Anda di halaman 1dari 4

JURNAL Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 01, No.

01, Januari 2013



, 85

Uji Viskositas Fluida Menggunakan Transduser Ultrasonik
sebagai Fungsi Temperatur dan Akuisisinya pada Komputer
Menggunakan Universal Serial Bus (USB)
Maria Yeni Hermawati, Sri Wahyu Suciyati dan Warsito

Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung
Jl.Prof Dr. Sumantri Brofonegoro No.1 Bandar Lampung 35145
Email. warsitounila.ac.id

Diterima 15 Desember 2012, direvisi 15 Januari 2013
Abstrak. Telah dilakukan penelitian uji viskositas Iluida menggunakan transduser ultrasonik
sebagai Iungsi temperatur dan akuisisinya pada komputer menggunakan universal serial bus
yang bertujuan untuk mengetahui nilai viskositas terhadapa perubahan temperatur pada oli
motor SAE 20W-50 dan SAE 10W-40. Nilai viskositas didapatkan dari perubahan waktu
tempuh gelombang pada transduser ultrrasonik MA40E7R/S. data diolah menggunakan
bahasa pemrograman delphi 7 yang mengubah sinyal output transduser menjadi hasil
viskositas oli motor SAE 20W-50 dan SAE10W-40. Rata-rata hasil pengukuran oli motor
SAE 20W-50 pada temperatur 30
o
C 3,306, pada temperatur 35
o
C sebesar 3,771, pada
temperatur 40
o
C sebesar 3,733, pada temperatur 45
o
C sebesar 3,848, dan pada 50
o
C sebesar
3,309. Dari penelitian ini diketahui jika temperatur semakin tinggi maka viskositas
menurun.
Kata kunci: Viskositas, Ultrasonik

PENDAHULUAN
Perbedaan siIat zat cair salah satunya
adalah adanya perbedaan terhadap tingkat
kekentalan dari zat cair tersebut.
Kekentalan atau disebut juga viskositas
merupakan besar kecilnya gesekan di dalam
Iluida. Besarnya nilai viskositas suatu
Iluida juga dipengaruhi oleh besarnya nilai
perubahan temperatur.
Penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh karakteristik viskositas Iluida
terhadap perubahan temperatur yang
kemudian hasilnya ditampilkan di komputer
dan datanya disimpan dalam sebuah
database. Dalam penelitian ini digunakan
transduser ultrasonik jenis waterprooI tipe
MA40E7R/S. Keunggulan dari sensor ultra-


sonik jenis ini adalah dapat digunakan pada
udara terbuka maupun bawah air dengan
Irekuensi yang dihasilkan mencapai 40kHz.
Proses akuisisi data dalam penelitian ini
menggunakan soItware DELPHI 7 dengan
bantuan Universal Serial Bus (USB)
sebagai jalur komunikasi data.

METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini digunakan
transduser ultrasonik untuk menguji
perubahan nilai viskositas terhadap
perubahan temperatur dengan menghitung
waktu tempuh gelombang ultrasonik.
Selajutnya data akan diolah di dalam
komputer dengan menggunakan bahasa
pemrograman delphi 7 dengan
menggunakan persamaan Mekawy (2003).
------------------------------
*Coresponding author:
E-mail: warsitounila.ac.id
Maria Yeni Hermawati dkk : Uji Viskositas Fluida Menggunakan Transduser Ultrasonik
sebagai Fungsi Temperatur dan Akuisisinya pada Komputer Menggunakan Universal
Serial Bus (USB)
, 86
(1)

dengan. q: viskositas Iluida (kg/m.s) p:
masa jenis Iluida (kg/m3) ; u: atenuasi yang
terjadi; v: kecepatan penjalaran gelombang
(m/s); I: Irekuensi gelombang ultrasonik
(Hz) dan dengan persamaan atenuasi yaitu

(2)

dengan u: atenuasi (db/cm); l: jarak
pemasangan sensor (cm); Vtx: tegangan
pada kaki sensor Tx (volt); Vrx: tegangan
pada kaki sensor Rx (volt).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini merealisasikan alat uji
viskositas Iluida menggunakan transduser
ultrasonik tipe MA40E7R/S sebagai Iungsi
temperatur dengan menggunakan
komunikasi serial sebagai jalur komunikasi
datanya yang selanjutnya ditampilkan pada
layar komputer maupun notebook.
Setiap zat cair memiliki kekentalan atau
viskositas. Kekentalan yang dimiliki setiap
zat berbeda-beda, hal ini bergantung pada
konsentrasi dari zat cair atau Iluida tersebut.
Viskositas suatu Iluida juga dipengaruhi
oleh suhu. Unsur gas memiliki nilai
viskositas yang paling mudah berubah
terhadap perubahan suhu. Pada umumnya
suatu zat cair akan mengalami pengurangan
viskositas jika suhu dinaikkan. Hal ini
berkaitan dengan struktur molekul dalam
cairan tersebut
Pada Transduser ini gelombang
ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah
benda yang disebut piezoelektrik. Pada
bagian penerima, gelombang yang diterima
oleh membran piezoelektrik, membran ini
akan bergetar menghasilkan suatu beda
potensial (Moris, 2001). Gelombang
ultrasonik memliki nilai perambatan yang
berbeda untuk setiap jenis bahan dari
penelitian yang dilakukan sebelumnya.
(Gachagan, Reynolds, & Nab, 2003),
perambatan gelombang ultrasonik untuk
bahan yang memiliki kerapatan molekul
berbeda, akan memiliki perbedaan
kecepatan perambatan gelombang.
Rangkaian pemancar (transmitter)
ultrasonik ini bekerja dalam rentang
Irekuensi 20 kHz sampai dengan 40 kHz
yang dibangkitkan oleh rangkaian yang
terdiri dari resistor dan kapasitor dengan
konIigurasi seperti pada Gambar 1.

Gambar 1 Rangkaian Transmiter Tranduser
Ultrasonik

Dari penelitian yang dilakukan oleh
Heinrich Ruser dan Valentin Magori pada
tahhun 2001, karakteristik sensor ultrasonik
memerlukan Irekuensi pembawa (carrier
frequencv). Untuk sensor ultrasonik dengan
Irekuensi 40 KHz, mempunyai panjang
gelombang () sebesar 8 mm atau 8.10
-4
m
(Magori & Ruser, 2001)
Sedangkan penerima (receiver) terdiri
dari rangkaian penguat sinyal (CA3160)
dan sebuah tone decoder (LM567). Kedua
konIigurasi ini membentuk sebuah
penerima ultrasonik yang bisa diatur pada
Irekuensi tertentu sehingga hanya Irekuensi
tertentu saja yang akan diterima.
Sebagai jalur komunikasi antara
perangkat keras dan perangkat komputer
digunakan jalur komunikasi serial yang
mengunakan rangkaian konverter USB
yang menggunakan IC FT232BM yaitu
merupakan salah satu konverter jalur
JURNAL Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 01, No. 01, Januari 2013

, 87


Gambar 2 Rangkaian Penerima (receiver)
Transduser Ultrasonik

komunikasi data secara serial (RS-232) ke
jalur USB (Rizal, 2010).
Hasil pengamatan perubahan nilai
viskositas oli motor SAE 20W-50 terhadap
perubahan temperatur disajikan dalam
Tabel 1.

Tabel 1 Hasil Pengukuran Nilai Rata-Rata
Viskositas Oli Motor SAE 20W-50 terhadap
Perubahan Temperatur.

No Temperatur
(
0
C)
Viskositas
(mPa.s)
(Viskometer)
1 30 3,306
2 35 3,771
3 40 3,733
4 45 3,848
5 50 3,309



Gambar 3 GraIik Hubungan Temperatur Dan
Viskositas Oli Motor SAE 20W-50 Menggunakan
Alat Viskometer

Gambar 4 Perbedaan Nilai Viskositas Pada Jenis
Oli yang Berbeda

Dari Gambar 4 dapat kita lihat bahwa
pada temperatur kamar (30
o
C) oli dengan
SAE 10W-40 memiliki tingkat kekentalan
yang lebih tinggi dari oli SAE 20W-50.
Pada perubahan temperatur yang terjadi, oli
dengan kode SAE 10W-40 lebih cepat
berubah nilai kekentalannya dibandingkan
oli dengan kode SAE 20W-50. Hal ini
menunjukkan bahwa tingkat kekentalan
yang berbeda juga mempengaruhi hasil
pengukuran nilai dari viskositas Iluida cair
berupa oli mesin motor pada saat terjadi
perubahan temperatur.

KESIMPULAN
Dari serangkaian penelitian uji viskositas
Iluida ini, ada beberapa hal yang dapat
disimpulkan bahwa alat uji viskositas Iluida
dapat mengetahui tingkat kekentalan dari
Iluida uji berupa oli dari perubahan
temperatur yang kemudian data pengukuran
dapat di simpan dalam sistem database pada
komputer/notebook. Dan berdasarkan graIik
pada yang telah dijelaskan maka hubungan
antara temperatur dan nilai viskositas dari
Iluida uji mempunyai kecenderungan
konstan. Dari hasil perhitungan yang telah
dilakukan pada dua jenis oli yakni oli motor
SAE 20W-50 dan SAE 10W-40, diperoleh
bahwa oli dengan kode SAE 10W-40 lebih
mudah/cepat berubah nilai viskositasnya
terhadap perubahan temperatur.
Untuk penelitian selanjutnya supaya
memperoleh hasil pengukuran terhadap uji
Maria Yeni Hermawati dkk : Uji Viskositas Fluida Menggunakan Transduser Ultrasonik
sebagai Fungsi Temperatur dan Akuisisinya pada Komputer Menggunakan Universal
Serial Bus (USB)
, 88
Iluida disarankan menggunakan sensor
dengan sensitiIitas yang lebih baik dan
kondisi sensor yang baik serta
menggunakan komponen elektronika
dengan kualitas yang baik serta
menggunakan pemanas dengan proses
pemanasan yang lebih merata agar
diperoleh hasil yang baik.


DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Romi. (2008). Perancangan dan
Realisasi Jiskometer Berbasis Sensor
Ultrasonik Tipe MA40E7R/S Waterproof
Menggunakan Port Parallel Pada
Komputer. Universitas Lampung.
Lampung.

Bogart, T.F., Jr. (1992). Electronic Devices
and Circuits, Edisi ke-4, Prentice Hall
International.

Budianto, Anwar. (2008). Metode
Penentuan Koefisien Kekentalan Zat
Cairdengan Menggunakan Regresi Linear
Hukum Stokes. Seminar Nasional IV SDM
Teknologi Nuklir. Yogyakarta, 25-26
Agustus 2008.

Fick, Steve E. (2001). Precision Ultrasonic
Wave Measurement With Simple
Equipment. Journal oI Research oI the
National Institute oI Standards and
Technology Volume 106, Number 5,
September-October 2001.

Gachagan, A, reynolds dan McNab. (2003).
An Analvis of Ultrasonic Wave Propogation
In Metallic Pipe Structures Using Finite
Element Modelling Techniques. Journal oI
centre Ior Ultasonic Enginering, University
oI Strathclyde, Glasgow, UK.

Halliday, D dan R. Resnick. (1987). Fisika
Jilid 1 Edisi Ketiga. Penerbit Erlangga.
Jakarta.

Magori, Valentine and Heinrich Ruser.
(2001). Reliable Measurement of Jelocitv
and Range with a Low-cost Ultrasonik-
Microwave-Multisensor. Tunisian German
ConIerence on Smart Systems and Devices,
Hammamet, Tunisian, March 27-30, 2001.

Mekawy, AIiIi dan El-Nagar. (2003).
Comparison Between Different Methods for
Jiskositv Measurements. Procedding in 15
th

Summit oI Measurement National Institute
Ior Standard.

Moris, A. (2001). Measurement and
Instrumentation Principles, 3
rd
Edition.
Butterworth-Heinemann Linacre Haouse,
Jordan Hill. Hal 250-251.

Mujiman. (2008). Simulasi Pengukuran
Nilai Jiskositas Oli Mesran Sae 10-40
Dengan Penampilan Lcd. Telkomnika
Vol.6, No.1, April 2008 :49-56.

Rizal, Muhammad Wahyu. (2010). Ufi Tak
Rusak Bahan Konduktor Menggunakan
Mtode Pemindai Panas (Thermal Mapping)
Berbasiskan Mikrokontroler Atmega 16
Dan Jalur Komunikasi Data Universal
Serial Bus (USB). Universitas Lampung.
Lampung.

Setiawan, I. (2006). Simulasi Model Sensor
Sonar Untuk Keperluan Sistem Navigasi
Robot Mobile. http://www.elektro.undip.
ac.id/transmisi/des05/sukiswodes05.PDF 17
Oktober 2011.

Warsito, Sri Wahyu Suciyati & Andriyanto.
(2009). Analisis Pemanfaatan Mikro-
kontroler AT89C51 Sebagai Pemrosesan
Svstem Pencacah Putaran Obfek Berputar :
ProspektiI Sebagai Alat Uji Kelelahan Oli.
Proseding Seminar Nasional Sains MIPA
dan Aplikasinya. Volume 1, 453-462, 2009.