah ini dengan
penempatannya dalam )embaran Daerah Propinsi Bali.
Ditetapkan di Denpasar
tanggal $ 7eptember $//$
8!B34#!4 B5)',
ttd.
D395 B345%65
Diundangkan di Denpasar
Pada tanggal . 7eptember $//$
73043%54'7 D53456
P41P'#7' B5)'
ttd.
P!%! 9'@5#5A5, 76
)3MB545# D53456 P41P'#7' B5)'
%56!# $//$ #1M14 ;
PEN$ELASAN
ATAS
PERATURAN DAERAH PROPINSI BALI
NOMOR 9 TAHUN 2002
TENTANG
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PEREDARAN
MINUMAN BERALKOHOL
'. !M!M

Minuman beralkohol merupakan produk yang mengandung potensi
ekonomi tinggi, terutama dalam hubungan dengan posisi Bali sebagai
daerah tujuan wisata internasional.
@enis minuman beralkohol merupakan jenis minuman yang mengandung
kimia tertentu, ethanol (>
$
6
*
16-, yang dapat menimbulkan efek
terhadap metabolisme tubuh dan mental pemakainya, yang dalam
takaran tertentu dapat menimbulkan rasa senang dan meringankan rasa
sakit, namun dalam jumlah berlebihan dapat membahayakan kesehatan
pemakainya, disamping menimbulkan kekacauan pikiran dan dapat
menimbulkan dorongan untuk melakukan kejahatan atau tindakan
menyimpang lainnya.
0arena itu, peredaran minuman beralkohol perlu dibatasi agar sesuai
dengan kebutuhan industri pariwisata sebagaimana diatur !ndang"
undang #omor & %ahun &&/, tentang kepariwisataan, dan pemakainya
tidak membahayakan kesehatan konsumennya, baik indiBidu maupun
masyarakat, sebagaiman diatur oleh !ndang"undang #omor $, %ahun
&&$ tentang 0esehatan.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah #omor $* %ahun $/// tentang
0ewenangan Pemerintah dan 0ewenangan Propinsi sebagai Daerah
1tonomi, pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol
merupakan kewenanagan pemerintah propinsi karena besifat lintas
kabupaten:kota. 5gar minuman beralkohol tersebut betul"betul diarahkan
untuk menunjang kegiatan usaha pariwisata dan dihindari sekecil
mungkin dikonsumsi oleh masyarakat, peredaran minuman beralkohol
perlu diawasi dan dikendalikan peredarannya dengan membentuk
Peraturan Daerah.
II) PASAL DEMI PASAL
Pasal
angka : >ukup jelas.
angka $ : >ukup jelas.
angka , : >ukup jelas.
angka 2 : >ukup jelas.
angka * : >ukup jelas.
angka . : Minuman beralkohol yang masuk kedalam
cakupan Peraturan Daerah ini adalah minuman
yang mengandung ethanol (>
$
6
*
16- yang
diperoses dari bahan hasil pertanian yang
mengandung karbohidrat dengan cara
fermentasi, destilasi atau fermentasi dan
destilasi, baik dengan cara memberi perlakuan
terlebih dahulu atau tidak, menambahkan
bahan lain atau tidak, maupun yang diproses
dengan cara pengeceran minuman
mengandung ethanol.
angka ; : Minuman beralkohol produksi rakyat adalah
minuman dengan kandungan athanol yang
diproduksi secara massal, turun"temurun,
dengan menggunakan teknologi tradisional
oleh masyarakat Bali dan lain"lain jenis
minuman yang mengandung dan diproduksi
secara demikian itu.
angka + : >ukup jelas.
angka & : >ukup jelas.
angka / : >ukup jelas.
angka : >ukup jelas.
angka $ : >ukup jelas.
angka , : >ukup jelas.
angka 2 : >ukup jelas.
angka * : >ukup jelas.
Pasal $ : >ukup jelas.
Pasal , : 7'!P"MB yang wajib dimiliki oleh
Distributor, dan 7ub Distributor adalah surat
ijin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha
perdagangan minuman beralkohol.
Pasal 2 : >ukup jelas.
Pasal * : >ukup jelas.
Pasal . : >ukup jelas.
Pasal ; : >ukup jelas.
Pasal + : >ukup jelas.
Pasal & : >ukup jelas.
Pasal / : >ukup jelas.
Pasal : >ukup jelas.
Pasal $ : >ukup jelas.