Anda di halaman 1dari 22

Metode spektroskopi infra merah merupakan suatu

metode yang meliputi teknik serapan (absorption),


teknik emisi (emission), dan teknik fluoresensi
(fluorescence).
Metode Spektroskopi inframerah ini dapat digunakan
untuk mengidentifikasi suatu senyawa yang belum
diketahui,karena spektrum yang dihasilkan spesifik
untuk senyawa tersebut. Metode ini banyak digunakan
karena:
a. Cepat dan relatif murah
b. Dapat digunakan untuk mengidentifikasi gugus
fungsional dalam molekul.
c. Spektrum inframerah yang dihasilkan oleh suatu
senyawa adalah khas dan oleh karena itu dapat
menyajikan sebuah fingerprint (sidik jari) untuk
senyawa tersebut.
Daerah IR dibagi menjadi tiga sub daerah, yaitu
:
a. Sub daerah IR dekat ( = 780 nm 2,5 m atau
= 14290 4000 cm-1)
b. Sub daerah IR sedang ( = 2,5 m 15 m atau
= 4.000 666 cm-1)
c. Sub daerah IR jauh ( = 15 m 50 m atau =
666 200 cm-1)
Dari pembagian daerah panjang gelombang infra
merah tersebut, daerah panjang gelombang
yang digunakan pada alat spektroskopi
inframerah adalah pada daerah inframerah
pertengahan, yaitu pada panjang gelombang 2,5
50 m atau pada bilangan gelombang 4.000
200 cm
-1
.
Daerah tersebut adalah cocok untuk perubahan
energi vibrasi dalam molekul. Daerah
inframerah yang jauh (400-10cm
-1
, berguna
untuk molekul yang mengandung atom berat,
seperti senyawa anorganik tetapi lebih
memerlukan teknik khusus percobaan.
Dasar Spektroskopi Infra Merah dikemukakan
oleh Hooke dan didasarkan atas senyawa yang
terdiri atas dua atom atau diatom, yang
digambarkan dengan dua buah bola yang saling
terikat oleh pegas
Jika pegas direntangkan atau ditekan pada jarak
keseimbangan tersebut maka energi potensial
dari sistim tersebut akan naik.
Bila ikatan bergetar, maka energi vibrasi
secara terus menerus dan secara periodik
berubah dari energi kinetik ke energi
potensial dan sebaliknya.
Jumlah energi total adalah sebanding
dengan frekwensi vibrasi dan tetapan gaya (
k ) dari pegas dan massa ( m
1
dan m
2
) dari
dua atom yang terikat. Energi yang dimiliki
oleh sinar infra merah hanya cukup kuat
untuk mengadakan perubahan vibrasi.
2 1
2 1
) (
2
1
2
1
m m
m m k k
V
m



Maka, berdasarkan hukum Hook dapat di tuliskan dalam
persamaan berikut ini :
k = tetapan gaya
untuk ikatan kimia,
m
1
dan m
2
= massa
dari atom-atom
= (Mc.Mc)/(Mc+Mc)
energi potensial molekul yang bervibrasi
adalah:
u
k h
E

2
)
2
1
(
m
hV E )
2
1
(
Dengan demikian, energi vibrasi molekul hanya
dapat memiliki nilai-nilai tertentu saja.
Dari persamaan tersebut maka setiap
molekul memiliki harga energi yang tertentu.
Bila suatu senyawa menyerap energi dari
sinar infra merah, maka tingkatan energi di
dalam molekul itu akan tereksitasi ke tingkatan
energi yang lebih tinggi. Sesuai dengan tingkatan
energi yang diserap, maka yang akan terjadi
pada molekul itu adalah perubahan energi
vibrasi yang diikuti dengan perubahan energi
rotasi.
Untuk molekul CH4, hitunglah berapa nilai
frekwensi vibrasi untuk masing- masing
ikatan C-H ?
Diketahui,
K= 5 x 10
5
dyne/cm
Setiap senyawa pada keadaan tertentu telah
mempunyai tiga macam gerak, yaitu :
Gerak Translasi, yaitu perpindahan dari satu
titik ke titik lain.
Gerak Rotasi, yaitu berputar pada porosnya,
dan
Gerak Vibrasi, yaitu bergetar pada
tempatnya.
Vibrasi molekul dibagi menjadi dua
golongan besar yaitu:
1. Vibrasi regangan ( streching)
2. Vibrasi bengkokan ( bending)
Gerak vibrasi regangan dibagi menjadi dua
macam yaitu :
1. Simetri : unit struktur bergerak
bersamaan dan searah dalam satu bidang
datar.
2. Asimetri : unit struktur bergerak
bersamaan dan tidak searah tetapi masih
dalam satu bidang datar.
Kedua macam gerak vibrasi streching tersebut
dapat digambarkan sebagai berikut :
Simetric streching
Asimetric streching
Vibrasi bengkokan terdiri dari 4 macam gerakan
yaitu :
1. Vibrasi Goyangan (Rocking), unit struktur
bergerak mengayun asimetri tetapi masih
dalam bidang datar
2. Vibrasi Guntingan (Scissoring), unit struktur
bergerak mengayun simetri dan masih dalam
bidang datar
3. Vibrasi Kibasan (Wagging), unit struktur
bergerak mengibas keluar dari bidang datar.
4. Vibrasi Pelintiran (Twisting), unit struktur
berputar mengelilingi ikatan yang
menghubungkan dengan molekul induk dan
berada di dalam bidang datar
rocking
Scissoring
Wagging
twisting
Untuk molekul poliatomik, terdapat lebih
dari satu cara vibrasi, hal ini karena ikatan
dapat mengulur dan sudutnya dapat
menekuk.
Banyaknya cara vibrasi suatu molekul dapat
dihintung dengan :
1. Untuk molekul linear,
vibrasi fundamental = 3n- 5
2. Untuk molekul non linear,
vibrasi fundamentalnya = 3n- 6
n = banyaknya atom