Anda di halaman 1dari 4

Cara menangani pasien penderita peri-implantitis

Peri-implantitis
Merupakan penyakit yang menyebabkan proses inflamasi pada jaringan lunak dan keras di
sekitar implan yang menyebabkan kehilangan tulang pendukung.
Presentasi
Populasi
Pasien yang menggunakan implan
Faktor resiko
Perokok
Kondisi sistemik yang kurang terkontrol (diabetes mellitus, osteoporosis, rahang post-
radiasi)
Riwayat periodontitis dan tidak patuh pada perawatan
Kebersihan mulut buruk
Kebiasaan parafungsi (bruksism)
Faktor iatrogenik (kurangnya stabilitas utama dan pemberian beban sebelum waktunya
saat waktu penyembuhan)
Tanda
Peningkatan progresif kedalaman probing
Supurasi dan eksudat dari daerah peri-implan
Perdarahan saat probing
Tampak klinis jaringan inflamasi (perdarahan, pembengkakan, perubahan warna,
bernanah, dan akumulasi plak/kalkulus)
Tulang pendukung hilang secara progresif pada foto radiografi follow-up (Gambar 1 dan
2); hilangnya tulang pendukung diatas 0,2 mm tiap tahun, setelah remodeling fisiologis
yang diinginkan
Gejala
Tidak selalu memiliki gejala
Keparahan rasa sakit: biasanya tidak ada
Dapat memiliki rasa sakit tumpul, nyeri saat menyikat gigi atau palpasi
Rasa tidak enak: dapat disadari jika terdapat eksudat purulen
Limfadenopati
Pemeriksaan
Pastikan faktor iatrogenik yang terlibat seperti resorasi yang salah, bahan asing yang
tertanam (sisa-sisa semen), komponen yang longgar, dll
Periksa jika terdapat tekanan biomekanik yang tidak adekuat dengan memeriksa oklusi
jika terdapat:
o Parafungsi
o Kelebihan tekanan oklusal
o Kegoyangan komponen restoratif (keluarkan crown untuk memeriksa jika implan
goyang), komponen restoratif yang fraktur, implan yang fraktur
Cari periodontitis aktif di daerah lain
Periksa kemungkinan patologi tulang lain
Lakukan bedah eksplorasi
Diagnosis
Berdasarkan penilaian klinis dan radiografi, ditentukan diagnosis peri-implantitis
Diagnosis banding
Peri-mukositis
Perawatan
Tujuan jangka panjangnya yaitu untuk menghentikan penyakit dan menjaga daerah implan.
Tergantung dari etiologi masalah, dipilih perawatan khusus. Penanganan yang tepat peri-
implantitis sering membutuhkan rujukan ke dokter spesialis periodonsia.
Penyebab: Infeksi bakteri
Kontrol infeksi bakteri akut dan kurangi inflamasi pada jaringan melalui:
o Pembersihan mekanis
o Terapi antimikroba lokal dan/atau sistemik
o Tingkatkan kepatuhan pasien mengenai kebersihan mulut sampai daerah peri-
implan yang sehat diperoleh
Setelah evaluasi kembali, jika pasien tidak memiliki respon yang memuaskan terhadap
terapi non-bedah, pertimbangkan perawatan bedah. Periksa adanya semen yang tertanam
dan selanjutnya dikeluarkan (Gambar 3 dan 4). Penting untuk memeriksa adanya semen
yang terjebak, karena data baru menunjukkan peningkatan jumlah kegagalan karena
penyebab ini.
o Detoksifikasi permukaan implan menggunakan peralatan mekanis (bubuk abrasif
tekanan udara tinggi, dekontaminasi laser) dan/atau aplikasi bahan kemoterapeutik
(supersaturated citric acid atau tetrasiklin yang diaplikasikan dengan cotton pellet
atau sikat)
o Lakukan penanganan flap dengan pendekatan resektif dan regeneratif, tergantung
pada morfologi dan ukuran kerusakan tulang
o Disarankan pemberian antibiotik sistemik postoperatif
Penyebab: Tekanan biomekanik
Lakukan:
o Pemeriksaan kecocokan protesa
o Pemeriksaan jumlah dan posisi implan
o Penilaian oklusi
Perubahan desain protesa, penggantian komponen restoratif yang kurang baik dan
memperbaiki tekanan oklusal yang berlebihan (melalui peningkatan jumlah dan posisi
implan, penyeimbangan oklusi, dan splint oklusi untuk pasien yang memiliki parafungsi)
dapat menghentikan progres kerusakan jaringan peri-implan.
Lakukan prosedur bedah bila perlu:
o Detoksifikasi permukaan implan menggunakan peralatan mekanis (bubuk abrasive
tekanan udara tinggi, dekontaminasi laser) dan/atau aplikasi bahan kemoterapeutik
(supersaturated citric acid atau tetrasiklin yang diaplikasikan dengan cotton pellet
atau sikat)
o Lakukan penanganan flap dengan pendekatan resektif dan regeneratif, tergantung
pada morfologi dan ukuran kerusakan tulang
o Disarankan pemberian antibiotik sistemik postoperatif
Penyebab yang berperan sebagai kofaktor
Faktor etiologi lain dapat berperan sebagai kofaktor dalam perkembagan peri-implantitis.
Namun, perawatan tetap terdiri dari menghilangkan infeksi bakteri atau memperbaiki tekanan
biomekanik.
Kemungkinan kofaktor
Keterbatasan anatomi: jumlah tulang yang kurang pada daerah penerima pada saat
penempatan implan
Trauma bedah: panas yang berlebihan pada tulang saat penempatan implan
Compromised host response
Menangani faktor resiko potensial
Perawatan penyakit periodontal aktif dan peningkatan kebersihan mulut
Sarankan pasien untuk berhenti merokok
Catatan
Tidak ada kesepakatan mengenai bahan regeneratif terbaik dan data jangka panjang
mengenai keberhasilan perawatan regeneratif
Penting bagi pasien untuk mengerti bahwa regenerasi tidak dapat diperkiraan dan
diandalkan pada implan. Pasien harus terlibat dalam keputusan untuk tetap menggunakan
atau mengganti implan.
Banyak teknik untuk detoksifikasi permukaan implan yang telah digunakan tapi belum
terdapat protokol standar.
Perawatan implan yang gagal
Jika terdapat kerusakan tulang yang luas atau kegoyangan implan, implan harus dikeluarkan
dan pilihan alternatif untuk mengganti gigi yang hilang harus didiskusikan (penggantian
implan yang gagal, gigi tiruan cekat, gigi tiruan sebagian lepasan, dll).
Gambar 1. Foto radiografi implan gigi 36
Gambar 2. Foto radiografi menunjukkan kehilangan tulang pada implan gigi 36, pada follow
up 2 tahun
Gambar 3. Implan gigi 36 dengan adanya semen yang tertanam
Gambar 4. Implan gigi 36 setelah semen dikeluarkan

Anda mungkin juga menyukai