Anda di halaman 1dari 2

Klasifikasi Drosophila Melanogaster

Klasifikasi dari Drosophila Melanogaster antara lain Phylum Arthropoda, Kelas Insecta, Ordo Diptera, Sub
Ordo Cyclorrhapha, Series Acalyptrata, Familia Drosophilidae (Strickberger 1962) dalam (Nur Aini 2008).
Terdapat beberapa alasan Drosophila melanogaster sering digunakan sebagai percobaan dalam ilmu biologi
antara lain ukuran tubuhnya yang kecil, memiliki siklus hidup yang singkat dan mudah berkembangbiak
sehingga menghasilkan anak dalam jumlah banyak (Strickberger 1962) dalam (Nur Aini 2008).
Fisiologi Drosophila Melanogaster
Bagian tubuh Drosophila Melanogaster terbagi atas tiga bagian yaitu kepala, toraks, dan abdomen. Kepalanya
berbentuk elips dan terdapat antena yang tidak runcing, kemudian toraksnya ditumbuhi banyak bulu, sedangkan
abdomennya bersegmen. Dan sayap drosophila memiliki ukuran panjang, lurus dan transparan (Dimit 2006)
dalam (Sri Wahyuni 2013)
Perbedaan Drosophila Melanogaster jantan dan betina
Terdapat beberapa hal yang membedakan pada drosophila jantan dan drosophila betina antara lain Ukuran tubuh
betina lebih besar daripada ukuran tubuh jantan, abdomen betina runcing sedangkan pada jantan agak membulat,
pada jantan terdapat sex comb sedangkan pada betina tidak, jumlah segmen pada jantan yaitu 5 sedangkan pada
betina yaitu 7 (Demerec dan Kaufman 1961) dalam (Nur Aini 2008).
Siklus hidup Drosophila Melanogaster
Drosophila melanogaster mengalami metamorfosis sempurna yaitu telur, larva, pupa dan imago (Frost 1959)
dalam (Nur Aini 2008). siklus hidup pada drosophila melanogaster sangat tergantung dengan suhu, baiknya
berada dalam suhu ruangan yaitu tidak dibawah 20C atau diatas 25C. karena apabila suhu terlalu tinggi akan
menyebaban kematian dan apabila suhu dan lingkungan tidak mendukung akan memperlambat siklus hidup
drosophila tersebut (Nur Aini 2008).
telur
telur akan tampak pada permukaan media setelah 24 jam setelah terjadinya proses perkawinan, kemudian satu
hari kemudian telur menetas menjadi larva (Wiyono 1986) dalam (Nur Aini 2013) pada ujung salah satu
terdapat filament yang berfungsi mencegah telur tenggelam dalam medium (Strickberger 1962) dalam (Sri
Wahyuni 2013).
larva
larva memiliki tiga tahap yaitu larva instar 1 (24 jam), larva instar 2 (24 jam), dan larva instar 3 (48 jam) . satu
hari setelah terjadinya fertilisasi embrio akan menetas menjadi larva. larva sangat aktif sehingga terkesan rakus
makan dan tumbuh dengan cepat. setelah itu dua sampai tiga hari setelah itu berubah menjadi pupa, saat akan
menjadi pupa ia akan berjalan lambat ke permukaan yang relative kering (Demerec dan Kaufman 1961) dalam
(Nur Aini 2008).
pupa
secara perlahan bentuk pupa akan mengeras dan berwarna gelap. dan kurang lebih empat hari tubuh pupa siap
berubah terdapat sayap dewasa dan akan menjadi individu baru setelah 12 jam. dan tahap akhir dari pupa yaitu
terbentuknya tubuh dan organ dewasa (imago) (Manning 2006) dalam (Nur Aini 2008).
imago
lalat dewasa dapat hidup hingga 10 minggu dan terjadinya perkawinan saat imago berumur 10jam. jadi total
siklus hidup dari telur hingga dapat bertelur lagi yaitu berkisar 10 hingga 14 hari) (Wiyono 1986) dalam (Nur
Aini 2008). adapun banyak atau tidaknya telur yang dihasilkan oleh drosophila betina sangat tergantung dengan
beberapa faktor yaitu genetik, suhu lingkungan, dan volume tabung media yang digunakan (Mulyati 1985)
dalam (Nur Aini 2008)







Gambar 1.siklus hidup Drosophila Melanogaster

Media untuk Drosophila melanogaster
drosophila hidup pada buah seperti anggur, pisang, dan pada buah matang serta mulai fermentasi. dan pada
laboratorium dapat menggunakan medium pertumbuhan ragi, dengan ragi dapat menghasilkan larva. sebaiknya
media yang digunakan memiliki struktur yang kuat sehingga telur tidak tenggelam. dengan kandungan gula
untuk pakan dan ragi, kemudian kekentalan yang sesuai akan menghasilkan drosophila yang baik (Demerec dan
kaufman 1961) dalam (Nur Aini 2008)

Daftar Pustaka
Aini, Nur. 2008. Kajian Awal Kebutuhan Nutrisi Drosophilan Melanogaster. skripsi. Departemen ilmu nutrisi
dan teknologi pakan fakultas peternakan Institut Pertanian Bogor: Bogor
Wahyuni, Sri. 2013. Pengaruh Maternal Terhadap Viabilitas Lalat Buah(Drosophila Melanogaster Meigen)
Strain Vestigial (vg). skripsi. jurusan biologi fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam universitas
jember: jember