Anda di halaman 1dari 38

Anak Terlambat Jalan

STEP 1
1. Head lag
Kepala yang tertinggal saat melakukan tarikan kedua tangan bayi
(normal sampai usia 3 bulan) ditemukan pada bayi premature

2. Milestone
Tingkat perkembangan yang harus dicapai pada usia tertentu

3. Developmental delayed
Keterlambatan perkembangan. Factor genetic dan lingkungan (pre
natal dan post natal) pematangan fungsi organ
o Emosional
o Intelektual

Pertumbuhan : pertambahan sel
Perkembangan : tergantung pertumbuhan sel

4. Wajah dismorfik
Kelaianan bentuk wajah biasanya pada sindrom down (mongoloid
face)

5. Mikrosefali
Tengkorak kecil

STEP 2
1. Bagaimana hubungan riwayat premature 7 bulan, BBLR dengan keluhan
bayi terlambat bicara dan berjalan?
2. Mengapa didapatkan mikrosefali?
3. Bagaimana cara deteksi dini perkembangan secara sederhana?
4. Bagaimana tahap pertumbuhan dan perkembangan dari anak?
5. Mengapa dokter menyarankan untuk RM, dan pemeriksaan penunjang
lain?
6. Mengapa didapatkan tonus keempat ekstreimas hipertonus dan head lag
(+)?
7. Factor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan?
8. Bagaimana ciri-ciri anak itu dikatakan tumbuh dengan baik?
9. Kelainan apa saja yang bisa menyebabkan gangguan perkembangan?
10. Pemeriksaan apa saja yang berkaitan dengan SSP, fungsi pendengaran dan
penglihatan?
11. Mengapa pada pemeriksaan fisik didapatkan status gizi kurang?
12. Apa saja keempat domain milestone?

STEP 3
1. Bagaimana tahap pertumbuhan dan perkembangan dari anak?
Perkembangan (milestone)
o 4-6 minggu : senyum spontan
o 7-8 minggu : mengeluarkan suara
o 12-16 minggu : menegakkan kepala, tengkurap sendiri,
menoleh kearah suara, memegang benda yang ditaruh
ditangannya
o 20 minggu : meraih benda yang dietakkan didekat
kepala
o 26 minggu : memindahkan benda dari satu tangan ke
tangan lainnya, duduk dengan bantuan tangan didepan, makan
biscuit sendiri
o 9-10 bulan : menunjuk dengan telunjuk, memegang
benda dengan ibu jari dan telunjuk, merangkak, mengeluarkan
suara da-da
o 1 tahun :
Social : datang saat dipanggil, tahu
meminta, da-da atau ma-ma
Bahasa : Mengerti perintah
Gerakan halus : melempar benda, menjepit dengan
2 jari, ada benda jatuh bisa memperhatikan
Kasar : jalan sambil berpegangan
o 3 tahun : meloncat, memanjat, menyusun kalimat,
berinteraksi dengan lingkungan sekitar
o 3-4 tahun : berpakaian sendiri, lebih terampil
menggambar
o 4-5 tahun : menggambar orang lengkap, belajar
berhitung, mengenal 4 warna

Warning sign : curiga keabnormalan untuk setiap usia
perkembangan

Pertumbuhan
o Masa pre-natal
Embrio : konsepsi sampai 8 minggu
Janin : 9 minggu - kelahiran
Dini : 9 minggu sampai trimester II
Lanjut : trimester III sampai kelahiran
Transfer Ig G dari ibu ke janin

Post natal
o Masa bayi (0-1 tahun)
Neonatal : 0-28 hari
Dini : 0-7 hari
Lanjut : 8-28 hari
Pasca neonatal : 29 hari 1 tahun
o Masa prasekolah (1-6 tahun)
o Masa sekolah (6-18 tahun)
Praremaja : 6-10 tahun
Remaja :
Dini :
o Wanita : 8-13 tahun
o Laki-laki : 10-15 tahun
Lanjut
o Wanita : 13-18 tahun
o Laki-laki : 15-20 tahun

Harus ada angka yang dicapai dalam tiap-tiap tahapnya (lingkar
kepala, lingkar lengan atas [menandakan status gizi anak], TB, BB)
Lingkar kepala
BBL : 34 cm
6 bulan : 44 cm
1 th : 47 cm
2 th : 49 cm
Dewasa : 54 cm

Pertambahan : pertumbuhan sel-sel otak pesat (50% dari
pertumbuhan otak selama hidup) trimester III sampai 5-6
bulan post natal

2. Bagaimana ciri-ciri anak itu dikatakan tumbuh dengan baik?
Pertumbuhan
Bertambah besar (seiring bertambahnya umur)
o TB, BB, lingkar kepala
Perubahan proporsi kepala
Hilangnya ciri/ gerakan reflex primitive
Timbulnya ciri-ciri baru (gigi tetap, tanda sex sekunder)

Perkembangan
Melibatkan perubahan
Perkembangan awal menentukan pertumbuhan selanjutnya
Perkembangan memiliki pola yang tetap
Memiliki tahap yang berurutan
Memiliki kecepatan yang berbeda
Berkorelasi dengan pertumbuhan

3. Factor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan?
Internal
o Ras : Indonesia dan Amerika berbeda bisa dilihat dari
pertumbuhan fisik
o Keluarga : kecenderungan sendiri
o Umur bayi : tidak semua bayi berkembang sesuai umur (ada
yang lebih cepat atau lambat) tergantung keluarga
Selama belum sampai warning sign masil dalam batas
normal
o Genetic
o Kromosom : bayi satu dan lainnya berbeda

Eksternal
o Pre-natal
Gizi ibuu selama hamil
Mekanis : posisi bayi (sungsang kel. Congenital)
Zat toksin : obat-obatan
Endokrin : hiperglikemia bayi makrosomia
Paparan radiasi
Infeksi : buta, tuli (TORCH)
Imunologi : eritroblastosis, kel plasenta ibu
Psikologis ibu : kesiapan ibu

o Persalinan
Perdarahan/ trauma : bayi asfiksia, cerebral palsy

o Post-natal (berperan penting dalam pertumbuhan dan
perkembangan anak)
Gizi
Lingkungan
a. Fisik : cuaca (mempengaruhi
asupan), geografis
b. Psikososial : sekolah (semangat belajar)
c. Biologis : jenis kelamin, umur, ras
d. Adat istiadat : (pengaruh ke status gizi)
Psikologis ibu
Factor penyakit kronis : missal TBC

Genetic : hukum mendell
Factor internal dan eksternal memiliki perkembangan yang berbeda
Misal : genetic pendek, diperbaiki factor lainnya bisa atau tidak?
Tidak tumbuh seperti yang memiliki gen yang tinggi
GH dipacu

4. Apa saja keempat domain milestone?
Motorik kasar : sikap tubuh dan pergerakan
Motorik halus : mengamati sesuatu, menggeraka bagian tubugh
tertentu dan koordinasi yang cermat
o Arah perkembangan
Dari craniocaudal
Dari proksimal-distal
Personal social : kemampuan mandiri, cara bersosialisasi,
berinteraksi dengan lingkungan
Bahasa : respon terhadap suara, mengikuti perintah,
berbicara spontan

5. Bagaimana hubungan riwayat premature 7 bulan, BBLR dengan keluhan
bayi terlambat bicara dan berjalan?
Sebelum matur sudah lahir
o Premature : kelainan yang menimbulkan manifestasi
(pertumbuhan dan perkembangan organ janin)
Pembentukan neural tube (waktu 3-56 minggu) Spina
bifida
a. Minggu 24 : proliferasi saraf
mikro/makrosefali
b. Bulan ke 6 : stad. Organisasi
translokasi genetic (sindrom down, turner)
c. Stadium mielinisasi : gangguan korteks
motorik, traktus pyramidal/ekstra
Pembentukan pembuluh darah (eritrosit belum
sempurna perdarahan otak, hemisfer bisa anoksia
terus menerus retardasi mental ; bisa juga mengenai
area bicara (brocca)
Hipertonus : kemungkinan lesi di ekstrapiramidal dekat
kapsula interna ; korteks 4 dan 6 : susunan striatal
ekstrapiramidal gerakan motorik halus terganggu
hipertonus tidak bisa berjalan
Ada hubungan dengan kenaikan berat otak
a. 6-9 bulan kehamilan : 3 gr/24 jam
b. Lahir-6 bulan : 2 gr/4 jam
c. 6 bulan -3 th : 0,35 gr/24 jam
d. 3-6 th : 0,15 gr/24 jam

6. Mengapa pada pemeriksaan fisik didapatkan status gizi kurang?
Asupan ibu selama hamil
Keadaan anak sendiri (premature kematangan organ belum
tercapai)

perkembangan
ASUH : selama kandungan dan menyusui, dekeksi dini
ASIH : kasih sayang
ASAH : cikal bakal proses pembelajaran

7. Mengapa didapatkan mikrosefali?
Salah satu tanda status gizi kurang

8. Mengapa didapatkan tonus keempat ekstreimas hipertonus dan head lag
(+)?
9. Bagaimana cara deteksi dini perkembangan secara sederhana?
10. Mengapa dokter menyarankan untuk RM, dan pemeriksaan penunjang
lain?
11. Kelainan apa saja yang bisa menyebabkan gangguan perkembangan?
12. Pemeriksaan apa saja yang berkaitan dengan SSP, fungsi pendengaran dan
penglihatan?
13. DD etiologi developmental delay?
14. Wajah dismorfik
15. Milestone perkembangan + domainnya (ada beberapa versi)
16. Pengertian developmental delay
17. Cara penilaian didalam mengassessment perkembangan
18. alat/metode deteksi dini
19. PP yang sering diusulkan untuk kasus gangguan perkembangan
20. Apa saja pendekatan didalam intervensi gangguan perkembangan
21. Dasar-dasar ilmu tumbuh kembang

STEP 4







STEP 7
1. Bagaimana tahap pertumbuhan dan perkembangan dari anak?
Perkembangan
Perkembangan anak balita
sangat penting sebagai dasar untuk perkembangan selanjutnya yakni
i) prasekolah, sekolah, akil balik dan remaja
ii) untuk perkembangan yang baik dibutuhkan:
(a) kesehatan & gizi yang baik daripada ibu hamil, bayi dan anak
prasekolah
(b) stimulasi/rangsangan yang cukup dalam kualitas dan kuantitas
iii) keluarga dan KIA-KB mempunyai peran yang penting dalam
pembinaan fisik, mental sosial anak balita

b) Dari lahir sampai 3 bulan
a. Belajar mengangkat kepala
b. belajar mengikuti obyek dengan matanya
c. melihat kemuka orang dengan tersenyum
d. bereaksi terhadap suara/bunyi
e. mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, dan
kontak.
f. menahan barang yang dipegangnya
g. mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh

c) Dari 3 sampai 6 bulan:
a. mengangkat kepala 90 derajat den mengangkat dada dengan bertopang
tangan
b. mulai belajar merah benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau
diluar jangkauannya
c. menaruh benda-benda di mulutnya
d. berusaha memperluas lapangan pandangan
e. tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain
f. mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang.

d) Dari 6 sampai 9 bulan:
a. dapat duduk tanpa dibantu
b. dapat tengkurep dan berbalik sendiri
c. dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang
d. memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain
e. memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
f. bergembira, dengan melempar benda-benda
g. mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti
h. mengenal muka anggota-anggota kelurga dan takut kepada
orang asing/lain
i. mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan dan sem
bunyi-sembunyian

e) Dari 9 sampai 12 bulan:
a. dapat berdiri sendiril tanpa dibantu
b. dapat berjalan dengan dituntun
c. menirukan suara,
d. mengulang bunyi yang didengarnya
e. belajar menyatakan satu atau dua kata
f. mengerti perintah sederhana atau larangan
g. memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya,
h. ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke
mulutnya
i. berpartisipasi dalam permainan

f) Dari 12 sampai 18 bulan:
a. berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah
b. menyusun 2 atau 3 kotak
c. dapat mengatakan 5-10 kata
d. memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing

g) Dari 18 sampai 24 bulan:
a. naik turun tangga
b. menyusun 6 kotak
c. menunjuk mata dan hidungnya
d. menyusun dua kata
e. belajar makan sendiri
f. menggambar garis dan kertas atau pasir
g. mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil/kencing
h. menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang
lebih besar
i. memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan
mereka

h) Dari 2 sampai 3 tahun:
- belajar meloncat, memaniat, melompat dengan satu kaki
- membuat jembatan dengan 3 kotak
- mampu menyusun kalimat
- mempergunakan kata-kata saya, bertanya, mengerti kata-kata yang
ditujukan kepadanya
- menggambar lingkaran
- bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya
lingkungan lain di luar keluarganya

i) Dari 3 sampai 4 tahun:
- berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga
- berjalan pada jari kaki
- belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri
- menggambar garis silang
- menggambar orang hanya kepala dan badan
- mengenal 2 atau 3 warna
- bicara dengan baik
- menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya
- banyak bertanya
- bertanya bagaimana anak dilahirkan
- mengenal sisi atas, sisi bawah, sisi muka, sisi belakang
- mendengarkan cerita-cerita
- bermain dengan anak lain
- menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya
- dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana

j) Dari 4 sampai 5 tahun:
- melompat dan menari
- menggambar orang terdiri dari kepala, lengan, badan
- menggambar segi empat dan segi tiga
- pandai bicara
- dapat menghitung jari-jarinya
- dapat menyebut hari-hari dalam seminggu
- mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita
- minat kepada kata baru dan artinya
- memperkirakan bentuk dan besarnya benda, membedakan besar dan
kecil
- memprotes bila dilarang apa yang diingininya
- mengenal 4 warna
- menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa

k) Pendidikan/ stimulasi yang perlu diberikan:
akademik sederhana; pengenalan ruang, bentuk, warna
persiapan berhitung
pendidikan alam sekitar, sosialisasi, mengenal lingkungan
bermain bebas untuk mengembangkan fantasi dan memperkaya
pengalaman
menyanyi, menggambar
bahasa: bercakap-cakap, membaca gambar, bercerita, mengucapkan
syair sederhana
melatih daya ingat dengan antara lain bermain jualan,
menyampaikan berita
menggambar
membuat permainan dari kertas
bermain musik
mengenal tugas, larangan-larangan
aktivitas sehari-hari (makan sendiri, minum sendiri, kontrol buang air
bosar, kontrol buang air kecil)
Sumber:
Skala yawil-mimi bagian psikologi anak u.1. & Uk1k pediatri sosial
IDAI
(Tumbuh Kembang Anak, dr. Soetjiningsih, SpAK)

Warning sign : curiga keabnormalan untuk setiap usia
perkembangan

Pertumbuhan
Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur,saling berkaitan,
dan berkesinambungan dimulai sejak konsepsi sampai dewasa.
Walaupun terdapat beberapa variasi akan tetapi setiap anak akan
melewati suatu pola tertentu yang merupakan tahap2 pertumbuhan
dan perkembangan sebagai berikut
Masa prenatal atau masa intra uteri (masa janin dalam kandungan),
masa ini dapat dibagi menjadi 2 periode:
a. masa embrio adalah sejak konsepsi sampai umur kehamilan 8 minggu.
Ovum yang telah dibuahi dengan cepat menjadi suatu organisme,
terjadi diferensiasi yang berlangsung cepat, terbentuk sistem organ
dalam tubuh
b. masa fetus adalah sejak umur 9 minggu sampai kelahiran. Masa ini
terdiri dari 2 periode:
o masa fetus dini,sejak usia 9 minggu sampai dengan trimester
kedua dengan kehidupan intra uterin, terjadi percepatan
pertumbuhan, pembentukan jasad manusia sempurna dan alat
tubuh telah terbentuk dan mulai berfungsi
o masa fetus lanjut, pada trimester akhir pertumbuhan
berlangsung pesat dan adanya perkembangan fungsi2. pada
masa ini terjadi transfer immunoglobulin G (Ig G) dari darah ibu
melalui plasenta. Akumulasi asam lemak essensial seri omega 3
(Docosa Hexanic Acid) omega 6 (Arachidonic Acid) pada otak
dan retina.
Masa postnatal atau masa setelah lahir terdiri dari beberapa periode:
a) masa neonatal (0-28 hari), terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan
terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi organ2
tubuh lainnya
b) masa bayi dibagi menjadi 2 bagian
masa bayi dini (1-12 bulan), pertumbuhan yang pesat dan proses
pematangan berlangsung secara kontinyu terutama meningkatnya
fungsi sistem syaraf.
Masa bayi akhir (1-2 tahun), kecepatan pertumbuhan mulai
menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik
dan fungsi ekskresi.
c) masa prasekolah (2-6 tahun):
pada saat ini pertumbuhan berlangsung dengan stabil, terjadi
perkembangan dengan aktifitas jasmani yang bertambah dan
meningkatnya ketrampilan dan proses berfikir.
d) masa sekolah atau masa prapubertas (wanita: 6-10 tahun, laki2: 8-12
tahun):
pertumbuhan lebih cepat dibandingkan denngan masa prasekolah,
kemampuan dan intelektual makin berkembang, senang bermain
berkelompok dengan jenis kelamin yang sama.
e) masa adolesensi atau masa remaja (wanita: 10-18 tahun, laki2: 12-20
tahun):
anak wanita 2 tahun lebih cepat memasuki masa edolesensi
dibandingkan anak laki-laki. Masa ini berupa transisi dari periode anak
ke dewasa. Pada masa ini terjadi percepatan masa pertumbuhan berat
badan dan tinggi badan yang sangat cepat yang disebut adolescent
growth spurt. Juga pada masa ini terjadi pertumbuhan dan
perkembangan pesat dari alat kelamin dan timbulnya tanda-tanda
kelamin sekunder.
Sumber : Buku ajar tumbuh kembang anak dan remaja, jilid I, edisi
pertama tahun 2005, IDAI 2005, sagung seto

lingkar kepala, lingkar lengan atas [menandakan status gizi anak], TB,
BB

2. Bagaimana ciri-ciri anak itu dikatakan tumbuh dengan baik?
a. Pertumbuhan
o Perubahan ukuran
Bertambah umur bertambah berat badan dan tinggi badan. Organ
tubuh seperti jantung dan paru-paru bertambah besar, sesuai dengan
perningkatan kebutuhan tubuh.
o Perubahan proporsi
Pada bayi baru lahir, kepala relatif mempunyai proporsi yang lebih
besar dibandingkan dengan umur yang lain.
o Hilangnya ciri-ciri lama
Hilangnya timus, lepasnya gigi susu dan menghilangnya refleks
primitif
o Timbulnya ciri-ciri baru
Munculnya gigi tetap, tanda sekunder seks (tumbuh rambut pubis,
dan aksila, payudara membesar)
Sumber : Buku Ajar I. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Ed.1. 2002.
Sagung Seto

b. Perkembangan
Ciri-ciri perkembangan :
o Perkembangan melibatkan perubahan
Karena perkembangan terjadi bersama-sama dengan pertumbuhan,
maka setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi.
Perkembangan sistem reproduksi misalnya, disertai perubahan pada
organ kelamin, perkembangan intelegensi menyertai pertumbuhan
otak dan serabut saraf. Perubahan2 ini meliputi perubahan ukuran
tubuh secara umum, perubahan proporsi tubuh, berubahnya cirri-ciri
lama, dan timbulnya cirri-ciri baru sebagai tanda kematangan suatu
organ tubuh tertentu.
o Perkembangan awal menentukan pertumbuhan selanjutnya
Seseorang tidak akan bisa melewati suatu tahap perkembangan
sebelum ia melewati tahapan sebelumnya. Sebagai contoh, seorang
anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa berdiri. Karena itu
perkembangan awal ini merupakan masa kritis karena akan
menentukan perkembangan selanjutnya.
o Perkembangan mempunyai pola tetap
Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut 2 hukum yang
tetap yaitu:
Perkembangan terjadi dahulu di daerah kepala, kemudian
menuju kearah kaudal. Pola ini disebut pola sefalokaudal.
Perkembangan terjadi terlebih dahulu di daerah proksimal
(gerakan kasar) lalu berkembang ke bagian distal seperti jari-jari
mempunyai kemampuan dalam gerakan halus. Pola ini disebut
pola proksimodistal.
o Perkembangan memiliki tahap yang berurutan
Tahap ini dilalui seorang anak mengikuti pola yang teratur dan
berurutan, tahap-tahap tersebut tidak bisa terjadi terbalik, misalnya
anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu
membuat gambar kotak, berdiri sebelum berjlan dan sebagainya.
o Perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda
Seperti halnya pertumbuhan, perkembangan berlangsung dalam
kecapatan yang berbeda-beda. Kaki dan tangan berkembang pesat
pada awal masa remaja, sedangkan bagian tubuh yang lain mungkin
berkembang pesat pada masa lainnya.
o Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan
Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun
demikian, terjadi peningkatan mental, ingatan, daya nalar, asosiasi
dan lain-lain.
Sumber : Buku ajar tumbuh kembang anak dan remaja, jilid I, edisi pertama
tahun 2005, IDAI 2005, sagung seto

Jenis-jenis tumbuh kembang
Secara garis besar tumbuh kembang dibedakan menjadi 3 jenis:
a. Tumbuh kembang fisis meliputi perubahan dalam ukuran besar dan
fungsi organisme atau individu. Perubahan fungsi ini bervariasi dari
fungsi tingkat molecular yang sederhana seperti aktivasi enzim terhadap
diverensiasi sel, sampai kepada proses metabolisme yang kompleks dan
perubahan bentuk fisis pada masa pubertas dan remaja.
b. Tumbuh kembang intelektual berkaitan dengan kepandaian
berkomunikasi dan kemampuan menangani materi yang bersifat abstrak
dan simbolik (ex; berbicara, bermain, berhitung, atau membaca). Pada
masa bayi tumbuh kembang intelektual ini berkaitan erat dengan
kematangan fungsi neurologik dan perilaku.
c. Tumbuh kembang emosional bergantung kepada kemampuan bayi
untuk membentuk ikatan batin, kemampuan untuk bercinta dan
berkasih saying, kemempuan untuk menangani kegelisahan akibat suatu
frustasi dan kemampuan untuk mengelola rangsangan agresif. Berbagai
kaitan emosional antara anak dan bayi tersebut akan berkembang
meluas ke lingkungan keluarga lain dan akhirnya ke masyarakat luar
(Buku ajar ika jilid i, fk ui, jakarta 1991)

3. Factor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan?
1. Faktor heredokonstitusionil
a. Jenis kelamin
Pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran
besar, kecepatan tumbuh, proporsi jasmani dan lain2nya sehingga
memerlukan ukuran2 normal tersendiri. Wanita menjadi dewasa
lebih dini, yaitu mulai adolesenasi pd umur 10 th, sedangkan pd
pria mulai pada umur 12 th.
b. Ras atau bangsa
Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras ini
mempunyai tendensi lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit
putih.
c. Keluarga
Dalam 1 keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek
sedangkan anggota keluarga lainnya tinggi.
d. Umur
Kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pd masa fetus,
bayi dan masa adolesensi.
2. Faktor lingkungan (prenatal dan pascanatal)
2.1 Faktor prenatal
a. Gizi (defisiensi vitamin, jodium dll)
Ibu dg keadan gizi yang jelek tidak dapat terjadi konsepsi sehingga
meningkatkan angka kelahiran mati dan kematian neonatal.
b. Mekanis (pitaamniotik, ektopia, posisi fetus yg abnormal, trauma,
oligohidramnion )
Posisi fetus yang abnormal dan oligohidromnion
menyebabkan kelainan kongenital seperti clubfoot,
mikrognatia dan kaki bengkok.
Implantasi ovum yg salah menggangu gizi embrio dan
berakibat gangguan pertumbuhan.
c. Toksin kimia (propiltiourasil, aminopterin, obat kontrasepsi dll)
Obat2n tersebut dapat menimbulkan kelainan seperti palatoskizis,
hidrosefalus, disostosis kranial.
d. Endokrin (diabetes melitus pd ibu, hormon yg dimakan, umur tua
dan lain2)
Ibu diabetes melitus bayi makrosomia, kardiomegali,
hiperplasia adrenal
Bayi hiperplasi pulau langerhans hipoglikemi
e. radiasi (sinar rontgen, radium dll)
pemakaian radium dan sinar rontgen yg tdk mengikuti aturan dpt
mengakibatkan kelaianan pd fetus contoh mikrosefali, spina
bifida, retradasi mental dan deformitas anggota gerak.
f. infeksi
trimester I : rubella, dll
mengakibatkan kelainan pd fetus seperti katarak, bisu-tuli,
mokrosefali, retardasi mental dan kelainan kongenital
jantung
trimester II dan berikutnya : toksoplasmosis,
histoplasmosis, sifilis, dll
toksoplasmosis pranatal menyebabkan makrosefali
kongenitak atau mikrosefali dan retinitis.
g. imunitas ( eritroblastosisvetalis, kernicterus)
perbedaan golongan darah antara fetus dan ibu ibu
membentuk antibodi terhadap sel darah merah bayi
melalui plasenta masuk peredaran darah bayi
mengakibatkan hemolisis anemia + hiperbilirubinemia.
Otak sangat peka terhadap bilirubinemia otak rusak
h. anoksia embrio (gangguan fungsi plasenta)
anoksia mengakibatkan pertumbuhan terganggu

2.2 faktor pascanatal
a. gizi (masukan makanan kualitatifdan kuantitatif)
terdiri dari bahan pembangun tubuh protein, karbohidrat,
vitamin, mineral, lemak
b. penyakit (penyakit kronis dan kelainan konginental)
kelainan jantung bawaan dan penyakit kronis seperti
glomerulonefritis kronik, tuberculosis paru dan penyakit seliak
menyebabkan retardasi pertumbuhan jasmani
c. keadaan sosial dan ekonomi
memegang peranan penting dalam pertubuhan anak, ukuran bayi
yan lahir dari golongan ortu dengan sosek kurang lebih rendah
dibanding dengan sosek cukup.
d. Musim
Negeri yang mempunyai empat musimterdapat perbedaan
kecepatan tumbuh berat badan dan tinggi.
Pertambahan tinggi terbesar musim semi
Pertambahan tinggi paling rendah musim gugur
Penambahan berat badan terbesar misimgugur
Penambahan berat badan kecil musim semi
e. lain2
faktor lain yang ikut berpengaru terhadap pertumbuhan dan
perkembangan anak a.l. pengawasan medis, perbaikan
sanitasi,pendidikan, faktor psikologis dll.
Sumber : IKA FK UI jilid 1

Kebutuhan dasar anak
ASUH ( kebutuhan biomedis)=SPD
Menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya,
kebutuhan akan tempat tinggal, pakaian yang layak dan aman , perawatan
kesehatan dini berupa imunisasi dan deteksi dan intervensi dini akan
timbulnya gejal penyakit.
ASIH ( kebutuhan emosional)
Penting menimbulkan rasa aman (emotional security) dengan kontak fisik
dan psikis sedini mungkin dengan ibu. Kebutuhan anak akan kasih sayang,
diperhatikan dan dihargai, ,pengalaman baru, , pujian, tanggung jawab
untuk kemandirian sangatlah penting untuk diberikan. Tidak
mengutamakan hukuman dengan kemarahan , tetapi lebih banyak
memberikan contoh contoh penuh kasih sayang adalah salah satunya.
ASAH ( kebutuhan akan stimulasi mental dini)
Cikal bakal proses pembelajaran , pendidikan , dan pelatihan yang
diberikan sedini dan sesuai mungkin. Terutama pada usia 4 5 tahun
pertama ( golden year) sehingga akan terwujud etika, kepribadian yang
mantap, arif, dengan kecerdasan, kemandirian ,ketrampilan dan
produktivitas yang baik
Sumber : Soetjiningsih, Tumbuh Kembang Anak

4. Apa saja keempat domain milestone?
Frankerburg dkk (1981) melalui DDST (Denver Developmental Screening
Test) mengemukakan 4 parameter perkembangan yang dipakai dalam
menilai perkembangan anak balita yaitu :
a. personal social (kepribadian/tingkah laku sosial).
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi
dan berinteraksi dengan lingkungannya.
b. Fine motor adaptive (gerakan motorik halus)
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk
mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-
bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi
memerlukan koordinasi yang cermat. Misalnya kemampuan untuk
menggambar, memegang ssuatu benda, dll
c. Language (bahasa)
Kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti
perintah dan berbicara spontan.
d. Gross motor (perkembangan motorik kasar)
Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.
Sumber : Tumbuh Kembang Anak, dr.Soetjiningsih, SpAK, 1995
o Arah perkembangan
Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut 2 hukum yang
tetap yaitu:
Perkembangan terjadi dahulu di daerah kepala, kemudian
menuju kearah kaudal. Pola ini disebut pola sefalokaudal.
Perkembangan terjadi terlebih dahulu di daerah proksimal
(gerakan kasar) lalu berkembang ke bagian distal seperti jari-jari
mempunyai kemampuan dalam gerakan halus. Pola ini disebut
pola proksimodistal.
Sumber : Buku ajar tumbuh kembang anak dan remaja, jilid I, edisi
pertama tahun 2005, IDAI 2005, sagung seto

5. Bagaimana hubungan riwayat premature 7 bulan, BBLR dengan keluhan
bayi terlambat bicara dan berjalan?
Prematur dan ketidakmatangan pembuluh darah otakdistribusi sirkulasi
janin dengan hasil otak pada kecenderungan hipoperfusi ke white matter
periventricularperdarahan matriks germinal atau leukomalacia
periventricularantara minggu 26 dan 34 usia kehamilan, daerah white
matter periventricular dekat ventrikel lateral yang paling rentan terhadap
cederakarena daerah-daerah membawa serat bertanggung jawab atas
kontrol motor dan tonus otot kakicedera dapat terjadi dalam diplegia
spastik (yaitu, kelenturan dominan dan kelemahan kaki, dengan atau tanpa
keterlibatan lengan tingkat yang lebih rendah).
Sumber : Abdel-hamid hz, kao a, zeldin as, et al. Cerebral palsy.

Pembentukan neural tube (waktu 3-56 minggu)
Perkembangan otak manusia dan waktu puncak terjadinya meliputi
berikut:
Primer neurulationMinggu 3-4 kehamilan
Perkembangan ProsencephalicBulan 2-3 kehamilan
Neuronal proliferasiBulan 3-4 kehamilan
Neuronal migrasiBulan 3-5 kehamilan
OrganisasiBulan 5 dari kehamilan sampai bertahun-tahun
pascakelahiran
MielinasiLahir sampai bertahun-tahun pascakelahiran
Sumber : Moster D, Wilcox AJ, Vollset SE, Markestad T, Lie RT. Cerebral
palsy among term and postterm births.JAMA. Sep 1 2010;304(9):976-82
6. Mengapa pada pemeriksaan fisik didapatkan status gizi kurang?
Kebutuhan dasar anak
ASUH ( kebutuhan biomedis)=SPD
Menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya,
kebutuhan akan tempat tinggal, pakaian yang layak dan aman , perawatan
kesehatan dini berupa imunisasi dan deteksi dan intervensi dini akan
timbulnya gejal penyakit.
ASIH ( kebutuhan emosional)
Penting menimbulkan rasa aman (emotional security) dengan kontak fisik
dan psikis sedini mungkin dengan ibu. Kebutuhan anak akan kasih sayang,
diperhatikan dan dihargai, ,pengalaman baru, , pujian, tanggung jawab
untuk kemandirian sangatlah penting untuk diberikan. Tidak
mengutamakan hukuman dengan kemarahan , tetapi lebih banyak
memberikan contoh contoh penuh kasih sayang adalah salah satunya.
ASAH ( kebutuhan akan stimulasi mental dini)
Cikal bakal proses pembelajaran , pendidikan , dan pelatihan yang
diberikan sedini dan sesuai mungkin. Terutama pada usia 4 5 tahun
pertama ( golden year) sehingga akan terwujud etika, kepribadian yang
mantap, arif, dengan kecerdasan, kemandirian ,ketrampilan dan
produktivitas yang baik
Sumber : Soetjiningsih, Tumbuh Kembang Anak

7. Mengapa didapatkan mikrosefali?
Etiologi:
Mikrosefali primer: familial (autosomal resesif), autosomal dominan,
sindrom (down (trisomi-21), edward (trisomi-18), cri du chat (5 p-),
cornelia de lange, rubinstein-taybi, smith-lemli-optiz).
Mikrosefali sekunder (non genetik): radiasi, infeksi congenital
(sitomegalovirus, rubella, toksoplasmosis), obat (alkohol janin,
hidantoin janin), meningitis/ensefalitis, malnutrisi, metabolik,
hipertermia, ensefalopati hipoksik-iskemik.

Etiologi mikrosefali primergangguan proses pembelahan mitosis dari
struktur kortikal selama masa perkembangan embrionikgangguan dari
divisi simetris dapat menyebabkan menipisnya inti progenitor sel
sarafpenurunan selanjutnya di tingkat proliferasi dan tingkat neuron
dapat mengurangi produksi selhasil akhirnya adalah otak yang lebih kecil
dari biasanyamikrosefalus.
Sumber : Wollnik, Bernd. 2010. A Common Mechanism for Microcephaly.
Nature Genetics; 42(11): 923-4.

Mikrosefali adalah cacat pertumbuhan otak secara menyeluruh akibat
abnormalitas perkembangan dan proses destruksi otak selama masa janin
dan awal masa bayi.
Perbandingan berat otak terhadap badan yang normal adalah 1 : 30,
sedangkan pada kasus mikrosefalus, perbandingannya dapat menjadi 1 :
100. Bila kasus bisa hidup sampai usia dewasa, biasanya berat otaknya
hanya kurang dari 900 gram (bahkan ada yang hanya 300 gram)
Sumber : Satyanagara; Cacat Otak Bawaan Dalam Ilmu Bedah Syaraf, ed
III, Jakarta, 1998, Gramedia Pustaka Utama, 253-270.

Cerebral palsygangguan motorikgangguan pemberian makanan,
gangguan mengunyah, tidak dapat menelan, refleks menjadi hiperaktif, dan
ketidakmampuan untuk mengontrol saat makangangguan kesulitan
makan yang terus menerusakhirnya akan berefek signifikan terhadap
pertumbuhan, perkembangan, dan status gizi, yang pada akhirnya dapat
menimbulkan kegagalan tumbuh.
Sumber : Darto Suharto. Cerebral Palsy diagnosis dan tata laksana; c2006.

8. Mengapa didapatkan tonus keempat ekstreimas hipertonus dan head lag
(+)?
Kebanyakan pasien dengan cerebral palsy spastik quadriplegi memiliki
beberapa gangguan kognitif dan menunjukkan presentasi fisik klasik
berikut:
Semua anggota badan yang terkena dampak, baik seluruh tubuh hypertonia
atau trunkal hipotonia dengan ekstremitas hypertonia
Oromotor disfungsi
Meningkatnya risiko kesulitan kognitif
Kejang
Kaki umumnya dipengaruhi sama atau lebih dari lengan
Predikat hemiplegia ganda jika lengan lebih terlibat daripada kaki
Sumber : Abdel-Hamid HZ, Kao A, Zeldin AS, et al. Cerebral Palsy.
9. Bagaimana cara deteksi dini perkembangan secara sederhana?
a. KPSP (Kuisioner Pra Skrining Perkembangan)
Tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan anak normal atau
ada penyimpangan
Jadwal skrining nya <24 bulan tiap 3 bulan, >24 bl tiap 6 bulan
Skrining/pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru TK dan
petugas PADU terlatih
Alat yang digunakan :
- Formulir KPSP menurut umur, berisi 9 10 pertanyaan
- Alat bantu pemeriksaan seperti pensil, buku,, bola, kubus,
gelas, sendok, kerincingan
Cara menggunakan KPSP
- Anak harus dibawa saat pemeriksaan
- Tentukan umurnya, ika lebih dari 16 hari bulatkan jd 1 bulan,
contoh 3 bl 17 hari 4 bulan
- Jelaskan kepada orang tua pengasuh agar tidak ragu ragu
dalam menjawab
- Interpretasi berapa jawaban YA dan TIDAK
YA 9-10 Sesuai, 7-8 meragukan, <7 Menyimpang
b. Tes Daya Dengar (TDD)
Tujuannya adalah untuk menemukan gangguan pendengaran sejak dini,
agar dapat ditindak lanuti
Jadwal TDD adalah tiap 3 bulan pd bayu umur <12 bulan dan 6 bulan
untuk 12 bl ke atas
Alat yang digunakan
- Instrumen TDD menurut umur
- Gambar binatang ( ayam, anjing, kucing ) manusia
- Mainan ( boneka, kubus, sendok, cangkir, bola )
Cara melakukan :
- Tanyakan kelahiran bayi
- Pilih daftar pertanyan sesuai umur
- Pada anak usia <24 bl semua pertanyaan dijawab oleh orang
tua /pengasuh. Jawaban YA jika menurut ortu/pengasuh anak
dapat melakukan dalam 1 bl terakhir, TIDAk jika menurut
ortu/pengasuh anak tidak pernah, tidak tahu atau tidak dapat
melakukan dalam 1 bl terakhir
- Pada usia >24 bulan pertanyaan berupa perintah melalui
orangtua pengasuh untuk dikerjakan oleh anak. Amati
kemampuan anak dalam melakukan perintah. Jawaban YA jika
anak bisa melakukan, TIDAK jika si anak tidak bisa melakukan
Interpretasi :
Bila ada satu atau lebih jawaban TIDAK, kemungkinan anak
mengalami gangguan pendengaran
c. Tes Daya Lihat (TDL)
Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini kelainan daya lihat agar
segera dapat ditindak lanjuti
Jadwal tes dilakukan setiap 6 bl pada usia prasekolah umur 36 72
bulan
Alatsarana yang dipergunakan
- Ruangan yang bersih, tenang dan penyinaran baik
- Dua buah kursi duduk, 1 untuk anak dan 1 untuk pemeriksa
- Poster E untuk digantung dan di pegang anak
- Alat petunjuk

Sumber : Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang Anak. DEPKES 2006

10. Mengapa dokter menyarankan untuk RM, dan pemeriksaan penunjang
lain?
a. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan
yaitu untuk mengetahui/menemukan status gizi kurang/buruk dan
mikrosefali/makrosefali. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan
dilakukan dengan pengukuran Berat Badan terhadap Tinggi Badan
dengan tujuan untuk memnetukan status gizi anak, normal, kurus, kurus
sekali atau gemuk
b. Deteksi dini penyimpangan perkembangan
yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak (Keterlambatan),
gangguan daya lihat, gangguan daya dengar.
c. Deteksi dini penyimpangan mental emosional
yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional, autisme dan
gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Ada beberapa jenis
alat yang digunakan untuk mendeteksi secara dini adanya
penyimpangan mental emosional pada anak, yaitu; Kuisioner Masalah
Mental Emosional (KMME) bagi anak umur 36 bulan sampai 72 bulan.
Sumber : Hasan, R dan Alatas, H (ed); Neurologi Dalam Ilmu Kesehatan
Anak, Buku Jilid II, Jakarta, 1991, Infomedia, 847-884
11. Kelainan apa saja yang bisa menyebabkan gangguan perkembangan?
a. Gangguan bicara dan bahasa
Kemampuan berbahasa merupakan indicator seluruh perkembangan
anak. Karena kemamuan berbahasa sensitive terhadap keterlambatan
atau kerusakan pada system lainnya, sebab melibatkan kemampuan
cognitive, motorik, psikologis, emosi dan lingkungan sekitar anak
b. Cerebral Palsy
Merupakan suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak
progresif, yang disebabkan oleh karena suatu kerusakangangguan pada
sel sel motorik pada susunan saraf pusat yang sedang tumbuh/belum
selesai pertumbuhannya.
c. Syndrom Down
Anak dengan syndrome Down adalah individu yang dapat dikenal dari
fenotipnya dan mempunyai kecerdasan terbatas yang teradi akibat
adanya jumlah kromosom 21 yang berlebih. Perkembangannya lebih
lambat dari anak yang normal
d. Perawakan pendek
Short stature atau perawakan pendek merupakan suatu terminology
mengenai tinggi badan yang berada dibawah presentil 3 atau -2 SD pada
kurva pertumbuhan yang berlaku pada populasi tersebut. Penyebabnya
dapat terjadi karena gangguan gizi, kelainan kromosom, penyakit
sistemik atau karena kelainan endokrin.
e. Gangguan Autisme
Merupakan gangguan perkembangan pervasive pada anak yang
gejalanya muncul sebelum anak umur 3 tahun. Pervasive berarti
meliputi seluruh aspek perkembangan sehingga gangguan tersebut
sangat luas dan berat yang mempengaruhi anak secara mendalam.
Gangguan perkembangan pada autism mencakup bidang interaksi social,
komunikasi dan perilaku
f. Retardasi Mental
Merupakan suatu mondisi yang ditandai oleh intelegensia yang rendah
(IQ<70) yang menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belaar dan
beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang
dianggap normal
g. Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
Merupakan gangguan dimana anak mengalami kesulitan untuk
memusatkan perhatian yang seringkali disertai dengan hiperaktivitas
Sumber : Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang Anak. DEPKES 2006
12. Pemeriksaan apa saja yang berkaitan dengan SSP, fungsi pendengaran dan
penglihatan?
a. Tes Daya Dengar (TDD)
Tujuannya adalah untuk menemukan gangguan pendengaran sejak dini,
agar dapat ditindak lanuti
Jadwal TDD adalah tiap 3 bulan pd bayu umur <12 bulan dan 6 bulan
untuk 12 bl ke atas
Alat yang digunakan
- Instrumen TDD menurut umur
- Gambar binatang ( ayam, anjing, kucing ) manusia
- Mainan ( boneka, kubus, sendok, cangkir, bola )
Cara melakukan :
- Tanyakan kelahiran bayi
- Pilih daftar pertanyan sesuai umur
- Pada anak usia <24 bl semua pertanyaan dijawab oleh orang
tua /pengasuh. Jawaban YA jika menurut ortu/pengasuh anak
dapat melakukan dalam 1 bl terakhir, TIDAk jika menurut
ortu/pengasuh anak tidak pernah, tidak tahu atau tidak dapat
melakukan dalam 1 bl terakhir
- Pada usia >24 bulan pertanyaan berupa perintah melalui
orangtua pengasuh untuk dikerjakan oleh anak. Amati
kemampuan anak dalam melakukan perintah. Jawaban YA jika
anak bisa melakukan, TIDAK jika si anak tidak bisa melakukan
Interpretasi :
Bila ada satu atau lebih jawaban TIDAK, kemungkinan anak
mengalami gangguan pendengaran
b. Tes Daya Lihat (TDL)
Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini kelainan daya lihat agar
segera dapat ditindak lanjuti
Jadwal tes dilakukan setiap 6 bl pada usia prasekolah umur 36 72
bulan
Alatsarana yang dipergunakan
- Ruangan yang bersih, tenang dan penyinaran baik
- Dua buah kursi duduk, 1 untuk anak dan 1 untuk pemeriksa
- Poster E untuk digantung dan di pegang anak
- Alat petunjuk

Sumber : Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang Anak. DEPKES 2006
Pemeriksaan neurologis
Tindakan yang pertama dilakukan ialah pemeriksaan tonus otot.
Gerakkan setiap sendi-sendi besar untuk menilai ada tidaknya spastisitas
atau flasiditas. Peningkatan maupun penurunan tonus dapat menandakan
penyakit intrakranial.
Pada lengan, pemeriksaan dilakukan dengan memegang pergelangan
tangan bayi dan menggoyang-goyangkan lengan bawahnya. Bila tonus otot
tinggi maka tangan tidak akan ikut bergoyang secara luwes, melainkan kaku
dan bersikap mengepal.
Pemeriksaan tonus otot tungkai dilakukan dengan menggoyang-
goyangkan tungkai bayi yang dipegang pada paha. Tungkai bawah bayi akan
bergoyang-goyang secara luwes jika otot bertonus normal. Tungkai bawah
akan jatuh lunglai dan tetap menjuntai bila tonus rendah, sebaliknya akan
bersikap kaku dan lurus dalam mengikuti gerakan pasif tungkai atasnya bila
tonus meningkat.
Sumber : Sidharta, P., Pemeriksaan Neurologik Pada Bayi dalam Tata
Pemeriksaan Klinis Dalam Neurologi, Cetakan keempat, Dian Rakyat,
Jakarta, 1999.
13. DD etiologi developmental delay?
14. Wajah dismorfik

15. Milestone perkembangan + domainnya (ada beberapa versi)
16. Pengertian developmental delay
Keterlambatan dikatakan ada apabila seorang anak tidak mencapai tahap
perkembangan pada usia yang diharapkan.

Batshaw, M. 1993 Retardasi Mental. Pediatrics Vol Klinik dari Amerika
Utara. 40:507-521
Palfrey, J. 1994 Anak Bayi atau Young dengan Developmental Delay The
New England Journal

17. Cara penilaian didalam mengassessment perkembangan
Cara penilaian dalam perkembangan dalam assesment development delay

abnormal
o bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan, pada 2 sektor atau
lebih.
o Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih
keterlambata PLUS 1 sektor atau lebih dgn 1 keterlambatan dan
pada sektor yg sama tersebut tidak ada yg lulus pd kotak yg
berpotongan dgn garis vertikal usia.
Meragukan
o Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih
o Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan
pada sektor yg sama tidak ada yg lulus pd kotak yg perpotongan
dgn garis vertikal usia.
tidak dapat dites
o apabila terjadi penolakan yg menyebabkan hasil tes menjadi
abnormal atau meragukan
normal
semua yg tidak tercantum dalam kriteria tersebut diatas.
Sumber : Tumbuh Kembang Anak Dr Soetjiningsih,SpAK

18. alat/metode deteksi dini
Skrining awal perkembangan
Dibawah ini adalah tes-tes perkembangan yang sering digunakan dalam
menilai perkembangan anak, yaitu:
A. Tes Intelegensi Individual (tes IQ)
1. Tes Stanford-Binet
Fungsi : Mengukur intelegensi dan sudah distandardisasi.
Skor tersedia dalam umur mental atau dalam bentuk
angka IQ.
Umur : 2 - 24 tahun.
Catatan: Tes diberikan secara individual dan ada korelasi yang
tinggi dengan kemampuan sekolah.
2. LPS (The Leiter International Performance Scale)
Fungsi : Mengukur intelegensi yang sudah
distandardisasi.
Skor tersedia dalam umur mental atau dalam bentuk
angka IQ.
Umur : 2 - 18 tahun.
Catatan: Tes ini diberikan secara individual dan ada korelasi
yang tinggi dengan hasil tes Stanford Binet.
3. WISC (The WechsIer Intelligence Scale for Children)
Fungsi : Mengukur intelegensia yang sudah
distandardisasi.
Skor IQ tersedia dalarn kemainpuan verbal dan skala
penuh.
Umur : 6 - 17 tahun.
Catatan: Tes ini diberikan secara individu dan hasilnya
mempunyai korelasi yang tinggi dengan hasil tes
Stanford-Binet dan LIPS.
4. WPPSI (Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence)
Fungsi : Verbal, penampilan, dan skala penuh IQ.
Umur : 4 tahun 6,5 tahun.
5. McCarthy Scales of Children's Abilities
Fungsi : Indeks kognitif umum (IQ ekivalen).
Skor untuk: verbal, kuantitatif, memori, motorik.
Umur : 2,5 tahun - 8 tahun.
B. Tes Prestasi
1. Gray oral reading test-revised (GORT-R)
Fungsi : Tes baca standar, yang hasilnya menunjukkan tingkat
terendah 1,4 atau gagal.
Skor maksimum adalah tingkat sekolah menengah.
Umur : Kelas 1 - 12 (SD kelas 1 - SMA kelas 3)
Catatan: Diberikan secara individual dan hasilnya menunjukkan
kolerasi yang tinggi dengan tingkatan sekolah.
2. WRAT (Wide Range Achievement Test)
Fungsi : untuk mengukur prestasi pelajar dalarn bidang:
berhitung, mangeja, perbendaharaan kata-kata, dan
pemahaman membaca.
Umur : 5 tahun dewasa
Catatan: Tes ini diberikan secara kelompok, dan hasilnya
mempunyai kolerasi dengan tingkat sekolah yang
sebenarnya.
3. Peabody Individual Achievement Test
Fungsi : Untuk identifikasi kata-kata: mengeja, ilmu pasti,
membaca, dan informasi umum.
Umur : 5 - 18 tahun.
C. Tes Psikomotorik
1. Brazelton Newborn Behaviour Assessment Scale
Fungsi : Menaksir kondisi bayi, refieks dan interaksi
Umur : Neonatus
2. Uzgiris-Hunt Ordinal Scales
Fungsi : Menaksir stadium sensorimotok menurut Piaget
Umur : 0 - 2 tahun
3. Gesell Infant Scale dan Catell Infant Scale
Fungsi : Terutama menaksir perkembangan motorik pada
tahun pertama dengan beberapa perkembangad sosial
dan bahasa.
Umur : 4 minggu - 3 1/~ 16 tahun.
4. Bayley Infant Scale of Development
Fungsi : Menaksir perkembangan motorik dan sosial
Umur : 8 minggu - 2 lit tahun
5. DDST (The Denver Developmental Screening Test)
Fungsi : Digunakan untuk menaksir perkembangan
personal sosial, motorik halus, bahasa dan motorik kasar
pada anak mulai umur bulan sampai 6 tahun.
Umur : 1 bulan - 6 tahun
Catatan: Diberikan secara individual, dengan partisipasi aktif
dari orang tua dan pemeriksa.
6. Yale Revised Developmental Test
Fungsi : Menaksir perkembangan motorik kasar, motorik
halus, adaptif, perilaku sosial, dan bahasa.
Umur : 4 minggu - 6 tahun.
7. Diagnostik perkembangan fungsi Munchen tahun pertama
Fungsi : Menaksir perkembangan umur merangkak,
duduk, berjalan, memegang, persepsi, berbicara,
pengertian bahasa dan sosialisasi.
Umur : satu tahun pertama
Catatan: Diberikan secara individual, dengan patisipasi aktif
dari orang tua dan pemeriksa.
8. Geometric Forms Test
Fungsi : Menaksir perkembangan motorik halus dan
intelektual. Catatan: Tes individual
9. Bender-Gestalt Visual Motor Test
Fungsi : Menaksir anak yang dicurigai mempunyai
masalah persepsi-motorik dari umur 5 tahun
Umur : 4 - 12 tahun
Catatan: Tes individual
10. Draw-A-Man Test
Fungsi : Skrining IQ yang mudah dan cepat dengan
menggunakan norma Goodenough pada anak
dengan umur mental minimal 3 tahun 3 bulan.
Catatan: Tes individual
11. Picture-Vocabulary Subtest Stanford-Binet Test
Fungsi : Skrining yang mudah dan cepat pada anak umur
3 atau 4 tahun tentang perbendaharaan ata-kata dan
kemampuan artikulasi.
Catatan: Tes individual, kemampuan bahasa mempunyai
korelasi yang erat dengan intelegensi.
12. Ammons Quick Test (Picture-Word Test)
Fungsi : Tes yang mudah dan cepat untuk mengukur
kemampuan bahasa non-verbal dari anak. Merupakan
instrumen yang sangat baik untuk mengetahui disfasia
ekspresif, dimana anak hanya bisa menunjuk benda.
Catatan: Tes individu (belum distandarisasi).
D. Tes Proyeksi
1. Symonds Picture Story Test
Fungsi : Respon anak dapat di diagnosis dari perasaan
yang mendasarinya.
Catatan: Tes individual
2. The Machover Human Figure Drawing Test
Fungsi : Suatu teknik proyeksi, gambar inanusia yang
dibuat oleh anak adalah proyeksi dari dirinya. Bagian-
bagian tubuh yang dihilangkan atau ditonjolkan dapat
merupakan petunjuk dalam diagnostik.
Catatan: Tes individual.
3. The Animal Choice Test
Fungsi : Respons anak terhadap tes ini dapat sebagai
diagnostik, dari perasaan dan kehendaknya yang paling
sederhana.
Catatan: Tes individual
4. The Three Wishes Test
Fungsi : Mendapatkan keinginan-keinginan anak yang
disadari Catatan: Tes individual
5. Children's Apperception Test
Fungsi : Untuk mengungkapkan perasaan-perasaan anak
dibawah sadar dengan menggambar binatang, yang
tampak seperti pada situasi keluarga.
Umur : 21,5 tahun - dewasa
Catatan: Tes individual
6. The Rorschach Test
Fungsi : Untuk mendapatkan perasaan-perasaan anak
dibawah sadar dari stimulus yang berasal dari noda tinta
yang tidak berbentuk.
Umur : 3 tahun - dewasa
Catatan: Tes individual
E. Tes perilaku adaptif
1. Vineland Adaptive Behavior Scales
Fungsi : Wawancara orang tualpengasuh anak dalam hal
komunikasi, kehidupan sehari-hari, sosial, dan untuk
anak yang lebih muda ditanyakan juga perkembangan
motoriknya.
Umur : 0 - dewasa
2. Vineland Adaptive Behavior Scales (Edisi kelas)
Fungsi: Seperti diatas, tetapi melibatkan guru.
Umur : 3 - 13 tahun.
(Tumbuh Kembang Anak, dr. Soetjiningsih, SpAK)

19. PP yang sering diusulkan untuk kasus gangguan perkembangan
Beberapa pedoman memberikan rekomendasi diagnosis
4
:
- Pemeriksaan sitogenik
- Pemeriksaan fragile X molecular genetic.
- Pemeriksaan metabolic
- Pemeriksaan neurologis: EEG, MR
Sumber :
20. Apa saja pendekatan didalam intervensi gangguan perkembangan
Intervensi perkembangan anak dilakukan atas indikasi yaitu :
a. Perkembangan anak meragukan (M) artinya tidak sesuai dengan yang
seharusnya di miliki oleh si anak, dengan nilai pemeriksaan KPSP 7 atau
8
- Ajari orang tua cara melakukan intervensi sesuai dengan
msalah yang ditemukan pada anak.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencari kemungkinan
adanya penyakit yang menyebabkan penyimpangan
perkembangannya
- Beri petunjuk kepada orang tua agar mengintervensi anak
sesering mungkin, penuh kesabaran dan kasih sayang,
bervariai sambil bermain agar anak tidak bosan
- Intervensi dilakukan secara intensif setiap hari sekitar 3 4 jam
selama 2 minggu
- Minta orangtua untuk kembali 2 minggu kemudian
b. Bila tahapan perkembangan meyimpang, lakukan rujukan ke rumah sakit
dengan menullis jenis dan umlah penyimpangan perkembangan
c. Bila perkembangan anak sesuai umur maka
- Beri puian terhadap ibu karena sudah mengasuh anak dengan
baik
- Teruskan pola asuh sesuai dengan tahap perkembangan anak
- Beri stimulasi perkembangan anak setiap saat, sesering
mungkin sesuai dengan umur anak
- Lakukan pemeriksaan skrining rutin KPSP tiap 3 bl sekali untu
usia < 24 bl dan 6 bl sekali untuk >24 bl
Sumber : Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang Anak. DEPKES 2006
21. Dasar-dasar ilmu tumbuh kembang