Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN

Pemanasan global yang diakibatkan kerusakan lingkungan beberapa akhir ini menjadi
topik yang hangat dibicarakan. Lapisan ozon yang mulai menipis akibat efek rumah kaca,
yang juga menjadikan temperatur di bumi meningkat. Salah satu penyebab kerusakan
lingkungan, yaitu penggunaan energi dari fosil yang tidak ramah lingkungan, seperti
penggunaan solar dan bensin. Pengelolaan limbah industri yang tidak memenuhi standar
kesehatan lingkungan juga menjadi salah satu penyebab rusaknya lingkungan. Beberapa
industri menggunakan solar atau bensin untuk menggerakkan usahanya, di satu sisi, efek dari
penggunaan solar atau bensin dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk mengurangi
kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan bakar fosil ini, maka perlu dicarikan energi
alternatif yang ramah lingkungan. Salah satu contoh energi alternatif yang ramah lingkungan
adalah penggunaan biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari limbah rumah tangga,
kotoran hewan, kotoran manusia, sampah organik dan sebagainya, yang mengalami proses
penguraian atau fermentasi oleh mikroorganisme. i samping itu, adanya kenaikan tarif
listrik, kenaikan harga LP! "Liquefied Petroleum Gas#, premium, minyak tanah dan bahan
bakar lainnya, menjadikan biogas sebagai sumber energi yang ramah lingkungan dan murah.
Salah satu limbah yang berpotensi dijadikan sumber biogas, yaitu limbah tahu. $al ini dilihat
dari jumlah industri tahu di %ndonesia. Pada tahun &'(' sampai bulan )ei, tercatat jumlah
industri tahu di indonesia mencapai *+.''' unit usaha, dengan produksi lebih dari &,,- juta
ton per hari, Penyebaran industri tahu, sekitar *' . terdapat di pulau /awa, sehingga limbah
yang dihasilkan diperkirakan *'. lebih tinggi dibandingkan industri tahu di luar pulau /awa.
TUJUAN
0arya tulis ini bertujuan memberikan alternatif energi yang ramah lingkungan,
dengan memanfaatkan limbah tahu sebagai bahan dasarnya.
METODE
)etode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode literatur.
TINJAUAN PUSTAKA
%ndonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah pabrik tahu yang cukup
besar. Pada tahun &'(' sampai bulan )ei, tercatat jumlah industri tahu di indonesia mencapai
*+.''' unit usaha, dengan produksi lebih dari &,,- juta ton per hari )enurut Peraturan
Pemerintah 1omor (2 3ahun (22+ tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun yang dikeluarkan oleh 0epala Badan Pengendalian ampak
Lingkungan, perlu adanya pengolahan limbah yang dihasilkan oleh industri tahu.
PEMBAHASAN
Limbah yang dihasilkan oleh industri tahu ada dua macam, yaitu limbah padat, yang biasanya
menjadi pakan ternak dan limbah cair, yang biasanya langsung dibuang ke lingkungan.
Limbah tahu cair yang dibuang ke lingkungan merupakan limbah organik yang mudah
diuraikan oleh mikroorganisme secara alamiah. /ika limbah tidak diolah dengan baik,
maka akan menimbulkan bau akibat proses pembusukan bahan organik oleh bakteri. 3ulisan
ini akan memaparkan pengolahan limbah cair tahu menjadi biogas. i dalam Pasal (+ ayat
"(# Undang4undang 5epublik %ndonesia 1omor &6 tahun (227 tentang pengelolaan
lingkungan hidup disebutkan, 8Untuk menjamin pelestarian fungsi lingkungan hidup, setiap
usaha dan atau kegiatan dilarang melanggar baku mutu dan kriteria baku kerusakan
lingkungan9. Limbah pengolahan industri tahu yang berbentuk limbah cair, jika ingin
dibuang ke lingkungan, maka harus memenuhi baku mutu limbah cair, baku mutu limbah cair
dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Efluent standart
Efluent standart adalah batas kadar maksimum atau minimum parameter limbah yang
diperbolehkan untuk dibuang kelingkungan, seperti tingkat COD, BOD, TSS atau pH nya.
b. Stream standart
Stream standart adalah batas kadar maksimum atau minimum parameter suatu badan air.
Parameter suatu air limbah dapat dilihat dari kandungan COD dan BOD nya, COD atau
Chemial O!"#en Demand adalah jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh
bahan organik yang terkandung dalam air "Boyd, (22': +*&#. BOD atau Biohemial O!"#en
Demand adalah suatu karakteristik yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang
diperlukan oleh mikroorganisme untuk mengurai atau mendekomposisi bahan organik dalam
kondisi aerob "Sigid $ariyadi, &''+: &#, sehingga selisih antara COD dan BOD memberikan
jumlah bahan organik yang sulit terlarut dalam larutan. Proses pengolahan limbah cair
berdasarkan tingkatan perlakuannya dapat dibedakan menjadi , golongan:
(# Pengolahan pendahuluan, dilakukan apabila di dalam limbah cair terdapat banyak padatan
terapung dan melayang.
&# Pengolahan tahap pertama, dilakukan untuk memisahkan bahan4bahan padat tercampur
"ukuran kecil#. apat dilakukan melalui proses sedimentasi. .
6# Pengolahan tahap kedua, dilakukan menggunakan proses biologi, yakni dengan bantuan
mirorganisme seperti bakteri.
+# Pengolahan tahap ketiga, dilakukan jika ada bahan4bahan yang berbahaya, misalkan
limbah cair tersebut mengandung amoniak.
,# Pengolahan tahap keempat dilakukan jika di limbah tersebut terdapat bakteri patogen.
3ahu memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, dalam ('' gr tahu mengandung energi
sebesar -* kalori, protein 7,* gr, lemak +,- gr, hidrat arang (,- gr kalsium (&+ mg, fosfor -6
mg, besi ',* mg, ;itamin B ','- mg, air *+,* gr "Sriharti,&''+: (#. Proses pembuatan tahu
banyak menggunakan air sehingga limbah cair lebih banyak dibandingkan limbah padat tahu
"Skema 7.(#. Limbah cair dari industri tahu banyak mengandung bahan organik yang baik
untuk perkembangan mikroorganisme, Limbah cair yang dihasilkan oleh industri tahu sekitar
(,4&' liter<kg bahan baku kedelai. Total Suspended Solid $TSS% sekitar 6' 0g<0g bahan baku
kedelai, Biolo#ial O!"#en Demnad $BOD% -, g< 0g bahan baku kedelai dan Chemial
O!"#en Demand $COD% (6' g< 0g bahan baku kedelai. Pengolahan limbah cair secara
biologi dengan menggunakanmikroorganisme dapat dibedakanmenjadi &, yaitu :
(. Pengolahan limbah secara anaerob. Limbah cair mengalami proses penguraian dengan
bantuan mikroorganisme anaerob, mikroorganisme yang dapat hidup tanpa memerlukan
oksigen bebas.
&. Pengolahan limbah secara aerob. Limbah cair mengalami proses penguraian dengan
bantuan mikroorganisme aerob, mikroorganisme yang memerlukan oksigen bebas untuk
hidup. )ikroorganisme, seperti bakteri dapat berkembang biak dengan baik menghasilkan
biogas. Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari proses pembusukkan bahan organik
oleh bakteri pada kondisi anaerob. Biogas merupakan campuran dari berbagai macam gas,
diantaranya: =$+ ",+47'.#, =>&"&74+,.#, => "(.# dan sisanya $&S, ?nergi yang
terkandung dalam biogas tergantun dari konsentrasi metana "=$+#. Semakin tinggi
kandungan metana, maka semakinmenghasilkan biogas. besar kandungan energi pada
biogas. Sebaliknya, semakin kecil kandungan metana, semakin kecil nilai energinya.
Pengolahan limbah cair tahu menjadi biogas dengan penambahan stater seperti kotoran
hewan, memerlukan waktu *4(' hari.
)elalui pengolahan limbah cair tahu dengan kapasitas &*6,* m6<hari dapat diperoleh
biogas dengan ++&,- m6<hari. 1ilai tersebut dihitung dari tiap kg kedelai yang menghasilkan
2,+- liter limbah dan tiap kg kedelai menghasilkan (, liter biogas.
Rancangan Biogas Digester
igester merupakan wadah atau tempat berlangsungnya proses fermentasi limbah
organic dengan bantuan mikroorganisme hingga menghasilkan biogas. @da beberapa tipe
digester, yaitu tipe floatin# dome dan fi!ed dome. &loatin# dome dapat menunjukkan
penyimpan tangki ke atas jika terjadi penambahan biogas. Sedangkan digester tipe fi!ed
dome dapat menunjukkan perubahan tekanan pada manometer jika terjadi penambahan
biogas "!ambar ,.& dan !ambar ,.6# $al pertama yang harus diperhatikan dalam
membangun digester adalah jumlah bahan yang tersedia dan waktu proses untuk mencerna
bahan. Aolume digester yang dibutuhkan untuk mencerna bahan dapat dihitung sebagai
berikut:
Vd=Wp x Ab
Selain itu, diperhitungkan ruang gas sebesar 20 dari !"lume t"tal bi"digester, sehingga
Vt=Vd#20Vt
Vt=Vd$%0
Vt=&Wp x Ab'$%0
dengan,
Vd=V"lume digaster &liter'
Wp=(aktu pr"ses mencerna bahan &hari'
Ab=aliran bahan &liter$hari'
Vt=!"lume t"tal digester &liter'
)ika aliran bahan atau limbah yang masuk kedalam digester *.+00 liter$hari, dan lamanya
pr"ses ,ermentasi % hari, maka didapatkan
Vt = &Wp - Ab' $ %0 = &% x *.+00'$0.% = *+.000 liter =*+m.
3abel ,.+ menunjukkan sumber energi beberapa bahan bakar terhadap energi yang digunakan
untuk memasak. Perbandingan harga biogas dengan LP!. Berdasarkan penelitian ('' 0g
kedelai dihasilkan biogas sebanyak (,, m6. Biogas dengan nilai kalori +.7*, 0kal<liter,
Sehingga panas dari biogas yang dihasilkan mencapai 7.(77,7 0kal
1ilai kalor untuk biogas sekitar +.7*, 0kal<m6 B +.7*, kal<liter 1ilai kalor untuk LP!
sekitar ('.**& 0kal<m6 B ('.**& kal<liter $arga LP! (& 0g sekitar 5p. *,.''' B
5p.(+.(-7<liter
engan menggunakan perbandingan
/aka harga bi"gas didapat sekitar 0p. ..22* $liter
KESIMPULAN
0ebutuhan energi semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk sehingga
diperlukan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Salah satu sumber energi yang
ramah lingkungan dan murah adalah biogas. Biogas dapat diperoleh dari proses fermentasi
limbah organik dengan bantuan mikroorganisme. Limbah cair tahu memungkinkan untuk
dijadikan penghasil biogas.